Home Blog Page 317

Sejarah Sepinggan Airport

Pra Kemerdekaan
Digunakan untuk kegiatan perusahaan minyak Belanda (BPM).

Tahun 1960
Diserahkan operasionalnya ke Jawatan Penerbangan Sipil, selanjutnya disebut Direktorat Jendral Perhubungan Udara.

Tahun 1987

Sesuai PP no. 1 tahun 1987 tanggal 9 Januari1987 pengelolaan Bandara dialihkan ke Perum Angkasa Pura I.

Tahun 1991 s/d 1994

Pelaksanaan proyek pengembangan Fasilitas Bandar Udara dan Keselamatan Penerbangan tahap I, untuk pekerjaan fisik terdiri dari: landasan pacu (Runway), landasan hubung (taxy way), apron, terminal penumpang dan terminal barang, serta fasilitas penunjang keselamatan penerbangan.

Tahun 1992

Sesuai Peraturan Pemerintah PP. No. 5 tahun 1992  tanggal 4 Pebruari 1992, perubahan status dari Perusahaan Umum Angkasa Pura I menjadi PT. (Persero) Angkasa Pura I.

Tahun 1993

Tanggal 20 Agustus 1993 uji coba pengoperasian (shadow operation) Bandara Sepinggan yang baru (new airport) Pada tanggal 6 September 1993 pengoperasian secara penuh (Full Operation) Bandara Sepinggan yang baru di Jl. Marsma. R. Iswahyudi Balikpapan.

Tahun 1995

Bandar Udara Sepinggan Balikpapan ditetapkan sebagai Bandar Udara Embarkasi Haji yang ke V, yang meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Tahun 1996 s/d 1997

Pelaksanaan proyek pengembangan Fasilitas Bandar Udara dan Keselamatan Penerbangan tahap II, untuk pekerjaan fisik terdiri dari: hanggar, depot pengisian bahan bakar pesawat udata (DPPU) dan gedung administrasi.

Tahun 1997

Pada tanggal 6 Agustus 1997 Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia- Soeharto.

Tahun 2011

Bulan Juli 2011 dimulai pengembangan Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan, khususnya pembangunan terminal penumpang yang dapat menampung 10 juta penumpang per tahun dan area parkir dapat menampung 2.752 kendaraan bermotor serta sarana penumpang lainnya.

Tahun 2012

Tanggal 1 Agustus 2012 kegiatan operasional Terminal Kargo mulai dipindahkan ke Terminal Kargo Baru, Gedung Terminal Kargo salah satu sarana penunjang dari rencana Proyek Pengembangan Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan.

Tahun 2012

Tanggal 26 Desember 2012 Kantor AdministrasiKeuangan & Komersial pindah ke kantor Baru di Gedung berlantai dua yang telah selesai dibangun sebagai fasilitas pendukung Proyek Pengembangan Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan.

7 Maskapai Udara Siap Operasikan Pesawatnya di Bandara Halim

Jakarta – Bandara Halim tengah berbenah untuk menampung limpahan traffic dari Soekarno Hatta. Nantinya akan 7 maskapai penerbangan yang siap mengoperasikan penerbangan di bandara yang terletak di Jakarta Timur itu.

“Rencana itu direalisasikan awal Januari 2014 sebagian penerbangan domestik akan dialihkan ke sini,” ujar kepala cabang AP II Iwan Khrishadianto saat ditemui di kantornya, Selasa (26/11/2013).

Iwan mengatakan sementara ini pihak belum bisa merinci jadwal penerbangan yang akan masuk ke Bandara Halim Perdana Kusuma. Dia juga masih belum mengungkapkan nama 7 maskapai tersebut.

“Ada 7 maskapai penerbangan sementara ini yang akan terbang ke sini saya tidak hapal namanya apa, itu baru sementara yang menetapkan Dirjen Perhubungan Udara,” ujarnya.

Dikatakan Iwan rencana pengalihan sebagian jadwal penerbangan ke Bandara Halim dari Bandara Soekarna Hatta Cengkareng. Hal itu untuk mengurangi padatnya jadwal penerbangan.

