Home Blog Page 314

Jelang ASEAN Open Sky, Indonesia Masih Punya Banyak PR

Pengamat penerbangan Chappy Hakim menilai, masih banyak pekerjaan rumah yang dipunyai Indonesia jelang penerapan ASEAN Open Sky pada 2015.

Pekerjaan tersebut, menurutnya, ada di berbagai sisi baik dari operator penerbangan, infrastruktur, maupun manajemen sumber daya manusia. “Jelang Open Sky, kita memiliki banyak PR untuk dikerjakan,” katanya seperti dilansirBisnis.com.

Cheppy menilai, dunia penerbangan Indonesia memiliki tiga akar masalah yang harus segera diatasi. Yang pertama adalah penataan maskapai penerbangan.

Cheppy memaparkan, Garuda Indonesia adalah maskapai duta bangsa sebagai pengangkut baik di domestik maupun luar negeri dengan kapasitas penumpang yang besar, pada era 1960-an. Adapun, maskapai milik BUMN lainnya, Merpati, adalah maskapai penghubung antarkota dengan tujuan sebagai transportasi udara perintis.

Sayangnya, kini kondisinya tidak lagi beraturan. Baik Garuda maupun Merpati tidak lagi berbeda, sehingga kondisi penerbangan dalam negeri berantakan. “Tapi sekarang, Merpati beli pesawat besar, sedangkan Garuda beli pesawat kecil untuk perintis. Ada juga maskapai lainnya. Ini jadi amburadul,” ucapnya.

Ditambahkan, faktor kedua yang perlu diperhatikan adalah kesiapan infrastruktur penerbangan yang mampu mengatasi pertumbuhan angkutan udara yang sangat tinggi. Contoh nyata saat ini adalah Bandara Soekarno-Hatta yang dianggap sudah kelebihan kapasitas.

Ketiga, lanjutnya, terkait persiapan SDM yang mumpuni dalam bidang penerbangan tanah air. Dia mengungkapkan, Indonesia memiliki banyak SDM andal, sayangnya menejemen SDM tidak cukup baik. “Jadi kalau kita mau bicara keselamatan penerbangan dan open sky, maka harus menyelesaikan dulu pekerjaan rumah,” tandasnya.

China Express Airlines Akan Beli 16 Bombardier CRJ900 NextGen

Produsen pesawat asal Kanada, Bombardier, telah mengumumkan pada 2 Desember bahwa maskapai penerbangan regional China, China Express Airlines, telah melakukan firm order tiga pesawat Bombardier CRJ900 NextGen. Dalam kesepakatan tersebut, China Express Airlines juga memiliki kesepakatan pembelian yang kondisional untuk lima pesawat CRJ900 NextGen dan memiliki opsi untuk membeli pesawat serupa sebanyak delapan unit. Sehingga, jika seluruh kesepakatan telah diubah menjadi firm order, jumlah pesanan mencapai 16 pesawat.

China Express Airlines merupakan maskapai penerbangan yang bermarkas di Guiyang, memberikan layanan penerbangan regional dengan lima pesawat Bombardier CRJ200 dan enam pesawat CRJ900NextGen. Perusahaan ini membuat sejarah pada tahun lalu sebagai maskapai penerbangan pertama di China yang mengoperasikan CRJ900.

Berdasarkan daftar harga untuk CRJ900 NextGen, kesepakatan untuk firm order tiga pesawat mencapai US$ 134 juta. Tapi jika seluruh pesanan, yaitu pembelian kondisional lima pesawat dan opsi delapan pesawat tambahan, telah diubah menjadi firm order, maka kesepakatan akan bernilai US$ 733 juta.

“Hingga 2016, kami mengantisipasi jumlah rute penerbangan China Express mencapai 90, tiga kali lebih banyak daripada rute yang ada saat ini, dan akan mencakup 60 persen kota regional di China. Kami yakin bahwa armada Bombardier kami sangat efisien dan aset yang bisa andalkan untuk mencapai tujuan kami,” ungkap Wu Longjiang, Presiden China Express Airlines.

