Home Blog Page 315

Bandara Soekarno-Hatta Gelar Kampanye Keselamatan Udara

TANGERANG — Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menggelar kegiatan kampanye keselamatan udara atau ‘Ramp Safety Campaign’ (RSC) dalam rangka meminimalisasi tingkat pelanggaran dan kecelakaan di sisi udara.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I, Adi Kanrio Dayanun di Tangerang, Selasa (3/12), mengatakan, jumlah penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, berdampak pada aktivitas di sisi udara.

Dengan begitu maka secara otomatis meningkatkan potensi risiko keselamatan di sisi udara. Maka, perlu upaya untuk mengendalikan semua potensi yang dapat membahayakan keselamatan operasional pesawat udara.

“‘Ramp Safety Campaign’ (RSC) adalah sarana yang tepat untuk meningkatkan semua pihak yang beroperasi di sisi udara bahwa aspek keselamatan penerbangan adalah hal yang tidak dapat ditoleransi,” ucap Adi.

Adapun sasaran utama dari RSC yakni menciptakan pelayanan di sisi udara yang aman, tertib, profesional dan sesuai aturan yang berlaku, sehingga memberikan kontribusi dalam peningkatan citra dunia penerbangan.

“Kita ingin menumbukan sifat keselamatan di udara oleh semua pihak, mulai dari hal yang kecil dan berpotensi membahayakan operasional pesawat udara,” tambahnya.

Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Bram Bharoto Tjiptadi mengatakan, untuk memonitor potensi ‘hazard’ di sisi udara yang sewaktu-waktu menimbulkan gangguan keselamatan penerbangan maka perlu dibentuk keselamatan penerbangan.

Hal itu untuk terpenuhinya ‘on time performance’ (OTP) dalam manajemen risiko di sisi udara, sehingga perlu keterlibatan semua pihak yang beroperasi di sisi udara demi terpenuhinya unsur ‘safety, security, service and compllance’.

“Keselamatan bukan cuma tanggung jawab satu pihak tetapi juga yang lainnya seperti komunitas di sisi udara,” ujarnya.

RSC 2013 digagas dan disusun bersama seluruh komunitas sisi udara yang terdiri dari Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I, PT Angkasa Pura II, ‘airlines’,’ground handling’, ‘catering service’, ‘cargo service’, GMF dan Pertamina.

AirAsia Resmi Layani Rute Bandung-Johor Bahru

Maskapai AirAsia, resmi mengoperasikan rute baru Bandung-Johor Bahru, Malaysia, Minggu (1/12/2013).

Peresmian rute tersebut ditandai dengan innagural flight bersama sejumlah awak media dan puluhan penumpang umum menggunakan pesawat Airbus 320.

Pesawat berangkat dari Bandara Husein Sastranegara pukul 10.00 WIB, dan tiba di Bandara Senai Internasional pukul 11.50 WIB.

Namun, karena perbedaan waktu satu jam, maka waktu di Johor Bahru menunjukkan pukul 12.50. Selanjutnya, dari Bandara Senai berangkat pukul 13.15 waktu Malaysia dan tiba di Bandung pukul 14.05 WIB.

Menurut Commercial Director of AirAsia Indonesia, Dato Bernard Francis, tujuan dibukanya rute ini antara lain untuk mempromosikan Johor Bahru sebagai tempat alternatif liburan bagi orang Bandung dan sekitarnya.

“Apalagi sebentar lagi musim liburan sekolah di Bandung, sehingga ini merupakan saat yang tepat membuka rute tersebut,” kata Dato Bernard di Bandara Senai, Minggu (1/12/2013).

Menurutnya, Johor Bahru sudah memiliki beberapa tempat wisata alternatif yang menarik seperti Legoland, Hello Kitty dan Johor Premium Outlet.

Kehadiran Air Asia di rute tersebut diharapkan bisa turut mengembangkan potensi wisata di Johor Bahru. Apalagi selain dari Bandung, AirAsia juga sudah membuka rute ke Johor dari Jakarta dan Surabaya.

“Dari semua rute tersebut kami targetkan load factor sebesar 80 persen, termasuk dari Bandung. Kami optimistis hal itu bisa tercapai dalam sebulan ini karena ada musim libur sekolah pada akhir Desember. Selain itu, pada  2014 kami menambah pasar dengan menggaet kalangan pebisnis dan juga turis lainnya,” ujar Dato.

