Bandara Juanda tidak terpengaruh erupsi Gunung Agung, rute penerbangan dari dan menuju Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, masih terpantau normal di Bandara Juanda, Kabupaten Sidoarjo. Meski demikian, pihak Angkasa Pura yang ditunjuk sebagai salah satu bandara alternatif telah menyiapkan 12 slot apron untuk parkir pesawat, jika sewaktu-waktu terjadi pengalihan penerbangan, akibat aktivitas vulkanik Gunung Agung.

Aktivitas penerbangan Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo tidak terpengaruh dengan erupsi Gunung Agung Bali dan penerbangan dari Juanda ke Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bali tidak ada yang dibatalkan atau delay.

Humas Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda, Febrian Prayogo menerangkan, bandara masih open (buka) dan tak terdampak adanya erupsi Gunung Agung di Karangasem, Bali.

“Tak ada yang close penerbangan dari Juanda ke Nguarah Rai Bali,” sebut Febri.

Dari data pihak Angkasa Pura 1 Bandara Juanda, setiap hari terdapat 24 penerbangan dari dan menuju Bandara Ngurah Rai, yang dilayani oleh 5 maskapai penerbangan. Dari data tersebut, 4 penerbangan hingga Minggu pagi ini masih berjalan normal dan belum terdampak oleh aktivitas vulkanik Gunung Agung.

Meski demikian, sejak Sabtu malam lalu, pihak Angkasa Pura sendiri, telah mengoperasikan landasannya selama 24 jam non stop untuk mengantisipasi adanya pengalihan penerbangan dari sejumlah bandara domestik maupun bandara internasional, yang sedianya mendarat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Febrian berharap, adanya peningkatan aktivitas dan juga terjadinya erupsi di Gunung Agung tidak sampai berdampak pada penerbangan di Indonesia, terutama Bandara Juanda.

“Mudah-mudahan lancar penerbangan,” harap Febrian.