Home Blog Page 287

Siap-Siap, Tarif Pesawat Terbang Segera Naik

JAKARTA – Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan harga avtur yang mengalami kenaikan, membuat biaya operasional maskapai penerbangan yang mayoritas menggunakan dolar AS meningkat.

Dengan begitu, maskapai meminta agar tarif fuel surcharge penerbangan juga naikkan. Pada akhirnya, masyarakat harus merogoh uang lebih untuk membeli tiket pesawat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Herry Bakti mengaku, hingga saat ini Kementerian Perhubungan sudah bisa menyetujui kenaikkan tarif tersebut sudah bisa ditandatangani oleh Menteri Perhubungan (Menhub).

“Pada prinsipnya Menhub setujui awal bulan ini bisa ditandatangani,” kata Herry di Kantornya, Jakarta, Jumat (3/1/2013).

Herry menambahkan, dirinya masih belum memastikan kenaikan tarif yang pasti berada pada kisaran berapa. Namun, kata Herry, Indonesia National Aircarries Association (INACA) mengusulkan kenaikan tarif Rp85 ribu.

“Itu saya lupa sekitar Rp40 ribu-Rp50 ribu, itu sudah prinsip tapi diajukan ke menteri inikan mintanya Rp85 ribu,” pungkasnya.(rez) (wdi)

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2014/01/03/320/921233/siap-siap-tarif-pesawat-terbang-segera-naik

6 Bandara Merugi, Ini Alasannya

JAKARTA – PT Angkasa Pura I (Persero) mengakui dari 13 bandar udara (bandara) yang dikelolanya, namun enam bandara di antaranya mengalami kerugian akibat posisi traffic yang rendah. Bandara tersebut berada di kawasan tengah dan timur Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama AP I Tommy Soetomo, saat ditemui dalam acara Peresmian Media Centre dan Logo HUT ke-50 di kantor pusat AP I, Jakarta, Jumat (3/1/2013).

Tommy memaparkan, ke-13 bandara tersebut antara lain, Ngurai Rai (Bali), Juanda (Surabaya), Sultan Hasannuddin (Makasar), Sepinggan (Balikpapan), Frans Kaisiepo (Biak), Sam Ratulangi (Manado), Syamsudin Noor (Banjarmasin), Ahmad Yani (Semarang), Adisutjipto (Yogyakarta), Adi Soemarmo (Surakarta), Lombok (Praya), Pattimura (Ambon), serta El Tari (Kupang).

“Yang rugi itu bandara Lombok, Biak, Kupang, Solo, Ambon dan Manado,” ucapnya.

Menurut Tommy, posisi traffic yang rendah itu dikarenakan supply dan demand tidak merata.

“Tapi kita juga lakukan marketing. Itu karena sesuai supply dan demand. Misalnya di Lombok, marketing kamu buat ada penerbangan empat kali seminggu,” ucapnya.

Kendati demikian, dirinya enggan menyebutkan angka kerugian dari rendahnya traffic enam bandara tersebut. (kie) (wdi)

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2014/01/03/320/921041/6-bandara-merugi-ini-alasannya

Kemenhub: Bandara Karawang Tak Dibangun di Atas Sawah

JAKARTA – Bandara Karawang sudah selesai mengalami studi awal. Hasilnya menunjukkan Bandara Karawang tidak akan dibangun di atas lahan persawahan. Pasalnya, Karawang merupakan daerah lumbung beras nomor satu terbesar di Indonesia, yang harus tetap dijaga kelestariannya.

“Yang jelas bandara itu nanti tidak merusak persawahan, caranya bukan di persawahan, hasil studi yang terpilih bukan didaerah persawahan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Herry Bakti, usai menghadiri acara Pelantikan Pejabat Eselon I Kementerian Perhubungan di Kantornya, Jakarta, Jumat (3/1/2013).

Herry mengaku, hingga saat ini pembahasan hasil studi masih dilakukan di internal Kementerian Perhubungan. Dirinya juga menjelaskan bahwa dirinya terus melakukan koordinasi dengan Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum.

“Studi awalnya sudah selesai, kita terus koordinasi dengan tata ruang pekerjaan umum, selanjutnya akan dirapatkan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Herry mengungkapkan bahwa pergantian menteri kabinet pada pertengahan tahun ini, tidak akan mengubah niatan pemerintah yang akan membangun Bandara Karawang. Pasalnya, pembangunan bandara ini lantaran, Bandara Soekarno Hatta sudah melebihi kapasitas, baik penumpang maupun tambahan pesawat.

