Home Blog Page 320

Minangkabau International Airport – PDG

Tiket Pesawat ke Padang

Minangkabau International Airport atau yang dikenal dengan kode IATA PDG merupakan bandara utama yang melayani Provinsi Sumatera Barat, termasuk Kota Padang dan wilayah sekitarnya. Bandara ini memiliki peran vital sebagai pintu masuk utama transportasi udara menuju Ranah Minang, baik untuk perjalanan bisnis, pemerintahan, pendidikan, pariwisata, maupun perjalanan ibadah.

Sebagai satu-satunya bandara internasional di Sumatera Barat, Minangkabau International Airport menjadi simpul konektivitas yang menghubungkan wilayah ini dengan kota-kota besar di Indonesia serta rute internasional tertentu. Keberadaannya sangat penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.


Lokasi dan Aksesibilitas Bandara

Minangkabau International Airport terletak di Kabupaten Padang Pariaman, sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Padang. Lokasinya berada di kawasan pesisir barat Sumatra, menjadikan bandara ini cukup strategis untuk melayani wilayah Padang, Pariaman, Bukittinggi, Payakumbuh, dan daerah lain di Sumatera Barat.

Akses menuju bandara relatif mudah melalui jalur darat, baik menggunakan kendaraan pribadi, transportasi umum, maupun layanan transportasi online. Kedekatan bandara dengan jalur utama pantai barat Sumatra menjadikan Minangkabau International Airport sebagai titik transit penting bagi pergerakan orang dan barang.


Sejarah Singkat Minangkabau International Airport

Minangkabau International Airport mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2000-an sebagai pengganti Bandara Tabing yang sebelumnya melayani Kota Padang. Bandara lama tersebut sudah tidak memadai untuk menampung pertumbuhan jumlah penumpang dan kebutuhan penerbangan modern.

Pembangunan Minangkabau International Airport dilakukan untuk menghadirkan bandara dengan kapasitas lebih besar, landasan pacu yang lebih panjang, serta fasilitas yang memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan penerbangan modern. Sejak diresmikan, bandara ini langsung menjadi pusat aktivitas penerbangan di Sumatera Barat.


Terminal Penumpang dan Fasilitas

Terminal penumpang Minangkabau International Airport dirancang untuk melayani penerbangan domestik dan internasional. Terminal ini mengusung konsep modern dengan sentuhan budaya Minangkabau yang tercermin dalam arsitektur atap dan ornamen bangunan.

Beberapa fasilitas utama yang tersedia di terminal antara lain:

  • Area check-in yang luas
  • Ruang tunggu penumpang
  • Area kedatangan dan pengambilan bagasi
  • Konter informasi dan layanan pelanggan
  • Area komersial seperti restoran, kafe, dan toko
  • Fasilitas pendukung transportasi darat

Dengan fasilitas tersebut, bandara ini mampu memberikan kenyamanan bagi penumpang dari berbagai latar belakang perjalanan, baik wisatawan, pelaku bisnis, maupun masyarakat lokal.


Landasan Pacu dan Infrastruktur Penerbangan

Minangkabau International Airport memiliki landasan pacu yang dirancang untuk melayani pesawat berbadan sedang hingga besar. Panjang runway dan fasilitas pendukungnya memungkinkan bandara ini menangani penerbangan domestik dengan intensitas tinggi serta rute internasional tertentu.

Selain runway, bandara ini juga dilengkapi dengan:

  • Apron untuk parkir pesawat
  • Taxiway yang mendukung pergerakan pesawat
  • Sistem navigasi dan keselamatan penerbangan
  • Fasilitas keamanan bandara

Infrastruktur tersebut menjadikan Minangkabau International Airport mampu beroperasi secara andal dalam berbagai kondisi operasional.


Maskapai dan Rute Penerbangan

Minangkabau International Airport melayani penerbangan dari dan menuju berbagai kota besar di Indonesia. Rute-rute ini menjadi tulang punggung konektivitas Sumatera Barat dengan pusat ekonomi nasional.

Selain penerbangan domestik, bandara ini juga melayani rute internasional tertentu, khususnya untuk tujuan regional dan perjalanan ibadah. Keberadaan rute internasional ini memperkuat peran bandara sebagai gerbang global Sumatera Barat.

