Home Blog Page 286

Pekan depan, akses M1 bandara Cengkareng ditutup pukul 07.00 WIB

PT Angkasa Pura II mengubah waktu pengalihan akses M1 atau pintu belakang Bandara Soekarno-Hatta menjadi pukul 07.00 WIB-18.00 WIB. Jadwal itu berlaku pekan depan, Senin (6/1).

Senior General Manager PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta, Bram Bharoto Tjiptadi mengatakan keputusan perubahan waktu pengalihan tersebut berdasarkan rapat evaluasi bersama hari ini, Jumat 3 Januari 2014, antara Kantor Otoritas Bandara Wilayah I Jakarta, Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta, Polsek Benda, Polsek Neglasari, Dinas Perhubungan Kota Tangerang, dan PT Angkasa Pura II.

“Sejak 26 Desember 2013 dilakukan pengalihan pada pukul 09.00 WIB11.00 WIB dan 14.00 WIB16.00 WIB, dan berdasarkan evaluasi diketahui bahwa masyarakat sudah mulai mengenal rute melalui Jalan Perimeter Utara dan Perimeter Selatan. Sehingga, mulai Senin mendatang pengalihan dilakukan pukul 07.00 WIB18.00 WIB,” ujar Bram di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (3/1).

Bram menuturkan perubahan waktu pengalihan ini diberlakukan sebagai bagian dari sosialisasi sebelum Pintu M1 ditutup permanen terkait dengan pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, di antaranya pelebaran jalan, pembangunan jalur kereta KRL dan stasiun kereta.

Jalan Perimeter Utara dan Perimeter Selatan yang dibangun oleh PT Angkasa Pura II ini masuk dalam kategori restricted public area (RPA) sehingga jalur ini tidak bisa dilalui oleh bus dan truk.

Saat diberlakukan pengalihan akses Pintu M1, calon penumpang pesawat atau pengunjung yang bertujuan Bandara Soekarno-Hatta dari arah Tangerang bisa melalui Jalan Perimeter Selatan dengan rute Jl Surya DarmaJl Perimeter SelatanJl Husein SastranegaraJl P1 Bandara.

Sementara itu, dari Bandara Soekarno-Hatta untuk ke Tangerang bisa melalui Jl P2 BandaraJl Perimeter UtaraJl Surya Darma. Bagi pengguna jalan raya dari arah Tangerang ke Jakarta maupun sebaliknya disarankan tidak melalui Jalan Perimeter Utara dan Perimeter Selatan.

Pengguna lalu lintas dari Tangerang yang ingin ke Jakarta bisa melalui Jl Surya Darma atau Jl Daan MogotJl Pembangunan IIIJl JuandaJl GarudaJl Halim PerdanakusumaJl Husein SastranegaraJl Tol Sedyatmo.

Sebaliknya pengguna jalan raya yang ingin ke Tangerang dari Jakarta melalui Tol Sedyatmoexit tol Rawa BokorJl Husein SastranegaraJl Halim PerdanakusumaJl GarudaJl JuandaJl Pembangunan IIIJl Surya Darma atau Jl Daan Mogot.

[ded]

Tujuh bandara yang dikelola Angkasa Pura II merugi

PT Angkasa Pura (AP) II mengalami kerugian atas pengelolaan 7 bandara. Kerugian tersebut akibat investasi yang dilakukan terhadap pengembangan 10 bandara dari 13 yang dikelola.

“Kita mengalami kerugian atas enam sampai tujuh bandara setelah investasi untuk sepuluh dari 13 bandara yang kita kelola,” ujar Dirut PT AP II, Tri Sunoko kepada merdeka.com, Sabtu (4/1).

Tri mengatakan ke tujuh bandara yang mengalami kerugian adalah Jambi, Padang, Palembang, Tanjung Pinang, Halim Perdanakusuma, Pontianak dan Pekanbaru. Menurutnya, kerugian tersebut bersifat sementara sebab, setelah penggunaan anggaran untuk pengembangan sepuluh bandara diselesaikan maka akan kembali seperti semula.

