Home Blog Page 289

Penumpang Juanda Terakhir 2013 dan Pertama 2014 Dapat Door Prize

Sidoarjo – Angkasa Pura Satu Bandara Juanda memberikan door prize kepada penumpang terakhir di tahun 2013. Angkasa Pura juga memberikan hadiah serupa kepada penumpang pertama yang tiba di Juanda di tahun 2014.

penumpang yang beruntung itu adalah Latvinia. Latvinia tercatat sebagai calon penumpang ke-17.601.581 di Bandara Internasional Juanda. Latvinia berangkat dengan Air Asia dengan nomor pesawat QZ 7689 tujuan SBY-JKT, pukul 23.50 Wib.

“Dia (Latvinia) beruntung sebagai calon penumpang terakhir tahun 2013, mendapatkan door prize berupa tiket juga asesoris dari PT Angkasa Pura Satu,” kata Trikora Harjo, GM Angkasa Pura Satu, kepada wartawan, Rabu (1/1/2014).

Trikora menjelaskan, dengan jumlah 17.601.581 di tahun 2013, maka jumlah calon penumpang dari tahun 2012 mengalami kenaikan cukup signifikan. Jumlah penumpang di tahun 2012 tercatat 16.222.284.

“Dari tahun ke tahun, pergerakan penumpang di Bandara Juanda terus meningkat. Tahun 2012 ke 2013 pergerakan penumpang naik 9 persen,” terang mantan Kakansar Jatim itu.

Latvinia sendiri mengaku terkejut. Pesawat yang ditumpanginya awalnya mengalami Delay. Ternyata, delay itu justru berbuah berkah.
“Saya kaget, saat mau naik pesawat dihadang oleh orang, ternyata mendapatkan hadiah. Saya ucapkan terima kasih,” ujar Latvinia.

Sementara itu, penumpang beruntung yang mendapat door prize sebagai penumpang pertama di tahun 2014 adalah Yudi Barlean, warga Wisma Permai Surabaya.

Pesawat yang ditumpangi pria 40 tahun itu tiba di Bandara Juanda tepat pukul 00.35 Wib, dengan menggunakan pesawat Air Asia QZ 8296, tujuan Kuala Lumpur menuju Surabaya.

Yudi yang baru datang itu tiba-tiba dibawa oleh petugas security. Tentu saja Yudi terkejut. “Saya kaget sekali. Karena saya baru saja liburan bersama keluarga tiba-tiba dibawa petugas keamanan bandara. Ternyata mendapatkan kejutan hadiah dari manajemen Angkasa Pura,” ujar Yudi.

Sumber: http://news.detik.com/surabaya/read/2014/01/01/023123/2455705/475/penumpang-juanda-terakhir-2013-dan-pertama-2014-dapat-door-prize?9922022

Parkir Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Kembali ke Sistem Manual

MAKASSAR – PT Adhil Parking mencabut manajemen parkirnya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, di Maros, beberapa menit memasuki tahun baru 2014, Rabu (1/1/2013) dini hari tadi.

Pantauan Tribun Timur (Tribunnews.com Network), siang tadi, PT Angkasa Pura kembali mengelola lahan parkir sendiri dengan sistem manual berupa struk kertas, cenderung lama dan memicu antrean panjang keluar masuk kendaraan.

Bukan lagi berupa kartu dan teknologi layanan serba cepat ala Adhil Parking, atau seperti yang diberlakukan di bandara internasional lainnya di Indonesia. Kamera pengintai, Closed Circuit Television (CCTV) di lahan parkir juga tiada, diambil PT Adhil selaku pemilik.

“Kami sudah serahkan ke pihak PT Angkasa Pura untuk mengelola sendiri. Jadi teknologi layanan kami ambil, jika ada keluhan ke depan pemakai jasa parkir di bandara, silakan konfirmasi ke pengelola parkir yang sekarang,” kata Manager Operation PT Adhil Parking, Robby, saat dikonfirmasi Tribun Timur via telepon selularnya, Rabu (1/1/2013).

PT Adhil Parking mengelola lahan parkir bandara otoritas PT Angkasa Pura I Makassar itu sejak 2008. Sejak itu hingga malam tadi, PT Adhil Parking menguasai lahan parkir bandara tersebut lantaran PT Angkasa Pura belum sanggup memberi layanan parkir sendiri.

