Home Blog Page 272

Bandara Unik di Indonesia, Dari Fasilitas Kebun Binatang Hingga di Atas Air

Pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia dinilai sangat pesat. Pertumbuhan penumpang dan pesawat melonjak drastis setiap tahunnya karena kelas menengah tanah air tumbuh tinggi.

Akibatnya bandara-bandara di Indonesia menghadapi kondisi berupa kelebihan daya tampung. Seperti yang menjadi sorotan di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng.

Maka dari itu bandara-bandara di Indonesa harus terus berkembang dan diperluas. Supaya menarik, kadang perluasan ini disisipi kreatifitas, sehingga bandara tersebut berkembang menjadi luas dan unik.

BUMN operator bandara yakni PT Angkasa Pura I dan II pun berlomba-lomba memperbaiki wajah kebandarudaraan dengan jalan membangun infrastruktur bandara yang mengikuti pertumbuhan di industri penerbangan tanah air.

Bandara pun dibangun dan dirancang dengan konsep unik dan modern. Seperti Bandara Sepinggan yang memiliki fasilitas mal hingga Bandara Ahmad Yani yang dibangun di atas air, atau bandara yang akan dilengkapi fasilitas kebun binatang di Sultan Thaha.

Sumber: http://finance.detik.com/read/2014/03/20/092603/2531163/4/bandara-unik-di-indonesia-dari-fasilitas-kebun-binatang-hingga-di-atas-air?880006fa

Bali Cari Opsi Bangun Bandara di Tengah Laut

Pemerintah Provinsi Bali berencana membangun bandara internasional kedua setelah Bandara Ngurah Rai di Kabupaten Badung.

Hingga Selasa (18/3/2014), sejumlah opsi dan lokasi bandara baru terus dikaji, salah satunya bandara yang diusulkan konsultan asal Kanada, Airport Kinesis Consulting (AKC), baru-baru ini.

”Bandara akan dibangun di atas lautan atau di pulau buatan. Semua fasilitas, seperti landasan pacu dan terminal, akan dibangun di sana. Pulau dengan daratannya dihubungkan dengan jalur kereta api. Fasilitas pendukung bandara lainnya akan tetap di daratan,” ujar Shad Servoune, konsultan AKC.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika tidak mau gegabah meskipun usulan itu cukup menarik. ”Kami meminta AKC presentasi sekali lagi di hadapan tokoh masyarakat Bali,” kata Pastika.

Selain untuk mengembangkan Bali bagian utara, bandara baru yang akan dibangun juga sebagai solusi atas padatnya Bandara Ngurah Rai. (ays)


Editor : I Made Asdhiana
Sumber : KOMPAS CETAK

Bandara Atung Bungsu Mulai Layani Pemesanan Tiket Pesawat

PAGARALAM – Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Pagaralam, Paber Napitupulu AP Msi melalui Kepala Bandara Atung Bungsu Heriansyah SE mengungkapkan, pihaknya sudah mulai melayani pembelian dan pemesanan tiket pesawat, bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang melalui Badara Atung Bungsu.

“Setelah resmi melakukan penerbangan perdana dengan pesawat Susi Air PK-VVM Propjet pada 13 Maret lalu, Bandara Atung Bungsu telah menyusun rencana jadwal penerbangan satu kali dalam seminggu di hari Kamis. Bahkan saat ini pihak Dishub sudah melayani pemesanan tiket pesawat,” ujarnya kepada Sripoku.com, Selasa (18/3/2014)

Untuk tiket pesawat mulai Senin (17/3/2014) kemarin sudah ada di Kantor Dishubkominfo dan sudah bisa dipesan. Harga tiket Rp 313.000. Harga tersebut sudah termasuk Jasa Raharaja akan tetapi belum termasuk hipotik.

“Respon masyarakat sangat positif dengan sudah banyak bertanya baik melalui pesan SMS dan telepon yang menanyakan jadwal keberangkatan maupun harga tiket. Kita pun sampaikan keberangkatan untuk sementara ini, dijadwalkan setiap Kamis dengan jam keberangkatan Pagaralam menuju Palembang sekitar pukul 08.40,” jelasnya.

Saat ini sudah tercatat hampir 30 calon penumpang yang sudah masuk ke waiting list di Kantor Dishubkominfo Pagaralam. Puluhan calon penumpang tersebut mayoritas penumpang tujuan Kota Palembang.

“Sudah ada dua keberangkatan pesawat Susi Air, pasalnya saat ini sudah ada sekitar 30 penumpang yang sudah memesan tiket ke pihak kita,” katanya.

Keluarga Penumpang MAS Enggan Percaya Pesawat di Samudera Hindia

Masman (62), kakak dari Indra Suria Tanurisman (57), salah satu penumpang pesawat Malaysia Airlines menyatakan sudah mendengar kabar perkembangan terakhir dari Pemerintah Australia melalui media. Namun, Masman masih belum yakin karena selama ini informasi yang berkembang sering simpang siur.

“Katanya baru diduga. Belum pasti itu serpihan pesawat karena baru kemungkinan. Katanya masih ditelusuri,” kata Masman, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (21/3/2014).

Meski demikian, dirinya tetap berharap keberadaan pesawat yang ditumpangi adiknya itu dapat segera ditemukan. Sejak awal, kata dia, keluarga merasa trauma berat dengan kejadian tersebut. Terlebih istri Indra, Santi dan anak angkat Indra yang shock dengan kejadian tersebut.

