Home Blog Page 298

Pengembangan Bandara A Yani Masih Terganjal

SEMARANG,  Perjanjian kerja sama (PKS) antara TNI AD dengan PT Angkasa Pura I, tentang pemanfaatan lahan Bandara Ahmad Yani, belum juga selesai. Belum jelas kapan pembangunan akan segera dimulai.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara A Yani, Priyo Jatmiko mengatakan, kepastian pembangunan Bandara Ahmad Yani masih menunggu disahkannya surat perjanjian kerja sama antara PT Angkasa pura dengan TNI AD, oleh Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, Kementerian BUMN, dan Kementerian Keuangan.

“Prosesnya sampai saat ini masih berhenti di Kementerian Keuangan,” katanya, Minggu (22/12).

Pengembangan Bandara Ahmad Yani diprediksi akan selesai dalam waktu dua tahun. Perluasan bandara akan mampu menampung jumlah penumpang, pesawat, dan muatan kargo hingga 20-30 tahun ke depan.

Dalam masterplan rencana pengembangan disebutkan, apron akan dibangun dua tahap. Tahap pertama seluas 61.344 meter persegi dapat menampung Boeing 767 dua buah dan Boeing 737 delapan buah.

Pembangunan pada tahap dua seluas 72.522 meter persegi dapat menampung pesawat Boeing 767 dua buah dan Boeing 737 sepuluh buah. Sedang terminal baru akan dibangun seluas 40.900 meter persegi dengan kapasitas empat juta penumpang per tahun. Saat ini detail enginaring design (DED) proyek telah mencapai 90%.

Menurut General Affair and Communication Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani, Anom Fitranggono, saat ini luas apron eksisting 29.032 meter persegi dan hanya bisa menampung enam pesawat berbadan sedang, dan dua pesawat baling-baling.

Luas terminal penumpang 6.708 meter persegi. Sedang luas terminal eksisting 6.108 meter persegi dengan kapasitas hanya 900.000 penumpang per tahun.

Rincian anggaran pekerjaan untuk paket satu meliputi pekerjaan pengurugan tanah dan pembuatan jalan akses senilai Rp 272.813.067.363. Pekerjaan terminal dan fasilitas penunjang masuk pada paket dua, dengan estimasi anggaran Rp 605.623.579.008.

Pekerjaan bangunan lain, fasilitas penunjang dan lansekap masuk pada paket tiga dengan pagu anggaran Rp 98.563.353.629. Sementara pagu untuk paket empat yang meliputi pembuatan apron dan taxiway sebesar Rp 120,5 miliar.

“Total nilai investasi yang dibutuhkan Rp 1,14 triliun yang berasal dari Angkasa Pura dan pinjaman bank,” paparnya.

( Fani Ayudea / CN19 / SMNetwork )

Sumber: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/12/22/184277/Pengembangan-Bandara-A-Yani-Masih-Terganjal

Setahun Usia Terminal Baru Bandara Kalimarau

Tak terasa, 5 Desember lalu genap sudah usia terminal utama bandara Kalimarau satu tahun.  Masih sangat Balita.  Usia seperti ini, ibarat anak kecil memang masih sangat butuh perhatian. Namun, yang paling penting, adalah merajut kebersamaan siapapun yang terlibat dari pengelolaan bandara tersebut.

SEJAK awal dibangunnya terminal bandara ini, memang niatan mendasar adalah untuk memperbaiki pelayanan. Sebab, selama bertahun-tahun status bandara Kalimarau tak pernah lepas dari sebutan sebagai bandara perintis. Ini pulalah, (mungkin) yang menyebabkan harga tiket tak pernah bergerak turun. Sejak awal itu juga, Pemkab tak perah mempersoalkan bagaimana mengelolanya, karena memang sudah ada otoritas yang menangani,

Menurut catatan, setiap bulannya tak kurang dari 18 ribu penumpang yang menggunakan jasa penerbangan melalui Kalimarau. Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat dari waktu ke waktu, seiring dengan pergerakan perekonomian daerah dan tingkat kebutuhan masyarakat. Mobilisasi yang terus bergerak cepat,

Bagi pemkab, terpenuhinya hasrat masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik di bandara, merupakan satu kepuasan. Memang ini yang menjadi salah satu tujuan, di samping dampak ekonomi yang begitu luas juga ikut dirasakan banyak warga dan pelaku ekonomi. Siapapun akan berkomentar, bahwa Pemkab membangun terminal bandara dalam waktu dan situasi yang sangat tepat.