“Dulu, kami pihak ketiga kan, kerja sama dengan PT Adhil karena kami belum bisa waktu itu. Tapi sekarang, kami merasa sanggup kelola sendiri. Tentu ada kendala di masa transisi ini, tapi kami berusaha meningkatkan pelayanan,” kata General Manager Angkasa Pura I Cabang Bandara Sultan Hasanuddin, Rahman Syafrie, kepadaTribun Timur via telepon selularnya, Rabu (1/1/2014).

Menurut Rahman Syafrie, meski saat ini layanan parkir kembali ke sistem manual, tidak jadi masalah.

“Intinya kami akan berupaya meningkatkan pelayanan, sekarang masih transisi, tidak akan macet lah. Soal tarif itu tetap sama sebelumnya,” tambahnya.

Saat antre pintu keluar area parkir bandara, pengendara roda empat, Nur Alim (35), mempertanyakan sistem manual yang cenderung lambat. Belum lagi pengelola hanya memakai satu pintu keluar.

“Dulu masih mending karena pakai kartu. Tapi pertanyaan saya kenapa fasilitas diturunkan dari kartu ke struk kertas print tapi tarifnya tetap? Ini kan lambat, padahal ini bandara internasional,” kata warga Bulukumba ini kepada pengelola.

Di sisi lain, menurut Nur Alim, keamanan parkir bandara saat ini rawan,” karena tidak ada lagi CCTV di area parkiran, seperti di parkiran motor. Kalau begitu siapa yang bertanggungjawab kalau motor hilang. Padahal kan orang sudah bayar mahal,” tambahnya.

Saat dimintai komentar di sela antre, pengguna jasa bandara lainnya, Andi Fadli, mengeluhkan tingginya biaya denda karcis kertas jika hilang.

“Saya diminta bayar denda Rp 20 ribu hanya gara-gara karcis kertas hilang. Gimana nggak hilang kertasnya sangat kecil,” ungkap Fadli.

Sumber: http://www.tribunnews.com/regional/2014/01/01/parkir-bandara-sultan-hasanuddin-makassar-kembali-ke-sistem-manual

Akses Jalan Masuk Bandara Ahmad Yani Dibuka

General Manager PT Angkasa Pura I, Priyo Jatmiko menegaskan, akses jalan masuk dari Rumah Makan Kampung Laut menuju Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang kini sudah dibuka Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, baru-baru ini. Di bagian ujung akses jalan masuk itu berdekatan dengan lokasi pembangunan fisik pengembangan bandara oleh Angkasa Pura.

Menurut Priyo, pembangunan fisik ini masih menunggu penandatanganan nota kesepakatan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). “Pemkot sudah membuka akses jalan masuk ke bandara dari Kampung Laut. Angkasa Pura akan merealisasikan pembangunan fisik begitu nota kesepakatan ditandatangani,” tandasnya.

Pihaknya menegaskan, Angkasa Pura kini telah menyiapkan dana sebesar Rp 1,1 triliun untuk pembangunan dan pengembangan bandara. Karenanya, begitu nota kesepakatan ditandatangani, pembangunan fisik bisa langsung dijalankan. Pengembangan bandara mendesak dilakukan seiring dengan pertumbuhan jumlah penumpang masuk dan keluar bandara.

“Dibandingkan dua tahun lalu saat saya bertugas di sini (Angkasa Pura-Red), jumlah penumpang naik dua kali lipat. Jika tidak dikembangkan akan berpengaruh bagi kenyamanan penumpang,” jelasnya.

Berdasarkan data Angkasa Pura I, jumlah pemberangkatan penerbangan dari Bandara Ahmad Yani antara 40-45 per hari. Adapun, penumpang masuk ke bandara bervariasi, antara 5.000 hingga 6.500 orang.

Sebagaimana diketahui, kepastian pembangunan bandara ini masih menunggu disahkannya surat perjanjian kerja sama antara PT Angkasa pura dengan TNI AD oleh Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, Kementerian BUMN, dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Kini, prosesnya masih berhenti di Kemenkeu.