Ia menambahkan, Bandung-Johor Bahru bakal beroperasi seminggu empat kali, yakni Senin, Rabu, Jumat dan Minggu setiap pukul 10.00 WIB dari Bandara Husein Sastranegara.

sumber: Tribun News

Arus Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Membludak 150% dari Kapasitas

Jakarta -Arus penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten sudah sangat padat karena melebihi kapasitas normal. Daya tampung normal terminal 1, 2 dan 3 bandara hanya mampu melayani 22 juta penumpang per tahun.

Tercatat pada tahun 2012, ada 57 juta penumpang domestik dan internasional terbang melalui Bandara Soekarno-Hatta. Sehingga kapasitas Bandara ini telah melebihi daya tampung normalnya hingga 150%. Pada tahun 2013 diproyeksikan ada 63 juta penumpang bakal datang dan pergi dari Bandara Soetta.

“Bandara Soetta kapasitasnya sudah nggak bisa menampung. Itu memang kesalahan AP II. Sekarang kita sudah ketinggalan dari kapasitas 22
juta sekarang sudah 57 juta. Itu tahun 2012 loh. 2013 kita belum dapat datanya. Mungkin sekitar 62 juta itu bisa kecapai di 2013 padahal kita kapasitasnya 22 juta,” ucap Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP II) Tri Sunoko saat berbincang dengan detikFinance di Kantor Pusat AP II, Cengkareng, seperti dikutip Senin (2/12/2013).

Pada triwulan III-2014, diperkirakan Bandara Soetta bakal ada tambahan kapasitas penumpang dari pengembangan terminal 3. Terminal 3 yang baru ini direncanakan bisa menampung hingga 25 juta penumpang per tahun.

“Rencana 2015 pertengahan. Tapi mau kita coba 2014 kuartal III. Itu bisa beroperasi secara bertahap. Dibangunnya terminal 3, baru tambah 25 juta. Itu 22 juta tambah 25 juta jadi 47 juta,” jelasnya.

Tri mengakui kapasitas tambahan terminal ini dinilai belum mampu mendukung laju pertumbuhan penumpang yang mencapai 10%-13% per tahunnya. Untuk
mensiasati hal tersebut, AP II akan mengebut pengembangan program bangunan terintegrasi dan renovasi terminal 1 dan 2.

Harapannya paling lambat pada tahun 2017, proyek pengembangan Bandara Soekarno-Hatta selesai. Saat selesai, kapasitas penumpang diproyeksikan bisa meningkat hingga 70 juta penumpang per tahun.

sumber: detik.com

Beberapa hal konyol yang menjadi alasan penerbangan harus ditunda

Alasan penerbangan paling umum adalah karena cuaca buruk dan antrean padat masuk bandara. Namun, sepanjang sejarah dunia penerbangan, ada beberapa hal konyol yang menjadi alasan penerbangan harus ditunda.
Berikut alasan-alasan terbilang konyol yang memaksa sebuah penerbangan ditunda, seperti diulasHuffingtonpost, Sabtu (30/11/2013):
Kumpulan kecoa
Dua tahun lalu, anggota kru kabin di Miami menemukan lebih dari 50 kecoa menjajah tirai di kelas utama dan ruangan pilot. Demi kenyamanan penumpang, penerbangan ditunda karena kecoa tersebut harus dibersihkan. Lucunya, ada salah satu penumpang yang meringkuk di kursinya selama delay yang berlangsung dua jam itu lantaran geli.
Lebah di pesawat
Di suatu sore pada musim panas, penerbangan ditunda karena segerombolan lebah berada di sekitaran pesawat. Ada yang berkeliaran di antara kursi penumpang, ada pula yang hinggap di properti dalam kabin. Tak pelak, ini membuat penerbangan ditunda.
Kucing terjebak di kokpit
Tahun lalu, kucing berusia sekira 10 tahun bernama Ripples hilang dalam penerbangan dari Halifax menuju Toronto. Sebelumnya, kucing tersebut telah duduk bersama pemiliknya. Setelah pencarian yang cukup melelahkan, petugas akhirnya menemukan kucing tersebut berada di dalam kokpit. Kucing ini tidak mau keluar sehingga petugas terpaksa membongkar dari belakang. Penerbangan harus ditunda selama empat jam.
Kotak doa tertinggal
Regu bom mengunjungi Philadelphia pada 2010 setelah pendaratan darurat yang diminta seorang remaja. Dia mengatakan bahwa kotak doanya tertinggal. Penumpang 17 tahun itu memiliki sebuah kotak yang di dalamnya berisi ayat-ayat Alkitab yang melekat pada tali kulit kotak tersebut.
Kuda kerajaan
Enam kuda mewah yang dimiliki oleh seorang pangeran Arab Saudi mendadak gelisah di kargo Bandara Mesir. Karena hal ini, para penumpang terpaksa menunggu lebih dari satu jam sementara dokter hewan berusaha menenangkan kuda-kuda tersebut.

