Home Blog Page 238

Mengantisipasi ASEAN Single Aviation Market

Dalam beberapa tahun terakhir, isu pasar bebas ASEAN, open sky menyita perhatian banyak pihak, karena jika tidak ada perubahan, akan diberlakukan pada 2015. Banyak yang berasumsi mungkin diberlakukan awal 2015, namun ada yang memerkirakan baru akan dilaksanakan pada akhir 2015.

Deklarasi ASEAN Single Aviation Market (ASAM) akan ditandatangani pada Desember 2015. ASAM diharapkan sepenuhnya akan meliberalisasi perjalanan udara di antara negara-negara anggota di kawasan ini, yang memungkinkan negara-negara ASEAN dan maskapai yang beroperasi di wilayah tersebut untuk langsung mendapatkan keuntungan dari pertumbuh­an dalam perjalanan udara di seluruh dunia dan juga membebaskan pariwisata, perdagangan, investasi dan jasa di antara negara-negara anggota.

CIMB ASEAN Reserach Institute menjelaskan bahwa dokumen konsultasi (consultation paper) me­ngungkapkan pada 2015 akan diarahkan hal-hal se­perti kriteria untuk hak kepemilikan dan pengendali­an perusahaan penerbangan, tarif dan lainnya dari Aeronautical Enforcement.

Para pemimpin ASEAN menyatakan bahwa wilayah tersebut mengakui kebutuhan untuk memperkuat intra ASEAN maritim dan jasa pengiriman. Mereka juga menyambut baik kemajuan dalam kerja sama transportasi, yang mencakup pembentukan tugas untuk memantau dan mempromosikan pelaksanaan ASEAN Single Shipping Market (ASSM)dan kemajuan ASAM.

Brunei Darussalam saat ini dikabarkan sedang mempelajari kebijakan yang memungkinkan pembentukan sebuah maskapai penerbangan regional baru termasuk operator murah yang akan melayani rute Brunei-Indonesia-Filipina-Kawasan Pertumbuhan ASEAN Timur atau Brunei-Indonesia-Philippines– East ASEAN Growth Area(BIMP-EAGA).

Pasar tunggal penerbangan ASEAN atau ASEAN Single Aviation Market pada 2015, merupakan kebijakan yang telah disepakati oleh seluruh negara anggota ASEAN yang tertuang dalam ASEAN Multilateral Agreement on Air Services (ASEAN MAAS) dan telah ditandatangani pada 20 Mei 2009 di Manila, Filipina.

Centre for Aviation Analysis menyatakan bahwa pasar tunggal tidak mungkin untuk diwujudkan pada 2015. Menurut artikel tersebut, kebebasan ketujuh yang memungkinkan operator untuk terbang antara titik di dua negara layanan yang berada di luar negara asal maskapai – serta hak cabotage (kebebasan kedelapan) – yang memungkinkan operator asing meng­hubungkan dua titik dalam negeri di suatu negara tidak dipertimbangkan dalam hal  “pasar tunggal”.

Sumber

Cover Greeting Maskapai KLM Bikin Penumpang Terharu

Maskapai penerbangan KLM Royal Dutch Airlines membuat sebuah pesan benada cinta dalam sebuah kertas di kursi dan terukir indah di tiap-tiap bangku penumpang dalam penerbangan dari Amsterdam Schiphol Airport. Hal tersebut dalam rangka kampanye yang disebut “Cover Greeting”.

Setelah selesai boarding pass, tanpa sepengetahuan penumpang seorang karyawan KLM Royal Dutch Airlines akan menuliskan pesan. Isi pesan disertai dengan gambar-gambar kecil berwarna-warni penuh makna.

Setelah selesai menulis pesan, petugas KLM Royal Dutch Airlines akan bergegas ke pesawat dan menempelkannya di kursi Anda. Jadi, setibanya di pesawat penumpang akan sangat terkejut dengan pesan asing di kursi mereka.

Seorang penumpang wanita bahkan sampai meneteskan air mata setelah membacanya.

“Oh Tuhan, aku berjanji pada diri sendiri untuk tidak menangis lagi,” ungkap wanita tersebut seperti dikutip Boston.

Sumber

AirNav Perkuat Sistem Radar Udara

Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) terus berbenah. Lembaga yang lebih dikenal dengan sebutan Airnav Indonesia itu akan segera mengintegrasikan pengoperasian Radar Tanjung Pinang dan Radar Natuna di Provinsi Kepulauan Riau, serta Radar Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat dengan Air Traffic Control (ATC) Cengkareng di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

“Kami targetkan integrasinya siap pada akhir bulan Januari 2015,” kata Direktur Utama AirNav Indonesia Bambang Tjahjono, Rabu (14/1).
Ketiga radar yang dibangun INDRA, pabrikan alat navigasi radar asal Spanyol itu selesai pada 2012 dan harusnya sudah terotomasi dengan ATC Cengkareng. Namun, sampai sekarang ketiga radar itu belum juga terintegrasi dengan ATC Cengkareng.

Menurut Bambang, pengintegrasian ketiga radar itu harus dilakukan, sehingga semua pesawat terbang yang melintas di wilayah barat bisa terpantau oleh ATC Cengkareng.

Ia mengaku, tidak tahu banyak mengapa ketiga radar itu belum terintegrasi karena proyek pemasangannya ditangani langsung oleh Kementerian Perhubungan.

Seperti diketahui, untuk radar-radar yang beroperasi di wilayah barat, pusat kontrolnya secara operasional berada di bawah ATC Cengkareng. Sedangkan untuk wilayah timur berada di bawah ATC Makasar.

Selain mengintegrasikan ketiga radar itu, AirNav juga akan mengganti radar lama dengan radar baru yang lebih modern. “Itu juga akan kami lakukan dalam waktu dekat,” katanya. Dalam pembangunan radar baru ini, AirNav tetap mengusulkan INDRA sebagai pelaksana proyek.
Modernisasi radar ini dilakukan di tiga wilayah, yakni Jakarta, Pekanbaru dan Yogyakarta. Total ada empat radar baru yang akan dipasang, dengan rincian di Jakarta dua radar, Pekanbaru satu, dan Yogyakarta satu.

