Bandara mengapung Ahmad Yani pertama di Indonesia, PT Angkasa Pura I (Persero) tengah mengembangkan Bandara Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah. Salah satu yang sedang dibangun oleh AP I adalah terminal penumpang. Uniknya, terminal baru Bandara Ahmad Yani dibangun di atas rawa alias mengapung di atas air (floating). Pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani saat ini pembangunan sudah mencapai 31,33% dengan total anggaran dana Rp2,07 triliun.

Dalam pembangunan wilayah bandara baru ini dibangun terminal seluas 58.652 m2 lebih luas dari bandara  existing yang sebesar 6.708 m2. Pembangunan terminal yang merupakan bagian dari paket 3 ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Terlihat pembangunan masih berlangsung yang hingga saat ini progres masih mencapai 22%.

“Bandara ini nantinya akan menjadi  floating airport pertama di Indonesia. Jadi, tidak semua bagiannya lautnya diuruk. Di sisinya masih ada bagian airnya. Saya kira konsep ini baru yang pertama ya, karena biasanya kan diuruk seluruhnya,” jelas Project Administration AP I, Nina Adis.

Desain bandara tersebut nantinya juga akan mengusung tema eco airport. Maksudnya adalah memanfaatkan apa yang ada di sekitar bandara yaitu rawa. Nina menambahkan, terminal di bandara baru sengaja dibangun dengan menggunakan material yang ramah lingkungan.

“Kami memperbanyak material seperti kaca. Selain untuk estetik, juga agar pencahayaan di terminal bisa memanfaatkan cahaya matahari di siang hari. Ini kan menghemat listrik,” tambahnya.

Nina Adis juga menyebutkan, terminal baru Bandara Ahmad Yani juga dilengkapi teknologi  reverse osmosis sebagai penyedia air bersih. Dengan sistem tersebut, air hujan dan air laut yang ditampung akan diolah dalam  ground water tank yang ada di bawah terminal.

Diketahui, 5 paket pengembangan bandara ini terdiri paket 1 yakni lahan dan jalan akses serta paket 2 yakni apron dan  exit way yang sudah rampung 100%. Sedangkan paket 3 yakni pembangunan terminal, paket 4 yakni bangunan penunjang yang masih dalam tahap lelang, serta paket 5 yakni  water management yang masih dalam penyelesaian perencanaan.