Memelihara, memang menjadi satu persoalan. Tapi, tak jadi soal bagi Pemkab, karena memang ini merupakan asset daerah. Pemkab mengucurkan banyak biaya, khusus untuk mengelola kebersihan terminal. Tak kurang dari Rp1,9 Miliar dikucurkan untuk biaya perawatan dan kebersihan bandara.  Pemkab juga menempatkan 42 personel yang diperbantukan mendukung operasional. Ini wujud kepedulian.

Belakangan memang, sering muncul kepermukaan, ada gesekan antara Pemkab dengan otoritas bandara. Banyak yang menyayangkan, mengapa situasi seperti ini terjadi. Tenaga dan pikiran terkuras percuma, hanya membahas pada hal-hal yang sebetulnya tidaklah penting. Pemkab tak punya kemampuan ilmu dan kewenangan dalam mengelola bandara. Ini hendaknya yang dipahami. Jadi sampai kapanpun, tidak akan pernah terjadi, Kalimatau dikelola Pemkab Berau. Yang ada, adalah otoritas bandara dibawah Kementerian Perhubungan.

Yang ada, barangkali hanyalah sebuah perjanjian kerjasama. Perjanjian yang membahas persoalan kewenangan masing-masing. Sehingga tidak ada tumpang tindih. Kalau memang kewenangan pengelolaan Parkir, Kargo, reklame, maupun sewa asset di bandara merupakan kewenangan Pemkab, yang berikanlah kepada Pemkab. Selebihnya, biarlah menjadi kewenangan otoritas mengelolanya.

Kalimarau, kabarnya mendapatkan penghargaan sebagai bandara Progresif Airport Serivice. Ini menjadi penyemangat. Penyemangat dalam memasuki usia yang ke dua tahun. Mungkin diperlukan perenungan, terhada[p peran masing-masing. Meretas kembali apa yang selama ini terputus. Dan, jawabannya hanya satu. Masing-masing membuka diri untuk saling membangun komunikasi yang baik. Sebab tujuannya hanya satu, demi perbaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa bandara. (hms6)

Sumber: http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/47126/setahun-usia-terminal-baru-bandara-kalimarau.html

blog.kiostiket.com

 

Kreatif pasarkan wisata, Banyuwangi sabet Tourism Award 2013

Konsistensi Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dalam mengembangkan pariwisata kembali berbuah penghargaan. Kali ini, Banyuwangi menyabet gelar Travel Club Tourism Award (TCTA) 2013 untuk kategori “The Most Creative” tingkat kabupaten. Ini merupakan kali kedua bagi kabupaten berjuluk “The Sunrise of Java” itu menyabet Travel Club Tourism Award. Tahun lalu, Banyuwangi juga meraih penghargaan tersebut untuk kategori “The Most Improved”.

“Diraihnya penghargaan ini jadi pelecut agar pengembangan wisata Banyuwangi ke depan semakin baik,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Dirjen Pengembangan Destinasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Firmansyah Rahim di Gedung Kemenparekraf, Jakarta, Jumat malam (20/12/2013). TCTA 2013 diselenggarakan atas kerja sama Travel Club dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Kemenparekraf. Selain tim juri independen, Universitas Sahid Jakarta dilibatkan sebagai verifikator yang terjun meriset berbagai kabupaten/kota dan provinsi di seluruh Indonesia.

Banyuwangi dinilai sebagai kabupaten yang mengemas pengembangan pariwisata secara kreatif, sehingga layak mendapatkan penghargaan kategori The Most Creative menyingkirkan kabupaten-kabupaten lainnya. Inovasi pemasaran wisata melalui perhelatan Banyuwangi Festival, yang digelar September-Desember 2013 dengan beragam acara wisata, dianggap mampu mengatrol pamor Banyuwangi sebagai destinasi wisata yang layak dipilih.

Anas mengatakan, pariwisata adalah sektor yang bisa dengan cepat menciptakan perputaran ekonomi di masyarakat. Jika bisa dioptimalkan, pariwisata Banyuwangi akan memberi banyak dampak positif ke masyarakat.

Seiring dengan promosi yang dilakukan Banyuwangi, kunjungan wisatawan semakin terdiversifikasi. Jika dulu hanya terkonsentrasi di Kawah Ijen yang terkenal dengan blue fire (api biru), wisatawan kini mulai melirik destinasi lain, mulai dari Pantai Pulau Merah hingga Desa Wisata Using.

