Home Blog Page 313

Qantas dan China Southern Airlines menjalin kerjasama codeshare

Qantas dan China Southern Airlines menjalin kerjasama codeshare yang bisa menjadi pilihan menarik bagi pelanggan Qantas di Australia sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan yang lebih banyak ke negeri kanguru.

Berdasarkan kesepakatan, pelanggan Qantas bisa membeli tiket untuk layanan penerbangan China Southern Airlines dari Sydney, Melbourne, Brisbane, dan Perth menuju Guangzhou, kota terbesar ketiga di China yang menjadi hub bagi China Southern Airlines.

Sebaliknya, pelanggan China Southern Airlines bisa memesan 10 rute penerbangan Qantas di Australia dan Selandia Baru, untuk memudahkan bagi pelanggan dari China dalam menjelajah lebih banyak kota di kawasan itu.

Chief Executive Officer Qantas Group Allan Joyce dalam keterangannya di Guangzhou mengatakan, kesepakatan ini merupakan bentuk strategi perusahaan untuk menawarkan pilihan perjalanan terbaik antara Australia dan Asia. “Kerjasama ini merupakan salah satu kunci strategi kami di Asia dan kami sangat senang memiliki China Southern sebagai mitra codeshare kami di negara dengan pertumbuhan pasar penerbangan terbesar di dunia,” ungkap Joyce.

Menurut Joyce, ini merupakan kabar yang baik untuk meningkatkan jumlah pelanggan Qantas yang pergi ke China baik untuk urusan bisnis maupun wisata karena mempermudah perjalanan mereka sekaligus membuka destinasi baru secara tidak langsung.

“Sekarang ini Qantas memiliki posisi yang unik melalui kerjasama dengan tiga maskapai besar di China. Kami memiliki kerjasama dengan China Southern dan China Eastern, dan melalui OneWorld, kami bekerjasama dengan Cathay Pacific,” ujar Joyce lebih lanjut.

Sementara itu, Chairman China Southern Airlines Si Xianmin mengatakan, kerjasama ini memperat hubungan antara kedua maskapai penerbangan dan menjadi model baru bagi China Southern untuk melakukan ekspansi pasar penerbangan internasional dengan maskapai internasional.

 

Tiger Air ekspansi ke China dengan meluncurkan rute baru

Maskapai penerbangan berbiaya rendah asal Singapura, Tigerair, melakukan ekspansi penerbangan ke China dengan membuka layanan rute baru antara Singapura dengan Ningbo, sebuah kota pelabuhan di Provinsi Zhejiang.

Layanan baru ini operasikan sebanyak tiga penerbangan seminggu melalui penerbangan langsung dari Bandara Changi Singapura. Penerbangan dari Singapura dilakukan setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 12.05LT dan dari Ningbo pukul 18.15LT pada hari yang sama. Seperti penerbangan Tigerair lainnya, rute Singapura-Ningbo dioperasikan dengan pesawat Airbus A320 dalam konfigurasi satu kelas berisi 180 kursi.

“Kami telah bekerja keras untuk menawarkan destinasi di China daratan yang melayani penumpang untuk urusan bisnis maupun wisatawan, dan kami sangat senang bersama dengan Ningbo untuk mewujudkan target. Ningbo jelas merupakan pelabuhan yang strategis untuk bisnis dan memiliki konektivitas yang handal serta terjangkau yang ditawarkan kereta api atau mobil ke kota terdekat, membuka peluang baru untuk merencanakan jadwal liburan yang baik ke kota-kota utama di China,” ujar Chief Commercial Officer Tigerair Alexander Knigge.

Melalui pembukaan rute ini, Ningbo akan menjadi destinasi ketujuh bagi Tigerair setelah Guangzhou, Haikou, Hong Kong, Lijiang, Macau, dan Shenzhen.

 

Ingat 4 Hal Ini Sebelum Pesan Paket Wisata Online

Traveling kini sudah semakin membudaya di masyarakat. Tidak heran jika berbagai penawaran paket wisata pun berjamuran di dunia maya. Tidak sedikit juga traveler yang membelinya, karena selain praktis, harga yang ditawarkan pun lebih murah. Tapi sebelum memesannya, inilah 4 hal yang harus travelers perhatikan baik-baik!

1. Cek kebenaran situs yang menjual paket wisata online

Maraknya paket wisata online bukan berarti semuanya bisa dipilih begitu saja. Hal yang paling utama sebelum memesan paket wisata via online adalah mencari kebenaran perusahaan yang menjualnya. Anda harus benar-benar tahu, apa nama perusahaan, alamat dan kontak perusahaannya, sebelum mencapai kata sepakat untuk membeli paket wisata yang ditawarkan.

