Home Blog Page 237

Traveling Bisa Membuatmu Semakin Cerdas

Ada ribuan alasan berbeda ketika seseorang memutuskan untuk menginvestasikan hidupnya melalui traveling. Meninggalkan sejenak (selamanya?) siklus kehidupan sehari-hari dan memulai perjalanan yang mungkin tidak dapat diprediksi. Berdasarkan pengalaman pribadi penulis, setelah bekerja selama kurang lebih 2,5 tahun di bidang periklanan, saya memutuskan untuk menuju Australia. Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat Teman Pejalan dari pengalaman traveling, salah satunyatraveling bisa membuatmu semakin cerdas.

Kesempatan berjalan-jalan sambil mencari pekerjaan di Negeri Kangguru tersebut akan mengambil waktu setahun dari hidup saya. “Wow!”, “Apa sih yang dicari??”, “Nanti gimana dengan karier kamu?” Beragam reaksi dan pertanyaan saya terima, dari yang mendukung hingga yang merasa heran. Segala pertanyaan saya jawab mantap dengan ketidaktahuan, karena memang tidak ada yang pasti dari proses traveling, selain hari keberangkatan dan ini kesempatan sekali seumur hidup.

Mungkin ketidaktahuan akan hari esok yang bisa saja mengantar kita pada sebuah babak baru dalam hidup yang membuat traveling menjadi sebuah proses yang adiktif. Proses yang biasanya membuat orang yang menjalaninya menjadi lebih menarik.

Bagaimana tidak? Jika setiap goresan dan luka atau perubahan warna kulit serta rambut bahkan bisa menjadi bahan cerita hingga bertahun-tahun lamanya. Tapi bukan hanya dari segi penampilan fisik saja, secara kepribadian pun pasti akan berubah dan biasanya orang yang traveling bukanlah orang membosankan.

Bagaimana dan mengapa traveling menjadi lebih menarik? Berikut beberapa hasil pengamatan saya:

Foto: Vieta Diani

Lebih multitasking – Dengan menjadi pejalan yang mandiri, otomatis Teman Pejalan akan terbiasa dalam mengatur perencanaan perjalanan. Tapi bukan hanya kemampuan mengorganisasi itu saja yang akan meningkat. Dalam kondisi yang mengharuskan kita bisa mencari solusi sendiri.

Selain itu juga dapat melatih kemampuan interpersonal yang bahkan tanpa disadari ternyata kita bisa melakukannya. Jangan heran setelah pulang traveling, khususnya dalam jangka waktu lama, Teman Pejalan jadi mahir mereparasi laptop atau gadget yang rusak, tahu cara memberikan pertolongan pertama, bahkan hingga tidak lagi masalah untuk tidur beralaskan bukan kasur.

Lebih percaya diri dan lebih sosial – Melalui traveling, Teman Pejalan akan melewati sebuah elemen ketidaknyamanan berupa tempat baru, makanan baru, orang-orang baru dan terkadang bahasa baru.

Setelah berhasil menaklukan ketinggian di Gunung Rinjani, menjelajahi dalamnya laut di Wakatobi, atau singkatnya melakukan hal-hal menembus batas lainnya yang mengagumkan, tentunya Teman Pejalan akan merasa lebih percaya diri pada kemampuan diri sendiri untuk mencapai ide apapun yang sudah diniatkan.

Selain itu, kepercayaan diri ini pun akan mengantar Teman Pejalan menjadi orang yang jauh lebih baik dalam berinteraksi dengan orang lain. Bahkan orang asing! Bagaimana cara menyapa, cara membuat percakapan yang menarik, cara berbagi cerita, dan sebagainya. Setelah melakukan banyak hal menarik dalam traveling, kemampuan berkomunikasi akan terasah dari seringnya kita berjumpa dengan orang lain di jalan.

Lebih mudah beradaptasi -Tertinggal pesawat, bus yang lambat gerak, beragam jam keberangkatan yang ditunda, makanan yang kurang cocok di lidah, tersesat, salah tempat, dan masih banyak lagi tantangan perjalanan yang akan membuat memori berkesan yang mungkin dijumpai Teman Pejalan.

Setelah melalui beberapa tahap itu semua, ada satu pelajaran yang akan melahirkan sebuah kebiasaan baik. Teman Pejalan akan jauh lebih tenang jika menemui situasi tak menentu seperti perubahan rencana. Singkatnya, kamu akan menjadi orang yang jadi lebih mudah beradaptasi dalam segala kondisi.

Lebih santai dan rileks – Teman Pejalan akan tersadar dengan sendirinya, bahwa selalu ada hikmah yang dapat dipetik dari semua kesalahan yang dilakukan ketika sedang traveling. Hal-hal remeh tidak akan membuat stres lagi. Karena kamu sudah berhasil melewati beragam rintangan besar dan kita mengetahui jika segala hal pasti ada jalan keluarnya. Hal kecil sudah bukan lagi masalah.

