Home Blog Page 182

Tas yang Kita Bawa Merupakan Sumber Penyakit Dalam Pesawat

Secara sadar atau tidak sadar, setelah selesai melakukan perjalanan kita sering mengalami sakit. Banyak sekali penyebabnya, mulai dari karena kelelahan, makan tidak teratur sampai dengan kurang tidur. Namun tanpa disangka penyebab yang ternyata belum kita ketahui adalah karena bakteri dari tas kita.

Penelitian baru yang dilakukan oleh para ahli di Aquaint telah menemukan beberapa hal yang tidak pernah terungkap di pesawat sebelumnya tentang mengapa penumpang mudah sekali sakit. Hal ini tentu saja karena penyebaran bakteri, termasuk di bandara dan pesawat.

“Penyakit dan kesehatan yang buruk dapat meredam, atau bahkan merusak liburan di luar negeri. Bakteri sumber penyakit itu bisa di pesawat, bandara, kapal pesiar dan hotel.” ujar Bola Lafe selaku pendiri Aquaint yang dikutip Totaltravel.

Dalam penelitian ini, para peneliti melihat pesawat sebagai tempat yang penuh bakteri. Mungkin Anda akan terkejut barang apa yang dinilai para peneliti paling kotor atau penuh bakteri.

Menurut para peneliti, tas atau koper barang bawaan kita bisa mengumpulkan 80 juta bakteri, bahkan sebelum diletakkan di kamar hotel. Hal ini karena tas kita kemungkinan besar disentuh oleh banyak turis lain selama perjalanan.

Misalnya, rata-rata ada dua orang staf di loket check in yang akan menyentuh tas kita. Belum lagi, beberapa anggota kru maskapai juga akan memindahkan tas atau koper kita ke bagasi pesawat.

Di dalam pesawat, mungkin saja pramugari menyentuh tas kita, baik diminta atau saat mereka merapikannya. Perlu diketahui, tangan setiap orang bisa membawa sekira 10 juta bakteri dalam satu waktu.

 

Sumber

Singapore Airlines Membuat Gebrakan Baru

Singapore Airlines ternyata terus berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpang dan saat ini Singapore Airlines menawarkan pengalaman baru kepada para penumpangnya melalui kelas premium ekonomi dengan berbagai fasilitasnya.

Fasilitas berupa tempat duduk dan fasilitas-fasilitas dalam penerbangan Kelas Premium Ekonomi baru diluncurkan hari ini. Fasilitas baru itu dapat dinikmati para pelanggan mulai bulan Agustus.

Setelah melewati program pengembangan selama dua tahun, kursi baru ini diperkenalkan untuk pertama kalinya pada hari ini di Singapura. Acara peluncuran ini juga sebagai ajang untuk menunjukkan produk baru ini kepada agen-agen perjalanan dan para pelanggan korporasi.

Kelas Premium Ekonomi menawarkan desain kontemporer dan penuh gaya kepada penumpang. Setiap tempat duduk memiliki lebar 18,5 atau 19,5 inchi, tergantung pada tipe pesawat. Selain itu, kursi juga memiliki sandaran berukuran 8 inchi dan jarak antara tempat duduk depan dan belakang 38 inchi.

Selain itu, penumpang dapat memanfaatkan headphone kedap suara dan layar monitor full HD berukuran 13,3 inci. Melalui fasilitas ini, pelanggan diharapkan mendapat pengalaman hiburan yang lebih baik dalam penerbangan.

Fitur-fitur lainnya terbuat dari bahan kulit sebagai sentuhan akhir, ruang sandaran betis dan kaki untuk setiap kursi, sambungan daya listrik pribadi, dua port USB,lampu baca personal, meja cocktail, serta ruang penyimpanan untuk barang-barang pribadi.

“Banyak pelanggan kami telah menanyakan layanan Premium Ekonomi dan kami yakin bahwa apa yang kami berikan akan melampaui ekspektasi mereka,” kata Mak Swee Wah, Executive Vice President Commercial, Singapore Airlines dalam siaran pers.