Sebelumnya, Gubernur Ganjar Pranowo berharap pembangunan bandara bisa segera direalisasikan. Mantan Wakil Ketua Komisi II ini telah bertemu Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Keuangan Chatib Basri untuk mewujudkan percepatan pembangunan.

( Royce Wijaya / CN31 / SMNetwork )

Sumber: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_smg/2014/01/01/185499/Akses-Jalan-Masuk-Bandara-Ahmad-Yani-Dibuka

Jalan Bandara Amblas Sedalam 20 Meter

PAGARALAM – Labilnya kondisi tanah akibat terus tergrus air hingga terjadi longsor menyebabkan badan jalan menuju Bandar Udara (Bandara) Atung Bungsu yang terletak di Dusun Mingkik, Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam amblas dengan lebar sekitar 10 meter dengan kedalaman sekitar 20 meter.

Karena amblasnya jalan tepat berada ditikungan dan dibibir jurang yang cukup dalam, kondisi ini sangat membahayakan para pengedara motor maupun mobil saat melintas dijalan tersebut. Ujang dan Didi  warga dusun Mingkik ketika dikonfirmasi mengatakan amblasnya jalan menuju bandara ini sudah terjadi beberapa hari lalu yang disebabakan  tanah yang berada dibawah badan jalan yang memang berada tepat dibibir jurang yang cukup dalam tersebut longsor. “Longsornya tanah yang berada dibawah menyebabakan badan jalan amblas selebar 10 meter dengan kedalaman mencapai sekitar 20 meter,” katanya.

Menurutnya,  amblasnya badan jalan yang membentuk lubang yang sangat besar dan dalam ini tentunya sangat membahayakan para pengendara baik motor maupun mobil ketika melintas dijalan tersebut. “Kerusakan jalan ini harus segera ditanggulangai secara cepat, sebab kerussakan yang ada semakin lebar tiap harinya,” paparnya.

Diharapkan, Pemkot Pagaralam melalui dinas terkait harus tanggap dengan kondisi jalan yang ada, meski belum bisa melakukan perbaikan tapi setidaknya dilokasi jalan yang amblas ini diberi rambu atau tanda-tanda bahaya, hal ini dimaksudkan agar masyarakat yang melintas dapat mengetahui adanya kerusakan jalan sehingga berhati-hati. “Pada lokasi amblasnya jalan seharusnya diberi tanda bahaya sehingga masyarakat dapat berhati-hati ketika melintas dijalan tersebut,” paparnya.(ald/afi)

Sumber: http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=30217:jalan-bandara-amblas-sedalam-20-meter&catid=60:news-update&Itemid=134

 

Penerbangan Susi Air Berakhir

Kontrak Penerbangan pesawat Susi Air di Bandara Masamba, berakhir, Selasa 31 Desember. Kementerian Perhubungan belum menetapkan perusahaan  yang melakukan penerbangan pada tiga bandara perintis  di Luwu Utara tahun 2014.

”Kita masih menunggu proses tender untuk penerbangan lanjutan,” kata Rodi, kepala Bandara Masamba.

Menurut dia, proses tender masih berjalan. Persiapan dokumen tender sudah lengkap. Namun, belum diketahui kapan akan dilakukan tender.
Hanya saja, Rodi, mengakui peluang Susi air kembali melakukan penerbangan di tiga bandara perintis ini masih besar. Sebab, perusahaan ini memiliki pengalaman terbang di wilayah Luwu Utara.

Rodi meminta kepada masyarakat yang selama menjadi pengguna jasa transportasi udara ini untuk tetap bersabar menunggu proses tender. Pihaknya sudah berupaya berjuang selama 2013 agar penerbangan tidak terputus di tahun 2014, tetapi terkendala tender di pusat. Penerbangan tetap disubsidi pemerintah ke depan.

”Saat ini bandara Bua juga akan diterbangi pesawat Garuda, dan kini pesat Wings juga menjejaki penerbangan di daerah ini,” ujarnya.