“Tida ada masalah walapun pergantian kabinet, karena kan termasuk program MP3EI. Jadi tidak akan berubah,” pungkasnya. (wdi)

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2014/01/03/320/921070/kemenhub-bandara-karawang-tak-dibangun-di-atas-sawah

Siap-Siap, Kota Yogyakarta Akan Disulap Jadi Airport City

JAKARTA – PT Angkasa Pura I (Persero) mempunyai ambisi besar untuk menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DI Yogyakarta) sebagai salah satu kota berlabel Airport City. Hal tersebut agar kota Yogyakarta menjadi pusat arus keluar masuk logistik dan wisatawan.

Direktur Utama AP I Tommy Soetomo menjelaskan, ambisi besar ini didasarkan karena Yogyakarta merupakan kota yang masuk dalam empat destinasi wisatawan terbesar selain Bali, Jakarta, dan Batam.

“Kami punya ambisi besar menjadikan Yogyakarta itu menjadi Airport City, kota dengan tulang punggung airport sebagai sarana transportasi dan logistik utama, nanti bisa disambung kereta,” ungkap Tommy saat ditemui dalam acara Peresmian Media Centre dan Logo HUT ke-50 di kantor pusat AP I, Jakarta, Jumat (3/1/2014).

Tommy menjelaskan, demi mendukung ambisinya tersebut AP I telah mengembangkan bandara baru di daerah Kulon Progo yang berada di sebelah selatan Yogyakarta.

“Kulon Progo kami sangat ambisius, karena Yogyakarta itu termasuk empat destinasi wisata,” ucapnya.

Menurut Tommy, di sisi lain potensi kota budaya tersebut kurang didukung dengan bandara Internasional Adisucipto yang tidak mampu lagi menerima penambahan jumlah penerbangan mengingat kapasitasnya sudah penuh.

“Sekarang tidak bisa menerima permohonan maskapai ke Jogja, karena itu basis militer juga,” jelasnya.

Sekedar informasi, pengembangan bandara baru yang akan berada di Kulon Progo saat ini sudah mendapat persetujuan dari Sri Sultan Hamengkubuwono X dan pemerintah pusat dan saat ini masih dalam tahap pembebasan tanah.

Bandara Internasional Adisucipto yang terletak di Maguwoharjo, Sleman ini hanya mampu menampung 4,9 juta penumpang per tahunnya. Sementara untuk bandara di Kulon Progo diperkirakan akan memiliki kapasitas. (kie) (wdi)

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2014/01/03/320/921171/siap-siap-kota-yogyakarta-akan-disulap-jadi-airport-city

Perjodohan Bandara Labuan Bajo-Bali Masih Check Market

JAKARTA – PT Angkasa Pura I (Persero) menilai rencana Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menawarkan bandar udara (bandara) yang selama ini dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara kepada pihak swasta masih dalam tahap check market.

“Jadi ingin melihat bagaimana respons masyarakat jika ini dikomersilkan,” kata Direkrut Utama AP I Tommy Soetomo saat ditemui dalam acara Peresmian Media Centre dan Logo HUT ke-50 di kantor pusat AP I, Jakarta, Jumat (3/1/2014).

Tommy menjelaskan, jika memang rencana tersebut terealisasi, maka AP I akan mencoba menyatukan antara bandara Labuan Bajo dengan Bali. Penyatuan kedua bandara tersebut sesuai potensi di setiap wilayah.

“Tapi kalau menurut market ini menarik, bandara yang prospek kami berminat, seperti Labuan Baju dan Bali kita akan gabungkan itu kan turis destination,” paparnya.

Seperti yang diketahui, pemerintah menawarkan 10 bandara yang dipegang oleh UPT Kemenhub dikelola oleh swasta. Alasan dilepasnya pengelolaan bandara pada pihak swasta tidak lain karena alasan pendanaan. Pemerintah tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mengelola bandara.