Lebih cerdas dan seksi – Jika Teman Pejalan memanfaatkan traveling untuk lebih mengenal dunia di luar zona nyaman, maka perjalanan tersebut akan mengajarkan kamu akan banyak hal. Budaya, sejarah, kebiasaan masyarakat setempat, hingga beragam fakta misterius tentang tempat yang orang lain hanya dapat bermimpi untuk mengunjunginya.

Melalui traveling, Teman Pejalan berkesempatan mempelajari dan mengamati segala hal secara langsung. Sesuatu yang belum tentu ada dalam buku atau internet. Dengan pengalaman tersebut, tentunya Teman Pejalan akan selalu punya stok ilmu dan beragam cerita menarik.

Ini akan mempengaruhi pancaran aura orang yang berpikiran terbuka, ramah dan carefree yang biasanya didapatkan dalam sebuah proses perjalanan. Teman Pejalan akan terlihat lebih ‘seksi’ dengan segala pengalaman itu.

Lebih percaya bahwa uang bukanlah segalanya – Untuk memulai traveling memang membutuhkan sejumlah uang. Tapi jika sudah  bertekad bulat, akan selalu ada jalan untuk traveling. Dengan berapapun jumlah uang yang dimiliki. Dalam perjalanan pun kita akan belajar bahwa betapa kita lebih ‘banyak mau’, betapa sedikitnya hal-hal yang sebenarnya kita butuhkan.

Setelah melakukan traveling dan pulang ke rumah, kita akan menemukan diri kita menjadi orang yang lebih bijak menggunakan uang dan berbahagia walaupun dengan hal-hal yang sederhana.

Lebih bahagia – Traveling akan membuat orang merasa lebih baik. Ketika Teman Pejalan belajar lebih banyak tentang dunia dan orang-orang di dalamnya, mendorong batas, dan mencoba hal-hal baru. Teman Pejalan akan menjadi orang yang lebih terbuka, menarik dan mengagumkan.  Bagaimana mungkin tidak bahagia terhadap kehidupan setelah melalui semua itu?

Pilihan kembali ada di tangan kita. Apakah kita tergolong mereka yang hanya berandai-andai dan memikirkan sebuah tempat eksotik tanpa melakukan usaha apapun? Ataukah kita termasuk mereka yang tidak ingin memiliki kehidupan membosankan dan berusaha mewujudkan cita-citanya mengenal dunia? Jika yang terakhir adalah pilihan, ayo rencanakan perjalananmu! Adventures are out there

Sumber

Airbus lampaui target 2014 dan bersiap untuk masa depan

Airbus adalah perusahaan manufaktur pesawat penumpang terkemuka dunia yang berkapasitas antara 100 hingga lebih dari 500 kursi. Airbus memiliki fasilitas desain dan manufaktur di Perancis, Jerman, Inggris, dan Spanyol, serta anak perusahaan di Amerika Serikat, Cina, India, Jepang dan Timur Tengah. Selain itu, Airbus juga menawarkan standar tertinggi dalam layanan pelanggan dan pelatihan melalui jaringan internasionalnya yang terus berkembang.

Airbus telah melampaui targetnya untuk tahun 2014 dan mencetak rekor baru dengan mengirimkan 629 unit pesawat untuk 89 pelanggan – delapan di antaranya pelanggan baru, dengan rincian yaitu 490 unit tipe A320, 108 unit tipe A330, 30 unit tipe A380 dan unit pertama A350 XWB-nya. Pencapaian produksi tersebut menggambarkan bahwa angka pengiriman pesawat Airbus pada tahun 2014 terus meningkat untuk tahun yang ketiga belas secara berturut-turut, melampaui rekor yang dicetak pada tahun 2013.

Selain itu, di akhir tahun 2014, Airbus telah menguasai lebih dari 50 persen pangsa pasar untuk tipe pesawat berkapasitas lebih dari 100 kursi. Kesuksesan A330neo dalam menarik 120 pesanan (firm order) hanya dalam waktu enam bulan setelah peluncurannya merupakan satu di antara sekian banyak capaian penjualan Airbus. Pencapaian komersial lain yang patut disorot ialah pilihan Delta Airlines atas A330neo untuk melayani rute trans-atlantiknya dan A350 untuk rute trans-pasifiknya. Tak hanya itu, popularitas A320neo dan ceo dalam menarik banyaknya pesanan khususnya dari perusahaan sewa guna (leasing) turut menjadi sorotan prestasi Airbus.

Dari sisi industri, tonggak bersejarah tahun 2014 bagi Airbus ialah berakhirnya pengujian dan sertifikasi A350 XWB yang berpuncak pada pengiriman unit pertama tipe tersebut kepada Qatar Airways yang sesuai jadwal. Airbus pun berhasil mencapai targetnya untuk mengirimkan 30 unit A380 sekaligus menyambut Asiana, Qatar Airways dan Etihad selaku operator baru untuk tipe pesawat unggulan Airbus tersebut. Tak hanya itu, seiring dengan program pengembangan A330neo yang mulai meraih momentum, seri A330ceo pun turut menikmati keuntungan dari komitmen Airbus akan inovasi berkelanjutan. Sementara itu, program A320neo juga berjalan sesuai rencana dalam mengikuti penerbangan pertamanya pada September 2014, memuluskan jalan bagi sertifikasi pada kwartal ketiga dan pengiriman perdana pada kwartal keempat.