Tahun Depan, 10 Bandara Akan Diswastanisasi Pemerintah

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan pada tahun depan akan melakukan swastanisasi terhadap 10 bandara di tanah air. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para penumpang.

Adapun kesepuluh bandara tersebut adalah Raden Intan II (Lampung), Mutiara (Palu), Sultan Babullah (Ternate), Komodo (Labuhan Bajo), Sentani (Jayapura), Tjilik Riwut (Palangkaraya), Juwata (Tarakan), Fatmawati (Bengkulu), Hananjoeddin (Tanjung Pandan) dan Matahora (Wakatobi).

“Saat ini kami mengundang para calon investor untuk menawarkan 10 bandara tersebut. Kami akan mendengar keinginannya, setelah ini jika tertarik kami buat FS (Feasibility Study). Diharapkan untuk itu tender dapat dilaksanakan pada tahun depan,” kata Bambang, dalam keterangan persnya.

Dikatakan, pemerintah mengharapkan ada tiga hal dapat terpenuhi dengan diswastanisasikan 10 bandara ini. Pertama adalah pelayanan dengan kualitasnya lebih baik dari saat ini. Mulai dari kondisi bandara lebih baik, nyaman, hingga melakukan pengembangan.

Lalu, yang kedua adalah swastanisasi ini dapat meningkatan pertumbuhan ekonomi di tanah air. Karena diketahui bahwa dengan dibuka bandara maka roda perekonomian di suatu daerah akan tumbuh pesat.

Hal terakhir adalah masuknya pihak swsata maka diharapkan dapat menghemat anggaran pemerintah dan nantinya anggaran tersebut dapat dialihkan untuk bandara-bandara lain yang membutuhkan seperti bandara perintis di daerah terpencil sehingga dapat membuka aksesbilitas yang selama ini menjadi kendala di tanah air.

“Kesepuluh bandara ini telah dikaji secara matang oleh pemerintah, seperti Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Indonesia Infrastructure Finance dan juga Kementerian Keuangan, yang meliputi potensi pertumbuhan penumpang, potensi pariwisata dan bisnis di daerah tersebut,” katanya.

Ditambahkan Bambang, kerjasama tersebut yang nantinya tergabung dalam Badan Usaha untuk Bandar Udara (BUBU) akan menggunakan skema kerja sama pemerintah swasta (KPS/public private partnership).

“Saat ini tercatat sudah beberapa pihak yang tertarik diantara dari dalam negeri yaitu PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II, Garuda Indonesia dan Lion Air. Jika nantinya investor asing serius ingin masuk, investor tersebut harus membuat perusahaan terbuka di dalam negeri dengan saham 51 persen tetap milik lokal,” katanya.

Pameran foto di London City Airport merayakan 50 tahun dari jet pribadi

The PrivateFly Private Jet Photography Awards support aviation photography talent and uncover some exciting private jet imagery. The winning images shown here were chosen by a judging panel of the leading names in travel and aviation photography.

Lufthansa Akan Tambah Lebih Banyak Kursi di Armada Airbus

Sejumlah maskapai penerbangan Eropa meniru rivalnya yang merupakan low-cost carrier (LCC) dengan mengisi lebih banyak kursi pada pesawat. Hal ini dilakukan karena persaingan rute jarak pendek semakin ketat, sheingga margin keuntungan semakin kecil. Dengan mengisi lebih banyak kursi pada satu pesawat, maka lebih banyak penumpang yang bisa diangkut dan berpeluang meraih pendapatan yang lebih besar dalam satu penerbangan.

Maskapai penerbangan Jerman, Lufthansa, merupakan salah satu maskapai pertama yang mengadopsi slim-line seats, yaitu kursi yang lebih tipis dan ringan, memungkinkan perusahaan mengangkut penumpang lebih banyak tanpa mengorbankan kenyamanan karena jarak antar kursi masih tetap luas.