“Kemarin Ibu Santi ke dokter karena sakit. Penyebabnya ya karena itu (kepikiran) jadi kurang tidur. Anaknya yang masih kecil juga sering bertanya, kenapa bapaknya enggak pulang,” ujar Masman.

Belakangan kabar mengenai dugaan pesawat tersebut dibajak, membuat dirinya menaruh harapan adiknya selamat. Sementara ini, baik pemerintah Indonesia dan Malaysia atau pihak KBRI belum memberikan informasi lanjutan kepadanya mengenai perkembangan pencarian pesawat. “Belum pernah dihubungi. Tapi biasanya komunikasi dengan Ibu Santi,” ujarnya.

Pihak kepolisian dan imigrasi, lanjut Masman, sudah pernah menemui keluarga beberapa waktu lalu. DNA keluarga juga sudah diambil untuk dilakukan tes. Mereka membawa dokumen dari sana bahwa benar Indra merupakan penumpang pesawat tersebut.

Masman menyatakan, adiknya berangkat dari Jakarta untuk tujuan akhir Beijing, Jumat (7/3/2014). Sebelum itu, Indra transit di Kuala Lumpur, dan menumpang pesawat MH370 yang kemudian dilaporkan hilang pada Sabtu (8/3/2014).

“Adik saya ke Beijing mau lihat pameran. Berangkat Berdua sama kawan bisnisnya namanya Wily. Kawan bisnisnya juga bawa dua teman tapi saya tidak kenal,” ujar Masman.

Tidak ada firasat apapun yang dirasakan dirinya tenang keberangkatan sang adik. Ia pun tidak melakukan komunikasi sebelum Indra berangkat. Di mata keluarga, Indra merupakan sosok rajin dan pekerja keras.

Dua obyek

Perdana Menteri Australia Tony Abbot mengatakan, terlihat dua obyek yang diduga terkait penerbangan MH370. Obyek tersebut ditemukan di kawasan selatan Samudra Hindia. Abbot menyampaikan informasi tersebut kepada parlemen Australia. Armada pesawat pengintai Orion milik Angkatan Udara Australia sudah berangkat untuk melihat obyek itu, melibatkan tiga pesawat pengintai jarak jauh.

Australia merupakan satu dari setidaknya 26 negara yang terlibat dalam upaya pencarian pesawat tersebut, menangani pencarian di wilayah yang luas dan terpencil di Samudra Hindia. Pesawat Australia yang diterjunkan dalam pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 terus menjelajahi Samudera Hindia Selatan setelah satelit memindai benda-benda yang “mungkin terkait” dalam pencarian pesawat yang hilang itu.

Penilaian ahli citra satelit komersial mengenai keberadaan benda yang diduga merupakan “bidang puing-puing” dari penerbangan, itu ditemukan mengambang di laut sekitar 2.500 kilometer selatan-barat dari Perth. Empat pesawat pencari Australia serta pesawat dari Amerika Serikat dan Selandia Baru, telah dikirim untuk bergabung dalam pencarian


Penulis : Robertus Belarminus
Editor : Ana Shofiana Syatiri

Ini Tawaran Menarik Qantas di Astindo Fair 2014

Qantas akan memberikan penawaran perjalanan fantastis di pameran wisata Astindo Fair 2014 pada 21-23 Maret di Jakarta Convention Center (JCC). Penawaran tersedia untuk penerbangan dari Jakarta ke beberapa tujuan di Australia, Selandia Baru dan Amerika Selatan.

Siaran pers Qantas, Kamis (20/3/2014) menyebutkan harga perjalanan pulang pergi mulai dari 310 dollar AS ke
Sydney, Brisbane dan Melbourne di Australia dan 560 dollar AS ke Wellington, Auckland dan Christchurch di Selandia Baru.

Pelanggan yang bepergian dari Indonesia dapat menikmati
sajian anggur yang telah memenangkan penghargaan tingkat dunia dan makanan bertingkat premium yang diracik oleh koki terkenal Australia Neil Perry dalam penerbangan bisnis serta kapasitas bagasi hingga 30 kg bagi penumpang Ekonomi.

Pengunjung Astindo Fair 2014 yang membeli tiket Qantas juga berkesempatan untuk memenangkan perjalanan dengan Qantas ke Sydney, Australia.

Simon Smith, Manajer Qantas untuk Indonesia mengatakan pameran ini merupakan kesempatan terbaik bagi wisatawan untuk mencari penawaran liburan terbaik dan mencari tahu tentang pengalaman terbang bersama Qantas.

“Kami harap wisatawan Indonesia akan menggunakan kesempatan ini untuk merencanakan liburan mereka mendatang di Australia atau tujuan internasional Qantas lainnya,” kata Simon Smith. (*)


Editor : I Made Asdhiana

http://travel.kompas.com/read/2014/03/20/1737035/Ini.Tawaran.Menarik.Qantas.di.Astindo.Fair.2014

Pantai Gangga di Bali Masih Asri

Kabupaten Tabanan yang berada di sisi barat Bali terkenal dengan Pura Tanah Lot. Padahal kabupaten ini menawarkan banyak tempat wisata dan aktivitas. Salah satunya adalah Pantai Gangga.

Pantai Gangga tak jauh dari Tanah Lot. Dengan pasir hitam, Pantai Gangga menawarkan panorama yang masih asri, terutama saat matahari terbenam. Sangat mudah menemukan sawah di seputaran Pantai Gangga.

Di kawasan sekitar Tanah Lot sampai Pantai Gangga sudah berdiri vila-vila pribadi dan resor. Namun hanya sedikit resor di kawasan ini.

