Home Blog Page 307

Keunikan Indonesia

Indonesia atau Nusantara nama lainnya adalah negara yang memancarkan pesona alam, budaya, dan daya tarik masyarakat yang mengagumkan. Memiliki adat istiadat, tradisi, dan suku bangsa yang sanggup membuat decak kagum. Kekayaan flora dan faunanya mencapai ribuan jenis, dari heningnya lautan yang penuh warna hingga kemegahan pegunungan yang menjulang tinggi.

Sudahkah Anda mengenali keunikan yang dimiliki bangsa ini? Berikut ini hanya sebagian kecil dari keunikan yang sekaligus keunggulan yang dimiliki Indonesia. Tidak lain dan tidak bukan pengetahuan ini diharapkan dapat menambah kecintaan kita kepada Tanah Air yang indah ini, terpenting juga kita wajib menjaga sekaligus melestarikannya. Berikut ini beberapa dari sekian banyak keunikan yang dimiliki Indonesia, surga tropis dengan belasan ribu pulaunya.

  • Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah total pulau mencapai 17.508 pulau. Terdiri dari 5 kepulauan besar dan 30 kelompok kepulauan kecil. Termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni. Di dalamnya ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan sebagai pulau terbesar ketiga di dunia dengan luas 539.460 km², Sumatera  luasnya 473.606 km² dan Papua yang luasnya 421.981 km².
  • Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia yaitu sekitar 60% penduduk Indonesia  atau sekitar 130 juta jiwa tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.
  • Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93.000 km² dan panjang pantai sekitar 81.000 km² atau hampir 25% dari panjang pantai di dunia.
  • Indonesia memiliki suku bangsa yang terbanyak di dunia. Yaitu terdapat lebih dari 740 suku bangsa atau etnis, bahkan di Papua saja terdapat 270 suku. Dengan jumlah suku sebanyak itu menjadikan Indonesia  memiliki bahasa daerah terbanyak, yaitu 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia. Meski banyak memiliki bahasa daerah namun bahasa nasionalnya yaitu Bahasa Indonesia mampu menyatukannya tanpa menghilangkan tutur bahasa daerahnya.
  • Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia. Juga ini menjadikan Indoensia memiliki jumlah masjid terbanyak serta negara penyumbang jamaah haji terbesar di dunia.
  • Candi Borobudur di Jawa Tengah memiliki Monumen Budha  terbesar di dunia yang tingginya mencapai 42 meter terdiri dari 10 tingkat. Memiliki panjang relief yang indah mencapai lebih dari 1 km.
  • Indonesia adalah tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu Pithecanthropus erectus yang diperkirakan berasal dari masa 1,8 juta tahun yang lalu.
  • Indonesia menempati peringkat 1 penghasil cengkeh dan pala. Nomor 2 di dunia penghasil karet alam dan minyak sawit mentah. Pengekspor terbesar kayu lapis terbesar, yaitu sekitar 80% di pasar dunia. Penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia atau sekitar 20% dari suplai seluruh dunia. Produsen timah terbesar kedua di dunia.
  • Indonesia memiliki terumbu karang terkaya di dunia mencapai 18% dari total di dunia. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia untuk untuk mencegah pengikisan air laut.  Asal dari kekayaan bunga anggrek terbesar didunia yang mencapai 6.000 jenis anggrek serta bunga Rafflesia Arnoldi sebagai bunga terbesar di dunia dengan diameternya mencapai 1 meter.
  • Indonesia adalah habitat untuk binatang purba yang masih hidup yaitu Komodo, kadal terbesar di dunia dengan panjangnya mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg. Komodi hanya terdapat di Pulau Komodo dan sekitarnya di NTT. Di lautan Indonesia memiliki Indonesia species ikan hiu terbanyak di dunia yaitu 150 species. Indonesia memiliki primata terkecil  di dunia yaitu Tarsier Gunung (Tarsius pumilus) di Sulawesi yang panjangnya hanya 10 cm.
  • Di Sulawesi juga ditemukannya ular Python reticulates terpanjang di dunia, panjangnya 10 meter. Ikan terkecil di dunia ditemukan di rawa berlumpur Sumatera. Panjangnya hanya 7,9 mm dan maksimal besarnya kurang lebih sebesar nyamuk.
  • Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II tahun 1945. Indonesia merupakan negara ke 70 tertua di dunia. Hingga kini Indonesia adalah satu-satunya negara yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) (7 Januari 1965) kemudian bergabung kembali 28 September 1966.