“Seandainya investasi sudah selesai pasti akan kembali normal. Kita sedang pengembangan sepuluh bandara dari penambahan kapasitas dan perbaikan fasilitas,” ucapnya.

Pengembangan bandara tersebut yakni dengan menambah kapasitas, pembangunan lahan parkir dan perbaikan dari sisi udara. Sepuluh bandara yang sedang dikembangkan adalah Kuala Namo (Medan) yang sudah beroperasi, Jambi, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang dan Pekanbaru yang baru beroperasi.

Untuk Palembang sedang diperpanjang luas terminalnya. Pontianak sedang dikembangkan kapasitas terminal dan perbaikan lahan parkit.

Sedangkan, untuk Bandara Husein (Bandung) saat ini dalam proses tender yang sebentar lagi mulai dibangun dan diharapkan Tahun 2015 sudah beroperasi. Kemudian, Bandara Soekarno-Hatta dalam pengembangan terminal III, kelengkapan aset, lahan parkir dan perbaikan dari sisi udara.

Terakhir, penyelesaian status tanah di Bandara Udara Silangitu (Sumatera Utara). Sebab, tanah di bandara tersebut dimiliki oleh Pemda, Kementerian Kehutanan dan warga.

“Tahun 2015 semua selesai,” tegasnya.

Sumber: http://www.merdeka.com/uang/tujuh-bandara-yang-dikelola-angkasa-pura-ii-merugi.html

Penerbangan Pindah ke Halim, Penumpang Siap Kena Delay

Kementerian Perhubungan akan memindahkan beberapa penerbangan dari bandara Soekarno Hatta ke Halim Perdanakusuma. Pemindahan ini rencananya dilakukan terhadap beberapa rute dan maskapai.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti, ketika ditemui di Jakarta, Jumat 3 Januari 2014 mengungkapkan, kementerian sudah berkoordinasi dengan militer mengenai pemindahan ini.

“Mereka menyatakan persetujuannya, jika Halim ditambah penerbangannya,” katanya.

Menurut Herry, TNI AU menyebutkan halangan-halangan yang mungkin akan ditemui. Pertama, adalah permasalahan akses transportasi ke bandara.

Kedua, ada kalanya bandara tersebut sibuk, karena banyaknya pesawat pribadi ataupun sewaan yang menggunakan landasan. Selain itu, lokasi bandara yang bersebelahan dengan bandara TNI AU ini juga kemungkinan terganggu dengan kegiatan TNI.

“TNI AU kan juga ada jadwal latihan, dan ditakutkan akan ada delay penerbangan,” ujarnya.

Permasalahan utama yang nantinya akan dialami, menurut Herry, adalah delay, karena bandara Halim adalah bandara yang digunakan untuk penerbangan VVIP. Jika ada penerbangan Presiden, semua penerbangan akan ditunda.

“Oleh karena itu, masyarakat, airlines, dan semua pihak harus sadar dengan konsekuensi yang mungkin akan terjadi nanti,” katanya. (art)

Sumber: http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/470729-penerbangan-pindah-ke-halim–penumpang-siap-kena-delay

5 Bandara disiapkan untuk hadapi AEC 2015

ahun 2015 dimulainya ASEAN Economic Community (AEC) atau biasa disebut pasar bebas di negara ASEAN. Untuk menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN, pemerintah menyiapkan lima bandara untuk dijadikan bandara internasional.

Ke lima bandara tersebut yakni Kuala Namo (Medan), Soekarno-Hatta (Cengkareng), Ngurah Rai (Bali), Juanda (Surabaya) dan Makassar. Kelima bandara tersebut terus diperbaiki untuk dijadikan bandara bertaraf internasional.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan mengatakan persiapan tersebut dengan membangun terminal 3 Soekarno-Hatta, Terminal 2 Juanda dan penambahan kapasitas bandara udara di Makassar yang diharapkan selesai 2015.

“Kita sudah siap, di Medan Bandara Kolonia sudah dipindah ke Kuala Namo, di Bali sudah dioperasikan yang internasional tinggal domestiknya saja. Terminal tiga Soekarno Hatta diharapkan selesai 2015, terminal dua Juanda juga begitu, terus di Makassar dibangun untuk penambahan kapasitas,” jelas Bambang kepada merdeka.com, Sabtu (4/1).

