Home Blog Page 181

Bandara Ende Akan Dilayani Maskapai Kal Star

Bandara Haji Hasan Aroboesman Ende bakal dilayani oleh 5 maskapai penerbangan dari sebelumnya 4 maskapai menyusul kepastian dari manajemen maskapai penerbangan Kal Star yang akan menyinggahi Bandara Haji Hasan Aroboesman Ende pada 8 Juni 2015.

Saat ini tercatat sudah ada 4 maskapai penerbangan yang secara reguler melayani penerbangan dari Bandara Haji Hasan Aroboesman Ende masing-masing Susi Air, Wing’S Air, Garuda dan Trans Nusa.

Kepala Bandara Haji Hasan Aroboesman Ende, Djarot Soebiantoro mengatakan hal itu kepada Pos Kupang di Ende, Sabtu (29/5/2015) ketika dikonfirmasi mengenai keberadaan Bandara Haji Hasan Arobeosman Ende dalam melayani permintaan penumpang akan maskapai penerbangan.

Djarot menjelaskan sehubungan dengan kedatangan maskapai penerbangan Kal Star, pihaknya telah mendapatkan konfirmasi dari maskapai yang bersangkutan yang menyatakan akan segera beroperasi di Bandara Haji Hasan Aroboesman Ende mulai 8 Juni 2015.

Dijelaskan pesawat yang dioperasikan oleh Maskapai Penerbangan Kal Star nantinya adalah pesawat berbadan lebar dengan kapasitas mampu menampung 118 seat.

Dengan kehadiran Kal Star, Djarot berharap mampu menjawabi permintaan penumpang akan pesawat udara dari dan menuju Bandara Haji Hasan Aroboesman Ende karena selama ini terkadang ada penumpang yang tidak bisa terangkut karena jumlah penumpang melebihi daya angkut pesawat.

Sumber

4 Miliar Dollar AS untuk “Beres-beres” Bandara LaGuardia

Perusahaan asal Swedia, Skanska AB menggandeng operator penerbangan asal Kanada memimpin proyek “beres-beres” Bandara LaGuardia di New York, AS. Tak ada catatan perusahaan asal AS ikut bergabung di konsorsium itu.

Modal untuk kegiatan pembenahan mulai dari konstruksi dan manajemen di bandara yang menjadi penghubung rute domestik maskapai penerbangan Delta Air Lines itu adalah duit hingga 4 miliar dollar AS yang disediakan pengelola yakni Port Authority of New York and New Jersey, Sabtu (30/5/2015).

Salah satu sektor yang mengalami pembenahan total adalah terminal tiga lantai. Di situ, kelak akan tersedia 35 pintu di wilayah seluas 1,3 juta kaki persegi. Luasan itu berkembang dari posisi awal 835.000 kaki persegi.

Andai bangunan itu rampung, jumlah penumpang yang bisa ditampung menjadi 17,5 juta atau separuh dari target daya tampung pada 2030.

Bandara LaGuardia beroperasi pada sekitar 1930-an. Pertumbuhan hingga tahun ini membuat daya tampung bandara melebihi kapasitas. Padahal, pembenahan bandara termutakhir terjadi pada 1964. Pada tahun itu, kapasitas bandara dipatok 8 juta penumpang per tahun.

Sumber

Bandara Lasikin Siap Beroperasi

Dalam waktu dekat, satu pesawat jenis ATR-72 akan melayani transportasi udara dari Bandara Lasikin-Simeulue ke bandara Kualanamu-Medan. Sebagai persiapan, pihak otoritas bandara dan bersama Pemkab Simeulue dan masyarakat, juga sudah membersihkan areal sekitar landasan pacu bandara dari pepohonan yang bisa mengganggu aktivitas penerbangan.

“Dari penebangan pohon, ganti rugi tanaman masyarakat sampai pembersihan kawasan, semua ditanggung Pemkab Simeulue,” kata Wakil Bupati Simeulue, Hasrul Edyar didampingi Kepala Bandara Lasikin, M Taufik.