“Baru ada tiga resor, salah satunya Waka Gangga,” kata Resort Manager Waka Gangga, Juliana Rosenboom, di Jakarta, Rabu (19/3/2014).

Juliana menuturkan beberapa tahun ke depan kawasan ini akan dibangun beberapa resor baru. Ia mengaku turis domestik masih jarang menginap di Pantai Gangga.

Padahal kawasan ini masih sepi dan alami. Waka Gangga sendiri terbilang masih baru, sekitar empat bulan. Juliana menuturkan selama empat bulan itu, baru ada satu tamu domestik. Sisanya turis asing.

“Padahal secara harga, kami tidak jauh berbeda dengan di kawasan Seminyak,” katanya.

Tarif menginap dibandrol mulai dari 200 dollar AS. Juliana menambahkan Tabanan masih begitu asri dan menampilkan wajah Bali sesungguhnya.

“Masih banyak sawah. Dan sebenarnya jaraknya tidak begitu jauh. Hanya satu setengah jam dari Bandara Internasional Ngurah Rai,” kata Juliana.


Penulis : Ni Luh Made Pertiwi F
Editor : I Made Asdhiana

Edy Antoro, Menyulap Batu Menjadi Apel

SOSOKNYA kalem, penuh senyum, dan sangat sederhana. Tidak ada yang menyangka bahwa ia adalah salah seorang yang paling berperan mengenalkan Kota Batu, Jawa Timur, sebagai kota apel. Dialah Edy Antoro (56), Direktur Utama Kusuma Agrowisata Group, perusahaan yang bergerak di bidang agrobisnis wisata terkemuka di Kota Batu.

Siapa tidak kenal dengan wisata petik apel, jeruk, stroberi, dan berbagai tanaman hortikultura lain di Kota Batu. Petik hortikultura itu dikenalkan oleh Kusuma Agrowisata Group untuk pertama kalinya di Jawa Timur. Ribuan orang telah mengunjungi kebun Kusuma Agrowisata di Kota Batu. Wisata petik apel sudah menjadi ruh kota ini.

Bukan saja karena banyaknya peminat petik apel yang datang dari berbagai pelosok dalam dan luar negeri, melainkan juga karena banyaknya pekerja yang terlibat di dalamnya. Setidaknya ada 3.000-an pekerja di seluruh divisi Kusuma Agrowisata Group, dan 90 persennya adalah warga Kota Batu dan sekitarnya.

Ada lima divisi di Kusuma Agrowisata Group, yaitu agrobisnis, hotel, estate, agroindustri, dan Sindu Kusuma Edupark di Sleman, Yogyakarta. Total lahan yang dimiliki Kusuma Agrowisata Group di Kota Batu adalah 90 hektar. Adapun pertumbuhan ekonomi usahanya mencapai 35 persen setiap tahun.

Namun, siapa sangka, awalnya Kusuma Agrowisata Group lahir dari tetes air mata dan keringat Edy Antoro yang mencangkul sejengkal demi sejengkal tanah di hadapannya selama tiga tahun berturut-turut sebelum akhirnya mendapatkan hasil. Bukan semudah mencangkul tanah sawah yang subur, tetapi Edy harus mencangkul tanah tandus berbatu setiap hari, bersama beberapa anak buahnya.

Tandus

Tahun 1988, Edy diminta mengelola lahan milik mertuanya seluas 2,5 hektar di kawasan tandus di sisi selatan Kota Batu. Di lahan itu, saking tandusnya, tanaman jagung pun tidak bisa tumbuh tinggi. Biasanya di lahan tersebut orang datang untuk mencari batu. Saat itu harga tanah di sana masih Rp 5.500 per meter persegi.

Sebagai bekas sinder kopi di perkebunan di Jember, Edy sempat berpikir ingin menanami lahan tandus tersebut dengan kopi arabika. Namun, melihat para petani si sisi utara Kota Batu berhasil membudidayakan apel, Edy pun tergerak untuk turut menanam apel.

”Namun, hampir semua orang mencibir saat saya mulai menanam apel. Mereka pesimistis di lahan tandus ini bisa ditanami apel. Mereka berpikir saya hanya buang-buang uang dan energi,” ujar Edy beberapa waktu lalu.

Edy pun dengan keyakinannya tetap menanam apel di lahan tandus tersebut. Setelah mengolah lahan selama setahun, Edy mulai menanam apel tahun 1989.

Di lahan tandus tanpa listrik, jalan makadam, jauh dari perkampungan penduduk, dan pengairan sangat minim, Edy yakin ia bisa berhasil. Dengan merelakan air PDAM menjadi sumber pengairan utama di lahannya, Edy terus menggarap kebun apelnya dengan dibantu 60 pekerja.

Benar saja, beberapa kali tanam, Edy mendapati usahanya gagal total. Tingkat kematian tanaman apelnya hingga 40 persen. Namun, Edy terus mencoba menanam apel karena di hatinya ada secuil keyakinan bahwa ia akan berhasil. Tiga tahun sejak pertama kali tanam, tanaman apel Edy pun mulai membuahkan hasil. Ia mulai bisa panen apel setelah mencari bibit apel terbaik hingga ke luar Jawa.

”Saya ingat waktu itu langsung bisa kredit mobil untuk mengangkut hasil panen apel ke Surabaya,” ujar suami dari Susana tersebut.