Danau Ranau, Cantiknya Memukau

Apa yang terbayang di benak anda jika harus berlibur ke Pulau Sumatera? Danau-danau cantik, tentu saja. Jika Danau Toba, Danau Singkarak, Danau Laut Tawar sudah tidak asing di telinga anda, maka Danau Ranau ini wajib masuk dalam list destinasi wajib saat berkunjung ke Lampung. Mengapa? Yuk kita cari tahu.

Danau Ranau ini namanya mungkin belum terlalu terkenal dibanding danau-danau lain di Sumatera. Tapi tau gak travelers, kalau danau ini adalah danau terbesar kedua di Pulau Sumatera setelah Danau Toba. Keindahannya pun tidak hanya di danaunya semata, namun atmosfir disekelilingnya pun akan memikat hati anda.

Mirip seperti Danau Toba, Danau Ranau yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Lampung Barat di Provinsi Lampung dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan ini memiliki cuaca cukup dingin. Anda bisa memulai perjalanan dari Desa Lumbok, Kabupaten Lampung Barat.

Setibanya disana, pesona Danau Ranau langsung ‘membius’ wisatawan. Danau yang terbentuk karena, gempa dan letusan vulkanik dari gunung berapi ini, mempunyai sajian air danau yang biru, luas dan tenang. Dengan dibingkai pemandangan Gunung Seminung sebagai latar, menjadikan Danau Ranau ini sempurna.

Berjalan menyisir tepian danaunya sambil mengabadikannya dalam bidikan kamera adalah salah satu kegiatan asyik yang bisa dilakukan di sini. Dermaga dan perahu-perahu yang berlabuh di tepiannya membuat lengkap panorama dalam foto yang anda ambil.

Oh ya, perahunya bisa anda naiki. mengelilingi setiap sudut danau ini cukup dikenakan biaya Rp 100-200 ribu. Travelers pun dapat mengunjungi Pulau Marisa yang berada di tengah pulau atau menuju ke Gunung Seminung. Serunya, ada pemandian air panas disana!

Ingin menikmati keindahan danaunya lebih lama, ada beberapa resort dan homestay yang bisa anda sewa disana. Ada Seminung Lumbok Resort yang terletak persis di pinggir danau. Anda bisa puas memandangi keindahan danau setiap saat, cukup dengan merogoh kocek sekira Rp 200-400 ribu.

Sementara untuk homestay lebih murah, cukup dengan Rp 60 ribu-tergantung tawar-menawar-anda sudah bisa menikmati keindahan danau sekaligus mengenal lebih dekat budaya dan adat masyarakat sekitar yang tak kalah menarik.

Jadi siapkan jaket dan kamera anda karena banyak sekali spot cantik yang bisa anda tangkap disini!

Gua Pamona, Rumah Terakhir Suku Pamona di Poso

Berwisata ke Poso bisa menjadi sangat menarik. Berbagai objek wisata menarik berkumpul di tempat ini. Tak jauh dari Danau Poso ternyata ada objek wisata yang tak kalah mengagumkan. Gua Pamona, sebuah tempat unik dan dipercayai masyarakat sekitar mengandung unsur mistis. Penasaran? Yuk, kita sambangi.

Gua Pamona ini terletak persis di sebelah Danau Poso. Gua ini sudah terkenal keindahannya sehingga telah menjadi salah satu tujuan wisata mistis. Uniknya, air danau tidak dapat masuk ke dalam gua meski letak sebagian gua tersebut berada di bawah Danau Poso. Pengunjung pun bisa memasukinya dengan leluasa.

Menurut cerita masyarakat setempat, selama ratusan tahun silam gua tersebut berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan jenazah raja atau kaum bangsawan Suku Pamona dan keluarganya. Hal itu dapat dibuktikan dengan adanya kerangka manusia dan keranda yang masih ada didalamnya.