Sementara, yang masih mengganggu jalur penerbangan di kawasan itu yakni, belum selesainya pengerukan gunung yang berada di ujung landasan pacu (runway). Meski demikian, pesawat jenis foker-50 atau ATR-72, sudah bisa mendarat di Bandara Lasikin. Terkait anggaran kelanjutan pengerukan gunung tersebut, Hasrul menyatakan sudah tersedia dana sebesar Rp 17 miliar tahun ini. “Ketinggian gunung saat ini sekitar 7 atau 8 meter lagi dan sudah ada anggarannya Rp 17 miliar tahun ini,” katanya

Sedangkan Kepala Bandara Lasikin M Taufik menambahkan, bahwa petugas bandara selalu berjaga setiap adanya pesawat yang akan mendarat maupun berangkat dari Bandara Lasikin.

Untuk diketahui, transportasi udara dari Simeulue menuju daratan Sumatera, saat ini hanya dilayani satu maskapai penerbangan yaitu Susi Air, dengan rute Sinabang-Kualanamu (setiap hari) dan Sinabang-Naganraya-Banda Aceh (setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat). Dengan jumlah kapasitas penumpang terbatas itu, banyak calon penumpang harus memesan tiket jauh hari sebelum jadwal keberangkatan.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh, drh Syaifuddin Zuhri, menambahkan bahwa dari 15 pintu lalulintas keluar masuk barang maupun hewan yang ada di Aceh, dua pintu lalulintas di Kabupaten Simeulue yakni melalui pelabuhan laut dan bandar udara (bandara) Lasikin.

“Sesuai Undang-undang Nomor 16 tahun 1992, pintu-pintu masuk itu harus diawasi untuk mencegah masuk maupun keluarnya penyakit menular dari suatu daerah maupun sebaliknya,” katanya, dalam kegiatan sosialisasi peraturan perundang-undangan karantina pertanian wilayah kerja Sinabang, Simeulue, Selasa (26/5).

Di hadapan Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh, Wakil Bupati Simeulue, Hasrul Edyar yang menghadiri kegiatan itu, menyampaikan penghargaannya atas keberhasilan dalam menggagalkan perdagangan burung Murai Batu Simeulue yang hendak dibawa ke luar Simeulue, tanpa dilengkapi dokumen. Burung hasil tangkapan itu kemudian dilepas liar kembali ke habitatnya.

 

 

 

Sumber

Pembukaan Terminal Baru Bandara Abdul Rahman Saleh Hari Ini

Setelah empat tahun dibangun, soft opening gedung terminal baru pada Bandara Enclave Civil Abdul Rachman Saleh, Malang akan dilakukan Kamis (28/5/2015).

Soft opening merupakan bagian dari uji coba sebelum gedung terminal yang dibangun dengan APBD Pemprov Jatim sebesar Rp 41 miliar itu diresmikan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Gubernur Jatim Soekarwo pada 11 Juni 2015.

Gedung terminal yang lokasinya berada di sisi kiri terminal lama ini mampu menampung 900 orang per masuk.

“Soft opening akan dilakukan Kamis besok mulai pukul 07.00. Saat itulah penumpang pertama akan masuk dan dapat menikmati gedung terminal baru,” ujar Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Pemprov Jatim Dr Wahid Wahyudi, kepada Surya, Rabu (27/5/2015) malam.

Menurut Wahid, setelah resmi dioperasionalkan, gedung terminal baru di Abdurrahman Saleh akan dipakai untuk terminal keberangkatan. Sementara terminal kedatangan menggunakan terminal lama.

“Makanya selama uji coba hingga 10 Juni nanti semua akan dievaluasi,” jelasnya.

Untuk pengelolaan, Pemprov Jatim telah membentuk unit pelaksana teknis (UPT) khusus. Sehingga menjadikan gedung terminal tersebut sebagai gedung terminal pada bandara enclave civil Abdul Rachman Saleh. Yakni, bandara sipil yang ada di kawasan militer.

“Selain itu, dengan adanya UPT Khusus, maka Bandara Abdul Rachman Salehmerupakan satu-satunya bandara di Indonesia, yang pengelolaannya tidak dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Tapi dilakukan langsung oleh Pemprov Jatim melalui Disnas Perhubungan,” pungkas Wahid.

 

 

 

Sumber

Pilot Ini Bagi Pizza Untuk Penumpang Saat Delay

Terjebak dalam sebuah pesawat yang tertunda penerbangannya karena cuaca buruk pasti menjadi pengalaman yang sangat menjengkelkan. Nah, pilot maskapai Delta Airlines punya cara untuk mengurangi kekesalan penumpangnya.

Sebuah penerbangan Delta Airlines pada Selasa (26/5/2015) melayani jalur Philadelphia menuju Atlanta. Namun, di tengah perjalanan, pilot mendapatkan kabar bahwa cuaca di Atlanta sangat buruk dan sangat berbahaya untuk melakukan pendaratan.