Menurut Bambang, biaya yang disiapkan untuk pemasangan ketiga radar itu sebesar Rp 117 miliar. Anggaran itu sudah termasuk biaya buat kalibrasi dan pengintegrasian radar. Ia mengaku, banyak belajar dari proyek pemasangan radar di masa lalu yng masih banyak kekurangan. “Dulu itu kurangnya ini itu, sekarang kita perbaiki,” ujarnya.

Sumber

Warga Rusia Pertama Rakit Helikopter di Amerika

Helikopter merupakan salah satu dari pemain penerbangan. Yang membedakan dengan pesawat lain  adalah rotor digerakkan di atas badan. Jenis moda transportasi udara yang mungil ini telah diproduksi  oleh berbagai macam pabrik, salah satunya Sikorsky.

Mengapa bernama Sikorsky? Tak lain berkat pencetusnya yang bernama Igor Ivanovich Sikorsky. Ia pelopor aviasi Rusia yang tiba di New York pada 30 Maret 1919. Perjalanannnya penuh dengan impian dan aspirasi lanjutan dirgantara.

Dalam Sikorsky Archive diungkapkan, ia masuk Amerika untuk “membang­un pesawat”. Dia membuat beberapa upaya untuk memasukkan kembali penerbangan di negara baru­nya. Pesawat dan mesin dibangun untuk Perang Dunia I tersedia dengan harga yang sangat rendah dan penerbangan digambarkan sebagai “industri yang sedang sekarat”.

Suka dengan Alam dan Karet

Menurut Interesting Kiev, Igor Sikorsky lahir di Kiev, Kekaisaran Rusia, sekarang dikenal sebagai Ukraina. Igor merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Ayahnya, Ivan Alexeevich Sikorsky, seorang profesor psikologi, sementara ibunya Mariya Stefanovna Sikorskaya adalah seorang dokter.

Pada 1900, saat usia 11, ia me­nemani ayahnya ke Jerman. Melalui percakapan dengan ayahnya, ia me­ng­aku tertarik pada ilmu alam. Setelah pulang ke rumah, Sikorsky mulai bereks­perimen dengan mesin model terbang dan pada usia 12, ia telah membuat karet kecil bertenaga angin yang mampu terbang.

Sikorsky mulai belajar di Saint Petersburg Rusia Imperial Akademi Angkatan Laut pada 1903. Namun, ia tidak mengikuti jejak orang tua, justru menetapkan bahwa masa depannya terletak pada teknik, sehingga ia mengundurkan diri dari akademi.

Akhirnya, Igor memutuskan mening­galkan Kekaisaran Rusia untuk belajar di Paris. Ia kembali ke Rusia pada 1907, mendaftar di Mechanical College of the Kiev Polytechnic Institute.

Setelah satu tahun kuliah, ia kembali menemani ayahnya ke Jerman pada musim panas 1908, di mana ia belajar dari Wright bersaudara dan Ferdinand von Zeppelin. Sikorsky kemudian meng­atakan, “Dalam dua puluh empat jam, saya memutuskan mengubah pekerjaan hidup untuk mempelajari penerbangan.”

Desainer Pesawat

Ia menggambarkan Paris pada 1909: “Pada saat itu, Paris merupakan pusat dunia penerbangan dan Aeronautics bukanlah sebuah industri atau bahkan ilmu. Oleh karena itu, penerbangan singkat sangat mengesankan. Saya mengamati ekspresi sukacita untuk pertama kalinya menyaksikan mesin terbang yang membawa seorang di udara.”

Dengan dukungan keuangan dari adiknya Olga, Sikorsky kembali ke Paris pada 1909 untuk mempelajari aeronautika di Ecole des Techniques Aéronautiques et de Construction Automobile in Paris (ETACA, sekarang École supér­ieure des techniques aéronautiques et de construction automobile), yaitu sekolah engineering dan pusat pembelian suku cadang pesawat.

Pada saat itu, Sikorsky bertemu deng­an pelopor penerbangan lain untuk meminta jawaban tentang pesawat dan terbang. Pada Mei 1909, ia kembali ke Rusia dan mulai merancang helikopter pertamanya.

Ia menguji terbang pada Juli tahun yang sama, namun mengalamai masalah teknis kontrol, karena pesawat tidak dapat terbang. Dia akhirnya membongkar pesawat pada Oktober 1909 guna memastikan hasil rancangannya.

Pesawat Pertama dan Sertifikat Pilot

Sikorsky berhasil merakit pesawat dari desain sendiri dengan nama S-1 menggunakan 15 hp mesin Anzani. Yang kedua 25 hp Anzani Model S-2 terbang pada 16 Juni 1910.

Agar muat lebih banyak, kemudian Sikorsky membangun dua tempat duduk di pesawat S-5, desain pertamanya tidak didasarkan pada pesawat Eropa lainnya.

Sukses menerbangkan pesawat sendiri, Sikorsky memperoleh lisensi pilot Fédération Internationale Aeronautique (FAI) yang dikeluarkan oleh Imperial Aero Club dari Rusia pada 1911.

Namun, selama demonstrasi S-5, mesin berhenti dan harus melakukan pendaratan darurat. Hal tersebut di­ketahui ternyata pesawat kekurangan bahan bakar serta mesin tidak mampu bekerja dengan baik.

Berawal dari kejadian tersebut, Sikorsky menemukan cara tentang perlunya sebuah pesawat yang bisa terus terbang jika kehilangan mesin, yaitu dengan S-6 berkapasitas tiga pe­numpang. Karyanya ini terpilih sebagai pemenang pameran pesawat Moskow diselenggarakan oleh Tentara Rusia pada Februari 1912.

