Home Blog Page 322

Ilham Habibie: Pesawat R-80 Terbang Tahun 2016

JAKARTA, KOMPAS.com — Ilham Habibie, Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI), perusahaan industri pesawat terbang, menuturkan bahwa saat ini pesawat R-80 masih dalam tahap desain. Selama proses desain tersebut, pihak RAI dibantu enam maskapai yang tergabung dalamairlines working group. Mereka memberikan masukan untuk penyempurnaan R-80.

“Semuanya maskapai Indonesia. Selain NAM Air, ada Citilink, Wings Air, KalstarAsia, Sky Aviation, dan Merpati,” kata Ilham ditemui di sela-sela dialog bisnis Uni Eropa-Indonesia ke-4 di Jakarta, Selasa (22/10/2013).

Ilham mengatakan, desain R-80 juga akan memperhitungkan masukan-masukan dari keenam maskapai tersebut.

Sebagaimana diketahui, di antara keenamnya, baru NAM Air yang sudah menandatangani kontrak pengadaan 100 pesawat narrow body itu. “Mereka belum ada yang ambil. Memang sangat luar biasa NAM Air, saat ini sudah ambil keputusan. Dia sudah minta harganya juga, padahal kami masih desain,” ungkap Ilham.

Anak sulung mantan Presiden RI, BJ Habibie, ini berharap desain awal R-80 bisa rampung pada April 2014. Setelah itu, dia melanjutkan, barulah RAI akan membuat desain rinci bersamaan dengan prototipe.

Diperkirakan, prototipe R-80 selesai pada 2016. “Mudah-mudahan kita akan lihat penerbangan perdananya pada 2016. Setelah itu kita lakukan sertifikasi kelayakan udara,” tuturnya.

Seusai penerbangan perdana, R-80 masih harus melalui proses sertifikasi kelayakan udara yang memakan waktu selama 2 tahun. Jika tak ada aral melintang, maka RAI akan menyerahkan R-80 secara perdana kepada pemesan pada 2018. “Tapi itu pun bisa berubah dari rencana awal. Tapi sejauh ini belum ada perubahan dari rencana awal,” katanya.

Bodi Helikopter Cougar Asli Buatan Indonesia

BANDUNG, KOMPAS.com — Industri pesawat terbang Indonesia terus berkembang. PT Dirgantara Indonesia, badan usaha milik negara (BUMN) strategis, bekerja sama dengan Eurocopter dalam mengembangkan helikopter EC 725 Cougar.

Setelah tiga tahun pengembangan, fuselage (badan helikopter) Cougar akhirnya rampung. Helikopter tersebut didesain oleh Eurocopter, industri helikopter yang bermarkas di Perancis dan merupakan pemegang hak cipta dari helikopter Cougar.

Awalnya PT Dirgantara Indonesia (PT DI) merakit helikopter ini atas pemesanan dari TNI Angkatan Udara sebanyak empat unit. Eurocopter kemudian mengirim desain Cougar. Namun, desain yang dikirimkan ternyata belum sempurna.

“Mulanya kami seperti subkontrak, mereka memberikan desain, kami yang mengerjakan. Tapi ini berbeda. Gambar-gambar yang diberikan kepada kami itu belum matang. Belum bisa menjadi komponen dan masih banyak kesalahan. Kami membantu desain tersebut menjadi desain utuh,” ujar Sonny Saleh Ibrahim, Kepala Komunikasi PT DI, Rabu (23/10/2013).

Karena turut serta dalam mendesain Cougar, PT DI tentu mendapat keuntungan. “Akhirnya kami investasi juga di dalam, tapi investasi produksi. Tools-nya jadi tools kami. Jadi, nanti suatu hari misalnya negara lain membeli Cougar di Eurocopter, komponennya dibuat di sini, lalu kirim ke Perancis,” kata Sonny.

PT DI menjadi mitra strategis Eurocopter. Hal ini sudah berlangsung selama tiga tahun sejak TNI AU melakukan pemesanan pada tahun 2010. PT DI bertugas mengerjakan fuselage dantail boom (buntut helikopter) sambil mengembangkan desain. Baling-baling dan sisanya dikerjakan oleh Eurocopter.