Mendapatkan informasi itu, kapten pilot, sekitar pukul 14.00, memutuskan untuk mendaratkan pesawatnya di Bandara Knoxville, Tennesse.

Penumpang, yang diberi tahu bahwa penerbangan mereka harus “mampir” di Tennesse untuk waktu yang belum dapat diperkirakan akibat cuaca buruk yang terjadi di Atlanta, tentu saja sangat kecewa.

“Kami berputar-putar di udara untuk beberapa lama, lalu kapten mengatakan penerbangan kami harus dialihkan ke Knoxville karena badai di Bandara Atlanta,” ujar Khoury Ashooh, seorang penumpang yang terbang bersama istri dan putrinya yang masih balita.

Namun, para penumpang tak memiliki pilihan lain selain duduk dan menanti penerbangan dilanjutkan. Setelah menanti beberapa jam di Knoxville, para penumpang yang kebosanan tiba-tiba mendapatkan kejutan.

Kejutan itu adalah puluhan bungkus piza yang dipesan kapten pilot sebagai upaya mengurangi sedikit kejemuan para penumpang. Tentu saja piza gratis itu disambut dengan sukacita oleh para penumpang.

“Setelah beberapa lama berada di landasan Knoxville, kapten memesan piza untuk semua penumpang. Para penumpang bahkan ikut membagikan piza,” ujar Khoury.

Pesta piza dadakan itu memang mengurangi kejemuan penumpang, terutama anak-anak. Salah satunya adalah putri Khoury yang sangat menyukai piza sehingga dia begitu menikmati makanan khas Italia tersebut.

Setelah cuaca di Atlanta dinyatakan membaik dan aman untuk pendaratan, pesawat itu kemudian melanjutkan penerbangan dan mendarat dengan selamat di Atlanta meski terlambat sekitar tiga jam.

 

 

 

 

Sumber

Pesawat Bisa Jadi Pilihan Tempat Untuk Menikah

Pesawat, adalah salah satu kendaraan yang cukup banyak dipilih orang untuk menempuh perjalanan yang cukup jauh. Namun mungkin saat ini, selain bisa dijadikan tempat romantis untuk melamar kekasih pujaan, pesawat juga bisa dijadikan sebagai tempat yang mungkin terkesan unik yaitu tempat untuk menikah.

Pernikahan dilakukan oleh sepasang kekasih Vjera Mujovic dengan Stefan Preis di pesawat Turkish Airlines. Pemilihan pesawat sebagai lokasi pernikahan bukanlah tanpa alasan. Pasalnya, pesawat merupakan di mana keduanya pertama kali bertemu dan berkenalan.

Pernikahan ini diabadikan dalam sebuah video berdurasi 2 menit 46 detik diunggah ke YouTube. Dalam video ini, Preis menceritakan pengalaman pertamanya bertemu dengan Mujovic.

Pada 14 Mei tahun lalu, saat menuju bandara untuk terbang ke Mongolia, Mujovic yang berprofesi sebagai aktris Serbia bertemu dengan Preis yang merupakan dokter asal Jerman. Ketika tiba di bandara, mereka melakukan check in dan masuk ke dalam pesawat yang sama.

Rupanya, mereka duduk di kursi yang bersebelahan. Mereka pun duduk di kursi bernomor 5B dan 5C, yang kemudian nomor itu diabadikan dalam dua cincin yang mereka gunakan sekarang.

Satu tahun kemudian setelah menjalin hubungan, mereka memutuskan untuk menikah di pesawat Turkish Airlines dalam nomor penerbangan 1082 dari Belgrade ke Istanbul dengan ketinggian 30 ribu kaki.

Pernikahan ini cukup ramai dan dihadiri oleh rekan-rekan keduanya. Para tamu undangan duduk di kursi pesawat layaknya penumpang dalam sebuah penerbangan.

Sumpah pernikahan mereka ucapkan di pesawat. Meskipun berada di pesawat, tamu undangan tetap dapat menikmati hidangan berkelas seperti kue hingga sampanye. Bunga dan hadiah pun tak ketinggalan dibawa ke dalam pesawat ini. Mungkin pernikahan di pesawat bisa menjadi trendsetter pernikahan unik.