Membangun Pabrik

Di Amerika Serikat, Sikorsky pertama kali bekerja sebagai guru sekolah dan dosen, sambil mencari kesempatan untuk bekerja di industri penerbang­an. Pada 1932, ia bergabung dengan fakultas dari Universitas Rhode Island untuk membentuk program Aeronautical Engineering.

Pada 1923, Sikorsky membentuk Manufacturing Company Sikorsky di Roosevelt, New York yang dibantu oleh beberapa mantan perwira militer Rusia. Meskipun prototipe-nya rusak dalam uji terbang pertama, Sikorsky merakit S-29, salah satu yang pesawat pertama bermesin ganda di Amerika berkapasitas 14 penumpang dengan kecepatan 115 mph.

Sikorsky Manufacturing Company pindah ke Stratford, Connecticut pada 1929,  menjadi bagian dari America Technologies Corporation. Perusahaan ini memproduksi pesawat terbang jenis S-42 “Clipper” yang dioperasikan oleh Pan Am untuk jalur transatlantik.

Produk Vought-Sikorsky VS-300 dikenalkan pada 14 September 1939 dengan penerbangan bebas pertama. Keberhasilan Sikorsky melalui VS-300 mengarah ke R-4 yang akhirnya diproduksi massal pertama di dunia pada 1942.

VS-300 terdiri dari rotor utama tunggal dan rotor ekor antitorque tunggal. Helikopter ini telah terbukti menjadi salah satu konfigurasi paling populer, kemudian digunakan di sebagian besar helikopter yang diproduksi saat ini.

Hingga saat ini, pabrikan dari tang­an Sikorsky tetap berjaya. Sikorsky Aircraft fokus pada pembangunan dan pemasaran helikopter komersial. Unit usaha menggabungkan helikopter sipil utama yang diproduksi oleh Sikorsky Aircraft dan helikopter bisnis oleh Schweizer Aricraft.

Pusat utama Sikorsky dan kantor administrasi berlokasi di Stratford, Connecticut. Fasilitas Sikorsky lainnya di Shelton, Bridgeport, Connecticut, Fort Worth, Texas, West Palm Beach, Florida, Huntsville dan Troy, Alabama.

Sumber

Roger Beteille, “Mr Airbus”

Tokoh kita kali ini adalah seorang insinyur penerbangan Prancis. Dia adalah salah satu pemegang kunci dalam pembentukan konsorsium Airbus Eropa. Beteille telah menghabiskan waktu untuk mengamati dunia penerbangan seperti Air France dan Lufthansa, serta mengunjungi perusahaan penerbangan AS seperti United, TWA dan American Airlines.

Dia juga memutuskan bahwa bahasa Inggris harus menjadi bahasa kerja dan  untuk satuan pengukuran tidak boleh menggunakan metrik, karena sebagian besar maskapai  yang memiliki pesawat buatan Amerika menggunakan feet.

Karier Pertama dan Nama Pusat Perakitan

Setelah menyelesaikan sekolah menengahnya, ia melanjutkan ke École Polytechnique (Sekolah Politeknik) di Prancis. Kemudian ia memilih masuk ke Corps de l’armement. Ia juga melakukan studi di Supaéro dan Centre des hautes études de l’armement (CHEAr). Pada 1945 ia mendapatkan lisensi pilot.

Setelah pelatihan kursus aeronautika di Ecole Nationale Supérieure Aéronautique, ia kemudian bekerja di kantor desain Société Nationale de Constructions Aéronautiques du Sud-Est (SNCASE) di Mariganane, lalu di Toulouse.

Itu adalah kali pertama Roger bekerja dalam bidang aerodinamika, yang kemudian menjadi kepala stress analysis team untuk mengetes pesawat Se 2300 two-seater bertenaga 140HP. Selanjutnya, ia mendapat kesempatan untuk menggunakan prototipe tersebut se­bagai pesawat profesional.

Pada 1945, Roger pindah ke Experimental Flight Test Engineer (Departemen Uji Penerbangan) SNCASE sebagai Insinyur Uji Penerbangan Eksperimental di Toulouse, dan pada 1952 ia dengan Sud-Aviation dan menjadi Manajer yang memimpin bagian Pesawat Transportasi Penumpang, yaitu Languedoc, Armagnac, Caravelle, dan yang lainnya.

Setelah mendapat sertifikasi resmi pesawat Caravelle, ia kemudian ditunjuk sebagai kepala insinyur atas divisi angkasa dan Misil SNCASE di Cannes. Setelah itu ia mendapat kesempatan bekerja di beberapa program misil dan satelit.

Pada 1967, saat pembuatan Airbus Industrie, ia diangkat menjadi Chief Engineer pada Airbus A300 di Sud-Aviation, tempt di mana ia mengawasi dan mensertifikasi A300, pesawat widebody pertama bermesin ganda di dunia.

Kemudian pada 1970, ia diangkat menjadi Senior Vice President Engineering di Airbus Industrie. Pada saat itu ia sudah meramalkan kebutuhan dan manfaat dari pengembangan pesawat B9, B10 dan B11, yang kemudian menjadi pencetus A310, A330 dan A340.

Pada  1983 ia menjadi anggota pendiri French Académie de l’air et de l’espace (AAE). Roger kemudian pensiun pada Maret 1984. Bangunan Perakitan Terakhit untuk Airbus A350 di Toulouse dinamai menurut namanya.

Prestasi Memimpin Airbus

Sebagian besar keberhasilan awal Airbus dapat ditelusuri kembali ke Roger Beteille, yang memiliki julukan “Mr Airbus”. Kontribusinya meliputi “Airbus Fuselage”; 222-inch penampang pesawat dengan kemampuan untuk membawa kontainer barang.

Dia membeli pesawat angkut super Guppy guna membawa potongan-potongan pesawat untuk kemudian disatukan di tempat perakitan akhir di Toulouse. Roger juga cukup lama menjabat sebagai Chief Operating Officer dan dapat dianggap sebagai salah satu pendiri, bersama dengan Henri Ziegler dan Felix Kracht, dari Airbus Industrie, yang kemudian menjadi sebuah divisi dari EADS.

