Home Blog Page 240

Trik Memilih Asuransi Perjalanan yang Tepat

Antusias masyarakat Indonesia traveling yang semakin meningkat setiap tahunnya membuat asuransi perjalanan mulai dilirik para traveler.  Asuransi perjalanan adalah modal yang disarankan wajib dimiliki oleh para pejalan sebelum memulai petualangannya.

Apakah dengan koper atau ransel, berpelesir atau business trip, dan berapapun usia pejalan, asuransi adalah suatu keharusan. Ada beberapa trik memilih asuransi perjalanan yang tepat untuk para Teman Pejalan.

Ingatlah pepatah yang mengatakan “Mencegah lebih baik daripada mengobati”. Di sanalah asuransi berperan untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan ketika sedang di perjalanan. Baik sebelum pergi untuk berbulan-bulan atau hanya liburan singkat di akhir pekan. Ada banyak perusahaan asuransi yang menawarkan ragam asuransi ini.

Terkadang untuk menemukan satu yang sesuai dengan kebutuhan dan harga yang cocok dengan kantong bisa menjadi hal yang rumit. Berikut adalah panduan kecil  tiga faktor yang harus diperhatikan dalam memilih asuransi perjalanan:

Sesuaikan dengan Usia

Salah satu cara utama untuk menghemat uang adalah dengan membeli asuransi perjalanan yang sesuai dengan rentang usia. Perusahaan asuransi menyadari usia yang berbeda cenderung memiliki kebutuhan yang berbeda pula. Rentang usia yang lebih muda akan lebih aktif dan lebih mungkin untuk mengambil resiko.

Sedangkan pejalan dengan rentang usia yang lebih di atas mungkin akan memiliki tipe perjalanan yang berbeda. Saat ini ada banyak paket khusus asuransi perjalanan mencakup segala rentang usia yang dijual secara online.

Kenali Dulu Ragamnya

Pembahasan lanjut mengenai ragam asuransi perjalanan dapat dilihat di sini. Belakangan, tengah populer jenis asuransi yang memiliki kebijakan modular di mana Teman Pejalan dapat membeli sesuai dengan cakupan yang kita butuhkan saja. Contohnya seperti Asuransi Medis yang dibeli hanya untuk melindungi ketika kamu sedang berwisata ski atau menyelam.

Ada pula kategori Asuransi Klaim Bagasi, dimana asuransi tersebut memproteksi perangkat -perangkat mahal Teman Pejalan seperti kamera DSLR atau laptop saja. Asuransi perjalanan dengan kebijakan modular adalah cara yang bijak untuk menyesuaikan perjalanan tertentu sekaligus menghemat uang pada waktu yang bersamaan.

Asuransi Perjalanan untuk Multiple Trips

Jika Teman Pejalan adalah seorang traveler rutin yang pergi beberapa kali dalam setahun, disarankan untuk melirik dan mempelajari kebijakan asuransi perjalanan tahunan, bukan hanya asuransi dengan satu kali perjalanan saja. Membeli asuransi dengan kebijakan tahunan akan menjadi lebih murah bagi para traveler yang sering melakukan perjalanan.

Tapi sebelumnya kita harus memastikan terlebih dahulu durasi perjalanan dan jarak keberangkatan dengan keberangkatan lainnya. Semisal berpergian selama 7-14 hari dan jarak ke perjalanan selanjutnya tidak lebih dari dua minggu maka aturan kebijakan ini biasanya akan baik-baik saja. Namun beberapa perusahaan memiliki aturan yang berbeda dan lebih ketat mengenai kebijakanmultiple trips ini.

Sumber

Emergency Exit Seat

Di dalam dunia penerbangan kita sering mendengar istilah emergency exit seat, yaitu deretan tempat duduk di dalam pesawat yang mempunyai akses langsung menuju jalur keluar pesawat.

Emergency exit diperlukan bagi para penumpang dan awak pesawat untuk melakukan evakuasi di dalam kondisi darurat. Penumpang yang duduk di deretan kursi tersebut memegang peranan penting untuk dapat diminta membantu awak pesawat melakukan evakuasi di dalam kondisi darurat.