Namun, penggunaan slim-line seats itu saja masih belum cukup. Der Spiegel melaporkan bahwa Lufthansa akan menghapuskan galley bagian belakang pada pesawat Airbus A319, A320, dan A321 yang dimilikinya agar bisa diisi lebih banyak kursi.

Dengan meniadakan galley bagian belakang ini, Lufthansa bisa menambah dua baris kursi, yang berarti memungkinkan untuk mengangkut 12 penumpang lebih banyak pada armada Airbus-nya itu. Itu berarti toilet di bagian belakang pesawat juga akan digeser lebih ke belakang lagi. Tapi satu hal yang belum jelas, kemana galley belakang ini akan ditempatkan. Produsen pesawat, Airbus, juga telah memberikan izin untuk melakukan modifikasi yang diperlukan oleh perusahaan.

Akan tetapi, ada masalah kecil untuk operasional pesawat Airbus A321. Jika Lufthansa menambah 12 kursi lebih banyak, itu berarti pesawat Airbus A321 yang dioperasikannya akan mengangkut lebih dari 200 penumpang, sehingga memerlukan awak kabin ekstra sesuai dengan peraturan keselamatan penerbangan. Berdasarkan peraturan tersebut, satu orang awak kabin menangani maksimal 50 penumpang. Jika di dalam pesawat terdapat 200-250 penumpang, maka Lufthansa memerlukan lima awak kabin untuk pesawat Airbus A321 atau satu awak kabin lebih banyak daripada biasanya.

Selain Lufthansa, maskapai penerbangan lain yang akan mengisi pesawat Airbus-nya dengan kursi lebih banyak adalah British Airways. Perusahaan penerbangan asal Inggris itu berencana menerapkan pada pesawatnya pada tahun depan.

Ini 10 Seragam Airline Terbaik Tahun 2013

The Design Air telah membuat daftar 10 seragam terbaik pramugari/a di tahun 2013. Banyak seragam baru yang diluncurkan, mulai dari China Eastern hingga Virgin Atlantic. Semua airline berlomba-lomba melakukan penyegaran tampilan awak kabin mereka.

Daftar 10 seragam terbaik yang dibuat The Design Air dalam situsnya merupakan kombinasi seragam lama dan baru. Seragam yang dinilai bukan hanya seragam pramugari, namun pramugara juga menjadi pertimbangan. Berikut daftar hitung mundur 10 seragam terbaik menurut The Design Air:

Virgin Atlantic

10. Virgin Atlantic

Seragam baru yang didesain oleh Vivienne Westwood untuk Virgin Atlantic ini mungkin akan disuka dan dibenci, namun mudah dikenali. Seragam ini menjadi penyegaran awak Virgin Atlantic setelah beberapa tahun dengan seragam yang lama. Vivienne mencoba memadukan warisan budaya Inggris dipadukan dengan kesan siluet yang menjadi ciri khas desainer fashion Inggris.

AirFrance

9. Air France

Air France nampaknya cocok dengan desainer Christian Lacroix. Bergaya, canggih, dengan sedikit kesan menyenangkan, seragam milik maskapai Perancis ini seperti berasal dari era Jetset dan menyatu dengan dunia modern. Banyak model seragam Air France, semua dalam warna Navy Blue. Seragam ini disebut The Design Air menggambarkan stereotipe Parisian style namun dengan gaya Air France sendiri.

Aeroflot

8. Aeroflot

Nama Aeroflot mungkin tidak langsung terlintas di benak kita saat berbicara desain. Namun The Design Air tertarik dengan desain super-retro milik pramugari maskapai Rusia ini. Baju dengan kerah yang lebar, topi yang ikonik, sarung tangan putih, dan gaya retro-nya menjadikan seragam Aeroflot berbeda dengan yang lain. Namun The Design Airmengkritik jika seragam tersebut dipakai oleh seseorang yang tidak memiliki penampilan seorang model, mungkin akan terlihat kurang menarik.