Gua sepanjang sekitar 200 meter tersebut memiliki kedalaman 80 meter. Dulunya, panjang gua lebih dari 200 meter. Namun karena perubahan kondisi alam adanya reruntuhan, akhirnya panjangnya hanya sebatas itu. Mulut Gua Pamona lebarnya 2 meter, namun pada sebagian jalan di gua tingginya kurang dari satu meter, sehingga memaksa pengunjung untuk berjalan sambil berjongkok.

Letak gua yang dalam menyebabkan oksigen didalamnya relative sedikit. Hal itu membuat pengunjung merasa gerah dan cepat lelah saat menjelajahinya. Pencahayaan pun sangat minim, hanya mengandalkan sinar matahari yang menembus celah-celah kecil bebatuan diatasnya. Suasana di dalam menjadi remang-remang dan menambah miris orang yang percaya pada cerita mistis :)

Di dalam gua tersebut juga terdapat delapan kamar atau ruang yang sangat gelap dan lembab. Dulunya ruang tersebut berfungsi untuk menyimpan jenazah suku Pamona yang disesuaikan dengan status sosialnya. Barang-barang berharga milik jenazah semasa hidup pun ikut disemayamkan disitu. Sayangnya, banyak benda-benda bernilai sangat tinggi tersebut yang hilang akibat tangan usil pengunjung.

Gua yang namanya sama dengan suku asli orang Poso ini terletak di Desa Sangele, Kecamatan Pamona Utara, sekitar 58 km dari Kota Poso. Saat berwisata ke Danau Poso, sempatkan pula untuk berkunjung ke Gua Pamona yang unik ini.

Husein Sastranegara Tak Layak Pakai: Bandung Wajib Segera Bangun Bandara Baru

BANDUNG – Pengamat penerbangan Chappy Hakim menilai Bandar Udara (Bandara) Husein Sastranegara awalnya dibangun bukan untuk penerbangan komersial (commercial flight).

Karena itu, melihat perkembangan jumlah penumpang dan jumlah maskapai yang masuk ke Bandung, sudah selayaknya dibangun bandara baru pengganti Husein Sastranegara.

“Kalau cuma lampu penuntun penerbangannya padam karena air hujan, itu masih untung karena sebenarnya Bandara Husein sudah tidak layak disebut sebagai bandara untuk penerbangan komersial. Letaknya di lahan pegunungan, banyaknya permukiman, apronnya yang terbatas, juga runway-nya yang cuma 1 dan pendek,” ujar Chappy kepada Tribun saat diminta komentarnya mengenai padamnya lampu penuntun penerbangan Bandara Husein, Kamis (12/12/2013).

Lampu penuntun penerbangan di Bandara Husein padam, Selasa (11/12/2013) sejak pukul 18.00. Padamnya lampu diduga karena gangguan teknis pada instalasi kabel lampu yang terendam air pascahujan terus-menerus sejak sore. Akibatnya, sejumlah penerbangan mengalami penundaan hingga Rabu (12/12/2013), serta pesawat tidak bisa mendarat di bandara hingga Selasa malam.

Chappy, yang juga mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), mengatakan, Bandung sebenarnya tidak memiliki bandara komersial. Penerbangan di Husein hanya nebeng. Pasalnya, Bandara Husein awalnya didesain untuk pangkalan TNI AU yang dilengkapi dengan gudang perlengkapan perang, bengkel pesawat dengan hanggar terbesar se-Asia Tenggara, sekolah penerbangan, dan PT DI sebagai pabrik perakitan pesawat.

“Tidak ada alternatif lain lagi yang bisa dilakukan untuk Bandara Husein. Kembalikan saja ke TNI AU. Seharusnya pemerintah kita sudah memikirkan untuk membangun bandara yang lebih representatif 5-10 tahun lalu karena Husein sudah tidak memenuhi syarat untuk bandara komersial. Kalau pemerintah sudah mulai membangun di Majalengka, saya kira itu bagus,” kata Chappy.

Chappy juga mengatakan, dalam pembangunan bandara yang memenuhi syarat, sebaiknya pemerintah melibatkan konsultan yang ahli di bidang pembangunan bandara beserta kelengkapannya. Tidak bisa hanya memiliki keinginan membangun bandara, tanpa mempertimbangkan kemungkinan perkembangannya di waktu mendatang.