Sekuriti  Bandara Masamba, Abdul Rifai, mengatakan, penerbangan pesawat Selasa ini telah berakhir. ”Penjualan tiket sudah ditutup. Tidak ada lagi pesawat yang bisa terbang ke Rampi dan Seko,” ujarnya. (shd/bas)

Sumber: http://www.fajar.co.id/sulawesiselatan/3078602_5663.html

Bupati Anas: Garuda Indonesia akan Buka Rute ke Banyuwangi

Surabaya – Pertumbuhan jumlah wisatawan ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mampu memikat Garuda Indonesia. Maskapai nasional ini akhirnya mengikuti jejak Wings Air yang telah membuka jalur penerbangan Surabaya-Banyuwangi.

Garuda Indonesia akan melakukan penerbangan tanpa penumpang umum (ferry flight) dari Jakarta menuju Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Kamis (2/1/2014).

Selanjutnya, rute baru Garuda Indonesia Surabaya-Banyuwangi akan mulai terbang reguler pada Maret 2014. Pesawat yang digunakan adalah ATR72-600.

“Garuda Indonesia membuka rute ke Banyuwangi. Ini semakin mempermudah aksesibilitas. Aksesibilitas ini penting untuk mengundang wisatawan dan investor, sehingga ekonomi lokal bergerak,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada detikcom, Rabu (1/1/2014).

Anas mengatakan, aksesibilitas adalah kunci untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah. “Makin banyak maskapai yang masuk Banyuwangi ini juga menunjukkan ekonomi daerah kami bergerak maju, ditopang sektor agribisnis, pariwisata, dan industri,” tuturnya.

Pada 2011, jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari Banyuwangi adalah 3.000 orang. Pada 2012 terjadi lonjakan penumpang hingga 24.000 orang. Saat ini terminal Bandara Blimbingsari mempunyai luas 240 meter persegi.

“Bandara Blimbingsari mulai tahun ini kami bangun dengan konsep hijau, tanpa AC kecuali di ruang tertentu. Kami tidak ingin meniru kota-kota lain yang membangun bandara besar penuh kaca namun cost-nya tinggi. Kami bikin berkonsep hijau, sehingga orang nyaman. Operasional juga efisien serta membantu terciptanya keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.

Tahun 2014 ini akan dibangun terminal baru seluas 3.500 meter persegi di Bandara Blimbingsari.

Demikian pula, panjang runway telah diperpanjang menjadi 1.800 meter. Tahun ini, tingkat ketebalan landasan akan ditingkatkan dari 12 PCN (pavement classification number) menjadi 17 PCN sehingga bisa didarati pesawat Boeing 737-200.

Sumber: http://news.detik.com/surabaya/read/2014/01/01/170316/2455991/475/bupati-anas-garuda-indonesia-akan-buka-rute-ke-banyuwangi?9922022

5 Wisatawan Asing Pertama di Indonesia pada 2014 Terima Penghargaan

Tangerang: Seperti tahun-tahun sebelumnya, PT Angkasa Pura II, selaku pengelola Bandara Soekarno Hatta kembali memberikan penghargaan kepada lima wisatawan asing yang petama kali menginjakkan kaki ke Indonesia di awal tahun.

Untuk 2014, penghargaan yang diberikan berupa pengalungan bunga dan pemberian cendera mata kepada penumpang pesawat Singapura Air (SQ-950), rute Changi-Indonesia di Teminal 2-F BSH, Rabu (1/1) pukul 07.30 WIB.

Danet, salah satu wisatawan asal Amerika Serikat yang mendapat penghargaan tersebut merasa kaget. Pasalnya, ketika menginjakkan kakinya di Teminal 2-F, ia langsung didatangi beberapa petugas yang memintanya untuk berhenti sejenak.

Setelah diberi penjelasaan, Danet beserta empat wisatawan asing lainnya merasa tenang dan senang atas penghargaan yang diberikan kepadanya. “Indonesia good,” kata Danet yang mengaku baru pertama kali ke Indonesia dengan tujuan Yogyakarta dan Bali.

Selain memberikan kalungan bunga dan cendera mata, para wisawan asing itu  juga disambut dengan tarian tradisional jaipong dan beberapa tembang lagu kesenian asal Jawa Barat.