Mak Swee Wah berharap dengan adanya fasilitas ini blpenumpang dapat menikmati kenyamanan dan kenikmatan dalam kabin.

“Kelas Ekonomi Premium kami akan memberikan para pelanggan kenyamanan lebih dan kenikmatan fasilitas dalam kabin (in-flight). Dilengkapi dengan layanan terbaik yang terkenal dari Singapore Airlines, kelas kabin terbaru ini akan menjadi ‘a great new way to fly’,” katanya.

Kelas Ekonomi Premium diperkenalkan secara bertahap di 19 pesawat Airbus A380x, 19 Boeing 777-300ERs, dan 20 Airbus A350s pertama. Produk ini akan memasuki layanan komersil pada tanggal 9 Agustus 2015 untuk penerbangan menuju Sydney sebelum dikenalkan pada tujuan destinasi lainya seperti Beijing, Delhi, Hong Kong, Frankfurt, London, Mumbai, New York, Shanghai, Tokyo dan Zurich.

 

Sumber

Mungilnya Pesawat Mata-Mata Amerika

Para peneliti militer Amerika mengungkapkan tengah kembangkan pesawat miniatur yang dapat digunakan untuk membawa kondisi cuaca suatu lokasi dan fungsi mata-mata. Pesawat tersebut dibuat layaknya seperti drone yang dikendalikan dengan remot, namun memiliki ukuran yang jauh lebih kecil.

Pesawat mini yang dinamai ‘Cicada’ atau kendaraan udara mikro itu memiliki dimensi ukuran sebesar telapak tangan orang dewasa. Desain pesawat diungkapkan terinspirasi dari serangga jangkrik yang hidup di bawah tanah di antara kawanan serangga yang besar lainnya.

“Kami bisa menempatkan pesawat ini di luar sana, sehingga mustahil bagi musuh untuk menemukan atau menjemput mereka,” jelas Aarob Kahn, Peneliti dari Naval Research Laboratory AFP, seperti dilansir dari laman Emirate247, Sabtu (23/5/2015).

Cicada sengaja dibuat dalam bentuk kecil karena memang ditujukan sebagai pesawat yang mampu untuk melaksanakan misis di medan perang kecil. Pesawat ini dibuat berbeda dari robot pesawat lainnya, karena tugasnya hanya mengidentifikasi cuaca, kelembaban udara dan faktor lainnya sebelum pesawat lainnya datang,

Pihak peneliti juga mengungkapkan bahwa pembuatan pesawat mini ini cukup murah, biaya pembuatan pesawat hanya USD250 atau sekira Rp3,2 jutaan. Namun, dirancang dengan piranti yang cukup canggih, seperti halnya GPS untuk menentukan koordinat pesawat terbang lainnya meluncur.

“Ini seperti seekor burung yang terbang ke bawah, namun sangat sulit untuk dilihat,” jelas Aarob Khan, saat melakukan pengujian terbang pesawat pada ketinggian 17.500 meter. Pesawat juga diklaim tanpa dengung dan bisa terbang jauh 74 kilometer per jam tanpa suara.

 

 

 

 

Sumber

Mengingat Tragedi Penerbangan Terburuk di AS

Hari ini tercatat dalam sejarah Amerika sebagai momen kecelakaan udara terburuk yang pernah terjadi di negara tersebut. Hampir 300 orang, tepatnya 273 nyawa melayang dalam musibah jatuhnya pesawat American Airlines di lahan bekas bandara.

Kala itu, sore hari yang cerah pada 25 Mei 1979, pesawat American Airlines Flight 191 lepas landas dari Bandara Internasional O’Hare, Chicago menuju Los Angeles. Dilansir dari History Channel, burung besi jenis McDonnell Douglas DC-10-10 itu normal saat lepas landas, tetapi setelah naik sekitar 400 kaki, mesin kiri pesawat bermasalah.

Saksi mata dalam laporan Airwaysnews mengatakan, pesawat yang juga dikenal dengan DC-10 itu tidak terbang di atas ketinggian 300 kaki. “Kami melihat jejak asap putih dari bahan bakar dan cairan hidrolik dari sayap kiri,” ucap mereka.