Secara prosedur, maskapai penerbangan mengharuskan penumpang yang duduk di emergency exit seat bersedia untuk menjalankan peran tersebut.

Keuntungan yang didapat oleh pe­numpang dengan duduk di emergency exit seat adalah ruang untuk kaki yang lebih luas dibandingkan dengan deretan kursi lain di dalam pesawat yang tentu saja dapat menjadi kenyamanan pada saat terbang khususnya untuk penerbangan jarak jauh. Beberapa maskapai penerbangan bahkan menjadikan deretan kursi ini sebagai “kursi khusus” yang dapat dipesan oleh penumpang dengan biaya tambahan, yang tentunya dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku mengenai persyaratan atau kriteria penumpang untuk duduk di emergency exit seat.

Mengacu kepada CASR 121.585 dan UU No.1 Tahun 2009 tentang penerbangan, deretan emergency exit seat tidak diperkenankan untuk ditempati bagi: penumpang berusia kurang dari 15 tahun, orang dewasa yang membawa bayi/anak, ibu hamil, serta penumpang yang mempunyai keterbatasan gerak, pendengaran, penglihatan, termasuk penumpang obesitas/oversized (height & weight) dan penumpang lansia (usia lanjut).

Sebelum pesawat lepas landas, awak kabin akan memberikan safety briefing kepada penumpang yang duduk di deretan emergency exit seat mengenai hal-hal yang harus dilakukan di dalam kondisi darurat. Selain itu awak kabin akan memastikan bahwa terdapat Emergency Exit Seat Safety Card Supplement dan Passenger Safety Information Card untuk setiap emergency exit seat. Hal ini dilakukan agar penumpang yang duduk di emergency exit seat dapat menjalankan perannya untuk membantu awak kabin dalam kondisi darurat.

Emergency exit hanya akan digunakan di dalam kondisi darurat, yang tentu saja kondisi tersebut sangat tidak diharapkan terjadi. Peran penumpang yang duduk di emergency exit seat sa­ngatlah penting dalam kondisi darurat. Oleh karena itu, pelaksanaan aturan mengenai persyaratan penumpang untuk duduk di emergency exit seat harus dilaksanakan secara konsisten, demi alasan keselamatan penerbangan.

Penumpang dihimbau untuk me­ngambil peranan secara aktif, dengan melaporkan kepada petugas darat pada saat check-in atau awak kabin jika tidak memenuhi persayaratan untuk duduk di emergency exit seat, sehingga tempat duduk tersebut akan diberikan kepada orang yang tepat sesuai de­ngan aturan yang berlaku. Keselamatan penerbangan adalah tanggungjawab semua pihak.

Sumber

Larangan Masuk ke Cockpit Selama Penerbangan

Kasus penumpang yang menggedor pintu cockpit pada penerbang­an VA-41 Virgin Australia rute Brisbane – Singapore, oleh Matt Christoper 28 tahun warganegara Australia menambah daftar panjang penumpang yang melakukan tindakan melawan hukum (unlawful interference) dalam penerbangan.

Kriteria seseorang yang melakukan tindakan melawan hukum dalam pe­nerbangan telah diatur melalui pasal 54 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1(satu) Tahun 2009 masing-masing huruf (b) “pelanggaran tata-tertib dalam penerbangan” dan huruf (e) “perbuatan yang mengganggu ketenteraman”, penumpang yang membuat keonaran dalam penerbangan biasa disebut sebagai “unruly/disruptive passengers.”

Dalam melakukan pengangkutan, airline berhak untuk tidak mengangkut (menolak) seorang penumpang dan barang bawaannya yang menurut penilaian dapat mengganggu ketenteraman, sehingga membahayakan keamanan dan keselamatan penerbang­an.

Penilaian tersebut diperoleh ketika seorang calon penumpang melakukan proses pelaporan keberangkatan (check-in) beserta barang bawaannya, yang oleh petugas check-in staff wajib dilakukan prosedur “passenger and baggage profiling check” (pencocokan data diri sampai dengan pertanyaan menyangkut keamanan/security questioner), sehingga diketahui seorang penumpang dan barang bawaannya layak untuk diangkut atau ditolak.

Penumpang yang berbuat onar dalam penerbangan umumnya sedang tidak stabil jiwanya (unstable), mungkin sedang dalam tekanan (stress) ataupun terganggu kesadarannya (mabuk).