VirginAmerica

7. Virgin America

Seragam baru Virgin America yang diluncurkan Juli tahun lalu memberi tampilan yang segar dan mencerminkan kesan smart casual bagi awak kabinnya dengan memaduan warna merah dan abu-abu. Seragam ini mungkin sulit dibedakan dengan dengan ground crew, namun saat di dalam kabin, seragam ini terlihat menarik dengan menonjolkan bagian pinggang pemakainya.

Foto: javierlarotta

6. Avianca

Avianca melakukan re-launch brand mereka awal tahun ini, salah satu yang diperbarui adalah seragam awak kabinnya. Pembaruan seragam ini menyeluruh dari ground crew hingga pilot. Seragam yang dibuat desainer Kolombia, Alvaro Reyes ini mencerminkan Avianca dengan corak warna merah. Jubah merah yang dimodernisasi memberikan personalisasi terhadap maskapai.

Qantas

5. Qantas

Seragam maskapai flag carrier Qantas mendapat penyegaran dari desainer Martin Grant. Seragam baru ini menunjukkan bahwa Qantas tak selalu harus mempertahankan warna abu-abunya, namun bisa juga menggunakan warna yang lebih berani. Yang membuat seragam ini menonjol adalah detil garis warna merah dan scarf dengan warna yang sama.

Fiji

4. Fiji Airways

Fiji Airways telah mengakta citranya di mata dunia. Seragam awak kabinnya mungkin sedikit berbeda dengan daftar yang ada di sini karena mempertahankan akar budaya mereka. Didesain oleh Alexandra Poenaru-Philp, pola yang terdapat di kainnya adalah ciptaan seniman Makereta Matemosi. Seragam ini terlihat ramah, santai, modern namun otentik, serta disebut memberi dimensi baru dalam kabin.

ChinaEastern

3. China Eastern

Seragam baru milik China Eastern yang didesain oleh Christian Lacroix ini terlihat sederhana namun elegan. Mungkin seragam ini sedikti mirip dengan seragam Air France, karena sama-sama memiliki baju ketat dan aksesoris merah, simbol warna Perancis. China Eastern tak salah menggunakan image sederhana namun kuat ini, karena maskapai sedang membangun citranya di pasar internasional. Dengan mempercayakan desain kepada Christian Lacroix, menunjukkan tekad go international China Eastern.

Singapore

2. Singapore Airlines

Singapore Airlines belum mengubah seragam “Singapore Girl” nya karya Pierre Balmain selama 40 tahun. Seragam ini dibuat di tahun 1972 saat Singapore Airlines ingin membaharui kain tradisional Malaysia sebagai seragam awak kabinnya. Seragam ini layak berada di posisi dua karena mampu bertahan lama namun tetap terlihat kontemporer, mewah, dan menyimbolkan warisan dan simbol maskapai selama bertahun-tahun.

Korean

1. Korean Airlines

Didesain oleh Gianfranco Ferre pada tahun 2005, seragam Korean Airline berada di urutan nomor satu menurut The Design Air. Bukan karena desain yang sederhana dan elegan saja, namun juga karena standar Korean Air yang diterapkan maskapai ini sesuai dengan postur awak kabinnya, bahkan setelah dipakai dalam penerbangan long haul. Warna biru telur berpadu indah dengan warna krem dan putih dengan sentuhan scarf yang seolah melawan gravitasi, dilengapi dengan sarung tangan kulit yang menambah kesan elegan maskapai ini. Baju dengan corak kilauan air terlihat kontras dengan komponen seragam lainnya.

Malindo Air Kantongi Izin Terbang ke India

Malindo Air telah mendapatkan izin dari otoritas India untuk beroperasi melayani penerbangan antara Malaysia dan India. Untuk itu, Malindo Air akan memulai penerbangan Kuala Lumpur-New Delhi pada 30 Desember 2013, Kuala Lumpur-Trichy 2 Januari 2014, dan Kuala Lumpur-Mumbay 15 Februari 2014.