Sumber

Si Anak Desa Pelopor Helikopter

Bicara soal helikopter, dunia memiliki Igor Sikorsky dan Mikhail L Mil. Mereka adalah perancang helikopter pertama di dunia. Tak mau kalah, Indonesia juga memiliki penggagas pesawat.

Jika Nurtanio Pringgoadisuryo merancang pesawat sayap tetap, maka Yum Soemarsono merintis sayap putar atau helikopter. Yum juga dikenal sebagai seorang tentara angkatan udara, penerbang dan ilmuwan.

Dalam Referensi Biografi Tokoh dan Public Figure, Yum sukses menggarap helikopter pada 1948 atau saat ia memasuki usia 32 tahun. Hal ini berarti selang sekitar sembilan tahun setelah helikopter pertama diterbangkan oleh Igor Sikorsky.

Tertarik dari Lapangan Terbang

Berasal dari Soko, Purworejo, Jawa Tengah, Letkol (pur) Yum Soemarsono bukanlah anak gedongan, melainkan anak desa yang mulai melirik pesawat terbang.

Informasi dari Biografi Yum Soemarsono Bapak Helikopter Indonesia,  saat itu ia sering melihat pesawat hiruk pikuk di Lapangan Terbang Tidar, Magelang.

Dalam biografinya, helikopter kar­yanya pada saat itu tidak memiliki bentuk seperti helikopter yan ada sekarang.

Kala itu informasi tentang perkembangan teknologi helikopter sangat sulit diperoleh. Mengutip dari selayaronline, dalam pembuatan pesawatnya, Yum hanya mempelajari lembaran stensilan karangan seorang ilmuwan Belanda, Ir Oyen pada 1940 tentang aerodinamika dan sebuah gambar dari majalah Popular Science  pada 1939.

Instruktur Amerika Terkagum-Kagum

Berkat prestasinya pada perakitan kedua, pada  1951 ia mendapatkan beasiswa dari Hiller untuk belajar me­nerbangkan helikopter di California, AS. Selain belajar menerbangkan helikopter, Yum juga mengambil kursus desain helikopter di Stanford University.

Di sini dia juga menunjukkan kepiawaian perhitungan desain rotor blade-nya, yang cuma berbeda satu inchi dari rotor blade rancangan Wayne Wiesner, kepala biro desain Pabrik Hiller.

Saat mengeluarkan helikopter ketiga, Leonard Parish, instruktur terbang pabrik Hiller Helicopter Amerika yang diberi tugas melatih putra-putra Indonesia menerbangkan helikopter, justru terkagum-kagum melihat helikopter rancangan Yum yang telah menggunakan rotor stabilizer (baling-baling ekor), padahal di Amerika sendiri rotor stabilizer masih dalam tahap uji coba. Parish bahkan menawarkan diri sebagai pilot uji coba.

Sumber

Garuda Indonesia Luncurkan “Garuda Indonesia New Digital Experience”

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., pada hari ini Kamis (15/1) meluncurkan program “Garuda Indonesia New Digital Experience” dengan memperkenalkan sejumlah layanan digital terbaru perusahaan yang terdiri dari : Garuda SocialMiles, Garuda Indonesia Youtube Brand Channel, social media channel, serta tampilan baru website www.garuda-indonesia.com.

Peluncuran “Garuda Indonesia New Digital Experience” ini merupakan upaya Garuda Indonesia untuk meningkatkan potensi pasarnya melalui pasar e-commerce dan digital, khususnya generasi muda, melalui berbagai pengembangan platform digital yang kini dimiliki perusahaan, serta sebagai bentuk upaya peningkatan layanan kepada pengguna jasa.

Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia, Handayani menyampaikan bahwa, dengan perkembangan dunia digital yang kian berkembang pesat, menuntut perusahaan untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan kepada pengguna jasa, khususnya kemudahan bertransaksi dan berinteraksi dalam layanan digital.”

“Untuk itu, melalui program “Garuda Indonesia New Digital Experience” ini, kami harapkan dapat menjadi salah satu potensi dan sarana terbaik berbasis teknologi digital, untuk mendekatkan layanan perusahaan sekaligus menjadi added value bagi pengguna jasa”.

“Garuda Indonesia New Digital Experience”, memperkenalkan sejumlah layanan digital terbaru Garuda Indonesia, seperti travel community platform “Garuda SocialMiles” yang merupakan platform khusus bagi para traveler maupun pengguna jasa Garuda Indonesia untuk berbagi informasi dan inspirasi baik berupa foto, tulisan, maupun video mengenai destinasi wisata menarik.

Platform “Garuda SocialMiles memiliki sejumlah fitur-fitur informatif seperti “Travelopedia”, yang merupakan “wikipedia” ribuan destinasi yang tersebar di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke , dimana pengguna bisa membaca info destinasi, memberi rating, review, share atau membagi destinasi pilihannya sendiri. Selain itu, terdapat fitur “Discovery”, sebuah konten tematik dari berbagai keunikan dan atraksi di Indonesia, dimana pengguna bisa membaca info konten tematik tersebut, memberi rating, review, share atau membagi destinasi pilihannya sendiri.

Platform “Garuda SocialMiles” juga dilengkapi dengan fitur “Travel Asisstant” yang terdiri dari Travel Planner dan Travel Diary, dimana pengguna bisa merancang itinerary perjalanannya yang diinspirasikan oleh konten-konten di “Travelopedia” dan “Discover”. Fitur lainnya adalah “Travel Lounge” yang memiliki konten tips dan tutorial video seputar traveling seperti tutorial fotografi perjalanan, packing, hingga referensi hotel.

