Skytrain dalam waktu dekat akan mulai beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Kereta tanpa awak ini sebagai moda transportasi anyar, guna melayani penumpang di terminal-terminal Bandara Soetta.

“Tanggal 14 September kami bersama tim dari Dirjen Perkeretaapian akan melakukan verifikasinya,” ujar Public Relation Manager PT Angkasa Pura II, Yado Yarisman.

Rute awal yang akan dioperasikan kereta ini adalah dari terminal 2 ke terminal 3 atau sebaliknya, selanjutnya akan beroperasi penuh dalam beberapa bulan ke depan. PT Angkasa Pura II menyatakan skytrain Bandara Soekarno-Hatta siap dioperasikan untuk melayani pengangkutan pada Ahad, 17 September mendatang.

Yado mengatakan, jika melihat kondisi dan hasil uji coba selama satu bulan terakhir ini, baik gerbong Skytrain maupun infrastruktur penunjangnya, seperti lintasan, sistem kelistrikan, dan shelter, sudah siap digunakan.

“Lintasan bolak-balik sudah beres. Shelter  sudah siap pakai,” ucapnya.

Kamis, 14 September 2017, akan dilakukan verifikasi bersama untuk kelaikan Skytrain, lintasan, dan kelistrikan. Verifikasi akan dilakukan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, PT Angkasa Pura II, PT Wika, dan PT Len Industri. “Hasil verifikasi besok akan ditindaklanjuti dengan pengeluaran izin operasional dari Dirjen Perkeretaapian,” tutur Yado.

Jarak antar-kedatangan ditargetkan maksimal lima menit, dengan waktu tempuh mengelilingi seluruh terminal dan Integrated Building  di bandara sekitar tujuh menit. Satu rangkaian kereta bisa menampung hingga 176 penumpang di dalamnya.