Prosedur penanganan terhadap penumpang yang sedang memiliki kasus hukum tertentu atau yang sedang dalam kondisi tidak stabil,  harus termuat dalam “Aircraft Operator Security Programme (AOSP)” dan satu salinan/copy wajib disampaikan kepada penye­lenggara bandar udara  yang diterbangi.

Larangan masuk ruang kemudi (cockpit compartement), serta tindakan pengaman pintu ruang kemudi (cock-pit compartemen door) khususnya bagi pesawat udara pengangkut penum­pang dengan kriteria tertentu telah diatur secara internasional melalui ANNEX 6 ICAO paragraft 13.2.2 yang bunyinya: From 1 November 2003, all passenger-carrying aeroplanes of a maximum certificated take-off mass  in excess of 45.500 kg or with a passenger seating  capacity greater than 60 shall be equipped with an approved flight crew  compartment door that is designed to resist penetration by small arms fire  and grenade shrapnel, and to resist forcible intrusions by unauthorized persons. This door shall be capable of being locked and unlocked from  either pilot’s station.

Sumber

Casa 212, Menjalankan Misi Negara dan Menyatukan Nusantara

Di industri penerbang­an, Indonesia  berjaya karena sukses membuat pesawat terbang Casa 212.

Pesawat bermesin turboprop (baling-baling) ini awalnya dirancang dan diproduksi di CASA Spanyol untuk keperluan sipil dan militer. Pesawat je­nis ini juga telah diproduksi di Indonesia di bawah lisensi PT Dirgantara Indonesia. Pada Januari 2008 EADS CASA memutuskan untuk memindahkan seluruh fasilitas produksi C-212 ke PT DI di Bandung. Pabrikan Indonesia adalah satu-satunya yang mempunyai lisensi untuk memproduksi pesawat jenis ini di luar pabrik pembuat utamanya.

Pengoperasiannya juga tak kalah jayanya berkat Merpati Nusantara Airlines. Hal ini sesuai pernyataan Capt. Denny Satrio, mantan Direktur Operasi Merpati.

“Awalnya, Merpati mengoperasikan Casa 212 karena perusahaan BUMN, sementara Casa dirakit di IPTN yang juga BUMN, jadi Casa diharuskan menghidupkan BUMN. Pesawat ini diandalkan untuk penerbangan perintis wilayah tengah dan barat Indonesia. Casa itu lebih di medium zone yaitu terbang dengan daerah datar, perairan dan pegunungan tertentu,” katanya saat ditemui Aviasi.

Penerbang yang memiliki pengalaman 18 tahun bersama Casa ini menyatakan pesawatnya sudah berstandar, teknologi terutama pada flight instrument (panel kokpit khusus saat terbang) sudah seperti pesawat Boeing dan Airbus, juga dilengkapi ILS (Instrument Landing System) dan navigation. Tetapi bentuk dan berat kosong kurang efisien, di antaranya konsumsi bahan bakar lebih banyak dan perlu panjang landas pacu perintis saat itu 400-600 meter.

Tahukah Anda, ternyata peran dan fungsi pesawat ini luar biasa dan membanggakan. Berdasarkan pengalaman Capt. Denny yang bekerja di Merpati 24 tahun ini Casa telah menjalankan misi negara dan menyatukan nusantara.

“Saya pernah ditembak hingga tujuh lubang di pesawat saat kerusuhan Ambon dan Ternate. Saat kerusuhan Singkawang, evakuasi dengan armada ini dan maskapai yang terbang adalah Merpati, tidak ada airlines lain,” tegasnya.

Ada cerita seru dari laki-laki yang pernah menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pilot Merpati selama tujuh tahun ini, Casa pernah kehabisan bahan bakar, kemudian memutuskan mencari tempat pendaratan akhirnya mendarat di Pulau Wetar, Maluku Tenggara. “Saya yang mengambil pesawat tersebut, upayanya pun tidak mudah, karena harus babat alas untuk buat landas pacu, menuju ke Wetar dari Saumlaki sangat jauh, dengan kapal laut perlu 16 jam,” paparnya.