“2014 merupakan tahun yang luar biasa dan tim kami di Airbus tidak saja telah mencapai target dan komitmen kami, tetapi juga melampauinya,” kata Fabrice Brégier, Presiden dan CEO Airbus. “Airbus juga telah membuat kemajuan pesat dalam menjadikan diri sebagai perusahaan yang lebih sederhana serta dapat bergerak dengan lebih cepat dan luwes. Sementara itu, strategi inovasi berkelanjutan kami pun telah membantu memantapkan posisi kami sebagai pemimpin pasar di segala kategori.”

Sumber

Bandara Banyuwangi Dilengkapi Fasilitas Terminal Jet Pribadi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berupaya mengoptimalkan fungsi Bandara Blimbingsari. Setelah penambahan rute dan pesawat komersil dan pembangunan fasilitas sekolah pilot, Bandara Blimbingsari sekarang dijadikan sebagai terminal private jet alias pesawat jet pribadi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, terminal khusus jet pribadi ini diperuntukkan bagi pesawat-pesawat dengan kapasitas di bawah 30 tempat duduk. Terminal private jet itu dikelola oleh operator fixed base operation (FBO) CEO Jetset. FBO adalah pihak komersial yang diberi izin untuk mengoperasikan sejumlah layanan di bandara, termasuk penyewaan pesawat.

Operator CEO Jetset menyewa sejumlah fasilitas d Bandara Blimbingsari untuk dijadikan terminal general aviation. General aviation adalah salah satu sub sektor penerbangan yang antara lain melayani penerbangan pesawat jet pribadi dan pesawat pesanan.

“Terminal private jet di Banyuwangi ini untuk tahap awal tidak harus membangun apa-apa dulu. Operatornya akan memakai Ruang VIP baru bandara sebagai lounge, dan runway atau landasan Bandara Blimbingsari yang 1.800 meter sudah cukup untuk pendaratan pesawat jet,” kata Anas di Banyuwangi.

Sementara itu, Presiden Komisaris CEO Jetset, Rendra Darmakusuma, menjelaskan, layanan jet pribadi ini akan segera beroperasi di Banyuwangi paling lambat awal 2015. Saat ini, kata dia, FBO terminal private jet ini hanya ada satu di Indonesia, yakni di bandara Ngurah Rai Bali.

“FBO di Indonesia hanya satu, dan operatornya adalah asing. Pengembangan di banyuwangi ini akan jadi pertama di Indonesia yang operatornya adalah putra Indonesia,” kata Rendra yang juga pengusaha asli Banyuwangi.

Saat ditanya alasan membuka terminal private jet ini, Rendra menjelaskan bahwa potensi Banyuwangi cukup menjanjikan. Selain potensi pariwisatanya, perkembangan lalu lintas penerbangan ke Banyuwangi cukup cerah.

“Sudah ada dua maskapai ke Banyuwangi itu salah satu menandakan bahwa geliat industri penerbangan di Banyuwangi semakin berkembang. Di samping juga ada hanggar sekolah penerbangan yang bisa dimanfaatkan,” katanya.

FBO ini akan dilengkapi sejumlah fasilitas antara lain jasa pemeliharaan pesawat, hanggar untuk ruang penyimpanan pesawat, dan lounge. “Ke depan kita berencana memperluas hingga helicopter maintenance,” ujar Rendra.

Sumber

AirAsia Hapus Tarif Promo

Maskapai AirAsia Indonesia akan menghapus tarif promo mengikuti ketentuan Kementerian Perhubungan. Pemerintah kini menetapkan tarif terendah 40% dari tarif batas atas pesawat.

“Kalau kita lihat peraturannya, batas bawah itu tidak boleh kurang dari 30%, artinya sudah tidak ada lagi promo-promo,” kata Direktur Utama AirAsia Sunu Widyatmoko.

Sunu berjanji pihaknya akan mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 91 Tahun 2014 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri yang mulai berlaku 30 Januari 2015.

Dia mengaku meski sedang dalam masa sulit yang dipicu dari kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501, pihaknya tetap akan mengikuti ketentuan tersebut yang ditujukan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan.

“Pengaruh ke bisnis pasti ada, tapi saat ini pun kuartal I sedang low season atau sedang paceklik,” katanya.

Menurut Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dengan adanya ketentuan penetapan tarif tersebut bisa memberikan ruang yang lebih luas kepada maskapai untuk meningkatkan sejumlah aspek, seperti pemakaian bahan bakar (fuel consumption), gaji awak pesawat, jasa bandara, katering dan sebagainya.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 91 Tahun 2014 bahwa menaikkan tarif batas bawah 10 persen poin dari 30% menjadi 40% yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan.
Namun, menurut sejumlah pihak seperti Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), tidak ada korelasi yang signifikan antara keselamatan dan tarif.

Menurut Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat dan Kerja sama KPPU tidak ada hubungannya antara tarif dengan keselamatan karena meskipun tarifnya rendah, keselamatan tetap harus dijamin seperti yang Menteri Jonan tekankan bahwa pihaknya tidak akan mengurusi bisnis, namun keselamatan.

