6 Bandara Merugi, Ini Alasannya

141

JAKARTA – PT Angkasa Pura I (Persero) mengakui dari 13 bandar udara (bandara) yang dikelolanya, namun enam bandara di antaranya mengalami kerugian akibat posisi traffic yang rendah. Bandara tersebut berada di kawasan tengah dan timur Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama AP I Tommy Soetomo, saat ditemui dalam acara Peresmian Media Centre dan Logo HUT ke-50 di kantor pusat AP I, Jakarta, Jumat (3/1/2013).

Tommy memaparkan, ke-13 bandara tersebut antara lain, Ngurai Rai (Bali), Juanda (Surabaya), Sultan Hasannuddin (Makasar), Sepinggan (Balikpapan), Frans Kaisiepo (Biak), Sam Ratulangi (Manado), Syamsudin Noor (Banjarmasin), Ahmad Yani (Semarang), Adisutjipto (Yogyakarta), Adi Soemarmo (Surakarta), Lombok (Praya), Pattimura (Ambon), serta El Tari (Kupang).

“Yang rugi itu bandara Lombok, Biak, Kupang, Solo, Ambon dan Manado,” ucapnya.

Menurut Tommy, posisi traffic yang rendah itu dikarenakan supply dan demand tidak merata.

“Tapi kita juga lakukan marketing. Itu karena sesuai supply dan demand. Misalnya di Lombok, marketing kamu buat ada penerbangan empat kali seminggu,” ucapnya.

Kendati demikian, dirinya enggan menyebutkan angka kerugian dari rendahnya traffic enam bandara tersebut. (kie) (wdi)

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2014/01/03/320/921041/6-bandara-merugi-ini-alasannya

Baca juga:  Menghubungkan Papua Lewat Udara
Previous articleKemenhub: Bandara Karawang Tak Dibangun di Atas Sawah
Next articleSiap-Siap, Tarif Pesawat Terbang Segera Naik