Sumber

39 Dari 70 Operator Penerbangan ASEAN Pilih Airbus

Meskipun tergolong pemain anyar, kemunculan A320 langsung membuat gebrakan baru di dunia aviasi. Pesawat ini menjadi jet komersial pertama sekaligus pelopor dalam penggunaan teknologi fly-by-wire. Jauh mengungguli Boeing yang kemudian juga mengaplikasikan teknologi serupa di pesawat buatannya.

Dunia kedirgantaraan tak lepas dari persaingan antara produsen pesawat terbang. Masing-masing produsen berusaha menciptakan produk yang lebih baik ketimbang pesaingnya.

Di negara-negara ASEAN, nama Airbus A320 bukan hal yang baru lagi. Di langit Indonesia, burung besi ini sudah ramai hilir mudik. Lalu, mengapa maskapai di kawasan ini terpikat dengan A320?

A320 sendiri baru terbang perdana pada 22 Februari 1987. Sementara itu sertifikasi JAA (Joint Aviation Authorities) untuk pesawat ini diterima pada 26 Februari 1988. Sebulan kemudian A320 pertama berhasil di-delivery ke  maskapai Air France.

Bila dibedah, A320 memang dibuat dengan rancang bangun sedemikian rupa. Inovatif, canggih, modern dan mengedepankan keselamatan penumpang.

Untuk yang disebut pertama, kokpit A320 bisa jadi buktinya. Inovasi pesawat lagi-lagi selangkah lebih maju. Pesawat Eropa ini menjadi pertama yang menggunakan model kontrol kemudi samping (side-stick) di dalam kokpitnya. Gagasan penggunaan model kontrol kemudi samping dan teknologi fly-by-wire tak lepas dari peran Bernard Ziegler, putra dari CEO Airbus, Henri Ziegler.

Untuk pesawat sekelasnya, bobot A320 tergolong ringan berkat penggunaan material ringan pada fuselage pesawat, seperti misalnya aramid fibre (AFRP), glass fibre (GFRP) dan plastik serat karbon (carbon fibre reinforced plastics/CFRP). Penggunaan material ini bisa mengurangi bobot pesawat hingga berton-ton. Keuntungannya dengan bobot yang semakin ringan, maka tingkat konsumsi bahan bakar juga jauh lebih sedikit.

Untuk mesin, A320 menyediakan dua pilihan kepada maskapai, tinggal pilih IAE V2500 buatan International Aero Engines atau CFM International CFM 56-5. Kedua mesin ini berdaya dorong antara 25.000-27.000 pon. Untuk mendukung asupan bahan bakar ke mesin, pesawat didukung dengan tangki bahan bakar berkapasitas 23.860 liter. Bahan bakar sebanyak ini mampu membawa pesawat terbang dengan penumpang kapasitas penuh sejauh 5.000 km.

Sumber

Baling-Baling Jadi Bintang Regional

Bagi industri penerbangan, pesawat ATR (Avions de Transport Regional) tidaklah asing lagi. Pesawat berbaling-baling ini, selain digunakan untuk penerbangan domestik, juga penerbangan regional antarnegara misalnya di kawasan ASEAN.

Pesawat ini pertama kali diluncurkan pada 1981 oleh perusahaan patungan Aerospatiale Eropa (sekarang EADS) dan Aeritalia (sekarang Alenia Aermacchi, bagian dari kelompok Finmeccanica).

David Vargas, Media Relation Manager ATR Aircraft kepada Aviasi menyatakan ATR adalah salah satu perusahaan terkemuka di dunia penerbangan dan produsen terbesar pesawat regional.

“Kini, ATR adalah pelopor dalam bidang transportasi regional, tercatat setiap dua belas detik, sebuah ATR lepas landas di suatu tempat di seluruh dunia,” kata David.

Generasi terbaru dari pesawat turboprop ini dilengkapi dengan teknologi state-of-the-art untuk maskapai regional dunia, yang menawarkan kinerja optimal, keandalan yang sempurna, kenyamanan penumpang, perawatan mudah dan efisiensi ekonomi yang tinggi.

