Home Blog Page 259

Kudeta di Thailand Tak Pengaruhi Pelancong Asing

Bangkok – Kondisi di Thailand pasca perebutan kekuasaan pemerintahan tak menyurutkan kunjungan wisatawan ke Negeri Gajah Putih itu. Para turis seakan tidak peduli dengan situasi politik setelah kudeta beberapa waktu lalu.

Dari pengamatan detikTravel di Bangkok sepanjang Rabu (4/6) hingga Jumat dini hari ini (6/6/2014), tidak tampak sama sekali keadaan yang mengkhawatirkan. Baik warga lokal maupun mancanegara dengan santai berlalu lalang di pusat Kota Bangkok.

Pun begitu dengan situasi di penjuru ibu kota Thailand ini. Masyarakat setempat terlihat memenuhi pusat-pusat keramaian. Bahkan para wisatawan asing sangat banyak ditemui di pinggir-pinggir jalan dan pusat perbelanjaan.

Turis asing dari Eropa, India, dan juga Asia menyesaki kawasan perbelanjaan utama di jantung Kota Bangkok. Seperti mal-mal mewah yang berlokasi di Ploenchit Road, Vibhavadeerangsit Road, Wongwang Road, Chaeng Wattana Road, Rangsit Pathum Road, dan Petchburi Road.

Selain di pusat pertokoan, wisatawan juga banyak terdapat di tempat-tempat makan dan obyek-obyek wisata yang tersebar di seantero Bangkok. Pelancong antara lain kerap dijumpai di Dream World, Siam Ocean World, Bangkok Nanta Theatre, dan Asiatique Riverfront.

Ramainya wisatawan juga mudah ditemui di kehidupan malam Bangkok, seperti di Pharam Road, Phahol-yothin Road, Petchburi Road, Ploenchit Road, dan Menam Riverside Bangkok. Bahkan sejak petang kawasan tersebut sudah dijubeli oleh para turis asing.

Direktur Tourism Authority of Thailand, Nithee Seeprae, menuturkan pasca kudeta kudeta militer yang di Thailand baru-baru ini tidak mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan mancanegara.

“Animo warga asing yang hendak berlibur ke Thailand tetap tinggi. Mereka tidak khawatir akan situasi politik yang terjadi di sini,” ujar Nithee kepada detikTravel.

Nithee mengakui pada saat junta militer Thailand memberlakukan jam malam memang sempat berpengaruh sedikit terhadap industri pariwisata. Namun jam malam di tiga resor wisata terkenal di negeri itu yaitu Phuket, Pattaya, Ko Samui, sudah dicabut sejak beberapa hari lalu.

Junta militer pun menyadari tidak ingin kudeta yang terjadi sampai mengganggu warga asing di Thailand atau pun yang hendak mengunjungi negara ini. “Situasi di sini stabil, orang-orang asing tidak perlu takut. Keamanan mereka bahkan dijamin,” kata Nithee menegaskan.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2014/06/06/060824/2601401/1382/kudeta-di-thailand-tak-pengaruhi-pelancong-asing

100 Ribu ke Bali ala Nugie

“Gaya gayanya anak mahasiswa…,” ujar Nugie

NugieSeusai tampil di program streaming #RabuGhiboo yang tayang setiap Rabu pukul 3 sore Ghiboo.com, Nugie bersedia meluangkan waktu untu membagi kisah tentang liburannya di Bali. Intermeso, bagi saya, bila menyebut nama Nugie, yang akrab di telinga adalah lagu bernuansa alam seperti “Pembuat Teh” dan “Burung Gereja”

Kami duduk santai di sofa letter L berwarna abu-abu. Dimulai obrolan basa basi, hingga akhirnya Nugie bercerita bahwa ia dan kelima temannya pernah berpetualang ke Bali. Modal di kantung hanya uang 100 ribu ke Bali! “Gayanya gaya anak mahasiswa yang bukan berpetualang, culun semua, ha ha ha,” ujar Nugie, mengenang.

Usai menyeruput kopi, Nugie kemudian melanjutkan kisahnya itu, menjawab rasa penasaran saya. “Tahun 1993, semester 4. Gue berenam dari FISIP UI. Cewek tiga, cowo tiga, sepakat berangkat ke Bali menggunakan angkutan umum.

“Tabungan yang gue punya saat itu seratus ribu rupiah. Pokoknya kita sepakat nggak mau berfoya-foya. [Saat itu naik metro mini dari Depok ke Pasar Minggu masih 100 perak] Berangkat naik metro mini dari Depok ke Pasar Minggu, lalu terus nyambung lagi ke Gambir.

“Kita nggak naik kereta penumpang. Tapi, kereta barang yang tidak perlu bayar untuk menuju Jogja [perjalanannya lebih kurang 11 jam]. Sampai di Jogja kita harus nyari tempat tidur dong, karena benar-benar mau berhemat. [Sambil mengangguk, benak saya bertanya dengan cara apa?].

“Kita mencari suatu nama di buku telepon [saat itu di beberapa telepon umum atau wartel tersedia buku telepon] dan menemukan nama [Nugie tertawa ringan], yang kata temanku, ‘eh ini kayanya nama saudara gue deh’ ditelpon lah. Terus temanku ngomong pakai bahasa kasarnya Jawa dan dia mengiyakan..’oh iya-iya tidur di rumah pakle [paman] aja, tapi kamarnya kamar sederhana lho’. Ternyata memang rumahnya sangat sederhana. 

“Kita tidur di sana dua malam, dan hari ketiga kita pamit. [Sambil tersenyum, Nugie melanjutkan] Di situ udah makan gratis, tidur gratis, dapat kamar mandi, dan sisa duit belum kepake sama sekali, belum belanja, pokoknya kita mau ke Bali, jadi itu duit nggak ada yang dibelanjain.” 

[Nugie kembali menyeruput kopinya, saya menunggu kisah selanjutnya, penasaran. “Terus selanjutnya,” kata saya, setelah melihat ia usai menelan minumnya]

“Dari Jogja kita naik kereta barang lagi. Kata pakle yang kita inapin itu, kereta barang yang ke Surabaya adanya malam [lama perjalanannya sekitar 5 jam dari Jogja ke Surabaya]. Kita naik dari Stasiun Tugu. Setelah kereta barangnya muncul, kita loncat ke atas,” jelas Nugie, dengan gerakan tangan seolah menggapai langit.