Penerbangan dari dan ke PDG dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti:

  • Perjalanan bisnis dan pemerintahan
  • Kunjungan keluarga dan pendidikan
  • Wisata domestik dan mancanegara
  • Perjalanan ibadah

Jadwal Kedatangan dan Keberangkatan Penerbangan

Informasi jadwal kedatangan dan keberangkatan Minangkabau International Airport menjadi salah satu data yang paling sering dicari oleh penumpang dan pihak penjemput. Jadwal penerbangan biasanya mencakup:

  • Nomor penerbangan
  • Maskapai
  • Kota asal atau tujuan
  • Waktu terjadwal dan waktu aktual
  • Status penerbangan

Karena dipengaruhi oleh cuaca, kondisi lalu lintas udara, dan faktor operasional maskapai, jadwal penerbangan bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, pengecekan jadwal secara berkala sangat disarankan.


Peran Bandara bagi Pariwisata Sumatera Barat

Sumatera Barat dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia dengan kekayaan alam dan budaya yang kuat. Minangkabau International Airport berperan sebagai pintu masuk utama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi daerah ini.

Beberapa sektor pariwisata yang sangat bergantung pada bandara ini antara lain:

  • Wisata alam seperti pantai, danau, dan pegunungan
  • Wisata budaya dan kuliner Minangkabau
  • Event dan festival daerah
  • Wisata religi dan sejarah

Dengan konektivitas udara yang baik, potensi pariwisata Sumatera Barat dapat terus dikembangkan dan dikenal secara nasional maupun internasional.


Kontribusi Ekonomi Minangkabau International Airport

Sebagai infrastruktur strategis, Minangkabau International Airport memberikan kontribusi besar bagi perekonomian daerah, di antaranya:

  • Mendukung mobilitas tenaga kerja dan pelaku usaha
  • Memperlancar distribusi barang bernilai tinggi
  • Menarik investasi ke Sumatera Barat
  • Mendukung sektor UMKM dan ekonomi kreatif

Bandara ini bukan hanya fasilitas transportasi, tetapi juga penggerak aktivitas ekonomi di wilayah Sumatera Barat.


Akses Transportasi ke dan dari Bandara

Akses menuju Minangkabau International Airport dapat ditempuh dengan berbagai moda transportasi darat, antara lain:

  • Kendaraan pribadi
  • Taksi dan transportasi online
  • Layanan bus dan angkutan tertentu

Waktu tempuh menuju Kota Padang dan daerah sekitarnya bervariasi tergantung kondisi lalu lintas, namun secara umum bandara ini cukup mudah dijangkau.


Tantangan dan Potensi Pengembangan

Seperti bandara lain di wilayah pesisir, Minangkabau International Airport menghadapi tantangan tersendiri, termasuk faktor cuaca dan kondisi geografis. Namun, bandara ini juga memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, antara lain melalui:

  • Peningkatan kapasitas terminal
  • Penambahan rute penerbangan baru
  • Pengembangan layanan bandara berbasis digital
  • Optimalisasi peran sebagai hub regional Sumatra bagian barat

Dengan perencanaan dan pengelolaan yang tepat, bandara ini dapat semakin memperkuat posisinya dalam jaringan transportasi udara nasional.


Minangkabau International Airport dalam Sistem Transportasi Nasional

Dalam konteks nasional, Minangkabau International Airport menjadi bagian penting dari jaringan bandara Indonesia yang menghubungkan pulau-pulau besar dan daerah strategis. Bandara ini mencerminkan peran penting transportasi udara dalam menyatukan wilayah Indonesia yang luas dan beragam.

Sebagai gerbang Sumatera Barat, PDG memiliki fungsi strategis tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi mobilitas nasional dan regional.


Minangkabau International Airport (PDG) merupakan infrastruktur vital yang menopang mobilitas, ekonomi, dan pariwisata Sumatera Barat. Dengan peran sebagai gerbang udara utama Ranah Minang, bandara ini terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung pertumbuhan daerah.

Melalui halaman ini, diharapkan pembaca dapat memahami peran, fungsi, serta pentingnya Minangkabau International Airport tidak hanya sebagai titik kedatangan dan keberangkatan penerbangan, tetapi juga sebagai penggerak utama konektivitas dan pembangunan Sumatera Barat.

