Dishub Susun FS Bandara Uyang Lahai

515

SANGATTA  –  Selain mengembangkan Bandara Sangkima menjadi bandara terpadu, Pemkab Kutai Timur, mulai tahun 2014 juga berencana melakukan pengembangan Bandara Uyang Lahay Miau Baru Kongbeng. Dimana, bandara yang diperuntukan bagi penerbangan perintis itu akan disusun Feasibility Study (FS/Studi Kelayakan).

“Untuk bandara Uyang  Lahay, itu hanya sebagai bandara perintis. Sehingga, masyarakat dan investor dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan transportasi udara,” kata Kadishubkominfo Kutim Johansyah Ibrahim.

Menurut dia, meskipun bandara tersebut saat ini telah difungsikan untuk penerbangan perintis tujuan Kongbeng menuju Bandara Sepinggan Samarinda, namun penyusunan FS bandara sangat penting dilakukan. Mengingat, dengan melihat perkembangan Kutim yang terus meningkat kemungkinan besar bandara tersebut juga akan dikembangkan sama seperti yang direncanakan untuk Bandara Sangkima.

“Bandara yang ada saat ini sebenarnya sudah sangat layak untuk penerbangan perintis. Namun, karena pemerintah ingin meningkatkan kualitas bandara, sehingga prosesnya dimulai dengan penyusunan FS-nya,” jelasnya.

Disinggung terkait antusias masyarakat terhadap penerbangan perintis di wilayah itu, Johansyah mengaku cukup tinggi. Sebab, dengan menggunakan tranportasi udara tersebut, waktu tempuh melalui jalur darat yang melelahkan dapat dipangkas hingga 11 jam lebih.

“Dulu dari Wahau ke Samarinda butuh waktu 12 jam lebih baru bisa sampai. Sekarang, 1 jam saja, sudah sampai. Jadi lebih menghemat waktu dan tenaga,” ujar Johanysah.

Belum lagi, lanjut dia, harga tiket yang murah yakni hanya Rp 299.500 per seat berlaku bagi dewasa dan anak-anak. Sehingga sangat terjangkau bagi masyarakat.

“Jika dibandingkan dengan angkutan darat, tentu tarif ini jauh lebih murah. Makanya banyak yang memilih menggunakan jalur udara,” imbuhnya.

Karena tingginya antusias masyarakat menggunakan transportasi udara itu, lanjut Johansyah, tahun depan pihaknya akan mengusulkan untuk penambahan jam terbang.

Baca juga:  Ground Marshall, Sebutan Untuk Tukang Parkir Pesawat

“Saat ini, untuk Bandara Uyung Lahay – Bandara Temindung Samarinda jadwal penerbangannya setiap Kamis dan Sabtu dengan kapasitas 18 penumpang. Nah nantinya akan diusulkan dua kali penerbangan dalam sehari,” tambah Johansyah. (luc/lhl)

Sumber: http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/48789/dishub-susun-fs-bandara-uyang-lahai.html

 

Previous articleBandara Wirasaba Bisa Tingkatkan Ekonomi Kawasan
Next articleGaruda Siap Layani Bandara Lagaligo