“Di Surabaya modusnya begitu lagi. Cari lagi lewat buku telepon [tertawa ringan]. Tapi gue inget punya saudara di sini. Hanya nggak bisa diinepin, cuma bisa buat istirahat, jadilah kita mampir ke situ, dan [Nugie tersenyum lebar] kemudian kita dibayarin naik bis buat nyebrang ke Bali [tertawa].

Udah sampai Bali, teman ku yang ngaku-ngaku punya saudara di Jogja, nekat lagi, nyari lagi di buku telepon, dan berhasil lagi. Malahan kita dipinjemin mobil, sama yang diaku-akuin saudara sama teman gue. Mobilnya VW Safari. Tapi masalahnya nggak ada yang bisa nyetir. Alhasil gue yang paling nekat nyetir dengan segala macam keterbatasan.”

Penghobi sepeda ini melanjutkan, “Di Bali itu kita ke Bedugul, Sanur dan ke tempat-tempat wisata lain dengan mobil VW yang dipinjem ama temen gue dalam tanda petik [ha ha ha tawa Nugie], itu selama seminggu. [Keren, sela saya singkat. Kemudian Nugie cerita lagi].

“Supaya hemat, kita itu makan nasi bungkus yang saat itu sekitar 1000-an lah, jadi di sana benar-benar nikmatin liburan aja. Kita juga udah siapin duit oleh-oleh buat orang rumah. Kalau gue bawa hiasan pisang-pisangan gitu yang bisa dicopot.

“Pas balik, kita naik mobil bak ke Gilimanuk-nya, dan terus naik kereta ke Jogja. [Sambil tertawa ringan, Nugie menjelaskan], Kita dapat tambahan ongkos dari Om-nya teman gue yang di Bali, supaya naik kereta yang lebih enakan lagi untuk sampai ke Jakarta.”

“Seru banget tuh,” tanggap saya. Senyum dan anggukannya menegaskan pernyataan saya itu.

Obrolan dilanjutkan dengan hal lainnya, diantaranya impian Nugie untuk ke Papua, “Yang pengin sih ke Papua lagi. Tapi bukan ke Raja Ampatnya, tapi ke Merauke-nya,” tutur Nugie, yang tidak lama setelah itu, manajernya mengajak untuk beranjak sekarang menuju ke acara selanjutnya. «[teks @bartno | foto @mirzablue]

Sumber: https://id.celebrity.yahoo.com/news/100-ribu-ke-bali-ala-042316907.html

8 Tips Traveling Jarang Dipatuhi wisatawan

Sebelum pergi berlibur, sebagian wisatawan biasanya langsung mencari tips untuk memandu perjalanannya. Beberapa di antaranya benar-benar mematuhi, lainnya sekedar ingin membaca.

Di antara tips traveling yang bertebaran di berbagai media, terdapat beberapa yang nyatanya jarang diikuti oleh pelancong. Penasaran apa saja? Berikut ulasannya, seperti dilansir Smartertravel.

Mengeksplorasi tujuan liburan
Dengan pertimbangan biaya liburan yang cukup besar, sebagian orang harus memaksimalkan liburannya di suatu tempat. Mengeksplorasi seluruh sudut kota memang baik dilakukan agar tidak menyesal saat kembali ke rumah, namun, mereka pun harus mempertimbangkan waktu liburannya. Ada baiknya Anda tidak hanya menikmati sekilas momen berlibur.

Gulung baju
Beberapa tips juga meminta Anda menggulung pakaian yang dikemas dalam koper. Tujuannya agar baju-baju tersebut tidak kusut. Namun, sebagian besar pelancong lebih memilih untuk melipat baju hingga rapi lalu memasukkannya ke tas. Jika memang baju Anda kusut, setiap hotel menyediakan gantungan baju untuk merapikan baju Anda.

Jangan bicara dengan orang asing
Biasanya, larangan ini sering Anda dengar saat masih kanak-kanak. Nyatanya, jika Anda tidak berbicara dengan orang asing atau penduduk lokal maka bersiaplah untuk kehilangan beragam informasi yang mungkin saja sangat menarik untuk Anda ketahui.

Konfirmasi!
Melakukan konfirmasi kepada hotel yang sudah Anda pesan ataupun agen perjalanan yang akan membawa Anda berlibur merupakan hal penting yang harus Anda lakukan sebelum berlibur. Nyatanya, banyak orang yang tidak melakukan hal ini. Padahal, kini wisatawan dapat dengan mudah melakukan

Membawa selimut untuk di pesawat
Perjalanan selama di dalam pesawat memang dingin, sayangnya beberapa wisatawan tidak terbiasa membawa selimut sendiri. Selain memang beberapa maskapai menyediakan fasilitas ini, wisatawan biasa menggantinya dengan selendang ataupun pasmina.

Hemat uang dengan tinggal di pinggir kota
Biaya tinggal di pinggir kota memang tidak akan semahal saat Anda tinggal di pusat kota. Meski begitu, wisatawan banyak juga yang tidak mengikuti ini. Mereka menganggap jika waktu liburan adalah hal yang utama. Mereka tak ingin waktunya dihabiskan untuk melewati perjalanan keluar-masuk daerah.

Jajan pinggir jalan
Jangan jajan di pinggir jalan! Beberapa tips perjalanan akan melarang Anda melakukan hal ini. Alasannya, jajanan pinggir jalan dianggap kurang bersih sehingga akan membuat Anda terserang penyakit. Padahal saat ini, banyak wisatawan lebih memilih menikmati jajanan pinggir jalan agar dapat menimmati makanan tradisional dari daerah yang ia kunjungi.

Jangan pesan hotel
Memiliki pengalaman berlibur yang penuh spontanitas memang menyenangkan. Namun, Anda pun harus memperhitungkan waktu selama menikmati liburan. Oleh karena itu, beberapa wisatawan lebih memilih untuk memesan hotel terlebih dahulu. Tujuannya agar mereka tidak perlu menghabiskan waktu untuk keluar-masuk hotel untuk menemukan tempat menginap yang tepat. Bahkan dengan memesan lebih awal, Anda dapat melihat berbagai ulasan dari tamu-tamu hotel sebelumnya, siapa tahu ada potongan harga bagi pemesan awal.