 

 

Stress Menunggu Delay, Dia Siap Memeluk Anda

Stres di bandara, anjing lucu ini siap peluk Anda (Foto: HuffingtonPost)

MENUNGGU penerbangan yang tidak kunjung jelas jadwalnya di bandara bisa bikin stres. Untungnya di Bandara LAX Los Angeles, ada yang siap memeluk Anda untuk menghilangkan stres.

Bila berangkat dari Bandara LAX Los Angeles, jangan kaget bila melihat anjing berkeliling bandara dengan rompi merah bertuliskan “Belai Aku!”. Bandara LAX memperkenalkan program terbarunya, Pets Unstressing Passenger (PUP), dimana sukarelawan dan anjing mereka berkeliling bandara untuk menghibur penumpang yang menunggu.

Setiap sukarelawan dan anjingnya berkeliling bandara, membawa informasi mengenai bandara tersebut dan keterangan anjing peliharaan yang mereka bawa. Sukarelawan ini telah dilatih untuk membantu penumpang.

Pilot istirahat, Lion Air telat 3,5 jam

TEMPO.CO, Surakarta – Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 531 rute Solo-Jakarta terlambat berangkat sekitar 3,5 jam. Semestinya pesawat berangkat dari Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta pukul 06.10. Namun karena pilot butuh istirahat, pesawat dijadwalkan terbang jam 09.40.

Airport Duty Manager Bandara Adi Soemarmo Surakarta Sugeng Budiyono mengatakan pilot harus istirahat minimal 10 jam. Hal ini sesuai peraturan internasional untuk keselamatan penerbangan. “Pilot baru tiba di Solo dengan Lion Air JT 532 pada Minggu jam 22.33 dari seharusnya jam 19.20,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 2 Desember 2013.

Dia menerangkan Lion JT 532 pada Minggu, 1 Desember harusnya terbang kembali ke Jakarta pukul 20.00. Karena terlambat mendarat, maka Lion JT 530 yang mendarat pukul 20.40 digunakan untuk menggantikan JT 532. “Pesawat diterbangkan jam 21.20 pada Minggu malam,” ucapnya.

Padahal, Lion JT 530 mestinya digunakan untuk jadwal Senin jam 06.10. “Karena keterlambatan sejak Minggu malam, berdampak ke penerbangan Senin pagi. Pilot harus memenuhi batas minimal istirahat,” katanya.

Dia menjelaskan, Lion JT 531 membawa 170 penumpang. Sebagian penumpang beralih ke penerbangan lain, seperti Garuda Indonesia pukul 06.05 ada 20 orang dan Sriwijaya Air pukul 07.00 ada satu orang.

Menurutnya Lion Air yang akan mengurusi soal pembayaran. Penumpang tinggal berpindah ke maskapai lain. “Sementara lainnya masih menunggu di ruang tunggu keberangkatan,” ucapnya.

Salah satu calon penumpang, Aries Baroto, mengatakan sangat dirugikan dengan perubahan jadwal tersebut. Dia mengaku harus mengikuti rapat di Jakarta pukul 09.00. “Sekarang saya terlambat ikut rapat,” katanya.

Dari penjelasan yang dia terima dari Lion Air, keterlambatan terjadi karena co-pilot sakit. “Masak maskapai tidak ada co-pilot cadangan?” dia mempertanyakan.