Melalui inovasi yang berkelanjutan, keluarga ATR telah terbukti keandalannya dan telah berkembang meningkat lebih dari sepertiga dengan tetap menjaga konsumsi bahan bakar. Selain itu, tingkat kebisingan telah berkurang sebesar 10 persen. Tak heran, bila ATR menjadi pilihan yang lebih disukai dari maskapai regional.

Konstruksi unik dari pesawat ini adalah penggunaan pintu kargo yang cukup besar di bagian depan sebelah kiri pesawat. Khusus pesawat yang dipesan FinnAir, pintu kargo tersebut diganti dengan pintu penumpang biasa sedemikian rupa hingga pesawat ini dapat menikmati penggunaan garbarata di seluruh airport di Eropa guna menghindari cuaca dingin.

Sumber

 

CN-235 Berjaya di Negeri Sendiri pada Zamannya

Indonesia telah mampu membuat pesawat terbang. Negeri ini melalui PT DI (dulu IPTN) sukses membuat CN-235, yang pernah dioperasikan Merpati Nu­santara Airlines.

Capt. Novi Isnurianto, penerbang di Merpati Nusantara mengatakan, pada 1992, CN-235 mulai bagus-bagusnya, karena pesawat yang diproduksi PT DI sudah melewati lima tahun awal pengoperasiannya. Masa baby sickness (munculnya problem-problem pada pesawat produksi baru) sudah dilewati, artinya dalam lima tahun sudah dipelajari problem umumnya, sehingga menjadi prima pada tahun keenam.

Merpati Nusantara sendiri pernah mengoperasikan 14 CN-235 sejak 1985. Pengakuan Capt. Novi tentang pesawat ini dimulai ketika ia menjadi copilot CN-235 pada 1992.

“Tingkat keandalan (reliability) CN-235 lebih tinggi dibandingkan dengan British Aerospace ATP (Advanced Turboprop), pesawat baling-baling sekelasnya buatan Inggris. Saat itu, empat tahun terbang dengan pesawat ini aman-aman saja tanpa problem teknis,” paparnya.

Sayangnya, CN-235 sekarang tampak kalah bersaing dengan produksi pabrikan dari luar negeri, khususnya untuk penerbangan sipil. “Berakhirnya pengoperasian pesawat ini karena masalah ketidakmampuan manajemen PT MNA, pembelian sparepart tertunda karena perusahaan tidak mampu beli, sehingga pesawat yang rusak hanya didiamkan saja, atau malah dicopotkan sparepart dari pesawat serupa (kanibal),” katanya.

Sumber

N-250, Burung Besi Pertama Buatan RI

Munculnya pesawat terbang N-250 dilatarbelakangi oleh kebutuhan sarana angkutan udara saat itu yang masih mengguna­kan pesawat produksi lama. Esther Gayatri Saleh, Test Pilot PT DI kepada Aviasi menyatakan rencana pengembangan N-250 pertama kali diungkap IPTN pada pameran kedirgantaraan Paris Airshow 1989 di Prancis.

Dipilihnya pengkodean N-250 karena memiliki tiga arti penting.

Kode “N” yang berarti Nusantara dikandung maksud bahwa pesawat ini adalah asli buatan Indonesia. Angka “2” berarti 2 mesin. Sedangkan angka “50” berarti mampu mengangkut 50 penum­pang.

Pembuatan prototipe N-250 dimulai pada 21 Agustus 1992, bersamaan dengan ulang tahun ke-16 IPTN. Pembangunannya ditandai dengan pemotongan komponen pertama (first part cutting) bagian sayap paling atas (upper outboard wing panel).

“Prototipe pertama berkode PA-1 (Prototype Aircraft – 1) berhasil dikeluar­kan dari hanggar (roll-out) pada 10 November 1994. Prototipe pertama ini oleh Presiden Soeharto dinamai “Gatotkaca”, yakni tokoh pewayangan yang sakti dan bisa terbang. IPTN meren­canakan membuat empat prototipe, yaitu PA-1, PA-2, PA-3, dan PA-4. Namun hanya berhasil dibuat dua prototipe saja, PA-1 bernama Gatotkaca dan PA-2 bernama Krincing Wesi,” kata pilot wanita uji pesawat tersebut.