“Membangun bandara itu tidak bisa asal ngarang-ngarang. Harus melibatkan konsultan di bidangnya masing-masing. Ada konsultan di bidang terminalnya khusus, di bidang apron, bidang runway, taxiway, termasuk segala fasilitas pendukung lainnya,” kata Chappy.

Sejak tahun 2000-an, menurut Chappy, transportasi udara mengalami pertumbuhan yang pesat, rata-rata 8-10 persen per tahun. Tapi pertumbuhan ini tidak disertai dengan pertumbuhan sumber daya manusia dan pengembangan infrastrukturnya. Infrastruktur yang dimaksud adalah fasilitas runway, taxiway, apron, terminal, dan termasuk jalan menuju atau keluar dari bandara.

Ia menyebutkan, Bandara Ngurah Rai di Denpasar, Bali, juga dinilai tidak terencana dengan baik. Pasalnya, terminal penumpang diperbaiki dan ditambah kapasitasnya, tapi runway-nya hanya satu sehingga terjadi overload penerbangan. Itu terjadi di semua bandara di Indonesia.

Sumber: http://www.tribunnews.com/regional/2013/12/13/husein-sastranegara-tak-layak-pakai-bandung-wajib-segera-bangun-bandara-baru

Tergoda Oleh Siluet Batu Karang di Papuma

Tidak perlu jauh-jauh ke Bali atauLombok yang kaya akan wisata pantai-pantainya yang indah. Di  Jember, Pantai Tanjung Papuma menyuguhkan panorama yang menakjubkan. Seolah pantai ini seperti harta karun yang baru ditemukan.

Di Pantai Tanjung Papuma, anda akan melihat bebatuan karang terhampar luas di separuh bibir pantainya, membentuk siluet yang sangat indah. Ombaknya yang besar bergulung-gulung silih berganti menerjang karang yang tetap kokoh berdiri sungguh pemandangan yang spektakuler.

Pantai yang terletak di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, 37 km dari pusat Kota Jember ini bagaikan surga tersembunyi. Bagaimana tidak, pantai ini dikelilingi oleh bukit-bukit dan Hutan Malikan seluas kurang lebih 50  hektar.

Keunikan pantai ini yaitu bebatuan karangnya yang kokoh, warga menyebutnya dengan atol-atol. Karena ukurannya yang besar dan berada di tengah laut biru, membuatnya terlihat seperti pulau-pulau karang. Mereka pun memiliki nama sendiri-sendiri yang berasal dari tokoh pewayangan.

Diantaranya ada Pulau Batara Guru, Pulau Kresna, Pulau Narada, Pulau Nusa Barong, Pulau Kajang dan Pulau Kodok. Untuk yang terakhir, dinamakan demikian karena disesuaikan dengan kondisi pulau karang yang mirip kodok, timbul tenggelam dihantam ombak lautan.

Posisi terbaik untuk menikmati pantai ini yaitu di puncak Siti Hinggil, tempat tertinggi di Pantai Tanjung Papuma. Darisanawisatawan dapat menikmati view batu karang besar yang tetap kokoh meski terus menerus diterjang ombak laut selatan.

Tidak hanya melihat keindahan laut dan batu karang, anda pun dapat melihat lanskap lekukan garis pantai yang menjorok ke lautan. Dari sini pula sunset dan sunrise berlomba memamerkan kecantikannya kepada pelancong. Barisan perahu tradisional milik nelayan pun menambah anggun pemandangannya.

Selain keindahan alamnya, pantai dan hutan yang mengelilinginya menyimpan pesona fauna yang tak kalah menarik. Papuma juga dijadikan sebagai wilayah konservasi Lutung Jawa atau Lutung Budeng. Hewan famili kera yang juga kerap disebut kera ekor panjang ini populasinya di sini sekitar 350-500 ekor.

Tak perlu khawatir soal fasilitas penunjang wisata di tempat ini. Selain tempat bermain, ada juga arena outbound, penginapan dan warung makan yang menyajikan hasil laut asli Papuma. Wisata kuliner lautnya berasal dari ikan segar yang ditangkap nelayan lokal, sungguh menggugah selera.