Para pengguna “Garuda SocialMiles” akan mendapatkan poin khusus pada tiap informasi yang disampaikan melalui platform “Garuda SocialMiles. Poin tersebut nantinya akan dikonversikan dengan miles Garuda dan dapat ditukar dengan berbagai penawaran menarik dari Garuda Indonesia. Adapun mekanisme pengguna jasa yang ingin bergabung dalam “Garuda SocialMileS” dapat melakukan registrasi pada laman www.garudasocialmiles.com

Selain meluncurkan “Garuda SocialMiles”, Garuda Indonesia juga memperkenalkan Garuda Indonesia Youtube Brand Channel , sebagai kanal informasi melalui youtube, yang menampilkan berbagai video mengenai konsep layanan Garuda Indonesia Experience, marketing campaign, hingga profil cabin crew.

Melengkapi fitur Garuda Indonesia Youtube Brand Channel, Garuda Indonesia juga me-relaunch social media channel, seperti Instagram (@garuda.indonesia), Facebook (official Garuda Indonesia), dan Twitter (@IndonesiaGaruda). Selain akun twitter (@IndonesiaGaruda), Garuda Indonesia juga memperkenalkan akun twitter @Garuda_Promo dan @Garuda_Cares untuk menunjang layanan informasi perusahaan.

Berbagai pengembangan social media channel tersebut diharapkan dapat semakin mengakomodir kebutuhan informasi pengguna jasa secara real time melalui berbagai kanal informasi social media.

Sementara itu, seiring dengan tingginya aktivitas booking & reservasi melalui website, Garuda Indonesia juga memperkenalkan tampilan baru website www.garuda-indonesia.com. Tampilan baru website ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang berbeda dengan berbagai kemudahan bagi pengguna jasa mulai dari proses pemilihan destinasi, pembelian tiket sampai perjalanan mereka di tempat tujuan.

Bersama dengan tampilan baru website, Garuda Indonesia juga memperkenalkan fitur baru “BidUpgrade” pada tampilan baru tersebut. Fitur baru tersebut memberikan kesempatan kepada pengguna jasa untuk mendapatkan layanan upgrade kursi dari Economy Class ke Business Class dengan mekanisme bidding.

Garuda Indonesia saat ini telah memiliki berbagai layanan transaksional digital berbasis e-commerce bagi pengguna jasa, yang terdiri dari Garuda Online Sales (GOS), Online sales Partnership (OSP) bersama online travel agency, Corporate Online System (COS) berbasis business to business (B2B), hingga mobil apps untuk layanan reservasi dan booking.

Sejalan dengan kinerja dan pencapaian perusahaan, Garuda Indonesia, pada bulan Desember 2014 lalu, Garuda Indonesia berhasil meraih predikat sebagai “Maskapai Bintang 5” dari SkyTrax. Sebelumnya Garuda Indonesia juga berhasil meraih pengakuan atas keberhasilan program transformasi Garuda Indonesia diantaranya adalah pencapaian sebagai “World’s 7th Best Airline 2014”, “The World’s Best Cabin Crew 2014”, “World’s Best Economy Class 2013” “The World’s Best Economy Class” In 2013, “The World’s Best Regional Airline” in 2012 and “The World’s Most Improved Airlines” in 2010 dari SkyTrax. Selain itu, Garuda Indonesia juga berhasil meraih penghargaan “Best in Region: Asia and Australasia” dari Airline Passenger Experience Association (APEX).

Garuda Indonesia Resmikan Rute Penerbangan Beijing-Denpasar pp

Garuda Indonesia pada hari ini, Selasa (13/1), meresmikan rute penerbangan baru Beijing-Denpasar pp, sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat jaringan penerbangannya, khususnya di wilayah Asia Pasifik. Rute penerbangan baru ini sekaligus juga untuk terus meningkatkan layanan kepada pengguna jasa dengan menyediakan lebih banyak pilihan tujuan penerbangan dari Tiongkok ke Indonesia

Peresmian penerbangan Beijing-Denpasar tersebut dihadiri oleh Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta serta Direktur Utama Garuda Indonesia, M. Arif Wibowo di Bandara Kedatangan I Gusti Ngurah Rai Bali.

Direktur Utama Garuda Indonesia, M. Arif Wibowo mengatakan bahwa pembukaan rute Beijing-Denpasar pp tersebut merupakan upaya Garuda Indonesia untuk terus mengembangkan jaringan penerbangannya di internasional, khususnya ke Tiongkok. “Tiongkok saat ini merupakan salah satu dari pasar yang sangat penting bagi Garuda dengan potensi turis mencapai 100 juta orang. Dengan potensi tersebut, maka Tiongkok menjadi salah satu wilayah yang menjadi fokus pengembangan jaringan Garuda Indonesia.” Kata M. Arif Wibowo.

“Sebagai upaya untuk memaksimalkan penggarapan pasar China, Garuda Indonesia juga akan meingkatkan kapasitas antara Tiongkok dan Indonesia melalui penerbangan charter dari beberapa kota di Tiongkok ke Denpasar dan Menado pada tahun baru China mendatang.” lanjut M. Arif Wibowo.

Sementara itu, Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam kesempatan tersebut menyambut baik pembukaan penerbangan Garuda Indonesia rute Beijing-Denpasar tersebut. “Kiranya dengan pembukaan rute Beijing-Denpasar pp tersebut dapat mendorong jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia, khususnya Bali serta sekaligus dapat memperkenalkan destinasi-destinasi beyond Bali seperti Lombok, Menado serta destinasi lainnya.”, tambah Arief Yahya.

Garuda Indonesia melayani penerbangan Beijing-Denpasar pp sebanyak tiga kali seminggu setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Penerbangan GA 893 berangkat dari Beijing pada pukul 06.30 LT dan tiba di Denpasar pada pukul 13.50 WITA. Sementara itu, GA 892 berangkat dari Denpasar pada pukul 21.45 WITA dan tiba di Beijing keesokan harinya pada pukul 05.00 LT. Khusus hari Jumat, penerbangan GA 892 dilayani dari Denpasar pada pukul 23.45 WITA dan tiba di Beijing pada pukul 06.30, sementara pada hari Sabtu, GA 893 berangkat dari Beijing pada pukul 08.50 LT dan tiba di Denpasar pada pukul 16.10 WITA .