“Sementara karena kepadataan jadwal penerbangan di Soeta,” ungkapnya.

sumber: Detik News

1 Rangkaian Rusak, KA Bandara Tetap Beroperasi 36 Kali per Hari

Medan -Manajemen PT Railink memastikan jadwal perjalanan kereta api dari dan ke Bandara Kuala Namu berjalan normal walau satu kereta kini dalam perbaikan. Perjalanan KA Bandara Kuala Namu tetap 36 kali per hari.

Public Relations PT Railink, Dedi Supriatna menyatakan, rangkaian KA U8A yang mengalami gangguan sudah dibawa ke Depo Medan. Penelusuran terhadap gangguan tengah dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

“Kami memohon maaf kepada seluruh pengguna jasa yang merasakan dampak terhadap pelayanan akibat peristiwa tersebut,” kata Dedi Supriatna dalam pernyataannya yang diterima detikFinance di Medan, Selasa (26/11/2013).

Disebutkan Dedi, kendati ada masalah teknis pada salah satu rangkaian kereta, tetapi pelayanan KA Bandara tetap berlangsung normal.

“KA Bandara akan tetap beroperasi normal sebanyak 36 jadwal per hari,” kata Dedi.

Terkait masalah kereta yang mengalami kerusakan pada Selasa pagi, disebutkan Dedi, rangkaian tersebut bertolak dari Stasiun Medan pada pukul 08.20 WIB dan dijadwalkan tiba di Stasiun Bandara Kuala Namu pada pukul 08.57 WIB. Gangguan operasional pada rangkaian U8A terjadi saat rangkaian melintas di daerah Bandar Khalifah, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

“Masinis mengindikasikan adanya gangguan yang dikhawatirkan berdampak terhadap perjalanan kereta, sehingga memutuskan untuk menghentikan perjalanan rangkaian kereta api di lokasi tersebut,” katanya.

Selanjutnya diputuskan untuk memindahkan penumpang U8A ke rangkaian U10A yang bertolak dari Stasiun Medan pada pukul 09.10 WIB. Tepat pukul 10.00 WIB, rangkaian U10A tiba di Bandara Kuala Namu.

2014, American Airlines Operasikan Airbus A321 Transcontinental

American Airlines mengumumkan bahwa pihaknya akan mengoperasikan pesawat Airbus A321 Transcontinental dengan konfigurasi tiga kelas, yakni first classbusiness class, dan economy class, pada tahun depan. Dengan demikian, American Airlines akan menjadi satu-satunya maskapai penerbangan asal Amerika yang menawarkan tiga kelas dalam satu penerbangan untuk rute New York-Los Angeles dan New York-San Francisco.

Airbus A321 Transcontinental akan dilengkapi dengan kursifirst class dan business class yang bisa rebahkan hingga sempurna, dengan akses langsung ke lorong oleh pelangganfirst class. Selain itu, pesawat dilengkapi dengan meida hiburan berupa 200 film, 180 program TV, lebih dari 350 pilihan lagu, dan sebanyak 20 pilihan permainan. Tidak hanya itu, power listrik dan colokan USB ada di setiap kursi sehingga memudahkan penumpang mengisi baterai gadgetnya masing-masing. Fasilitas semakin lengkap dengan adanya akses internet dari Gogo melalui jaringan WiFi.

American Airlines akan mengoperasikan Airbus A321 Transcontinental dari Bandara Internasional John F. Kennedy New York ke Bandara Internasional Los Angeles pada Januari 2014. Pada tahap awal, hanya ada dua penerbangan dari New York ke Los Angeles dan sebaliknya yang dioperasikan dengan pesawat ini. Namun, pada Juni, seluruh penerbangan American Airlines dari New York ke Los Angeles sebanyak 13 penerbangan seluruhnya akan dioperasikan dengan pesawat Airbus A321 Transcontinental.

