Home Blog Page 180

Kapuspen TNI: Hercules Jatuh Pukul 12.08, Setelah “Take Off”

Pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara jatuh di Kelurahan Simalingkir B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Selasa (30/6/2015). Kepala Pusat Penerangan TNI Mayen Fuad Basya membenarkan peristiwa tersebut.

“Informasinya benar seperti itu. Pesawat jatuh pukul 12.08 baru take off sekitar 20 menit,” ujar Mayjen Fuad Basya.

Meski begitu, Fuad Basya belum bisa memberikan informasi yang lebih detail mengenai peristiwa itu.

“Belum tahu kondisinya seperti apa, jatuhnya kenapa. Panglima TNI sudah memerintahkan untuk investigasi,” tutur Fuad Basya.

Sumber

Pesawat Hercules TNI AU Jatuh di Medan

Pesawat Hercules milik TNI AU dikabarkan jatuh di Kelurahan Simalingkar B Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Selasa (30/6/2015).

Lokasi jatuhnya pesawat jenis angkut militer ini persis dekat Bandara Lanud Soewondo eks Bandara Polonia Medan.

Belum diketahui penyebab pesawat itu jatuh dan apakah terdapat korban selamat dalam peristiwa nahas tersebut.

Hingga kini proses evakuasi masih terus dilakukan untuk mencari korban selamat.

Sumber

Lebaran 2015, Garuda Indonesia Siapkan 21.754 Kursi Tambahan

Menyambut lebaran tahun ini PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan kursi tambahan sebanyak 21.754 untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di musim mudik lebaran tahun ini.

Kursi tambahan itu disiapkan mulai dari arus mudik dimulai, sejak tanggal 9 Juli 2015, hingga masa arus balik yang berakhir pada tanggal 27 Juli 2015.

Penyediaan 21.754 kursi tambahan dilakukan dengan dua cara, yakni menggunakan pesawat yang lebih besar (bigger aircraft) dan dengan tambahan penerbangan atau extra flight.

Tambahan dari pesawat yang lebih besar ada 13.582 kursi. Sedangkan tambahan di extra flight ada 8.172 kursi. Pengoperasian bigger aircraft dilakukan pada sejumlah rute, yaitu Jakarta-Denpasar (34 frekuensi), Jakarta-Padang (4 frekuensi), Jakarta – Surabaya (10 frekuensi), Jakarta-Singapura (44 frekuensi), dan Jakarta-Hongkong (10 frekuensi).

Sementara itu untuk extra flight, Garuda Indonesia mengadakan 46 penerbangan yang terdiri dari 42 penerbangan domestik dan empat penerbangan internasional. Penerbangan domestik ada pada rute Jakarta-Yogyakarta (10 penerbangan) dan Jakarta-Denpasar (18 penerbangan). Sedangkan penerbangan internasional ada di rute Jakarta-Sydney dan Jakarta-Perth.

Kemenhub Pastikan Ada Tambahan Penerbangan untuk Lebaran

Disaat lebaran biasanya berbagai moda transportasi akan ramai diserbu oleh para pemudik sehingga banyak yang melakukan pemesanan tiket kendaraan jauh hari sebelum hari keberangkatan demi mendapatkan tiket untuk mudik menuju kampung halaman menemui sanak keluarga disana. Tetapi tak jarang pula para pemudik tidak mendapatkan tiket mudik karena lonjakan penumpang.

Bagi pemudik yang menggunakan moda transportasi udara Kemeterian Perhubungan memiliki solusi untuk mengatasi lonjakan penumpang pada saat musim mudik nanti, Kementerian Perhubungan memastikan akan ada jadwal penerbangan tambahan atau extra flight unuk semua maskapai.

 

Kemenhub juga sudah membuka peluang bagi maskapai untuk mengajukan extra flight untuk menghadapi lonjakan penumpang pada musim mudik lebaran tahun ini.

Namun, menurut catatannya hingga saat ini belum ada masakapai yang mengajukan extra flight untuk mudik nanti. Menurut Barata, biasanya pengajuan extra flight pada saat dekat dengan jadwal penerbangan yang dinginkan.

Selain pesawat, Kemenhub juga akan mengoptimalkan moda transportasi masal jalur laut. Pihaknya akan menambah jumlah jalur angkut kapal laut di seluruh pelabuhan.