Sumber: http://www.kaskus.co.id/search/forum?q=traveling&sort=score&order=desc&page=8

PERHATIAN!!! 4 cara Baru Penipu Saat Traveling

YANG SUKA JALAN – JALAN HARUS BACA INI!!! Menjadi turis membuat agan rentan terkena penipuan dibanding penduduk lokal. Ketidaktahuan dan hal lain bisa jadi pemicu penipuan. Inilah 4 gaya baru penipuan saat traveling yang harus agan ketahui

1. Perhiasan palsu
Beberapa kendaraan lokal seperti taksi, tuktuk, becak dan lainnya memiliki pengemudi dengan otak yang nakal. Mereka akan membawa Anda ke toko-toko tempat penjualan perhiasan atau barang lokal yang terkenal.Biasanya, sudah ada perjanjian antara sang supir dengan pemilik toko. Sayangnya, toko-toko ini jarang yang menjual benda-benda asli. Kebanyakan dari toko ini menjual barang palsu seperti karpet kuno palsu, berlian palsu, keramik palsu dan lain-lain.Jadi agan, jangan mudah tertipu. Tolak saja jika diajak ke toko yang bukan tujuanagan. Jika tetap memaksa, tolak dengan tegas.

2. Pemusik jalanan
Di Eropa atau Amerika, pemusik jalanan sering sekali ditemui di tempat umum. Beberapa dari mereka memiliki potensi yang sungguh besar, sementara beberapa lainnya menunggu mangsa untuk ditipu. Musisi ini akan menghampiri turis yang lewat dan meminta mereka untuk mengecek CD rekaman. Biasanya, musisi ini berada di sekeliling teman-temannya. Setelah Anda memegang CD, sang musisi akan memaksa untuk membayar.Jika Anda mengembalikan, mereka akan terus memaksa Anda untuk mengambil CD tersebut. Tenang, ada cara untuk menyiasatinya. Cukup taruh CD di dekat mereka dan berjalan menjauhlah dengan tenang.

3. “Dari mana Anda berasal?”
Saat belanja di pasar tradisional, biasanya penjual bisa berbahasa Inggris meski terbata-bata. Mereka akan bertanya dari negara mana Anda berasal. Hati-hati dengan keramahan mereka. Karena, jika salah menjawab bisa-bisa harga barang dimahalkan.Kasus ini paling sering melanda turis-turis asing asal Eropa atau Amerika. Para penjual ini mengira, orang Barat memiliki banyak uang. Jadi, jika Anda memiliki wajah yang kebarat-baratan, cukup jawab kota dari mana Anda berasal.

4. Gelang paksaan
Mendapatkan orang yang memberi penjelasan lengkap mengenai destinasi yang sedang Anda tanyakan jadi suatu berkah tersendiri. Namun hati-hati, tidak semua orang setulus itu.Kala sedang menunjukkan arah, kerap Anda serius mendengarkan pembicaraan. Jadi, saat mereka memasang gelang di tangan, Anda pun takkan sadar. Inilah awal dari pemerasan.Jika informasi sudah lengkap diberikan dan gelang sudah terpasang, Anda akan dimintai uang untuk gelang tersebut. Yang sering membuat sewot adalah harga yang sangat mahal. Parahnya, jika tak mau bayar, Anda akan diteriaki maling atau copet.

Sumber: http://www.kaskus.co.id/post/5124a2f4601243f617000009#post5124a2f4601243f617000009

4 TIPS CERMAT BUAT YANG SUKA TRAVELING!!!

Akhir tahun semakin dekat, dan salah satu yang melintas di benak Anda pasti seputar liburan atau traveling. Apalagi jika Anda masih single, yang artinya Anda bisa dengan cukup leluasa merencanakan perjalanan Anda tanpa perlu memikirkan tujuan yang cocok dengan selera pasangan atau cukup nyaman untuk anak Anda.

Untuk suasana liburan yang berbeda, bagaimana kalau Anda mencoba berwisata sendiri? Traveling solo menurut beberapa orang bisa berfungsi sebagai terapi, lho! Karena Anda mempunyai waktu untuk banyak merefleksikan diri dan hidup Anda, serta lebih menikmati perjalanan sebagaimana yang Anda mau. If you’re considering solo traveling, ada beberapa poin juga yang membuat travel solo ini lebih bersahabat untuk budget Anda. Simak beberapa tips di bawah ini yuk!

Berburu tiket hemat di travel fair atau promo kejutan
Dengan meningkatnya animo masyarakat Indonesia untuk berwisata, setiap tahunnya ada 2-4 acara travel fair yang ramai diikuti oleh banyak agen wisata dan maskapai penerbangan. Jika Anda ingin mencari tiket hemat, travel fair ini bisa menjadi pilihan ideal. Selain itu, promo tiket kejutan pun kerap diadakan oleh beberapa maskapai penerbangan. Walaupun jumlah tiket yang ditawarkan pada promo dan acara semacam ini terbatas, karena Anda hanya berwisata sendiri, maka Anda bisa langsung mengambil keputusan dan memilih tanggal wisata Anda. No more missing the deal!

Pertimbangkan opsi Couchsurfing atau home stay
Salah satu keuntungan lain berwisata sendiri adalah Anda bisa memilih tempat tinggal Anda sesuka hati. Jika Anda tertarik untuk mengeksplorasi daerah tujuan Anda layaknya warga lokal, Couchsurfing atau home stay bisa Anda pertimbangkan sebagai pilihan akomodasi yang lebih hemat dan lebih bermakna. Dengan tinggal bersama warga lokal, Anda mendapatkan pengalaman yang lebih insightful dibandingkan dengan tinggal di hotel. Anda juga mendapatkan teman baru atau bahkan ‘keluarga’ baru. Tapi ingat, lakukan riset Anda dengan baik. Carilah review dari pengguna lain, dan buatlah keputusan yang matang.

Eat like locals
When you’re in Rome, act like a Roman. Demikian kata pepatah. Hal ini juga berlaku soal makanan, terutama jika Anda ingin lebih menghemat budget Anda. Mengapa memilih makanan lokal? Karena makanan yang dikonsumsi oleh penduduk lokal artinya memang makanan asli daerah tersebut, tidak membayar biaya ekstra untuk impor atau transport atau franchise. Selain itu juga makan layaknya penduduk lokal membuat Anda mendapatkan pengalaman yang unik, yang nantinya akan membuat perjalanan Anda lebih berkesan.