Untuk tahap awal, Malindo Air menawarkan harga promosi mulai dari RM 399 untuk rute Kuala Lumpur-Trichy dan RM 599 untuk rute Kuala Lumpur-New Delhi dan Kuala Lumpur-Mumbay. “Keputusan untuk memulai rute baru yang telah lama ditunggu-tunggu ini menitikberatkan pada pentingnya pariwisata, perdagangan, dan hubungan bisnis antara Malaysia dan India,” ujar Chief Executive Officer Malindo Air Chandran Rama Muthy yang dilansir The Star Online.

Sebelumnya rute Kuala Lumpur-New Delhi dan Kuala Lumpur-Mumbay juga dilayani oleh AirAsia X, namun akhirnya perusahaan penerbangan berbiaya rendah itu menyerah dan menutup kedua rute. Sekarang, kedua rute hanya dilayani oleh Malaysia Airlines. Masuknya Malindo Air pada rute penerbangan ke New Delhi dan Mumbay semakin meningkatkan persaingan antara kedua maskapai penerbangan.

Meskipun menargetkan penumpang dari Malaysia, tapi Malindo Air merupakan gerbang penghubung yang sangat penting dari Indonesia ke berbagai belahan dunia bagi induknya, Lion Air.

Bandara Soekarno-Hatta Gelar Kampanye Keselamatan Udara

TANGERANG — Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menggelar kegiatan kampanye keselamatan udara atau ‘Ramp Safety Campaign’ (RSC) dalam rangka meminimalisasi tingkat pelanggaran dan kecelakaan di sisi udara.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I, Adi Kanrio Dayanun di Tangerang, Selasa (3/12), mengatakan, jumlah penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, berdampak pada aktivitas di sisi udara.

Dengan begitu maka secara otomatis meningkatkan potensi risiko keselamatan di sisi udara. Maka, perlu upaya untuk mengendalikan semua potensi yang dapat membahayakan keselamatan operasional pesawat udara.

“‘Ramp Safety Campaign’ (RSC) adalah sarana yang tepat untuk meningkatkan semua pihak yang beroperasi di sisi udara bahwa aspek keselamatan penerbangan adalah hal yang tidak dapat ditoleransi,” ucap Adi.

Adapun sasaran utama dari RSC yakni menciptakan pelayanan di sisi udara yang aman, tertib, profesional dan sesuai aturan yang berlaku, sehingga memberikan kontribusi dalam peningkatan citra dunia penerbangan.

“Kita ingin menumbukan sifat keselamatan di udara oleh semua pihak, mulai dari hal yang kecil dan berpotensi membahayakan operasional pesawat udara,” tambahnya.

Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Bram Bharoto Tjiptadi mengatakan, untuk memonitor potensi ‘hazard’ di sisi udara yang sewaktu-waktu menimbulkan gangguan keselamatan penerbangan maka perlu dibentuk keselamatan penerbangan.

Hal itu untuk terpenuhinya ‘on time performance’ (OTP) dalam manajemen risiko di sisi udara, sehingga perlu keterlibatan semua pihak yang beroperasi di sisi udara demi terpenuhinya unsur ‘safety, security, service and compllance’.

“Keselamatan bukan cuma tanggung jawab satu pihak tetapi juga yang lainnya seperti komunitas di sisi udara,” ujarnya.

RSC 2013 digagas dan disusun bersama seluruh komunitas sisi udara yang terdiri dari Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I, PT Angkasa Pura II, ‘airlines’,’ground handling’, ‘catering service’, ‘cargo service’, GMF dan Pertamina.

AirAsia Resmi Layani Rute Bandung-Johor Bahru

Maskapai AirAsia, resmi mengoperasikan rute baru Bandung-Johor Bahru, Malaysia, Minggu (1/12/2013).

Peresmian rute tersebut ditandai dengan innagural flight bersama sejumlah awak media dan puluhan penumpang umum menggunakan pesawat Airbus 320.

Pesawat berangkat dari Bandara Husein Sastranegara pukul 10.00 WIB, dan tiba di Bandara Senai Internasional pukul 11.50 WIB.