Penerbangan tersebut dilayani dengan menggunakan pesawat Airbus A330-200 dengan kapasitas 222 penumpang dengan konfigurasi kursi 36 kursi bisnis dan 186 kursi ekonomi.

Dengan penerbangan Baru Beijing-Denpasar tersebut, saat ini Garuda Indonesia melayani penerbangan langsung dari dan menuju Beijing sebanyak tujuh kali per minggu dari Denpasar dan Jakarta. Selain Beijing, saat ini Garuda Indonesia juga melayani beberapa rute penerbangan ke China yaitu Shanghai dan Guangzhou.

Seluruh penerbangan Garuda Indonesia tersebut dilayani dengan konsep layanan “Garuda Indonesia Experience” yang merupakan konsep layanan yang menyajikan seluruh aspek-aspek terbaik dari Indonesia kepada para pengguna jasa dalam seluruh penerbangan baik pre, in maupun post flight.

Selain itu, untuk penerbangan ke kota – kota destinasi di China, Garuda Indonesia juga menerapkan layanan penerbangan dengan kehadiran awak kabin berkebangsaan China untuk memudahkan penumpang dalam berkomunikasi pada saat memerlukan bantuan ataupun pelayanan selama dalam penerbangan.

Selain melalui pembukaan rute penerbangan Denpasar-Beijing tersebut, sesuai dengan program jangka pendek perusahaan, program “Quick Wins”, khususnnya pengembangan “revenu generator”, pengembangan pasar China juga akan dilaksanakan dengan membuka penerbangan “charter” dari kota-kota di China seperti Chengdu, Chong Qin, Ningbo, Kunming, Junan, Harbin, Xian, Shenyang, Chengzhou untuk menuju Denpasar dan Menado pada bulan Februari/ Juli 2015.

Sementara itu, sebagai bentuk pengakuan dunia terhadap Garuda Indonesia, pada bulan Desember 2014 lalu, Garuda Indonesia berhasil meraih predikat sebagai “Maskapai Bintang 5” dari SkyTrax. Sebelumnya Garuda Indonesia juga berhasil meraih pengakuan atas keberhasilan program transformasi Garuda Indonesia diantaranya adalah pencapaian sebagai “World’s 7th Best Airline 2014”, “The World’s Best Cabin Crew 2014”, “World’s Best Economy Class 2013” “The World’s Best Economy Class” In 2013, “The World’s Best Regional Airline” in 2012 and “The World’s Most Improved Airlines” in 2010 dari SkyTrax. Selain itu, Garuda Indonesia juga berhasil meraih penghargaan “Best in Region: Asia and Australasia” dari Airline Passenger Experience Association (APEX).

Sumber

Garuda Indonesia dan BRI Tandatangani Kerjasama Corporate Sales

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Jumat (16/01) melaksanakan penandatanganan “Perjanjian Kerjasama” bidang “Corporate Sales” dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Penandatangan kerjasama kedua institusi tersebut dilaksanakan oleh Direktur Komersial Garuda Indonesia Handayani dengan Direktur MSDM BRI Gatot Mardiwasisto dan disaksikan oleh Plt. Direktur Utama BRI Asmawi Syam, di Gedung BRI I, Jakarta Pusat.

Dengan ditandatanganinya kerjasama ini, maka Garuda Indonesia menjadi penerbangan resmi bagi seluruh karyawan BRI dan afiliasinya, baik perjalanan dinas maupun perjalanan pribadi karyawan, keluarga maupun mitra kerja BRI. Penerbangan tersebut meliputi rute domestik maupun internasional (tidak termasuk penerbangan code-share) dengan harga dan layanan khusus berupa special corporate fare, konter check-in khusus pelanggan korporat, excess baggage sejumlah 10kg, serta benefit lainnya.

Direktur Komersial Garuda Indonesia Handayani dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa penandatangan “Corporate Sales” dengan BRI ini merupakan upaya Garuda Indonesia untuk meningkatkan pangsa pasarnya khususnya pasar korporasi. “Pasar korporat merupakan pasar yang cukup besar dan potensial bagi Garuda Indonesia. Di samping itu, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tentunya kerjasama ini akan meningkatkan sinergi antar kedua belah pihak”, tambah Handayani.

Sementara itu, Direktur MSDM BRI Gatot Mardiwasisto menyatakan bahwa kerjasama Garuda Indonesia dan BRI merupakan satu langkah besar dalam sinergi bisnis dua instustusi besar. BRI akan terus berusaha meningkatkan standar layanan terhadap SDM nya salah satunya dengan memberikan layanan penerbangan yang telah memenuhi standar keamanan dan kenyamanan yg baik untuk bepergian. Selain itu, melalui kerjasama ini diharapkan nantinya dapat membuka peluang-peluang bisnis baru bagi BRI dan Garuda Indonesia.

Sumber

Manfaat Electric Green Taxiing System

Mesin pesawat bisa diminimali­sasi fungsinya pada saat pesawat  menuju terminal (taxy in) ataupun pada saat pesawat menuju runway/taxy out. Hal itu perlu dilakukan untuk menghindari  benda asing yang merusak (Foreign Object Damage)   terhisap ke dalam mesin.

Bagaimana prinsip kerjanya?  Di dalam mesin ada sebuah motor listrik berkempuan tinggi untuk memutar (hi torque electro motor)  yang terpasang dan memutar  nose wheel, baik untuk maju ataupun mundur dengan memanfaatkan sumber tenaga listrik dari Auxilary Power Unit (APU), dan kontrol panelnya sangat sederhana  terdapat di cockpit.

Produk teknologi tinggi ini diciptakan oleh perusahaan Honeywell yang beraliansi dengan Safran serta  WheelTug. Produk ini belum terlalu banyak digunakan, namun armada  Boeing 737 NG banyak menggunakannya.