Fly-By-Wire, Sekelas Boeing 777

N-250 masuk katagori pesawat generasi baru yang dikembangkan berdasarkan sertifikat FAR 25/CASR 25. Pesawat ini memiliki kemampuan short take-off and landing (STOL) alias mampu lepas landas dan mendarat di landas pacu pendek. Sehingga kehadirannya cocok sekali untuk melayani penerbangan antardaerah dan antarpulau di tanah air.

Sumber

Kualitas Sekolah Penerbang di Dalam Negeri Tak Kalah

Dari tahun ke tahun anak bangsa berbondong-bondong ingin menjadi seorang pe­nerbang. Lembaga pendidikan penerbang pun menangkap peluang ini. Saat ini tercatat ada 23 sekolah pilot resmi di Indonesia, bahkan tawaran untuk sekolah ke mancanegara pun berdatangan ke tanah air.

Apakah input (siswa) berbanding lurus dengan output (lulusan) karena mereka memenuhi kualifikasi? Berikut cuplikan wawancara Aviasi dengan Suparno Muanam, Kepala Deraya Flying School.

1. Benarkah ada lulusan dari sekolah penerbang yang me­nganggur?

Ya, itu terjadi di Indonesia. Namun, menurut pengamatan saya, nganggur disebabkan oleh beberapa faktor seperti lulusan tersebut malas untuk mencari kerja atau lulusan tersebut sudah melamar kerja dengan status masih menunggu untuk training sesuai dengan kebijakan perusahaan penerbangan itu.

2. Apakah yang harus dilakukan guna mendorong para lulusan sekolah penerbang masuk kerja?

Sekolah penerbang di Indonesia terhimpun dalam APPI (Asosiasi Pendidikan Penerbang Indonesia). Melalui ini, kami mengupayakan terhadap masalah-masalah atau kendala yang dihadapi sekolah maupun lulusan sendiri dalam memenuhi kebutuhan pilot khususnya di Indonesia.

Tentunya, kita harus menganalisis lebih dalam misalnya kasus lulusan yang nganggur, dengan demikian kita akan memberikan solusi.

3. Dari Deraya Flying School sendiri, apakah ada yang nganggur?

Saya sangat bangga dengan lulusan di DFS, tidak ada yang menganggur. Saya selalu melakukan pantauan ter­hadap anak didik saya. Selain itu, lulus­an tersebut juga selalu menginformasikan kepada almamater (Deraya).

Deraya sendiri memang tidak mengikat lulusan bekerja sama dengan suatu maskapai. Kami memberikan kebebasan untuk memilih tempat kerja sesuai keinginan mereka.

4. Bagaimana dengan pola kerja sama ikatan dinas?

Ada maskapai yang sudah “kontrak” siswa, artinya setelah lulus mereka akan langsung bekerja di maskapai tersebut dengan sistem ikatan dinas. Misalnya, siswa tersebut belum memenuhi Commercial Pilot License (CPL), maka ia dibiayai oleh maskapai itu. Akhirnya, saat bekerja ia akan dipotong gaji. Dalam hal ini, sebenarnya anak itu membiayai dirinya sendiri.

Bagi maskapai, ini sangat menguntungkan dan senang, sementara bagi yang bersangkutan (anak tersebut) menjadi terikat, apa pun kondisi perusahaannya, bahkan ada yang 18 tahun ikatan dinas.

5. Apakah menjadi instruktur di sekolah penerbang itu karena tidak diterima di suatu maskapai?

Seperti halnya pilot, tenaga instruktur pun kurang. Pada akhirnya yang memutuskan untuk menjadi pilot atau instruktur atau profesi lainnya adalah lulusan itu sendiri. Bisa jadi ia memutuskan untuk menjadi instruktur, karena hasil tes belum lulus dari suatu maskapai. Ini sangat wajar, ada yang diterima dan ada yang tidak diterima, dalam hal ini airlines itulah yang tahu kemampuan dari si lulusan.

Sumber

Garuda Indonesia Jajaki Charter Mengejar Turis Sampai ke Negeri China

Maskapai Garuda Indonesia saat ini telah mela­yani penerbang­an secara regu­ler setiap hari ke China, dengan rute Denpasar (DPS)-Beijing (PEK) pp, Jakarta (CGK)-Shanghai (PVG) pp, Jakarta (CGK)-Guang Zhou (CAN) pp. Namun dalam rangka lebih memaksimalkan potensi pasar China yang besar, Garuda tengah menjajaki penerbangan charter dari beberapa kota di China dengan tujuan Bali.

