Home Blog Page 284

Hotel Baru Bakal Hadir di Bandara Soekarno Hatta

Jakarta : Pengelola Bandar Udara (Bandar), PT Angkasa Pura II (Persero) berencana membangun hotel di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Proyek ini merupakan bagian rencana pengembangan bisnis untuk terus menggenjot pendapatan perusahaan.

Selain di lingkungan Bandara Soetta, Angkasa Pura II juga akan memanfaatkan sejumlah lahan kosongnya di beberapa lokasi di sekitar Jakarta untuk pembangunan hotel.

“Di Soekarno Hatta ada lahan kosong, disitu namanya Sky City, hotel dan komersial lainnya. Tanah diluar Soekarno Hatta di Kramat Raya ada 1,6 hektar itu rencananya bangun hotel dan apartemen,” ungkap Direktur Keuangan AP II, Laurencius Manurung saat ditemui usai menyerahkan bantuan di Kantor Walikota Jakarta Utara, Sabtu (25/1/2014).

Sky City direncanakan akan mulai masuk tahap pemancangan (groundbreaking) pada tahun ini. Ditargetkan, hotel ini dapat mulai beroperasi pada 2015.

Tak hanya di Bandara Soetta dan sekitarnya, perseroan juga sedang menjajaki kemungkinan pengembangan bisnis properti ke sejumlah bandara yang di bawah pengelolaannya. Salah satunya adalah Bandara Kualanamu yang dinilai memiliki prospek bisnis bagus dalam integrasi Bandara dan properti.

“Kuala Namu kan airport city, sekarang baru proses (pengembangan). Ini pengembangan bisnis non aero seperti ritel, perkantoran. Tapi properti dulu di Bandara memanfaatkan tanah kosong,” tegasnya.

Sayang, Laurencius masih enggan mengungkapkan nilai investasi dari proyek-proyek properti tersebut.

Bisnis properti selama ini menjadi salah satu bisnis pengembangan dari Angkasa Pura demi meningkatkan pendapatan perusahaan. Strategi bisnis ini ditempuh mengingat perseroan tak lagi memperoleh pemasukan dari bisnis di navigasi.(Yas/Shd)

Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/809827/hotel-baru-bakal-hadir-di-bandara-soekarno-hatta?wp.trkn

Bandara Baru Budaya Baru

BANDARA BARU Sepinggan Balikpapan tidak lama lagi dioperasikan. Bandar udara yang telah mengundang decak kagum setiap orang yang melihatnya itu, akan menjadi yang terbesar dan termewah di Kalimantan. Bahkan lebih mewah dari bandara-bandara milik Malaysia di wilayah Kalimantan, Sabah dan Serawak, maupun Brunei. Bandara baru Sepinggan itu sudah sepatutnya lebih sempurna dari semua bandara baru di Indonesia.

“Bandara Sepinggan ini menutup semua kekurangan yang ada pada bandara-bandara baru di negeri kita.” Demikian kata Menteri BUMN Dahlan Iskan, yang sempat saya dengar ketika mengikuti beliau melakukan inspeksi “sisi darat” (mengambil istilah Bandara Samarinda Baru/BSB), akhir tahun 2013 lalu.

Dari penjelasan pemimpin proyeknya waktu itu, studi untuk Bandara Sepinggan sudah dilakukan dengan mengunjungi bandara-bandara besar kelas dunia di negara lain. Juga melakukan studi ke Bali dan Sumatra Utara yang juga sedang membangun bandara baru.

Di bandara Balikpapan itu nanti akan ada mal besar, kafe-kafe dengan pemandangan ke laut , alur penumpang naik dan turun, serta penanganan bagasi yang semuanya membuat nyaman penumpang. Bandara harus membuat orang betah berlama-lama. Sehingga ketika pesawat delay, penumpang tidak emosional karena kenyamanan yang diberikan.

Tujuannya tentu tak hanya itu, tapi juga supaya pengelola bandara tidak bangkrut. Penghasilan pengelola bandara jika hanya mengandalkan jasa airline, pasti tidak cukup untuk membiayai operasional. Hatta, setiap penumpang sudah ditarik pajak (PJPU), yang untuk kelas Sepinggan Rp 40.000 per penumpang. Pengelola jasa bandara baru akan berlaba jika sangat banyak areal di bandara itu yang disewa oleh pihak yang hendak berdagang.

