Terkadang, celaka di jalan tak dapat ditolak. Bagaimanapun, kami percaya bahwa persiapan bisa memengaruhi hasil akhir, termasuk soal traveling. Untuk traveling lebih aman, beberapa kiat bisa dilakukan untuk mengurangi faktor risiko.

Sebelumnya, ada tiga hal yang perlu disadari terlebih dahulu menyangkut keamanan saat traveling. Pertama, pada dasarnya, tidak ada satu pun lokasi di bumi ini yang seratus persen aman – risiko akan selalu ada. Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah, sebagian besar lokasi yang ada justru relatif aman untuk dijelajahi. Hal ketiga, ketidakamanan saat traveling justru kerap dipicu oleh traveler itu sendiri.

Seorang traveler mestinya sadar penuh atas segala kemungkinan yang bisa terjadi setelah ia melangkahkan kaki ke luar rumah. Bagaimanapun, kami memiliki tujuh kiat yang dapat membuat agenda traveling Anda lebih aman.

Kiat #1: Membaur
Salah satu dari aturan mendasar soal keamanan saat bepergian adalah dengan membaur. Membaur bisa berarti menjalin relasi dengan orang lokal, atau juga mengaburkan diri. Tidak ada gunanya berpenampilan mencolok di sekitar orang-orang asing. Ingatlah hal-hal berikut: tinggalkan sepatu dan pakaian yang mencolok, hindari menggantungkan kamera di leher, pakai kacamata hitam di waktu yang tepat, dan hindari membuka peta di tengah keramaian. Intinya, berhentilah menjadi turis. Jangan jadikan diri Anda target yang mudah.

Kiat #2: Bawa barang seperlunya
Ketika sudah berhenti menjadi turis maka Anda ingin berpakaian dengan lebih pantas dan ringkas. Tinggalkan barang-barang yang sangat berharga di rumah, dan barang-barang berharga di hotel. Anda akan menjajal jalanan, maka bepergianlah dengan ringkas. Segalanya mesti muat di ransel dan kantung. Hal ini memudahkan Anda untuk meraih, mengawasi, sekaligus mencegah hal-hal buruk terjadi. Lagipula, rasanya Anda tidak mungkin menolak untuk berbelanja di pasar-pasar tradisional yang sempit dan ramai, kan?

Kiat #3: Jangan lengah ketika istirahat
Kita mendengar banyak sekali kasus semacam ini. Seseorang kecopetan ketika tertidur di bis kota, seseorang kehilangan tas di restoran, atau bahkan kehilangan laptop ketika sedang buang air kecil di sebuah café. Intinya adalah jangan lengah. Letakkan barang di daerah yang masih dalam pengawasan Anda. Jika Anda sedang di restoran dan sejenisnya, minta pertolongan pramusaji untuk mengawasi selagi Anda ke kamar kecil.

Kiat #4: Waspada melangkah
Ketika terjebak dalam rangkaian tur yang membosankan, Anda tentu ingin melangkahkan kaki dengan bebas, melihat apa pun yang Anda mau, pergi ke tempat-tempat yang orang belum tahu. Dalam situasi seperti ini, kecenderungan yang ada ialah orang seringkali keasyikan dengan wisata mata, tapi lupa ke mana sudah melangkah. Percayalah, lingkungan yang rawan tidak selalu menarik dikunjungi. Risikonya cukup tinggi. Solusinya adalah dengan ‘menyadari’ langkah Anda. Dengan demikian, Anda akan selalu waspada ketika intuisi berkata “jangan ke sana.” Pun jika sudah terlanjur basah, kewaspadaan ini akan membuat Anda lebih mudah mengingat jalan untuk kembali ketika menyasar.

Kiat #5: Jangan sungkan untuk meminta pertolongan
Agar traveling lebih aman, silakan mempertimbangkan untuk mempelajari sedikit bahasa lokal (paling tidak, Anda bisa mengucapkan salam dengan pantas). Ketika Anda melakukan ini, orang-orang lokal akan lebih menghargai Anda, dan mau menolong jika Anda mendapat kesulitan. Mendapat teman orang lokal adalah hal yang cukup esensial untuk membuat kegiatan traveling Anda lebih aman.

Kiat #6: Hindari konfrontasi
Ketika hal-hal provokatif terjadi, seperti seseorang menyenggol Anda atau menggoda kawan seperjalanan Anda yang cantik, sebaiknya tidak usah menanggapi. Anda tidak tahu sedang berurusan dengan siapa, dan lebih baik menambah teman ketimbang musuh di perjalanan. Dan jika ada orang yang terasa mengancam, arahkan tujuan Anda ke lokasi-lokasi publik, atau lapor ke pihak keamanan jika memang diperlukan. Satu hal perlu dicatat: menghindari orang bukanlah maksud dari tip ini, karena apalah arti traveling tanpa bertemu orang-orang baru?

Ketika Anda traveling untuk mencoba hal-hal baru yang cukup ekstrim, asuransi bisa menjadi pertimbangan. Ingatlah bahwa harga dari sebuah pengobatan tidaklah murah, dan ini sebabnya ada pepatah “lebih baik mencegah daripada mengobati”. Selamat bepergian! (Bayu Maitra)

Sumber: http://www.kaskus.co.id/post/526f7c22becb178678000008#post526f7c22becb178678000008