Setelah menerima desain untuk pembuatan fuselage dan tail boom, karya PTDI ini diserahkan kepada Eurocopter untuk dipasangi mesin dan komponen lainnya. Helikopter belum rampung karena masih harus diserahkan kembali ke PT DI untuk pemasangan komponen elektronik dan lain-lain. Jika rampung, maka helikopter berkapasitas 22 orang ini bisa diserahkan ke TNI AU sebagai pemesan.

Bagaimana dengan pemasangan persenjataan di Cougar ini? “Selama persenjataan yang digunakan adalah produksi PT Pindad, kami yang akan memasangnya. Kalau impor, TNI AU sendiri yang akan pasang karena mereka yang tahu,” ujar Sonny.

Tak hanya dengan Eurocopter, kerja sama serupa juga dilakukan oleh PT DI dengan perusahaan Airbus. PT DI menjadi penyuplai global. “Global supplier itu, kami membuat komponen untuk Airbus atau Eurocopter, lalu pesawatnya dipakai di seluruh dunia,” kata Sonny.

Karya dari jerih payah anak bangsa Indonesia akhirnya bisa berkibar juga di dunia internasional meski sebagian bahan baku masih harus diimpor. Sejak 1976, pembuatan helikopter di PT DI selalu atas lisensi penuh dari luar negeri. Pembuatan Cougar ini menjadi yang pertama bagi PT DI dalam berposisi sebagai mitra strategis industri luar negeri.

Pembuatan helikopter di PT DI dimulai dengan jenis NBO 105 pada 1976, dilanjutkan dengan Puma NSA 330 dan Super Puma NAS 332 di tahun 1982. Dua tahun kemudian, pada 1984, PT DI memproduksi lagi Nbell 412.

EC 725 Cougar sendiri dikerjakan sejak 2010, diikuti pengerjaan Bell 412-EP pada 2011. Helikopter Cougar sendiri merupakan evolusi dari Super Puma NAS 332. Hingga saat ini, Super Puma NAS 332 sudah diproduksi sebanyak 20 unit. Sebagian besar produksi digunakan oleh TNI AU. (Rhea Febriani Tritami)

Pilot Salah Pahami Perintah, Dua Jumbo Jet dengan 1.000 Penumpang Nyaris Tabrakan

LONDON, KOMPAS.COM — Dua pesawat jet jumbo dengan total penumpang 1.000 orang, yang terbang di ketinggian yang sama, nyaris jatuh di atas Skotlandia karena keempat pilot membelokan pesawat ke jalur tabrakan setelah salah mengikuti petunjuk.

Petunjuk di radar sudah menunjukkan bahwa dua Boeing 747 yang melintasi Atlantik itu secara bertahap akan berimpitan satu sama lain. Seorang pengawas lalu lintas udara yang melihat bahaya itu segera memerintahkan pesawat yang di sebelah kiri untuk berbelok ke kiri dan yang di sebelah kanan untuk berbelok ke kanan, demi memindahkan mereka agar saling menjauh.

Anehnya, para pilot (dua pilot untuk setiap pesawat) dalam pesawat itu justru melakukan hal yang sebaliknya, pesawat yang di sebelah kiri berbelok ke kanan dan pesawat yang di sebelah kanan berbelok kiri.

Tragedi terhindar hanya beberapa detik saat para pilot secara fisik melihat satu sama lain, lalu mengambil langkah mengelak. Satu pesawat menaikkan ketinggian dan satunya menurunkan ketinggian. Pada satu titik kedua pesawat itu hanya berjarak 100 kaki (atau 30 meter) secara vertikal.

Ketika alarm pertama kali berbunyi, jarak antara kedua pesawat itu sekitar sepuluh mil (16 km). Dalam semenit, jarak keduanya kurang dari tiga mil secara horizontal dan terus mendekat.

Walau sudah ada penyelidikan mendalam, para ahli bingung menjelaskan bagaimana para awak kedua pesawat salah mendengar atau salah mengartikan perintah yang berikan kepada mereka.

Kejadian itu terjadi pada siang bolong pada 23 Juni di posisi sekitar 30 km sebelah utara Glasgow, Skotlandia. Namun, rinciannya baru saja muncul dalam sebuah laporan dari Airprox Board Inggris, yang memantau wilayah udara Inggris. Badan itu menyimpulkan, “Tampaknya kedua awak pesawat keliru menjalankan perintah dengan justru menjalankan perintah yang diberikan untuk awak pesawat yang lain.”