Sementara itu, Dirut PT Angkasa Pura I, Tommy Soetomo mengaku pemerintah merencanakan lima bandara yakni Jakarta, Medan, Makassar, Bali, Surabaya untuk menghadapi AEC Tahun 2015. Namun, dia mengaku idealnya dari seluruh bandara penerbangan untuk AEC 2015 adalah Jakarta.

“Misal dari Belanda datang ke Singapura langsung bisa ke Manado. Harusnya idealnya Jakarta tapi kan Jakarta sudah penuh ya,” ucap Tommy.

Untuk diketahui, sektor jasa bakal menjadi prioritas pada pasar bebas Asia Tenggara atau ASEAN Economic Community (AEC) 2015. Sumbangan sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi cukup besar. Buktinya, pada 2011 sektor ini memberikan kontribusi 50,31 persen dari total PDB ASEAN.

Untuk kontribusi ekspor jasa ASEAN mencapai 12 persen dari total PDB ASEAN 2011. Total perdagangan jasa intra ASEAN mencapai USD 598 miliar, lebih kecil dibanding perdagangan jasa extra ASEAN yang mencapai USD 1,79 triliun. Sedangkan, investasi jasa di ASEAN pada tahun yang sama mencapai USD 12,2 juta dari total investasi.

“Saat ini mulai dilakukan pembahasan enhancement of AFAS menjadi ASEAN trade ini service agreement,” ujar Direktur Perundingan Perdagangan Jasa Direktorat Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan, Sondang Anggraini dalam seminar standarisasi bidang perdagangan, di Aryaduta Hotel, Jakarta, Jumat (13/12).

Sektor jasa yang bakal menjadi primadona antara lain jasa logistik, E-ASEAN yakni computer dan related service dan jasa komunikasi. Selain itu, sektor pariwisata melalui agen travel, hotel, restoran, pemandu wisata, dan lainnya. Terakhir jasa kesehatan yang mencakup jasa rumah sakit, perawat dan lainnya.

Sondang mengaku, penyerapan tenaga kerja terbesar di sektor jasa Indonesia masih di bidang pertanian. Namun Indonesia memiliki unggulan jasa di sektor pariwisata, komunikasi dan kontruksi.

“Hampir semua komponen jasa mencatat defisit kecuali jasa perjalanan, jasa komunikasi dan jasa pemerintah. Jasa konstruksi pada 2011 mulai menunjukkan surplus,” jelasnya.

Indonesia dan beberapa negara ASEAN lain berkomitmen memprioritaskan peningkatan jasa kesehatan. Selama ini, jasa keperawatan untuk perawat asing profesional hanya diizinkan sebagai pelatih atau konsultan dan tidak dapat memberikan jasa keperawatan langsung kepada pasien.

Sumber: http://www.merdeka.com/uang/5-bandara-disiapkan-untuk-hadapi-aec-2015.html

Bandara Dumai Terus Ditutup Sampai Pertamina Urus Sertifikasi ke Kemenhub

Dinas Perhubungan Dumai menolak membuka kembali operasional Bandara Pinang Kampai. Langkah tersebut terus dilakukan sampai Pertamina mengurus sertifikasi pada Kemenhub.

Riauterkini-DUMAI- Kendati operasional Bandara Pinang Kampai Dumai resmi ditutup sejak 17 Desember 2013 lalu, namun Dinas Perhubungan Kota Dumai ogah membuka kembali operasi bandara milik Pertamina RU II Dumai tersebut.

“Pertamina sendiri tidak ada niat baik untuk mengurus sertifikat seperti surat yang dilayangkan Walikota Dumai. Makanya, kami tidak mau membuka lagi operasi Bandara Pinang Kampai itu,” kata Kadishub Dumai Taufik Ibrahim, Sabtu (4/1/14).