Yang bikin bangga, lanjut Anas, seni-budaya setempat ikut terkerek oleh laju kemajuan pariwisata dan ekonomi. Dia mencontohkan beragam acara wisata berbasis seni-budaya seperti Banyuwangi Ethno Carnival, Festival Kuwung, Festival Jazz Pantai, dan Paju Gandrung Sewu yang mampu menjadikan kekayaan seni-budaya sebagai sarana untuk memacu sektor wisata sekaligus mengungkit kegiatan ekonomi. “Ini ibarat menembak dua burung memakai satu peluru. Dengan pengembangan wisata berbasis seni-budaya, konsolidasi sosial jalan, modal sosial terbentuk untuk memajukan daerah. Sisi lainnya, ekonomi bergairah karena promosi kencang,” tuturnya.

Anas mengatakan, berbagai event wisata yang dikemas secara kreatif dalam Banyuwangi Festival berdampak setidaknya pada tiga hal. Pertama, peningkatan pendapatan daerah/komunitas lokal. Kedua, peningkatan imej daerah.

Ketiga, memperluas destination life-cycle, sehingga daerah tidak hanya dikenal melalui satu atau dua destinasi wisata saja. “Kami terus dorong cara-cara pengembangan dan pemasaran yang kreatif, menciptakan “crowd” yang bisa mendatangkan kerumunan orang dan membangun conversation positif tentang Banyuwangi di dunia online dan offline. Ini yang akan menciptakan word of mouth, kekuatan pemasaran berbasis rekomendasi antar-teman atau dari mulut ke mulut yang sangat efektif,” kata Anas.

[des]

Wali Kota Diberondong Peluru

Pemeriksaan di Bandara

MANILA – Penembakan terjadi di Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA) di Kota Manila, Filipina, kemarin (20/12). Empat orang tewas dalam insiden yang menggemparkan gerbang utama penerbangan domestik dan mancanegara di Filipina tersebut. Salah seorang di antaranya adalah Wali Kota Labangan Ukol Talumpa.

Sekelompok pria bersenjata tiba-tiba memberondongkan tembakan ke arah Talumpa dan keluarganya. Saat itu mereka baru saja turun dari pesawat dan hendak meninggalkan Terminal 3. Serangan tiba-tiba tersebut langsung melumpuhkan Talumpa dan tiga orang lainnya. Para pengunjung bandara pun langsung panik. Mereka berlarian ke segala arah berusaha menyelamatkan diri.

“Ini merupakan percobaan pembunuhan kali ketiga terhadap wali kota (Talumpa). Dan kali ini para penyerang itu sukses mengemban misi mereka,” kata Menteri Kehakiman Leila de Lima dalam jumpa pers di ibu kota. Selain Talumpa, para penembak misterius itu menghabisi istri, cucu, dan salah seorang staf sang wali kota. Cucu lelaki Talumpa itu kabarnya masih berusia 18 tahun.

Tidak lama setelah insiden terjadi, stasiun televisi GMA menayangkan rekaman gambar amatir yang diperoleh dari kamera telepon genggam salah seorang pengunjung bandara. Dalam tayangan itu, terlihat jelas kepanikan para penumpang pesawat. Mereka berlari sambil berteriak-teriak panik. Seorang pria tampak tergeletak tidak berdaya dengan posisi tengkurap.

De Lima yakin penembakan itu sudah direncanakan dengan matang. Para penyerang tersebut memang sengaja menarget Talumpa. “Kami sangat menyesalkan insiden yang juga merenggut nyawa istri, cucu, dan staf wali kota tersebut,” ujarnya. Dia berjanji mengusut insiden tersebut sampai tuntas dan memburu para pelakunya sampai dapat.

Seorang polisi bandara yang menyaksikan seluruh rangkaian kejadian itu dari jarak sekitar 10 meter mengaku trauma. Petugas yang merahasiakan identitasnya tersebut mengungkapkan bahwa pelaku penembakan sedikitnya dua orang. “Saya mendengar tembakan dan langsung bergegas ke lokasi kejadian. Tapi, begitu saya sampai sana, pelaku sudah kabur dengan menumpang sepeda motor,” ungkapnya.

Saksi itu menyatakan bahwa ada seorang lain yang sudah menanti si pelaku di atas sepeda motor. Mesin sepeda motor tersebut sengaja tetap dinyalakan karena si pengendara memang menunggu si pelaku menuntaskan aksinya. “Orang-orang panik dan berlarian di sekitar lokasi penembakan sehingga saya tidak bisa melepaskan tembakan,” paparnya.