Kepala Cabang PT AP II BSH Bram Baroto Tjipyadi mengatakan tradisi penyambutan kepada wisatawan asing yang pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia, khususnya Bandara Soekarno Hatta harus diteruskan sebagai bentuk dari keramahan bangsa ini kepada masyarakat luar negeri. Dengan begitu, para wisatawan pun akan berniat untuk kembali mengunjungi Tanah Air. (Sumantri Handoyo)

Sumber: http://www.metrotvnews.com/lifestyle/read/2014/01/01/11/204718/5-Wisatawan-Asing-Pertama-di-Indonesia-pada-2014-Terima-Penghargaan

Turis Asing Pertama yang Kunjungi Indonesia di 2014 adalah Orang Amerika

Ada peristiwa yang menarik terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng pada Rabu (1/1/14) pagi tadi. Menyambut wisatawan asing pertama yang mengunjungi Indonesia di awal tahun ini, pihak PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara Soetta menyuguhkan acara yang tidak biasa yakni karpet merah dan tarian Jaipong.

Adapun turis asing pertama yang beruntung mendapatkan adalah Dannette Parsley, penumpang Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ 950. Sebagaimana dilansirMerdeka online dalam lamannya, Parsley merupakan warga negara Amerika Serikat yang bekerja sebagai guru TK dan SD.

“Happy new year,” ucap Khaerunnisa, salah seorang staf menyambut Dannette yang tiba di tanah air pada pukul 07:30 WIB tersebut.

Dannette pun terkaget sebab dirinya tidak menyangka mendapatkan sambutan seperti itu..”Aku tidak pernah berpikir akan mendapat sambutan dihari pertama tahun 2014 seperti ini. Ini adalah tarian yang indah,” ucap Dannette sambil tersenyum.

Lebih lanjut dituturkannya, ia begitu kagum pada keramahan orang-orang Indonesia yang menyambutnya di pagi itu. “Orang-orangnya sangat ramah sekali,” sambung Dannette.

Dannette mengaku sesampai di Jakarta, ia akan langsung bertolak ke Yogyakarta. Di Kota Gudeg tersebut ia akan tinggal selama empat hari. Akhir dari liburannya di Indonesia pun bakal dihabiskannya di Bali.

Selamat berlibur Dannette, semoga hari-hari di tanah air menyenangkan !

Sumber: http://www.jawaban.com/index.php/news/detail/id/91/news/140101184316/limit/0/Turis-Asing-Pertama-yang-Kunjungi-Indonesia-di-2014-adalah-Orang-Amerika.html

Jumlah Wisatawan Masuk ke Semarang 2,8 Juta Orang

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kota Semarang Nurjanah mengatakan, jumlah wisatawan masuk ke Kota Semarang  selama 2013 jauh melampaui target yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukan tingginya antusiasme wisatawan untuk berwisata ke Semarang.

“Dari target kunjungan wisatawan 1,8 juta orang, kini sudah terpenuhi mencapai 2,8 juta orang. Ini mencakup wisatawan domestik dan  ancanegara,” jelasnya saat ditemui Suara Merdeka di sela-sela penyambutan wisatawan di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Rabu (1/1).

Menurut dia, destinasi yang paling banyak diminati ialah Lawangsewu, Sam Poo Kong, dan Masjid Agung Jawa Tengah. Wisatawan yang tiba di bandara Ahmad Yani dengan pesawat Air Asia dari Malaysia dan SilkAir dari Singapura ini disambut kalungan bunga. Mereka juga diberikan setangkai bunga dan souvenir dari Dinbudpar Jateng.

Nurjanah turut didampingi Kepala Dinbudpar Jateng Prasetyo Aribowo dan General Manager PT Angkasa Pura I, Priyo Jatmiko. Menurut Priyo, jumlah penumpang pesawat masuk ke bandara Ahmad Yani juga meningkat, baik tujuan asal domsetik maupun dari luar negeri. Untuk lebih menarik minat wisatawan, Dinbudpar Jateng dan Kota Semarang harus mampu mewujudkan paket wisata menarik bagi wisatawan.

“Kecenderungan penumpang masuk ke bandara dari tahun ke tahun meningkat. Gambarannya, dari 2012 ke 2013 naik antara lima hingga 10 persen,” tandasnya.