Atur sendiri ‘tur’ Anda
Walaupun membuat perjalanan Anda terasa lebih mudah, tetapi biaya mengikuti program city tour terkadang relatif mahal. Sebagai alternatifnya, Anda bisa mengatur sendiri program tur Anda dengan bermodalkan peta, riset sebelumnya (di Trip Advisor atau Lonely Planet – misalnya), dan keberanian untuk menjelajah kota baru dan bertanya pada orang lain. Perjalanan seperti ini bisa membuat Anda menemukan tempat-tempat unik yang tidak banyak diketahui orang, melihat kehidupan kota tersebut dari sudut pandang lain, serta meningkatkan kepercayaan diri Anda ketika Anda sukses melakukannya!

Walaupun mungkin terdengar cukup menakutkan, tetapi salah satu hal yang menarik dari berwisata sendiri adalah tantangan yang Anda berikan pada diri Anda sendiri dan kejutan-kejutan kecil yang mungkin Anda temui di sepanjang perjalanan. Jadi, brace yourself, dan lakukan perjalanan solo Anda. Lagipula, seperti kata Mark Twain, “Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines, sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.”

Sumber: http://www.kaskus.co.id/post/52a7f3a0bdcb170c5f8b45f0#post52a7f3a0bdcb170c5f8b45f0

8 Pekerjaan Terburuk Dalam Dunia Traveling

Kerja dan bisa jalan-jalan gratis, tentu tidak akan ada yang menolak. Tapi, beda cerita kalau Agan melakukan 8 pekerjaan ini. Agan harus berpikir ulang untuk melakukannya, meskipun terkait pariwisata. Kenapa? Pekerjaan yang menawarkan kesempatan traveling atau berkaitan dengan pariwisata, belum tentu menyenangkan.

Inilah 8 pekerjaan yang dianggap paling buruk di dunia traveling:

1. Pembersih toilet kereta di India
Perjalanan menggunakan kereta api bisa menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan. Apalagi, kalau Agan liburan menggunakan kereta di India. Berbeda dengan negara lain yang mementingkan aksesibilitas dan fasilitas kereta, India malah cencerung tidak memperhatikan dua hal itu.Salah satu bagian yang paling tidak nyaman adalah toiletnya. Berdebu, lembab, dan kotor, begitulah keadaan toilet kereta di India. Kalau sudah seperti ini, petugas kebersihan toiletlah yang jadi sasaran .

2. Penjaga kamar mayat di kapal pesiar
Untuk traveler, melihat para pekerja di kapal pesiar mungkin sangat menyenangkan. Tapi tidak dengan penjaga kamar mayat di kapal pesiar. Semua kapal pesiar mempunyai kamar mayat. Di mana dalam ruangan tersebut tersimpan jasad penumpang yang meninggal dalam perjalanan. Bukan menikmati pesiar, penjaga kamar mayat justru harus mengurusi jenazah tersebut saat tiba di pelabuhan. Jenazah akan diturunkan melalui pintu khusus yang tidak digunakan penumpang.

3. Manajer Humas Maskapai Ryanair
Tentu Anda tidak akan menolak bila menjadi manajer di sebuah maskapai. Tapi, bagaimana kalau maskapai tersebut adalah Ryanair? Ini dia maskapai bujet yang sering menjadi perhatian karena kebijakan anehnya Siapapun akan berpikir dua kali untuk menjadi humas dan juru bicara maskapai milik Michael O’Leary ini.Tugas dari seorang manajer humas Ryanair adalah membangun citra maskapai tersebut dihadapan publik. Awal tahun ini, manajer sebelumnya keluar dari pekerjaan karena dipukuli dan mengalami luka memar. Lalu, bagaimana dengan penggantinya?

4. Penjaga pantai di Jeorse Park Beach, AS
Jeorse Park Beach adalah salah satu pantai untuk umum di Danau Michigan. Di mana 76 persen sampel air yang diambil dari danau tersebut telah terkontaminasi dengan kotoran manusia dan hewan Jeorse Park Beach adalah salah satu pantai paling kotor di Amerika. Musim panas lalu, pakar kesehatan memperingatkan traveler tentang bahaya yang kan menyerang mereka. Bila saja, mereka tetap berenang di perairan ini.

5. Pelayan hotel khusus orang dewasa di Jepang
Kamar di hotel khusus orang dewasa ini mungkin terlihat vulgar. Kini, hotel-hotel seperti ini semakin populer di Tokyo, Jepang. Identitas setiap traveler yang masuk ke dalam hotel ini pun dirahasiakan. Khususnya bagi mereka yang memilih kelas premium. Menjadi pelayan di hotel ini, bisa menjadi pilihan terburuk. Hotel ini sengaja dirancang untuk pasangan yang ingin bercinta di tempat yang lebih pribadi. Terlebih lagi, hotel ini menyewakan kamarnya per jam. Bisa dibayangkan sesering apa Anda harus bekerja?

6. Pembersih jendela hotel tertinggi di Dubai
Mau bekerja di hotel dan pergi ke Dubai, Uni Emirat Arab? Kalau pekerjaan membersihkan jendela hotel JW Marriott Marquis Dubai dan sebagai pembersih jendela, sebaiknya agan pikir-pikir lagi. Ini adalah hotel tertinggi di dunia dengan dua menara dan memiliki 75 lantai. Berada di luar gedung setinggi 355 meter ini tentu bukan hal mudah, tapi menakutkan!

7. Menteri Pariwisata Kongo
Jangan anggap menjadi menteri pariwisata itu menyenangkan! Apalagi, kalau negara yang dipimpin adalah Kongo. Meski Kongo terkenal dengan hutannya yang eksotis dan gorila, negara ini juga dikenal karena korupsi dan perang. Sangat sulit untuk mempromosikan pariwisata negara tersebut. Ada beberapa negara, salah satunya Inggris yang mengeluarkan peringatan untuk semua perjalanan ke negara tersebut. Dengan mendapat penjagaan dari PBB, Pemerintah Kongo berusaha memperbaiki keadaan di negara tersebut. Meski demikian, keindahan alam di negara tersebut menjadi daya tarik untuk wisatawan.

8. Pemeriksa tiket kereta
Jadi pemeriksa tiket kereta, apalagi kereta jarak jauh otomatis membuat petugas tersebut bisa traveling gratis dan dibayar. Tapi ternyata, menjadi petugas pemeriksa tiket tidaklah semudah dan seasayik yang orang pikirkan. Saat memeriksa tiket kereta, mereka harus mendengar gerutuan traveler yang tidak bisa menemukan tiketnya. Petugas kereta api sering mendapat ocehan dari penumpang

Sumber: http://www.kaskus.co.id/post/517a53ee0975b47c6600000b#post517a53ee0975b47c6600000b

Perhatian! 5 Benda Ini Tidak Perlu Dibawa Saat Traveling

Packing menjadi kegiatan wajib sebelum traveling. Tidak semua barang yang biasa digunakan, bisa Anda bawa saat traveling. Barang apa saja yang sebaiknya tidak dibawa?