Semacam mal, restoran, kafe, atau bahkan arena bermain anak-anak. Bandara Juanda Surabaya termasuk yang banyak meraih laba karena ini. Konon harga sewa arealnya pun tergolong sangat mahal. Ada yang bilang Rp 1,5 juta per meter persegi. Tapi toh penjual soto Madura mau saja menyewa ruang cukup luas. Bisa kita bayangkan sendiri, berapa omzet warung soto itu setiap harinya.

Jika sepi pembeli, pasti mereka tidak akan bertahan lama. Pengelola bandara sudah seharusnya mampu membuat semua pengunjungnya suka berbelanja. Untuk itu, kita berharap mereka bisa menciptakan budaya baru yang membuat semua orang nyaman berada di sana berlama-lama. Budaya bersih, tertib, aman dan nyaman sudah sewajibnya terus ditumbuhkembangkan.

Petugas pelayanan check in harus menghargai orang yang tertib antre. Tidak boleh lagi ada petugas dari mana pun yang nyelonong untuk minta dilayani terlebih dahulu, tanpa antre. Bahkan kalau perlu menganjurkan semua airline menyediakan mesin check in sendiri (self check in), seperti yang sudah lama dipasang Air Asia di Sepinggan.

Di sebelah mesin self check in Air Asia itu dipasang spanduk besar: “Do Self Check-In Now!”. Ini membuat setiap penumpang tanpa bagasi bisa langsung check in tanpa perlu ikut antre panjang di meja check in. Jangan ada lagi pencurian bagasi di Bandara Sepinggan, seperti yang pernah direkam salah seorang penumpang, di mana petugas lapangan di Bandara Sepinggan mengobok-obok tas yang masuk bagasi.

Anak-anak saya termasuk yang pernah jadi korban. Mereka malas melapor, karena tidak ada hasilnya blas. Jangan ada lagi petugas porter bergerombol di ruang kedatangan, seolah menghalangi jalan penumpang yang buru-buru mau pergi karena keperluan mendesak. Jangan ada lagi penumpang yang kesulitan mendapatkan taksi, ketika mendarat tengah malam. Saya termasuk yang terbiasa mendarat pukul 24.00.

Dan termasuk yang sudah merasakan kesulitan dapat taksi resmi. Memang banyak taksi gelap, tapi saya khawatir dengan rasa aman ketika menggunakannya. Jumlah taksi gelap ini konon jauuuh lebih banyak dari taksi resmi di Sepinggan. Nah, ini yang juga penting, banyak penumpang dari kalangan masyarakat bawah sekarang ini.

Sebab penerbangan murah (low cost carrier) semboyannya memang “everybody can fly”. Masyarakat bawah ini sering kali rendah diri dan minder, mereka malu bertanya, sehingga sering tidak tertib dan suka membuang sampah sembarangan. Bimbinglah mereka untuk menjaga ketertiban di bandara. Banyak juga penumpang yang sudah lelah akibat perjalanan darat yang sangat panjang menuju Sepinggan.

Tidak sedikit yang dari perkebunan maupun lokasi tambang di ujungnya Kutai Timur. Tidak bisakah mereka disediakan kamar mandi agar bisa membersihkan dan menyegarkan diri sebelum naik pesawat? Budaya baru yang semuanya baik itu, tentu akan sangat berkesan bagi setiap penumpang. Mereka pasti suka menceritakannya kepada para kenalannya di daerahnya masing-masing.

Budaya baru yang membuat hidup lebih nyaman bisa dimulai dari sebuah bandara, yang tentu saja dikelola dengan sangat baik. Kita menunggu dengan sabar, saatnya orang tidak hanya membanggakan Bandara Changi Singapura. Tetapi juga bandara baru Balikpapan, dengan budaya barunya. Selamat membangun kebanggaan-kebanggaan baru negeri kita.(zam@kaltimpost.net/che/k7)

Sumber: http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/54075/bandara-baru-budaya-baru.html

 

 

Melalui Bandara Tuanku Tambusai, Susi Air Buka Penerbangan Perdana Rute Pasirpangaraian-Pekanbaru

PASIRPANGARAIAN- Maskapai Penerbangan Susi Air mulai melakukan penerbangan perintis perdana di Bandara Tuanku Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu dengan rute Pasirpangaraian-Pekanbaru dan sebaliknya, Jumat (24/1/14).