“Tarif ya tarif, keselamatan ya keselamatan, tidak ada hubungannya,” katanya

Sumber

Garuda Persembahkan Penghargaan “Maskapai Bintang 5”

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menerima penghargaan “Maskapai Bintang Lima” yang diserahkan oleh CEO Skytrax Edward Plaisted dan diterima oleh Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo. Hadir dalam acara penganugerahaan penghargaan tersebut Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Sebelumnya, pada tanggal 11 Desember 2014 lalu, Skytrax melalui web mereka, secara resmi mengumumkan bahwa Garuda Indonesia telah memenuhi persyaratan sebagai “Maskapai Bintang 5 (5 Star Airlines) ” sesuai audit yang mereka laksanakan. Skytrax merupakan lembaga pemeringkat penerbangan independen yang berkedudukan di London, Inggris.

Penghargaan sebagai “Maskapai Bintang Lima” ini merupakan wujud dari berbagai peningkatan yang dilaksanakan Garuda Indonesia secara konsisten hingga bertransformasi dari maskapai yang tidak diakui di radar industri penerbangan dunia menjadi salah satu maskapai terbaik dunia. Dari lebih dari 200 maskapai penerbangan di dunia, hingga saat ini baru ada tujuh maskapai yang medapat gelar “Maskapai Bintang Lima” yaitu Singapore Airlines, Cathay Pacific Airways, Qatar Airways, Asiana Airlines, All Nippon Airways (ANA), Hainan Airlines dan Garuda Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan mengatakan bahwa pencapaian Garuda Indonesia ini merupakan prestasi yang luar biasa yang tidak hanya mengangkat nama Garuda, tetapi juga Bangsa Indonesia di mata internasional. “Pencapaian ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Saya percaya persembahan Garuda bagi Bangsa Indonesia ini merupakan hasil dari kerja keras, kesungguhan dan konsistensi dari manajemen dan seluruh karyawan Garuda Indonesia dalam memberikan layanan terbaik kepada seluruh konsumen sehingga akhirnya Garuda dinobatkan sebagai Maskapai Bintang Lima” tambah Jonan.

CEO Skytrax Edward Plaisted mengungkapkan bahwa gelar maskapai bintang lima ini merupakan hasil dari transformasi yang dilaksanakan oleh Garuda Indonesia dalam hal standar dan kualitas pelayanannya. “Pencapaian ini juga merefleksikan kerja keras maskapai tersebut dalam beberapa tahun terakhir, dan kami pada hari ini dengan bangga mengumumkan bahwa mereka telah memenuhi standar sebuah maskapai bintang lima.”Kata Plaisted.

“Konsistensi yang dihadirkan dalam produk dan layanan sebuah maskapai merupakan bagian terpenting dari penilaian maskapai bintang lima tersebut, dan armada-armada yang dioperasikan Garuda Indonesia saat ini menawarkan kelas Bisnis yang dilengkapi dengan fasilitas tempat duduk yang dapat direbahkan hingga 180 derajat (flat-bed seating) dan kelas Ekonomi dengan jarak antar kursi hingga 32 – 34 inci. Para penumpang juga dapat merasakan layanan First Class dan Business Class dengan standar layanan bintang lima melalui armada B777-300ER terbarunya.”Tambah Plaisted.

Edward juga menambahkan, “Kami menemukan banyak hal penting pada fakta bahwa mayoritas penumpang melakukan perjalanan dalam kelas Ekonomi. Hal tersebut menunjukkan kualitas dan konsistensi dari standar yang dihadirkan Garuda Indonesia dalam pelayanannya, dan ini berkontribusi besar terhadap hasil penilaian Garuda Indonesia sebagai maskapai bintang lima,” ujarnya.

Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo mengatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi salah satu milestone penting bagi Garuda Indonesia karena merupakan bentuk pengakuan dunia terhadap transformasi dan berbagai peningkatan yang dilakukan Garuda Indonesia.

“Pencapaian ini kami persembahkan dengan bangga kepada Bangsa Indonesia. Hal ini akan menjadi tantangan bagi kami untuk selalu mengembangkan dan memberikan layanan terbaik secara konsisten sehingga pengguna jasa senantiasa mendapatkan “Excitement” saat terbang dengan Garuda Indonesia,” Kata Arif.

Arif menambahkan, “Keberhasilan Garuda Indonesia meraih predikat sebagai maskapai bintang lima merupakan wujud dari komitmen serta hasil kerja keras seluruh karyawan Garuda Indonesia dalam memberikan layanan terbaik kepada para pengguna jasa. Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pengguna jasa sehingga Garuda Indonesia meraih predikat prestisius sebagai Maskapai Bintang Lima.”

Proses pemeringkatan maskapai didasarkan pada penilaian menyeluruh terhadap produk dan layanan Garuda Indonesia, baik ground service di bandara maupun inflight service dalam penerbangan yang dilayani oleh Garuda.
Penilaian maskapai bintang lima tersebut juga mempertimbangkan rencana peningkatan layanan yang akan dilaksanakan Garuda Indonesia pada tahun 2015, antara lain rencana pemindahan operasional Garuda Indonesia ke Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang merupakan hub utama maskapai tersebut. Perpindahan tersebut tentunya akan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi para pengguna jasa Garuda Indonesia maupun maskapai anggota SkyTeam lain melalui layanan transfer dan bandara yang terpadu serta fasilitas premium yang terus diperbaharui.