Bandara ‘Disulap’ Menjadi Ruang Publik

Berwisata di dalam sebuah bandara seakan hal yang tidak masuk akal, tetapi berbeda dengan tempat ini. Anda akan merasakan sensasi liburan menakjubkan dari bandara yang pernah menjadi tempat ikonik di Eropa pada perang dunia II.

The Tempelhof Airport di Berlin pernah menjadi bandara terbesar dan tersibuk di Jerman, dan salah satu bandara ikonik Eropa dari era pra-Perang Dunia II. Kompleks bangunan ini dirancang menyerupai elang dalam penerbangan dengan mil panjang hanggar setengah lingkaran membentuk penyebaran sayap burung.
Bangunan yang besar dengan atap kanopi gaya klasik ini mampu mengakomodasi sebagian besar perusahaan penerbangan kontemporer pada 1950-an hingga awal 1970-an. Untuk melindungi penumpang dari kecelakaan, terdapat dua landasan pacu paralel dengan panjang lebih dari 2 kilometer.
Selain itu bangunan utama bandara pernah masuk di antara 20 gedung terbesar di dunia. Setelah bandara ditutup pada tahun 2008, pemerintah kota Berlin mereklamasi 386 hektare ruang terbuka dan salah satu bangunan terbesar di bandara ini untuk dibuka sebagai ruang publik. Anda bisa bersepeda sejauh 6 kilometer, skating dan jogging trail, area BBQ 2,5 hektar, lapangan anjing-berjalan seluas sekitar empat hektar dan area piknik besar untuk semua pengunjung.
Salah satu kegiatan yang paling populer di Tempelhof masih berhubungan terbang, tetapi mesin raksasa yang pernah ditinggali wilayah udara di atas bandara kini telah digantikan oleh layang-layang.
Pada awalnya bandara ini digunakan untuk parade tentara Prusia, dan kemudian digunakan oleh pasukan Jerman bersatu sejak 1720 sampai awal Perang Dunia I. Situs ini memiliki hubungan panjang dengan pesawat dengan beberapa upaya penerbangan awal yang dibuat di sini.
Selama akhir abad ke-19, Tempelhof digunakan untuk meluncurkan balon gas sebagai jenis layanan airlift. Setiap hari terbang membawa 155 orang dari kota. Pada tahun 1909, Prancis Armand Zipfel membuat demonstrasi penerbangan pertama di Tempelhof. Kemudian di tahun yang sama, Orville Wright, bersama dengan saudaranya Wilbur, menjadi orang pertama yang terbang pesawat bermotor dikemudikan, dalam pameran dirgantara yang diselenggarakan di Tempelhof.
Tempelhof ditetapkan sebagai bandara pada tahun 1923, terminal dibangun pada tahun 1927 dan penerbangan komersial pertama pun dimulai. Setelah Nazi mengambil alih kekuasaan pada tahun 1933, Adolf Hitler mulai perluasan bandara untuk mengakomodasi volume berkembang pesat lalu lintas penumpang.
Ikon hanggar busur berbentuk bandara dibangun selama ekspansi ini. Atap adalah telah berjenjang tempat duduk untuk 80.000 penonton dari mana mereka bisa menikmati Luftwaffe menunjukkan udara, tetapi ini tidak bisa diselesaikan karena gangguan yang dibawa oleh Perang Dunia Kedua. Juga masih belum selesai adalah air terjun yang direncanakan, gedung perkantoran skala besar yang mengelilingi sisi barat alun-alun melingkar, dan menara kontrol.

Keinginan Citilink Rajai Slot Dari Bandara Halim

PT Citilink Indonesia berkeinginan untuk merajai kepemilikan slot penerbangan dari Bandar Udara (bandara) Halim Perdanakusuma. Saat ini perseroan telah memiliki 20 slot penerbangan dalam satu hari.

Direktur Utama Citilink Albert Burhan mengatakan, pihaknya saat ini berniat untuk kembali menambah jumlah slot lewat Bandara Halim Perdanakusuma.

‎”Saat ini slot kami 20 frekuensi sehari. Ingin nambah (slot). Jadi kota yang sudah ada (rute) kita ingin tambah frekuensinya. Sebanyak yang bisa kita peroleh,” ucapnya di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, ‎Rabu (3/6/2015).

Menurutnya, rencana penambahan slot tersebut masih dalam pembahasan oleh maskapai dan bandara. Saat ini, baru Citilink dan Batik Air yang sudah beroperasi di Bandara Halim Perdanakusuma.