Laman Daily Herald menulis, orang-orang di dalam pesawat itu tak menyadari bahwa hidup mereka hanya tinggal 90 detik.

Bagian mesin itu terayun-ayun dan terlepas. Ketika copot, mengenai bagian depan sayap dan merusak sistem hidrolik pesawat secara keseluruhan.

Saat menyadari ada masalah, pilot melambatkan kecepatan pesawat dan burung besi terbang miring ke kiri lalu jatuh di Airport Ravenswood, lapangan kosong dekat tempat parkir trailer — rumah mobil — yang berada di ujung landasan.

Pesawat yang sarat dengan bahan bakar itu meledak, menewaskan 277 orang di dalamnya seketika — 258 penumpang dan 13 awak. Panas dari kobaran besar api membuat pemadam kebakaran tak bisa mendekati burung besi itu hampir 1 jam. Sehingga tak ada yang selamat satu pun.

Kecelakaan juga menyebabkan kebakaran di sebuah rumah mobil atau trailer di dekatnya, menewaskan dua orang.

Puing-puing mesin kiri pesawat ditemukan berceceran di landasan pacu sesaat setelah pesawat tersebut jatuh.

 

 

 

 

Sumber

Lahan Pembangunan Bandara Hanandjoeddin Tanjung Pandan Dipermasalahkan

Pengembangan Bandar Udara (Bandara) Hanandjoeddin Tanjung Pandan, Belitung, terkendala masalah klasik yaitu lahan. Di sekitar bandara itu terdapat lahan yang dikuasai oleh TNI AU.

Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan, Pemerintah Kabupaten Belitung dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah membawa permasalahan lahan itu ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sejak tahun lalu. Pasalnya, lahan TNI AU itu tersebut tercatat sebagai aset negara.

Sayangnya hingga kini nasib penyelesaian lahan tersebut masih belum jelas. “Mengenai lahan itu memang saat ini prosesnya sudah ada di Kementerian Keuangan. Mudah-mudahan cepat selesai,” ujar Sahani di Belitung, Jumat (22/5/2015).

Lebih lanjut, kata dia, Pemerintah Kabupaten Belitung juga sudah melakukan pembicaraan dengan TNI AU dan Kementerian Perhubungan terkait permasalahan lahan untuk pengembangan pintu gerbang Bumi Laskar Pelangi itu.

Sebenarnya, permasalahan lahan untuk pengembangan bandara tak hanya terjadi di Belitung. Bandara Syamsuddin Noor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, juga mengalami nasib yang sama.

Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo sempat mengatakan bahwa, tanah-tanah miliki TNI AU disekitar bandara tercatat dalam daftar Ditjen Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan sebagai aset negara.

Aset tersebut dihibahkan pada Pemerintah Daerah sekitar untuk kemudian dibeli oleh PT Angkasa Pura (AP) I sebagai pengelola bandara.

“Nanti jangan dihibahkan, sehingga tidak ada pembukuan ganda (double accounting) lagi. Dari Pemda, tanahnya dijual ke AP I,” kata Mardiasmo di Jakarta, bulan Maret lalu.

Sementara lahan TNI AU di Bandara Hanandjoeddin belum ditentukan nasibnya.

 

 

 

Sumber

Angkasa Pura II Raih Service Quality Award 2015

PT Angkasa Pura II (Persero) meraih tiga penghargaan Service Quality Award (SQA) 2015 untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Kualanamu dari Carre-Center for Customer Satisfaction & Loyalty (Carre CCSL) dan Service Excellence Magazine.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta mendapatkan penghargaan Domestic Airport dengan perolehan Service Quality (SQ) Index score yaitu 4.0052. Kemudian Bandara Internasional Kualanamu berhak atas penghargaan International Airport dan Domestic Airport dengan Service Quality (SQ) Index score yaitu masing-masing 4.0105 dan 4.0092.

