Manfaat Electric Green Taxiing System

139

Mesin pesawat bisa diminimali­sasi fungsinya pada saat pesawat  menuju terminal (taxy in) ataupun pada saat pesawat menuju runway/taxy out. Hal itu perlu dilakukan untuk menghindari  benda asing yang merusak (Foreign Object Damage)   terhisap ke dalam mesin.

Bagaimana prinsip kerjanya?  Di dalam mesin ada sebuah motor listrik berkempuan tinggi untuk memutar (hi torque electro motor)  yang terpasang dan memutar  nose wheel, baik untuk maju ataupun mundur dengan memanfaatkan sumber tenaga listrik dari Auxilary Power Unit (APU), dan kontrol panelnya sangat sederhana  terdapat di cockpit.

Produk teknologi tinggi ini diciptakan oleh perusahaan Honeywell yang beraliansi dengan Safran serta  WheelTug. Produk ini belum terlalu banyak digunakan, namun armada  Boeing 737 NG banyak menggunakannya.

Aspek Biaya Bahan Bakar

Keuntungan tertinggi bagi perusahaan penerbangan yang menggunakan produk ini adalah dari sisi penghematan  fuel (bahan bakar). Harap maklum  budget terbesar adalah  untuk pembelian bahan bakar. Bahan bakar merupakan komponen biaya sebesar hampir 50 persen dari pengoperasian pesawat udara. Tentunya dengan logika yang sederhana yaitu memperbandingkan antara konsumsi bahan bakar kedua engine terhadap konsumsi bahan bakar APU.

Sebagai contoh untuk sebuah Boeing 737-800  kedua buah Engine CFM  CFM 56-7B26 memiliki gaya dorong (thrust) sebesar  26.000 kg akan menghabiskan fuel  rata-rata sebanyak 2,362.70 kg/hour, sedangkan APU konsumsi bahan bakar  rata-rata sebanyak 400 liter atau sekitar  300 kg/hour.

Aspek Penggunanaan Engine dan Komponen Lainnya

Dengan pengurangan penundaan waktu untuk start engine tersebut pada saat departure/taxi out serta mematikan engine lebih awal pada saat arrival, maka akan memperpanjang usia engine untuk overhaul/shop visit.

Sumber

Baca juga:  JetBlue Inovasikan Tiket Pesawatnya
Previous articleJika Abu Vulkanik Menyelimuti Penerbangan
Next articleGaruda Indonesia dan BRI Tandatangani Kerjasama Corporate Sales