Asa Perkasa, General Manager Garuda Indonesia Beijing, saat dihubungi Aviasi menyatakan bahwa Garuda sedang dalam tahap akhir negoisasi deng­an para pen-charter.

“Pesawat yang akan digunakan adalah Airbus A330 dan Boeing 737-800 dari beberapa kota di China, semua tujuan ke Bali,” jelas Asa.

Garuda akan melakukan penerbangan charter dari beberapa kota di China seperti Harbin, Shenyang, Dalian, Zhengzhou, Jinan, Xian dan beberapa kota lainnya di China Selatan dan Barat.

“Sebagian besar penerbangan charter akan dilakukan di periode Chinese New Year yaitu sekitar Februari 2015,” tambah Asa.

Sumber

Ini Kronologi Ditemukannya “Black Box” AirAsia QZ8501

Tim penyelam gabungan TNI AL akhirnya berhasil menemukan dan mengangkat flight data recorder (FDR) dari black box atau kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Senin (12/1/2014) pagi. Penemuan black boxini diawali dari deteksi pinger detector milik Kapal Navigasi Jadayat, Jumat (9/1/2014) lalu.

Black box terdeteksi sekitar 1,7 mil laut dari lokasi ekor pesawat yang sebelumnya telah ditemukan.

Saat itu, diduga black box yang seharusnya ada di ekor pesawat sudah keluar dan terseret arus. Sebagian tim penyelam yang ada di KRI Banda Aceh pun langsung dikerahkan ke KN Jadayat untuk fokus mencari dan mengangkat black box tersebut, sementara tim sisanya yang berada di KRI Banda Aceh fokus untuk mengangkat ekor pesawat.

Penyelam baru bisa turun secara penuh pada Minggu (11/1/2014), setelah ekor pesawat berhasil diangkat sehari sebelumnya. Setelah diangkat, di ekor pesawat itu memang tidak ditemukan adanya black box sehingga dugaan black box terseret arus semakin menguat.

Turun dengan kekuatan penuh, pada hari Minggu itu, penyelam sudah mulai mendapat titik terang. Serpihan-serpihan pesawat berhasil ditemukan.

Ketika serpihan sayap pesawat didekati dengan pinger detector,sinyal pun semakin menguat. Namun, arus bawah air pada hari itu sudah membesar sebelum tim penyelam belum sempat melakukan pencarian.

Tim gabungan Komando Pasukan Katak, Marinir, dan Dinas Selam Bawah Air ini hanya sempat memasang tali dan balon penanda. Pada Senin pagi, tim penyelam turun kembali dan langsung melakukan pencarian di lokasi.

Sumber

Aplikasi Pemantau Perjalanan Pesawat

Aplikasi Pemantau Perjalanan Pesawat

Aplikasi Pemantau Perjalanan Pesawat. Setelah pesawat mengudara lambat laun seolah-olah hilang, kita tidak tahu keberadaan jalur si pesawat tersebut bahkan lewat mana saat berada di udara. Misalnya, saat mengantarkan rekan kita yang terbang, kita hanya menunggu kabar setelah ia mendarat, namun tidak tahu per-­jalanan­­­­nya sampai di mana.

Anda tidak perlu khawatir lagi soal itu, sebab belakangan ini ada aplikasi terbaru yang membantu Anda me­ngetahui pergerakan pesawat. Bahkan Anda tidak perlu menjadi seorang petugas ATC terlebih dulu.

Nama aplikasi tersebut adalah Flightradar24. Aplikasi ini menjadikan gadget Android Anda menjadi radar lalu lintas udara dan melihat pesawat di seluruh dunia secara nyata dan tepat waktu.

Menurut informasi dari Flightradar24, ini aplikasi perjalanan nomor satu yang telah diterapkan di lebih dari 50 negara termasuk Jerman, Prancis, Inggris, Jepang dan Australia. Selanjutnya, menjamur di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Bahkan, tren software ini, awalnya sering ditampilkan di media seperti BBC (Inggris), Bild (Jerman), Le Monde (Prancis), CNN (AS), Fox News (AS) dan MSNBC (AS).