Soal asuransi keterlambatan, dia pesimistis dapat kompensasi Rp 300 ribu. Sebab, keterlambatan dijadwalkan 3,5 jam. “Mestinya dapat nasi kotak. Tapi sekarang belum terima,” katanya. Manajemen Lion Air belum bisa diminta konfirmasi. Manajer Lion Air Solo Leo Kartiko tidak merespons panggilan telepon wartawan.

Inilah Bandara yang Paling Sering Menjadi Pintu Masuk Wisman ke Indonesia

JAKARTA – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang Januari hingga Oktober telah mencapai 7,13 juta. Angka tersebut meningkat 8,36% dibandingkan dengan kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin, Senin (2/12/2013) mengatakan, kenaikan jumlah kunjungan wisman terjadi pada sebagian besar pintu masuk utama.

Adapun presentase kenaikan tertinggi terjadi pada pintu masuk Bandar Internasional Lombok (BIL) Nusa Tenggara Barat sebesar 114,04%; diikuti oleh Bandara Adisutjipto DI Yogyakarta dengan peningkatan 44,71%; serta Bandara Minangkabau, Sumatra Barat yang meningkat hingga 32,91%.

Jika dilihat berdasarkan total kunjungan wisman, pintu masuk melalui Bandara Ngurah Rai, Bali tercatat masih mendominasi yakni mencapai 2,65 juta wisman atau berkontribusi sekitar 37% dari total kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang 10 bulan pertama ini.

Disusul oleh turis yang masuk melalui Bandara Soekarno Hatta sebanyak 1,85 juta, dan wisman yang berkunjung melalui Batam 1,05 juta.

Sementara itu, jumlah kunjungan wisman pada Oktober ini mencapai 719.900 atau naik 4,59% dibandingkan dengan kunjungan wisman pada Oktober 2012 sebanyak 688.300 kunjungan.

Dari total wisman yang datang ke Indonesia pada Oktober, sebagian besar merupakan wisman asal Singapura 14,73%; Malaysia 13,7%; Australia sebanyak 11,28%; China sebanyak 9,41%; dan Jepang dengan kunjungan sebanyak 5,19%.

Diserang Hacker Indonesia, Situs Bandara Sydney Sempat Jatuh-Bangun

Situs Bandara Sydney Australia menjadi sasaran serangan hacker Indonesia di bawah bendera The Indonesian Security Down semalaman dan sempat jatuh bangun hingga ganti alamat internet protocol (IP).

Berdasarkan pengamatan merdeka.com, situs yang beralamat di http://sydneyairport.com.au tersebut awalnya memiliki alamat IP di 117.167.126 Port 80, kemudian pindah ke Port 443.

Semalam, serangan para peretas dimulai pukul 19:00 WIB. Dan karena fans page Facebook hacker yang tergabung dalam Indonesia Security Down Team dihapus Facebook, maka koordinasi serangan dilakukan melalui situs microblogging Twitter.

Koordinasi serangan sangat penting dalam teknik DDOS mengingat serangan dilakukan bersama-sama, dalam waktu yang sama dan ke IP atau situs yang sama.

Sementara itu, hasil penyerangan terhadap IP 210.193.134.135, 12 pada Jumat malam (29/11/2013), situs-situs sempat pingsan semalaman, meski kemudian situs-situs pemerintahan Australia kembali normal, setelah mengganti IP address nya.

IP 210.193.134.135 sendiri sampai saat ini masih dalam kondisi ’404 not found’ yang berarti server mengalami masalah.

Situs-situs yang sempat terkena meliputi archive.coag.gov.au, careers.pmc.gov.au, www.dpmc.gov.au, www.artbank.gov.au, www.coag.gov.au, www.itsanhonour.gov.au, www.igis.gov.au, www.coagbushfireinquiry.gov.au, www.coagreformcouncil.gov.au, www.mentalhealthcommission.gov.au, www.royalcombci.gov.au dan www.oilforfoodinquiry.gov.au.

Namun begitu, tidak berapa lama, situs normal kembali. Ini bisa saja terjadi jika mereka memiliki pengaman anti DDOS maupun bergerak cepat dengan mengganti IP address sebelumnya dengan yang baru.

