Direktur Niaga AirAsia Indonesia, Rifai Taberi mengatakan pesawat AirAsia Indonesia bercorak ikon-ikon pariwisata Indonesia akan digunakan di rute-rute penerbangan domestik dan internasional. Hal itu diungkapkan Rifai seusai peresmian pesawat AirAsia Indonesia bercorak di Garuda Maintainance Facilities (GMF) AeroAsia, Banten.

Wonderful Indonesia resmi bersliweran di langit mancanegara. Maskapai berbiaya hemat, AirAsia Indonesia meresmikan pesawat Airbus A320-200 dengan livery atau logo ‘Wonderful Indonesia’ pada badan pesawat demi mempromosikan pariwisata nasional.

Selain logo Wonderful Indonesia, livery dari ikon pariwisata Indonesia yakni Gunung Bromo, Candi Borobudur, dan wayang kulit, nilai ciri khas menempel di badan pesawat beregistrasi PK-AXV yang resmi terbang sejak 6 September 2017.

“Kita ada empat hub AirAsia Indonesia yaitu Jakarta, Bali, Surabaya dan Medan. Pastinya untuk kebutuhan operasional itu nanti juga dirotasi karena hanggarnya di sini (Bandara Soekarno Hatta). Jadi mungkin dua bulan di Jakarta, dua bulan di Bali, dua bulan di Medan. Itu akan terus dirotasi,” paparnya.

Acara peresmian pesawat bercorak ikon pariwisata Indonesia milik AirAsia Indonesia dihadiri oleh Chief Executive Officer AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan, Staf Khusus Bidang Infrastruktur Pariwisata Kementerian Pariwisata, Judi Rifajantoro, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso dan Senior Vice President Marketing & Business Development Garuda Maintainance Facilities AeroAsia, Leonardus Andriyanto.

Pesawat PK-AXV juga akan diterbangkan ke delapan destinasi internasional AirAsia Indonesia dalam rotasi 22 rute penerbangan internasional. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, mengatakan AirAsia adalah maskapai pertama yang pertama melakukan livery  di pesawat setelah ia menyurati sekitar 14 maskapai berjadwal di Indonesia sejak dua bulan lalu. Dalam surat Agus menganjurkan agar maskapai-maskapai melakukan livery logo-logo pariwisata Indonesia.

“Sudah dua bulan lalu saya menyurati seluruh airlines  berjadwal di Indonesia. Sekitar 50 persen lah saya sudah surati 7-8 maskapai. Setahu saya ada 14 penerbangan jadwal di Indonesia. Setelah dua bulan yang baru menyambut baru AirAsia,” kata Agus.

Besar harapan maskapai-maskapai lain di Indonesia bisa melakukan hal serupa yang dilakukan oleh AirAsia Indonesia. Dengan demikian, wisatawan mancanegara bisa semakin bergairah untuk datang ke Indonesia.