2. Hati-hati dengan harga murah

Tiket murah dan tur murah adalah hal yang biasa ditemui jika anda memesan paket wisata online. Meskipun banyak yang bilang harganya lebih murah dari yang dijual oleh travel agent, anda tetap harus hati-hati. Coba cek dan hitung apakah harganya sama dengan paket yang dijual.

Pastikan lagi apakah ada biaya yang lain sebelum anda mentransfer uang untuk membayar paket wisatanya. Jangan sampai setelah anda mentransfer namun ujung-ujungnya ada biaya tambahan lain.

3. Lihat syarat dan ketentuan

Selain harga yang murah, hal lain yang harus diperhatikan adalah syarat dan ketentuan. Inilah yang sering dilupakan travelers saat memesan paket wisata via online. Meskipun syarat dan ketentuan biasanya ditulis dengan huruf yang kecil, tapi anda tetap harus membacanya. Dengan begitu, anda bisa tahu lebih jelas dan detail mengenai paket yang ditawarkan.

Misalnya, ada ketentuan paket wisata yang tidak berlaku saat weekend atau hari libur. Nah, kalau begitu berarti anda hanya bisa pergi saat hari kerja saja.

4. Jangan pernah transfer uang kalau belum jelas

Meskipun murah dan terlihat sangat menggoda, jangan langsung transfer uang untuk membeli paket wisata via online. Ketahui dengan pasti mengenai perusahaan yang menjualnya. Lihat juga sistem pembayarannya, apakah full atau DP (down payment).

Pastikan anda jeli melihat paket wisata yang dijual via online, juga kebenaran perusahaannya, harga yang ditawarkan serta sebisa mungkin cari rekomendasi tentang situs tersebut dari travelers lain. Anda tidak mau tertipu membeli paket wisata ‘abal-abal’ bukan?

Kota Tua Banten Lama, Tak Kalah Tua dari Kota Tua Jakarta

Siapa sangka di sekitar Jakarta ternyata ada Kota Tua yang mirip seperti yang ada di Jakarta. Bila anda ingin wisata sejarah tak jauh dari Jakarta, Kota Tua Banten Lama layak untuk mendapat kunjungan anda. Ada apa saja di sana ya?

Kota Tua Banten Lama dahulu adalah tempat bersandarnya kapal dari berbagai negara. Karena itu, Banten juga memiliki kawasan Kota Tua, lengkap dengan bangunan bersejerah. Provinsi paling barat di Pulau Jawa ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam perjalanan.

Travelers bisa memulai menjelajah Kota Tua Banten Lama dengan mengunjungi Museum Kepurbakalaan Banten Lama yang terletak tepat di depan Benteng Surosowan. Di dalamnya, anda bisa menyusuri jejak sejarah Kerajaan Islam Banten. Masuknya hanya dikenakan biaya Rp.1000.

Dari museum, anda bisa beranjak ke Keraton Surosowan di dalam Benteng Surosowan. Di sana ada sisa reruntuhan keraton berupa tumpukan batu bata merah dan batu karang yang masih tampak membentuk bangunan keraton. Benteng yang dibangun tahun 1552 dengan luas 3,5 hektar ini dulunya adalah tempat tinggal para Sultan Banten.

Puas berkeliling Keraton Surosowan, langkahkan kaki anda menuju Masjid Agung Banten. Bangunan tua ini menandakan masa kejayaan Islam tempo dulu. Di tempat ini harap berhati-hati karena banyak pungutan sumbangan tidak resmi yang mengganggu pengunjung yang ingin beribadah.

Setelah mengeksplorasi Masjid Agung Banten, meluncurlah ke sisa peninggalan Keraton Kaibon, tempat tinggal Ratu Aisyah, ibunda Sultan Syaifuddin. Sayangnya, tempat tinggal ratu ini dihancurkan Belanda pada tahun 1832 saat perang antara Kerajaan Banten dan Belanda. Namun, sisa reruntuhannya masih bisa anda lihat.

Selanjutnya, beranjaklah ke Wihara Avalokitesvara. Keberadaan wihara ini diyakini masyarakat setempat sebagai bukti bahwa sejak dahulu kala per bedaan agama bukan penghalang untuk hidup berdampingan dengan rukun dan damai.