Koordinator Susi Air Wilayah Sumatera Nanda menjelaskan, penerbangan perintis perdana sudah dimulai. Harga tiketnya cukup murah, hanya Rp280 ribu sekali penerbangan. Biaya dianggap murah karena antara maskapai dengan Pemkab Rohul sudah terbangun kesepahaman (MoU).

Nanda mengungkapkan, dengan menggunakan pesawat berkapasitas 12 sheet atau penumpang, Susi Air hanya melayani penerbangan satu kali dalam seminggu yakni setiap Jumat. Untuk ke Pekanbaru atau sebaliknya, masyarakat cukup menghemat waktu. Jika menggunakan jalur darat memakan waktu 3-4 jam, maka dengan menggunakan pesawat hanya 50 menit.

Jadwal penerbangan yakni take off atau berangkat dari Pekanbaru pukul 09.00 WIB dan tiba di Bandara Tuanku Tambusai pukul 09.50 WIB. Penerbangan dilanjutkan dari Pasirpengaraian take off pukul 10.00 WIB dan baru tiba di Pekanbaru pukul 10.50 WIB.

“Dengan menggunakan jalur udara ini, masyarakat hanya memakan waktu sekitat 50 menit dari Pasirpangaraian ke Pekanbaru atau sebaliknya,” jelas Nanda.

Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau Eddy Sukiatnadi mengatakan, misi penerbangan perintis menggunakan jenis pesawat C208 merupakan upaya pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dan Dishub Riau untuk membuka akses daerah terisolir atau daerah sulit.

Eddy mengakui semua biaya penerbangan masih mendapatkan subsidi dari Kemenhub RI. Oleh karenanya, hal itu menjadi stimulus, apalagi jika memang rute penerbangan itu ramai, maka bakal banyak pengusaha swasta yang tertarik.

“Rute penerbangan perintis di Riau hanya dua, yakni Japura Rengat-Pekanbaru dan sebaliknya, serta penerbangan dari Pasirpangaraian-Pekanbaru dan sebaliknya. Penerbangan ini akan terus dilakukan, sampai diminati masyarakat,” kata Eddy.

Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten (Setdakab) Rohul Damri Harun menjelaskan, semua fasilitas pendukung di Bandara Tuanku Tambusai sudah siap sedia. Namun, saat ini Pemkab Rohul tengan mempersiapkan tenaga pengelola administrasi.

“Sesuai hasil koordinasi dengan pihak Susi Air, pengelolaan administrasi bisa dilakukan melalui lembaga koperasi. Lembaga ini sedang kami persiapkan,” jelas Sekdakab Rohul.

Menurutnya, dibukanya rute penerbangan perintis di Bandara Tuanku Tambusai bakal bernilai positif sebab bisa dimanfaatkan para pengusaha. Selain efesien waktu, penerbangan ini juga membuka akses investasi bagi pengusaha luar yang berniat berinvestasi di daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk.

“Agar penerbangan ini diminati dan animo masyarakat meningkat, kami akan gencar melakukan promosi. Diharapkan, penerbangan ini tetap eksis,” ujar Damri Harun.

Pada penerbangan perdana tersebut, Sekdakab Rohul bersama delapan pejabat teras di lingkungan Pemkab Rohul mencicipi penerbangan perintis perdana dengan rute Pasirpangaraian-Pekanbaru.***(adv/hum/zal)

Teks foto: Sekda Rohul Damri, Kadishubkominfo Rivai, melihat penerbangan perdana Susi Air di Bandara Tuanku Tambusai, Pasirpengaraian, Jumat (24/1/14).

Sumber: http://www.riauterkini.com/rohul.php?arr=69405

SBY Tanam Pohon Kenari di Bandara Kualanamu

KUALANAMU — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanam pohon kenari di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatra Utara, Jumat (24/1) sore. Penanaman dilaksanakan di Taman Zona B Bandara Kualanamu.

Penanaman pertama dilakukan Yudhoyono yang disaksikan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, Dirut PT Angkasa Pura 2 Tri S Sunoko, Bupati Deli Serdang Amri Tambunan, dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. “Semoga berkah ya,” kata SBY sambil menyiram pohon kenari yang ditanam.

Dirut PT Angkasa Pura 2 Tri S Sunoko mengatakan penanaman pohon dilakukan untuk penghijauan. Ini sebagai bagian dari upaya menciptakan Bandara Kualanamu sebagai “eco-airport”.