Sebanyak 10 bandara yang ditawarkan, antara lain Bandara Sentani (Jayapura), Bandara Mutiara (Palu), Bandara Juwata (Tarakan), Bandara Matahora (Wakatobi), Bandara Sultan Babullah (Ternate), Bandara Tjilik Riwut (Palangkaraya), Bandara Komodo (Labuan Bajo), Bandara Hanandjoedin (Tanjung Pandan), Bandara Fatmawati (Bengkulu), Bandara Raden Inten II (Lampung). (kie) (wdi)

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2014/01/03/320/921158/perjodohan-bandara-labuan-bajo-bali-masih-check-market

Bandara Makassar Difokuskan Jadi Hub Penerbangan RI Timur

JAKARTA – PT Angkasa Pura I (Persero) menyatakan akan terus mengembangkan beberapa bandar udara (bandara) yang dikelolanya untuk meningkatkan kapasitas serta pelayanannya pada tahun ini.

Direktur Utama AP I Tommy Soetomo mengatakan, akan meningkatkan kapasitas terminal di Bandara Sultan Hasanuddin Makasar. Pengembangan ini dilakukan untuk mendukung  Bandara Sultan Hasanuddin sebagai hub airport atau bandara penghubung dari atau ke kawasan Indonesia Timur.

“Di Makasar sudah 10 juta penumpang. Itu besar tapi kurang. Itu Makasar kita kembangkan hingga 25 juta. Itu hub untuk Indonesia Timur,” ungkap Tommy saat ditemui dalam acara Peresmian Media Centre dan Logo HUT ke-50 di kantor pusat AP I, Jakarta, Jumat (3/1/2014).

Tommy menambahkan, pihaknya juga berencana menambah terminal baru Bandara Juanda. Meski Bandara Juanda, baru akan meresmikan Terminal 2. Pembangunan terminal baru ini untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang sangat pesat setiap tahunnya.

“Sekarang Bandara Juanda trafficnya 17 juta, padahal di 2009 masih 10 juta. Kita tanggal 13 akan menghadap Gubernur untuk rencana ini,” paparnya.

Selain menambahkan kapasitas, Tommy menjelaskan, pihaknya akan meresmikan dua proyek renovasi bandara dan pengembangan terminal bandara yang sudah rampung.

Proyek tersebut antara lain renovasi dan pengembangan terminal di Bandara Sepinggan Balikpapan dan pembangunan terminal dua baru di Bandara Juanda Surabaya. Rencananya peresmian ini dilakukan pada tanggal 20 Februari 2014.

“Balikpapan dan Juanda kita resmikan bulan Februari. Sepinggan itu besar sekali. Ini mudah-mudahan menjadi gate Kalimantan Timur, pusat pengembangan Kaltim masuknya dari Balikpapan,” kata Tommy. (kie) (wdi)

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2014/01/03/320/921176/bandara-makassar-difokuskan-jadi-hub-penerbangan-ri-timur

Pembukaan Bandara Halim untuk Penerbangan Komersial Molor

Pembukaan Bandara Halim Perdanakusuma sebagai bandara untuk penerbangan komersial berjadwal yang rencananya dimulai pada 10 Januari 2014 kemungkinan tertunda.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Herry Bakti menuturkan, operasional Bandara Halim Perdanakusuma masih harus menunggu kesiapan dari airlines (maskapai) serta stakeholder.

“Karena yang namanya operasi itu kan berkaitan dengan kesiapan maskapai, karena harus memindahkan sebagian operasinya, juga pendukungnya seperti ground handling, maupun pesawat lainnya. Jadi itu kami lihat dulu posisi terakhir,” ujar Herry ditemui di kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (3/1/2014).

Herry mengatakan pihaknya tidak terlalu mempersoalkan tenggat waktu dimulainya Bandara Halim Perdanakusuma untuk melayani penerbangan komersial. Menurutnya, kesiapan dari airlines dan pendukungnya sangat penting, karena hal itu terkait aspek pelayanan dan keselamatan.

“Jangan asal mulai tapi pelayanan amburadul. Pastikan kesiapan baru mulai,” sambung Herry.

Sejauh ini, kata Herry, sudah ada 3 maskapai yang akan mengalihkan sejumlah rute penerbangan ke Halim Perdanakusuma. Mereka adalah Garuda Indonesia, AirAsia, dan Citilink.