Namun badan itu menambahkan, para ahli ‘merasa sulit untuk menentukan mengapa hal ini telah terjadi’. “Dewan terkejut bahwa keempat pilot telah salah dengar atau salah menafsirkan petunjuk tindakan untuk menghindar meskipun setidaknya salah seorang awak membaca  kembali perintah itu dengan benar,” kata laporan itu.

 

Editor : Egidius Patnistik

Yellowhammer Amazing Photo

Proin tristique elit et augue varius pellentesque. Donec enim neque, vulputate et commodo in, tristique sed velit. Phasellus adipiscing faucibus felis eget hendrerit. Vestibulum aliquet mauris sed felis convallis, sed tempus augue malesuada. Vivamus mauris lorem, laoreet sed suscipit nec, dapibus at elit. In in augue lobortis, eleifend tortor et, varius eros. Vivamus dignissim sed justo vitae suscipit. Mauris mi sem, malesuada sed sapien ut, sagittis condimentum urna. Nullam lacus mi, vulputate sed sollicitudin in, semper ut elit. Phasellus nec est at leo euismod placerat a porttitor est. Curabitur vel varius nunc, nec tincidunt magna. Proin eros mauris, lobortis id quam non, euismod fringilla nulla. Fusce vel nisi et turpis tempor molestie sit amet a dolor.

Vestibulum sit amet ante eget diam scellioness_3-wallpaper-1280x960erisque eleifend. Nam metus mauris, cursus non suscipit ut, faucibus ut quam. Quisque ac scelerisque dolor. Nam sapien leo, euismod id elementum ut, dapibus eget elit. Nunc posuere porttitor nulla facilisis congue. Maecenas molestie quam eu nibh porttitor, vitae vestibulum turpis molestie. Sed quis mauris vitae dolor imperdiet pharetra. Sed et eros eget sapien tempor cursus sit amet eget eros. Nunc a mauris imperdiet, scelerisque diam laoreet, consequat nibh. Morbi gravida ornare sem, aliquet vehicula augue egestas eget. Sed mollis fringilla enim, ac accumsan metus porta et. Fusce ut lacinia ante, et pretium velit. Nullam eget metus enim. Vestibulum mollis leo in nulla tristique, sit amet tincidunt nibh tincidunt. Cras at sem at leo pretium bibendum et at nisl. Pellentesque odio enim, consectetur vitae commodo non, facilisis tincidunt justo.

[dropcap]C[/dropcap]um sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes This is a link, nascetur ridiculus mus. Integer dolor diam, tincidunt ac euismod ac, sollicitudin varius ante. Pellentesque elementum commodo dolor sit amet semper. Nullam id massa a turpis bibendum tincidunt. Donec non augue id Bold and emphasize text augue dignissim molestie elementum vitae velit. Quisque Under line text laoreet eleifend posuere. Mauris congue venenatis nisl ut varius. In posuere sem lorem, delete this Insert this  eu iaculis ante.

[incor name=”h”]

Heading 1

ullamcorper est vitae sem ornare interdum. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus.

Heading 2

ullamcorper est vitae sem ornare interdum. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus.

Heading 3

ullamcorper est vitae sem ornare interdum. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus.

Heading 4

ullamcorper est vitae sem ornare interdum. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus.

[gap height=”20″]

[incor name=”d”]

DropCaps

[gap height=”15″] [one_half]

[dropcap style=”square” font=”play”]D[/dropcap]ullamcorper est vitae sem ornare interdum. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Integer dolor diam, tincidunt ac euismod ac.

[/one_half] [one_half_last]

[dropcap style=”circle” font=”play”]A[/dropcap]ullamcorper est vitae sem ornare interdum. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Integer dolor diam, tincidunt ac euismod ac.

[/one_half_last] [one_half]

[dropcap style=”square” bgcolor=”#de5b5b” sradius=”3″ font=”play”]B[/dropcap]ullamcorper est vitae sem ornare interdum. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Integer dolor diam, tincidunt ac euismod ac. [/one_half] [one_half_last]

[dropcap style=”circle” bgcolor=”#5ba5de” font=”play”]C[/dropcap]ullamcorper est vitae sem ornare interdum. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Integer dolor diam, tincidunt ac euismod ac.

