Garuda Indonesia dan Lion Air tertarik mengelola bandara

30

Baru-baru ini pemerintah menawarkan 10 bandara untuk dikelola pihak swasta maupun pihak lain yang berminat mengembangkannya. Bandara-bandara itu antara lain Bandara Radin Inten (Lampung), Bandara Fatmawati (Bengkulu), Bandara Sentani (Jayapura), Bandara Tjilik Riwut (Palangkaraya), Bandara Mutiara (Palu), Bandara Matahora (Wakatobi), Bandara Hanandjoeddin (Tanjung Pandan), Bandara Juwata (Tarakan), Sultan Babullah (Ternate), dan Bandara Komodo (Labuan Bajo).

Melihat tawaran tersebut, maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air tertarik untuk mengembangkan bisnisnya sebagai operator bandara. “Kami berminat bila harganya cocok,” kata Komisaris PT Garuda Indonesia Tbk Bambang Susantono yang dilansir Kompas.com.

Bambang Susantono yang menjabat sebagai Wakil Menteri Perhubungan ini belum bisa mengungkapkan bandara mana yang diminati oleh Garuda Indonesia. Perusahaan plat merah tersebut baru-baru ini mulai melayani rute penerbangan ke Labuan Bajo, tetapi Garuda belum tentu mengembangkan bisnis di Bandara Komodo, Labuan Bajo.

Selain Garuda Indonesia, Lion Air juga tertarik mengikuti tender sebagai operator bandara. Bahkan Lion Air sudah mengirimkan surat kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Sayangnya, manajemen Lion Air tidak ada yang mau berkomentar mengenai hal ini.

Sementara itu, operator bandara di wilayah barat, Angkasa Pura II, juga menyatakan minatnya untuk mengikuti tender. Sebelumnya diberitakan bahwa perusahaan BUMN ini akan mengoperasikan tiga bandara di wilayah barat, yaitu Bandara Radin Inten, Bandara Fatmawati, dan Bandara Hanandjoeddin. Namun, pengelolaan ketiga bandara ini masih menunggu keputusan dari pemerintah. “Kami minat ikut tender, masalah menang atau tidak itu nomor 7,” ujar Direktur Komersial Kebandarudaraan Angkasa Pura II Rinaldo J. Aziz.