Siapa sangka di sekitar Jakarta ternyata ada Kota Tua yang mirip seperti yang ada di Jakarta. Bila anda ingin wisata sejarah tak jauh dari Jakarta, Kota Tua Banten Lama layak untuk mendapat kunjungan anda. Ada apa saja di sana ya?

Kota Tua Banten Lama dahulu adalah tempat bersandarnya kapal dari berbagai negara. Karena itu, Banten juga memiliki kawasan Kota Tua, lengkap dengan bangunan bersejerah. Provinsi paling barat di Pulau Jawa ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam perjalanan.

Travelers bisa memulai menjelajah Kota Tua Banten Lama dengan mengunjungi Museum Kepurbakalaan Banten Lama yang terletak tepat di depan Benteng Surosowan. Di dalamnya, anda bisa menyusuri jejak sejarah Kerajaan Islam Banten. Masuknya hanya dikenakan biaya Rp.1000.

Dari museum, anda bisa beranjak ke Keraton Surosowan di dalam Benteng Surosowan. Di sana ada sisa reruntuhan keraton berupa tumpukan batu bata merah dan batu karang yang masih tampak membentuk bangunan keraton. Benteng yang dibangun tahun 1552 dengan luas 3,5 hektar ini dulunya adalah tempat tinggal para Sultan Banten.

Puas berkeliling Keraton Surosowan, langkahkan kaki anda menuju Masjid Agung Banten. Bangunan tua ini menandakan masa kejayaan Islam tempo dulu. Di tempat ini harap berhati-hati karena banyak pungutan sumbangan tidak resmi yang mengganggu pengunjung yang ingin beribadah.

Setelah mengeksplorasi Masjid Agung Banten, meluncurlah ke sisa peninggalan Keraton Kaibon, tempat tinggal Ratu Aisyah, ibunda Sultan Syaifuddin. Sayangnya, tempat tinggal ratu ini dihancurkan Belanda pada tahun 1832 saat perang antara Kerajaan Banten dan Belanda. Namun, sisa reruntuhannya masih bisa anda lihat.

Selanjutnya, beranjaklah ke Wihara Avalokitesvara. Keberadaan wihara ini diyakini masyarakat setempat sebagai bukti bahwa sejak dahulu kala per bedaan agama bukan penghalang untuk hidup berdampingan dengan rukun dan damai.

Terakhir, menyeberanglah dari depan wihara karena di sana terdapat Benteng Spellwijk. Letaknya yang berhadapan langsung dengan Selat Sunda, menjadikan benteng ini digunakan sebagai menara pemantau. Nah, banyak bukan yang bisa anda pelajari di Kota Tua Banten Lama ini? Pastikan kamera anda siap di tangan untuk mengabadikan bangunan-bangun bersejarah nan eksotik.