Terakhir, menyeberanglah dari depan wihara karena di sana terdapat Benteng Spellwijk. Letaknya yang berhadapan langsung dengan Selat Sunda, menjadikan benteng ini digunakan sebagai menara pemantau. Nah, banyak bukan yang bisa anda pelajari di Kota Tua Banten Lama ini? Pastikan kamera anda siap di tangan untuk mengabadikan bangunan-bangun bersejarah nan eksotik.

Garuda Operasikan Pesawat Tercanggih ATR72-600

Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mulai mengoperasikan non komersialpesawat ATR72-600 pertamanya dari Denpasar, Bali menuju Labuan Bajo di NTT dan Bima di NTB.

Pesawat ATR 72-600 “Explore” flight tersebut berangkat dari Denpasar pada pukul 08.00 LT dan tiba di Labuan Bajo pukul 09.30 LT, lalu berangkat ke Bima pukul 11.00 LT dan melanjutkan perjalanan kembali ke Denpasar pukul 1430 dan tiba di Denpasar pukul 15.45 LT.

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, pesawat ATR 72-600 “Explore” ini akan melayani rute komersial Denpasar – Labuan Bajo (NTT) – Ende (NTT) mulai tanggal 3 Desember 2013. Selain itu, pada hari yang sama, Garuda Indonesia juga melayani rute Denpasar – Bima (NTB) – Mataram (NTB).

Selain itu, lanjut Emir, mulai 20 Desember 2013, pesawat ini juga akan melengkapi rute baru Garuda Indonesia, yaitu rute Denpasar – Labuan bajo – Tambolaka (NTT) dan rute Denpasar – Mataram – Bima (NTB) .

Emir menuturkan penerbangan “Explore” atau penerbangan non komersial ATR 72-600 pada Senin (02/12/2013) merupakan penerbangan perkenalan pesawat baru ini kepada para calon pengguna jasa.

“Pesawat ini merupakan pesawat tercanggih dan paling nyaman di kelasnya dan pengoperasian pesawat ini kedaerah – daerah “remote”, merupakan kelanjutan komitmen Garuda Indonesia – sebagai maskapai pembawa bendera negara – untuk terus meningkatkan konektivitas wilayah Indonesia, sesuai program MP3EI. Garuda Indonesia akan terus mengembangkan jaringan penerbangannya ke wilayah-wilayah yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia,” kata Emir di Jakarta.

Menurut Emir, Garuda terus melanjutkan program transformasi dan ekspansi perusahaan sejalan dengan pertumbuhan positif industri penerbangan, dan seiring rencana pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur transportasi udara dengan membuka bandara-bandara baru di Indonesia dalam dua tahun ke depan, terutama di wilayah-wilayah pertumbuhan ekonomi baru dan tujuan wisata di remote area.

Emir menjelaskan, dengan mengoperasikan pesawat turboprop tersebut, Garuda akan semakin meningkatkan konektivitas daerah-daerah di remote area dengan melayani rute-rute penerbangan dengan jarak tempuh kurang dari 900 Nm di seluruh wilayah nusantara.

Hal ini dimungkinkan mengingat pesawat ATR72-600 tersebut memiliki kepabilitas untuk menjangkau bandara-bandara kecil yang memiliki panjang landasan pacu kurang dari 1,600 meter – yang tidak dapat didarati oleh pesawat jet.

Garuda Indonesia akan mengoperasikan “Explore” ATR72-600 dengan konfigurasi single class cabin (All Economy) berkapasitas 70 penumpang untuk melayani penerbangan dari Denpasar ke Labuan Bajo, Tambolaka, Ende, dan Bima, serta selanjutnya dari Makassar dan Ambon untuk melayani rute-rute penerbangan di wilayah tersebut.

Sejalan dengan program pengembangan armadanya, Garuda Indonesia akan mendatangkan sebanyak 35 pesawat ATR72-600, terdiri dari 25 pesawat berupa “firm order” dan 10 pesawat berupa “options”, untuk melayani penerbangan point to point pada rute-rute jarak dekat. Dua pesawat di antaranya tiba bulan November dan Desember tahun ini, sementara sisanya akan didatangkan secara bertahap hingga tahun 2017 mendatang.

 

Oleh: Fajar Sudrajat – Editor: Masruroh

Bandara di Tengah Bukit Salju, Tempat James Bond Mendarat

Courchevel adalah nama desa kecil tempat olahraga ski di pegunungan Alpen, Prancis. Desa ini memiliki bandara dengan nama sama, yang cukup unik letaknya.