Sultan Iskandar Muda International Airport – BTJ

[tabs type=”horizontal”][tabs_head][tab_title]Airport Info[/tab_title][tab_title]Transportation[/tab_title][tab_title]Travelers per Year[/tab_title][tab_title]Flight Schedules[/tab_title][/tabs_head][tab]Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, lebih dikenal sebagai Bandara Sultan Iskandar Muda (IATA: BTJ, ICAO: WITT) adalah sebuah bandar udara yang melayani Kota Banda Aceh dan sekitarnya, yang terletak di wilayah Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Provinsi Aceh.[/tab][tab]Data belum tersedia
[/tab][tab]
2011: 465.865[/tab][tab][/tab][/tabs]

Hang Nadim International Airport – BTH

Tiket Pesawat ke Batam

Hang Nadim International Airport atau yang dikenal dengan kode IATA BTH merupakan bandara utama yang melayani Kota Batam dan wilayah Kepulauan Riau. Bandara ini memiliki peran strategis sebagai penghubung antara Batam dengan berbagai kota besar di Indonesia serta kawasan regional Asia Tenggara. Letaknya yang dekat dengan Singapura dan Malaysia menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai salah satu simpul transportasi udara penting di wilayah barat Indonesia.

Sejak awal pengembangannya, Bandara Hang Nadim dirancang untuk menangani volume penerbangan dan penumpang yang besar. Hal ini tercermin dari karakteristik unik bandara ini, yaitu landasan pacu yang sangat panjang, menjadikannya salah satu runway terpanjang di Indonesia dan Asia Tenggara.


Lokasi dan Peran Strategis Bandara Hang Nadim

Bandara Hang Nadim terletak di bagian timur Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Posisi geografis Batam yang berdekatan dengan Singapura, Johor (Malaysia), dan jalur pelayaran internasional menjadikan bandara ini sangat penting bagi mobilitas penduduk, kegiatan bisnis, industri, serta pariwisata.

Sebagai kawasan perdagangan bebas dan industri, Batam membutuhkan konektivitas udara yang andal. Bandara Hang Nadim berfungsi tidak hanya sebagai bandara penumpang, tetapi juga sebagai pendukung logistik dan pergerakan tenaga kerja yang intens di wilayah ini.


Sejarah Singkat dan Pengembangan Bandara

Bandara Hang Nadim mulai beroperasi pada pertengahan tahun 1990-an sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur Batam. Sejak awal, bandara ini dirancang dengan konsep jangka panjang untuk mendukung pesawat berbadan lebar dan penerbangan jarak jauh.

Salah satu keunggulan utama Bandara Hang Nadim adalah panjang landasan pacu yang mencapai lebih dari 4.000 meter. Panjang ini memungkinkan bandara melayani pesawat besar dengan jarak tempuh jauh tanpa batasan berarti, bahkan dalam kondisi muatan penuh.

Seiring waktu, pengelola bandara terus melakukan peningkatan fasilitas terminal, sistem navigasi, serta layanan penumpang guna menyesuaikan dengan standar keselamatan dan kenyamanan penerbangan modern.


Karakteristik Landasan Pacu dan Infrastruktur

Bandara Hang Nadim dikenal luas karena memiliki runway yang sangat panjang dibandingkan bandara lain di Indonesia. Keunggulan ini memberikan beberapa manfaat utama, antara lain:

  • Mampu melayani pesawat berbadan lebar
  • Mendukung penerbangan jarak menengah hingga jauh
  • Memiliki tingkat fleksibilitas tinggi untuk kondisi cuaca tertentu
  • Berpotensi sebagai bandara alternatif atau bandara teknis

Selain runway, bandara ini juga dilengkapi dengan apron yang luas, taxiway yang memadai, serta sistem navigasi penerbangan yang mendukung operasional sepanjang hari.


Terminal Penumpang dan Fasilitas Umum

Terminal penumpang Bandara Hang Nadim dirancang untuk melayani penerbangan domestik dan internasional. Fasilitas di dalam terminal terus dikembangkan agar mampu memberikan kenyamanan bagi penumpang dari berbagai latar belakang perjalanan.