Mempersiapkan segala sesuatu sebelum traveling memang perlu. Jangan sampai Anda kesulitan mencari barang yang dibutuhkan. Ternyata ada juga, lho barang-barang yang sebenarnya tidak perlu dibawa. Mengutip dari Reader’s Digest,5 barang ini sebaiknya tak masuk dalam daftar bawaan Anda saat berlibur:

1. Peralatan mandi lengkap
Membawa semua perlengkapan mandi dari rumah lengkap, dengan ukuran yang besar. Hal ini bisa membuat barang bawaan Anda menjadi lebih banyak. Traveler bisa mengakalinya dengan membeli perlengkapan mandi di tempat tujuan. Dengan begitu, Anda bisa mencari dengan ukuran yang lebih ekonomis. Bisa juga Anda hanya membawa peralatan mandi inti dari rumah, seperti shampo, sabun, pasta gigi, dan sikat gigi, itu pun jika perjalanan Anda ke tempat terpencil dan jauh dari tempat belanja. Hotel tempat Anda menginap pun menyediakan alat mandi yang memadai. Jadi, Anda tidak perlu kuatir dengan alat mandi.

2. Bantal
Beberapa wisatawan senang membawa bantal saat melakukan perjalanan. Bahkan ukuran bantal yang dibawa cukup besar. Barang ini sangat memakan tempat dan bisa merepotkan Anda. Saat bepergian menggunakan pesawat misalnya, Anda bisa memanfaatkan bantal yang ada di pesawat tersebut untuk sandaran kepala.

3. Pengering rambut
Editor senior StyleAtHome, Bahadur, mengatakan “Dulu saya tidak pernah meninggalkan rumah tanpa pengering rambut.” Ukuran, bentuk, dan beratnya membutuhkan tempat yang luas di koper dan ransel Anda. Padahal, beberapa hotel ada yang menyediakan alat pengering rambut.

4. Laptop
Bila Anda berpikir barang ini sangat penting dalam perjalanan Anda, itu sangat salah. Membawa laptop tak semudah yang Anda pikirkan. Berat dan ukurannya bisa mengganggu perjalanan Anda. Jika tidak mau membawanya dalam tas dan meletakkannya di hotel juga bukan pilihan yang baik. Keamanan hotel atau tempat menginap tidak bisa Anda percayai begitu saja. Zaman modern ini, sudah banyak barang seperti iPad dan smartphone yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dan akses internet. Selain itu juga sudah banyak, kafe dan hotel dengan fasilitas komputer lengkap dengan internet.

5. Pembersih pakaian
Deterjen dan gantungan baju juga termasuk benda-benda yang tidak perlu Anda bawa saat traveling. Selain merepotkan, fungsi kedua benda ini masih bisa digantikan dengan alternatif yang lebih mudah.
Untuk mencuci baju, Anda bisa menggunakan sabun atau shampo yang Anda bawa. Setelah itu, bila Anda menginap di hotel pasti sudah ada tempat menjemur pakaian yang disediakan oleh pihak hotel. Bila berada di hutan atau alam bebas, Anda bisa menggunakan batang pohon atau membuat jemuran sementara menggunakan tali yang Anda bawa.

Sumber: http://www.kaskus.co.id/post/50c69ab72775b4916f000003#post50c69ab72775b4916f000003

Bagaimana Mengambil Foto Instagram yang Menakjubkan saat Traveling

Sekitar 150 juta pengguna aktif aplikasi mobile berbagi foto, Instagram telah menjadi cara yang populer bagi orang-orang untuk mendokumentasikan kehidupan mereka. Ini sangat penting untuk setiap perjalanan, bahkan fotografer handal pun tergoda untuk mengambil gambar menggunakan aplikasi ini. Tempat yang menjadi hype di instagram di dunia tahun lalu adalah bandara, taman hiburan, dan kasino Las Vegas.

Berikut adalah beberapa tips untuk mendapatkan hasil terbaik dari mobile camera Anda ketika Anda bepergian.

1. Dapatkan ketinggian
Segala hal terlihat lebih baik atau setidaknya berbeda jika dilihat dari atas. Berada di platform, sky bar, cable car atau tempat tinggi lainnya agar mendapatkan perspektif yang luas. Jika Anda mengambil gambar melalui jendela, pastikan lensa Anda dekat dengan kaca agar mengurangi refleksi cahaya yang tidak diinginkan.
Segala hal terlihat lebih baik atau setidaknya berbeda jika dilihat dari atas.

2. Belajar dari penduduk setempat
Tidak ada yang mengenal baik suatu tempat lebih dari orang-orang yang tinggal di sana. Anda dapat menemukan tempat fotogenik di tempat yang Anda kunjungi melalui hashtags, geotags, dan feed dari pengguna instagram local. Ini adalah foto yang jurnalis CNN dapatkan ketika berada di Atlanta dan merupakan rekomendasi dari salah satu fotografer yang ada di sana, melalui fitur tagging di instagram.
tempat fotogenik

3. Lihatlah keluar ketika Anda sedang dalam perjalanan
Jangan hilangkan setiap momen dalam perjalanan. Arsitektur bangunan dan aktivitas manusia di bandara dan stasiun kereta api sering memberikan banyak kesempatan foto yang menarik. Pemandangan luar yang dilihat dari dalam pesawat, kereta api, dan mobil juga menarik. Penerbangan dari Cina selatan ke Eropa Barat dapat memberikan pemandangan yang megah ketika melewati tepi Dataran Tinggi Tibet, misalnya.
lihatlah keluar saat dalam perjalanan

4. Tersesatlah
Hindari ketergantungan dengan peta. Beberapa gambar yang paling mengesankan dan memuaskan dari perjalanan adalah ketika Anda dapat menemukan tempat-tempat yang jarang dikunjungi orang lain, bisa jadi saat Anda tersesat.
tersesatlah

5. Kemasi barang-barang tambahan
Kemasi sejumlah gadget yang dapat mendukung Anda dalam mengabadikan setiap momen, seperti lensa dan tripod. Pastikan Anda memeriksa setiap peralatan yang Anda beli kompatibel dengan kamera Anda.
perlengkap peralatan

