Mengingat Tragedi Penerbangan Terburuk di AS

24

Hari ini tercatat dalam sejarah Amerika sebagai momen kecelakaan udara terburuk yang pernah terjadi di negara tersebut. Hampir 300 orang, tepatnya 273 nyawa melayang dalam musibah jatuhnya pesawat American Airlines di lahan bekas bandara.

Kala itu, sore hari yang cerah pada 25 Mei 1979, pesawat American Airlines Flight 191 lepas landas dari Bandara Internasional O’Hare, Chicago menuju Los Angeles. Dilansir dari History Channel, burung besi jenis McDonnell Douglas DC-10-10 itu normal saat lepas landas, tetapi setelah naik sekitar 400 kaki, mesin kiri pesawat bermasalah.

Saksi mata dalam laporan Airwaysnews mengatakan, pesawat yang juga dikenal dengan DC-10 itu tidak terbang di atas ketinggian 300 kaki. “Kami melihat jejak asap putih dari bahan bakar dan cairan hidrolik dari sayap kiri,” ucap mereka.

Laman Daily Herald menulis, orang-orang di dalam pesawat itu tak menyadari bahwa hidup mereka hanya tinggal 90 detik.

Bagian mesin itu terayun-ayun dan terlepas. Ketika copot, mengenai bagian depan sayap dan merusak sistem hidrolik pesawat secara keseluruhan.

Saat menyadari ada masalah, pilot melambatkan kecepatan pesawat dan burung besi terbang miring ke kiri lalu jatuh di Airport Ravenswood, lapangan kosong dekat tempat parkir trailer — rumah mobil — yang berada di ujung landasan.

Pesawat yang sarat dengan bahan bakar itu meledak, menewaskan 277 orang di dalamnya seketika — 258 penumpang dan 13 awak. Panas dari kobaran besar api membuat pemadam kebakaran tak bisa mendekati burung besi itu hampir 1 jam. Sehingga tak ada yang selamat satu pun.

Kecelakaan juga menyebabkan kebakaran di sebuah rumah mobil atau trailer di dekatnya, menewaskan dua orang.

Puing-puing mesin kiri pesawat ditemukan berceceran di landasan pacu sesaat setelah pesawat tersebut jatuh.

 

 

 

 

Sumber