Berkat komitmen manajemen dan karyawan Garuda Indonesia untuk terus memberikan hal yang terbaik, kinerja Garuda Indonesia secara bertahap terus diakui di tingkat internasional. Pada tahun 2010 Garuda Indonesia dinobatkan sebagai maskapai bintang empat dan terpilih sebagai “The World’s Most Improved Airline” dari lembaga pemeringkat airline yang berbasis di London, Skytrax, dan “Airline Turn Around of The Year” dari Centre for Asia Pacific Airlines (CAPA) -institusi independen yang menganalisa maskapai dan industri penerbangan yang berkedudukan di Sydney, Australia.

Selanjutnya, pada tahun 2012, Garuda Indonesia ditetapkan sebagai “The Best International Airline” oleh lembaga riset Roy Morgan di Australia, serta “The World’s Best Regional Airline” dan “The Best Regional Airline in Asia” oleh Skytrax, dalam ajang pameran kedirgantaraan “Farnborough Air Show”. Dalam pameran kedirgantaraan “Paris Air Show” pada Juni 2013 lalu, Garuda Indonesia juga memperoleh penghargaan “The World’s Best Economy Class” dan masuk dalam jajaran “The World’s Top 10 Airlines”.

Selain itu, ajang pameran kedirgantaraan “Farnborough Airshow” di Inggris pada 15 Juli 2014 Garuda Indonesia kembali berhasil meraih penghargaan internasional dan dinobatkan sebagai airline dengan “The World’s Best Cabin Crew 2014” dari Skytrax, mengalahkan nominator lainnya, yaitu Singapore Airlines dan Cathay Pacific Airways. Garuda Indonesia pada tahun 2014 juga masuk dalam jajaran “The World’s Top 10 Airlines” dan menduduki peringkat ke-7, naik dari peringkat ke-8 di tahun sebelumnya.

Garuda Indonesia juga dinobatkan sebagai “Airline Terbaik di Kawasan Asia dan Australasia” (“Best in Region: Asia and Australasia”) selama dua tahun berturut-turut (2013 dan 2014) oleh “Airline Passenger Experience Association (APEX)”, asosiasi peningkatan layanan penerbangan yang berkedudukan di New York, pada acara “Passenger Choice Award 2013” dan “Passenger Choice Award 2014” di Anaheim, California, Amerika Serikat.
Sejak bergabung menjadi salah satu anggota aliansi global SkyTeam pada bulan Maret 2014 lalu, Garuda Indonesia bersama dengan 19 anggota SkyTeam yang lain melayani penerbangan ke 1,052 kota tujuan di 177 negara, dengan total penerbangan mencapai 16,323 penerbangan setiap hari. Di samping itu, para pengguna jasa Garuda Indonesia juga dapat memanfaatkan 516 lounges anggota SkyTeam di seluruh dunia.

Sumber

Landasan Ketiga Soekarno-Hatta Butuh Rp 10 Triliun

PT Angkasa Pura II siap melanjutkan pembangunan landasan ketiga di Bandar Udara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten pada tahun ini. Perusahaan pengelola bandara di wilayah Indonesia bagian barat itu memperkirakan proyek tersebut membutuhkan dana investasi sekitar Rp 10 triliun.

Untuk memenuhi kebutuhan dana jumbo tersebut, manajemen Angkasa Pura II merancang dua rencana. Rencana pertama, perusahaan pelat merah itu mengajukan suntikan modal dari pemerintah berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 3 triliun.

Angkasa Pura II ingin memakai dana itu untuk membebaskan lahan bakal proyek seluas 800 hektare (ha). Perusahaan itu berencana membebaskan lahan secara bertahap. Target awal adalah membebaskan lahan 200 ha.

Rencananya, pembebasan seluruh lahan tuntas akhir tahun ini. “Lalu tahun depan kami akan mulai konstruksi dan tahun 2017 mestinya sudah bisa berfungsi,” ujar Budi Karya, Direktur Utama Angkasa Pura II, pekan lalu.

Rencana kedua, Angkasa Pura II akan memakai dana internal dan mencari pinjaman perbankan untuk mencukupi kebutuhan Rp 7 triliun. Dana ini untuk mendanai proses konstruksi proyek landasan ketiga di Bandara Soekarno-Hatta hingga rampung.

Perusahaan itu sepertinya akan lebih banyak mengandalkan pinjaman perbankan ketimbang kocek internal. Pasalnya, saat ini mereka hanya mengantongi duit di kas internal sekitar Rp 1,5 triliun – Rp 2 triliun saja.

Sekadar mengingatkan, setahun yang lalu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menunda pembangunan landasan ketiga Bandara Soekarno Hatta. Kala itu, pemerintah beralasan proyek berbiaya besar itu masih bisa ditangguhkan dengan membangun express taxi way, sebagai pengganti.