Sumber

Air Toilet Macet, Penumpang Pesawat Kecewa

Pengunjung Bandara Hang Nadim Batam mengeluhkan tidak adanya air di sejumlah toilet yang ada di terminal Bandara, Senin (25/5/2015) sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat itu, para pengunjung yang ada di keberangkatan, kedatangan dan juga yang makan dan minum di beberapa warung mengaku kesulitan saat menggunakan toilet.

“Airnya mati dari pagi. Kan padat tu. Kita mau buang air di toilet, airnya tak ada dan mati. Kran saja tak ada air,” kata Rizki, pengunjung Bandara Hang Nadim Batam.

Hal yang sama juga di keluhkan pengunjung lainnya. Wawan, salah satunya. menurutnya air bersih sangat penting di bandara apalagi sekelas Hang Nadim sebagai bandara internasional.

“Tadi buru-buru kesini biar bisa bersih-bersih di toilet, malah airnya ga keluar. Tahan ajalah nanti di pesawat. Seharusnya air siap selalu di bandara. Apalagi Hang Nadim. Gawat nih kalau macet terus,” keluh Wawan penumpang tujuan Batam ke Jakarta.

Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso yang dikonfirmasi mengakui hal tersebut. Menurutnya fasilitas air bersih di Hang Nadim sempat mengalami kemacetan.

“Ya benar, tadi pagi air tidak mengalir. Tapi sudah normal kembali. Kita aktifkan pompa air bandara,” kata Suwarso.

Sumber

Komunitas Salihara Gelar Helatari 2015

Helatari Salihara adalah panggung bagi karya – karya koreografi pilihan Dewan Kurator Komunitas Salihara yang berlangsung mulai tahun ini. Helatari Salihara mengambil tema “Tari Baru dari Khazanah Tradisi Nusantara”. Festival tari ini diharapkan dapat menjadi arena untuk inovasi baru di dunia tari tradisi dan kontemporer Indonesia.

Untuk penonton, Helatari dapat memberikan perspektif baru pada seni tari. Banyak tari ciptaan baru yang berangkat dari khasanah tradisi nusantara. Bentuknya bisa saja tidak lagi menjadi tari tradisional dan kaya dengan kebaruan, singgungan antara yang tradisional dan bukan dalam ranah seni tari semestinya menghasilkan karya berupa koreografi baru dan berbeda.

Helatari 2015 dapat menjadi wahana apresiasi publik terhadap karya tari melalui pendekatan baru yang memperkaya wawasan akan sejarah berikut perkembangan seni tari lintas masa dari berbagai kawasan Indonesia. Pada Helatari 2015, Komunitas Salihara memilih sejumlah karya yang berangkat dari beragam tradisi. Ada yang bertolak dari tradisi Jawa dan Mi nang kabau. Ada Atilah Soeryadjaya dan Otniel Tasman yang menyuguhkan karya yang sangat dekat dengan kosagerak dalam tari Jawa, ada pula Indra Zubir dan Benny Krisnawardi bersama karya-karya dari dunia tari khas Minangkabau.

Berikut adalah informasi tiket untuk Helatari 2015:

Rp. 75,000 (Umum)

Rp. 50,000 (Pelajar/Mahasiswa)

 

Bandara Soetta Singkirkan 9 Bangkai Pesawat

Sopir taksi demo, akses Bandara Soekarno-Hatta macet

9 unit pesawat yang sudah tidak dipergunakan lagi, akan disingkirkan oleh PT Angkasa Pura II (Persero). Saat ini sembilan bangkai pesawat tersebut berada di sisi utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II (Persero) Eko Diantoro mengatakan, sebanyak delapan unit pesawat-pesawat tersebut berada di area rumput dan satu unit pesawat terletak di lokasi night stop apron (NSA). Keputusan PT Angkasa Pura II (Persero) tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas apron dan mendukung kelancaran operasional bandara, serta membenahi estetika sisi udara Bandara Soetta

Sebagai langkah tindak lanjut, PT Angkasa Pura II (Persero) telah mengumumkan kepada publik mengenai rencana tersebut dan menghubungi kurator dari maskapai yang dinyatakan pailit, atau badan hukumnya tidak aktif.

Adapun pesawat-pesawat yang tidak dipergunakan lagi tersebut masing-masing adalah: PK-HNK FJF Gatari, PK-IJK B 737-200 Bouroq, PK-IJH B 737-200 Bouroq, PK-IHH HS 748 BaliAir, PK-IHT HS 748 Bali Air, PK-MGH F 28 Merpati, PK-MGM F 28 Merpati, PK-KAP MD 820 Kartika Airlines, PK-KAD B 737-200 Kartika Airlines.