Untuk mengunjungi Papuma, travelers hanya perlu mengeluarkan kocek Rp 10 ribu, harganya akan lebih mahal Rp 2.500 di hari libur. Dari arahSurabayaada dua alternatif jalur yaitu via pusat Kota Jember dan melalui Kecamatan Ambulu. Dari Ambulu perjalanan ditempuh selama kurang lebih setengah jam perjalanan.

Jika travelers berminat untuk pergi ke Surabaya, jangan lupa sempatkan diri untuk mencicipi Rujak Cingur! Rasa nikmat yang lezat dan kenyal.

Pemkot Tunggu Nomor Rekening Warga

Proyek Underpass Simpang Lima Bandara

MAKASSAR, FAJAR — Pemerintah Kota Makassar menyatakan sudah siap membayar pemilik lahan yang terkena proyek pembangunan Underpass di Simpang Lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Proses pembayaran langsung ke rekening pemilik lahan.

Kepala Bagian Pemerintahan Pemkot Makassar, Sabri,  Rabu 11 Desember, mengatakan pihaknya saat ini tengah menunggu berkas dari para pemilik lahan untuk  dibayarkan.

Berkas yang dibutuhkan, kata Sabri, berupa bukti kepemilikan lahan, baik berupa sertifikat atau rincik. Pemilik lahan juga diminta menitipkan nomor rekening untuk tempat pengiriman uang pembayaran tersebut.

“Kalau hari ini pemilik lahan sudah setor berkasnya, maka besoknya langsung kita transfer ke rekeningnya tanpa harus bertatap muka dengan saya. Ini kita lakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Sabri.

Anggaran untuk membayar pemilik lahan tersebut, kata Sabri, sudah siap. Pembayaran ini, katanya, dilakukan setelah warga sepakat dengan harga yang ditawarkan Pemkot Makassar melalui tim pembebasan lahan, yakni Rp3,5 juta per meter.

Untuk diketahui, jumlah pemilik lahan yang ada di sekitar Simpang Bandara yang akan dibebaskan sebanyak 30 orang. Setelah pembayaran lahan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VI Makassar akan melakukan lelang pembangunan Underpass. Pembangunan fisik akan dimulai awal 2014 dengan masa pengerjaan kurang lebih 18 bulan. (kas/sil)

sumber: http://www.fajar.co.id/metromakassar/3054994_5662.html

12 Investor Asing Ingin Menggarap Bandara Dalam Negeri

Bandara Terbanyak di Dunia

JAKARTA –  PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) perusahaan pembiayaan ditunjuk pemerintah menjadi salah satu konsultan untuk mengembangkan infrastruktur dalam negeri. Hingga saat ini Kementerian Perhubungan meminta IIF memberikan konsultasi, pihak swasta mana saja yang siap mengelola bandara di dalam negeri

Presiden Direktur IIF, Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan sampai saat ini sudah ada 38 investor yang ingin mengelola. Dari seluruh investor, 12 perusahaan asing tertarik mengelola bandara di wilayah yang banyak mengundang wisatawan.

“12 investor asing, dugaan saya mereka ingin bandara yang berhubungan dengan sektor pariwisata seperti Komodo dan Wakatobi,” ujar Kartika, Kamis (12/12/2013).

Kartika mengatakan, sepertiga  investor asing berasal dari Eropa. Mereka masih mencari daya tarik dan keuntungan dalam mengelola 10 bandara di dalam negeri.

“Investor masih menggali, mereka memberi masukan dan ide,” ungkap Kartika.

Rencananya pihak swasta akan menawarkan manajemen operasi bandara. Selain itu para investor juga ingin mengembangkan 10 bandara kelas tiga tersebut.

“Sifatnya bangunan sudah ada operation maintanance saja, ada juga pengembangan, penambahan terminal,” papar Kartika.

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, menyebutkan 10 bandara yang dikelola pihak swasta adalah Raden Intan II (Lampung), Mutiara (Palu), Sultan Baabullah (Ternate), Komodo (Labuhan Bajo), Sentani (Jayapura), Tjilik Riwut (Palangkaraya), Juwata (Tarakan), Fatmawati (Bengkulu), Hananjoeddin (Tanjung Pandan) dan Matahora (Wakatobi).