Bandara Courchevel memiliki beberapa kendala, seperti pendeknya landasan yang hanya 525 m dan kemiringannya mencapai 18,5 derajat. Saking pendeknya, pilot harus mendarat di landasan yang menanjak dan terbang ke arah landasan yang menurun.

Karena ekstremnya, Bandara Courchevel pernah jadi lokasi syuting film James Bond: Tomorrow Never Dies yang dibintangi Pierce Brosnan. Hanya helikopter atau pesawat carter kecil yang bisa mendarat di bandara ini, pilotnya harus dilatih terlebih dahulu.

Pesawat Besar Diproyeksikan Bisa Mendarat di Bandara Nusawiru

PANGANDARAN, (PRLM).- Bandar Udara (Bandara) Nusawiru yang berada di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, dalam waktu dekat ini akan dibenahi. Nantinya, pesawat berukuran besar dapat mendarat dan terbang dari bandara tersebut.

Penjabat Bupati Kabupaten Pangandaran Endjang Naffandy menjelaskan, dengan adanya pengembangan bandara itu, diharapkan dapat membuka penerbangan domestik dari kota-kota besar, bahkan luar negeri.

“Rencana pengembangan dari Bandar Udara Nusawiru telah dibicarakan dengan Bappeda Jawa Barat. Dan, hasilnya bandar udara tersebut akan dikembangkan. Diharapkan pada tahun 2014 dapat dilaksanakan,” jelas Endjang Kamis (5/12/2013).

Endjang mengatakan, nantinya Bandar Udara Nusawiru akan dipelebar, dan diperluas lahannya. Menurut dia, lahan yang akan ditambah mencapai 111 hektare.

Jet Aviation St Louis disertifikasi oleh Arab Saudi sebagai Repair Station

Jet Aviation St Louis telah menerima sertifikasi dari Kerajaan Saudi Arabia (KSA) sebagai Repair Station Disetujui untuk pesawat terbang yang terdaftar di bawah Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi  (GACA).
Sertifikat Arab Saudi AMO-109FA memperluas kewenangan yang telah dimiliki oleh Jet Aviation St Louis, yang meliputi 32 negara dari Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA), serta Aruba, Bermuda, Cayman Islands, Afrika Selatan dan Gabon.
“Sertifikasi Jet Aviation St Louis oleh Kerajaan Arab Saudi GACA adalah bukti lebih lanjut dari kemampuan memperluas bisnis kami di panggung global,” kata Chuck Krugh, wakil presiden senior dan general manager di Jet Aviation St Louis. “Dari penambahan layanan yang ramping tahun ini untuk kami instalasi industri terkemuka upgrade avionik terbaru, Jet Aviation St Louis terus menunjukkan kemampuan kami sebagai one-stop shop untuk kebutuhan penerbangan pelanggan kami.”

Pertengahan Desember, Rute Penerbangan ke Pangkalan Bun Dibuka

Maskapai penerbangan Sriwijaya Air akan turut meramaikan penerbangan di Bandara Pangkalan Bun. Pada pertengahan Desember ini, Sriwijaya akan membuka rute penerbangan Pangkalan Bun-Surabaya dan Pangkalan Bun-Semarang.

Seperti dilansir JPNN grup, District Manager Sriwijaya Air Pangkalan Bun, Yudi Nurahman mengatakan, Sriwijaya mulai pertengahan Desember 2013 ini beroperasi di Bumi Marunting Batu Aji.

“Sedangkan tujuan Jakarta dalam proses perizinan,” kata Yudi Nurahman.

Sriwijaya Air akan menurunkan salah satu anak perusahaannya, yakni NAM Air. Jika belum ada kesiapan dari NAM Air, maka Sriwijaya Air akan lebih dahulu menapaki landasan Bandara Iskandar Pangkalan Bun. “Yang jelas, Sriwijaya Group akan tetap beroperasi pada pertengahan Desember ini,” tegasnya.

Untuk pesawat yang akan beroperasi ini, Sriwijaya akan menurunkan pesawat berbadan lebar, yakni Boeing 737-500 New Generation. Penerbangan rute Pangkalan Bun-Surabaya dan Pangkalan Bun-Semarang masing-masing akan dilayani satu kali.

Beroperasinya Sriwijaya Air ini di Kota Pangkalan Bun, menurut Yudi, akan membawa dampak yang positif bagi dunia investasi di daerah. Apalagi daerah Kalteng banyak perusahaan, baik perkebunan maupun pertambangan.