“Nanti tinggal pengelola Bandara yang memutuskan. Apa mau menambah airlines yang lain, atau ada yang mau extra flight dari Halim. Tapi Citilink berniat terus menambahkan frekuensi di Halim. Paling adanya penerbangan di malam dan pagi banget,” tutur dia.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia ‎(Persero) Arif Wibowo menambahkan, anak usahanya ini harus tetap beroperasi di Bandara Halim Perdanakusuma. Kendati dia tidak melarang maskapai lain untuk turut serta beroperasi di bandara tersebut.‎

“Slot komersial kan dulu siapa saja boleh beroperasi. Kebetulan Citilink yang pertama. Citilink hanya menjalankan kebijakan Kemenhub sebelumnya, bahwa kita harus beroperasi di Halim, waktu itu 10 Januari 2014,” pungkas Arif.


Sumber

Pesawat Garuda Tergelincir di Makassar

Operasional di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, tidak terganggu dengan adanya insiden pesawat Garuda Indonesia tergelincir keluar landasan, Selasa (2/6/2015) sore.

“Operasional bandara tidak terganggu karena menggunakanrunway lain,” demikian disampaikan Farid Indra Nugraha Corporate Secretary Angkasa Pura 1 dalam pesan yang diterimaKompas.com.

Akibat insiden tersebut, runway 13/31 ditutup hingga pukul 16.40 Wita dan operasional pendaratan dan take off pesawat semuanya menggunakan runway 03/21.

Vice President Corporate Communication PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pujobroto menyatakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-800, nomor penerbangan GA-618 rute Jakarta-Makassar berangkat tepat waktu pukul 11.00 WIB dari Jakarta.

Pada pukul 14.40 Wita, pesawat tergelincir tak lama setelah melakukan pendaratan dalam keadaan hujat lebat di bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

“Seluruh 144 penumpang dan 8 crew pesawat tersebut berada dalam keadaan selamat dan keluar dari pesawat secara normal melalui tangga pesawat. Pesawat hanya bergeser sekitar satu meter dari pinggiran runway,” ujar Pujobroto dalam pernyataan resminya.

Kondisi roda depan dan kiri terperosok ke shoulder, sedangkan roda kanan masih di runway (aspal).

Pesawat Boeing 737-800NG PK-GFA tersebut diterbangkan oleh Pilot in Command Capt. Nikodemus Elim, dan Kopilot FO Ida Fiqriah.

“Saat ini Garuda Indonesia bekerjasama dengan DKUPPU, Otoritas Bandara dan Otoritas lainnya, sedang melaksanakan pemeriksaan lebih lanjut berkaitan dengan kejadian tersebut,” kata Pujobroto.

Sementara menurut Indra, badan pesawat akan dievakuasi hari ini dengan ditarik ke belakang. Sementara evakuasi dengan menggunakan salvage masih disiapkan

 

 

Sumber

Bandara Surabaya Dianggap Sempurna

Indonesia memang memiliki bandara udara cukup banyak, termasuk di Surabaya. Bandara Internasional Juanda, Surabaya sangat sempurna.

Pergi ke Surabaya menggunakan pesawat memberi pengalaman berbeda. Apalagi mendarat di terminal 2, Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Surabaya, Jawa Timur.

Terminal 2 atau lebih sering disebut T2 Juanda merupakan terminal lama yang kini sudah direnovasi. Ada beberapa aspek yang ditambahkan untuk memberi kenyamanan saat penumpang tiba.

“Dari konsep sih berubah ya jadi lebih modern. Kebersihan, kenyamanan, keamanan dan segala macam juga dimaksimalkan,” jelas salah satu petugas di Surabaya.

Dari pantauan di pintu kedatangan, Terminal ini memberi suasana nyaman, sejuk dan lampu penerangan yang cukup. Kondisinya juga lengang dan tidak terlalu padat sehingga terlihat tertib.

Terlebih, konsep di lounge kedatangan menyambut ramah dengan dominasi warna silver yang memberi kesan modern. Di setiap tiang penyangga, terdapat sebuah gambar besar seperti motif batik yang memberi sentuhan tradisional.

Sepanjang jalan menuju area pengambilan bagasi, tak ada sedikitpun sampah atau bercak kotoran pada tembok dan lantai.