6. Gunakan aplikasi yang tepat
Aplikasi editing seperti Snapseed, Afterlight (keduanya digunakan pada foto di bawah) dan VSCO Cam yang memungkinkan Anda untuk bermain-main dengan mengatur kecerahan, saturasi, kontras, dan aspek lainnya.
atur kontras, saturasi, dll

7. Bersahabat dengan cuaca buruk
Hujan dapat menjadi salah satu hambatan pada liburan Anda, tapi ciptakanlah berbagai kesempatan menarik untuk mengambil gambar, seperti genangan air, paying warna-warni, dan bahkan tetesan air hujan pada jendela. Terlebih lagi, perubahan langit sebelum dan sesudah hujan akan terlihat sangat dinamis.
bersahabat dengan cuaca buruk

8. Rencanakan momen sunrises dan sunsets Anda
Pikirkan tempat di mana Anda harus berada berdasarkan arah cahaya. Pertimbangkan juga bagaimana sinar matahari kemungkinan akan berinteraksi dengan lingkungan, seperti pohon, bangunan, dan air. Aplikasi seperti Sun Seeker dapat memberitahu Anda prediksi arah matahari malalui langit.
matahari terbenam

9. Lihatlah ke atas
Ketika berada di outdoor dan lingkungan sekitar Anda terasa sempit dan berantakan, coba tengadahkan kepala Anda dan lihat apa yang ada di atas. Di kota-kota besar, gedung-gedung pencakar langit dapat menjadi proyeksi yang menakjubkan. Lingkungan alam, seperti hutan dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi juga dapat menjadi pemandangan atas yang eye-catching.
lihatlah ke atas

Sumber: http://www.kaskus.co.id/post/530a299e59cb17b9088b4630#post530a299e59cb17b9088b4630

Tips Traveling Ketika Dinas Luar Kota

Ini adalah sharing tips dari saya buat mereka yang dapet penugasan ke luar kota dan mau menyempatkan diri buat jalan-jalan mengenal tempat yang didatangi lebih dekat lagi. Karena saya yakin, belum tentu perjalanan dinas yang dilakuin itu memberikan kesan kalau kita memang pernah jalan-jalan ke sana.

Sedikit mau share, saya pernah dapet penugasan ke Surabaya. Tapi menn, Surabaya nya gak berasaaa!!! Kenapa? karena hidup saat itu cuma hotel-klien-tempat makan-hotel-klien-tempat-makan-dan begitu seterusnya sampai akhirnya saya pulang setelah seminggu berada di sana. Cuaca panas khas Surabaya pun gak merasa, karena lebih banyak di ruangan ber-AC.

Dan yang perlu diketahui, perjalanan saya pulang dari Gunung Semeru, dari Malang ke Surabaya, dengan naik taksi dari Terminal Purabaya dan meluncur ke Stasiun Gubeng selama 2-3 jam, itu lebih berasa kalau saya ada di Surabaya! Saya bisa lihat kebun binatang dan patung Sura dan Buaya, takjub lihat replika kapal air besar, dan sakit hati berkali-kali gegara liat harga jual es kelapa muda yang cuma seharga Rp 2.500,00 doank! 3 jam versus 120 jam. Yeahh right…

Tapi itulah konsekuensi perjalanan dinas, jauh-jauh ke sana emang bukan buat jalan-jalan tapi buat kerja. Tapi eh, kalau misalkan sekali dayung bisa melampaui dua-tiga pulau, ya kenapa enggak? Muehehee. Biar sibuk gawe kerja, bukan berarti gak bisa nyempetin buat wisata di daerah tempat dinas kita berada, biar kita bisa refreshing. Tapi satu hal yang perlu dipastikan, ada waktu buat jalan-jalan dan gak pulang dalam kondisi sakit atau gak bisa kerja. Itu gak profesional namanya.

Oke, cek tips n trik berikut ini:

1. Pastiin tahu dapet penugasan di mana!

Jangan kepedean dulu kalau dapet dinas ke Papua, kita senang bakalan bisa ke Raja Ampat, di mana surga bawah lautnya diakui oleh mereka yang tinggal di luar negeri. Tapi ternyata, kita ditempatin di Timika. FYI, jarak dari Timika ke Raja Ampat itu kayak Jakarta-Surabaya. Jauh men!

2. Kalau udah tahu destinasi, mulai riset!

Mulai kumpulin informasi dari mbah google, temen-temen yang asli daerah sana, atau berkunjung ke grup-grup yang menjamur di social media. Kita bisa tanya-tanya dari tempat wisata, kuliner, dan rute-rute yang harus dilewati.

]3. Penting, cari tahu akomodasi yang diperoleh di sana!
Pastiin apa aja akomodasi yang peroleh di sana. Bayangin kalau misalkan dapat akomodasi mobil dan supir orang asli daerah sana, seberes kerja, kita bisa minta dianter jalan-jalan, muehehehe..

4. Izin dari Bos Buat Para Jongos

Ini hal yang paling penting dari segala kepentingan jalan-jalan yang mau lo lakuin, izin dari si bos (kalau anda bos, skip part ini). Mau gimanapun, kita berangkat ke klien untuk bekerja sama dengan bos, senior, mandor, atau apapun itu namanya, untuk beresin pekerjaan. Jadi mintalah izin untuk jalan-jalan dengan baik-baik, sukur-sukur kalau si bos mau ikut dan bayarin perjalanan tho? Pastiin kalau kerjaan yang emang ditugaskan meet on time dan memuaskan. Si Bos senang, ngebolang tenang.

5. Ajuin Extend (Perpanjang Masa Inap)

Ini hal yang mungkin gak kebayang sama sebagian besar para kaum pekerja yang dinas keluar kota, extend atau perpanjang masa hidup di daerah dinas, bagi yang mampu. Tujuannya ya, jalan-jalan. Baiknya sih disiapin dari awal. Assess pekerjaan nanti di tempat dinas bakal kayak gimana. Dan kalau misalkan waktu (misalkan) seminggu di klien bisa cukup untuk beresin dan mengirimkan semua hasil pekerjaan ke bos dan klien dengan baik, coba minta extend ke bos, baik-baik jangan maksa. Tentunya dengan cara ini, kita bakalan dapat waktu kepulangan yang fleksibel. Contoh lagi dinas di Balikpapan, kita pergi Minggu dan si bos bakalan pulang Jumat. Tapi karena kita ngajuin extend, kita ajuin waktu kepulangan hari Minggu. Why not?

