Hanya berselang empat hari, status Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, kembali dinaikkan. Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, status aktivitas Gunung Agung dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga) terhitung mulai Senin, 18/09/17, pukul 21.00 WITA.

Sejauh ini, Kepala PVMBG telah melaporkan kenaikan status Gunung Agung kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Provinsi Bali, dan BPBD Kabupaten Karangasem.

“(Terutama) untuk mengambil langkah-langkah antisipasi menghadapi kemungkinan terburuk dari meletusnya Gunung Agung,” ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Peningkatan status tersebut berdasarkan aktivitas vulkanik Gunung Agung. Kondisi ini belum memengaruhi aktivitas lalu lintas penerbangan, khususnya dari dan menuju Bandara Ngurah Rai, Bali.

Presiden Direktur Airnav Indonesia, Novie Riyanto mengatakan, situasi terakhir masih aman sehingga tidak perlu menerbitkan imbauan larangan terbang. Bahkan tidak ada larangan bagi pesawat yang menuju atau dari Bandara Ngurah Rai untuk melintasi kawasan Gunung Agung.

“Saat ini masih aman, belum ada imbauan larangan penerbangan karena aktivtas Gunung Agung belum mengganggu penerbangan,” kata Novie.

Menurut Communication Head and Legal Section Head  Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, penerbangan masih normal dan situasi di Gunung Agung tersebut belum mengganggu penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Ia mengatakan akan mengadakan rapat dengan dengan seluruh stakeholder untuk membahas dampak Gunung Agung.

“Namun kita tetap siaga terus cek di lapangan secara fisik debu vulkanik turun ke area bandara atau tidak,” paparnya.