Penilaian yang dilakukan oleh Carre-Center for Customer Satisfaction & Loyalty (Carre CCSL) dan Service Excellence Magazine merupakan hasil survei kepada 3.000 responden di empat kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Medan.

Metode yang digunakan adalah SQIndex Model yang menekankan pada dua sub-indikator yaitu Perceived Service Quality (PSQ) yang merupakan pengukuran terhadap persepsi pengguna jasa antara harga yang dibayarkan dengan pelayanan yang diperoleh dan Perceived Service Value (PSV) yang dilihat dari akses pelayanan, prosedur-proses pelayanan, staf frontliner, dan kualitas penanganan keluhan.

Director of Airport Services & Facility PT Angkasa Pura II (Persero) Ituk Herarindri mengatakan rasa terima kasih atas seluruh kerja keras karyawan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Kualanamu sehingga korporasi diapresiasi penghargaan tersebut.

“Dari penghargaan itu diharapkan juga akan lebih memotivasi korporasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan menjadi selalu lebih baik ditahun-tahun kedepan untuk mencapai customer satisfaction yang diharapkan oleh pengguna jasa,” seperti siaran pers, Jumat (22/5/2015) malam.

Menurutnya, di samping meningkatkan aspek pelayanan untuk para pengguna jasa di dua bandara tersebut, PT Angkasa Pura II (Persero) saat ini juga tengah mengembangankan infrastruktur serta fasilitas bandara-bandara lainnya yang dikelola oleh korporasi diantaranya yaitu Sultan Thaha (Jambi), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Supadio (Pontianak), dan Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang).’

 

 

 

Sumber

Pria Ini Nekat Telanjang di Bandara AS

Seorang pria paruh baya meluapkan kemarahannya dengan menanggalkan semua pakaiannya, setelah mengetahui bahwa kursi pesawat yang ditumpanginya untuk menuju ke Jamaika telah diisi oleh orang lain.

Insiden itu terjadi di Bandara Internasional Charlotte Douglas, di North Carolina, Amerika Serikat (AS), di hari Rabu (20/5/2015), waktu setempat.

Para saksi mata mengatakan pria itu menjadi marah ketika ia diberitahu bahwa pesawat maskapai penerbangan US Airways yang seharusnya mengantarnya menuju Jamaika, telah penuh.

Tanpa berpikir panjang, ia menanggalkan seluruh pakaiannya dan berdiri ketika ia diberitahu nya penerbangan US Airways ke Jamaika padat Rabu, memimpin dia untuk strip telanjang dan berdiri di dalam bandara selama 40 menit.
Seorang pengunjung bandara, Sherry Ketchie, mengabadikan aksi pria yang namanya tidak diketahui itu menggunakan kamera.

“Saya melihat beberapa orang berlarian menuju satu tempat, dan saya tidak mengetahui apa yang terjadi, orang-orang berkumpul dan mereka tertawa, Jadi saya menghampiri kerumunan tersebut dan seorang karyawan bandara mengatakan bahwa orang itu marah karena batal terbang ke Jamaika,” tuturnya seperti dikutip dari Upi.com, Jumat (22/5/2015).

“Kemudian ia mulai berdiri di sana dengan tangan disilangkan dan berteriak ke arah wanita yang berada di belakang meja. Dia berdiri disana sejenak dan kemudian mulai berbicara pakaiannya, saya tidak pernah melihat hal itu sebelumnya,” tuturnya.

Pria itu kemudian dibawa oleh Kepolisian Charlotte-Mecklenburg ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.

 

 

 

Sumber

Pesawat Marinir Mendarat Darurat di Hawaii

Pesawat Korps Marinir Osprey melakukan pendaratan dengan sangat keras atau “hard-landing” di Hawaii hari Minggu (17/5), menewaskan seorang marinir dan membuat 21 lainnya terpaksa dilarikan ke rumah sakit, sementara asap hitam membubung ke udara akibat kebakaran di dalam pesawat.

