Pilot istirahat, Lion Air telat 3,5 jam

165

TEMPO.CO, Surakarta – Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 531 rute Solo-Jakarta terlambat berangkat sekitar 3,5 jam. Semestinya pesawat berangkat dari Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta pukul 06.10. Namun karena pilot butuh istirahat, pesawat dijadwalkan terbang jam 09.40.

Airport Duty Manager Bandara Adi Soemarmo Surakarta Sugeng Budiyono mengatakan pilot harus istirahat minimal 10 jam. Hal ini sesuai peraturan internasional untuk keselamatan penerbangan. “Pilot baru tiba di Solo dengan Lion Air JT 532 pada Minggu jam 22.33 dari seharusnya jam 19.20,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 2 Desember 2013.

Dia menerangkan Lion JT 532 pada Minggu, 1 Desember harusnya terbang kembali ke Jakarta pukul 20.00. Karena terlambat mendarat, maka Lion JT 530 yang mendarat pukul 20.40 digunakan untuk menggantikan JT 532. “Pesawat diterbangkan jam 21.20 pada Minggu malam,” ucapnya.

Padahal, Lion JT 530 mestinya digunakan untuk jadwal Senin jam 06.10. “Karena keterlambatan sejak Minggu malam, berdampak ke penerbangan Senin pagi. Pilot harus memenuhi batas minimal istirahat,” katanya.

Dia menjelaskan, Lion JT 531 membawa 170 penumpang. Sebagian penumpang beralih ke penerbangan lain, seperti Garuda Indonesia pukul 06.05 ada 20 orang dan Sriwijaya Air pukul 07.00 ada satu orang.

Menurutnya Lion Air yang akan mengurusi soal pembayaran. Penumpang tinggal berpindah ke maskapai lain. “Sementara lainnya masih menunggu di ruang tunggu keberangkatan,” ucapnya.

Salah satu calon penumpang, Aries Baroto, mengatakan sangat dirugikan dengan perubahan jadwal tersebut. Dia mengaku harus mengikuti rapat di Jakarta pukul 09.00. “Sekarang saya terlambat ikut rapat,” katanya.

Dari penjelasan yang dia terima dari Lion Air, keterlambatan terjadi karena co-pilot sakit. “Masak maskapai tidak ada co-pilot cadangan?” dia mempertanyakan.

Baca juga:  Diserang Hacker Indonesia, Situs Bandara Sydney Sempat Jatuh-Bangun

Soal asuransi keterlambatan, dia pesimistis dapat kompensasi Rp 300 ribu. Sebab, keterlambatan dijadwalkan 3,5 jam. “Mestinya dapat nasi kotak. Tapi sekarang belum terima,” katanya. Manajemen Lion Air belum bisa diminta konfirmasi. Manajer Lion Air Solo Leo Kartiko tidak merespons panggilan telepon wartawan.

Previous articleInilah Bandara yang Paling Sering Menjadi Pintu Masuk Wisman ke Indonesia
Next articleStress Menunggu Delay, Dia Siap Memeluk Anda
Tim Airport.id
Kami hadirkan beragam informasi dunia penerbangan dan pariwisata