Beberapa fasilitas utama yang tersedia antara lain:

  • Area check-in yang luas
  • Ruang tunggu penumpang
  • Konter informasi dan layanan pelanggan
  • Area komersial seperti restoran dan toko
  • Fasilitas transportasi darat dari dan ke pusat kota Batam

Dengan fasilitas tersebut, Bandara Hang Nadim mampu melayani penumpang bisnis, wisatawan, hingga pekerja industri yang menjadi ciri khas mobilitas Kota Batam.


Maskapai dan Rute Penerbangan

Bandara Hang Nadim melayani berbagai rute penerbangan domestik dari dan menuju kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan kota lainnya. Rute-rute ini menjadi tulang punggung konektivitas Batam dengan pusat ekonomi nasional.

Selain penerbangan domestik, bandara ini juga pernah dan berpotensi kembali melayani rute internasional, terutama untuk kawasan Asia Tenggara. Dengan infrastruktur yang dimiliki, Bandara Hang Nadim memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai hub regional di masa depan.


Jadwal Kedatangan dan Pergerakan Penumpang

Informasi jadwal kedatangan penerbangan Bandara Hang Nadim menjadi salah satu data yang paling banyak dicari oleh penumpang dan pihak penjemput. Jadwal kedatangan mencakup informasi penting seperti:

  • Nomor penerbangan
  • Maskapai
  • Kota asal
  • Waktu kedatangan terjadwal dan aktual
  • Status penerbangan

Karena aktivitas penerbangan bersifat dinamis, jadwal kedatangan dapat berubah sewaktu-waktu akibat cuaca, kepadatan lalu lintas udara, atau faktor operasional maskapai.


Peran Bandara Hang Nadim bagi Ekonomi Batam

Keberadaan Bandara Hang Nadim sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi Batam. Bandara ini mendukung berbagai sektor, antara lain:

  1. Industri dan Manufaktur
    Batam dikenal sebagai kawasan industri. Mobilitas tenaga kerja dan mitra bisnis sangat bergantung pada konektivitas udara.
  2. Pariwisata
    Wisatawan domestik dan mancanegara memanfaatkan bandara ini sebagai pintu masuk ke Batam dan pulau-pulau sekitarnya.
  3. Logistik dan Kargo
    Infrastruktur bandara mendukung pengiriman barang bernilai tinggi dan sensitif waktu.
  4. Mobilitas Regional
    Kedekatan Batam dengan negara tetangga menjadikan bandara ini bagian penting dari jaringan transportasi regional.

Akses Transportasi ke dan dari Bandara

Bandara Hang Nadim dapat diakses dengan berbagai moda transportasi darat. Jarak bandara ke pusat Kota Batam relatif terjangkau dengan waktu tempuh yang bervariasi tergantung kondisi lalu lintas.

Beberapa pilihan transportasi yang umum digunakan:

  • Taksi bandara
  • Kendaraan pribadi
  • Transportasi online
  • Layanan shuttle tertentu

Akses yang cukup baik ini memudahkan penumpang untuk melanjutkan perjalanan ke kawasan industri, pusat kota, maupun area wisata.


Potensi Pengembangan di Masa Depan

Dengan landasan pacu panjang dan lokasi strategis, Bandara Hang Nadim memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Beberapa peluang pengembangan antara lain:

  • Peningkatan rute internasional
  • Pengembangan fasilitas kargo udara
  • Optimalisasi peran sebagai bandara alternatif regional
  • Peningkatan kapasitas terminal dan layanan digital

Jika dikelola secara optimal, Bandara Hang Nadim dapat menjadi salah satu bandara unggulan Indonesia di kawasan Asia Tenggara.


Hang Nadim International Airport (BTH) bukan sekadar bandara penumpang, melainkan infrastruktur strategis yang menopang mobilitas, ekonomi, dan konektivitas Kota Batam serta Kepulauan Riau. Dengan keunggulan landasan pacu yang panjang, lokasi geografis yang strategis, serta peran penting dalam jaringan penerbangan nasional, bandara ini memiliki posisi yang sangat vital.

Melalui halaman ini, informasi mengenai Bandara Hang Nadim diharapkan dapat membantu penumpang, pelaku usaha, dan masyarakat umum dalam memahami peran serta fungsi bandara secara lebih menyeluruh, tidak hanya sebagai titik kedatangan dan keberangkatan, tetapi juga sebagai penggerak utama aktivitas wilayah Batam.