Aspek Biaya Bahan Bakar

Keuntungan tertinggi bagi perusahaan penerbangan yang menggunakan produk ini adalah dari sisi penghematan  fuel (bahan bakar). Harap maklum  budget terbesar adalah  untuk pembelian bahan bakar. Bahan bakar merupakan komponen biaya sebesar hampir 50 persen dari pengoperasian pesawat udara. Tentunya dengan logika yang sederhana yaitu memperbandingkan antara konsumsi bahan bakar kedua engine terhadap konsumsi bahan bakar APU.

Sebagai contoh untuk sebuah Boeing 737-800  kedua buah Engine CFM  CFM 56-7B26 memiliki gaya dorong (thrust) sebesar  26.000 kg akan menghabiskan fuel  rata-rata sebanyak 2,362.70 kg/hour, sedangkan APU konsumsi bahan bakar  rata-rata sebanyak 400 liter atau sekitar  300 kg/hour.

Aspek Penggunanaan Engine dan Komponen Lainnya

Dengan pengurangan penundaan waktu untuk start engine tersebut pada saat departure/taxi out serta mematikan engine lebih awal pada saat arrival, maka akan memperpanjang usia engine untuk overhaul/shop visit.

Sumber

Jika Abu Vulkanik Menyelimuti Penerbangan

Gunung Sangeang Api di Bima, Nusa Tenggara Barat, pada 30 Mei lalu pukul 15.16 WITA meletus, yang berdampak pada ditutupnya Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima dan Bandar Udara Tambolaka serta tertutupnya akses penerbangan akibat debu vulkanik (volcanic ash) yang membahayakan penerbangan.

Penutupan bandar udara tersebut sesuai dengan “Volcanic Ash Advisory Number 2014/20” – pemberitahuan (dari otoritas penerbangan) tentang perubahan aktivitas gunung berapi, erupsi dan awan abu yang berpotensi berpengaruh terhadap pengoperasian pesawat dan kegiatan penerbangan pada umumnya.

Remain Over Night (RON)

Beberapa airlines menerapkan kebijkan untuk armadanya dengan bermalam di airport luar daerah (out station) sesuai dengan jadwal terbang. Dengan strategi ini diharapkan dapat melayani penerbangan pagi hari dari bandar udara di mana pesawat tersebut bermalam.

Teknisi dari beberapa maskapai pun harus mengakhiri aktivitas perawatannya dengan melakukan pemeriksaan rutin harian (daily) dan tentunya tidak lupa harus menutup pitot static maupun mesin pesawat menggunakan penutup yang sesuai ukuran serta fungsinya.

Selain bandar udara yang tertutup oleh abu vulkanik dan harus menunggu untuk dibersihkan terlebih dulu, dari sisi perawatan, ternyata ada beberapa prosedur yang wajib dikerjakan guna memastikan bahwa semua sistem pesawat dalam kondisi prima.

Perawatan Pesawat Tidak Berjadwal (Unschedule Maintenance)

Dalam membuat manual perawatan pesawat (Aircraft Maintenance Manual/AMM), pabrikan pesawat sudah menyiapkan beberapa prosedur terkait perawatan tidak berjadwal yang harus dilakukan apabila sebuah pesawat udara mengalami kondisi tersebut.

Umumnya prosedur tersebut di­letakkan di AMM chapter 05 tentang Conditional (Unschedule) Maintenance. Cakupan prosedur di bagian tersebut mencakup perawatan yang harus dilakukan apabila pesawat mengalami ‘Hard Landing’, ‘Excessive Heat Braking’  hingga ‘Volcanic Ash’.

Abu vulkanik mempunyai beberapa sifat yaitu keras dan sangat abrasive, ukuran partikelnya sangat kecil (hingga 5 mikron), mengandung bahan kimia yang bersifat asam (mempunyai pH 2 – 7), dapat menyebabkan erosi atau abrasi pada bagian pelindung (cat pesawat) dan menimbulkan keausan pada banyak sistem pesawat hingga elemen saringannya.

Terkait pesawat yang terkena abu vulkanik (volcanic ash), maka pabrikan pesawat sudah menentukan prosedur yang harus dikerjakan sebelum pesawat dioperasikan kembali. Prosedur ini harus dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada abu vulkanik yang berpotensi mengganggu akurasi data penerbangan pesawat dan juga tidak akan terhisap oleh mesin pesawat tersebut.

Sumber

Static Discharge: Benarkah Penangkal Petir?

Beberapa orang masih beranggapan bahwa di pesawat sudah dipasang komponen penangkal petir yang disebut dengan static discharger. Komponen tersebut diyakini bisa menghindarkan pesawat dari gangguan atau lecutan listrik akibat petir pada saat terbang. Sebenarnya seperti apakah static discharger yang banyak dipasang di pesawat udara? Benarkah komponen tersebut merupakan penangkal petir?

Pesawat udara dirancang untuk bisa menjalankan misinya dalam kondisi aman dan nyaman. Tak luput dari aspek perancangannya adalah adanya sistem untuk mengurangi adanya gangguan elektrik statis yang mungkin timbul akibat adanya gesekan antara udara atau awan dengan permukaan badan pesawat. Untuk itulah di pesawat sudah terpasang komponen dengan sebutan Static Discharger.

Terjadinya Listrik Statis di Pesawat

Secara umum, listrik statis terjadi pada saat sebuah benda yang mempunyai beda muatan listrik saling tersambung atau terhubung sehingga elektron bermuatan negatif akan berpindah dari benda yang satu  ke benda yang lainnya. Ketidakseimbangan elektron ini akan menyebabkan benda yang kehilangan elektron akan menjadi bermuatan positif dan yang menerimanya menjadi bermuatan negatif.

Perpindahan elektron ini sering terjadi pada saat terjadinya gesekan antara dua buah benda, seperti penggaris yang akan mengangkat sobekan kertas setelah digesekkan di lengan. Efek yang sama juga akan terjadi pada pesawat yang bergerak pada saat terbang di udara. Gesekan tersebut akan meloncatkan elektron dari atmosfer dan menyebabkannya terkumpul di permukaan kulit pesawat udara.