( Royce Wijaya / CN39 / SMNetwork )

Sumber: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_smg/2014/01/02/185558/Jumlah-Wisatawan-Masuk-ke-Semarang-28-Juta-Orang

Tips Nyaman di Bandara Soekarno-Hatta

Kepada majalah Angkasa, Senior General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bram Baroto Tjiptadi memberi imbauan kepada para penumpang yang akan terbang dari Bandara Soekarno-Hatta. Dengan melakukan hal-hal ini, penumpang bisa lebih nyaman terbang. Berikut tipsnya:

1. Prediksikan waktu berangkat ke bandara lebih leluasa, jangan mepet.

2. Tiba di terminal, sebaiknya penumpang hanya diantar di depan terminal. Sekarang ini sudah banyak pejabat yang tak perlu lagi diantar sampai ke dalam terminal.

3. Gunakan troli jika barang bawan banyak. Nanti, troli akan disediakan tanpa porter, seperti di Terminal 3. Proses ini dilakukan bertahap dan akan dilakukan setelah proses revitalisasi Terminal 1 dan Terminal 2 selesai.

4. Masuk ke terminal, penumpang akan diperiksa oleh petugas SCP (security check point) 1. Siapkan tiket dan KTP atau identitas resmi lain. Terhambat di sini menjadikan antrean makin panjang.

5. Penumpang dan bawaannya akan diperiksa  melalui X-ray dan metal detector. Barang-barang yang besar dan berat sebaiknya dimasukkan bagasi, bukan kabin pesawat. Ke depan, lokasi pemeriksaan ini akan dimajukan agar lebih leluasa. Kemudian area jalan untuk menurunkan dan menaikkan penumpang di depan terminal rencananya akan dijadikan taman.

6. Masuk ke area check-in, usahakan tak mepet waktu. Pada jam-jam sibuk, antrean di SCP 1 sampai ke check-in  bisa memakan waktu 30 menit sampai satu jam.

7. Sebelum masuk ke boarding lounge, penumpang antre lagi untuk membayar PSC (passenger service charge). Beda dengan penumpang Garuda Indonesia yang sudah memasukkan PSC ke dalam harga tiket, sehingga tak perlu antre di sini. Konter ini jika dihilangkan akan menambah luas area menuju ruang tunggu. Penumpang yang tiba lebih awal dari waktu tunggu bisa dimanjakan dan berekreasi melihat-lihat pertokoan dan sajian menarik lainnya.

“Ini akan menuju world class airport,” kata Bram. Untuk mewujudkannya,masterplan sudah dibuat. “Nanti antarterminal akan terkoneksi dengancommuter line,” ungkapnya. Lorong Terminal 1 akan ditutup kaca semua untuk menghilangkan “budaya merokok” yang sampai saat ini sulit dihilangkan.

Di Terminal 2 pun segera dibangun ruang untuk first class-nya penumpang Garuda. Pembangunan taxiway akan dipercepat untuk mengantisipasi percepatan penerbangan. “Penumpang boarding tepat waktu, tapi setelah masuk pesawat dan mau terbang, tak tepat waktu karena harus menunggu lama,” ujarnya.

Untuk mengatasi adanya calo, Bram mengusulkan agar airlines tidak menjual tiket di bandara. Namun hal ini masih tanda tanya besar karena maskapai penerbangan belum tentu setuju. Begitu pula dengan penggantian tipe pesawat menjadi yang lebih besar untuk rute-rute gemuk dengan banyak frekuensi, seperti ke Surabaya dan Denpasar.

Sebenarnya, lanjut Bram, kalau petugas bandara, airlines, ground handling, memberi pelayanan yang ramah, otomatis orang-orang yang melanggar itu akan hilang. Harapannya, tidk ada lagi taksi gelap, pedagang asongan dan calo di bandara.

Bagaimana dengan aksi penumpang yang sekarang ini cenderung anarkis jika penerbangan tertunda atau dibatalkan? Pihak bandara sudah membentuk response team. Tim ini akan merespons yang terjadi di lapangan terutama kalau ada delay.