Menurut pernyataan Unit Ekspedisi Marinir ke-15, rotor untuk mengubah kemiringan pesawat MV-22 Osprey yang bisa digunakan untuk tinggal landas dan mendarat seperti helikopter serta sekaligus berfungsi sebagai sayap untuk terbang mengalami masalah pendaratan sekitar jam 11.40 siang.

Juru bicara unit tersebut, Kapten Brian Block, menjelaskan lewat email kepada Associated Press, ada 22 orang yang berada di dalam pesawat itu, termasuk 21 marinir dan seorang prajurit Angkatan Laut yang sedang ditugaskan dalam unit itu.

Unit Ekspedisi Marinir ke-15 itu berpangkalan di Kamp Pendleton di California dan sedang berada di Hawaii untuk mengikuti latihan selama satu minggu. Ketika kecelakaan itu terjadi, pesawat Osprey tersebut digunakan untuk latihan di Belows Air Force Station di Oahu.

Pesawat Ospreys bisa dilengkapi dengan radar, laser dan sistem pertahanan rudal. Setiap pesawat bisa membawa 24 marinir menuju medan tempur.

Ospreys dibangun oleh Boeing Co and Bell, sebuah unit perusahaan Textron Inc. Program Osprey ini hampir dihapus setelah terjadi kegagalan mekanik dan dua kecelakaan dalam uji terbang yang menewaskan 23 marinir tahun 2000 lalu.

Pesawat itu sempat dikirim ke Irak dan Afghanistan. Beberapa Osprey juga membantu misi kemanusiaan di Nepal.

 

 

 

Sumber

Bandara Jeddah Akan Tampung Ribuan Jemaah

File written by Adobe Photoshop¨ 5.2

Musim haji masih beberapa bulan lagi. Namun Bandara King Abdulaziz di Kota Jeddah, Arab Saudi, sudah siap untuk menerima para jamaah dari seluruh dunia.

Otoritas bandara mengatakan pada musim haji tahun ini Bandara King Abdulaziz siap untuk melayani 15.000 penerbangan dari seluruh dunia.

“Kami telah merenovasi Terminal Haji dan siap beroperasi tahun ini karena pembangunan ruang tunggu di bagian utara dan selatan telah selesai,” ujar Kepala Bandara King Abdulazis, Khalid Al-Harby, seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (18/5/2015).

Selain itu, pembangunan jalan raya dan sarana transportasi menuju tempat-tempat ibadah seperti Masjidil Haram dan Masjid Nabawi juga sudah hampir selesai. Namun, khusus untuk Masjidil Haram renovasi di kiblat umat muslimin tersebut masih belum selesai seratus persen.

Selain masalah infrastruktur, Arab Saudi juga berjanji untuk mempermudah proses imigrasi bagi para jamaah sehingga tidak terjadi antrian panjang di Bandara King Abdulaziz.

Pihak Kerajaan Arab Saudi menjamin keamanan para jamaah pada saat pelaksanaan ibadah haji hingga pulang ke negara asalnya.

 

 

Sumber

JK : Batu Akik Adalah Ikon Bandara Syamsudin Noor

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, harus mampu menjadi jantung dari Kalimantan Selatan. Untuk memperkuat detak jantungnya, ia meminta agar batu akik diperjualbelikan sebagai oleh-oleh di bandara tersebut.

“Bandara juga bisa jual batu akik, intan, permata, dan yang lain-lain. Itu lebih mudah dibanding oleh-oleh makanan Banjarmasin. Ini bagian tingkatkan ekonomi masyarakat,” kata Jusuf Kalla, saat meresmikan perluasan Bandara Syamsuddin Noor, Kalimantan Selatan, Senin (18/5/2015).

Jusuf Kalla juga menuturkan bandara-bandara di Indonesia harus dibangun secara modern dan nyaman. Kenyamanan di bandara bisa diberikan dengan menyediakan tempat makan dan minum yang banyak. Ia menggarisbawahi pembangunan bandara kadang tak berbeda seperti membangun mal.