Sementara itu, untuk penerbangan dari New York ke San Francisco dengan pesawat Airbus A321 Transcontinental akan dioperasikan mulai Maret 2014. Seluruh penerbangan yang berjumlah lima kali dalam sehari akan dioperasikan dengan Airbus A321 Transcontinental pada Juni 2014.

Bioskop di bandara adalah fasilitas impian para pelancong

Bandara-bandara internasional tengah giat meningkatkan standar layanan mereka dengan fasilitas-fasilitas baru untuk memenuhi kebutuhan para pelancong internasional. Jajak pendapat global terbaru yang dilakukan situs pencarian perjalanan terkemuka dunia, Skyscanner pada 10 000 pelancong mengungkapkan fitur impian yang paling diinginkan di sebuah bandara adalah gedung bioskop, dengan persentasi suara sebesar 49% untuk fasilitas ini.

Berada di tempat kedua dalam daftar tersebut adalah fasilitas untuk tidur (sleep pod). Fitur baru ini diperkenalkan bulan lalu di Bandara Internasional Abu Dhabi dan meraup lebih dari sepertiga suara para responden sebagai fitur ideal yang harus dimiliki bandara. Dengan membayar tidak lebih dari Rp 150.000, fasilitas sleep pod memberi satu alternatif pilihan dengan harga yang terjangkau untuk menginap sementara dibandingkan kamar hotel yang mahal dan tentu saja lebih nyaman dibandingkan tidur di kursi ruang tunggu bandara!

Menduduki tempat ketiga adalah sebuah perpustakaan yang memungkinkan para pelancong untuk meminjam buku yang bisa mereka baca selama mereka berlibur. Ini juga menunjukkan masih populernya buku tradisional ditengah maraknya buku elektronik.

Terminal 3 yang baru di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, juga dikenal sebagai terminal hijau, saat ini tengah mengembangkan fasilitas yang dekat dengan alam termasuk taman luar ruangan dalam rencana mereka. Hal ini akan menyenangkan para pelancong karena menurut hasil jajak pendapat, taman di luar ruang termasuk fasilitas yang paling didambakan, taman menduduki tempat ke-4 dan pantai buatan berada di posisi ke-9.

Indonesia saat ini sedang merencanakan peremajaan sejumlah bandara dengan penambahan fasilitas-fasilitas baru guna melayani pertumbuhan pengguna jasa perjalanan. Monorel bandara, tempat untuk istirahat dan lingkungan yang lebih hijau adalah beberapa fitur yang sedang disiapkan dalam beberapa tahun ke depan.

Hasil survei juga memperlihatkan berbagai fasilitas lain yang dinginkan pelancong, seperti Karaoke dengan 5% pelancong yang ingin merasakan ‘ketenaran sesaat’ di bandara, sementara fasilitas kebugaran termasuk yang populer dengan 15% responden memilihnya.

10 Fasilitas yang paling diidamkan

Ranking Fitur Persentase

1

Gedung bioskop

49%

2

Kursi tidur

36%

3

Perpustakaan

32%

4

Taman di alam terbuka

31%

5

Ruang Rias

30%

6

Tempat bermain anak

21%

7

Kolam renang

20%

8

Gym

15%

9

Pantai buatan

12%

10

Sepeda

11%

 

Sementara responden laki-laki dan perempuan sama-sama memilih bioskop bandara, namun ada perbedaan besar untuk fitur yang paling diinginkan perempuan. Sebanyak 45% responden perempuan menginginkan ruang rias yang menawarkan produk kosmetik dan produk untuk penataan rambut gratis (dibandingkan dengan 14% responden laki-laki yang menginginkannya) sementara itu 12% responden perempuan menginginkan asisten belanja pribadi atau personal shopper (dibandingkan dengan 8% responden pria yang menginginkannya).

Di lain pihak, para pria mencari lebih banyak hiburan yang aktif di bandara dengan fasilitas kolam renang di posisi ke-5 yang paling diinginkan sementara 14% memilih untuk bisa bersepeda di kompleks bandara (dibandingkan dengan 9% responden wanita) serta 8% pemilih pria menginginkan kawasan untuk mempraktekkan pukulan golf mereka (dibandingkan dengan 3% responden wanita).