Menurut petugas tersebut, polisi bandara juga sempat mengejar para pelaku penembakan. “Kami sudah berusaha mengejar mereka dengan mobil polisi. Tapi, kami terhambat lalu lintas yang padat,” ujarnya. Kendati demikian, polisi mengaku sudah mengenali pelaku. Salah seorang di antaranya memakai topi polisi dan jaket biru.

Talumpa yang memimpin kota rawan konflik di wilayah selatan itu memang sering menjadi sasaran penembakan. Sebelumnya, dia sudah dua kali menjadi target serangan. Yakni, percobaan pembunuhan di Manila pada 2010 dan ledakan granat di Pulau Mindanao pada September tahun lalu. Polisi yakin tiga serangan terhadap Talumpa itu berlatar politik. (AFP/AP/hep/c5/dos)

Sumber: http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=206810

DKI Desak Pusat Benahi Infrastruktur

RENCANA pengoperasian Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, sebagai bandara penerbangan sipil, terus mendapatkan perhatian berbagai pihak. Salah satunya dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama. Orang nomor dua di DKI itu mendesak Pemerintah Pusat agar memperbaiki bahu jalan tol dikhususkan untuk jalur bus kota. Harapannya, pengunjung bandara Halim khususnya nanti beralih menggunakan angkutan umum.

Bagi Ahok, pengoperasian Bandara Halim PK sebagai tempat penerbangan sipil mulai 10 Januari 2014, memang sudah merupakan pilihan akhir. Hal ini mengingat kepadatan yang terjadi di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Sehingga apapun resikonya, Halim harus siap menjadi Bandara penunjang penerbangan sipil. Namun karena minimnya sarana prasarana, untuk tahap awal hanya melayani penerbangan domestik.

“Mau tidak mau harus dilakukan. Itu saya bilang kalau tidak ada kerbau untuk bajak sawah, ya kuda dipakai. Habis bagaimana lagi kan tidak ada pilihan,” ujar Ahok usai menjadi pembicara saat “Dialog interaktif dalam rangka peringatan hari anti korupsi sedunia” yang digelar di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya A Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Jumat (20/12).

Untuk mencegah adanya kepadatan lalulintas terutama di jalan tol, Ahok akan meminta pada Kementerian Perhubungan agar membolehkan bus melintas di bahu jalan tol. Hanya masalahnya, bahu jalan itu kekuatannya tidak seperti jalan utama. Karenanya ia meminta pada Kemenhub dan Jasa Marga agar memperbaiki struktur bahu jalan tol sehingga layak dilintasi bus kota.

“Masalahnya bahu jalan tol itu tidak dirancang sekuat jalan utama. Makanya bahu jalan itu harus diperbaiki dulu, kami akan minta pada Kemneterian Perhubungan dan PT Jasa Marga. Pokoknya bagaimana caranya bahu jalan tol itu bisa layak dilintasi bus kota,” ujarnya.

Sementara, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean A, Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur, Patmoyo Tri Wikanto mengatakan, sejauh ini sudah berkoordinasi dengan pihak PT Angkasa Pura II. Terutama menyangkut sarana dan
prasarana yang harus disiapkan dalam pelayanan masyarakat.

“Pengawasan harus ada standarnya, baik segi keamanan penerbangan maupun keselamatan penumpang. Kemudian barang-barang bawaan penumpang harus melewati pemeriksaan menggunakan X-Ray,” ujar Patmoyo. Sejauh ini pihaknya berkonsenstrasi dalam mengawasi keluar masuk barang melalui Bandara Halim Perdana Kusuma. Alat pemeriksaan X-Ray, di Bandara ini baru ada dua unit. Yakni untuk barang-barang kargo dan barang bawaan para penumpang pesawat.

Sejatinya memang harus ada penambahan alat X-Ray mengingat akan terjadi penambahan jumlah penerbangan. Namun sayang  diatak menyebut jumlah ideal alat X-Ray tersebut. Prinsipnya X-Ray dapat memenuhi kebutuhan dalam pelayanan pada masyarakat. Penambahan X-Ray juga harus disesuaikan dengan kondisi fisik Bandara Halim. Jangan sampai penambahan alat tersebut akan sia-sia.

Termasuk jumlah SDM yang melakukan pengawasan di Bandara Halim, saat ini masih dianggap kurang. Sebab hanya 69 anggota. Jika nanti jadi ada pengoperasian penerbangan sipil maka harus ada penambahan SDM. Sayangnya ia juga tak menyebut angka riil personil yang harus ditambah. Di Bandara Halim, hanya terdapat 2 gate (gerbang), yakni gate kedatangan dan gate keberangkatan. (dni)

Sumber: http://www.jpnn.com/read/2013/12/21/206801/DKI-Desak-Pusat-Benahi-Infrastruktur-

Antrean Panjang di Pintu Tol Bikin Penumpang Telat Tiba di Bandara

Tidak sedikit calon penumpang yang akan berangkat melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kota Makassar, Sabtu (21/12/2013), terpaksa harus gigit.