“Biasanya penumpang mencecar petugas. Karena ketakutan, petugas sembunyi. Makanya kalau ada delay, duty manager dari maskapai bisa melaporkan kondisinya ke polisi setempat atau Kasospol. Lihat indikasinya. Jika delay makin lama, laporan bisa sampai ke tingkat yang paling atas,” tuturnya.

Menurut Bram, yang dibutuhkan penumpang adalah informasi dan komunikasi. Penumpang ingin mendapatkan informasi yang jelas. Petugas pun harus berani menyampaikan penjelasan.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2013/12/31/0844375/Tips.Nyaman.di.Bandara.Soekarno-Hatta

Garuda Siap Layani Bandara Lagaligo

Potensi yang dimiliki Bandar Udara Lagaligo, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu memikat perhatian maskapai nasional, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Kerja sama corporate (Mou) segera diwujudkan.

Dalam survei yang dilakukan pihak Garuda Indoensia bersama Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang serta didampingi Kadishub Sulsel, Masykur A Sultan, Bupati Luwu, Andi Mudzakkar, dan Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, Minggu, 29 Desember, pihak Garuda menilai keberadaan Bandara Lagaligo sudah sangat layak dari segi infrastruktur dan fasilitas. Sebab, selain memiliki runway yang bisa mencapai 3.000 meter, juga memiliki lahan 112 hektare. Tidak hanya itu, potensi ekonominya juga sangat besar.

Vice President East Indonesia Region IV PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Rosyinah mengatakan, dalam kunjungan itu pihaknya masih sebatas melihat sejauh mana kesiapan Bandara Lagaligo. “Kita masih survei dan banyak yang kita lihat. Dan, secara potensi cukup layak, yakni potensi penumpang, operasional bandara, dan infrastruktur khususnya runway,” tutur Rosyinah, kemarin.

Untuk kepastian dibukanya rute penerbangan Bandara Lagaligo, sebutnya, nantinya akan ditentukan dan dibicarakan lebih lanjut. Sebab, masih akan ada tim khusus yang turun melihat beberapa poin penting di Bandara Lagaligo.

“Kerja sama corporate kapan saja bisa kita lakukan dengan pemerintah daerah. Kalau bisa lebih cepat itu lebih baik lagi. Cuma, kapan mulai dibuka penerbangan itu belum bisa dipastikan. Apalagi, layanan pesawat ATR 72 Seri 600 kami untuk Indonesia bagian timur itu juga baru dibuka dan beroperasi bulan Juni 2014,” bebernya.

Menurut Rosyinah, berdasarkan informasi Pemkab Luwu dan Kota Palopo, potensi masyarakat untuk menggunakan pesawat cukup besar. Hal itu melihat jumlah masyarakat yang menggunakan transportasi darat ke Makassar setiap hari mencapai 800 orang.

“Kalau memang cukup besar potensi masyarakat untuk menggunakan pesawat pastinya kita juga bisa saja membuka jadwal penerbangan tiap hari. Sebab, pesawat ATR ini kan cuma 72 seat saja,” sebut Rosyinah sembari menambahkan bahwa di Indonesia, pihak Garuda telah melakukan survei terhadap 19 bandara perintis. Bandara Lagaligo memang salah satu yang paling potensial dan layak.

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang menjelaskan bahwa keberadaan Bandara Lagaligo masih lebih potensial dan layak ketimbang Bandara Sorong yang juga telah dilayani Garuda Indonesia. “Pemerintah akan terus mendorong dan siap membantu optimalisasi Bandara Lagaligo. Tahun 2014, pemprov telah ikut memperjuangkan alokasi APBN senilai Rp14 miliar untuk pengembangan Bandara Lagaligo,” ujar Agus diamini Kepala Bandara Lagaligo, Syarifuddin.

Disarankannya, agar gairah masyarakat dan khususnya maskapai nasional kian tinggi untuk membuka jadwal penerbangan di Bandara Lagaligo ke depan, maka pemda di Luwu Raya harus duduk bersama membicarakan pengembangannya. “Salah satunya, pemda harus menyiapkan perusda untuk mendukung fasilitas penunjang bandara, seperti transportasinya untuk memudahkan masyarakat menuju bandara. Pihak Garuda juga kita harapkan agar layanan pesawat ATR 72 Seri 600 dipercepat melayani rute Indonesia Timur. Kalau bisa Mei sudah jalan layanannya. Termasuk ke Bandara Bua,” imbaunya.