Pohon-pohon lain akan segera ditanam di area Bandara Kualanamu sebagai kelanjutan dari program tersebut. Dengan begitu, infrastruktur transportasi udara setempat dapat semakin hijau.

“Nanti, pohon yang akan ditanam jenis trembesi,” katanya.

Manajemen bandara akan mencari lokasi untuk pohon trembesi tersebut sesuai dengan potensi yang ada. “Ditanam di area yang tidak bertabrakan dengan rencana pengembangan bandara,” katanya.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/01/24/mzwhb7-sby-tanam-pohon-kenari-di-bandara-kualanamu

Ani Yudhoyono: Bandara Kualanamu luar biasa

Kualanamu (ANTARA News) – “Luar biasa.” Itulah ungkapan Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono mengagumi kemegahan Bandar Udara Internasional Kualanamu yang berlokasi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Ibu Ani mengemukakan hal itu saat berada di stasiun kereta bandara usai menanam pohon di taman Zona B Bandara Kualanamu, Jumat sore.

Menurut Ibu Negara, Bandara Kualanamu sangat megah dan besar karena bisa melayani penumpang dalam jumlah banyak.

Pihaknya mengharapkan, pembangunan berbagai infrastruktur di Bandara Kualanamu dapat segera diselesaikan agar dapat memberikan pelayanan lebih maksimal.

“Semoga segera bisa dioperasikan,” katanya.

Untuk menimbulkan kenyamanan bagi penumpang, Ibu Negara berharap seluruh aparatur bandara bersama masyarakat dapat menjaga kebersihan infrastruktur transportasi udara tersebut.

Ketika akan memasuki stasiun kereta api bandara, Presiden Yudhoyono tampak melambaikan tangannya kepada masyarakat sambil mengucapkan kalimat: “Terima kasih Kualanamu.”

Presiden Yudhoyono juga sempat memeriksa sarana kamar kecil di stasiun kereta api bandara itu.

Kemudian, Presiden Yudhoyono didampingi Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II menuju bagian ruang tunggu utama (lounge) sambil menunggu jadwal keberangkatan kereta api menuju Kota Medan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura 2 Tri S. Sunoko mengatakan, sebelum melakukan penanaman pohon, Presiden Yudhoyono sempat meninjau bagian pendaftaran (check in) penerbangan di Bandara Kualanamu.

Setelah itu, Presiden Yudhoyono dan rombongan meninjau apron dan beberapa bagian dalam Bandara Kualanamu untuk melihat perkembangan pembangunan infrastruktur transportasi udara tersebut. (*)

Editor: Priyambodo RH

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/415780/ani-yudhoyono-bandara-kualanamu-luar-biasa

PT Angkasa Pura II Bantu Pengungsi Sinabung

MEDAN, 22 Januari 2014 – PT Angkasa Pura II menyalurkan bantuan tahap II berupa kebutuhan pokok kepada masyarakat yang mengungsi akibat aktivitas Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatra Utara.

Bantuan tahap II yang diberikan hari ini terdiri dari 31 jenis kebutuhan dengan jumlah total 12.772 unit. Adapun PT Angkasa Pura II sudah menyalurkan bantuan tahap I pada Oktober tahun lalu.

Total nilai bantuan tahap I dan tahap II yang telah disalurkan PT Angkasa Pura II sebesar Rp239 juta dimana seluruhnya diwujudkan dalam bentuk kebutuhan pokok. Perseroan menyalurkan bantuan yang diantaranya berupa pangan, susu, keperluan mandi, obatobatan, dan selimut itu melalui tiga posko pengungsian yakni di GBKP Kabanjahe, UKA I, dan UKA II dimana ketiganya terletak di Tanah Karo, Sumatra Utara.

“Kehadiran kami di sini sebagai salah satu bentuk kepedulian PT Angkasa Pura II kepada para pengungsi. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat,” jelas Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S. Sunoko, dalam sambutannya saat menyalurkan bantuan ke posko pengungsi GBKP Kaban Jahe.

Di lokasi pengungsian GBKP Kabanjahe terdapat 401 kepala keluarga dengan lebih dari 1.000 jiwa yang sudah menetap di sana sekitar 4 bulan. Tri mengharapkan kondisi ini bisa segera usai sehingga para pengungsi dapat kembali ke rumahnya masing-masing. “PT Angkasa Pura II juga siap untuk kembali menyalurkan bantuan sehingga bisa meringankan beban para pengungsi,” ujar Tri.