Namun, kegembiraan ini tidak lama. Saat membawa 8 kuintal apel segar ke pembeli di Surabaya, apel Edy hanya dihargai Rp 1.500 per kilogram. Padahal, harga di tingkat tengkulak di Kota Batu saja masih Rp 1.900 per kilogram dan harga di pasaran Surabaya bisa mencapai Rp 5.500 per kilogram. Alasan pembeli waktu itu, kualitas apel milik Edy tidak baik. Padahal, saat ditimbang, apel reject milik Edy hanya 2 kilogram dari total 8 kuintal yang dijual.

”Sejak saat itu saya merasa sakit hati. Saya bertekad ingin membuat supermarket di tengah kebun agar harga buahnya tidak diombang-ambingkan pembeli dan tengkulak yang tidak menghargai kerja petani,” ujar Edy mengingat-ingat masa lalunya.

Supermarket

Keinginan membuat supermarket itu pun akhirnya diwujudkan Edy tahun 1992. Konsepnya, orang bisa memetik apel langsung di kebun dan bisa membawa pulang. Harga karcis masuk ke kebun waktu itu Rp 5.000, sama dengan harga 1 kilogram apel di pasar.

Edy mempromosikan sendiri wisata petik apel itu dari hotel ke hotel, dari lokasi wisata ke lokasi wisata lain. Dan, rupanya ide petik apel langsung di kebun ini pun semakin dikenal di kalangan wisatawan.

Untuk menunjang kesehatan apel produksinya, Edy mulai menggunakan pupuk organik yang dibeli dari warga sekitar. Banyak petani pun mendapat keuntungan dari menjual olahan kotoran ternak mereka.

Usaha Edy terus maju karena ia juga membuat hotel di sekitar kebun apelnya. Tujuannya, agar semakin banyak wisatawan bisa menikmati kebun apelnya tanpa harus terburu-buru pulang.

Pendirian Hotel Kusuma Agrowisata ini pula yang menjadi jalan masuknya listrik ke kawasan di lereng Gunung Panderman tersebut. Saat listrik menyala, warga mulai datang dan mau menempati daerah yang sudah berubah dari lahan marjinal menjadi lahan ekonomis tersebut.

Berangsur-angsur, kawasan di lereng Panderman tersebut mulai ramai bukan saja untuk rumah tinggal, melainkan juga untuk tempat wisata dan usaha. Jalanan sempit makadam yang dulu menjadi satu-satunya akses di sana kini berubah menjadi jalan aspal mulus dengan dua jalur. Kini, harga tanah di sisi selatan Kota Batu tersebut lebih dari Rp 3 juta per meter persegi.

Tidak berhenti di situ saja, Edy juga mulai membuat minuman sari apel, dodol apel, hingga beragam oleh-oleh dari apel dan hortikultura lain. Warga yang semula belajar membuat aneka makanan olahan apel itu kini mulai membuat usaha sendiri. Tidak sedikit di antara mereka turut menanam apel seperti Edy. Warga pun turut berkembang bersama kemajuan usaha Edy.

”Bagi saya tidak masalah banyak orang bisa berusaha karena saya. Saya pun bisa karena ada mereka yang membantu saya. Mungkin dengan doa mereka pula saya bisa seperti ini. Jadi mengalir seperti air saja,” ujar ayah tiga anak tersebut.

Edy mengajarkan bahwa sesulit apa pun itu, kalau diusahakan dengan sungguh-sungguh, akan membawa hasil suatu ketika. Terbukti, Edy mampu menyulap bebatuan di tanahnya menjadi apel ranum dan segar yang diburu orang. (Dahlia Irawati)


Editor : I Made Asdhiana
Sumber : KOMPAS CETAK

Naik Kelas dengan “Lifestyle Tourism”

Akhir Mei 2014 akan berlangsung perhelatan akbar dan perdana di Jakarta yang mempertemukan praktisi dan pakar fitnes dari berbagai negara. Kegiatan semacam ini dapat dikategorikan lifestyle tourism yang bisa bikin sebuah kota seperti Jakarta, naik kelas.

Kegiatan bertajuk Indonesia Fitness & Health Expo atau IFEX 2014 ini bertujuan memberikan motivasi, mengedukasi, serta menginspirasi untuk lebih aktif bergerak dan bergaya hidup sehat.

Pakar pemasaran yang juga anggota Badan Promosi Pariwisata Indonesia, Hermawan Kertajaya, mengatakan kegiatan semacam ini merupakan bentuk lifestyle tourism. Selain bisa menghadirkan pengunjung komunitas penggemar fitnes dari kota atau negara lain, turis bisa menjadi advokat di tempat asalnya karena merasa terhubung dengan kegiatan tersebut.

Event ini akan bikin Jakarta naik kelas. Harus ada keberanian memulai, menarik pengunjung dari dalam dan luar negeri,” tuturnya saat jumpa pers IFEX 2014 di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (18/3/2014).

Hermawan menyarankan IFEX atau kegiatan lain yang termasuk lifestyle tourism mulai mengarah pada kebutuhan menggaet hati turis. Berbagai kegiatan pariwisata bukan lagi semata menyenangkan turis selama berada di kota tujuan, atau sekadar menciptakan suasana aman, bersih, nyaman.

Ia menyebut kegiatan semacam ini dengan istilah tourism marketing 3.0. Berbagai kegiatan yang memajukan pariwisata sebaiknya bisa mengaet pelanggan atau dalam hal ini turis, dengan sentuhan personal yang membuat mereka merasa terpenuhi kebutuhannya atau merasa terhubung.