Namun, karena perbedaan waktu satu jam, maka waktu di Johor Bahru menunjukkan pukul 12.50. Selanjutnya, dari Bandara Senai berangkat pukul 13.15 waktu Malaysia dan tiba di Bandung pukul 14.05 WIB.

Menurut Commercial Director of AirAsia Indonesia, Dato Bernard Francis, tujuan dibukanya rute ini antara lain untuk mempromosikan Johor Bahru sebagai tempat alternatif liburan bagi orang Bandung dan sekitarnya.

“Apalagi sebentar lagi musim liburan sekolah di Bandung, sehingga ini merupakan saat yang tepat membuka rute tersebut,” kata Dato Bernard di Bandara Senai, Minggu (1/12/2013).

Menurutnya, Johor Bahru sudah memiliki beberapa tempat wisata alternatif yang menarik seperti Legoland, Hello Kitty dan Johor Premium Outlet.

Kehadiran Air Asia di rute tersebut diharapkan bisa turut mengembangkan potensi wisata di Johor Bahru. Apalagi selain dari Bandung, AirAsia juga sudah membuka rute ke Johor dari Jakarta dan Surabaya.

“Dari semua rute tersebut kami targetkan load factor sebesar 80 persen, termasuk dari Bandung. Kami optimistis hal itu bisa tercapai dalam sebulan ini karena ada musim libur sekolah pada akhir Desember. Selain itu, pada  2014 kami menambah pasar dengan menggaet kalangan pebisnis dan juga turis lainnya,” ujar Dato.

Ia menambahkan, Bandung-Johor Bahru bakal beroperasi seminggu empat kali, yakni Senin, Rabu, Jumat dan Minggu setiap pukul 10.00 WIB dari Bandara Husein Sastranegara.

sumber: Tribun News

Arus Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Membludak 150% dari Kapasitas

Jakarta -Arus penumpang di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten sudah sangat padat karena melebihi kapasitas normal. Daya tampung normal terminal 1, 2 dan 3 bandara hanya mampu melayani 22 juta penumpang per tahun.

Tercatat pada tahun 2012, ada 57 juta penumpang domestik dan internasional terbang melalui Bandara Soekarno-Hatta. Sehingga kapasitas Bandara ini telah melebihi daya tampung normalnya hingga 150%. Pada tahun 2013 diproyeksikan ada 63 juta penumpang bakal datang dan pergi dari Bandara Soetta.

“Bandara Soetta kapasitasnya sudah nggak bisa menampung. Itu memang kesalahan AP II. Sekarang kita sudah ketinggalan dari kapasitas 22
juta sekarang sudah 57 juta. Itu tahun 2012 loh. 2013 kita belum dapat datanya. Mungkin sekitar 62 juta itu bisa kecapai di 2013 padahal kita kapasitasnya 22 juta,” ucap Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP II) Tri Sunoko saat berbincang dengan detikFinance di Kantor Pusat AP II, Cengkareng, seperti dikutip Senin (2/12/2013).

Pada triwulan III-2014, diperkirakan Bandara Soetta bakal ada tambahan kapasitas penumpang dari pengembangan terminal 3. Terminal 3 yang baru ini direncanakan bisa menampung hingga 25 juta penumpang per tahun.

“Rencana 2015 pertengahan. Tapi mau kita coba 2014 kuartal III. Itu bisa beroperasi secara bertahap. Dibangunnya terminal 3, baru tambah 25 juta. Itu 22 juta tambah 25 juta jadi 47 juta,” jelasnya.

Tri mengakui kapasitas tambahan terminal ini dinilai belum mampu mendukung laju pertumbuhan penumpang yang mencapai 10%-13% per tahunnya. Untuk
mensiasati hal tersebut, AP II akan mengebut pengembangan program bangunan terintegrasi dan renovasi terminal 1 dan 2.

