Gunung Agung Meletus Airnav tegaskan Ngurah Rai masih aman, perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav Indonesia) menyatakan bahwa letusan Gunung Agung selasa 21/11, tidak berdampak pada kegiatan penerbangan di wilayah Bali.

AirNav mengaku akan terus memantau perkembangan secara ketat dan menyiagakan seluruh personilnya. AirNav cabang Bali pun akan terus memonitor keberadaan debu vulkanik di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Saat ini kondisi belum berdampak pada penerbangan. Kami terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Agung dan sudah menyiapkan skenario-skenarii bila aktivitas terus meningkat,” terang Head of Corporate Communication AirNav, Yohanes Sirait.

“Skenario tersebut sudah kami siapkan sejak beberapa bulan lalu saat Gunung Agung juga mengeluarkan letusan,” imbuhnya.

Direktur Operasi AirNav Indonesia Wisnu Darjono mengungkapkan, pihaknya berkoordinasi dengan BMKG dan PVMBG untuk mengamati Darwin Volcanic Ash Advisory Center (DVAAC) dengan menggunakan tes kertas (paper test) debu vulkanik, di mana hasilnya adalah nill VA. Selain itu, pilot juga melaporkan kepada AirNav bahwa ada awan abu kecil dari Gunung Agung bergerak ke arah timur.

“Sehingga sampai saat ini kami sampaikan kepada publik bahwa tidak ada abu vulkanik di Bandara Ngurah Rai dan erupsi Gunung Agung tidak berdampak pada kegiatan penerbangan di wilayah Bali. Apalagi perkembangan terakhir, erupsi semakin mengecil,” ujar Wisnu.

AirNav juga memastikan kegiatan penerbangan dari dan ke Bali hingga saat ini masih berlangsung normal. “Semua normal, tidak ada penerbangan yang dialihkan atau dibatalkan, semua tetap berjalan dan kami awasi dengan ketat,” ujarnya.