Kalstar berencana mengoperasikan rute Solo – Banjarmasin

104

Kalstar Aviation berencana mengoperasikan rute penerbangan yang menghubungkan antara Solo dan Banjarmasin untuk mengisi kekosongan pada rute tersebut sejak ditinggalkan oleh Trigana Air pada 17 Oktober 2013 lalu karena kalah bersaing dan merugi.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo Abdullah Usman mengatakan, Kalstar akan melayani rute Solo-Banjarmasin dan sebaliknya setiap hari mulai 15 Desember 2013 menggunakan pesawat Boeing 737-500 yang berkapasitas 132 kursi. “Seluruh persiapan sudah matang. Biro perjalanan wisata juga telah mendukung,” kata Usman kepada Suara Merdeka.

Kehadiran Kalstar yang membuka rute Solo-Banjarmasin tentu saja semakin membuat gairah Bandara Adi Sumarmo karena selama ini masih cukup sedikit penerbangan yang beroperasi di bandara tersebut. Oleh karena itu, Usman berharap Kalstar bisa tetap mempertahankan eksistensinya di Bandara Adi Sumarmo.

Untuk rute Solo-Banjarmasin, Usman mengatakan bahwa rute ini cukup potensial karena banyak pekerja dan wirausahawan dari Solo dan sekitarnya yang mengadu nasib di Kalimantan. Apalagi rute ini juga terhubung dengan Balikpapan, sehingga potensi akan semakin besar.

“Kalstar adalah maskapai besar yang sudah berpengalaman dalam melayani penerbangan di Indonesia Timur. Saya kira mereka sudah berhitung untung ruginya membuka rute penerbangan Solo-Balikpapan-Banjarmasin,” ungkapnya.

Selama ini Kalstar telah melayani rute penerbangan dari kota-kota di Kalimantan menuju kota-kota di Jawa, seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Dibukanya penerbangan Solo-Banjarmasin menambah daftar destinasi Kalstar di Pulau Jawa.

Sementara itu, maskapai penerbangan Sriwijaya Air yang telah memiliki rencana lebih dahulu untuk membuka rute Solo-Banjarmasin-Balikpapan menyatakan tetap bisa mengisi rute tersebut meskipun sudah ada maskapai penerbangan lain yang mengisi kekosongan setelah ditinggalkan Trigana Air.

District Manager Sriwijaya Air Solo Taufik Sabar mengatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan data survey ke pusat, termasuk perhitungan untung rugi, namun belum mendapatkan tanggapan. “Kemungkinan pada pertengahan Desember nanti baru ada jawaban dari pusat,” kata Taufik.