“‎Orang baru tiba ingin cepat keluar dari bandara sehingga desain harus baik agar cepat keluar dan pulang ke rumah, yang ingin terbang ingin nyaman menunggu, banyak tempat makan-minum dan tempat belanja,” ujar dia.

“Tidak menyenangkan cuma duduk termenung. Semua bandara sudah harus seperti mal untuk kurangi kebosanan menunggu. Ini juga untuk bisnis dan parameternya mahal. Di Singapura itu mahal barang di bandaranya,” tambah JK.

Selain itu, bandara yang akan dibangun atau diperluas tidak perlu memasukkan unsur budaya lokalnya. Jusuf Kalla menilai hal itu tidak efisien. Bila mau melihat budaya lokal suatu daerah, maka seseorang perlu masuk ke dalam suatu pedalaman, bukan pergi ke bandara. Bandara harus dijaga kebersihannya agar memberikan‎ kesan baik.

“90 persen yang lewat sini orang lokal, buat apa dia ke pedalaman lagi,” ucap dia.

“Bandara juga pintu gerbang suatu daerah atau kota. Apabila tidak nyaman atau kotor, maka imej pendatang itu Banjarmasin kotor. Kalau pengoperasian ada diperas, maka Banjarmasin sulit. Bandara di mana pun selalu jadi tanda sebuah tempat. Baik pembangunannya yang kurang lebih 2 tahun harus dibangun dengan baik, sederhana namun modern,” tandas JK.

 

 

Sumber

Bandara-Bandara Spektakuler di Dunia

Dari Singapura sampai ke Rusia, bandara atau terminal bandara yang baru dirancang dengan spektakular dan berbeda dari bandara-bandara yang sudah ada.

changi

Bandar Udara Changi, Singapura (dibuka tahun 2018)

Arsitek Moshe Safdie – yang mendesain kompleks perumahan Habitat 67 di Montreal, Kanada, – memulai konstruksi pembangunan baru di bandar udara Singapura, Changi, pada bulan Desember 2014. Dengan menampilkan ‘Forest Valley’(Lembah Hutan), ‘Jewel Gardens’ (Kebun Permata) dan air terjun setinggi 40 meter yang dinamai ‘Rain Vortex’, bandara baru ini akan tampak seperti Dunia yang Memukau daripada sekadar terminal udara.

Pepohonan, palem dan pakis ditanam di dalam kubah kaca seluas 134.000 m2. Direncanakan untuk selesai pada tahun 2018, Kompleks Permata ini akan dihubungkan oleh jembatan pejalan kaki ke terminal-terminal yang sudah ada, dan juga menawarkan ruang untuk toko dan restoran di sepanjang tumbuh-tumbuhan ini. Safdie mengatakan bahwa proyek ini merupakan ‘prototipe ruang perkotaan yang baru’.

mexico

Bandar Udara internasional Mexico City, Meksiko (dibuka tahun 2018)

Pada bulan September 2014, perusahaan arsitektur Ingris Foster and Partnersmemenangkan lomba untuk mendesain yang akan menjadi salah satu bandar udara terbesar di dunia jika kelak selesai dibangun tahun 2018. Bekerja sama dengan perusahaan Meksiko, Fernando Romero Enterprise, Foster and Partners mengungkapkan rencananya untuk membangun terminal seluas 555.000 m2 di bawah sebuah cangkang ringan.

Bandar udara internasional baru untuk Mexico City ini dirancang untuk mengakomodasi makin meningkatnya jumlah penumpang dan menggemakan rencana Foster untuk membangun pelabuhan luar angkasa swasta pertama di dunia di New Mexico. Struktur untuk bandar udara ini sudah dikerjakan lebih dulu, sehingga memungkinkan pembangunan dengan cepat tanpa menggunakan perancah. Gedung baru ini akan memanfaatkan energi surya dan juga menampung air hujan serta mempertahankan suhu di dalam ruang dengan menggunakan ventilasi natural.