Manajer Pengembangan Pasar Skyscanner untuk Indonesia Tika Larasati mengatakan, “Berdasarkan survei terbaru kami, fasilitas hiburan di Bandara merupakan fitur yang paling banyak diimpikan oleh kebanyakan pelancong. Seperti kita ketahui, transit yang lama di bandara dan penerbangan yang tertunda bisa sangat melelahkan, terutama ketika Anda terdampar di sebuah bandara dengan sedikit atau tak ada aktifitas yang bisa dilakukan. Wisatawan saat ini mengharapkan lebih dari hanya koneksi Wi-Fi gratis atau toko bebas bea yang bagus, dan adalah wajib bagi Bandara Internasional untuk selalu meng-upgrade fasilitas mereka guna memenuhi permintaan itu.”

Xpress Air Segera Layani Rute Bandung – Kuching

Mulai 29 November mendatang, maskapai Xpress Air di bawah PT Travel Express Aviation Services akan membuka layanan penerbangan untuk tujuan Bandung-Kuching, Malaysia.

Rute baru tersebut adalah layanan penerbangan internasional pertama maskapai dalam rangkaian rute Padang-Bandung-Pontianak-Kuching.

“Kami optimistis tingkat okupansi penumpang menuju Kuching, melalui Pontianak ini minimalnya dapat mencapai 80 persen dengan target penumpang wisatawan, bisnis, dan penumpang pelayanan rumah sakit,” kata Commercial Director Express Air Siti Khodijah, seperti dilansir Bisnis.com.

Lantaran tidak banyak maskapai penerbangan yang menyediakan penerbangan langsung menuju kota tersebut, Siti memperkirakan pasar penumpang bakal sesuai target. Pasalnya, jika ingin menuju ke Kuching, penumpang biasanya harus menuju Kuala Lumpur terlebih dahulu.

“Secara keseluruhan, perusahaan menargetkan tingkat okupansi penumpang pada semua rute pelayanan Express Air dapat mencapai 90 persen atau tumbuh 20 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Sejauh ini, tambah dia, maskapai sudah melayani 38 rute domestik dengan sebagian besar rute ke berbagai daerah di Indonesia Timur seperti, Papua, Maluku, Sorong, dan Manokwari serta sejumlah penerbangan hingga empat flight per hari.

“Sejak 2012 perusahaan sudah ekspansi dengan menyediakan rute-rute Indonesia bagian barat salah satunya Bandung, Pontianak, dan Selatan,” tandasnya.

Lufthansa Kembali Layani Frankfurt-Jakarta pada 30 Maret 2014

Maskapai penerbangan Jerman, Lufthansa, akan kembali membuka rute penerbangan yang menghubungkan antara Frankfurt dengan Jakarta, setelah sebelumnya dihentikan pada Oktober 2012. Perusahaan penerbangan ini akan melayani rute Frankfurt-Jakarta via Kuala Lumpur lima kali dalam sepekan.

Country Manager Lufthansa Leandri Tonidandel mengatakan, penerbangan kembali ke Jakarta akan dilakukan pada awal musim panas tahun depan, tepatnya pada 30 Maret 2014. “Para penumpang juga dapat menikmati koneksi langsung ke jaringan tujuan di Eropa, termasuk tujuan-tujuan yang populer bagi traveler Indonesia,” ucap Tonidandel yang dilansir Kompas.com.

Untuk penerbangan dengan rute Frankfurt-Kuala Lumpur-Jakarta, Lufthansa akan  mengoperasikan pesawat Airbus A340-600. “Maskapai kami menyediakan delapan kursi layanan first class dengan fasilitas layanan bintang lima, 48 kursi dibusiness class, dan 270 kursi untuk economy class. Kami terbang lima kali seminggu. Jadi hitungan saya, kami akan menerbangkan 50.000 penumpang per tahun,” katanya lebih lanjut.