Sejak Agustus 2014, Angkasa Pura II sudah menambahkan dua landasan di bandara ini. Dus, kapasitas penerbangan yang semula 68 penerbangan per jam meningkat jadi 72 penerbangan per jam.

Patut dicatat, proyeksi dana jumbo Rp 10 triliun itu baru untuk kebutuhan satu proyek saja. Tahun ini Angkasa Pura II  juga menganggarkan dana belanja modal sekitar Rp 10 triliun. Dana tersebut untuk menyelesaikan pembangunan terminal III Soetta dan perbaikan sejumlah bandara yang mereka kelola di sejumlah daerah.

Budi mengatakan, dana itu akan digunakan untuk fungsi komersial tapi tidak mengesampingkan fungsi pelayanan publik. Rencana penggunaan dana belanja modal itu untuk mendukung strategi besar Angkasa Pura II memperoleh  pendapatan seimbang dari bisnis non areonautika, atau bisnis di luar usaha penerbangan, dan bisnis aeronautika di tahun mendatang.

Sumber

Kemenhub Berencana Perpanjang Runway Penerbangan

Kementerian Perhubungan Ignasius Jonan  berencana untuk memperpanjang runway transportasi penerbangan. Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan jasa angkut penerbangan murah.

Dia menyebutkan dalam skenario infrastruktur 2015-2019 pembangunan transportasi udara ditargetkan akan membangun 15 bandara baru, 20 pesawat perintis, dan pengembangan bandara untuk pelayanan kargo udara di 9 lokasi.

“Kita akan diperpanjang 50 runway di bandara. Kenapa? Karena yang tidak dikelola Angkasa Pura I dan II itu banyak sekali, dia hanya mengelola enam saja di bandara, selama ini hanya banyak dibangun bandara baru tapi runway-nya pendek sekali,” imbuhnya.

“Untuk itu, pembangunan perpanjangan runway ini sangat diperlukan karena untuk mengurangi biaya. Akan ada perpanjangan runway untuk yang 1.300 misalnya, ke 1.900, agar pesawat yang berpenumpang banyak bisa masuk”

Sumber

Melihat Lebih Dekat Raja Ampat

Menjadi tujuan destinasi paling popular belakangan ini, Raja Ampat Papua terus menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Pada 21 Juni ini di sana diadakan Sail Raja Ampat 2014.

Sebelum itu, kita telah mengenal acara serupa, seperti Sail Bunaken, Sail Banda, Sail Wakatobi, Sail Morotai dan Sail Komodo. Pesta nuansa kelautan ini menghadirkan pemuda bahari, lintas nusantara remaja, kapal ekspedisi, reli kapal yacht, bakti sosial masyarakat sekitar dan sebagainya.

Sail Raja Ampat 2014 merupakan kontes internasional yang bertujuan meningkatkan perekonomian daerah, terutama sektor pariwisata bahari. Dalam persiapan ini, pemerintah dan berbagai kalangan menyiapkan 500 unit kamar untuk digunakan tamu Sail Raja Ampat dari total 1.200 kamar yang dibutuhkan.

Bambang Tjahjono, Direktur Direktorat Kebandarudaraan Ditjen Perhubungan RI kepada Aviasi menyatakan guna melengkapi meriahnya Sail Raja Ampat 2014, pihaknya sudah mengembangkan Bandar Udara Waisai Raja Ampat. Insfrasturktur lebih memadai dibandingkan sebelumnya.

Sebagaimana laporan The Nature Conservancy dan Conservation International, ada sekitar 75 persen spesies laut dunia tinggal di pulau yang menak­jubkan ini. Kekayaan biota tersebut telah menjadikan Raja Ampat sebagai perpustakaan hidup dari koleksi terumbu karang dan biota laut paling beragam di dunia.

Dalam catatan Indonesia Travel, Kepulauan Raja Ampat memiliki sekitar 1.700 pulau yang menjadi daya tarik tersendiri. Pecinta bahari dari seluruh dunia datang ke Raja Ampat untuk menikmati pemandangan bawah laut terbaik yang mengagumkan. Tahukah Anda? Di sinilah rumah bagi 540 jenis karang, 1.511 spesies ikan dan 700 jenis moluska.

Mencapai Raja Ampat
Untuk ke sana, penerbangan dari berbagai kota, kita harus menuju Bandar Udara Dominik Eduard Osok, Sorong. Kota ini sebagai pilihan transit untuk perjalanan menuju Raja Ampat. Selanjutnya, 5 menit diteruskan ke Pelabuhan Rakyat, tempat berlabuhnya kapal feri yang menghubungkan pulau-pulau kecil di Kepulauan Raja Ampat.

Anda dapat memilih kapal feri biasa, seperti Ave Maria – Waisai Raja Ampat selama 5 jam. Sedangkan Kapal Cepat Exclusive Class seperti MV Marina Express memakan waktu tiga jam.

Sumber

Berani Uji Nyali di Jembatan Gantung Satu Ini?