Tentunya tahu diri juga, karena kalau extend biasanya ongkos cuma-cuma yang bisa dinikmatin gak semuanya. Jadi kita juga harus pinter-pinter juga bikin perhitungan. Hal yang paling mungkin didapetin free adalah tiket pesawat (kalau antar pulau atau kota yang jauh). Concern berikutnya adalah akomodasi penginapan, bakal tinggal di mana, perlu keluar duit berapa? Kalau gak mampu, ya jangan maksain. Pulanglah, kumpulin duit yang cukup, baru extend lain kali, hahahaa. Jangan ngegembel di jalan sambil bawa laptop kantor, nak.

Sumber: http://www.kaskus.co.id/post/51e7cd628227cf1d72000002#post51e7cd628227cf1d72000002

7 Kiat Traveling lebih Aman

Terkadang, celaka di jalan tak dapat ditolak. Bagaimanapun, kami percaya bahwa persiapan bisa memengaruhi hasil akhir, termasuk soal traveling. Untuk traveling lebih aman, beberapa kiat bisa dilakukan untuk mengurangi faktor risiko.

Sebelumnya, ada tiga hal yang perlu disadari terlebih dahulu menyangkut keamanan saat traveling. Pertama, pada dasarnya, tidak ada satu pun lokasi di bumi ini yang seratus persen aman – risiko akan selalu ada. Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah, sebagian besar lokasi yang ada justru relatif aman untuk dijelajahi. Hal ketiga, ketidakamanan saat traveling justru kerap dipicu oleh traveler itu sendiri.

Seorang traveler mestinya sadar penuh atas segala kemungkinan yang bisa terjadi setelah ia melangkahkan kaki ke luar rumah. Bagaimanapun, kami memiliki tujuh kiat yang dapat membuat agenda traveling Anda lebih aman.

Kiat #1: Membaur
Salah satu dari aturan mendasar soal keamanan saat bepergian adalah dengan membaur. Membaur bisa berarti menjalin relasi dengan orang lokal, atau juga mengaburkan diri. Tidak ada gunanya berpenampilan mencolok di sekitar orang-orang asing. Ingatlah hal-hal berikut: tinggalkan sepatu dan pakaian yang mencolok, hindari menggantungkan kamera di leher, pakai kacamata hitam di waktu yang tepat, dan hindari membuka peta di tengah keramaian. Intinya, berhentilah menjadi turis. Jangan jadikan diri Anda target yang mudah.

Kiat #2: Bawa barang seperlunya
Ketika sudah berhenti menjadi turis maka Anda ingin berpakaian dengan lebih pantas dan ringkas. Tinggalkan barang-barang yang sangat berharga di rumah, dan barang-barang berharga di hotel. Anda akan menjajal jalanan, maka bepergianlah dengan ringkas. Segalanya mesti muat di ransel dan kantung. Hal ini memudahkan Anda untuk meraih, mengawasi, sekaligus mencegah hal-hal buruk terjadi. Lagipula, rasanya Anda tidak mungkin menolak untuk berbelanja di pasar-pasar tradisional yang sempit dan ramai, kan?

Kiat #3: Jangan lengah ketika istirahat
Kita mendengar banyak sekali kasus semacam ini. Seseorang kecopetan ketika tertidur di bis kota, seseorang kehilangan tas di restoran, atau bahkan kehilangan laptop ketika sedang buang air kecil di sebuah café. Intinya adalah jangan lengah. Letakkan barang di daerah yang masih dalam pengawasan Anda. Jika Anda sedang di restoran dan sejenisnya, minta pertolongan pramusaji untuk mengawasi selagi Anda ke kamar kecil.

Kiat #4: Waspada melangkah
Ketika terjebak dalam rangkaian tur yang membosankan, Anda tentu ingin melangkahkan kaki dengan bebas, melihat apa pun yang Anda mau, pergi ke tempat-tempat yang orang belum tahu. Dalam situasi seperti ini, kecenderungan yang ada ialah orang seringkali keasyikan dengan wisata mata, tapi lupa ke mana sudah melangkah. Percayalah, lingkungan yang rawan tidak selalu menarik dikunjungi. Risikonya cukup tinggi. Solusinya adalah dengan ‘menyadari’ langkah Anda. Dengan demikian, Anda akan selalu waspada ketika intuisi berkata “jangan ke sana.” Pun jika sudah terlanjur basah, kewaspadaan ini akan membuat Anda lebih mudah mengingat jalan untuk kembali ketika menyasar.

Kiat #5: Jangan sungkan untuk meminta pertolongan
Agar traveling lebih aman, silakan mempertimbangkan untuk mempelajari sedikit bahasa lokal (paling tidak, Anda bisa mengucapkan salam dengan pantas). Ketika Anda melakukan ini, orang-orang lokal akan lebih menghargai Anda, dan mau menolong jika Anda mendapat kesulitan. Mendapat teman orang lokal adalah hal yang cukup esensial untuk membuat kegiatan traveling Anda lebih aman.

Kiat #6: Hindari konfrontasi
Ketika hal-hal provokatif terjadi, seperti seseorang menyenggol Anda atau menggoda kawan seperjalanan Anda yang cantik, sebaiknya tidak usah menanggapi. Anda tidak tahu sedang berurusan dengan siapa, dan lebih baik menambah teman ketimbang musuh di perjalanan. Dan jika ada orang yang terasa mengancam, arahkan tujuan Anda ke lokasi-lokasi publik, atau lapor ke pihak keamanan jika memang diperlukan. Satu hal perlu dicatat: menghindari orang bukanlah maksud dari tip ini, karena apalah arti traveling tanpa bertemu orang-orang baru?

Ketika Anda traveling untuk mencoba hal-hal baru yang cukup ekstrim, asuransi bisa menjadi pertimbangan. Ingatlah bahwa harga dari sebuah pengobatan tidaklah murah, dan ini sebabnya ada pepatah “lebih baik mencegah daripada mengobati”. Selamat bepergian! (Bayu Maitra)

Sumber: http://www.kaskus.co.id/post/526f7c22becb178678000008#post526f7c22becb178678000008

4 Tips Aman Traveling Sendirian

Bagi sebagian orang,traveling sendirian sangat menarik karena bisa bebas dan mengasah
jiwa petualang. Tapi sebelum memutuskan jalan-jalan sendiri, sebaiknya ikuti 4 tips aman berikut.Dilansir dari Huffington Post,inilah 4 tips aman traveling sendirian:

1. Pakai sepatu flat
Biasanya jalan kaki jadi aktivitas yang paling sering dilakukan jika traveling sendirian. Agar lincah bergerak, sebaiknya gunakan sepatu yang nyaman. Untuk wanita, sebaiknya gunakan sepatu flat dan hindari yang berhak tinggi. Dengan menggunakan sepatu datar,Anda bisa lebih nyaman dalam pergerakan jika sewaktu-waktu Anda harus bergerak cepat ke tempat yang aman. Selain itu, kaki juga terhindar dari kelelahan berlebihan akibat tekanan dari hak tinggi.