[hwa]

sumber : merdeka.com

Lepaskan Lelah Menunggu Pesawat dengan Yoga di Bandara

PERJALANAN penerbangan bisa membuat siapa saja stres. Baik saat menunggu kedatangan pesawat di bandara maupun dalam perjalanan di pesawat. Untuk itulah, maskapai dan bandara melakukan berbagai inovasi untuk meringankan stres wisatawan saat berada di bandara dan pesawat.

Simak ulasannya berikut ini, seperti dikutip dari HuffingtonPost:

Lepaskan Lelah Menunggu Pesawat dengan Yoga di Bandara

Menunggu waktu keberangkatan pesawat merupakan hal yang menyebalkan. Namun, Anda bisa mengusir kebosanan dengan berbagai kegiatan seperti yoga.

Adalah Bandara San Fransisco International, Amerika Serikat, yang menyediakan ruang yoga untuk Anda bisa sejenak melepas penat. Ruangan ini bisa digunakan para wisatawan modern yang mencari ketenangan yang jarang didapati di bandara.

Ruang yoga ini terletak setelah checkpoint keamanan di Terminal 2. Ruangannya dibuat dengan desain warna lampu kebiruan, dinding berwarna gelap, dan salah satu sisinya dipenuhi cermin. Ruangan sengaja didesain demikian untuk memberi ketenangan dengan warna hangat dan memberi kontras dari hangar-bingar bandara.

Selesai yoga, Anda dapat menyegarkan diri di fasilitas kamar mandi bernama Freshen Up. Dan, bila ingin meregangkan otot-otot yang tegang, datanglah ke Xpress Spa. Tempat inipun dapat menyempurnakan penampilan Anda dengan manikur-pedikur, perawatan wajah, potong rambut, ataupun wax.

Airport Show, Dubai 2014

Airport Show Is The Leading Airport-Dedicated Event In The Middle East, South Asia And North Africa.

As one of the world’s largest airport-focused exhibitions, Airport Show provides an ideal B2B platform for companies to present airport and aviation-related products and services.  In 2013, the event gathered 6,581 aviation professionals who networked, sourced their product requirements and created over US$20 billion worth of regional business possibilities.

In 2014, Airport Show will take place from 11 to 13 May at the Dubai International Convention and Exhibition Centre.  Leveraging the success of its previous edition, Airport Show 2014 will again feature the Airport Passenger Experience – a dedicated platform for the latest technologies and solutions which enable airports to enhance the airport-passenger interaction and aid increasing non-aeronautical revenue.

Airport Show continues to welcome a strong support from the international aviation community including

2014 Event Highlights
  • 12,000 sqm gross exhibition space
  • 7,000 aviation professionals
  • 250 exhibitors from 35 countries
  • 200 media representatives
  • 90 Hosted Buyers from regional Aviation Authorities
  • 6 national pavilions
  • 3 networking platforms
  • 1 Airport Leaders’ conference

Airport Show 2014 provides an unrivaled business platform to companies aiming to take their share of the highly lucrative airport development market in the GCC region.

With two-thirds of the world’s population within just eight hours flying distance and an estimated 400 million passengers passing through the regional airports by 2020, GCC states are undertaking massive aviation development programmes, specifically in airport infrastructure and enhancing the passenger experience, to gear up as the world’s foremost travel hub.
GCC airports are investing over US$100 billion towards acquiring cutting-edge technologies and to ensure seamless and safer passenger and freight movement.  This shift in trend from focusing on buuilding bigger airports to enhancing passneger experience is generating business opportunities for local. regional and global companies to grab their share of this ever changing and challenging market.
For the third time, the Airport Show will be held at the Dubai International Convention and Exhibition Centre.

BANDARA SOEKARNO-HATTA OVERLOAD

BANDARA SOEKARNO-HATTA OVERLOAD
Sudah dua tiga tahun lalu lampu merah menyala sebagai tanda bahwa Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soeta) di Cengkareng mengalami lonjakan penumpang yang luar biasa hingga kapasitasnya sudah tak memadai lagi (overload).