Selain Pertamina Dumai tidak mau mengurus sertifikat, kata Taufik, banyak peralatan seperti mesin X-ray di bandara itu yamg sudah rusak, landasan pacu terhalang pohon dan minimnya fasilitas keselamatan penerbangan seperti bandara pada umumnya.

“Kami akan membuka operasi bandara itu setelah pihak Pertamina melakukan pengurusan sertifikat dari Kementerian Perhubungan. Selama penutupan bandara ini, tidak ada satupun pesawat yang melakukan pendaratan,” kata Kadishub Dumai.

Namun demikian, pesawat yang boleh mendarat di bandara Pinang Kampai untuk saat ini bisa dilakukan mulai dari pesawat cateran, helikopter dan pesawat milik TNI AU.

Sudah Berulang Kali Ingatkan Pertamina

Dinas Perhubungan Kota Dumai sudah menyampaikan berulangkali kepada Pertamina untuk segera mengurus sertifikasi di Kementerian Perhubungan RI. Namun upaya pengingatan itu, sejauh ini belum digubris oleh perusahaan semi plat merah tersebut.

 

 

 

 

 

 

“Sudah berulang kali kami sampaikan kepada Pertamina untuk secepatnya mengurus sertifikasi. Hingga kini Pertamina belum dapat menunjukkan surat tersebut, dan Dishub akan terus menutup bandara karena dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan penerbangan,” katanya.

Sebelumnya, Walikota Dumai H Khairul Anwar menegaskan bahwa penutupan Bandara Pinang Kampai merupakan peringatan bagi Pertamina RU II Dumai agar lebih peduli terhadap fasilitas bandara.

“Karena jika terjadi kecelakaan di bandara maka Pemerintah sudah pasti akan terlibat. Ya, dari pada terjadi kecelakaan lebih baik untuk sementara bandara ditutup hingga sertifikasinya keluar,” tegas Walikota.

Sementara, Kepala UPT Bandara Pinang Kampai Catur mengatakan, Dishub akan membuka bandara setelah fasilitas bandara dibenahi dan Pertamina RU II mengantongi sertifikasi bandara dari Kementerian Perhubungan, karena jika tidak akan membahayakan penerbangan.

Pantauan di lapangan, biasanya 2 kali seminggu ada 2 pesawat Sky dan Pelita Air kapasitas sekitar 100 penumpang yang mendarat di bandara tersebut, namun sejak Dishub menutup bandara itu, keadaan tampak lengang dan tidak terlihat aktivitas penerbangan di bandara.***(had)

Sumber: http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=68516

Bandara Jepang Sediakan Mushalla

Agar bisa mengakomodasi kebutuhan para pengunjung Muslim, bandara internasional di Jepang menyediakan sebuah ruangan khusus yang bisa dipergunakan untuk ibadah shalat. Selain itu, juga disediakan konter makanan halal.

Ini adalah rangkaian terobosan yang dilakukan pihak otoritas bandara yang sengaja membuat tempat publik ini semakin ramah pada para pengunjung Muslim.

“Kami berusaha membuat Bandara Narita ini lebih ramah pada semua pengunjung, termasuk para pengunjung Muslim,” ujar salah seorang pejabat kehumasan Bandara Narita, dilansir dari Onislam.

Terobosan ini dilakukan agar Bandara Narita yang menjadi akses utama masuknya para pengunjung ke Jepang, tak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehar-harinya.

Apalagi, nanti ketika Jepang menjadi tuan rumah Olimpiade 2020, pengunjung yang beragam kebutuhannya akan datang dari seluruh penjuru dunia.

Umat Muslim yang punya kebutuhan khusus, seperti ruang untuk ibadah dan makanan halal, juga diperhatikan oleh pihak bandara.

Selain di bandara, lokasi-lokasi lain yang berada di Tokyo dan sekitarnya juga diimbau untuk banyak memublikasikan adanya ruang ibadah, seperti masjid dan mushala, agar Muslim yang sedang berada di Jepang tak kesulitan saat akan melakukan ibadah shalat lima waktu.