Menurut Tri, perseroan akan selalu berkomitmen untuk ikut memberdayakan atau memperbaiki kondisi sosial masyarakat termasuk bagi mereka yang terkena dampak dari bencana alam. “Untuk masa yang akan datang, kami akan terus menjalankan program bantuan seperti ini sebagai salah satu upaya meningkatkan kepedulian sosial masyarkat di Indonesia,” papar Tri.

PT Angkasa Pura II merupakan pengelola 13 bandara di kawasan Barat Indonesia, salah satunya adalah Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, yang memiliki waktu tempuh sekitar 2 jam ke lokasi pengungsi di Tanah Karo. Sementara itu, perwakilan Pemda Tanah Karo Martin Sitepu mengucapkan terima kasih kepada PT Angkasa Pura II karena telah bersedia memberikan bantuan kepada para pengungsi.

Dia menuturkan pengungsi membutuhkan uluran tangan dari berbagai perusahaan dan lembaga seperti yang telah dilakukan oleh PT Angkasa Pura II. “Pemda Karo merasa terbantu sekali dengan adanya bantuan dari PT Angkasa Pura II, karena tidak mungkin bisa jika harus kami sendiri yang menyediakan berbagai kebutuhan para pengungsi,” jelas Martin.

Penambahan Nama Bandara Sudah Final

BALIKPAPAN,-Penambahan nama baru untuk bandara di Balikpapan dianggap Provinsi sudah merupakan hal yang final, apalagi sampai saat ini belum ada penolakan secara resmi dari unsur Pemerintahan di kota Balikpapan.

Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak mengatakan keputusan tentang penambahan nama baru itu sudah disepakati langsung oleh Kementrian Perhubungan dan disetujui oleh pihak terkait, rencananya pula saat dilakukan peresmian bangunan baru nanti, nama Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan yang akan digunakan sebagai identitas baru bandara di Baikpapan.

“Saya kira itu sudah final keputusan sudah diserahkan ke Kementrian Perhubungan bahkan pada saat peresmian akan meresmikan nama itu namanya  bandara interansional Sultan Aji Muhammad  Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Sepinggannya tetap ada,” katanya, Rabu (22/1).

Sejauh ini ia merasa tidak ada penolakan resmi yang didengarnya untuk penolakan nama bandara baru tersebut, dan kalaupun ada gejolak hal itu hanya dilihatnya di media-media, sementara surat resmi seperti dari Pemerintah Kota Balikpapan ataupun DPRD setempat belum pernah diterimanya.

Sumber: http://www.tribunnews.com/regional/2014/01/22/penambahan-nama-bandara-sudah-final

Logo Baru Demi Visi Pengelola Bandara Kelas Dunia

JAKARTA – PT Angkasa Pura II baru saja meluncurkan logo baru perusahaan. Perubahan logo ini dimaksudkan untuk menggambarkan posisi dan arah perseroan dalam mewujudkan visi menjadi pengelola bandara berkelas dunia pada 2016.

Logo baru PT AP II itu dinamai Sky City. “Ini melambangkan kesiapan seluruh jajaran PT Angkasa Pura II untuk bersaing di era globalisasi dan dengan tekad bulat siap menyambut pelanggan melalui layanan berkelas dengan ditunjang sistem kerja berstandar internasional,” ujar  Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko saat launching logo baru BUMN pengelola bandara itu di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (21/1) malam.

Melalui perubahan logo, kata Tri, AP II hendak mengumumkan tekadnya kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat bahwa perseroan itu tengah memperbaiki diri agar menjadi kebanggaan bangsa. “Kami selalu fokus untuk melakukan berbagai perbaikan pelayanan kepada masyarakat, serta melakukan peningkatan kinerja melalui efektifitas dan efisiensi,” terang dia.

Tri menambahkan, identitas baru AP II menampilkan citra lebih segar, modern, dan dinamis, sesuai dengan visi sebagai perusahaan pengelola bandara bertaraf internasional yang unggul dalam layanan dan kinerja. Identitas baru PT Angkasa Pura II juga dilengkapi dengan beberapa filosofi warna, yakni biru, merah, kuning dan hijau.