Ditemui dalam kesempatan sama, Menteri Perhubungan, E.E Mangindaan menuturkan, meskipun tidak terlalu banyak maskapai yang hijrah ke Halim Perdanakusuma, setidaknya itu bisa mengurangi sedikit overload di Cengkareng, di Bandara Soekarno Hatta. Ia mengatakan, setidaknya akan ada 82 penerbangan per hari di Bandara Halim Perdanakusuma.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/01/03/1335208/Pembukaan.Bandara.Halim.untuk.Penerbangan.Komersial.Molor

Bandara Karawang Tetap Dibangun meski Kabinet SBY Bubar

Pembangunan bandara di Karawang, Jawa Barat, dipastikan akan terus dikerjakan meskipun kabinet pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berakhir.

“Bandara tersebut kan masuk di program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI), jadi akan tetap dikerjakan pembangunannya,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Herry Bakti S Gumay di Jakarta, Jumat (3/1).

Pembangunannya pun, sambung Herry, juga tidak akan memakan areal pertanian. Apalagi Karawang terkenal sebagai lumbung sawah terbesar di Tanah Air.

“Sudah dilakukan juga studi tentang lokasinya. Dipastikan tidak merusak persawahan. Lagipula Kemenhub terus koordinasi dengan Dirjen Tata Ruang Kementerian Pekerjaan Umum,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan EE Mangindaan menuturkan bahwa pemerintah telah memiliki alternatif pembangunan bandara di Karawang dengan mempertimbangkan banyaknya lahan persawahan.

“Jangan sampai Karawang sebagai daerah pangan diambil sawahnya. Jawa Barat diimbau untuk kaji revisi rencana tata ruang dan wilayahnya,” ujar Mangindaan. (Beo)
Editor: Prita Daneswari

Sumber: http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2014/01/03/6/205124/Bandara-Karawang-Tetap-Dibangun-meski-Kabinet-SBY-Bubar

Garuda dan Lion Air Berminat Kelola Bandara

Dua maskapai nasional berminat dalam tender pengembangan 10 bandara dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub). Maskapai ini adalah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan PT Lion Mentari Airlines.

Adapun 10 bandara tersebut adalah Bandara Raden Inten II (Lampung), Bandara Fatmawati Soekarno (Bengkulu), Bandara Sentani Jayapura (Papua), Bandara Tjilik Riwut (Palangkaraya), Bandara Mutiara (Palu), Bandara Matahora (Wakatobi), Bandara Hanandjoeddin (Bangka-Belitung), Bandara Juwata (Tarakan), Sultan Babullah (Ternate), dan Bandara Komodo (Labuan Bajo).

Sebelum akhirnya terpilih 10 bandara, Kemhub bersama Kementerian Keuangan dan Indonesia Infrastructure Finance (IFC) mengkaji terhadap sekitar 233 bandara di Indonesia. “Kami berminat bila harganya cocok,” kata Komisaris PT Garuda Indonesia Tbk, Bambang Susantono.

Soal bandara incaran, Wakil Menteri Perhubungan ini belum bisa mengungkapkan. Menurutnya, meski Garuda baru saja membuka rute Denpasar-Labuhan Bajo, tetapi belum tentu maskapai pelat merah ini akan mengembangkan bisnis di Bandara Komodo, Labuan Bajo.

Sedangkan Lion Air juga menyatakan minatnya melalui surat yang dilayangkan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Sayangnya, tidak satu pun manajemen Lion Air yang bersedia memberikan keterangan.

Sementara, pengelola bandara PT Angkasa Pura II yang turut hadir dalam pertemuan investor ini masih belum berani berbicara banyak mengenai rencana tersebut. Rinaldo J. Aziz, Direktur Komersial Kebandarudaraan Angkasa Pura II mengaku masih menelaah terlebih dahulu lokasi yang ditawarkan pemerintah. “Kami minat ikut tender, masalah menang atau tidak itu nomor 7,” ujar Rinaldo.

Yang jelas, Kemhub sudah menggelar penawaran pengembangan bandara ini kepada 35 investor. Herry Bakti Gumay, Dirjen Perhubungan Udara Kemhub mengharapkan dengan penawaran 10 bandara ini langsung berlanjut ke penyusunan konsep dari peserta tender. Sehingga, pemenang tender bisa diputuskan tahun depan.