Kepala Proyek di Pusat Promosi ASEAN dalam Bidang Perdagangan Investasi dan Pariwisata di Tokyo Ken Fujita membenarkan berita bandara di Jepang sedang melakukan upaya yang besar agar bisa mengakomodasi kebutuhan pengunjung Muslim.

“Langkah yang diambil adalah memperbanyak serta memperbesar ruangan yang akan dipakai sebagai tempat ibadah Muslim,” ujarnya.

Bandara Narita yang terletak di Chiba sudah siap memasang tanda dan petunjuk Prayer Room untuk mengindikasikan ruangan tersebut khusus sebagai mushala.

Mushala ini bisa ditemukan di depan ruang privat yang terletak di terminal satu dan dua. “Ruangan ini dibuat sunyi, ditutupi dengan karpet, dan menghadap ke arah kota suci Makkah,” jelasnya.

Pada Januari, tempat wudhu juga telah dipersiapkan. Pada pertengahan tahun ini, akan dibuat lagi dua buah mushala yang akan berlokasi di tempat ketika para penumpang telah selesai melalui prosedur imigrasi.

Langkah ini juga dilakukan di bandara lainnya. Di Bandara Kansai, misalnya, telah menyediakan mushala sejak 2006 dan akan menambah dua mushala lagi nanti. Sama dengan Bandara Haneda yang ada di Tokyo yang akan membangun mushala juga nanti pada Maret.

Sedangkan, bandara di Osaka juga sedang melakukan negosiasi untuk menyewa ruangan di gedung terminal penumpang dalam melayani kebutuhan para pengunjung Muslim.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/14/01/05/myw5kv-bandara-jepang-sediakan-mushalla

Kisah Bandara di AS yang Punya Kuburan di Landasan

Savannah – Bandara Internasional Savannah/Hilton Head di Savannah, Georgia, AS mungkin bandara paling aneh di dunia. Bukan dari bangunan atau fasilitas, tapi bandara ini punya 2 kuburan di landasan pacu. Beginilah, kisahnya…

Bagi Anda yang mendarat di Bandara Internasional Savannah/Hilton Head saat melancong ke AS, perhatikanlah landasan pacu nomor 10 di sana. Ada dua kotak persegi panjang di landasan pacunya dan terlihat jelas dari ketinggian. Siapa sangka, kalau itu adalah kuburan!

Masih tak percaya? Cobalah Anda buka Google Maps di internet. Lalu, cari tulisan Savannah/Hilton Head International Airport. Kemudian, zoom lebih dekat di pertengahan Runway 10 dan Anda bakal menemukan dua kuburan tersebut dengan jelas dalam posisi diagonal.

Dilongok dari Savannah Morning News, Jumat (3/1/2014) kedua kuburan tersebut atas nama Richard Dotson dan istrinya, Catherine Dotson. Pasangan ini menikah selama 50 tahun dan tinggal di Savannah, tepatnya di lokasi Bandara Internasional Savannah/Hilton Head sekarang. Catherine meninggal tahun 1877 dan Richard pun menyusulnya tahun 1884.

Sejarahnya, pasangan tersebut memang lama menetap di Savannah dan memiliki lahan yang luas. Lahan mereka berupa hutan dan ladang pertanian, serta hidup makmur. Bahkan, keturunan keluarga Dotson pun masih ada hingga sekarang.

Namun pada masa Perang Dunia II, pemerintah AS menginginkan lahan milik keluarga Doston tersebut untuk kepentingan perang. Pemerintah AS pun ingin membangun banker dan landasan udara untuk pesawat tempur mereka. Pihak keluarga Dotson awalnya tidak setuju, tapi akhirnya pemerintah AS sepakat untuk membeli lahan mereka.

Namun, persoalan tak sampai di situ. Ketika pemerintah AS ingin membangun bandara untuk pesawat tempur, di sana terdapat hampir 100 kuburan keluarga Datson. Semuanya bisa dipindahkan ke pemakaman Bonaventure, tapi hanya ada dua kuburan yang ditolak oleh keluarga Datson untuk dipindahkan.