[/one_half_last] [gap height=”20″]

Quotes

[gap height=”15″] [quote font_style=”normal”] Maecenas ullamcorper est vitae sem ornare interdum. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Integer dolor diam, tincidunt ac euismod ac, sollicitudin varius ante.[/quote] Curabitur sit amet magna quam. Praesent in libero vel turpis pellentesque egestas sit amet vel nunc. Nunc lobortis dui neque, quis accumsan dolor. Aenean aliquet dignissim semper. [quote font_style=”normal” bcolor=”#e5e5e5″ align=”right”]sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus.[/quote]Curabitur sit amet magna quam. Praesent in libero vel turpis pellentesque egestas sit amet vel nunc. Nunc lobortis dui neque, quis accumsan dolor. Aenean aliquet dignissim semper. Maecenas ullamcorper est vitae sem ornare interdum. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Integer dolor diam, tincidunt ac euismod ac, sollicitudin varius ante. Pellentesque elementum commodo dolor sit amet semper. Nullam id massa a turpis bibendum tincidunt. [gap height=”20″]

[incor name=”o”]

Ordered & Unordered Lists

[gap height=”5″]

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
  • Aliquam pharetra metus tempus nisi ornare venenatis.
  • In pellentesque lacus non odio malesuada, ac pulvinar purus ornare.
  • Mauris eu tortor luctus, mollis purus quis, scelerisque sapien.
  • In fermentum urna quis convallis feugiat.
  1. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
  2. Aliquam pharetra metus tempus nisi ornare venenatis.
  3. In pellentesque lacus non odio malesuada, ac pulvinar purus ornare.
  4. Mauris eu tortor luctus, mollis purus quis, scelerisque sapien.
  5. In fermentum urna quis convallis feugiat.

[gap height=”10″]

Nested Lists

[gap height=”10″][one_half]

  • List item one
    • List item one
      • List item one
      • List item two
      • List item three
      • List item four
    • List item two
    • List item three
    • List item four
  • List item two
  • List item three
  • List item four

[/one_half][one_half_last]

  • List item one
    1. List item one
      1. List item one
      2. List item two
      3. List item three
      4. List item four
    2. List item two
    3. List item three
    4. List item four
  • List item two
  • List item three
  • List item four

[/one_half_last] [gap height=”20″]

Icon list 1640+

[gap height=”15″] [one_third][list list_items=”list item,list item,list item,list item,list item” icon=”fa-icon-ok” icon_color=”#92ca1a”][/one_third] [one_third][list list_items=”list item,list item,list item,list item,list item” icon=”fa-icon-remove” icon_color=”#de5b5b”][/one_third] [one_third_last][list list_items=”list item,list item,list item,list item,list item” icon=”fa-icon-cog” icon_color=”#5ba5de”][/one_third_last] [gap height=”20″]

Highlights

[gap height=”15″] Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Integer dolor diam, tincidunt ac euismod ac, sollicitudin varius ante. [highlight]Pellentesque elementum commodo[/highlight] dolor sit amet semper. Nullam id massa a turpis bibendum tincidunt. Donec non augue id augue [highlight bgcolor=”#5ba5de” txtcolor=”#ffffff”]dignissim molestie elementum[/highlight] vitae velit. Quisque laoreet eleifend posuere. Mauris congue venenatis nisl ut varius. In posuere [highlight bgcolor=”#de5b5b” txtcolor=”#ffffff”]sem lorem, eu iaculis[/highlight] ante. [gap height=”20″]

Pre & Code

[gap height=”5″]

function foo($arg_1, $arg_2, /* ..., */ $arg_n)
{
    echo "Example function.n";
    return $retval;
}

[gap height=”20″]

Tables

[gap height=”5″]

Employee Salary
John Doe $1 Because that’s all Steve Jobs needed for a salary.
Jane Doe $100K For all the blogging she does.
Fred Bloggs $100M Pictures are worth a thousand words, right? So Jane x 1,000.
Jane Bloggs $100B With hair like that?! Enough said…
Last Name First Name Email Due Web Site
Smith John jsmith@gmail.com $50.00 http://www.jsmith.com
Bach Frank fbach@yahoo.com $50.00 http://www.frank.com
Doe Jason jdoe@hotmail.com $100.00 http://www.jdoe.com
Conway Tim tconway@earthlink.net $50.00 http://www.tway.com

[gap height=”20″]

Definition Lists

[gap height=”5″]

Definition List Title
Definition list division.
Startup
A startup company or startup is a company or temporary organization designed to search for a repeatable and scalable business model.
#dowork
Coined by Rob Dyrdek and his personal body guard Christopher “Big Black” Boykins, “Do Work” works as a self motivator, to motivating your friends.
Do It Live
I’ll let Bill O’Reilly will explain this one.