Penulis : Wardah Fajri
Editor : I Made Asdhiana

Samsung akan Produksi Layar Retina Display untuk iPad mini 2

Meski masih terus berseteru di ranah hukum, hubungan bisnis Samsung dan Apple tampaknya masih terus berkembang. Fakta ini terungkap setelah sebuah laporan dari ETNews memberitakan bahwa Samsung untuk pertama kalinya akan ambil bagian dalam memproduksi panel layar untuk produk Apple mendatang yaitu iPad mini 2.

Menurut laporan tersebut, Samsung telah sepakat dengan Apple untuk memproduksi panel layar iPad mini 2 mulai pada paruh kedua tahun 2014 mendatang. Samsung akan mengambil sebagian porsi Sharp, sementara Sharp dan LG juga masih tetap memproduksi panel yang sama. Sharp diperkirakan lebih berfokus ke teknologi IGZO yang dikembangkannya dan kemungkinan panel tersebut akan dipakai di iPad Air yang akan datang.

Selain memproduksi panel layar iPad mini 2, Samsung dirumorkan juga telah mengikat kesepakatan untuk membuat chip A8 SoC yang dipakai di produk-produk gadget yang dibuat Apple. Meski begitu kabar ini juga masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut karena Apple sebelum ini juga dirumorkan mengalihkan produksi chip A8 SoC kepada TSMC dari Taiwan.

via ETNews, G4Games

Sumber: http://id.berita.yahoo.com/samsung-akan-produksi-layar-retina-display-untuk-ipad-131040713.html

Kisah tentang Penumpang dan Kru Dalam Pesawat Malaysia yang Hilang

Associated Press
Ada 12 kru dan 227 penumpang di dalam pesawat Malaysia Airlines yang menghilang sekitar 40 menit setelah lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret.

Mereka semua berasal dari berbagai belahan dunia: ada 14 kewarganegaraan antara lain Selandia Baru, Iran, Amerika Serikat, dan Indonesia. Dua pertiga penumpang berasal dari Cina. Berikut ini adalah kisah tentang beberapa penumpang dalam pesawat nahas tersebut.

Kapten Berpengalaman
Pilot pesawat Zaharie Ahmad Shah, 53, bergabung dengan Malaysia Airlines pada 1981 dan memiliki pengalaman lebih dari 18 ribu jam terbang. Orang-orang yang mengenal Zaharie dari keterlibatannya dalam lingkaran politik oposisi di Malaysia dan area lain yang digelutinya menggambarkan dia sebagai pribadi yang mudah bergaul, rendah hati, penyayang, dan juga sangat berdedikasi terhadap pekerjaan yang dijalaninya.

Laman Facebook miliknya menunjukkan dia adalah seorang pecinta penerbangan. Dia membuat simulator pesawat sendiri di rumah dan suka menerbangkan pesawat dengan remote control. Selain itu, ada juga foto-foto dari semua koleksinya, termasuk sebuah helikopter mesin ganda ringan dan sebuah pesawat amfibi.

Lahir di negara bagian Penang, kapten yang juga seorang kakek itu merupakan seorang pria yang bisa memperbaiki berbagai peralatan rumah tangga sekaligus koki rumahan yang cukup andal. Zaharie mengunggah beberapa video di YouTube, termasuk mengenai bagaimana cara membuat AC menjadi lebih efisien untuk menghemat tagihan listrik, bagaimana membuat jendela tahan air, dan bagaimana cara memperbaiki alat pembuat es di kulkas.

Banyaknya “like” dan aktivitas lain di akun YouTube milik Zaharie menunjukkan penerimaan yang cukup hangat atas atheisme, sebuah pengakuan tidak biasa di Malaysia yang penduduknya didominasi umat Muslim.

Kontroversi dari Kokpit
Seorang imam dari masjid setempat menggambarkan co-pilot Fariq Abdul Hamid sebagai seorang “anak baik-baik”. Para tetangganya menggambarkan dia sebagai sosok yang soleh.

Dia dicap sebagai seorang playboy oleh media asing, setelah ada pembeberan yang mengungkap bahwa dia dan dua pilot lain mengundang dua wanita yang menaiki pesawat mereka untuk duduk di kokpit saat penerbangan internasional pada 2011.

Selama penerbangan berlangsung para pilot itu merokok dan menggoda mereka, kata salah satu wanita yang diundang, Jonti Roos dari Afrika Selatan, dalam sebuah wawancara yang disiarkan oleh Nine Network Australia.

Aktivitas Fariq, 27, baru-baru ini direkam oleh kru dari “CNN Business Traveler”. Reporter CNN Richard Quest menyebut adegan itu pendaratan sempurna Boeing 777-200, model yang sama seperti pesawat yang lenyap secara tiba-tiba tersebut.

Sebuah laman penghormatan online untuk para pilot itu menunjukkan foto Fariq di dalam kokpit bersama Richard Quest, keduanya menyunggingkan senyuman.

Namun, Fariq masih baru dalam mengendarai model 777 dan memiliki 2.763 jam terbang secara keseluruhan.

Tetangganya Ayop Jantan mengatakan dia mendengar kabar Fariq sudah bertunangan dan sedang merencanakan pernikahan. Sebagai anak sulung dari lima bersaudara, prestasi Fariq di bidang pekerjaan menjadi kebanggaan bagi ayahnya, kata Ayop.