Fitur-Fitur Flightradar24

Anda akan dimanjakan dengan beberapa pilihan aplikasi yang memudahkan pengguna selama mengoperasikan. Flightradar24 app menawarkan:

  • Informasi yang komprehensif, termasuk rute, kecepatan, ketinggian dan lain-lain.
  • Tampilan 3D
  • Informasi status penerbangan, seperti waktu keberangkatan yang dijadwalkan,  jadwal waktu kedatangan dan perkiraan waktu kedatangan
  • Augmented reality, tampilan yang mengidentifikasi pesawat terbang
  • Mempermudah untuk mencari penerbangan tertentu
  • Mencakup secara total penerbang­an di seluruh dunia dengan informasi akurat.
  • Pilih berdasarkan maskapai penerbangan, ketinggian, kecepatan.
  • Informasi darurat
  • Mempermudah melihat logo suatu perusahaan penerbangan, kode panggil (callsign), nomor penerbangan, registrasi sesuai negara yang berhubungan dengan pesawat.
  • Lokasi bandar udara lengkap deng­an nama, kode IATA (International Air Transport Association) dan ICAO (International Civil Aviation Organization).

Sistem Kerja (Aplikasi Pemantau Perjalanan Pesawat)

Data yang dimiliki Flightradar24 berasal dari FAA dan sistem Automatic Dependent Surveillance-bBoadcast (ADS-B) di negara-negara lain. Artinya, laman ini menghimpun  data dari dua tempat tersebut dan menyederhanakannya agar mudah digunakan bagi orang banyak.

Teknologi ADS-B kemudian mampu dijelaskan melalui visual (gambar) deng­an baik. Pesawat mendapatkan lokasi dari sumber navigasi GPS (satelit). Unit ADS-B menerima sinyal pesawat dan mentransmisikan berisi tentang lokasi dan informasi lainnya.

Sinyal ADS-B diterima oleh receiver yang terhubung ke Flightradar24. Selanjutnya, receiver akan memberikan data ke Flightradar24 dan data tersebut bisa dinikmati oleh konsumen.

Flightradar24 hanya memiliki cakup­an di daerah di mana seseorang telah memasang receiver ADS-B dan feed/data­nya ke dalam Flightradar24. Jika tidak ada penerima terhubung ABS-B, maka tidak ada informasi di daerah itu.

Jalur Pesawat Berwarna

Ada dua jenis real time yang tersedia di laman ini. Lambang pesawat “kuning” menyajikan informasi yang di-update setiap beberapa detik. Sedangkan lambang pesawat “oranye” di sebelah ka­nan bawah menyajikan informasi yang diperbarui setiap 5 menit sekali.

Ketika Anda mengklik di pesawat, jalan/jalur pesawat khusus ini telah dicetak pada peta. Warna jejak di belakang pesawat berbeda tergantung pada ketinggian pesawat itu.

Wilayah Jelajah

Flightradar24 mengkalim telah meningkatkan jumlah jangkauan wilayah secara global sejak November 2013. Silakan kunjungi http://www.flightradar24.com untuk membuktikannya.

Negara yang terhubung di Eropa mencakup sekitar 99 persen dari seluruh benua ini. Amerika, memiliki informasi 100 persen di Amerika Serikat, Amerika Selatan, Kanada, Meksiko. Ada isu bahwa terkadang mengalami keterlambatan dikarenakan data radar yang diberikan oleh Federal Aviation Administration (FAA).

Asia dan Oceania, pergerakan di Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Selatan,  Asia Barat, Asia Tengah. Pembagian negara juga berdasarkan Australia dan Selandia Baru. Afrika, termasuk wilayah Afrika Utara, Afrika Tengah, Afrika Barat dan Afrika Selatan.

Cuaca

Bali
broken clouds
28.5 ° C
28.5 °
28.5 °
72 %
4.3kmh
59 %
Mon
27 °
Tue
29 °
Wed
30 °
Thu
29 °
Fri
30 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,378.8
AUD
12,502.4
EUR
20,377.1
CNY
2,545.1
JPY
110.8
SGD
13,644.3