Arloji Pintar , Permudah Mengurus Penerbangan

102

Dalam lima tahun terakhir, smartphone internet-enabled dan tablet telah hampir membanjiri setiap bagian dari kehidupan pribadi dan publik, tidak terkecuali untuk transportasi udara.

Pertumbuhan eksponensial (pengembangan secara luas) kepemilikan smartphone telah menjadikan dunia online nyaman di saku kita, yang pada gilirannya telah mendorong permintaan untuk cara-cara baru berinteraksi dengan maskapai penerbangan dan bandar udara di dunia, seperti check-in, mobile boarding dan aplikasi lainnya.

Semua teknologi kini mudah digenggam dengan nyaman dan cocok untuk aksesibilitas Anda, demikian juga terobosan baru tersebut, seperti perangkat lainnya yang memiliki informasi sama bisa diikatkan ke pergelangan tangan Anda, atau bahkan selalu melekat dengan pribadi Anda.

Sejak peluncuran Google Glass Explorer Edition pada Februari tahun ini, teknologi dipakai untuk mengumpulkan kecepatan lebih dan mengikuti pengumuman baru Samsung yang menawarkan smartwatch pertama.
Hal itu dibarengi dengan pencarian partner dengan bandar udara, penerbangan dan pemasok untuk merangkul teknologi baru ini.

Arloji Pintar
Perangkat wearable computing secara bertahap mengambil lebih bagian teknologi terkini dengan meluncurkan jam tangan cerdas dan kacamata pintar hasil kerja sama antara Google Glass dan Credit Suisse.

Penerapan teknologi terbaru ini memungkinkan sektor penerbangan bakal meledak pada tiga tahun sampai lima tahun mendatang, dengan nilai pasar yang diperkirakan akan meningkat sepuluh kali lipat menjadi sekitar US$ 50 miliar.

SITA, perusahaan spesialis teknologi dan komunikasi transportasi udara melalui penelitian teknologi divisi SITA Lab, telah melihat lebih rinci pada potensi teknologi pintar seperti pada jam tangan yang dipakai untuk operasional bandar udara. Temuannya, diterbitkan pada pertengahan Oktober lalu.

Meskipun jam tangan pintar bukan fokus utama penelitian SITA Lab, laporan itu menyimpulkan bahwa teknologi ini dapat difungsikan dan berguna untuk wisatawan.

Renaud Irminger, Director SITA Lab, menyatakan “pada saat ini, ada keterbatasan dengan kecepatan, jadi kita perlu untuk sampai ke titik di mana proses tersebut dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu detik.”

Irminger menambahkan “teknologi ini harus lebih kuat dan biaya harus turun. Saat ini, biaya Google Glass sekitar US$ 1.500, sehingga produk kami harus menjadi lebih terjangkau. Juga, semua scanner di bandar udara harus diganti,
Anda akan membutuhkan konektivitas nirkabel yang dapat diandalkan melalui wi-fi atau 3G. “

Baca juga:  Hainan Airlines Memperkenalkan Seragam Baru di Paris Couture Week

Dua yang pertama dapat dilihat sebagai aksesori untuk smartphone:

  • Pemberitahuan jam tangan – untuk panggilan, pesan dan pemberitahuan lainnya.
  • Suara jam tangan pintar untuk operasional memungkinkan pengguna melakukan panggilan dan berbicara beberapa perintah melalui sebuah perangkat.

Jenis ketiga jam tangan pintar adalah dengan sistem operasi sendiri yang dapat digunakan secara terpisah dari smartphone yang kini mulai muncul. Jenis ini menawarkan fungsionalitas tinggi dan dapat terhubung ke perangkat konsumen lainnya.

Sumber

Previous articleMengantisipasi ASEAN Single Aviation Market
Next articleApa yang Harus dilakukan Pramugari menghadapi pelecehan penumpang?