Tujuan Korea Utara
Dosen kimia Kranti Shirsath sedang dalam perjalanan menuju Korea Utara melalui Beijing untuk mengunjungi suaminya Prahlad, yang hampir menyelesaikan kontrak tiga tahun dengan grup nirlaba Concern Worldwide. Dia berencana untuk membantu suaminya berkemas sebelum pulang ke rumah mereka di India, tempat Kranti tinggal bersama dua putra mereka di kota sebelah barat, Pune.

Selama 17 tahun terakhir, pasangan suami istri itu tinggal di berbagai negara, termasuk Afghanistan dan Tajikistan, karena Prahlad bertugas di LSM yang berbeda. Namun Kranti tetap tinggal dengan anak-anak mereka ketika Prahlad mendapat tugas di ibu kota Korea Utara, Pyongyang.

Prahlad pergi ke Kuala Lumpur setelah mendengar kabar bahwa pesawat yang ditumpangi istrinya menghilang. Setelah menghabiskan empat hari di Kuala Lumpur tanpa membuahkan hasil, Prahlad kembali ke Pune untuk menemui putranya.

“Selain tidak ada kabar mengenai pesawat tersebut, hal yang lebih menyakitkan adalah berbagai teori konspirasi yang beredar,” kata Prahlad Shirsath kepada para reporter di Pune.

Ahli Kaligrafi yang Diakui
Ahli kaligrafi pemenang penghargaan Meng Gaosheng, 64 tahun, adalah ketua delegasi beranggotakan dua puluhan seniman Cina yang akan mengikuti pameran selama tiga hari di Malaysia berjudul “The China Dream, An Ode to Colors”.

Hasil karya Meng dipajang di area turis utama di Beijing, seperti balai memorial dan makam Mao Zedong serta Great Hall of the People.

Saat berada di Kuala Lumpur, Meng menghabiskan sebagian besar waktunya bersama para seniman di pameran. Namun, sehari sebelum mereka kembali, para seniman melakukan tur ke situs-situs terkenal di Kuala Lumpur, seperti istana kerajaan dan Menara Kembar Petronas, gedung paling tinggi di Malaysia.

Menurut Xu Lipu, seorang seniman yang juga ikut dalam perjalanan itu namun mengambil penerbangan lain untuk pulang ke Cina, Meng adalah seorang seniman yang diakui dan senang berbagi pandangannya mengenai teori artistik kepada seniman lain. Meng selalu mendorong seniman lain dengan memberikan pujian kepada mereka dan pada hasil karya mereka, kata Xu.

Pensiunan PNS, Seniman Penuh Semangat
Wang Linshi, 69, bekerja sebagai PNS di kota timur Cina, Nanjing, sampai mencapai masa pensiun. Namun dia punya minat besar melukis, khususnya melukis anak ayam dan ayam jago, menurut keterangan putranya Wang Zhen. Wang Linshi sedang melakukan perjalanan bersama grup Meng Gaosheng.

“Saya ingat ketika saya masih kecil, ayah saya sengaja memelihara anak ayam untuk mengamati perilaku mereka agar dia bisa melukis anak-anak ayam tersebut,” kata Wang Zhen.

Istri Wang Linshi, Xiong Deming, 63, juga ikut pergi bersama grup itu. Wang Zhen menggambarkan ibunya sebagai sosok yang manis dan juga bijaksana, seseorang yang selalu menjaganya dan juga baik dalam memperlakukan istri barunya.

Wang Zhen, seorang insinyur, mengatakan bahwa sejak dia menikah setahun lalu, kedua orangtuanya tidak pernah berhenti menyemangati dia dan istrinya untuk memiliki seorang anak.

“Mereka ingin kami memberikan seorang cucu kepada mereka. Mereka tidak peduli apakah cucunya nanti laki-laki atau perempuan, yang penting mereka punya seorang cucu,” kata Wang.

Terakhir kali dia mendengar kabar dari ayahnya adalah ketika mereka saling mengirim SMS, saat ayahnya sedang berada di bandara internasional Kuala Lumpur. Wang mengirimkan SMS kepada ayahnya untuk menanyakan bagaimana kabar ayahnya di sana, yang dibalas Wang Lingshi: “Perjalanan kami berjalan dengan sangat mulus. Kami akan kembali besok malam. Aku agak sibuk untuk berbincang-bincang saat ini.”

Perjalanan Dinas Terakhir ke Cina
Keluarga Philip Wood berjumpa dengan pria tersebut di Texas, Amerika Serikat. Sedianya, ini akan menjadi perjalanan dinas terakhir Wood ke Cina yang bekerja sebagai salah satu petinggi perusahaan teknologi IBM. Philip Wood, 50, belum lama ini memperoleh sertifikat scuba diving, salah satu cara memuaskan jiwa petualangnya.

Keluarga Wood terus mengikuti berita pencarian pesawat Malaysia Airlines di kediaman mereka di Keller, Texas, salah satu wilayah permukiman di Dallas-Fort Worth. Adik terkecil Philip, James, mengatakan pada Senin pekan ini bahwa keluarga mereka terus memanjatkan doa, meskipun mereka bersikap realistis mengenai peluang ditemukannya Philip dalam keadaan selamat.

“Kami tidak yakin ia akan pulang dengan selamat, meskipun kami berharap ia selamat,” ujar James Wood. Ia kemudian menambahkan, “Kami masih yakin semuanya akan baik-baik saja.”

Philip sudah bekerja di Beijing, Cina, selama dua tahun terakhir dan ia melakukan perjalanan terakhirnya ke negara tersebut melalui bandara Kuala Lumpur, Malaysia.