Apabila pemilik pesawat tersebut ingin menguasai kembali pesawat maka dapat menunjukkan bukti administratif kepemilikan selambat-lambatnya 31 Mei 2015. Eko Diantoro menuturkan, apabila tidak ada pihak yang mengambil atau mengakui setelah 31 Mei 2015, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan instansi atau pihak terkait lainnya untuk mengambil tindakan lebih lanjut.

“Bisa saja diputuskan untuk memusnahkan pesawat tersebut,” tuturnya.

Sumber

Pernakah Anda Merasakan Rasa Aneh Pada Makanan di Pesawat ?

Ketika perasa pada lidah berada jauh di atas awan, maka indera perasa yang normal sirna. Katia Moskvitch mencari tahu mengapa hal ini bisa terjadi, dan bagaimana maskapai penerbangan berusaha mencari cara-cara untuk mengembalikan nafsu makan kita.

Bila Anda berpikir bahwa perusahaan-perusahaan katering pesawat terbang menyajikan makanan yang hambar atau tidak membangkitkan nafsu, bukan berarti itu kesalahan perusahaan katering.

Pada dasarnya, indera perasa hilang begitu Anda meninggalkan pintu keberangkatan. Lalu bila Anda menumpang pesawat dengan ketinggian ribuan kaki, dan rasa makanan mulai dari pasta hingga minuman anggur dimanipulasi dengan berbagai cara. Hal ini baru mulai bisa dimengerti.

Kuncup lidah dan indera pencium merupakah dua hal pertama yang hilang pada ketinggian 30.000 kaki. Demikian dikatakan Russ Brown, direktur In-Flight Dining & Retail at American Airlines.

“Rasa adalah kombinasi keduanya, dan persepsi kita tentang rasa asin dan manis turun ketika berada di ruang bertekanan udara.”

Semuanya yang dialami dalam penerbangan ternyata mempengaruhi rasa makanan.

“Makanan dan minuman benar-benar berasa berbeda di udara bila dibandingkan ketika di darat,” kata Charles Spence, profesor psikologi eksperimental di Universitas Oxford.

“Ada beberapa alasan: kelembaban berkurang, tekanan udara rendah, dan latar belakang suara bising.”

Kering dan tekanan rendah

Makanan di pesawat

Ketika kita menginjakkan kaki di pesawat, atmosfir di dalam pesawat pertama kali mempengaruhi indera perasa. Kemudian, ketika pesawat menjelajah lebih tinggi, tekanan udara turun sementara tingkat kelembaban di kabin berkurang tajam. Pada ketinggian 30.000 kaki, kelembaban kurang dari 12% – lebih kering dibandingkan sebagian besar gurun pasir.

Kombinasi antara kondisi kering dan tekanan rendah menurunkan sensitivitas kuncup lidah untuk makanan manis dan makanan asin sekitar 30%. Itulah hasil penelitian Institut Fraunhofer untuk Fisika Pembangunan di Jerman, yang dipesan oleh maskapai penerbangan Lufthansa.

Guna menyelidiki hal itu, peneliti menggunakan laboratorium khusus yang dapat mengurangi tekanan udara dengan cara simulasi terbang pada ketinggian 35.000 kaki (10.600 km), menyedot kelembaban udara dan simulasi suara mesin.

Bahkan laboratorium khusus dapat membuat tempat duduk bergetar sebagai upaya meniru pengalaman mengonsumsi hidangan dalam penerbangan.

Menariknya, penelitian menunjukkan rasa manis dan asin saja yang hilang. Masam, pahit dan rasa berempah hampir tidak berubah. Akan tetapi hal ini tidak hanya menyangkut kuncup lidah. Sampai dengan 80% apa yang dikira rasa, ternyata bau.

Kita memerlukan lendir hidung menguap untuk bisa mencium, tetapi di kabin dengan udara kering reseptor pembau kita tidak berfungsi normal dan hal itu membuat cita rasa makanan dua kali hambar.

Oleh karena itu maskapai penerbangan harus menambah jumlah garam dan bumbu, lebih banyak dibandingkan volume yang digunakan di restoran.