Biru melambangkan pergerakan sektor logistik yang terus tumbuh berkembang pesat. Merah melambangkan tindakan yang berlandaskan semangat kerja dan komitmen AP II dalam menyediakan pelayanan berkualitas internasional dengan mengutamakan kenyamanan dan keselamatan pelanggan.

Sementara kuning melambangkan kemakmuran sebagai buah keberhasilan yang akan didapat dari kerja keras AP II untuk para pemengang saham, manajemen, karyawan, dan Indonesia. Terakhir, hijau adalah lambang ke arah kepemimpinan yang tegas, berintegritas dan terarah menuju pertumbuhan perusahaan yang sehat.

Di samping melakukan perubahan logo, PT Angkasa Pura II juga meluncurkan contact centre di nomor (kode area) 500138 sebagai bentuk dari penanganan keluhan dan kebutuhan pelanggan.

Pada kesempatan yang sama perseroan juga meluncurkan tampilan baru situs resmi, dan layanan e-procurement untuk pengadaan barang dan jasa melalui media elektronik. Ini merupakan salah satu upaya perusahaan menerapkan good corporate governance. (chi/jpnn)

Sumber: http://www.jpnn.com/read/2014/01/22/212256/Logo-Baru-Demi-Visi-Pengelola-Bandara-Kelas-Dunia-

Pembangunan Bandara Fortaleza di Brasil Tertunda, Nasib Piala Dunia?

SAO PAULO — Brasil berjanji kepada dunia akan menggelar karpet merah di bandar udara untuk perhelatan Piala Dunia ke-21 tahun ini. Namun, penggemar sepak bola di seluruh dunia tampaknya akan mendarat dengan kondisi memprihatinkan di Fortaleza.

Pasalnya, kota yang akan menjadi tuan rumah enam pertandingan, termasuk babak perempat final itu belum menyiapkan bandara yang memadai.

Penundaaan pembangunan bandara di Fortaleza adalah bukti memalukan terbaru yang sangat penting diketahui. Sebab, turnamen dunia ini akan segera dimulai pertengahan Juni. Batas waktu untuk terminal baru di Bandara Fortaleza ini ditunda hingga 2017.

“Struktur sementara yang dibuat ini memang tidak seperti yang kita inginkan. Tapi, apa yang kita inginkan saat ini adalah menyelesaikan masalah di Fortaleza,” kata Sekretaris Penerbangan Sipil Brasil, Wellington Moreira Franco, dilansir dari Reuters, Rabu (22/1).

Pengembangan bandara ini dinilai membutuhkan lebih banyak waktu. Sedangkan Brasil membutuhkan lebih banyak anggran, sembari tetap menyelesaikan penyelenggaraan Piala Dunia.

Kementerian Olah Raga Brasil melaporkan pada September lalu bahwa setengah dari renovasi bandara sedang berlangsung dan akan selesai pada Mei 2014. Pemerintah memproyeksikan sekitar 600 ribu wisatawan asing akan datang ke Brasil selama tiga bulan.

Fortaleza akan menjadi tuan rumah untuk pertandingan Brasil melawan Meksiko, serta perempat final. Sayangnya, terminal baru bandara ini baru seperempatnya selesai dan pemerintah telah memutuskan untuk memecah pekerjaan menjadi dua tahap yang baru akan selesai pada 2017.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/sepakbola/internasional-2/14/01/22/mzsbh6-pembangunan-bandara-fortaleza-di-brasil-tertunda-nasib-piala-dunia

Presiden tawarkan Bandara Kualanamu diresmikan Februari 2014

Kualanamu, Sumut (ANTARA News) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menawarkan peresmian Bandar Udara Internasional Kualanamu yang berlokasi di Kabupaten Deli Serdang dapat dilaksanakan pada bulan Februari 2014.

Usai penanaman pohon oleh Presiden Yudhoyono di Bandara Kualanamu, Jumat sore, Dirut PT Angkasa Pura 2 Tri Sunoko mengatakan, tawaran jadual peresmian itu muncul setelah kepala negara meninjau langsung sejumlah bagian bangunan bandara.

Untuk mempertimbangkan tawaran tersebut, Presiden Yudhoyono mempersilahkan PT Angkasa Pura 2 untuk mempelajarinya dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Awalnya ditanya waktu kesiapan untuk diresmikan, saya bilang tergantung keputusan dari bapak. Beliau bilang bagaimana kalau sekitar Februari. Coba dipelajari,” katanya.