“Kehadiran kami berinvestasi di daerah ini sangat membantu masyarakat yang ingin bepergian, baik pulang kampung atau berurusan di luar daerah. Harga tiket yang akan kami tawarkan sangat kompetitif,” ujar Yudi.

Museum, Hiburan Unik di Bandara Phoenix

Hiburan Unik di Bandara Phoenix

Hiburan Unik di Bandara Phoenix – Isi kepala dan pikiran Anda dengan mengunjungi museum selama jadwal menunggu pesawat. Hal ini dapat Anda lakukan di Bandara internasional Phoenix Sky Harbour, Amerika Serikat.

Jika berkesempatan untuk menginjakkan kaki di Bandara Internasional Phoenix Sky Harbour, Museum Bandara Phoenix menjadi salah satu destinasi yang wajib Anda kunjungi.
Museum ini dapat dikatakan sebagai salah satu museum bandara terbesar yang ada di dunia. Koleksinya bahkan mencapai 600 buah, mencakup karya-karya seni yang menakjubkan.

Selain 600 buah koleksi museum yang dipamerkan, terdapat 20 buah kerajinan tangan yang dibuat sebagai persembahan 50 tahun Kebun Binatang Phoenix.

Thai Lion Air Telah Lakukan Penerbangan Perdana

Thai Lion Air, anak perusahaan Lion Air Group di Thailand, telah melakukan penerbangan perdana pada Rabu (4/12/2013) dengan melayani rute penerbangan dari markasnya di Bandara Internasional Don Mueang, Bangkok, menuju Chiang Mai. Perusahaan melayani rute ini sebanyak dua kali sehari menggunakan pesawat Boeing 737-900ER.

Chief Executive Officer Thai Lion Air Capt. Darsito Hendroseputro mengatakan, peluncuran maskapai penerbangan ini akan membantu pertumbuhan pasar penumpang angkutan udara di Thailand dan memperkuat posisi Bangkok sebagai hub penerbangan internasional yang terkemuka.

“Kami memiliki dua pesawat Boeing 737-900ER dalam armada kami dan berencana menambah dua lagi pada Februari. Tambahan pesawat ini akan digunakan untuk meningkatkan frekuensi penerbangan pada rute yang sudah ada dan untuk membuka rute domestik dan internasional baru, seperti Bangkok-Hat Yai dan Bangkok-Singapura,” ujarnya.

Darsito mengungkapkan, awalnya perusahaan berencana mendatangkan dua pesawat itu pada Maret 2014, tapi kemudian memutuskan untuk menerimanya lebih cepat. Ini dilakukan untuk mempercepat ekspansi perusahaan di Thailand dan untuk bersaing dengan maskapai penerbangan murah lainnya.

Selain itu, Darsito juga mengatakan bahwa Thai Lion Air menargetkan akan meluncurkan rute internasional Bangkok-Jakarta dan Bangkok-Kuala Lumpur pada tahun depan. Demikian dikutip dari The Jakarta Post.

Inikah bandara tercanggih di dunia?

Shenzhen Bao’an International Airport di Guangdong, China, telah membuka terminal baru pekan lalu. Bangunan bergaya futuristik ini menggantikan tiga terminal lama yang telah berhenti beroperasi.

Dirancang oleh Studio Fuksas, Terminal 3 di bandara ini memiliki luas 500.000 meter persegi. Jika dilihat sepintas, bentuk bangunan ini memiliki bentuk seperti sarang lebah.

Seperti dilansir amusingplanet.com, terminal ini dibangun sepanjang 1,5 km dengan atap yang membentang hingga 80 meter.

Air hujan yang jatuh ke atap akan dikumpulkan dan didaur ulang menjadi air bersih yang digunakan untuk beragam keperluan seperti mengairi tanaman yang berada di dalam ruangan dan untuk toilet.

Ini juga menjadi bandara pertama di China yang memiliki fitur pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 10 megawatt.

Fitur menarik lainnya dari bandara ini, termasuk 116 AC berbentuk batang pohon yang dibuat menyatu dengan desain interior dari terminal tersebut.

Pembangunan terminal ini dilaporkan telah menelan biaya hingga 8,5 miliar yuan (sekitar Rp 16 T).

Cuaca

Bali
broken clouds
27.7 ° C
27.7 °
27.7 °
70%
4.9m/s
57%
Fri
29 °
Sat
27 °
Sun
29 °
Mon
28 °
Tue
29 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,473.4
AUD
12,642.6
EUR
20,465.3
CNY
2,572.6
JPY
110.7
SGD
13,733.6