Bandara Soekarno-Hatta Gelar Kampanye Keselamatan Udara

73

TANGERANG — Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menggelar kegiatan kampanye keselamatan udara atau ‘Ramp Safety Campaign’ (RSC) dalam rangka meminimalisasi tingkat pelanggaran dan kecelakaan di sisi udara.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I, Adi Kanrio Dayanun di Tangerang, Selasa (3/12), mengatakan, jumlah penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, berdampak pada aktivitas di sisi udara.

Dengan begitu maka secara otomatis meningkatkan potensi risiko keselamatan di sisi udara. Maka, perlu upaya untuk mengendalikan semua potensi yang dapat membahayakan keselamatan operasional pesawat udara.

“‘Ramp Safety Campaign’ (RSC) adalah sarana yang tepat untuk meningkatkan semua pihak yang beroperasi di sisi udara bahwa aspek keselamatan penerbangan adalah hal yang tidak dapat ditoleransi,” ucap Adi.

Adapun sasaran utama dari RSC yakni menciptakan pelayanan di sisi udara yang aman, tertib, profesional dan sesuai aturan yang berlaku, sehingga memberikan kontribusi dalam peningkatan citra dunia penerbangan.

“Kita ingin menumbukan sifat keselamatan di udara oleh semua pihak, mulai dari hal yang kecil dan berpotensi membahayakan operasional pesawat udara,” tambahnya.

Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Bram Bharoto Tjiptadi mengatakan, untuk memonitor potensi ‘hazard’ di sisi udara yang sewaktu-waktu menimbulkan gangguan keselamatan penerbangan maka perlu dibentuk keselamatan penerbangan.

Hal itu untuk terpenuhinya ‘on time performance’ (OTP) dalam manajemen risiko di sisi udara, sehingga perlu keterlibatan semua pihak yang beroperasi di sisi udara demi terpenuhinya unsur ‘safety, security, service and compllance’.

“Keselamatan bukan cuma tanggung jawab satu pihak tetapi juga yang lainnya seperti komunitas di sisi udara,” ujarnya.

RSC 2013 digagas dan disusun bersama seluruh komunitas sisi udara yang terdiri dari Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I, PT Angkasa Pura II, ‘airlines’,’ground handling’, ‘catering service’, ‘cargo service’, GMF dan Pertamina.

Previous articleAirAsia Resmi Layani Rute Bandung-Johor Bahru
Next articleMalindo Air Kantongi Izin Terbang ke India