Untuk itu, kata Tri, pihaknya akan mempelajari dan membahas kesiapan peresmian Bandara Kualanamu dengan Kementerian Perhubungan dan Pemprov Sumut.

Ketika ditanya tentang kesiapan PT Angkasa Pura 2 terhadap tawaran peresmian pada bulan Februari tersebut, Tri Sunoko menegaskan pihaknya selalu siap terhadap keputusan pemerintah.

“Kita harus siap, ya harus siap,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya tidak ada membahas tentang masalah pembebasan lahan yang menghambat kelancaran pembangunan jalan arteri menuju Bandara Kualanamu.

“Kita tidak membicarakan itu. Mungkin dengan pak Gubernur (Sumut Gatot Pujo Nugroho),” katanya.

Pihaknya menyarankan media untuk mempertanyakan masalah yang masih membelit pembebasan lahan untuk pembangunan jalan arteri itu ke pemerintah daerah.

“Nanti saya ngomong malah salah pula, dimarahi pak gubernur pula,” katanya.

Untuk merealisasikan peresmian tersebut, Presiden Yudhoyono mengingatkan untuk mengantisipasi berbagai pengembangan lebih lanjut dan melengkapi seluruh sarana agar pelayanan lebih lancar.

Pihaknya akan melakukan sejumlah penyempurnaan beberapa bagian bangunan. “Rumah baru saja perlu penyempurnaan,” ujar Tri. (*)

Sumber antaranews.com

Bus Damri Sukabumi-Bandara Soekarno Hatta Akan Kembali Beroperasi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Pemkot Sukabumi berencana mengoperasikan kembali Bus Damri jurusan Sukabumi-Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Banten. Ini untuk melayani masyarakat yang membutuhkan transportasi umum menuju bandara.

“Awalnya kami menargetkan bus Damri tersebut bisa beroperasi pada 15 Januari 2014. Namun harus tertunda karena masih menunggu izin prinsip dari Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perbuhungan,” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi Ujang Hamdan, Jumat (24/1).

Informasinya, kata dia, izin tersebut masih dalam proses dan bisa dikeluarkan dalam waktu dekat. Sehingga operasional bus Damri bisa dipercepat.

Pemkot Sukabumi juga sudah berkoordinasi langsung dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan dan telah mendapatkan respon positif dari presiden.

Ia pun meminta kepada masyarkat untuk bersabar. Meski pun kebutuhan akan transportasi nyaman untuk warga terus meningkat. Misalnya, seperti saat pengoperasi kembali kereta api jurusan Sukabumi-Bogor yang hampir setiap hari selalu dipenuhi penumpang.

“Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik tentang transportasi umum. Sebab Kota Sukabumi merupakan daerah jasa yang banyak keluar masuk warga dari daerah lain. Baik untuk berwisata mau pun berbelanja,” tambahnya.

SBY tinjau Bandara Kualanamu

MEDAN – Sebelum meninggalkan Posko Pengungsian Gereja Paroki di Jalan Irian Barat, Kabanjahe Kabupaten Karo, Presiden SBY menanam pohon manglid dan Ibu Negara Ani Yudhoyono menanam pohon meranti di halaman gereja.
SBY dan rombongan kemudian langsung menempuh perjalanan sejauh 78 km ke Medan melalui jalur darat dengan mengendarai mobil RI 1.

Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono meninggalkan Kabanjahe, Kabupaten Karo menuju Medan, hari ini.

Setelah tiba di Medan, Presiden SBY bersama rombongan meninjau Bandar Udara Internasional Kualanamu, dengan menggunakan kereta api Airport Railink Services (ARS), dari Stasiun Medan menuju Stasiun Kualanamu, di Kabupaten Deli Serdang.

Seperti dikutip dari situs resmi presidenri.go.id, di bandara ini, Kepala Negara dan Ibu Negara juga dijadwalkan menanam pohon. SBY menanam pohon Kenari sedangkan Ibu Negara Ani menenam pohon Alpukat.

Sumber : waspada.co.id

 

Cuaca

Bali
broken clouds
25.5 ° C
25.5 °
25.5 °
90 %
3.1kmh
63 %
Fri
25 °
Sat
29 °
Sun
29 °
Mon
30 °
Tue
30 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,319.4
AUD
12,501.2
EUR
20,359.0
CNY
2,536.5
JPY
110.5
SGD
13,618.9