Mereka terpaksa tidak bisa berangkat karena ketinggalan pesawat. Tiket yang telah dibelinya pun dinyatakan hangus. Pasalnya mereka tiba telat dari waktu ceck-in yang telah ditentukan.

Satu di antara penumpang yang mengalami nasib apes itu adalah Rustam, warga Kota Makassar. Ia dan keluarganya berencana ke Bali.

“Ini akibat kami tiba sangat telat di bandara akibat terjebak macet parah di jalan tol. Rupanya banyak juga orang mengalami nasib serupa dengan kami,” ujar Rustam yang menghubungi Tribunnews.com melalui ponsel, Sabtu (21/12/2013) malam.

Pantauan Tribunnews.com, arus lalulintas di Jl Tol Ir Sutami mengalami perlambatan parah sejak siang hingga malam ini. Perlambatan parah terjadi di setiap pintu loket pembayaran jalan tol. Pihak pengelola tol belum memberi penjelasan resmi terkait penyebab kemacetan di jalan tol.

Sementara itu, pada saat yang bersamaan juga terjadi kemacetan parah di Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Perintis Kemerdekaan

Sumber: http://www.tribunnews.com/regional/2013/12/21/antrean-panjang-di-pintu-tol-bikin-penumpang-telat-tiba-di-bandara

Pembangunan Kereta Bandara Segera Dimulai, Pintu M1 Soekarno-Hatta akan Ditutup

Jakarta – Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta dihancurkan untuk pembangunan rel kereta api bandara. Pintu tersebut akan ditutup permanen selama pembangunan hingga beroperasinya kereta bandara.

“Pintu M1 akan ditutup permanen untuk pembangunan jalur kereta. Jalan ini dibongkar habis,” kata Senior GM PT Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta Bram Bharoto Tjiptadi di kantornya, Kompleks Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Jumat (20/12/2013).

Pembangunan stasiun dan rel yang menggantikan akses M1 ini akan dimulai pada awal Januari 2014. Pengerjaannya memakan waktu selama 10 bulan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 170 miliar. PT KAI menjadi penanggungjawab proyek tersebut.

“Sehingga kami juga akan merelokasi akses jalan M1,” kata Bram.

Relokasi akses atau pengalihan arus lalu lintas itu akan menggunakan jalan perimeter utara dan selatan. Kedua jalan ini adalah ‘restricted public area’ yang memiliki panjang 6,5 km dengan lebar 6,5 meter.

“Bus dan truk tidak bisa melintasi kedua jalan ini karena di pintu masuknya ada portal setinggi 2,5 meter,” ujar Bram.

Uji coba akan dilakukan dengan jalur sebagai berikut:

1. Dari arah Tangerang ke Bandara melalui jalan perimeter selatan. Jl Surya Darma-Jl Perimeter Selatan-Jl Husein Sastranegara-Jl P1 Bandara.

2. Dari Bandara ke Tangerang. Jl P2 Bandara-Jl Perimeter Utara-Jl Surya Darma.

3. Tangerang ke Jakarta via Bandara. Jl Surya Darma/Jl Daan Mogot-Jl Pembangunan III-Jl Djuanda-Jl Garuda-Jl Halim Perdanakusuma-Jl Husein Sastranegara-Jl Tol Sedyatmo.

4. Tangerang menuju Jakarta via Bandara. Jl Tol Sedyatmo-exit Tol Rawa Bokor-Jl Husein Sastranegara-Jl Halim Perdanakusuma-Jl Garuda-Jl Djuanda-Jl Pembangunan III-Jl Surya Darma/Jl Daan Mogot.

“Persentase masyarakat yang menuju Jakarta itu lebih besar daripada yang tujuannya bandara. Yang ke bandara itu 40 persen dari pengendara yang melintas. Perlu diketahui, ini kita siapkan untuk kebutuhan masing-masing,” ujar Bram.

Penutupan pintu M1 akan dimulai sejak 26 Desember 2013. Sebelumnya, Angkasa Pura bersama Dishub Banten akan melakukan uji coba pengalihan arus pada 23 Desember mendatang.