Dua kuburan itu adalah kuburan Richard Dotson dan istrinya. Pihak keluarga Dotson sama sekali tidak setuju apabila pemerintah AS memindahkan kuburan tersebut. Alhasil, pemerintah AS pun tidak membongkar dan memindahkannya demi menghormati keluarga Dotson. Di atas kuburannya pun dibangun runway atau landasan pacu.

Pihak keluarga Dotson pun masih ada yang datang ke kuburan tersebut untuk berziarah, tapi dengan pendamping dari pihak bandara. Di kuburan Richard ada tulisan ‘At rest’ dan di kuburan Catherine ada tulisan ‘Gone home to rest’.

Meski begitu, pihak Bandara Internasional Savannah/Hilton Head mengimbau traveler yang mendarat di landasan tersebut agar tidak takut. Sebab, kuburannya sendiri jauh dari kesan horor.

Tapi rupanya, para pilot yang pertama kali mendaratkan pesawat di Bandara Internasional Savannah/Hilton Head kebanyakan meminta izin menara pengawas untuk mendarat di landasan pacu 10, tempat kedua kuburan tersebut. Mereka ingin melihat kuburan tersebut dari dekat atau ingin mendapatkan pengalaman mendaratkan pesawat di atas kuburan.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2014/01/03/182623/2457977/1520/2/kisah-bandara-di-as-yang-punya-kuburan-di-landasan

Pemkab Banyuwangi Terus Benahi Bandara Blimbingsari

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mencatat adanya peningkatan jumlah penumpang pesawat yang menggunakan Bandara Blimbingsari di daerahnya. Tahun 2011 silam, jumlah penumpang pesawat di Bandara Blimbingsari mencapai 7.000  orang.

“Tahun 2012 menjadi 24 ribu dan tahun 2013 menjadi 44 ribu orang penumpang,” ujar Azwar di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (2/1).

Ke depan, lanjutnya, Pemkab Banyuwangi menargetkan Bandara Blimbingsari bisa melayani 250 ribu penumpang. Karenanya, mantan anggota DPR RI itu  menegaskan bahwa Pemkab Banyuwangi tengah getol memperluas landasan di Bandara Blimbingsari.

“Rencananya akan disiapkan lima operator penerbangan, dengan target 250 ribu penumpang. Bandara akan dirancang untuk 250 ribu penumpang dengan anggaran Rp 44 miliar,” paparnya.

Terminal Bandara Blimbingsari mempunyai luas 240 meter persegi. Rencananya, pada tahun ini akan dibangun terminal baru seluas 3.500 meter persegi. Hal itu dilakukan demi mendukung lancarnya mobilisasi penerbangan dari dan menuju bandara kebanggaan masyarakat Banyuwangi itu.

Azwar menambahkan, panjang runway Bandara Blimbingsari telah diperpanjang menjadi 1.800 meter. Tahun ini, tingkat ketebalan landasan akan ditingkatkan dari 12 PCN (pavement classification number) menjadi 17 PCN. “Sehingga bisa didarati pesawat Boeing 737-200,” sebutnya.

Dengan masuknya Garuda Indonesia pada bulan April mendatang, maka akan ada dua maskapai penerbangan reguler menuju Bandara Blimbingsari. Sebelumnya, hanya ada maskapai Wings Air yang melayani pernerbangan dari atau menuju Bandara Blimbingsari.(chi/jpnn)

Sumber: http://www.jpnn.com/read/2014/01/03/208754/Pemkab-Banyuwangi-Terus-Benahi-Bandara-Blimbingsari-

Halim Perdanakusuma Checking Final Jadi Bandara Komersil

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah melakukan evaluasi akhir mengenai pengalihan operasional Bandara Halim Perdanakusuma yang direncakan pada 12 Januari 2014 akan resmi menjadi bandara komersial. Hal ini dilakukan pemerintah lantaran Bandara Soekarno Hatta sudah mengalami over kapasitas, mulai dari jumlah penumpang hingga jumlah penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti mengatakan, evaluasi terakakhir yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui kesiapan Bandara Halim Perdanakusuma itu sendiri hingga kesiapan para airlines atau maskapai sendiri.