JIKA Anda takut pada  ketinggian, jembatan gantung sepanjang 200 meter ini tentu bukan sesuatu yang menyenangkan. Para insinyur membangun sebuah jembatan gantung di wilayah Pingjiang, Provinsi Hunan, Tiongkok bagian selatan.

Namun ini bukan sembarang jembatan gantung. Sebab di salah satu alasnya pembuat jembatan memasang kaca tembus pandang. Alhasil dasar jurang terlihat dengan jelas.

Jembatan itu membentang sepanjang 300 meter di antara dua pucuk gunung. Jembatan dirancang untuk tahan terhadap angin yang berhembus di kawasan itu.

Bagaimana rasanya? Tentu jadi seolah-olah bisa berjalan di atas ketinggian. Jika ingin tetap melalui jembatan itu, ada petugas khusus yang sudah dilatih untuk menemani Anda sehingga Anda mampu menyeberang sampai di ujung lainnya.

Jembatan ini dibangun menyusul suksesnya jalan setapak pinggir tebing yang alasnya juga kaca transparan di Gunung Tianmen. Pengunjung dapat melewati jalan setapak itu dan melihat dasar jurang sedalam 900 meter. Berminat mencoba?

Sumber

Sekilas Pesawat Amphibi

PESAWAT amphibi adalah pesawat terbang fixed wing yang dapat melakukan take off  dan landing di daratan dan di air. Sejarahnya berawal dari kebutuhan Perang Dunia II di mana saat itu, terutama di Pasifik, sekutu membutuhkan pesawat search and rescue guna menolong para penerbangnya yang terapung di laut setelah pesawatnya jatuh ditembak pihak lawan.

Selain itu pesawat jenis tersebut dibutuhkan untuk angkutan logistik di daerah terpencil yang tidak mempunyai landasan udara. Pada kenyataannya pesawat jenis itu  dapat pula digunakan sebagai pesawat intai angkatan laut, karena daya jangkaunya. Saat itu pesawat amphibi yang paling terkenal adalah PBY Catalina dan Grumman HU 16 Albatros.

Setelah PD II berakhir, pesawat terebut masih banyak digunakan sampai sekitar tahun 1960-an, baik di lingkungan sipil maupun militer. Beberapa di antaranya dengan perawatan prima  dan modifikasinya masih banyak digunakan di Amerika Serikat, terutama sebagai  armada pemadam kebakaran hutan.

Saat ini pesawat amphibi  paling banyak digunakan di daerah Alaska  sesuai kebutuhan transportasi daerah yang luas dan transportasi darat tidak dapat diandalkan. Sebagian  lagi masih digunakan pemerintah berbagai negara sebagai alat search and rescue dan pemadam kebakaran.

Selain itu pesawat jenis ini  banyak dipakai sebagai transportasi pariwisata, mengantar wisatawan ke daerah daerah yang hanya dapat dicapai dari air.

Pesawat amphibi secara umumnya dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama adalah pesawat darat (land aircraft)  seperti  Cessna  172 sampai Caravan, DHC 6 Twin Otter  dan lainnya yang landing gear-nya dimodifikasi dengan penambahan pinton dan dapat digunakan pada operasi take off – landing dari air.

Jenis lainnya adalah the real amphibious dengan desain awal untuk operasi di dua alam. Dengan badan pesawat yang menyerupai lambung kapal hingga dapat bermanuver di air tapi dengan landing gear yang dapat dikeluarkan guna pendaratan di darat.

The real amphibious yang paling terkenal  adalah tipe CL415 buatan pabrik Bombardier dari Kanada. Menggunakan dua mesin berkekuatan tinggi PT 6, selain dapat take off-landing dari laut atau danau.

Sumber

Apa yang Harus dilakukan Pramugari menghadapi pelecehan penumpang?

Profesi pramugari menjadi impian maupun angan-angan masyarakat karena bisa keliling dunia secara gratis dengan menumpang pesawat terbang. Kesempatan memiliki profesi pramugari pun bukan hal yang mudah karena banyak kriteria dan persyaratan yang harus dimiliki seorang perempuan jika menginginkan profesi tersebut.

Namun, tahukah Anda bahwa profesi pramugari termasuk yang rentan mengalami pelecehan saat sedang bekerja. Sudah bukan rahasia lagi bahwa penumpang pesawat tak semuanya memiliki etika dan sopan santun terpuji, beberapa di antara mereka memiliki pikiran picik serta tak senonoh. Nah, biasanya pramugari lah yang “apes” mendapatkan perlakukan kurang layak ini.

Seperti kita ketahui bahwa banyak kasus pelecehan atau tindak kekerasan terhadap pramugari saat sedang berada di udara, berujung dengan proses hukum kala mendarat.

Mengenai hal ini, seorang pramugari asal Indonesia yang bekerja di Saudi Arabia Airlines, sekaligus founder forumpramugari.com mengisahkan bahwa sikap pramugari dalam menghadapi penumpan yang kurang sopan sering ditanyakan saat wawancara kerja menjadi pramugarai.