Harapannya paling lambat pada tahun 2017, proyek pengembangan Bandara Soekarno-Hatta selesai. Saat selesai, kapasitas penumpang diproyeksikan bisa meningkat hingga 70 juta penumpang per tahun.

sumber: detik.com

Beberapa hal konyol yang menjadi alasan penerbangan harus ditunda

Alasan penerbangan paling umum adalah karena cuaca buruk dan antrean padat masuk bandara. Namun, sepanjang sejarah dunia penerbangan, ada beberapa hal konyol yang menjadi alasan penerbangan harus ditunda.
Berikut alasan-alasan terbilang konyol yang memaksa sebuah penerbangan ditunda, seperti diulasHuffingtonpost, Sabtu (30/11/2013):
Kumpulan kecoa
Dua tahun lalu, anggota kru kabin di Miami menemukan lebih dari 50 kecoa menjajah tirai di kelas utama dan ruangan pilot. Demi kenyamanan penumpang, penerbangan ditunda karena kecoa tersebut harus dibersihkan. Lucunya, ada salah satu penumpang yang meringkuk di kursinya selama delay yang berlangsung dua jam itu lantaran geli.
Lebah di pesawat
Di suatu sore pada musim panas, penerbangan ditunda karena segerombolan lebah berada di sekitaran pesawat. Ada yang berkeliaran di antara kursi penumpang, ada pula yang hinggap di properti dalam kabin. Tak pelak, ini membuat penerbangan ditunda.
Kucing terjebak di kokpit
Tahun lalu, kucing berusia sekira 10 tahun bernama Ripples hilang dalam penerbangan dari Halifax menuju Toronto. Sebelumnya, kucing tersebut telah duduk bersama pemiliknya. Setelah pencarian yang cukup melelahkan, petugas akhirnya menemukan kucing tersebut berada di dalam kokpit. Kucing ini tidak mau keluar sehingga petugas terpaksa membongkar dari belakang. Penerbangan harus ditunda selama empat jam.
Kotak doa tertinggal
Regu bom mengunjungi Philadelphia pada 2010 setelah pendaratan darurat yang diminta seorang remaja. Dia mengatakan bahwa kotak doanya tertinggal. Penumpang 17 tahun itu memiliki sebuah kotak yang di dalamnya berisi ayat-ayat Alkitab yang melekat pada tali kulit kotak tersebut.
Kuda kerajaan
Enam kuda mewah yang dimiliki oleh seorang pangeran Arab Saudi mendadak gelisah di kargo Bandara Mesir. Karena hal ini, para penumpang terpaksa menunggu lebih dari satu jam sementara dokter hewan berusaha menenangkan kuda-kuda tersebut.

 

 

Stress Menunggu Delay, Dia Siap Memeluk Anda

Stres di bandara, anjing lucu ini siap peluk Anda (Foto: HuffingtonPost)

MENUNGGU penerbangan yang tidak kunjung jelas jadwalnya di bandara bisa bikin stres. Untungnya di Bandara LAX Los Angeles, ada yang siap memeluk Anda untuk menghilangkan stres.

Bila berangkat dari Bandara LAX Los Angeles, jangan kaget bila melihat anjing berkeliling bandara dengan rompi merah bertuliskan “Belai Aku!”. Bandara LAX memperkenalkan program terbarunya, Pets Unstressing Passenger (PUP), dimana sukarelawan dan anjing mereka berkeliling bandara untuk menghibur penumpang yang menunggu.

Setiap sukarelawan dan anjingnya berkeliling bandara, membawa informasi mengenai bandara tersebut dan keterangan anjing peliharaan yang mereka bawa. Sukarelawan ini telah dilatih untuk membantu penumpang.

Cuaca

Bali
broken clouds
27.9 ° C
27.9 °
27.9 °
64 %
2.9kmh
78 %
Sun
28 °
Mon
28 °
Tue
30 °
Wed
31 °
Thu
29 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,089.3
AUD
11,977.9
EUR
19,956.1
CNY
2,502.8
JPY
107.1
SGD
13,382.0