James Wood mengatakan kakaknya merupakan orang berjiwa petualang. Ia suka melakukan perjalanan dan melihat berbagai tempat baru. Ini adalah salah satu hal yang disukai Philip dari pekerjaan yang ia geluti. Philip merupakan seorang duda dan memiliki dua orang anak yang sudah dewasa, salah satu di antaranya merupakan mahasiswa di Texas A&M University.

“Dengan jujur aku bisa katakan ia adalah orang yang menjalani hidupnya dengan penuh makna,” ujar James Wood.

Perjalanan Pertama ke Luar Negeri
Maimaitijiang Abula, seorang guru seni berusia 34 tahun asal Xinjiang, wilayah barat Cina–kampung halaman kelompok etnis minoritas Uighur–untuk pertama kalinya ke luar negeri. Ia adalah bagian dari kelompok pelukis dan seniman kaligrafi yang berkunjung ke Malaysia untuk menggelar sebuah pameran.

Sahabat karibnya, Yimamu’aishanjiang, mengatakan kepada majalah Cina Nanfang People Weekly, bahwa seniman tersebut bercerita bahwa ia bertekad menjadi seorang pelukis realisme yang handal.

Maimaitijiang begitu gembira dengan pencapaiannya di Malaysia: ia memenangi sebuah penghargaan, diwawancarai oleh salah satu stasiun TV di Malaysia, dan salah satu lukisan karyanya dipamerkan di sebuah galeri, seperti diutarakan Yimamu’aishanjiang kepada Nanfang People Weekly.

Salah seorang sahabatnya yang lain, Aiyin Abudu mengatakan kepada majalah tersebut bahwa Maimaitijiang mulai menggambar saat ia baru berusia enam tahun dan berharap “Seluruh masyarakat dunia mengenal Xinjiang lewat karya-karyanya.”

Beberapa saat sebelum melakukan penerbangan dengan pesawat 370 milik Malaysia Airlines, Maimaitijiang sempat menelepon sang sahabat Yimamu’aishanjiang. Maimaitijiang mengatakan “Apa kabar sobat?”

“Kami semua berada di sekolah, menantikan kau kembali,” sahut Yimamu’aishanjiang.

Pekerjaan Baru di Mongolia
Paul Weeks, seorang teknisi mesin berusia 39 tahun berkewarganegaraan Selandia Baru, sedang dalam perjalanan menuju Mongolia untuk melaksanakan pekerjaan barunya. Ia berencana untuk segera kembali ke rumahnya di Perth, Australia Barat. Istri dan kedua putranya menantikan dirinya.

Sebelum berangkat, ia menyerahkan cincin pernikahan dan jam tangannya kepada sang istri Danica untuk disimpan baik-baik. Ia meminta Danica untuk mewariskan barang tersebut kepada kedua putranya, Lincoln yang baru berusia tiga tahun dan Jack yang baru berusia 11 bulan, jika hal yang tidak diinginkan sampai terjadi.

Danica Weeks mengatakan pada Selasa pekan ini bahwa ia dapat menerima kenyataan hilangnya pesawat yang ditumpangi sang suami, namun ia terlalu sedih untuk berbicara lebih jauh lagi.

Lewat sebuah tulisan di Facebook sehari setelah pesawat dilaporkan menghilang, Danica mencurahkan isi hatinya: “[Aku] berada di situasi yang tidak pernah aku harapkan, berusaha keras mengumpulkan kekuatan bagi kedua putraku yang manis, aku amat merindukan suamiku tercinta.”

Paul Weeks sempat diwawancarai oleh surat kabar Selandia Baru The Press pada 2012 mengenai keputusannya untuk memboyong keluarganya ke Australia dari kota Christchurch, Selandia Baru, setelah porak poranda akibat gempa bumi setahun sebelumnya.

“Aku menganggap hijrahnya kami ke Australia sebagai satu keharusan, bukan sebagai pilihan, karena sebenarnya kami bahagia membangun keluarga di Christchurch,” ujar Paul kepada The Press.

Teknisi Pesawat
Mohamad Khairul Amri Selamat, seorang teknisi pesawat berusia 29 tahun dari sebuah perusahaan penyewaan pesawat swasta, ayah dari seorang putri yang baru berusia 15 bulan, sedang melakukan perjalanan ke Beijing untuk urusan pekerjaan.

Keberadaannya di dalam pesawat Malaysia Airline menjadi sorotan setelah otoritas Malaysia mengatakan mereka yakin berubahnya jalur penerbangan pesawat dan putusnya sambungan komunikasi otomatis dilakukan secara sengaja.

Mohamed Khairul baru-baru ini pindah ke rumah baru di pinggiran kota Kuala Lumpur. Keluarga berencana berkunjung pada bulan ini saat Khairul kembali dari Beijing, kata sang ayah Selamat Omar.

Khairul sempat menelepon ayahnya pada 6 Maret, malam hari untuk memberitahukan mengenai perjalanan yang akan ia lakukan dan menanyakan mengenai kesehatan sang ayah yang menderita diabetes.

“Terserah orang lain bilang apa, namun aku sangat mengenal putraku. Tidak mungkin ia terlibat dalam kasus semacam ini,” ujar Selamat. “Aku berdoa agar pesawat tidak mengalami kecelakaan dan ia akan segera kembali.”

Selalu Menelepon Dua Kali
Chandrika Sharma selalu menelepon ibunya dua kali sebelum melakukan perjalanan.

Pertama, ia menelepon untuk memberi tahu sang ibu mengenai perjalanan dan menanyakan apakah ibunya membutuhkan sesuatu. Kemudian ia akan kembali menelepon untuk memberi tahu bahwa ia sudah berada di bandara dan bersiap untuk melakukan penerbangan.