“Hari ni ada rencana kita evaluasi terakhirlah. Minimal seluruh stakeholder, bagaimana kesiapannya dari sisi bandara, airlines, ya sendiri, mesti kita cek kepastiannya. Karena saya sendiri yang diusulkan dari Angkasa Pura kan tanggal 10,” ucap Herry di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (3/1/2014).

Evaluasi ini juga ditujukan sebagai bentuk penyempurnaan operasional Bandara Halim Perdanakusuma. Pasalnya, kata Herry, sebagian maskapai harus memindahkan sebagian operasionalnya ke Halim Perdanakusuma.

Sementara untuk kesiapan airlines untuk memulai kapan beroperasi di Halim Perdanakusuma, dia mengaku mendapatkan jawaban yang berbeda-beda dari setiap maskapai.

“Kita cek posisi terakhir, dengar dari mereka langsung juga, kita undang mereka untuk apakah mereka siap tanggal 10 atau kapan? Bandara siap, tapi mungkin airlines berbeda-beda,” jelasnya.

Herry menambahkan, saat ini Kemenhub belum menyatakan apakah Bandara Halim Perdanakusuma akan mengalami kemunduran. Dia menjelaskan, yang mengalami kemunduran waktu operasi adalah para airlines atau maskapai.

“Jadi ya mungkin ada beberapa airline mundur ada yang sudah siap ya silakan, yang penting bandara siap dulu. Bandara siap airlines siap seluruh stakeholder siap nah itu baru bisa,” katanya.

eski menyisakan waktu beberapa hari lagi, dia tetap mengusungkan kesempurnaan operasional di Bandara Halim Perdanakusuma. Menurutnya, pengoperasian Halim Perdanakusuma menjadi bandara komersial tetap pada 10 Januari-12 Januari 2014.

“Karena kaitannya dengan pelyanan dan dalam rangka keselamatan penerbangan kita dari regulator itu yang kita lihat. Jangan asal mulai tapi pelayanan amburadul. Pastikan kesiapan baru mulai,” pungkasnya. ()

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2014/01/03/320/921157/halim-perdanakusuma-checking-final-jadi-bandara-komersil

Kembangkan Bandara Ahmad Yani, AP I Kucurkan Rp1,5 T

JAKARTA – PT Angkasa Pura I (Persero) tengah menunggu surat persetujuan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk melakukan ground breaking pengembangan Bandar Udara (Bandara) Ahmad Yani, Semarang.

Direktur Utama Angkasa Pura I Tommy Soetomo mengatakan, Bandara Ahmad Yani ini merupakan bandara pertama yang memanfaatkan aset negara. Menurutnya, jika memang disetujui, maka akan segera dilakukan pembangunan.

“Kita minta persetujuan dari DJKN, setelah ada persetujuan, segera ground breaking Januari ini,” ungkap Direktur Utama AP I, Tommy Soetomo saat ditemui dalam acara Peresmian Media Centre dan Logo HUT ke-50 di kantor pusat AP I, Jakarta, Jumat (3/1/2014).

Tommy menjelaskan, pengembangan bandara tersebut dilakukan di atas lahan baru, sedangkan lahan yang lama dikembalikan ke Angkatan Darat.

Dia menambahkan, dengan pengembangan Bandara Ahmad Yani dapat meningkat kapasitas penumpang. Saat ini hanya mampu menampung sekitar 600 ribu penumpang dalam setahun.

Kemudian setelah dilakukan pengembangan, bandara tersebut mampu menampung 3 hingga 4 juta penumpang dalam setahun. “Besaran investasi untuk pengembangan Bandara Ahmad Yani sebesar Rp1,5 triliun,” pungkasnya. ()

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2014/01/03/320/921116/kembangkan-bandara-ahmad-yani-ap-i-kucurkan-rp1-5-t

Kemenhub: Kesiapan Halim Sudah 80%

JAKARTA – Bandara Soekarno Hatta semakin tak kuasa menahan beban traffic yang tinggi. Atas dasar itulah pemerintah memperdayakan Bandara Halim Perdanakusuma untuk dijadikan bandara komersial.