Thai Lion Air Mengudara pada 4 Desember 2013

Anak perusahaan Lion Air di Thailand, Thai Lion Air, telah mengamankan Air Operator Certificate (AOC) dari Departemen Penerbangan Sipil Thailand dan berencana melakukan penerbangan komersial perdana pada 4 Desember 2013.

Penerbangan perdana tersebut akan dilakukan dari Bandara Don Mueang Bangkok menuju Chiang Mai. Selain itu, perusahaan juga akan melayani rute penerbangan internasional Bangkok-Jakarta dan Bangkok-Kuala Lumpur. Dalam operasionalnya, Thai Lion Air yang mengusung konsep LCC mengoperasikan pesawat Boeing 737-900ER dengan seluruhnya berisi kelas ekonomi berkapasitas 215 kursi.

Pada tahap awal, Thai Lion Air mengoperasikan dua pesawat Boeing 737-900ER untuk melayani rute penerbangan Bangkok-Chiang Mai sebanyak dua penerbangan sehari, Bangkok-Jakarta satu penerbangan sehari, dan Bangkok-Kuala Lumpur satu penerbangan sehari. Frekuensi penerbangan Bangkok-Chiang Mai akan ditingkatkan menjadi tiga kali sehari, serta Bangkok-Jakarta dan Bangkok-Kuala Lumpur akan ditambah menjadi dua kali sehari setelah perusahaan menerima pesawat Boeing 737-900ER ketiga pada Maret 2014.

Tahun depan Thai Lion Air juga telah merencanakan ekspansinya lebih lanjut untuk menghubungkan Bangkok dengan Singapura, Guangzhou, Hong Kong, Shenzhen, New Delhi, dan Mumbai. Sementara untuk penerbangan domestik, Thai Lion Air akan melakukan ekspansi ke Hat Yai dan Phuket.

Perusahaan penerbangan baru ini diperkirakan akan menawarkan harga yang kompetitif jika tidak lebih murah dibandingkan para pesaing di kelas LCC, khususnya Thai AirAsia yang sangat dominan di pasar LCC Thailand.

Thai Lion Air berencana mengembangkan armadanya hingga 12 pesawat pada akhir 2014 dan akan meningkat menjadi 50 pesawat dalam waktu lima tahun mendatang untuk mendukung rencana ekpansi perusahaan.

Maskapai ini mengincar rute-rute jarak dekat dengan waktu tempuh maksimal empat jam penerbangan. Namun Thai Lion Air juga berharap bisa melayani rute penerbangan jarak menengah seperti ke Korea Selatan dan Jepang. Layanan penerbangan jarak menengah kemungkinan baru bisa terlaksana pada 2016 saat induk perusahaan, Lion Air, menerima pesanan pesawat Boeing 787 Dreamliner.

Profile NAM Air

Dunia penerbangan Indonesia kedatangan lagi Maskapai Penerbangan Baru yaitu NAM Air. NAM Air adalah anak perusahaan dari Sriwijaya Air yang resmi diluncurkan hari Kamis, 26 September 2013. Maskapai penerbangan NAM Air akan berperan sebagai feeder Sriwijaya Air dengan melayani rute-rute hingga ke tingkat kotamadya dan kabupaten.

NAM Air menggunakan Surabaya dan Jakarta akan menjadi basis penerbangan untuk wilayah Timur dan Barat. Rute yang akan dilalui NAM Air di antaranya Jakarta-Sorong, Jakarta-Kupang, Jakarta-Pangkalpinang, Jakarta-Pontianak, Surabaya-Luwuk, Surabaya-Pangkalanbun, Surabaya-Biak, dan Surabaya-Denpasar.

Untuk tahap awal, NAM Air akan mengoperasikan pesawat Boeing 737-500 Winglet dengan melayani beberapa rute domestik. NAM Air berharap Air Operator Certificate (AOC) dari Kementerian Perhubungan segera keluar dan menargetkan untuk bisa terbang paling cepat pada Oktober mendatang.

Di masa depan NAM Air akan menggunakan pesawat Regio Prop 80 (R-80). Pesawat Regio Prop 80 merupakan pesawat buatan perusahaan lokal, PT Regio Aviasi Industri (RAI), yang dipimpin oleh anak mantan Presiden BJ. Habibie, Ilham Habibie.