Sumber: http://news.detik.com/read/2013/12/20/190325/2448206/10/2/pembangunan-kereta-bandara-segera-dimulai-pintu-m1-soekarno-hatta-akan-ditutup

2015 Pembangunan Bandara Sangkima Dimulai

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tengah mempersiapkan pembangunan Bandara Sangkima. Pembangunan ini bakal memanfaatkan dan memperluas eks bandara Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field.

Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Kutim, Johansyah Ibrahim, mengatakan pihaknya telah merampungkan studi kelayakan (feasibility study/FS) tentang rencana perluasan Bandara Sangkima.

“Hasilnya, bandara layak dibangun. Apalagi posisi bandara dekat laut. Kondisi ini sangat ideal untuk faktor pendukung keselamatan,” kata Johansyah.

Terlebih, usulan pelepasan sebagian kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) mulai mendapatkan titik terang dari Kementerian Kehutanan RI.

“Setelah tahun ini melaksanakan FS, tahun 2014 kita upayakan penyusunan Detail Engineering Desain (DED), Master Plan, dan Amdal. Tahun 2015 ditargetkan sudah mulai pembangunan, dan 2017 ditargetkan sudah beraktivitas,” katanya.

Skenario optimisnya, setelah 2015 selesai pembangunan Pelabuhan Kenyamukan, langsung dilanjutkan pembangunan bandara.

“Runway 880 meter akan ditingkatkan menjadi 1.600 meter. Diproyeksikan didarati pesawat jenis ATR dan Hercules untuk kepentingan latihan TNI,” katanya.

Infrastruktur bandara diproyeksikan dibangun lengkap, sehingga mendukung operasional bandara secara maksimal. Adapun rute penerbangan akan dirumuskan lebih lanjut.

“Seperti Balikpapan, Tarakan, Samarinda, Berau, juga Mamuju. Tergantung permintaan pasar (demand),” katanya.

Berdasarkan hasil studi kelayakan, dirumuskan prakondisi pembangunan Bandara Sangkima melalui analisa SWOT. Dari sisi kekuatan, jumlah alokasi dana di bidang prasarana dan sarana kebandarudaraan besar. Ruang lalu lintas udara yang dimiliki juga cukup besar.

Selain itu, lahan yang ada masih cukup luas untuk dikembangkan, termasuk runway. Jarak bandara dengan kota cukup dekat. Adapun sisi kelemahan diantaranya, belum layaknya akses jalan masuk menuju bandara.

Perangkat kelembagaan dalam penyelenggaraan lalu lintas penerbangan pun belum memadai. Bandara Sangkima juga berada di area Pertamina, bukan kawasan terbuka. Saat ini, tingkat kerusakan landasan pacu tinggi. Kebutuhan dana untuk pembangunan bandara, berupa sarana dan prasarana, cukup besar.

Adapun sisi peluang berupa potensi angkutan yang besar dan terus berkembang, membuka potensi perekonomian wilayah, membuka ruang investasi, juga dapat meningkatkan SDM dengan pelatihan. Sedangkan ancaman kemungkinan berupa hambatan terhadap penerapan teknologi baru. Plus posisi bandara yang berada di kawasan hutan lindung.

Sumber: http://www.tribunnews.com/regional/2013/12/20/2015-pembangunan-bandara-sangkima-dimulai

Area Parkir Bandara Ngurah Rai Terendam Air Berbusa

tidur di bandara Ngurah Rai Bali

Setelah diguyur hujan deras pada Jumat (20/12) dini hari, beberapa area parkir domestik di Bandara Internasional Ngurah Rai tergenang air.

Akibatnya, banyak kendaraan yang mayoritas roda empat terpaksa parkir di atas genangan air. Tidak jarang percikan air mengotori kendaraan lainnya akibat kendaraan yang keluar masuk area parkir.

Lebih lanjut, genangan air tersebut mengeluar bau tidak sedap. Bau tidak sedap ini tercium oleh beberapa pengunjung kantin yang berada di sekitar area parkir bandara.

Beberapa saksi mata yang sering berada di lokasi parkir menjelaskan genangan air itu bahkan mengeluarkan busa bila hujan terus turun. “Genangan tersebut murni akibat hujan deras karena saluran yang mengarah ke selokan atau got tidak ada. Akibatnya, air hanya putar-putar di atas area parkir. Ini memang menganggu pemandangan untuk bandara sekelas Ngurah Rai,” ujar Wayan Buda, salah satu sopir taksi yang sering mangkal di Ngurah Rai.