Bupati Luwu, Andi Mudzakkar bersama Wali Kota Palopo, HM Judas Amir sangat siap duduk bersama untuk membahas hal itu. “Kita akan bicarakan dengan tiga kabupaten/kota, yakni Luwu, Palopo, dan Luwu Utara. Kita rencanakan, sudah ada MoU dengan Garuda Indonesia saat pelantikan Bupati dan Wkail Bupati Luwu pada bulan Januari nanti yang disaksikan langsung Gubernur,” janji Mudzakkar.

“Pokoknya, Pemkot Palopo juga sangat siaplah duduk bersama. Baik penunjangnya maupun subsidinya,” tambah Wali Kota Palopo, HM Judas Amir. (hdy/bas)

Sumber: http://www.fajar.co.id/sulawesiselatan/3076467_5663.html

Dishub Susun FS Bandara Uyang Lahai

SANGATTA  –  Selain mengembangkan Bandara Sangkima menjadi bandara terpadu, Pemkab Kutai Timur, mulai tahun 2014 juga berencana melakukan pengembangan Bandara Uyang Lahay Miau Baru Kongbeng. Dimana, bandara yang diperuntukan bagi penerbangan perintis itu akan disusun Feasibility Study (FS/Studi Kelayakan).

“Untuk bandara Uyang  Lahay, itu hanya sebagai bandara perintis. Sehingga, masyarakat dan investor dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan transportasi udara,” kata Kadishubkominfo Kutim Johansyah Ibrahim.

Menurut dia, meskipun bandara tersebut saat ini telah difungsikan untuk penerbangan perintis tujuan Kongbeng menuju Bandara Sepinggan Samarinda, namun penyusunan FS bandara sangat penting dilakukan. Mengingat, dengan melihat perkembangan Kutim yang terus meningkat kemungkinan besar bandara tersebut juga akan dikembangkan sama seperti yang direncanakan untuk Bandara Sangkima.

“Bandara yang ada saat ini sebenarnya sudah sangat layak untuk penerbangan perintis. Namun, karena pemerintah ingin meningkatkan kualitas bandara, sehingga prosesnya dimulai dengan penyusunan FS-nya,” jelasnya.

Disinggung terkait antusias masyarakat terhadap penerbangan perintis di wilayah itu, Johansyah mengaku cukup tinggi. Sebab, dengan menggunakan tranportasi udara tersebut, waktu tempuh melalui jalur darat yang melelahkan dapat dipangkas hingga 11 jam lebih.

“Dulu dari Wahau ke Samarinda butuh waktu 12 jam lebih baru bisa sampai. Sekarang, 1 jam saja, sudah sampai. Jadi lebih menghemat waktu dan tenaga,” ujar Johanysah.

Belum lagi, lanjut dia, harga tiket yang murah yakni hanya Rp 299.500 per seat berlaku bagi dewasa dan anak-anak. Sehingga sangat terjangkau bagi masyarakat.

“Jika dibandingkan dengan angkutan darat, tentu tarif ini jauh lebih murah. Makanya banyak yang memilih menggunakan jalur udara,” imbuhnya.

Karena tingginya antusias masyarakat menggunakan transportasi udara itu, lanjut Johansyah, tahun depan pihaknya akan mengusulkan untuk penambahan jam terbang.

“Saat ini, untuk Bandara Uyung Lahay – Bandara Temindung Samarinda jadwal penerbangannya setiap Kamis dan Sabtu dengan kapasitas 18 penumpang. Nah nantinya akan diusulkan dua kali penerbangan dalam sehari,” tambah Johansyah. (luc/lhl)

Sumber: http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/48789/dishub-susun-fs-bandara-uyang-lahai.html

 

Cuaca

Bali
scattered clouds
25 ° C
25 °
25 °
91 %
3kmh
35 %
Fri
25 °
Sat
30 °
Sun
29 °
Mon
30 °
Tue
29 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,338.3
AUD
12,468.6
EUR
20,360.2
CNY
2,539.2
JPY
110.8
SGD
13,619.5