Penandatangan nota kesepahaman pembelian 100 buah pesawat R-80 dilakukan oleh manajemen NAM Air dan PT RAI dengan disaksikan BJ. Habibie selaku komisaris utama PT RAI bersamaan dengan Grand Launching NAM Air.

Tersambar Petir dan Terbakar, Bandara Kolaka Rugi Rp 3 Miliar

Pengelola Bandara Udana Sangia Ni Bandera, Kolaka, Sulawesi Tenggara mengaku mengalami kerugian hingga miliaran rupiah, menyusul peristiwa kebakaran di kantor bandara akibat sambaran petir, Selasa (26/11/2013) dinihari.

“Bangunan yang semi permanen itu adalah kantor utama yang terbakar. di dalamnya ada seluruh peralatan kelengkapan bandara seperti radio monitor, alat sensor penumpang, alat komunikasi penerbangan dan peralatan yang lain. Semua kerugian itu mencapai Rp 3 milyar,” kata Kepala Bandara Udara Sangia Ni Bandera, Junaiedi.

“Tidak ada yang luka ataupun meninggal dunia. Ini kejadiannya saat seluruh pegawai dan karyawan istrahat karena tengah malam itu tidak ada aktivitas,” tambahnya.

Bandara Sangia Ni Bandera yang berjarak sekitar 70 kilometer dari pusat kota melayani rute Kolaka ke Bandar Udara Internasional Hasanuddin Makassar.

Kuala Namu International Airport – KNO

Bandar Udara Internasional Kuala Namu (IATA: KNO, ICAO: WIMM) adalah sebuah bandar udara untuk Kota Medan (ibu kota provinsi Sumatera Utara) yang merupakan bagian dari MP3EI, yang menggantikan Bandar Udara Internasional Polonia yang telah berusia lebih dari 85 tahun.

[tabs type=”horizontal”][tabs_head][tab_title]Airport Info[/tab_title][tab_title]Transportation[/tab_title][tab_title]Travelers per Year[/tab_title][tab_title]Flight Schedules[/tab_title][/tabs_head][tab]Lokasi badara ini merupakan bekas area perkebunan PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa yang terletak di Kuala Namu, desa Beringin, kecamatan Beringin, kabupaten Deli Serdang, provinsi Sumatera Utara. Bandara Kuala Namu diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatera & sekitarnya. Bandara ini adalah bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Bandara ini resmi beroperasi sejak 25 Juli 2013.[/tab][tab]
– Bus Damri
– Railink [/tab][tab] Data belum tersedia [/tab][tab][/tab][/tabs]

Radin Inten II Airport – TKG

Radin Inten II Airport atau yang dikenal dengan kode IATA TKG merupakan bandara utama yang melayani Provinsi Lampung. Bandara ini berperan sebagai pintu masuk transportasi udara ke wilayah Lampung, sekaligus menjadi penghubung strategis antara Pulau Sumatra dan Pulau Jawa. Dengan letaknya yang penting di ujung selatan Sumatra, Radin Inten II Airport memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, serta pengembangan pariwisata daerah.

Sebagai bandara terbesar di Lampung, Radin Inten II Airport melayani penerbangan domestik reguler dan pada periode tertentu juga melayani penerbangan internasional terbatas. Keberadaan bandara ini sangat membantu masyarakat Lampung dan sekitarnya dalam menjangkau kota-kota besar di Indonesia secara cepat dan efisien.


Lokasi dan Aksesibilitas Bandara

Radin Inten II Airport terletak di Kabupaten Lampung Selatan, tidak terlalu jauh dari pusat Kota Bandar Lampung. Lokasinya berada di jalur strategis yang menghubungkan kawasan perkotaan, kawasan industri, serta jalur logistik Sumatra bagian selatan.

