4 Rute Penerbangan Perintis Di Indonesia Timur Mulai Dilayani Garuda Indonesia

72

Garuda buka empat rute penerbangan perintis

Garuda Indonesia buka empat rute penerbangan perintis baru di Indonesia Timur. Diharapkan penerbangan ini dapat menarik minat wisatawan mancanegara untuk melancong ke daerah tujuan wisata dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Tanah Air. Dua rute yang terlebih dulu dibuka pada Senin (2/12/2013) adalah Denpasar-Labuan Bajo-Ende dan Denpasar-Bima-Mataram. Adapun dua rute berikutnya, Denpasar-Labuan Bajo-Tambolaka dan Denpasar-Mataram-Bima, bakal dibuka pada 20 Desember 2013 mendatang.

Direktur Utama Garuda Indonesia , Emirsyah Satar , mengatakan pembukaan rute tersebut merupakan bagian dari komitmen pihaknya untuk meningkatkan konektivitas di wilayah Indonesia. “Garuda juga melanjutkan program transformasi dan ekspansi perusahaan sejalan dengan pertumbuhan positif industri penerbangan,” kata Emir saat meresmikan rute penerbangan baru di Bandara Ngurah Rai, Bali, Senin (2/12/2013).

Peresmian tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu Bambang Susantono mengatakan pembukaan rute tersebut membuka akses dan meningkatkan mobilitas dari dan ke daerah-daerah pelosok Tanah Air. “Kita ingin dari ujung Sabang, Sumatera, Jawa, Bali nanti Maluku, Papua terhubung. Kita ingin terus tingkatkan mobilitasnya,” katanya.

Sementara, Mari Elka Pangestu berharap pembukaan rute tersebut dapat meningkatkan minat wisatawan asing untuk datang ke Indonesia. “Tambah jumlah penerbangan buka potensi wisman bisa jangkau Bima, Ende. Nanti Wakatobi, Ambon. Inilah mimpi kita semua,” tandasnya.

Setelah meresmikan, mereka akan melakukan penerbangan pembukaan rute menuju Labuan Bajo dan Bima dengan pesawat turboprop ATR 72-600 ‘Explore’. Pesawat berkapasitas 70 penumpang tersebut memang dikhususkan Garuda untuk melayani penerbangan perintis lantaran bisa menjangkau bandara kecil yang memiliki landasan pacu kurang dari 1,600 meter dan jarak tempuh kurang dari 900 Nautical Mile (NM). “Pesawat ini tercanggih dan paling nyaman di kelasnya buat melayani rute penerbangan jarak pendek di berbagai pulau maupun kota,” ujar Emir.

Menurutnya, Garuda akan mendatangkan 35 pesawat ATR72-600. Sebanyak 25 pesawat firm order dan 10 pesawat berupa option buat melayani penerbangan point to point pada rute jarak dekat. “Dua pesawat tiba bulan November dan Desember tahun ini, sementara sisanya akan didatangkan secara bertahap hingga 2017.”

www.merdeka.com