“Teman saya pernah mengatakan, dia menjawab pertanyaan itu dengan jawaban, membiarkan pelecehanan terjadi sampai kali ketiga. Nah, Ketika tiga kali, maka dia baru akan memanggil in flight manager, kemudian jika masih dilecehkan juga dia bakal mengancam penumpang tersebut untuk memberitahu pada pilot, agar penumpang tersebut ditangkap setibanya di bandara,” terang Marintan, dalam Seminar “How To Be a  Cabin Crew” yang dihelat oleh Binus Learning Online bekerjasa sama dengan Forum Pramugari,  Sabtu ((29/11/2014) di Jakarta.

Namun demikian, Marintan mengatakan bahwa ini adalah contoh jawaban yang sangat salah.  Sebab, teman pramugarinya seolah tidak mempercayakan insiden tersebut pada atasan.

Menurut Marintan, seharusnya seorang pramugari awal memiliki sikap tegas, dengan cara mengucapkan satu kata seperti “permisi” secara lugas agar menarik perhatian penumpang lain ke arah orang yang melecehkan.

Membiarkan pelecehan terjadi sampai berkali-kali, justru membuat penumpang tersebut makin penasaran. Kemudian, Marintan megatakan, jika hal tersebut masih terjadi, serahkan kepada In Flight Manager yang sedang bertugas saat di pesawat.

Sumber

Arloji Pintar , Permudah Mengurus Penerbangan

Dalam lima tahun terakhir, smartphone internet-enabled dan tablet telah hampir membanjiri setiap bagian dari kehidupan pribadi dan publik, tidak terkecuali untuk transportasi udara.

Pertumbuhan eksponensial (pengembangan secara luas) kepemilikan smartphone telah menjadikan dunia online nyaman di saku kita, yang pada gilirannya telah mendorong permintaan untuk cara-cara baru berinteraksi dengan maskapai penerbangan dan bandar udara di dunia, seperti check-in, mobile boarding dan aplikasi lainnya.

Semua teknologi kini mudah digenggam dengan nyaman dan cocok untuk aksesibilitas Anda, demikian juga terobosan baru tersebut, seperti perangkat lainnya yang memiliki informasi sama bisa diikatkan ke pergelangan tangan Anda, atau bahkan selalu melekat dengan pribadi Anda.

Sejak peluncuran Google Glass Explorer Edition pada Februari tahun ini, teknologi dipakai untuk mengumpulkan kecepatan lebih dan mengikuti pengumuman baru Samsung yang menawarkan smartwatch pertama.
Hal itu dibarengi dengan pencarian partner dengan bandar udara, penerbangan dan pemasok untuk merangkul teknologi baru ini.

Arloji Pintar
Perangkat wearable computing secara bertahap mengambil lebih bagian teknologi terkini dengan meluncurkan jam tangan cerdas dan kacamata pintar hasil kerja sama antara Google Glass dan Credit Suisse.

Penerapan teknologi terbaru ini memungkinkan sektor penerbangan bakal meledak pada tiga tahun sampai lima tahun mendatang, dengan nilai pasar yang diperkirakan akan meningkat sepuluh kali lipat menjadi sekitar US$ 50 miliar.

SITA, perusahaan spesialis teknologi dan komunikasi transportasi udara melalui penelitian teknologi divisi SITA Lab, telah melihat lebih rinci pada potensi teknologi pintar seperti pada jam tangan yang dipakai untuk operasional bandar udara. Temuannya, diterbitkan pada pertengahan Oktober lalu.

Meskipun jam tangan pintar bukan fokus utama penelitian SITA Lab, laporan itu menyimpulkan bahwa teknologi ini dapat difungsikan dan berguna untuk wisatawan.

Renaud Irminger, Director SITA Lab, menyatakan “pada saat ini, ada keterbatasan dengan kecepatan, jadi kita perlu untuk sampai ke titik di mana proses tersebut dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu detik.”

Irminger menambahkan “teknologi ini harus lebih kuat dan biaya harus turun. Saat ini, biaya Google Glass sekitar US$ 1.500, sehingga produk kami harus menjadi lebih terjangkau. Juga, semua scanner di bandar udara harus diganti,
Anda akan membutuhkan konektivitas nirkabel yang dapat diandalkan melalui wi-fi atau 3G. “

Dua yang pertama dapat dilihat sebagai aksesori untuk smartphone:

  • Pemberitahuan jam tangan – untuk panggilan, pesan dan pemberitahuan lainnya.
  • Suara jam tangan pintar untuk operasional memungkinkan pengguna melakukan panggilan dan berbicara beberapa perintah melalui sebuah perangkat.

Jenis ketiga jam tangan pintar adalah dengan sistem operasi sendiri yang dapat digunakan secara terpisah dari smartphone yang kini mulai muncul. Jenis ini menawarkan fungsionalitas tinggi dan dapat terhubung ke perangkat konsumen lainnya.

Sumber

Cuaca

Bali
broken clouds
25.3 ° C
25.3 °
25.3 °
90 %
2.9kmh
58 %
Mon
26 °
Tue
30 °
Wed
30 °
Thu
30 °
Fri
30 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,393.0
AUD
12,503.7
EUR
20,379.6
CNY
2,547.2
JPY
110.8
SGD
13,641.8