 

Post with many images

Welcome to image alignment! The best way to demonstrate the ebb and flow of the various image positioning options is to nestle them snuggly among an ocean of words. Grab a paddle and let’s get started.

On the topic of alignment, it should be noted that users can choose from the options of None, Left, Right, and Center. In addition, they also get the options of Thumbnail, Medium, Large & Fullsize.

image-alignment-580x300

The image above happens to be centered.

image-alignment-150x150The rest of this paragraph is filler for the sake of seeing the text wrap around the 150×150 image, which is left aligned.

As you can see the should be some space above, below, and to the right of the image. The text should not be creeping on the image. Creeping is just not right. Images need breathing room too. Let them speak like you words. Let them do their jobs without any hassle from the text. In about one more sentence here, we’ll see that the text moves from the right of the image down below the image in seamless transition. Again, letting the do it’s thang. Mission accomplished!

And now for a massively large image. It also has no alignment.

image-alignment-1200x4002

The image above, though 1200px wide, should not overflow the content area. It should remain contained with no visible disruption to the flow of content.

image-alignment-300x200

And now we’re going to shift things to the right align. Again, there should be plenty of room above, below, and to the left of the image. Just look at him there… Hey guy! Way to rock that right side. I don’t care what the left aligned image says, you look great. Don’t let anyone else tell you differently.

In just a bit here, you should see the text start to wrap below the right aligned image and settle in nicely. There should still be plenty of room and everything should be sitting pretty. Yeah… Just like that. It never felt so good to be right.

And just when you thought we were done, we’re going to do them all over again with captions!

image-alignment-580x300
Look at 580×300 getting some caption love.

The image above happens to be centered. The caption also has a link in it, just to see if it does anything funky.

image-alignment-150x150
Itty-bitty caption.

The rest of this paragraph is filler for the sake of seeing the text wrap around the 150×150 image, which is left aligned.

As you can see the should be some space above, below, and to the right of the image. The text should not be creeping on the image. Creeping is just not right. Images need breathing room too. Let them speak like you words. Let them do their jobs without any hassle from the text. In about one more sentence here, we’ll see that the text moves from the right of the image down below the image in seamless transition. Again, letting the do it’s thang. Mission accomplished!

And now for a massively large image. It also has no alignment.

Image Alignment 1200x400
Massive image comment for your eyeballs.

The image above, though 1200px wide, should not overflow the content area. It should remain contained with no visible disruption to the flow of content.

Image Alignment 300x200
Feels good to be right all the time.

And now we’re going to shift things to the right align. Again, there should be plenty of room above, below, and to the left of the image. Just look at him there… Hey guy! Way to rock that right side. I don’t care what the left aligned image says, you look great. Don’t let anyone else tell you differently.

In just a bit here, you should see the text start to wrap below the right aligned image and settle in nicely. There should still be plenty of room and everything should be sitting pretty. Yeah… Just like that. It never felt so good to be right.

And that’s a wrap, yo! You survived the tumultuous waters of alignment. Image alignment achievement unlocked!

Keren… Bandara Incheon Bisa Kurangi Tingkat Stres Penumpang

KOMPAS.com – Singapura bukan satu-satunya negara yang kini tengah sibuk membangun terminal baru futuristik bandaranya. Korea Selatan, bahkan sudah memulai pemancangan batu pertama, Terminal 2 Bandara Internasional Incheon.

Proyek senilai 2,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 28,4 triliun) tersebut didesain oleh Konsorsium HMGY (Heerim-Mooyoung-Gensler-Yungdo). Selain membangun terminal, konsorsium tersebut juga memasukkan desain menara kontrol kedua, sebuah stasiun kereta, fasilitas parkir, dan Intra Airport Transit (IAT).

Desainnya sendiri terinspirasi dari lokasi bandara yang kental dengan kebudayaan lokal. HMGY menggunakan Burung Phoenix sebagai titik tolak pembuatan desainnya. Phoenix dianggap sebagai lambang otoritas, umur panjang, kekuatan dan keseimbangan.