Bandar Udara internasional Mexico City, Meksiko (dibuka tahun 2018)

Pada bulan September 2014, perusahaan arsitektur Ingris Foster and Partnersmemenangkan lomba untuk mendesain yang akan menjadi salah satu bandar udara terbesar di dunia jika kelak selesai dibangun tahun 2018. Bekerja sama dengan perusahaan Meksiko, Fernando Romero Enterprise, Foster and Partners mengungkapkan rencananya untuk membangun terminal seluas 555.000 m2 di bawah sebuah cangkang ringan.

Bandar udara internasional baru untuk Mexico City ini dirancang untuk mengakomodasi makin meningkatnya jumlah penumpang dan menggemakan rencana Foster untuk membangun pelabuhan luar angkasa swasta pertama di dunia di New Mexico. Struktur untuk bandar udara ini sudah dikerjakan lebih dulu, sehingga memungkinkan pembangunan dengan cepat tanpa menggunakan perancah. Gedung baru ini akan memanfaatkan energi surya dan juga menampung air hujan serta mempertahankan suhu di dalam ruang dengan menggunakan ventilasi natural. (DBOX untuk Foster and Partners)

 

mumbai

Bandar Udara internasional Chhatrapati Shivaji, Mumbai, India (dibuka tahun 2014)

Didesain untuk menggambarkan bulu-bulu di ekor burung merak –dan mencerminkan pavilion terbuka tradisional India– kanopi beton di terminal baru merupakan bagian dari kecenderungan saat ini untuk merefleksikan arsitektur lokal di bandar-bandar udara. Bagian tambahan bandar udara Mumbai ini dibuka bulan Februari 2014 dan merupakan buah karya visi perusahaan Amerika Serikat SOM.

Di situs internetnya SOM mengatakan bahwa ‘saat terminal ini merayakan identitas teknologi tinggi global baru untuk Mumbai, struktur terminal sarat dengan tanggapan atas keadaan, sejarah dan budaya lokal’.

shenzhen

Bandar Udara internasional Bao’an, Shenzhen, Cina (dibuka di akhir tahun 2013)

Dihiasi pola-pola sarang lebah dan dengan luas sepanjang 1,5km, terminal baru di Bao’an di Shenzhen memang dirancang untuk menyerupai bentuk ikan pari, menurut para arsiteknya di Studio Fuksas. Para arsitek terminal ini secara puitis menggambarkannya sebagai ‘ikan yang bernapas dan berubah-ubah bentuk, melewati berbagai variasi dan menjelma menjadi burung untuk merayakan perasaan dan fantasi sebuah penerbangan’.

Desain ini diteruskan di bagian dalam dengan jendela-jendela segi enam di langit-langit yang memungkinkan cahaya alami masuk memantulkan bundaran-bundaran cahaya. (Archivio Fuksas)

chongqing

Bandar Udara internasional Chongqing Jiangbei, Chongqing, Cina (dibuka tahun 2015)

Konsorsium perusahaan yang merancang terminal baru di bandar udara internasional Jiangbei masih meneruskan kecenderungan ruang-ruang hijau di bandar udara. Dengan dua sayap yang merujuk pada dua sungai di Chongqing, struktur terminal ditempatkan di dalam sebuah taman.

Setelah selesai nanti, terminal akan dapat menerima 55 juta penumpang per tahunnya, sehingga masuk dalam 15 bandar udara terbesar di dunia.

pulkovo

Bandar Udara internasional Pulkovo, Rusia (dibuka tahun 2014)

Dirancang oleh Grimshaw architects agar bisa cocok dengan iklim ekstrem di St Petersburg, terminal baru di bandar udara Pulkovo menampilkan gaya langit-langit lipat (folded ceilings) yang monumental dibungkus oleh panel-panel besi yang mengingatkan pada menara-menara gereja bersepuh di kota itu. Serangkaian zona yang berkaitan dimaksudkan untuk mencerminkan lanskap pulau dan jembatan di St Petersburg.