Soekarno Hatta International Airport – CGK

BANDARA SOEKARNO-HATTA OVERLOAD

Soekarno–Hatta International Airport, dikenal juga sebagai SHIA atau “Soetta”, adalah bandara internasional utama yang melayani wilayah Metropolitan Jakarta dan sekitarnya di Pulau Jawa, Indonesia. Bandara ini merupakan pusat aktivitas penerbangan terbesar di Indonesia dan salah satu yang tersibuk di Asia Tenggara.

📍 Lokasi dan Identitas Bandara

Bandara Soekarno-Hatta terletak di Benda, Tangerang dan Cengkareng, Jakarta Barat, sekitar 20 km barat laut dari pusat Kota Jakarta. Kode IATA bandara ini adalah CGK — diambil dari nama wilayah Cengkareng — dan kode ICAO-nya adalah WIII.

Bandara ini dinamai untuk menghormati Presiden pertama RI, Soekarno dan Wakil Presiden pertama, Mohammad Hatta, figur penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.


🛫 Sejarah Singkat

Soekarno-Hatta mulai beroperasi pada 1 Mei 1985 sebagai pengganti Bandara Kemayoran yang sudah tidak memadai untuk kebutuhan penerbangan komersial Jakarta. Sejak itu, bandara terus berkembang dengan penambahan terminal dan fasilitas baru untuk menangani lonjakan penumpang dan maskapai.


🛬 Statistik Aktivitas (2023)

Menurut data terbaru, Soekarno-Hatta mencatat:

  • 📊 Penumpang: lebih dari 49 juta orang di 2023 — menjadikannya salah satu yang tersibuk di Asia Tenggara.
  • ✈️ Pergerakan pesawat (Aircraft Movements): sekitar 348.088 pergerakan pada 2023.
  • 📦 Kargo: ratusan ribu ton kargo diproses setiap tahun.

Selain itu, perhitungan sejumlah lembaga penerbangan menunjukkan bahwa Soekarno-Hatta menempati peringkat kedua atau ketiga sebagai bandara tersibuk di Asia Tenggara berdasarkan jumlah kursi penumpang dan trafik penerbangan.


🛫 Structure & Fasilitas

Bandara Soekarno-Hatta memiliki beberapa terminal besar yang dirancang untuk menangani jutaan penumpang setiap tahunnya dan berbagai jenis layanan penerbangan — domestik maupun internasional:

  • Terminal 1, 2, dan Terminal 3 — masing-masing memiliki kapasitas dan fungsi berbeda, termasuk penerbangan domestik dan internasional.
  • Terminal 3 Ultimate (bagian dari pengembangan terminal terbaru) dirancang untuk menangani lebih banyak penumpang dan pesawat, serta dilengkapi dengan fasilitas modern.

Selain terminal, bandara ini terus mengembangkan fasilitas pendukung seperti pelataran parkir luas, fasilitas penunjang penumpang, dan akses transportasi multimoda.


🛫 Pusat Konektivitas & Hub Maskapai

Soekarno-Hatta berperan sebagai hub utama bagi berbagai maskapai besar Indonesia, termasuk:

  • Garuda Indonesia
  • Citilink
  • Lion Air
  • Batik Air
  • Indonesia AirAsia
    …dan beberapa maskapai lainnya yang menjadikan CGK sebagai basis operasi penting mereka.

🚉 Akses dan Transportasi

Untuk mengakomodasi jutaan penumpang setiap tahun, bandara dilengkapi dengan jaringan transportasi yang lengkap, seperti:

  • Rail link / commuter line bandara untuk menghubungkan pusat kota Jakarta dengan cepat.
  • Shuttle bus internal dan layanan transportasi umum yang terintegrasi.

🏆 Prestasi & Pengakuan

Soekarno-Hatta telah meraih sejumlah penghargaan internasional, termasuk pengakuan atas standar kebersihan dan fasilitas bandara yang baik di kawasan Asia Pasifik.


Sebagai bandara internasional utama dan pusat penerbangan Indonesia, Soekarno-Hatta International Airport — dengan kode CGK — terus berkembang dalam kapasitas, layanan, dan konektivitas globalnya. Keberadaannya adalah tulang punggung transportasi udara Indonesia yang menghubungkan Jakarta ke seluruh nusantara dan penjuru dunia, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat Indonesia.

