Badan Pesawat AirAsia Diduga Terbelah, Basarnas Prioritaskan Angkat Bagian Ekor

206

Pesawat AirAsia QZ8501 diperkirakan jatuh di titik koordinat terakhir pesawat itu melakukan kontak dengan Air Traffic Control (ATC), pada Minggu (28/12/2014). Dari sejumlah serpihan pesawat yang ditemukan tim SAR gabungan, pesawat tersebut diperkirakan sudah dalam kondisi tidak utuh.

“Berdasarkan serpihan-serpihan yang ditemukan, badan pesawat ini patah atau pecah. Terpisah antara bodi dan ekornya,” kata Direktur Operasional Basarnas, SB Supriyadi di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.

Meski demikian, ia belum dapat memastikan seberapa parah kondisi pesawat tersebut. Kondisi dasar laut yang dipenuhi lumpur membuat proses deteksi sonar terganggu. Bahkan, upaya penyelaman yang dilakukan tim tidak dapat berjalan maksimal lantaran pandangan mata nol meter.

Lebih jauh, ia mengatakan, jika memang pesawat itu ditemukan dalam kondisi tidak utuh, maka yang akan menjadi prioritas pengangkatan adalah bagian ekor pesawat. Sebab, keberadaan kotak hitam umumnya berada di bagian ekor pesawat.

Concern KNKT dan kita itu pencarian ekor. Karena di situ tempatblack box berada,” ujarnya.

Hingga hari kedelapan pencarian korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501, Badan SAR Nasional sudah menemukan 34 jenazah di Selat Karimata, perairan dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Dari 34 jenazah yang sudah ditemukan, tim DVI baru memastikan sembilan identitas korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. Sebanyak 21 jenazah masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI di Posko Antemortem di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Sedangkan 4 jenazah lain baru saja tiba dari Pangkalan Bun, setelah baru ditemukan hari ini.

Sumber

Baca juga:  Inilah Tampilan Bandara Hijau Blimbingsari-Banyuwangi
Previous articleTim Psikiater Terus Mendampingi Keluarga Korban AirAsia QZ8501
Next articleMenhub Jonan Batasi Harga Tiket Pesawat Murah Demi Alasan Keamanan