Keith Thompson, Principal Gensler sekaligus pemimpin praktik desain aviasi global dari Gensler mengungkapkan detil dari desain yang dibuat HMGY. Dia mengatakan, pihaknya merancang Terminal 2 untuk membuat perjalanan di Incheon lebih menarik, menawarkan kemudahan dan kenyamanan yang belum pernah ada sebelumnya. Ini adalah terminal internasional yang besar, namun nantinya terminal ini dapat dijelajahi dengan sangat intuitif.

Pengunjungnya juga akan mendapatkan pengalaman unik dengan menyaksikan taman-taman dalam ruangan yang terdiri atas tanaman khas Korea. Wisatawan akan melihat ini sebagai patokan baru untuk bandara.

Para wisatawan yang akan menggunakan terminal ini bisa mencapainya dengan menggunakan mobil atau kereta. Mereka dapat dengan mudah melihat anjungan tiket, berikut juga lokasi keamanan, dan IAT. Kemudahan ini akan menekan tingkat kesulitan dan stres yang biasa dialami para wisatawan di bandara.

Selain meminimalisasi tekanan (stres) yang dialami wisatawan dengan cara memudahkan mereka menemukan loket-loket yang harus mereka singgahi, terminal ini juga menawarkan berbagai tanaman  khas Korea di dalam ruangan. Para wisatawan juga akan menyaksikan air terjun, kolam ikan koi, dan sungai. Sinar matahari bakal menyelinap masuk ke dalam ruang hijau dan membuat para wisatawan dapat menikmati keindahan “alam mini” Korea tersebut.

Sinar matahari akan mengurangi pemakaian lampu di siang hari. Demikian juga dengan tanaman, dapat mengurangi kinerja pendingin udara dan penggunaan tenaga listrik.

Sumber :
Editor :
Hilda B Alexander

Sejarah Bandara Ngurah Rai, Bali

Berawal dari Tuban
Bandara Ngurah Rai dibangun pada tahun 1930 oleh Departement Voor Verkeer en Waterstaats (semacam Departemen Pekerjaan Umum). Landas pacu berupa airstrip sepanjang 700m dari rumput di tengah ladang dan pekuburan di desa Tuban. Karena lokasinya berada di Desa tuban, masyarakat sekitar menamakan airstrip ini sebagai Pelabuhan Udara Tuban.

Pelabuhan Udara Tuban 
Tahun 1942 Airstip South Bali dibom oleh Tentara Jepang, yang kemudian dikuasai untuk tempat mendaratkan pesawat tempur dan pesawat angkut mereka. Airstrip yang rusak akibat pengeboman diperbaiki oleh Tentara Jepang dengan menggunakan Pear Still Plate (sistem plat baja).

Lima tahun berikutnya 1942-1947, airstrip mengalami perubahan. Panjang landas pacu menjadi 1200 meter dari semula 700 meter. Tahun 1949 dibangun gedung terminal dan menara pengawas penerbangan sederhana yang terbuat dari kayu. Komunikasi penerbangan menggunakan transceiver kode morse.

Pelabuhan Udara Internasional Tuban
Untuk meningkatkan kepariwisataan Bali, Pemerintah Indonesia kembali membangun gedung terminal internasional dan perpanjangan landas pacu kea rah barat yang semula 1200 meter menjadi 2700 meter dengan overrun 2 x 100 meter. Proyek yang berlangsung dari tahun 1963-1969 diberi nama Proyek Airport Tuban dan sekaligus sebagai persiapan internasionalisasi Pelabuhan Udara Tuban.

Proses reklamasi pantai sejauh 1500 meter dilakukan dengan mengambil material batu kapur yang berasal dari Ungasan dan batu kali serta pasir dari Sungai Antosari – Tabanan.

Seiring selesainya temporary terminal dan runway pada Proyek Airport Tuban, pemerintah meresmikan pelayanan penerbangan internasional di Pelabuhan Udara Tuban, tanggal 10 Agustus 1966.