Bila saluran diperbaiki, sangat dipastikan tidak ada genangan air lagi di lahan parkir tersebut. Untuk itu, otoritas bandara pun diharapkan segera membenahi area parkir tersebut. (Arnoldus Dhae)
Editor: Prita Daneswari

Sumber: http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/12/20/6/202718/Area-Parkir-Bandara-Ngurah-Rai-Terendam-Air-Berbusa

Rekayasa Lalu Lintas Bandara Soekarno-Hatta Berlaku 26 Desember, Cek Rutenya di Sini!

JAKARTA, Mulai pekan depan, tepatnya 26 Desember 2013, akses dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta melalui pintu M1 dialihkan ke Jalan Perimeter Utara dan Jalan Perimeter Selatan, yang terletak di sisi utara dan selatan bandara.

Senior GM PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno Hatta, Bram Bharoto Tjiptadi, di Jakarta, Jumat (20/12/2013), menuturkan, rekayasa lalulintas ini dilakukan lantaran pembangunan jalur dan stasiun kereta api commuter line bandara akan segera dimulai.

Pembangunan fisik stasiun kereta api bandara akan dimulai pada awal Januari 2014 hingga 10 bulan ke depan, dengan investasi sebesar Rp 170 miliar.

“Kedua jalan masuk dalam kategori restricted public area, di mana bus dan truk tidak bisa melintas. Pada pintu masuk kedua jalan tersebut akan dipasangi portal setinggi 2,8 meter,” kata Bram.Berikut ini pengalihan lalu lintas dari atau menuju bandara.

1. Jalur dari Tangerang menuju Bandara, bagi kendaraan yang berasal dari Tangerang yang ingin menuju Bandara dapat melewati Jl.Suryadarma – Jl.Perimeter Selatan – Jln.Husein Sastranegara – Jl. PI Bandara.

2. Jalur dari Tangerang menuju Jakarta, bagi kendaraan yang akan melintas dari Tangerang menuju Jakarta dapat melewati Jl.Suryadarma/Jl.Daan Mogot – Jl.Pembangunan III – Jl.Juanda – Jl.Garuda – Jl.Halim Perdanakusuma – Jl.Husein Sastranegara – Tol Sedyatmo.

3. Jalur dari Bandara menuju Tangerang, bagi kendaraan yang akan melintas dari Bandara menuju Tangerang dapat melewati Jl.P2 Bandara – Jl.Perimeter Utara Bandara – Jl.Suryadarma.

4. Jalur dari Jakarta menuju Tangerang, bagi kendaraan dari arah Jakarta (Tol Sedyatmo) menuju Tangerang dapat melewati Tol Sedyatmo – Exit Tol Rawa Bokor – Jl.Husein Sastranegara – Jl.Halim Perdanakusuma – Jl.Garuda – Jl.Juanda – Jl.Pembangunan III – Jl.Suryadarma/Daan Mogot.

Abdurrahman Saleh jadi Bandara Internasional

Abdurrahman Saleh

SURABAYA – Para pengguna angkutan pesawat di Jawa Timur bagian selatan sebentar lagi tak perlu jauh-jauh menuju ke Bandara Juanda, Surabaya jika ingin bepergian. Hal itu menyusul ditetapkannya Bandara Abdurrahman Saleh, Malang sebagai bandara Internasional. Dengan begitu, bandara kebanggaan “kera ngalam” alias arek Malang itu akan segera dibangun.

Kepastian tersebut diungkapkan Gubernur Jatim Soekarwo kemarin (17/12) di Gedung Negara Grahadi setelah penyerahan DIPA kepada 38 bupati/wali kota. ”Besok (hari ini, Red) saya akan menandatangani MoU (memorandum of understanding) dengan KSAU terkait Abdurrahman Saleh,” katanya.

Langkah itu memang harus dilakukan karena selama ini Bandara Abdurrahman Saleh adalah bandara militer yang dikelola TNI-AU. “Semua sudah sepakat. Tinggal teken saja, kemudian langsung dibangun,” ucap orang nomor satu di jajaran pemerintahan Jatim tersebut.

Menurut dia, pengembangan itu sangat penting. Terutama melayani penumpang dari Blitar, Kediri, dan kota-kota di pantai selatan lainnya. ”Bayangkan, seorang penumpang dari Malaysia yang ingin ke Kediri turun di Surabaya. Kan terlalu jauh,” ujarnya.

Selain itu, Soekarwo melontarkan ide menarik lainnya. Nanti Bandara Abdurrahman Saleh tidak dikelola PT Angkasa Pura I, melainkan oleh badan usaha yang dimiliki Pemkab Malang dan Pemprov Jatim. ”Regulasinya memang mensyaratkan harus dikelola badan usaha. Tapi, tak harus PT Angkasa Pura I, kan? Bagaimana kalau pemkab?” ucapnya.