Investasi ini nantinya berbentuk kerjasama pemerintah swasta atau public private partnership dengan pemegang saham terbesar, 51%, digenggam pemerintah. Sayang, Kemhub belum bisa memastikan nilai investasi proyek ini. (RR Putri Werdiningsih)

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/12/05/0952370/Garuda.dan.Lion.Air.Berminat.Kelola.Bandara

Ini Alasan Bandara Halim Tak Tepat Layani Penerbangan Komersial

Bandara Halim Perdanakusuma dinilai bukanlah bandara yang tepat untuk menampung penerbangan komersial dari Bandara Soekarno-Hatta.

Menurut Marsekal TNI (Purn), Chappy Hakim, ada tiga hal yang harus dicermati jika memindahkan sebagian penerbangan Soekarno-Hatta ke Halim.

“Pertama, Halim sebagai penerima tumpahan adalah sesuatu yang tidak fair karena diputuskan sepihak. Penambahan penerbangan di Halim mendegradasi air force space. Halim adalah air force space, tidak didesain untuk penerbangan komersial,” cetus Chappy di Wisma Antara

Alasan kedua, kata mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) itu, Halim merupakan bandara yang mempunyai special air mission, top secret, dan mempunyai high level security karena digunakan untuk penerbangan Kepala Negara dan wakilnya, serta tamu negara.

“Ketiga, Halim juga merupakan sub-sistem dari alutsista. Halim menjadi markas dari sistem keamanan nasional. Halim didesain lebih untuk perang, bukan untuk komersial,” tuturnya.

“Halim tidak didesain untuk komersial, itu bisa dilihat dari tak ada akses yang bagus ke Halim, tak ada lapangan parkir yang luas, apronnya sempit dan sekarang saja sudah sempit. Halim hanya punya runway satu, sangat berbeda untuk commercial flight,” tambahnya. (Danang Setiaji Prabowo)

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/12/19/1602525/Ini.Alasan.Bandara.Halim.Tak.Tepat.Layani.Penerbangan.Komersial

Bandara Balikpapan akan Diresmikan Februari 2014

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) optimistis Bandara Balikpapan bisa segera diresmikan pada Februari 2014, sekaligus menjadi bandara pertama yang diresmikan di tahun ini.

Ditemui usai melantik pejabat eselon 1 Kemenhub, Menteri Perhubungan E.E Mangindaan, menuturkan, beberapa bandara juga mulai dibangun di 2014 ini. Bandara Semarang misalnya, perluasan dan pengembangannya akan dimulai awal tahun.

“Bandara Juanda juga akan kita resmikan. Kualanamu yang baru soft opening kemungkinan Februari ini juga akan diresmikan,” ujar Mangindaan, di Jakarta, Jumat (3/1/2013).

Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti mengatakan, beberapa proyek pembangunan dan pengembangan bandara yang ditargetkan pada 2013 lalu diharapkan sudah rampung di 2014 ini.

“Kita harapkan sebelum kabinet ini selesai ada yang bisa diselesaikan banyak. Misalnya dari bandara-bandara yang diharapkan peresmiannya bulan Februari itu Balikpapan, Surabaya, belum lagi bandara-bandara kecil yang di timur, itu sudah mulai selesai,” jelas Herry.

Untuk Kualanamu, Herry menambahkan, peresmiannya diharapkan terealisasi pada 2014 ini, setelah akses jalan menuju Kualanamu selesai. “Kualanamu secara operasi sudah tapi belum diresmikan karena menunggu jalannya. Itu kita resmikan menunggu jalannya selesai,” pungkasnya.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/01/03/1313472/Bandara.Balikpapan.akan.Diresmikan.Februari.2014

Pontianak Airshow 2014

Kegiatan pertunjukan kedirgantaraan merupakan salah satu kegiatan pembinaan potensi kedirgantaraan di Indonesia, yang sangat menarik minat masyarakat baik masyarakat dirgantara maupun masyarakat umum.

PONTIANAK AIR SHOW 2014, merupakan kegiatan program unggulan yang diselengarakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kalimantan Barat yang ke 57. Kegiatan ini diharapkan juga akan menjadi ajang promosi dan publikasi yang efektif dalam meningkatkan potensi perdagangan dan penjualan produk perusahaan di Kalimantan Barat.

Cuaca

Bali
scattered clouds
25.4 ° C
25.4 °
25.4 °
91 %
2.6kmh
31 %
Fri
25 °
Sat
30 °
Sun
29 °
Mon
30 °
Tue
30 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,323.8
AUD
12,483.1
EUR
20,368.5
CNY
2,537.1
JPY
110.6
SGD
13,616.6