Melangkah sedikit ke ruang tunggu, Anda akan bertemu dengan tiga orang penjaga keamanan di pintu keluar area bagasi. Tingkat keamanan di bandara Juanda sepertinya cukup memadai.

Lebih lanjut, memasuki area ruang tunggu di terminal 2. Areanya cukup luas, lapang, sejuk dan bersih seperti halnya area bagasi tadi. Namun area ini mirip sekali dengan mal lantaran terdapat space khusus buat pameran beberapa produk.

Suasana area ini juga tak begitu ramai. Terlihat beberapa gerai makanan dan suvenir tertata rapih dan siap memenuhi kebutuhan Anda.

Secara keseluruhan, terminal 2 di Bandara Internasional Juanda, Surabaya ini bagus dan sudah memenuhi standar. Sejak 14 Februari 2014 lalu, terminal 2 sudah beroperasi untuk penumpang dengan rute Internasional dan juga domestik.

Sumber

Peresmian Bandara di Kepulauan Terluar Indonesia

Bandar Udara (Bandara) Maratua di lokasi wisata kepulauan terluar Indonesia, yakni Pulau Maratua, Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, rencananya akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo bersama 18 bandara lain di Indonesia.

“Terdapat 18 bandara di Indonesia yang akan diresmikan Bapak Presiden, tetapi kami belum mendapat info pastinya, kapan dan dimana presiden akan meresmikan 18 bandara itu secara simbolis,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur, Zairin Zain, di Samarinda, Senin, 1 Juni 2015.

Salah satu lapangan terbang yang sangat potensial untuk difungsikan kembali adalah Pangkalan Udara Morotai, di Maluku Utara. Pada masa Perang Dunia II, lapangan terbang dengan tujuh landas pacu sejajar itu sangat strategis dan vital sehingga diperebutkan pasukan Sekutu ataupun Jepang di Theater Pasifik.

Kini kondisi lapangan terbang yang dibangun di atas karang –sehingga secara konstruksi sudah sangat kokoh– itu cukup terbengkalai, padahal dia saksi penting sejarah Perang Dunia II selain dapat difungsikan menjadi simpul utama ekonomi dan pariwisata kawasan timur Indonesia.  Dar Morotai, pesawat-pesawat tempur Sekutu dapat menjangkau Pasifik Barat secara mudah.

Meskipun tempat dan waktu peresmian secara simbolis oleh presiden belum diketahui pasti, lanjut dia, namun untuk peresmian Bandara Maratua oleh Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, akan dilakukan di Maratua pada Desember 2015.

Dalam pembangunan Bandara Maratua yang sudah dimulai sejak 2011 tersebut, total APBD Provinsi Kaltim telah memberikan dana senilai Rp 100 miliar, kemudian dari pemerintah pusat melalui APBN memberikan bantuan keuangan senilai Rp40 miliar.

Sedangkan peran Pemkab Berau adalah menyiapkan lahan dan melakukan pembangunan akses ke perkampungan setempat, sehingga sinergi dari daerah dan pusat tersebut dapat mempercepat pembangunannya.

Bandara Maratua memiliki landasan pacu sepanjang 1.400 meter. Saat ini untuk rencana operasionalnya akan menggunakan gedung lama miliki Pemkab Berau untuk dijadikan terminal. Sambil operasionalnya bandara, maka terminal tetap dibangun agar menjadi representatif.

“Pada pembangunan apron dan landasan pacu mendapat pendanaan dari APBN dan APBD Provinsi Kaltim, sedangkan untuk pembangunan terminal kedatangan dan keberangkatan diusulkan mendapat pembiayaan dari APBN,” ujarnya.

Bandara Maratua dibangun memiliki beberapa tujuan, seperti untuk menjaga keutuhan Indonesia karena bandara tersebut terletak di pulau terluar. Tujuan lain untuk memperlancar arus masuk wisatawan lokal maupun mancanegara karena di kepulauan itu terdapat sejumlah objek wisata menarik, terutama alam bawah laut.

Bandara tersebut akan bisa didarati pesawat turboprop sekelas ATR berkapasitas 40 penumpang maupun pesawat C-130 Hercules TNI AU, sehingga keberadaannya dapat berfungsi sebagai pertahanan terluar, sekaligus untuk menjaga kedaulatan Indonesia.