Menurut Soekarwo, tidak ada kendala tertentu terkait pengelolaan tersebut. “Yang berbeda hanyalah dari Kementerian Keuangan. Karena, nanti pembangunan berupa bantuan keuangan. Skemanya memang agak beda, tapi harus seperti itu,” tutur pejabat kelahiran Madiun tersebut.

Soal pembangunan fasilitas, sarana, dan prasarana Abdurrahman Saleh, Soekarwo mengatakan tidak ada masalah. Bahkan, DED (detail engineering design) pengembangan Bandara Abdurrahman Saleh sudah nyaris kelar. ”Semuanya pasti memenuhi standar internasional,” paparnya.

Dia mencontohkan runway yang setidaknya akan diperpanjang hingga 3.000 meter. Lalu, fasilitas penunjang lainnya sebagai bandara internasional juga akan disiapkan. ”Pokoknya, nanti tidak kalah dari Juanda. Tapi, saya belum tahu persisnya seperti apa dan bakal menelan anggaran berapa. Yang penting adalah MoU dulu,” tegasnya.

Soekarwo yakin bahwa pengembangan Bandara Abdurrahman Saleh sangat feasible. Artinya tidak akan sia-sia. ”Lihat saja Juanda. Terminal II, bila sudah jadi pun, masih tetap overload,” terangnya.

Dengan kapasitas hanya 7 juta penumpang per tahun, kini Bandara Juanda melayani nyaris 15 juta penumpang per tahun. Bila terminal II jadi pun, kapasitasnya hanya akan bertambah sampai 2 juta penumpang.

Jumlah penumpang yang ada sekarang baru bisa tertampung ketika terminal III dan satu runway lagi dibangun. Itu pun paling hanya memperbesar kapasitas hingga 20 juta penumpang per tahun. Jumlah tersebut mungkin sudah terlampaui tidak lebih dari lima tahun mendatang. ”Jadi, memang sangat penting pembangunan Bandara Abdurrahman Saleh,” tegasnya.

Di bagian lain, Komisi D DPRD Jatim menyambut baik rencana pengembangan tersebut. ”Kami sangat setuju dengan pengembangan itu. Sangat penting mengungkit perekonomian Jatim,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim Mahdi.

Menurut dia, pengembangan Bandara Abdurrahman Saleh bisa menambah kapasitas menjadi 7 juta orang per tahun. “Dikombinasikan dengan pengembangan Terminal III Juanda, setidaknya kapasitas layanan penumpang bisa 30 juta orang per tahun. Setidaknya bisa menampung penumpang lima hingga sepuluh tahun ke depan,” tambahnya.

Dahlan Iskan: 15 Investor Minati Merpati Air

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan bahwa saat ini Business Plan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) telah diajukan ke Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa. Oleh karena itu, dengan terkirimnya Business Plan Merpati, dirinya meminta agar ada pembahasan lebih lanjut mengenai nasib Merpati.

Dahlan menjelaskan pengiriman Business Plan tersebut, lantaran Merpati sendiri telah mendapatkan sebanyak 15 calon investor. Di mana, lima investor asing dan 10 merupakan investor dalam negeri.

“Sudah mengirim ke menko, minta pembahasan lagi, sekitar 15 yang minat,” ucap Dahlan kepada waratawan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (18/12/2013).

Dahlan menyebutkan, 15 investor tersebut berminat ingin berinvestasi di Merpati lantaran menilai peluang bisnis Merpati masih dalam kondisi baik.

Tranding center-nya bagus, networknya bagus, service-nya bagus sehingga mereka melihat hal-hal mendasar perusahaan penerbangan masih dengan baik,” tambahnya.

Namun, lanjut Dahlan, dirinya menuturkan akan dari 15 peminat tersebut akan diseleksi menjadi tiga investor, yang selanjutnya akan melakukan beauty contest.

“Yang 15 ini diseleksi, mungkin bisa dapat tiga yang serius untuk di-beauty contest,” pungkas Dahlan. (wdi)

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2013/12/18/320/914284/dahlan-iskan-15-investor-minati-merpati-air

Cuaca

Bali
overcast clouds
25 ° C
25 °
25 °
93 %
1.9kmh
100 %
Fri
28 °
Sat
29 °
Sun
29 °
Mon
30 °
Tue
29 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,089.3
AUD
11,977.9
EUR
19,956.1
CNY
2,502.8
JPY
107.1
SGD
13,382.0