Bandara bersejarah itu bernama FRANS KAISIEPO

Tahun 1944, Sekutu berhasil mengalahkan Jepang dan menguasai lapangan terbang di Ambroben. AU Australia menempati lapangan terbang ini sebagai pangkalan udara mereka. Tahun 1947, perang usai dan Belanda masuk dan menguasai lapangan terbang ini. Sejak itu, lapangan terbang di tepi Pantai Ambroben ini dinamai Bandara Mokmer. Untuk mendukung keberadaan bandara ini, Belanda melakukan beberapa pembangunan, termasuk membangun hotel yang hanya berjarak 2 menit jalan kaki dari bandara.

Hotel tersebut didirikan oleh maskapai milik Belanda, KLM, dan dinamai RIF Hotel. Peletakan batu pertama dilakukan tahun 1952, dengan tujuan menjadikan Biak sebagai bagian dari rute penerbangan internasional KLM. Pengembangan bandara terus dilakukan oleh Belanda, sehingga tahun 1959 Bandara Mokmer sudah siap untuk didarati pesawat sekelas DC-8. Setahun kemudian, KLM membuka rute penerbangan Biak-Tokyo-Amsterdam.

Sayangnya, hal ini tak berlangsung lama. Tahun 1962 penguasaan Bandara Mokmer diserahkan ke UNTEA (United Nations Temporary Executive Administration), badan PBB
yang mengurus Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) Irian Barat. Setelah penyerahan kedaulatan Irian Barat ke Indonesia pada 1 Mei 1953, UNTEA baru menyerahkan penguasaan Bandara Mokmer ke tangan Indonesia tahun 1969.

Di bawah pengelolaan pemerintah Indonesia, nama Bandara Mokmer diubah menjadi Bandara Frans Kaisiepo pada tahun 1984. Posisi strategis bandara ini yang dekat Samudra Pasifik dan berlokasi di ekuator membuat Garuda Indonesia memasukkan Biak dalam penerbangan internasional ke Amerika Serikat. Pada periode 1996-1998, Garuda membuka rute Jakarta-Denpasar-Biak-Honolulu-Los Angeles dengan pesawat berbadan lebar MD-11. Bahkan sebenarnya bandara ini sanggup didarati pesawat sebesar Boeing 747 seri 400.

Namun sangat disayangkan, rute internasional melintasi Samudra Pasifik ini terhenti karena hantaman krisis ekonomi. Sejak itu pula status bandara internasional terhenti, hingga saat ini. Padahal bandara yang dibangun di atas litologi batu gamping (limestones) alias batu karang ini amat kokoh dan bersifat keras. Letak geografis di garis ekuator dan di mulut Samudra Pasifik menjadikan Bandara Frans Kaisiepo tetap penting. Sempat terpetik kabar pembangunan kawasan perdagangan berikat di Biak, karena memiliki dukungan bandara yang berkualitas internasional dan pelabuhan laut di antara wilayah kepulauan Nusantara dan Samudra Pasifik.

Sempat terbetik kabar terkait Biak dan Bandara Frans Kaisiepo, yaitu adanya persiapan fasilitas peluncuran roket dan satelit luar angkasa bekerjasama dengan Rusia. Dalam perhitungan di atas kertas, biaya peluncuran dari Biak hanya sekitar sepersepuluh biaya peluncuran dari Cape Caneveral, Florida, AS. Secara ilmiah, teknis, dan geografis sepintas tak ada masalah. Namun secara sosiologis, masyarakat setempat tampaknya belum bisa “terbuka” terhadap rencana tersebut. Selain itu, secara politis dan ekonomis, belum banyak kajian dan pembahasan serius terkait rencana itu. Sebenarnya, tak jauh dari Bandara Frans Kaisiepo, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sudah membangun stasiun berikut fasilitas-fasilitas pendukungnya. Tak hanya fasilitas peluncuran roket dan satelit luar angkasa, stasiun LAPAN di Biak konon juga dilengkapi fasilitas penginderaan jauh (remote sensing).

hotel rif

Saat ini, kondisi Bandara Frans Kaisiepo cukup “unik”. Meskipun sekeliling bandara sudah diberi pagar pembatas, namun pagar ini dibeberapa titik banyak dijebol oleh warga sekitar bandara sebagai “jalan pintas” mereka. Setidaknya ada 32 “celah” yang bolong. Kondisi ini tentunya sangat membahayakan bagi aktivitas operasional bandara. Keunikan lain di bandara ini adalah adanya suara sirine yang meraung keras menjelang aktivitas lepas landas maupun pendaratan pesawat. Suara sirene ini bisa terdengar hingga radius 4-5 kilometer di seantero Kota Biak yang luasnya tak seberapa itu.