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama

Sumber: http://www.tribunnews.com/bisnis/2013/12/12/12-investor-asing-ingin-menggarap-bandara-dalam-negeri

Melihat Lebih Dekat Pembangunan Terminal Baru Bandara Supadio

Berkonsep Eco Terminal, Gunakan Panel Surya untuk Cadangan Energi

Terminal baru bandara Supadio memadukan konsep modern sekaligus ramah lingkungan. Modern karena bandara ini dirancang menyamai bandara seperti Suvarnabhumi di Bangkok. Ramah lingkungan karena cadangan listriknya sebagian akan dipenuhi dari panel surya.

Sudah lama warga Kalimantan Barat merindukan bandara yang modern dan memiliki fasilitas memadai. Kini keinginan itu tidak lama akan terwujud. Dalam hitungan bulan, pembangunan terminal tahap satu sudah akan rampung. Angkasa Pura menargetkan pada bulan Juni tahun depan terminal ini sudah bisa dioperasikan.

Pontianak Post mendapat kesempatan melihat langsung pembangunan terminal ini pada Rabu lalu. General Manager Bandara Supadio Chandra Dista Wiradi berbaik hati menjadi “guide” saat berkeliling di lokasi proyek. Dengan detail dia menjelaskan berbagai tahapan pembangunan bandara.

Kami naik ke lantai dua. Terlihat semua pondasi sudah terpasang. Demikian pula dengan lantainya. Rangka bagian atas juga sudah selesai. Tak lama lagi para pekerja akan memasang atap di atas rangka besi berwarna putih itu. Di sanalah nanti panel-panel surya akan dipasang. Panel surya ini diharapkan akan mampu memenuhi sekitar 20 persen dari total energi listrik yang digunakan.

Namun, pemasangan panel ini harus ditempatkan di lokasi yang tepat. Sebab jika tidak, panel surya ini bisa saja menyilaukan pandangan yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan. ”Karena itu kita akan pilih lokasi pemasangannya, mungkin di sisi luar yang tidak menghadap langsung landasan,” jelas Chandra.

Energi listrik yang dihasilkan dari panel surya ini akan disimpan dalam sebuah ’baterai’. Dengan begitu listriknya bisa digunakan pada malam hari terutama untuk kebutuhan non priority seperti penerangan di terminal. Untuk kebutuhan listrik priority seperti penerangan di landasan pasokannya jelas tetap dari PLN. Namun demikian, sebagai antisipasi jika listrik anjlok, Angkasa Pura tetap akan menyiapkan genset yang mampu menghasilkan listrik hingga 3000 KvA.

Gagasan untuk menggunakan panel surya ini bukan tanpa alasan. Belakangan ini pasokan listrik sering anjlok. Padahal ketersediaan listrik yang terus menerus adalah sesuatu yang sangat vital bagi sebuah bandara. ”Paling tidak saat listrik anjlok kita punya listrik cadangan,” ujar Chandra.

Di bandara-bandara lain yang berkonsep eco terminal, penggunaan panel surya ini sudah cukup lazim. Kebanyakan mampu menghasilkan sekitar 20 persen dari total penggunaan listrik non priority.

Konsep eco terminal juga diterapkan pada sisi arsitektur. Misalnya saja dengan meminimalkan penggunaan listrik di siang hari. Gedung dirancang sedemikian rupa sehingga cahaya matahari bisa masuk dan menggantikan cahaya lampu. Caranya mudah. Dinding yang biasanya menggunakan beton diganti menjadi kaca. “Jadi kalau siang kita pakai cahaya matahari. Kalau malam kita manfaat baterai,” kata Chandra.

Proses pembangunan terminal tahap satu ini direncanakan akan selesai pada Juni tahun depan. Begitu terminal jadi, penumpang akan langsung dipindahkan ke terminal baru. Sementara itu terminal lama akan dibongkar untuk dibangun terminal tahap dua.

Terminal tahap satu ini akan mampu menampung 3,8 juta penumpang pertahun atau lima kali lipat dari terminal lama yang hanya 700 ribu pertahun. Luas terminal juga bertambah dari 6900 meter persegi menjadi 12 400 meter persegi. “Tapi itu baru terminal tahap satu. Jika terminal tahap dua selesai, secara keseluruhan kita akan memiliki terminal dengan luas 32 ribu meter persegi,” ungkapnya.