Pelabuhan Udara Internasional Ngurah Rai
Penyelesaian Pengembangan Pelabuhan Udara Tuban ditandai dengan peresmian oleh Presiden Soeharto pada tanggal 1 Agustus 1969, yang sekaligus menjadi momen perubahan nama dari Pelabuhan Udara Tuban menjadi Pelabuhan Udara Internasional Ngurah RAI (Bali International Airport Ngurah Rai.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kargo, maka pada tahun 1975 sampai dengan 1978 Pemerintah Indonesia kembali membangun fasilitas-fasilitas penerbangan, antara lain dengan membangun terminal internasional baru. Gedung terminal lama selanjutnya dialihfungsikan menjadi terminal domestic, sedangkan terminal domestic yang lama digunakan sebagai gedung cargo, usaha jasa catering dan gedung serba guna.

Pengembangan Fasilitas Bandara dan Keselamatan Penerbangan (FBUKP) Tahap I
Proyek FBUKP tahap I (1990 – 1992)  meliputi Perluasan Terminal yang dilengkapi dengan Aviobridge, perpanjangan landas pacu menjadi 3000 meter, relokasi taxiway, perluasan apron, renovasi dan perluasan gedung terminal, perluasan pelataran parkir kendaraan, pengembangan gedung kargo, gedung operasi serta pengembangan fasilitas navigasi udara dan fasilitas catu bahan bakar pesawat udara.

Pengembangan Fasilitas Bandara dan Keselamatan Penerbangan (FBUKP) Tahap II
Proyek FBUKP tahap II (1998-2000), pengembangan bandara dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, antara lain dengan memanfaatkan hutan bakau seluas 12 Ha untuk digunakan sebagai fasilitas keselamatan penerbangan.

Pengembangan Fasilitas Bandara dan Keselamatan Penerbangan (FBUKP) Tahap III
Rencana Proyek FBUKP tahap III meliputi Pengembangan Gedung Terminal, Gedung Parkir, dan Apron. Luas terminal domestik saat ini hanya akan dikembangkan hingga total luasnya mencapai 12.000 m yang nantinya akan digunakan sebagai terminal internasional. Adapun eksisting terminal internasional akan dialihfungsikan menjadi terminal domestic. Dengan kondisi tersebut, Bandara Ngurah Rai akan mampu menampung hingga 25 juta penumpang.

Garuda Tambah Frekuensi Penerbangan ke Jepang

JAKARTA, KOMPAS.com – Garuda Indonesia akan menambah frekuensi penerbangan RI-Jepang sebagai bagian dari ekspansi yang dilakukan perseroan.

“Sekarang kita tambah dulu Jakarta-Osaka 4 kali seminggu. Nanti tahun depan bulan April kita tambah Manila-Jakarta,” kata Direktur Layanan Garuda Indonesia Faik Fahmi di Jakarta, Rabu (16/10/2013).

Fahmi menyatakan, saat ini pihaknya telah memiliki penerbangan dari bandara Narita ke Jakarta dan Haneda, Jepang ke Bali. Ke depan, penerbangan Haneda ke Jakarta pun akan dibuka. “Jepang merupakan market yang sangat penting sehingga dengan penambahan frekuensi tentu saja kita akan barengi dengan kegiatan promosi,” katanya.

“Kita akan adakan banyak promosi untuk memperkenalkan Jepang sebagai tujuan wisata. Karena saat ini jumlah orang Indonesia yang berwisata ke luar negeri cukup besar, tetapi yang ke Jepang potensinya masih cukup besar,” tambah Fahmi.

Garuda Indonesia, kata Fahmi, menargetkan lebih banyak penumpang yang membanjiri penerbangan RI-Jepang. Ia menyebut dari tahun 2011 ke 2012 pertumbuhan penumpang mencapai sekitar 64,1 persen. Sementara itu hingga Agustus lalu pertumbuhan sekitar 40 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penumpang asal Jepang, lanjut Fahmi, menyumbang 10 persen dari total pendapatan perseroan. Dengan adanya penambahan frekuensi penerbangan, pihaknya berharap penambahan pendapatan pun akan meningkat. “Dengan menambah frekuensi tentu saja akan menambah (pendapatan), tapi kita belum hitung. 2014 kan frekuensi nambah kita harapkan potensinya akan bertambah juga,” ucapnya.

Editor : Erlangga Djumena

Listrik 4 Bandara Internasional Indonesia akan Pakai Tenaga Surya

Nusa Dua – PT Angkasa Pura I (AP I) bekerjasama dengan Sintesa Group dan SunEdison membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS akan dibangun pada empat bandara Internasional di Indonesia.