Selama ini, wisatawan yang ingin menikmati keindahan wisata bahari di kepulauan Derawan, harus menggunakan speed boat dengan waktu tempuh cukup lama, tetapi dengan adanya bandara tersebut, diharapkan kunjungan wisatawan lebih banyak karena waktu tempuhnya lebih singkat.

Keberadaan Bandara Maratua juga diyakini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, karena dengan banyaknya wistawan, maka warga Maratua akan mampu memanfaatkannya untuk membuka usaha ekonomi produktif, baik menawarkan barang dagangan maupun menyediakan jasa.

Sumber

Bandara Tersibuk di Jerman Menjadi Ruang Publik

Berwisata di dalam sebuah bandara seakan hal yang tidak masuk akal, tetapi berbeda dengan tempat ini. Anda akan merasakan sensasi liburan menakjubkan dari bandara yang pernah menjadi tempat ikonik di Eropa pada perang dunia II.

The Tempelhof Airport di Berlin pernah menjadi bandara terbesar dan tersibuk di Jerman, dan salah satu bandara ikonik Eropa dari era pra-Perang Dunia II. Kompleks bangunan ini dirancang menyerupai elang dalam penerbangan dengan mil panjang hanggar setengah lingkaran membentuk penyebaran sayap burung.
Dilansir dari Amusing Planet, bangunan yang besar dengan atap kanopi gaya klasik ini mampu mengakomodasi sebagian besar perusahaan penerbangan kontemporer pada 1950-an hingga awal 1970-an. Untuk melindungi penumpang dari kecelakaan, terdapat dua landasan pacu paralel dengan panjang lebih dari 2 kilometer.
Selain itu bangunan utama bandara pernah masuk di antara 20 gedung terbesar di dunia. Setelah bandara ditutup pada tahun 2008, pemerintah kota Berlin mereklamasi 386 hektare ruang terbuka dan salah satu bangunan terbesar di bandara ini untuk dibuka sebagai ruang publik. Anda bisa bersepeda sejauh 6 kilometer, skating dan jogging trail, area BBQ 2,5 hektar, lapangan anjing-berjalan seluas sekitar empat hektar dan area piknik besar untuk semua pengunjung.
Salah satu kegiatan yang paling populer di Tempelhof masih berhubungan terbang, tetapi mesin raksasa yang pernah ditinggali wilayah udara di atas bandara kini telah digantikan oleh layang-layang.
Pada awalnya bandara ini digunakan untuk parade tentara Prusia, dan kemudian digunakan oleh pasukan Jerman bersatu sejak 1720 sampai awal Perang Dunia I. Situs ini memiliki hubungan panjang dengan pesawat dengan beberapa upaya penerbangan awal yang dibuat di sini.
Selama akhir abad ke-19, Tempelhof digunakan untuk meluncurkan balon gas sebagai jenis layanan airlift. Setiap hari terbang membawa 155 orang dari kota. Pada tahun 1909, Prancis Armand Zipfel membuat demonstrasi penerbangan pertama di Tempelhof. Kemudian di tahun yang sama, Orville Wright, bersama dengan saudaranya Wilbur, menjadi orang pertama yang terbang pesawat bermotor dikemudikan, dalam pameran dirgantara yang diselenggarakan di Tempelhof.
Tempelhof ditetapkan sebagai bandara pada tahun 1923, terminal dibangun pada tahun 1927 dan penerbangan komersial pertama pun dimulai. Setelah Nazi mengambil alih kekuasaan pada tahun 1933, Adolf Hitler mulai perluasan bandara untuk mengakomodasi volume berkembang pesat lalu lintas penumpang.
Ikon hanggar busur berbentuk bandara dibangun selama ekspansi ini. Atap adalah telah berjenjang tempat duduk untuk 80.000 penonton dari mana mereka bisa menikmati Luftwaffe menunjukkan udara, tetapi ini tidak bisa diselesaikan karena gangguan yang dibawa oleh Perang Dunia Kedua. Juga masih belum selesai adalah air terjun yang direncanakan, gedung perkantoran skala besar yang mengelilingi sisi barat alun-alun melingkar, dan menara kontrol.

Kepala Keamanan Bandara AS Dipecat Akibat Teledor

Menteri Keamanan Dalam Negeri Jeh Johnson mengatakan telah memecat pejabat keamanan bandara Melvin Carraway, karena tidak mampu memberikan hasil bagus dalam uji coba pemindai bandara.