“Kunci membuat makanan terasa sedap di udara adalah dengan membubuhkan penyedap yang cukup,” kata Russ Brown dari maskapai American Airlines.

“Seringkali resep dimodifikasi dengan menambahkan garam dan penyedap agar tercipta atmosfir makan di kabin pesawat.”

Gerry McLoughlin, juru masak eksekutif di maskapai penerbangan saingan, United, mengatakan ia harus menggunakan “cita rasa hidup dan rempah-rempah” untuk membuat makanan di pesawat berasa “lebih mantap”.

Ia dan rekan-rekan juru masak terus menerus mendengar suara mesin pesawat.

Walaupun mungkin Anda berpikir bahwa rasa dipengaruhi oleh hidung dan mulut, psikolog menemukan bahwa telinga juga dapat berperan.

Lebih lanjut, Anda dapat melihat video dan mencoba pengalaman merasakan makanan.

Sebuah studi menemukan bahwa orang yang sedang makan dengan latar belakang sangat bising mengatakan makanan yang mereka kecap kurang asin dan kurang manis.

Ini berbeda dengan mereka yang makan dengan suara hening.

Hal lain: bagi mereka yang dikelilingi suara, makanan secara mengejutkan tampak lebih renyah.

Kendati demikian, suara bising pesawat sekitar 85db tidak mempengaruhi rasa sama rata, kata Spence. Sebagai contoh, bumbu seperti kapulaga, serai dan kari lebih terasa di pesawat dibandingkan garam dan gula.

Resep produksi massal

Tidak hanya kondisi di dalam kabin yang patut diperhitungkan.

Untuk menyiapkan dan menyajikan makanan lezat bagi beberapa ratus orang di atas awan bukan tugas yang mudah.

Untuk standar keselamatan makanan, semua makanan harus dimasak di darat. Di darat pula, makanan dikemas, didinginkan secara cepat, disimpan di kulkas dan akhirnya dipanaskan lagi di udara.

Semua ini akan mengubah rasa bahkan kalaupun dihidangkan di darat.

Untuk memanaskan makanan di dalam pesawat, demi alasan keamanan semua maskapai penerbangan menggunakan oven konfeksi yang mengeluarkan udara panas dan kering ke arah makanan.

Microwave dan kompor terbuka tidak diperbolehkan, meskipun oven induksi pertama sekarang sudah dipasarkan.

Pie

“Koki maskapai penerbangan tergolong unik karena mereka membuat resep untuk ribuan konsumen,” kata Brown.

“Seringkali produk akhir tidak seperti yang dibayangkan pada tahap awal karena ada hal-hal di luar kendali mereka. Kami merancang makanan dengan bahan-bahan dan kemasan yang kami ketahui dapat bertahan selama proses panjang antara persiapan makanan dan pengiriman.”

Baru-baru ini cara memasak modern seperti sous-vide -makanan dimasak di dalam kantong plastik tertutup dalam waktu lama dengan suhu relatif rendah – juga membuat makanan di dalam pesawat berasa lebih enak, kata Pam Suder-Smith, presiden Asosiasi Jasa Penerbagan Internasional.

Jadi untuk memperbaiki kualitas makanan di pesawat, maskapai penerbangan mulai melakukan eksperimen mencicipi makanan di lingkungan bertekanan udara atau di dalam pesawat terbang untuk mengetahui apa yang akan dialami para penumpang.

Simulasi kabin

“Kita tidak bisa menggunakan resep sama untuk makanan di pesawat dengan makanan di darat,” kata David Margulies dari Sky Chefs, perusahaan jasa boga untuk maskapai penerbangan.

“Namun tidak berarti makanan yang disajikan di pesawat tidak lezat. Juru masak eksekutif kami menguasai seni dan sains untuk menyesuaikan resep dengan rasa makanan di ketinggian.”

Sejauh ini, hal ini terbukti benar terutama untuk makanan kelas bisnis dan kelas utama. “Makanan untuk kelas ekonomi mungkin tidak begitu detail,” tutupnya.

Tomat

Untuk kelas utama dan kelas bisnis, Sky Chefs mempekerjakan tim juru masak eksekutif yang bekerja bersama pelanggan dari kalangan maskapai penerbangan, dan menggunakan dapur modern, mirip dengan dapur restoran.

Sebagian besar makanan kemudian ditempatkan di kereta khusus dan disimpan dalam keadaan dingin sampai makanan tersebut dihangatkan kembali dalam penerbangan.