Direktur Utama AP I Tommy Soetomo mengatakan nilai investasi US$ 45 juta dolar atau sekitar Rp 450 miliar untuk empat pembangkit dengan total kapasitas 50 MW.

“Kalau pembangkit ini investasinya total US$ 45 juta secara keseluruhan. Masing masing itu sekitar 15 MW,” ujarnya saat agenda penandatangan di Hotel Nikko, Nusa Dua, Bali (8/10/2013)

Ia menuturkan empat bandara yang dimaksud adalah Bandara Ngurah Rai Bali, Djuanda Surabaya, Sepinggan Balikpapan, dan Hasanudin Makassar. Namun untuk proyek awal akan dibangun di Bandara Ngurah Rai dengan kapasitas 15 MW.

“Kita kan inginnya bandara internasional semua dan empat yang besar lah di Indonesia. Untuk yang pertama itu Ngurah Rai,” jelasnya

Agenda penandatangan dilakukan oleh Dirut AP I dengan CEO Sintesa Group Shinta Widjaja Kamdani dan disaksikan oleh Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kemenperin Budi Darmadi dan Menteri Perdagangan Amerika Serikat Penny Pritzker.

Shinta Widjaja Kamdani menambahkan bahwa pembangkit listrik yang dibangun sangat hemat energi dan ramah lingkungan. Ini dapat menggantikan posisi bahan bakar minyak yang selama ini diandalkan sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik.

“Kita menggandeng SunEdison perusahaan publik yang berpusat di AS dan telah terdaftar NYSE (New York Stock Exchange),” ujar Shinta.

Ia menuturkan PLTS di bandara Ngurah Rai adalah proyek pertamanya di Indonesia. Sebelumnya perseroan juga membuat proyek yang sama di Kuala Lumpur Internasional Airport (KLAI).

“Kami kan memberikan yang terbaik untuk pengambangan ini di bandara di Indonesia,” katanya.

Ini Dia Bandara Internasional Terburuk di Dunia

Ini Dia Bandara Terburuk di Dunia

Manila – Jika Anda merasa pernah datang ke bandara internasional terburuk, tunggu hingga Anda datang ke Terminal 1 Bandara Internasional Manila di Filipina. Bandara ini disebut yang terburuk di dunia.

Situs Panduan untuk Tidur di Bandara selama dua tahun berturut-turut menyebutkan Bandara Internasional Manila sebagai yang terburuk di dunia. Nilai ini didasarkan pada kenyamanan, kemudahan, kebersihan, dan layanan untuk pelancong.

Dilansir dari The Sydney Morning Herald, Senin (21/10/2013), disebutkan bahwa Terminal 1 Bandara Manila telah ketinggalan zaman fasilitas bandara, dan karyawan bandara yang tidak jujur ​​terutama sopir taksi bandara. Garis di bandara juga panjang dan petugas bandara tidak sopan.

“Ini masalah lama,” kata manajer Terminal 1 Bandara Manila, Dante Basanta. Menurutnya masalah tersebut sudah ditangani oleh pemerintah.

Menurut Basanta, Bandara Manila dengan kapasitas 6,5 juta penumpang per tahun, kelebihan penumpang. Tahun lalu, bandara tiba di 8,1 juta pelancong.

Terminal 1 Bandara Manila adalah bandara tertua di Manila yang dibangun 32 tahun yang lalu. Pemerintah Manila menggelontorkan 2,5 miliar Peso (Rp) untuk merenovasi terminal. Sementara itu, 3 juta penumpang akan ditransfer ke terminal baru.

Bandara internasional terburuk kedua di dunia adalah Bandara Bergamo di Italia. Disebutkan, banyak orang tanpa T-shirt atau tanpa sepatu, seolah-olah mereka ada di rumah dan tidak ada yang melarangnya. Bandara internasional terburuk ketiga adalah Bandara Calcutta, keempat adalah Bandara Islamabad dan yang kelima adalah Bandara Paris Beauvais.

 

Cuaca

Bali
overcast clouds
23.7 ° C
23.7 °
23.7 °
83 %
2.4kmh
86 %
Sun
24 °
Mon
28 °
Tue
29 °
Wed
30 °
Thu
31 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,089.3
AUD
11,977.9
EUR
19,956.1
CNY
2,502.8
JPY
107.1
SGD
13,382.0