Terjadinya listrik statis ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan dua benda yang terlibat dalam mengantarkan listrik. Logam merupakan pengantar yang baik dan memungkinkan elektron mengalir dengan bebas.

Pesawat udara yang terbang lebih tinggi dengan kelembaban udara yang lebih tinggi juga sangat memungkinkan terjadinya sifat pengantar (conductivity) yang lebih baik. Akibatnya potensi timbulnya listrik statis pada saat terbang jelajah (cruise) dengan flight level lebih tinggi cenderung menjadi lebih besar karena udara yang berfungsi sebagai pemisah (insulator) akan mencegah kelebihan elektron kembali ke udara.

Muatan listrik tersebut akhirnya dapat semakin membesar sehingga kelebihan elektron akan semakin mengionisasi partikel udara dan memungkinkan terciptanya lingkaran cahaya listrik (corona) di sekitar pesawat. Corona ini akan meyebabkan elektron terlepas kembali ke udara sekitar dan menghamburkan muatan di pesawat.

Celakanya, kejadian tersebut (pelepasan corona) lebih sering terjadi pada bagian pesawat yang lebih berbentuk seperti antena komunikasi dan navigasi yang sangat berperanan dalam menerima dan mengirimkan ge­lombang radio.

Static Discharger

Secara umum dikanal juga sebagai sumbu statis (static wicks) atau sumbu pelepasan statik (static discharger wicks). Untuk pesawat sekelas Boeing 737, komponen ini mempunyai karak­teristik hambatan listrik yang tinggi (high electrical resistance) yang berkisar antara 6-100 Megaohm dengan kapasitas tegangan listrik yang lebih rendah dibandingkan lingkungan di sekitar badan pesawat.

Komponen ini akan mengontrol pelepasan tegangan listrik ke atmosfer, mengisolasi suara dan mencegahnya dari interferensi terhadap peralatan komunikasi sehingga bisa meminimalkan terjadinya gangguan penerimaan radio pada saat adanya listrik statis yang mengalir di pesawat.

Static discharge ini akan membuang listrik statis yang terjadi sejauh mungkin dari badan pesawat. Kondisi inilah yang memastikan bahwa hanya akan ada sedikit listrik statis yang akan bisa mencapai antena radio penerima di pesawat.

Statik discharger juga mempunyai keuntungan lainnya terkait ke­selamatan penerbangan. Pada saat terjadinya sambaran petir, pesawat yang dilengkapi komponen tersebut akan mempunyai kemampuan untuk meneruskan kelebihan muatan listrik melalui kulit dan struktur pesawat ke static wicks, sehingga muatan tersebut bisa secara aman dibuang kembali ke atmoster. Kejadian yang berulang-ulang dengan muatan listrik yang besar bisa mengakibatkan static wicks yang terpasang akan terbakar atau meleleh habis.

Secara konfigurasi, setiap titik pelepasan (discharger) memiliki ujung yang berupa serat karbon yang semakin menipis pada bagian batangnya. Batang tersebut merupakan bahan yang mempunyai sifat mengantarkan (conducting) dan dasarnya akan me­nempel pada bagian logam di pesawat.

Komponen utama yang ada di dalam static discharger  terdiri dari 3 bagian utama, antara lain: discharger (pelepas), discharger base (rumah pelepas) dan adapter plate (papan penyesuai). Discharger merupakan komponen yang berfungsi melepaskan muatan elektrik statis yang ada di pesawat ke udara. Discharger base berfungsi sebagai tempat menempelnya discharger. Sedangkan adapter plate merupakan penyesuai (adapter) untuk menempelkan discharger base ke bagian pesawat di mana static discharger terpasang. Bahkan beberapa jenis static discharge memungkinkan untuk dipasang langsung dengan menempelkan discharge base langsung ke pesawat dan tanpa menggunakan adapter plate.

Jenis Static Discharger

Secara umum ada ada dua jenis static discharger yang dipasang di pesawat dan  identik dengan lokasi pemasangannya, yaitu:

1. Trailing Edge Static Discharger

Static discharge jenis ini dipasang pada area trailing edge di pesawat, bisa di trailing edge bagian sayap, trailing edge horizontal stabilizer ataupun trai­ling edge vertical stabilizer.

Untuk pesawat Boeing 737-800 atau sejenisnya, static discharger akan me­nempel di discharger base dan dikuatkan dengan 1 (satu) buah setscrew di­tambah 4 (empat) buah rivet atau sekrup (screw). Beberapa konfigurasi pesawat disiapkan dengan konfigurasi discharger base yang menempel di adapter plate menggunakan 6 (enam) buah screw.

2. Tip Static Discharger

Static discharger jenis ini dipasang pada area ujung (tip) di pesawat, bisa di tip bagian sayap, tip horizontal stabilizer ataupun tip vertical stabilizer. Untuk pesawat Boeing 737-800 atau sejenisnya, static discharge akan menempel di discharger base dan dikuatkan dengan 1 (satu) buah setscrew ditambah 4 (empat) buah rivet atau screw. Dilihat dari sisi ukuran, maka tip discharger akan mempunyai ukuran yang lebih kecil dibandingkan trailing edge discharger.

Dari jumlah yang terpasang di pesawat  maka di setiap sayap akan terpasang 2 (dua) trailing edge discharger, di vertical stabilizer akan terpasang 1 (satu) tip discharger dan 3 (tiga) trailing edge discharger sedangkan pada tiap horizontal stabilizer terpasang 1 (satu) tip discharger dan 2 (dua) trailing edge discharger. Jumlah ini tentunya akan sangat bervariasi mengikuti perhitungan pabrikan pesawat dalam merancang sebuah tipe pesawat udara.

Sumber

Cuaca

Bali
broken clouds
25.3 ° C
25.3 °
25.3 °
90 %
2.9kmh
58 %
Mon
26 °
Tue
30 °
Wed
30 °
Thu
30 °
Fri
30 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,393.3
AUD
12,496.8
EUR
20,356.1
CNY
2,547.3
JPY
110.7
SGD
13,634.5