“Makanan disiapkan dengan cara sedemikian rupa dengan mempertimbangkan proses pemanasan kembali sehingga makanan tidak terlalu lama dimasak,” Margulies.

Maskapai penerbangan terus mencari cara terbaik untuk riset penyiapan makanan di ketinggian.

Singapore Airlines, sebagai contoh, bekerja erat bersama perusahaan jasa boganya, SATS, yang mempunyai simulasi kabin pesawat di pusat katering untuk pesawat di Bandara Changi Singapura.

Di sana, makanan diolah dan dicicipi di bawah kondisi tekanan rendah.

“Langkah ini mampu menampilkan kondisi menyerupai kondisi penerbangan pada ketinggian 35.000 kaki dan maskapai penerbangan kami telah mengembangkan menu hasil riset di fasilitas ini,” kata seorang juru bicara Singapore Airlines.

Semprotan hidung

Sebagian indera kita, bagaimanapun, tidak dipengaruhi oleh ketinggian, khususnya apa yang disebut sebagai rasa kelima, umami.

Ini adalah rasa gurih menyenangkan yang dihasilkan oleh makanan-makanan tertentu seperti sardin, rumput laut, tomat, dan kecap.

“Rasa umami mungkin diperkuat oleh latar belakang suara keras,” kata Spence.

Dan karena tomat kaya akan umami, “hal ini ada kaitannya ketika orang memesan jus tomat dan minuman alkohol Bloddy Mary di pesawat yang tidak pernah dilakukannya ketika berada di darat,” tambahnya.

Demikian pula, McLoughlin dari United Airlines menggunakan bahan-bahan kaya akan umami seperti bayam, tomat dan kerang-kerangan untuk memperkaya makanan di dalam pesawat.

Dalam pendekatan lebih radikal, chef selibriti Inggris Heston Blumenthal berharap dapat membantu British Airways menyajikan makanan lebh baik, dengan jalan memberikan semprotan hidung kepada para penumpang untuk membersihkan sinus sebelum makan.

Akan tetapi langkah tersebut tidak populer. Jadi Blumenthal menggunakan pendekatan umami, misalnya membuat resep shepherd’s pie (semacam pastel tutup) dengan memasukkan rumput laut di bagian pinggirnya.

Selain menyediakan menu yang kaya akan umami, BA juga memperkenalkan musik menyesuaikan dengan rasa makanan dengan memakai headphone tahan suara, ujar Spence.

Sampanye

Tersedia untuk kelas utama, bisnis dan ekonomi, “ini adalah salah satu saluran untuk semua penerbangan jarak jauh mulai November dan mencakup lagu-lagu baik yang mempunyai persamaan arti misalnya musik Skotlandia untuk ikan Skotlandia, maupun persamaan sinesthetik untuk meningkatkan rasa manis.”

Sinesthesia adalah istilah teknis untuk membangkitkan sensasi (seperti rasa) melalui rangsangan indera berbeda-beda, dalam hal ini pendengaran.

Beberapa maskapai penerbangan juga meneliti apakah mengganti alat-alat makan mungkin membantu, sebab alat-alat makan berat diganti dengan pisau dan garpu yang ringan dan terbuat dari plastik, membuat makanan berasa tidak enak, kata Spence.

“Dan gelas plastik murah yang digunakan menyajikan gin dan tonik dan anggur juga tidak membantu.”

‘Lemah, tanin dan asam’

Berbicara tentang minuman anggur, beberapa jenis, betatapun mantapnya di darat, mungkin kehilangan keunggulannya begitu dibawa ke udara, kata Liam Steevenson, kepala distributor anggur Inggris Red & White, yang juga duduk sebagai salah satu pembeli senior untuk jaringan supermarket Waitrose.

Perusahaan itu sebelumnya menyuplai maskapai penerbangan yang melayani kelas bisnis saja, Silverjet, selama dua tahun.

Anggur yang disajikan bersama makanan dikembangkan oleh Le Caprice. Hal itu melibatkan banyak kali pengujian dan penilaian terhadap anggur di darat dan kemudian di udara, ketika Steevenson sendiri bekerja sebagai konsultan Silverjet.

“Anggur yang di darat berasa buah, tiba-tiba berasa lemah, bersifat tanin dan asam,” kata Steevenson. “Jelas anggur melemeh dan jauh menipis dan lebih terstruktur.