Rencananya Bandara Halim Perdanakusuma akan diresmikan sebagai bandara komersial pada pada 12 Januari 2014.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Herry Bakti, kesiapan Bandara Halim Perdanakusuma sudah mencapai 80 persen.

“Kita menilai secara umum untuk semua 60-80 persen. Kesiapan operasi bandara, airlines, dan penunjang. Umum 80 persen totalitas,” kata Herry di Kantornya, Jakarta, Jumat (3/1/2014).

Saat ini Kemenhub pun terus melakukan koordinasi dengan Angkasa Pura terkait pembenahan infrastruktur. “Kalau keamanan, bandara Halim kan itu pasti sudah ada,” tambahnya.

Namun mengenai lokasi Bandara Halim, yang berada di lingkungan Angkatan Udara (AU), masih menyisakan pertanyaan. Sebab wilayah itu masuk kategori wajib steril. “Memang di sebelah sini lain dan yang umum tidak ke sini,” imbuh dia.

Menurutnya, Bandara Halim Perdanakusuma  merupakan area publik terbuka. Di mana bandara sudah terbuka untuk publik penerbangan charter. Itu sudah ada schedule Merpati ke Lampung. Jadi bagi publik, ini bukan hal baru,” pungkasnya. (Arief Sinaga /Sindoradio/wdi)

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2014/01/03/320/921191/kemenhub-kesiapan-halim-sudah-80

Kemenhub: Bandara Halim Tak Pecahkan Masalah Soekarno Hatta

JAKARTA – Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Herry Bakti mengatakan bahwa pemindahan alih sebagian maskapai penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Halim Perdanakusuma hanya mampu mengurangi beban di Bandara Soekarno Hatta saja. Bukan ditujukan sebagai pemecah permasalahan yang ada di Soekarno Hatta.

Pasalnya, Bandara Soekarno Hatta ke depan hingga saat ini sudah mengalami over kapasitas. Mulai dari daya tampung penumpang, hingga jumlah penerbangan di Bandara Soekarno Hatta sudah mengalami kepenuhan. Oleh karena itu, pemerintah pada 12 Januari mendatang, akan meresmikan bahwa Bandara Halim Perdanakusuma akan menjadi bandara berstatus komersial.

“Ini mengurangi beban soetta bukan berarti memecahkan problem Soetta. Untuk itu kita harus punya program yang lebih besar lagi,” kata Herry di kantornya, Jakarta, Jumat (3/1/2014).

Herry menambahkan, untuk melancarkan aksi pemindahan sebagian maskapai ke Bandara Halim Perdanakusuma, dirinya mengaku akan terus membenahi infrastruktur untuk mengimbangi pertumbuhan dari bandara itu sendiri.

“Halim ini bukan pemecahan masalah. Karena share nya halim ini sedikit sekali tapi Alhamdulillah sudah mengurangi lah,” tambahnya.

Mengenai kesiapan pemindahan, Halim dipastikan sudah mengalami kesiapan kurang lebih 80 persen. Namun, dalam rencana pemindahan tersebut, Herry mengungkapkan bahwa program runway ketiga di Bandara Soekarno Hatta akan tetap dijalankan.

“Pengembangan Soetta itu harus dijalankan segera, persiapan airlines dan penunjangnya harus dibenahi kembali,” jelasnya.

Mengenai maskapai yang akan beralih operasi dari Soetta ke Halim Perdanakusuma sampai saat ini hanya tiga maskapai yang mengatakan kesiapan. “Garuda, AirAsia, Citilink. Kalau banyak-banyak tempatnya juga tidak ada, tiga itu pas lah mengurangi,” pungkasnya.(rez) (wdi)

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2014/01/03/320/921212/kemenhub-bandara-halim-tak-pecahkan-masalah-soekarno-hatta

Cuaca

Bali
scattered clouds
25.4 ° C
25.4 °
25.4 °
91 %
2.6kmh
31 %
Fri
25 °
Sat
30 °
Sun
29 °
Mon
30 °
Tue
30 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,323.8
AUD
12,483.1
EUR
20,368.5
CNY
2,537.1
JPY
110.6
SGD
13,616.6