Akses menuju bandara relatif mudah dan dapat ditempuh menggunakan berbagai moda transportasi darat, antara lain:

  • Kendaraan pribadi
  • Taksi bandara
  • Transportasi online
  • Layanan antar-jemput tertentu

Kedekatan bandara dengan Bandar Lampung menjadikan Radin Inten II Airport sebagai pilihan utama bagi masyarakat Lampung maupun pelaku usaha yang membutuhkan mobilitas udara cepat.


Sejarah Singkat Radin Inten II Airport

Radin Inten II Airport awalnya dikenal sebagai Bandara Branti sebelum kemudian berganti nama menjadi Radin Inten II, diambil dari nama Radin Inten II, pahlawan nasional asal Lampung yang dikenal sebagai tokoh pejuang melawan penjajahan.

Pergantian nama bandara ini mencerminkan upaya pelestarian sejarah dan identitas lokal Lampung. Seiring waktu, bandara ini terus mengalami pengembangan untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan jumlah penumpang dan tuntutan penerbangan modern.

Pengembangan bandara mencakup perluasan terminal, peningkatan fasilitas navigasi, serta peningkatan standar keselamatan dan keamanan penerbangan.


Terminal Penumpang dan Fasilitas

Terminal penumpang Radin Inten II Airport dirancang untuk melayani penerbangan domestik dan internasional terbatas. Terminal ini memiliki kapasitas yang memadai untuk menangani arus penumpang harian dengan fasilitas yang terus ditingkatkan.

Beberapa fasilitas utama yang tersedia di bandara ini antara lain:

  • Area check-in penumpang
  • Ruang tunggu keberangkatan dan kedatangan
  • Area pengambilan bagasi
  • Konter informasi dan layanan pelanggan
  • Area komersial seperti makanan dan minuman
  • Area parkir kendaraan

Desain terminal yang relatif modern dan fungsional membuat pergerakan penumpang menjadi lebih nyaman dan teratur.


Landasan Pacu dan Infrastruktur Penerbangan

Radin Inten II Airport memiliki landasan pacu yang mampu melayani pesawat berbadan sempit hingga menengah yang umum digunakan pada penerbangan domestik. Infrastruktur bandara ini dirancang untuk mendukung operasional penerbangan secara aman dan efisien.

Selain runway, bandara ini juga dilengkapi dengan:

  • Apron untuk parkir pesawat
  • Taxiway pendukung pergerakan pesawat
  • Sistem navigasi penerbangan
  • Fasilitas keamanan bandara

Infrastruktur ini memungkinkan Radin Inten II Airport melayani lalu lintas penerbangan secara andal, termasuk pada jam-jam sibuk.


Maskapai dan Rute Penerbangan

Radin Inten II Airport melayani penerbangan dari dan menuju berbagai kota besar di Indonesia. Rute-rute ini menjadi tulang punggung konektivitas Lampung dengan pusat ekonomi dan pemerintahan nasional.

Penerbangan dari Bandara Radin Inten II banyak dimanfaatkan untuk:

  • Perjalanan bisnis dan pemerintahan
  • Mobilitas pekerja dan profesional
  • Kunjungan keluarga
  • Perjalanan pendidikan dan kesehatan

Dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas, bandara ini memiliki potensi untuk pengembangan rute tambahan di masa depan.


Jadwal Kedatangan dan Keberangkatan Penerbangan

Informasi jadwal kedatangan dan keberangkatan Radin Inten II Airport menjadi salah satu kebutuhan utama penumpang dan pihak penjemput. Jadwal ini biasanya memuat informasi seperti:

  • Nomor penerbangan
  • Maskapai
  • Kota asal atau tujuan
  • Waktu terjadwal dan waktu aktual
  • Status penerbangan

Karena dipengaruhi oleh cuaca, kondisi lalu lintas udara, serta faktor operasional maskapai, jadwal penerbangan bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, pengecekan jadwal terbaru sangat disarankan sebelum berangkat ke bandara.


Peran Strategis Bandara bagi Provinsi Lampung

Sebagai bandara utama di Lampung, Radin Inten II Airport memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai sektor, antara lain:

1. Mobilitas Ekonomi dan Bisnis

Lampung merupakan salah satu provinsi dengan aktivitas perdagangan dan pertanian yang tinggi. Bandara ini mendukung mobilitas pelaku usaha dan distribusi barang bernilai tinggi.