“Kali ini juga, Chandrika meneleponku sebelum berangkat untuk mengingatkanku agar tidak lupa untuk minum obat,” ujar Shakuntala Sharma, 88. Terakhir kali ia berbincang-bincang dengan putrinya adalah pada 7 Maret lalu sebelum pesawat lepas landas.

Chandrika, seorang aktivis LSM sekaligus direktur International Collective in Support of Fishworkers, sedang dalam perjalanan menuju Mongolia untuk mengikuti sebuah konferensi. Chandrika selalu peduli terhadap “masyarakat miskin dan tidak berdaya,” seperti diungkapkan oleh sang ibu.

Chandrika adalah seorang istri sekaligus ibu dari seorang putri. Ia juga mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di New Delhi, India.

Suami Chandrika, K.S. Narendran, seorang konsultan manajemen di Chennai, India, bingung mengapa pesawat bisa menghilang begitu saja.

“Ada kecurigaan bahwa ada hal lain yang lebih besar dalam peristiwa ini melebihi apa yang diberitakan. Dan jika hal itu benar, siapa yang diuntungkan dari peristiwa ini?”

Sumber: http://id.berita.yahoo.com/kisah-tentang-penumpang-dan-kru-dalam-pesawat-malaysia-yang-hilang-095348909.html

Emirates Terbang ke Chicago Mulai 5 Agustus 2014

Perusahaan penerbangan Emirates, Senin (24/2/2014) mengumumkan peluncuran layanan tambahan rute harian ke Terminal 5 Bandara Internasional O’Hare Chicago mulai 5 Agustus 2014. Layanan ini akan beroperasi menggunakan Boeing 777–200 LR dengan mesin GE90.

Chicago akan menjadi rute Emirates yang ke-9 di Amerika Serikat menyusul rute-rute seperti Boston, Massachusetts yang akan diluncurkan 10 Maret tahun ini.

Menurut Tim Clark, President Emirates Airline, melayani rute ke Chicago telah menjadi harapan Emirates Airline sejak lama. “Pembukaan rute Chicago ini adalah merupakan kabar baik untuk ekonomi, pariwisata, tenaga kerja dan juga penumpang antara Dubai dan Chicago,” katanya.

“Kami senang dengan kehadiran Emirates ke Chicago. Jaringan transportasi udara sangat penting untuk perdagangan dan pariwisata,” kata Rahm Emanuel, Wali Kota Chicago. (*)
 


Editor : I Made Asdhiana

Emirates Mulai Terbang ke Boston

Maskapai Emirates meluncurkan penerbangan harian, dengan layanan non-stop antara Dubai dan Boston pada Senin (10/3/2014). Boston menjadi destinasi ke-8 di Amerika Serikat dan menjadi destinasi ke-142 untuk jaringan global Emirates yang akan menjadi kunci pariwisata dan destinasi perdagangan di antara enam benua.

Seperti diungkapkan dalam siaran pers yang diterima Kompas Travel, Rabu (12/3/2014), Emirates akan mengoperasikan penerbangan harian antara dua Dubai dan Boston dengan pesawat Boeing 777-200LR yang dibagi ke dalam tiga kelas konfigurasi, yang menyediakan 8 kursi untuk First Class, 42 kursi untuk Kelas Bisnis, dan 216 kursi untuk Kelas Ekonomi.

EK 237 akan berangkat dari Dubai pada pukul 09.45 dan mendarat di Boston pada pukul 15.15. Penerbangan kembali dengan EK 238, akan berangkat dari Boston pada pukul 23.15 dan mendarat di Dubai pada pukul 19:30 pada hari berikutnya.

“Kami sangat optimistis dengan hadirnya layanan Boston yang baru ini. Sejak pertama kali kami mengumumkan rencana agar dapat menghubungkan Massachusetts dengan jaringan global, kami telah menerima banyak dukungan dan respon yang positif dari para pelancong dan pelanggan bisnis, tidak hanya di AS tetapi juga dari pasar domestik kami di UEA, dan sebagian besar negara lainnya di Asia, Afrika, dan Timur Tengah,” ujar President Emirates Airlines, Tim Clark.

Boston merupakan tujuan yang penting untuk warga Indonesia terutama untuk para pelajar. Boston yang memiliki luas 127 kilometer persegi dengan penduduk sekitar 625.000 jiwa terkenal dengan universitas-universitas ternama seperti Harvard University, MIT, Boston University, Tufts University dan masih banyak lagi.  Selain itu, sebagai salah satu kota tertua di Amerika Utara, Boston juga terkenal sebagai destinasi bagi para pelancong luar negeri karena mempunyai sejarah dan budaya yang berlimpah.

Emirates memulai pelayanan ke kota-kota di Amerika di 2004, dengan penerbangan non-stop dari JFK New York ke Dubai dan saat ini telah melayani pelayanan penerbangan ke Washington, Houston, Dallas, Seattle, San Francisco, dan Los Angeles. (*)


Penulis : Ni Luh Made Pertiwi F
Editor : I Made Asdhiana

Cuaca

Bali
overcast clouds
27.6 ° C
27.6 °
27.6 °
79 %
3.3kmh
89 %
Sat
27 °
Sun
29 °
Mon
30 °
Tue
30 °
Wed
30 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,334.3
AUD
12,480.7
EUR
20,325.2
CNY
2,538.6
JPY
110.4
SGD
13,621.2