Akbar Putra Mardhika, kepala proyek pembangunan bandara yang pagi itu ikut menemani mengatakan, pembangunan keseluruhan terminal akan diselesaikan secara bertahap pada 2015 mendatang. Pembangunan proyek ini memang tidak bisa dilakukan sekaligus. Pembangunan bandara yang masih dioperasikan, kata Akbar, lebih sulit dibandingkan dengan membangun bandara yang sama sekali baru.

“Itulah tantangannya. Harus step by step. Kita juga harus berhati-hati. Satu kabel saja putus. Itu akan berpengaruh pada seluruh aktivitas bandara. Beda dengan pembangunan bandara baru. Itu lebih mudah,” ujar Akbar, putra daerah lulusan IPB itu.

Baik Chandra maupun Akbar sama-sama optimistis proses pembangunan bandara ini bisa diselesaikan sesuai rencana. ”Sebelumnya memang ada sedikit keterlambatan, karena sejumlah faktor teknis. Misalnya saja soal pengiriman bahan yang sebagian besar dari Jakarta. Tapi kami belajar dari keterlambatan yang lalu agar tahap selanjutnya sesuai jadwal,” kata Akbar.

Terminal baru ini akan dilengkapi garbarata untuk meningkatkan layanan pada penumpang. Ada empat garbarata yang akan dipasang. Pada tahap pertama akan dipasang dua garbarata terlebih dahulu. Sisanya, dua lagi, akan dipasang pada pembangunan tahap dua. Di bandara-bandara internasional, garbarata ini sudah sangat lazim digunakan. Dengan pemasangan garbarata ini penumpang akan bisa langsung memasuki pintu pesawat tanpa perlu repot-repot naik tangga pesawat. **

Heriyanto, Pontianak

Pesawat Kepresidenan Indonesia Sudah Dipersiapkan

Jakarta –  Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan pesawat Kepresidenan RI berjenis Boeing Bussiness Jet 2 Green yang dipesan pemerintah masih dalam proses pengerjaan di pabrik Boeing, di Amerika Serikat.

“Pesawatnya masih di sana (Amerika) karena kemarin terhambat waktu ada government shutdown. Tertunda pengerjaannya,” kata Sudi, kepada Tempo, di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2013. Menurut dia, pesawat itu baru akan tiba di Indonesia Maret 2014 nanti.

Sudi belum bisa memastikan kapan persisnya pesawat Kepresidenan itu mulai dipergunakan. Ia mengatakan, setelah pesawat datang pada Maret nanti, masih ada proses tertentu yang mesti dijalani sebelum pesawat resmi dipakai.

“Yang pasti, pemerintah yang akan datang lah yang menggunakan pesawat itu,” ujarnya. Namun, Sudi enggan berkomentar ihwal kemungkinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggunakan pesawat itu untuk pertama kalinya. “Ya, tidak tahu. Kita lihat nanti, ya.”

Indonesia telah resmi membeli pesawat Kepresidenan berjenis Boeing Bussiness Jet 2 Green. Pesawat ini dibeli dengan harga US$ 91,2 juta atau sekitar Rp 820 miliar dengan rincian US$ 58,6 juta untuk badan pesawat, US$ 27 juta untuk interior kabin, US$ 4,5 juta untuk sistem keamanan, dan US$ 1,1 juta untuk biaya administrasi.

Pesawat BBJ2 ini didesain untuk keperluan VIP. Yakni didesain memiliki konfigurasi mewah dengan keberadaan kamar tidur utama, toilet yang dilengkapi dengan shower, ruang konferensi, ruang makan, dan ruang tamu. Boeing BBJ2 ini memiliki panjang sekitar 39,5 meter, panjang sayap 35,8 meter, tinggi ekor 12,5 meter, dan memiliki diameter 3,73 meter.Untuk interiornya, BBJ2 ini memiliki panjang 29,97 meter, dengan tinggi 2,16 meter dan lebar 3,53 meter. Dengan daya tampung 39.539 liter bahan bakar, pesawat ini dapat terbang maksimal sejauh 10.334 kilometer. Namun jika pesawat berisi maksimal 50 orang, jarak tempuhnya mencapai 8.630 kilometer. Jarak tempuh itu bisa dilalui dengan kecepatan maksimal 871 kilometer per jam.