“Cairan membengkak dan mengekecil sesuai dengan tekanan atmosfir dan mungkin itulah yang terjadi pada agggur. Lidah tengah kurang mengecap rasa buah-buahan begitu tekanan berubah”.

Untuk mengatasi masalah itu, maskapai penerbangan harus memilih anggur yang berbau seperti buah-buahan yang rendah asam dan rendah tannin.

“Ini tidak selalu mudah – sampanye mempunyai kandung asam tinggi dan banyak orang ingin meminum sampanye di dalam pesawat,” kata Steevenson.

“Claret sifatnya tannic dan kadang asam – lagi lagi banyak penumpang bisnis menghendaki Bordeaux – jadi di benak saya seluruh keputusan pembelian ini harus diambil sembari mempertimbangkan apa yang akan terjadi pada anggur itu ketika berada di udara.”

Dan karena kelembaban sangat rendah mengubah persepsi cita rasa kita, maka “mungkin lebih baik meminum anggur di awal penerbangan bukan menjelang akhir penerbangan, ketika tubuh kita jauh lebih kering,” tambahnya.

“Ketika tubuh kita mengering, kuncup lidah kita menjadi kurang efektif.”

 

 

 

Sumber

Ancaman Bom Demi Tunda Penerbangan

Seorang pria memang biasanya selalu bersedia melakukan apapun untuk kekasih hatinya. Namun, hal yang dilakukan seorang pria Perancis ini justru membuatnya berurusan dengan hukum.

Pekan lalu, seorang pria Perancis berusia 33 tahun menghubungi bandara regional Bourdeaux-Merignac dan mengabarkan soal keberadan sebuah bom di bandara tersebut.

Kabar ini membuat pengelola bandara mengambil langkah cepat dengan menghubungi polisi setempat. Polisi kemudian menutup area bandara dan meminta pengelola untuk menunda semua penerbangan.

Setelah melakukan penyisiran, polisi tak menemukan bom atau benda mencurigakan lain di bandara itu sehingga kemudian penutupan bandara dihentikan dan operasional bandara kembali normal.

Polisi yang mengetahui bahwa ada seseorang yang “bercanda” soal keberadaan bom itu kemudian melacak orang yang menelepon bandara. Dalam waktu singkat, polisi menangkap pria penelepon bandara 20 kilometer dari Bordeaux.

Setelah ditahan dan diperiksa, pria itu mengaku dialah yang mengirim pesan terkait keberadaan bom di bandara. Dia kemudian menjelaskan alasannya melakukan perbuatan konyol itu.

Kepada polisi, pria itu mengatakan dia hanya ingin menunda keberangkatan pesawat yang membawa kekasihnya, karena mereka terjebak macet saat menuju ke bandara.

Tentu saja polisi tak menerima alasan “cinta” yang diajukan pria itu. Pria tersebut tetap didakwa dan dia terancam hukuman dua tahun penjara serta denda 30.000 euro atau sekitar Rp 434 juta.

Sumber

Penumpang Mengeluh, Aliran Air Bandara Hang Nadim Mampet

Aliran air bersih di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, tadi pagi mati. Akibatnya, pengunjung kesulitan saat hendak buang air.

Seorang pengunjung bandara bernama Taslim mengeluhkan kondisi itu. “Buang air kecil saja tidak ada air (pembersih). Padahal, tadi sekira pukul 08.30 WIB, bandara tengah padat, termasuk orang yang hendak ke toilet,” ucapnya, Senin (25/5/2015).

Taslim menambahkan, awalnya ia mengira saluran air mati hanya di satu toilet. ” Setelah mencari tempat lain, ternyata hasilnya sama,” tuturnya.

Indra, pengunjung yang sedang mengantar calon penumpang, juga mengeluhkan matinya air di Bandara Hang Internasional Hang Nadim. Bahkan, ia sampai mengurungkan niat untuk buang hajat.

Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso, membenarkan aliran air sempat terputus. “Benar, tadi pagi memang airan air terputus. Namun, sekarang sudah normal setelah pompa air milik bandara diaktifkan,” kata dia.

 

 

 

Sumber

Cuaca

Bali
overcast clouds
23.6 ° C
23.6 °
23.6 °
86 %
1.6kmh
99 %
Tue
24 °
Wed
30 °
Thu
30 °
Fri
30 °
Sat
30 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,089.3
AUD
11,977.9
EUR
19,956.1
CNY
2,502.8
JPY
107.1
SGD
13,382.0