Direktur Sementara Badan Keamanan Bandara Amerika Serikat (TSA), Melvin Carraway telah diberhentikan dari jabatannya setelah beberapa agen yang menyamar dengan membawa bahan peledak palsu dan senjata api tidak terdeteksi di pos-pos pemeriksaan keamanan. Enam puluh tujuh dari 70 uji coba yang dilakukan agen-agen tersebut tidak terdeteksi oleh petugas keamanan.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Jeh Johnson mengatakan ia telah memindahkan Carraway ke posisi lain di dalam Departemen Keamanan Dalam Negeri. Johnson mengumumkan Wakil Direktur TSA Mark Hatfield menggantikan Carraway sebagai direktur sementara yang baru.

“Johnson menolak merinci hasil uji pemeriksaan keamanan baru-baru ini tetapi mengatakan ia menilai hal itu sebagai ‘sesuatu yang sangat serius’,” sebut ABC News, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Rabu (3/6/2015).

ABC News mengatakan pemeriksaan atas kegiatan TSA itu menemukan banyak kekurangan dalam bidang keamanan di sejumlah bandara tersibuk di Amerika Serikat.

Dalam satu peristiwa, seorang agen yang menyamar ditahan sebentar karena mematikan alarm di sebuah pos pemeriksaan. Tetapi petugas keamanan gagal menemukan bahan peledak palsu yang dilekatkan pada punggungnya.

Johnson memerintahkan pelatihan baru bagi agen-agen pemeriksaan keamanan dan pengujian ulang alat-alat pemindai yang digunakan di bandara-bandara Amerika. Ia menambahkan uji pemeriksaan keamanan secara acak akan tetap dilanjutkan.

 

 

 

Sumber

Pemkot Tidore Segera Bangun Bandara Bertaraf Internasional

Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan, Maluku Utara (Malut) berencana membangun bandara bertaraf internasional yang akan menjadi pintu utama keluar masuk ke Sofifi, ibu kota Provinsi Malut.

“Bandara tersebut rencananya akan dibangun di wilayah Oba dengan pertimbangan selain letaknya dekat dengan Sofifi, juga memiliki kondisi lahan yang memungkinkan untuk pembangunan bandara bertaraf internasional,” kata Wali Kota Tidore Kepulauan Achmad Mahifa di Tidore, Senin (1/6).

Pemkot Tidore Kepulauan tengah membahas rencana pembangunan bandara tersebut dengan pihak Pemprov Malut, serta akan mengkomunikasikan dengan Kementerian Perhubungan, terutama untuk penganggarannya melalui APBN.

Menurut Achmad, Sofifi sebagai ibu kota Provinsi Malut harus memiliki bandara beraraf internasional untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, termasuk para pelaku usaha dan wisatawan yang akan keluar masuk ke ibu kota provinsi Malut, karena saat ini belum memiliki bandara.

Bandara yang selama ini digunakan untuk keluar masuk ke ibu kota Provinsi Malut melalui Bandara Sultan Babullah Ternate dianggap kurang efisien, karena masih harus menggunakan transportasi laut untuk sampai ke Sofifi dan tidak jarang mengalami hambatan jika kondisi perairan laut antara Ternate dengan Sofifi buruk.

Sebelumnya, Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba mengaku sudah menyampaikan kepada Kementerian Perhubungan mengenai perlunya bandara baru untuk pintu keluar masuk ke Provinsi Malut mengingat bandara Sultan Babullah berada di bawah Gunung Api Gamalama, yang jika meletus mengakibatkan Bandara Sultan Babullah ditutup.

Kementerian Perhubungan sudah menyatakan dukungannya untuk pembangunan infrastruktur perhubungan di Malut, terutama bandara dan untuk tahun 2015 ini diarahkan di Bandara Kao, Kabupaten Halmahera Utara yang nantinya bisa menfaatkan sebagai bandara alternatif jika Bandara Sultan Babullah ditutup akibat letusan Gunung Gamalama.

Sumber

Cuaca

Bali
overcast clouds
24.2 ° C
24.2 °
24.2 °
88 %
1.7kmh
100 %
Tue
24 °
Wed
30 °
Thu
29 °
Fri
30 °
Sat
30 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,089.3
AUD
11,977.9
EUR
19,956.1
CNY
2,502.8
JPY
107.1
SGD
13,382.0