 

PRIHANDOKO

Sumber: TEMPO.CO

Kemenhub Bantah Jual 10 Bandara kepada Swasta

JAKARTA – Kementerian Perhubungan menegaskan tidak pernah menjual 10 bandara kepada swasta. Hal yang ditawarkan pemerintah kepada swasta adalah kerja sama dalam mengelola 10 bandara dalam negeri.

“Saya koreksi bukan swastanisasi, tapi kerja sama pemerintah dan swasta,” ujar Bambang Susantono, Wakil Menteri Perhubungan, Rabu (11/12/2013).

Bambang menjelaskan, dalam pengelolaannya pihak swasta memberikan banyak penawaran. Dalam hal ini ada swasta yang ingin menambah terminal di beberapa bandara yang ditawarkan.

“Ada masukan juga banyak, ada yang mau terminalnya, ada yang mau keseluruhan bandara, dan lain-lain,” ungkap Bambang.

Pada kuartal I 2014, pihak swasta bisa melakukan tendernya. Dalam hal ini pihak swasta hanya diberikan pengelolaan bandara, sedangkan kepemilikan masih di tangan pemerintah pusat.

“Mohon tidak dikatakan sebagai swastanisasi, karena itu sama saja dengan divestasi, kalau ini kepemilikan masih ada di tangan pemerintah kok,” jelas Bambang.

Sebelumnya diberitakan, 10 bandara yang siap dikelola pihak swasta adalah Raden Intan II (Lampung), Mutiara (Palu), Sultan Baabullah (Ternate), Komodo (Labuhan Bajo), Sentani (Jayapura), Tjilik Riwut (Palangkaraya), Juwata (Tarakan), Fatmawati (Bengkulu), Hananjoeddin (Tanjung Pandan) dan Matahora (Wakatobi).

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama

Bea Cukai Perketat Penjagaan di Bandara Husein Sastranegara

BANDUNG – Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Barat memperketat penjagaan di Bandara Husein Sastranegara Bandung dari upaya penyelundupan narkoba.

Kabid Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Jabar, Saepullah Nasution, mengatakan, sejak Husein Sastranegara menjadi bandara international, banyak jaringan pengedar narkoba yang memanfaatkannya sebagai pintu masuk untuk mendistribusikan barang haram itu ke seluruh Indonesia.

“Dulu Husein ini bandara lokal, sekarang internasional. Tentunya dulu Bea Cukai tidak terlalu ketat dalam penjagaan. Tapi khusus sekarang tentu kami perketat,” tegasnya, Rabu (11/12/2013).

Bahkan, lanjut dia, Bea Cukai telah memiliki tempat dan petugas khusus yang berjaga selama 24 jam.

Petugas yang ditempatkan di bandara memiliki kemampuan khusus untuk mendeteksi orang-orang yang disinyalir membawa narkoba.

“Kita juga dibantu oleh beberapa alat pendeteksi, seperti x-Ray. Kalau diperlukan kami juga bisa meminjam anjing K9,” bebernya.

Selain itu, pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri dalam penanganan kasus narkotika. Tak hanya itu, untuk meningkatkan kemampuan anggotanya, Bea Cukai tengah membentuk pasukan yang diberi nama Customs Narcotic Team.

Selama 2013, Bea dan Cukai Jabar telah berhasil menggagalkan tiga penyelundupan narkoba dari Bandara Husein Sastranegara. Terakhir, petugas berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba senilai Rp 6,9 miliar.(ton)

App Garuda All New 777

Garuda Indonesia dengan bangga memperkenalkan Boeing 777 baru ke dalam armada mereka.
This official Garuda App walks you through the stunning all new First Class, Business Class and Economy by utilizing 360-panoramas and video footage to give you a glimpse on what you will experience on board the new aircraft.

Download via iTunes

Cuaca

Bali
overcast clouds
26.9 ° C
26.9 °
26.9 °
91 %
1.4kmh
100 %
Thu
26 °
Fri
27 °
Sat
28 °
Sun
27 °
Mon
29 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,089.3
AUD
11,977.9
EUR
19,956.1
CNY
2,502.8
JPY
107.1
SGD
13,382.0