Dua tahun lalu, pengelola Bandara Soekarno-Hatta, yaitu PT Angkasa Pura (AP) II menyatakan  kapasitas bandara itu sudah terlampaui sejak 2003. Ketika itu, jumlah penumpang sudah mencapai 19,7 juta penumpang per tahun, sedangkan kapasitas hanya 18 juta penumpang. Pada 2010, jumlah penumpang mencapai 37 juta orang. Tahun berikutnya sudah bertambah lagi menjadi 44,27 juta orang.  Dan akhir 2012, jumlah penumpangnya mencapai 57,77 juta orang.

Pada 2011, Bandara Soeta termasuk 12 bandara tersibuk di dunia, dan pada 2012 sudah masuk sembilan bandara terpadat di dunia. Airports Council International  (Badan Bandara Internasional) pernah menyatakan, pertumbuhan Bandara Soeta sangat pesat dan tercepat kedua di dunia, yaitu sebanyak 19,4% atau di bawah Bandara Shanghai, China yang pertumbuhannya mencapai 26,4%.

Antisipasi Lambat

Tapi mengapa, pemerintah maupun AP II lambat, tidak selekasnya mengantisipasi peluang itu agar tidak merugikan banyak pihak, tapi justru makin menguntungkan. Padahal, hal iu merupakan peluang bisnis yang sangat menguntungkan. Hal itu diungkap antara lain oleh anggota Komisi V DPR Saleh Husin dan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Joko Setiawarno di sela dialog terbatas yang diadakan Institut Studi Transportasi (Instran), selasa (27/11) di Jakarta.

Menurut Saleh, sudah dua tahun berlalu, seolah pemerintah tak melakukan upaya apa-apa kecuali mengejar keuntungan semata. Kepada Neraca, Saleh mengusulkan agar secepatnya pemerintah melebarkan bandara itu. “Bangun lagi landasan pacunya menjadi tiga atau empat sekalian agar mampu menampung lonjakan jumlah penumpang dan banyaknya pesawat yang parkir,” kata anggota Komisi V DPR yang membidangi masalah perhubungan ini.

Dia pun menyontohkan, Bandara Changi di Singapura memiliki fasilitas bandara yang masih nyaman dan memadai. Karena itu, pemerintah secepatnya melakukan langkah cepat agar kondisi Bandara Soeta tak menjadi seperti pasar yang semrawut.  Sebab, jika kondisi bandara yang sudah over capacity itu berlarut-larut, akan ada banyak pihak dirugikan.

Di antara kerugian itu, penumpang tak lagi bisa menikmati jadwal penerbangan yang pasti, karena pesawat harus mengantre untuk bisa lepas landas atau mendarat di sana. Keterlambatan itu juga bakal diderita para maskapai penerbangan, karena harus kehilangan bahan bakar akibat harus terbang lebih lama sebelum mendarat di Cengkareng.  Padatnya lalu lintas di landasan pacu telah menyebabkan pergerakan pesawat ke landasan pacu juga lambat, bisa makan waktu hingga 40 menit.

Sejumlah maskapai penerbangan pun mengusulkan diterapkannya terbang malam. Sebab, di waktu malam, praktis tak ada jadwal pesawat yang lepas landas atau mendarat. Yang sudah mencoba terbang malam antara lain Batik Air dan Lion Air. Keduanya punya pengalaman terbang malam dari Cengkareng ke Ambon. Demikian Air Asia.

Joko juga melihat, kelambatan itu lebih banyak disebabkan karena pemerintah, juga kalangan DPR tak mempunyai konsep atau pemikiran yang sejalan satu-sama lain. “Antar instansi masih terlihat egonya masing-masing. Hal itulah yang menyebabkan banyak proyek infrastruktur yang molor atau tak jalan sama sekali,” kata dia.

Terlambatnya antisipasi itu, kata Joko, antara lain juga tidak disiapkannya jaringan dan sarana transportasi dan dari ke Bandara Soeta. Sebab, lalu lintas dari dan ke arah bandara tersebut sudah sangat padat, tidak mengindahkan batas waktu, pagi, siang sore, dan malam. “Itu sebabnya saya mendesak agar realisasi pembangunan rel kereta Bandara-Manggarai segera terwujud agar kepadatan ,” kata Joko yang juga ketua Forum Perkeretaapian. (saksono)

SEPULUH BANDARA TERSIBUK DI DUNIA:

———————————————————————–

No.         BANDARA                                           PENUMPANG

———————————————————————–

  1. Hartsfield–Jackson Atlanta          95.462.867
  2. Beijing Capital                                    81.929.359
  3. London Heathrow                           70.037.417
  4. Tokyo                                                    66.795.178
  5. O’Hare, Chicago                                66.633.503
  6. Los Angeles                                        63.688.121
  7. Paris Charles de Gaulle                    61.611.934
  8. Dallas-Fort Worth                            58.591.842
  9. Soekarno-Hatta                                57.772.762
  10. Dubai                                                    57.684.550

————————————————————

Sumber: Airports Council International

Pria Indonesia Tidak Pelit untuk Kenyamanan di Pesawat

Kebenaran akhirnya terungkap. Pria Indonesia ternyata lebih royal dalam menegluarkan uang saat berada di ketinggian 30,000 kaki di udara. Sebanyak 74% dari mereka rela melepas uang tunai di pesawat demi layanan ekstra yang ditawarkan dalam penerbangan, jumlah yang beda tipis dengan penumpang perempuan (72%), demikian hasil survei terbaru yang dilakukan situs pencarian perjalanan global terkemuka  Skyscanner.

Sementara itu, tontonan film dalam pesawat menduduki tempat teratas dalam daftar hiburan selama penerbangan yang paling digemari penumpang Indonesia, di mana 83% dari mereka rela membayar biaya tambahan untuk menonton film favorit mereka selama penerbangan.

Survei terbaru Skyscanner menanyakan 1,000 penumpang pesawat dari Indonesia mengenai layanan tambahan apa yang mereka rela bayar dalam sebuah penerbangan, hasilnya film layar lebar menjadi layanan yang paling diminati dan hanya separuh dari responden yang bersedia membayar untuk layanan WIFI di pesawat. Sebanyak 71% responden lebih menyukai yang tradisional dan bahkan bersedia membayar ekstra untuk membaca koran dan majalah terkini ketimbang berselancar dengan internet di pesawat.

Beberapa maskapai penerbangan seperti Emirates kini menawarkan siaran televisi secara langsung selama penerbangan, para penumpang pesawat ditanya kerelaannya membayar lebih untuk  menikmati layanan itu. Lebih dari separuh responden (64%) bersedia membayar lebih untuk mendapatkan akses siaran TV. Walau demikian, games ternyata lebih populer, 66% dari penumpang bersedia membayar lebih untuk dapat bermain konsol game di pesawat, mayoritas dari mereka adalah penumpang pria.

Ketika berbicara kenyamanan dalam pesawat, kursi dengan tempat kaki yang lebih luas menjadi pilihan favorit di mana 69% penumpang bersedia membayar lebih supaya dapat meregangkan kaki mereka, khususnya untuk penerbangan jarak jauh.

Mengurai lebih dalam hasil survei ini, temuan lainnya menunjukkan bahwa penumpang berusia antara 25 dan 34 tahun lebih rela mengeluarkan uang mereka untuk layanan siaran TV dan WIFI, sementara penumpang berusia antara 45 dan 54 tahun bersedia membayar lebih untuk mendapatkan tempat duduk berdampingan, dengan dua kursi saja di satu baris.

Manajer Pengembangan Pasar Skyscanner Indonesia, Tika Larasati, mengatakan: “Kami terkejut begitu mengetahui WIFI bukan pilihan hiburan utama dalam pesawat bagi penumpang Indonesia mengingat negara ini merupakan salah satu pengguna jejaring sosial terbesar di dunia untuk Facebook dan Twitter. Berdasarkan survei ini, dapat disimpulkan bahwa kenyamanan dan pengalaman dalam pesawat adalah kebutuhan utama bagi penumpang Indonesia.”

Di samping hiburan dan kenyamanan, makanan dan minuman tetap menjadi layanan utama di dalam penerbangan dengan lebih dari 95% penumpang bersedia membayar lebih untuk mendapatkannya.

Cuaca

Bali
broken clouds
27.7 ° C
27.7 °
27.7 °
70%
4.9m/s
57%
Fri
29 °
Sat
27 °
Sun
29 °
Mon
28 °
Tue
29 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,473.4
AUD
12,642.6
EUR
20,465.3
CNY
2,572.6
JPY
110.7
SGD
13,733.6