Terminal yang resmi dibuka pada bulan Februari 2014 ini memiliki bangunan dengan atap rata dengan struktur berlipat di bawahnya yang mendistribusikan berat dari bagian tengah untuk mendukungnya saat salju turun deras. Setelah pembangunan tahap kedua dan akhir proyek diselesaikan tahun 2015, bandar udara ini akan mampu melayani 17 juta penumpang setiap tahunnya.

istanbul

Bandar Udara baru Istanbul, Turki (dibuka tahun 2019)

Grimshaw juga bertanggung jawab atas sebuah tim yang mendesain bandar udara baru dengan enam landasan pacu di Istanbul yang bertujuan untuk mengakomodasi 90 juta penumpang pertahunnya setelah bandar udara dibuka tahun 2019, sebelum meningkatkan kapasitasnya menjadi 150 juta setelah selesai seluruhnya. Menonjolkan kanopi berkubah, Terminal Satu bandar udara ini akan berada di tanah seluas hampir 100 hektar. Para arsiteknya mengatakan bandar udara ini akan menjadi ‘terminal bandar udara di bawah satu atap terbesar di dunia’ jika kelak selesai.

“Kami merasa terinspirasi oleh penggunaan warna dan pola lokal, kualitas cahaya, dan bagaimana cahaya menembus gedung-gedung, dan juga oleh arsitektur tradisional seperti Masjid Süleymaniye,” kata Tomas Stokke, direktur Haptic, yang bekerja sama dengan Grimshaw serta Nordic Office of Architecture untuk proyek ini.

shizuoka

Bandar Udara Gunung Fuji, Shizuoka, Jepang

Pemenang Penghargaan Pritzker Shigeru Ban tengah merancang sebuah terminal untuk bandar udara yang berada di kaki Gunung Fuji. Diilhami oleh perkebunan teh yang mengelilingi gunung tersebut, rencananya adalah menyertakan lengkungan tong-tong kayu yang berasal dari sumber yang ramah lingkungan.

Di bagian dalam, cahaya alamiah ditebarkan oleh atas kanopi yang terbuat dari kayu laminasi yang dipelintir dengan penggunaan kisi-kisi merupakan gaya khasarsitek Jepang itu.

 

 

 

Sumber

Garuda Akan Tambah Maskapai di Makassar

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia baru saja mendatangkan 18 unit pesawat baru dalam mendukung ekspansi bisnis tahun ini.

Adapun jenisnya antara lain pesawat generasi terbaru triple Seven sebanyak tiga unit, airbus 330 dua unit, pesawat 737-800 NG delapan unit, pesawat ATR tiga unit, dan Bombardier CRJ tiga unit.

Dua diantara armada ini ditempatkan di kota Makassar sebagai salah satu hub Indonesia Timur.

Vice President Domestic Region Garuda Indonesia, Rosyinah Manaf mengatakan, penambahan dua unit untuk kota Makassar diprioritaskan dalam mendukung peningkatan frekuensi terbang disejumlah rute padat.

Diantaranya untuk melayani Makassar-Jakarta yang saat ini telah diterbangi sebanyak 11 kali dalam sehari.

Selain peningkatan frekuensi armada baru juga akan diarahkan dalam menggarap rute penerbangan jarak pendek sasaran feeder dalam rute transit di KTI.

Sebelumnya disebutkan bahwa akan ada tujuh rute pengembangan baru untuk feeder yang akan dibuka dengan mengambil base dari Jayapura dan Biak.

Kendati demikian Rosi mengaku rencana kehadiran pesawat baru di kota Makassar pihaknya belum menerima rincian tipenya.

“Kami belum mendapat informasi jenis pesawat apa yang akan ditempatkan di Makassar, namun jika meli‎hat pengembangan rutenya kemungkinan porsinya adalah jenis ATR atau Boeing terbaru,”kata Rosyinah Minggu

 

 

 

Sumber

Cuaca

Bali
overcast clouds
23.6 ° C
23.6 °
23.6 °
86 %
1.6kmh
99 %
Tue
24 °
Wed
30 °
Thu
30 °
Fri
30 °
Sat
30 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,089.3
AUD
11,977.9
EUR
19,956.1
CNY
2,502.8
JPY
107.1
SGD
13,382.0