2. Pengembangan Pariwisata

Lampung memiliki potensi wisata alam dan bahari yang besar. Bandara menjadi pintu masuk utama wisatawan domestik menuju destinasi wisata Lampung.

3. Konektivitas Antarwilayah

Bandara ini menghubungkan Lampung dengan kota-kota besar lain di Indonesia, sehingga memperkuat posisi Lampung dalam jaringan transportasi nasional.

4. Dukungan Logistik Udara

Selain penumpang, bandara juga mendukung pengiriman kargo udara yang membutuhkan waktu tempuh cepat.


Akses Transportasi dan Mobilitas Penumpang

Akses transportasi dari dan ke Radin Inten II Airport relatif mudah dan terus berkembang. Penumpang dapat memilih moda transportasi sesuai kebutuhan dan anggaran, baik untuk perjalanan individu maupun rombongan.

Keberadaan transportasi darat yang memadai mendukung kelancaran arus penumpang, terutama pada jam-jam sibuk kedatangan dan keberangkatan penerbangan.


Tantangan Operasional dan Peluang Pengembangan

Seperti bandara regional lainnya, Radin Inten II Airport menghadapi sejumlah tantangan, antara lain:

  • Peningkatan volume penumpang pada periode tertentu
  • Ketergantungan pada kondisi cuaca
  • Kebutuhan peningkatan kapasitas dan layanan

Namun, tantangan tersebut juga membuka peluang pengembangan, seperti:

  • Perluasan terminal penumpang
  • Penambahan rute penerbangan baru
  • Pengembangan layanan bandara berbasis digital
  • Optimalisasi peran sebagai hub regional Sumatra bagian selatan

Dengan pengelolaan yang tepat, bandara ini dapat semakin meningkatkan perannya dalam sistem transportasi udara nasional.


Bandara Radin Inten II dalam Sistem Transportasi Nasional

Dalam konteks nasional, Radin Inten II Airport merupakan bagian penting dari jaringan bandara Indonesia yang menghubungkan Pulau Sumatra dan Pulau Jawa. Keberadaannya membantu memperlancar mobilitas antarpulau dan mendukung pemerataan pembangunan wilayah.

Sebagai gerbang udara Lampung, bandara ini juga berperan dalam memperkuat konektivitas ekonomi dan sosial antara Sumatra dan wilayah lain di Indonesia.


Pentingnya Informasi Bandara bagi Penumpang

Informasi lengkap mengenai Radin Inten II Airport, termasuk jadwal penerbangan, fasilitas, dan akses transportasi, sangat penting bagi penumpang dan masyarakat umum. Informasi yang akurat membantu:

  • Perencanaan perjalanan yang lebih baik
  • Pengaturan waktu penjemputan dan keberangkatan
  • Pengambilan keputusan transportasi lanjutan

Halaman ini hadir sebagai referensi informatif untuk memenuhi kebutuhan tersebut.


Radin Inten II Airport (TKG) merupakan infrastruktur vital yang menopang mobilitas, ekonomi, dan pariwisata Provinsi Lampung. Dengan peran sebagai gerbang udara utama Lampung, bandara ini terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung pertumbuhan daerah.

Melalui halaman ini, diharapkan pembaca dapat memahami peran, fungsi, serta pentingnya Radin Inten II Airport tidak hanya sebagai titik kedatangan dan keberangkatan penerbangan, tetapi juga sebagai penggerak utama konektivitas dan pembangunan Lampung serta Sumatra bagian selatan.

Cuaca

Bali
overcast clouds
23.7 ° C
23.7 °
23.7 °
83 %
2.4kmh
86 %
Sun
24 °
Mon
28 °
Tue
29 °
Wed
30 °
Thu
31 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,089.3
AUD
11,977.9
EUR
19,956.1
CNY
2,502.8
JPY
107.1
SGD
13,382.0