2. Jangan tergoda untuk mabuk
Berada di tempat yang asing mengharuskan setiap orang meningkatkan kewaspadaan,apalagi jika pergi sendirian. Jangan tergoda ajakan orang lain untuk minuman beralkohol.Mengonsumsi minuman beralkohol
bisa membuat Anda kehilangan kesadaran. Parahnya, kadang kita tidak tahu apa yang dicampurkan ke dalam minuman. Jika sampai ke tahap itu, Anda bisa tak sadar apa yang terjadi. Ini jelas berbahaya.

3. Jangan melawan perampok
Kejadian paling buruk yang dialami orang yang traveling sendirian adalah bertemu dengan perampok.Jika ini sampai terjadi, sebaiknya jangan melawan.Ada beberapa pengalaman traveler yang nekat melawan malah mengalami penganiayaan keras. Sebaliknya, yang pasrah dan memberikan yang diinginkan malah
selamat.

4. Waspada
Hal terpenting adalah selalu waspada di mana saja Anda berada.Hindari berjalan di daerah yang sepi sendirian, karena penjahat bisa saja menyergap Anda sewaktu-waktu.Namun jika terpaksa, selalu waspada ketika berjalan dengan melihat ke sekitar. Percepat juga langkah Anda agar segera melewati jalanan sepi tersebut.

Sumber: http://www.kaskus.co.id/post/5257948a1f0bc31422000001#post5257948a1f0bc31422000001

7 ALASAN MENGAPA TRAVELING MEMBUAT KITA JADI KEREN

Traveling ternyata dapat membuat seseorang menjadi pribadi yang lebih baik, atau jauh lebih keren dari sebelumnya. Kenapa bisa? Ini dia 7 Alasannya Mengapa Treveling Dapat Membuat Seseorang Jauh Lebih Keren, seperti dikutip dari riskydhe.mywapblog.com

1. MUDAH BERSOSIALISASI
Bagi sebagian orang, berbicara atau bertemu dengan orang baru adalah hal.yang menakutkan. Tetapi dengan Traveling, seseorang yang pemalu dapat berubah menjadi seorang yang terbuka dan dapat memulai percakapan dengan orang asing. Karna dengan traveling, intensitas kita dapat bertemu dengan orang baru sangatlah besar dan mau tak mau efeknya kita mendapat banyak teman baru.

2. MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI
Secara tidak langsung, traveling akan menambah pengetahuan Anda, setidaknya pengetahuan geografis. Jika Anda banyak mendatangi destinasi sejarah dan budaya, pengetahuan tentang ilmu itu pun jadi makin bertambah. Masih banyak lagi pengetahuan yang bisa didapat, tanpa harus Anda hafalkan hanya dengan traveling.Hal itulah yang dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri, karna banyaknya ilmu pengetahuan yang di dapat. Dan orang yang kaya pengetahuan biasanya lebih mudah disukai banyak orang.

3. MUDAH BERADAPTASI
Kegiatan Traveling, memungkinkan kita untuk bertemu dengan orang baru sangat sering, hampir setiap hari malah. Orang-orang baru dengan berbagai macam karakter yang dimiliki. Hal ini juga yang mempengaruhi kita menjadi cepat beradaptasi.Cara pandang kita juga akan cepat berkembang karna bertemu dengan orang-orang asing tadi. Bahkan kita dapat menilai sifat seseorang hanya dengan melihatnya saja.

4. LEBIH BERJIWA PETUALANG
Memberanikan diri traveling ke daerah dengan bahasa berbeda, atau menjelajah kota hanya dengan bermodal peta akan mengasah jiwa petualang Anda. Jadi, petualangan tidak hanya bisa didapat dengan kegiatan yang berhubungan dengan adrenalin saja, namun juga dengan tantangan.Banyaknya pengalaman seperti ini akan membentuk jiwa Anda jadi lebih petualang. Anda dengan mudah mencoba hal baru tanpa terlalu banyak berpikiran buruk. Di mana, kebanyakan orang lain malas mencoba hal baru karena akan keluar dari zona nyaman mereka.

5. LEBIH SEXY
Traveling akan membuat jiwa lebih bahagia dan bebas. Udara yang lebih bersih dari kota membuat kulit Anda lebih sehat. Aktivitas yang padat seperti trekking, naik sepeda, atau keliling kota dengan jalan kaki membuat tubuh Anda lebih sehat dan seksi dengan cara yang paling asyik. Kulit yang terkena matahari lebih enak dipandang daripada kulit yang pucat. Putih memang cantik, namun sawo matang lebih seksi.

6. TIDAK MATREALISTIS
Selama traveling, Anda akan menyadari betapa sederhananya kebutuhan Anda. Sebuah benda bisa digunakan untuk beberapa hal, tidak semua benda harus dibeli dan akan dibawa ke mana-mana Inilah yang membuat Anda lebih sederhana dan tidak materialistis. Karena Anda sadar, hidup tidak selamanya mengumpulkan harta. Melainkan bagaimana caranya berbahagia dengan apa yang ada.

7. LEBIH BAHAGIA
Tak ada yang lebih menyenangkan dari berada di dekat orang yang bahagia. Suasana hati yang baik akan membawa suasana hati sekitarnya ikut positif Nah, traveling secara tidak langsung akan mmembuat Anda lebih bahagia, lebih murah senyum dan lebih ringan tangan dalam membantu orang lain.

Dan banyak orang menyuakai dan welcome terhadap kedatangan kita. Happy Traveling.

Sumber: http://www.kaskus.co.id/post/52a9dd26c3cb1769398b458a#post52a9dd26c3cb1769398b458a

Cuaca

Bali
broken clouds
29.8 ° C
29.8 °
29.8 °
65 %
3.9kmh
58 %
Sun
30 °
Mon
30 °
Tue
30 °
Wed
30 °
Thu
30 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,334.3
AUD
12,480.7
EUR
20,325.2
CNY
2,538.6
JPY
110.4
SGD
13,621.2