ASIA’S BIGGEST FOR AVIATION’S FINEST

Singapore Airshow is Asia’s largest and one of the most important aerospace and defence exhibitions in the world. A truly global exhibition where the latest state-of-the-art systems and equipment, together with their related technologies and developments, are displayed by top aerospace companies around the world.

The event also features high-level conferences – the Singapore Airshow Aviation Leadership Summit and the Asia Pacific Security Conference – that attract an unprecedented network of international government and military delegates. The other strategic conferences which will be held during the week of the show are the A*STAR Aerospace Technology Leadership Forum and the Singapore Aerospace Technology & Engineering Conference.

In 2012, the third edition of the biennial show was its biggest ever, setting new records for value of deals announced at over US$31billion, a threefold increase from the previous event in 2010. With some 900 exhibiting companies from 50 countries, 274 official delegations from 70 countries and 44,801 professional visitors from all over the world, the Singapore Airshow is the place to be to tap into the immense business opportunities in Asia Pacific’s fast-growing markets!

SHOW DATES AND OPENING HOURS

Trade Days
11 Feb 2014 (Tues) 12:00pm – 5:00pm
12 – 14 Feb 2014 (Wed – Fri) 9:30am – 5:00pm

Last admission time at 4:30pm.

Please note that trade days are strictly for trade visitors and professionals only. The organiser reserves the right to refuse entry to non-trade visitors and to minors below 18 years old. All passes are to be collected on site at the registration gateway. As identity checks may be carried out at the security checkpoint, you are advised to bring along your passport, NRIC or driving license. Guests can be dressed in smart casual attire. No shorts, bermudas and slippers are allowed.

Public Days
15 & 16 Feb 2014 (Sat & Sun) 9:30am – 5:00pm

Last admission time at 4:30pm.

Public visitors are encouraged to hop onto our Airshow Shuttle for transfer to the Airshow site. The Airshow Shuttle location and schedule will be available at a later date.

ADMISSION FEES FOR TRADE VISITORS

Trade Visitor Pass Type Standard Admission Fees Early Bird Rates
Per Day Trade Pass S$60.00 S$50.00
4-Day Trade Pass S$200.00 S$180.00

Prices are inclusive of 7% GST.

REGISTER NOW FOR SINGAPORE AIRSHOW TO ENJOY THE EARLY BIRD PROMOTION!

Enjoy the Early Bird Admission Rates when you register as a trade visitor to Singapore Airshow 2014 from now till 30 November 2013. Simply click here to register now!

 

Menjelajahi keindahan Rinjani

Gunung Rinjani adalah gunung tertinggi kedua di Indonesia yang merupakan kawasan terpadu taman nasional seluas 41.330 hektar. Berdasarkan legenda yang dipercaya oleh masyarakat Hindu, puncak Gunung Rinjani merupakan tempat bersemayam para dewa. Gunung ini terletak di Pulau Lombok bagian utara dan menjulang setinggi 3.726 dpl. Jika Anda ingin mendaki gunung ini, ada baiknya Anda mempelajari dulu rute yang sudah biasa dilalui para pendaki. Biasanya, untuk mendaki Gunung Rinjani, pendaki mengawalinya di rute Sembalun yang mempunyai kontur datar alias tidak menanjak menuju Senaru. Dari Senaru menuju Plawangan Sembalun inilah Anda harus menggunakan tenaga ekstra karena tanjakan yang tiada henti. Namun, penat Anda akan sirna begitu melihat pemandangan dan danau yang biasa digunakan untuk mendirikan tenda dan memancing.

Jika penat sudah sirna, Anda bisa menuntaskan pendakian menuju Plawangan Sembalun. Pendakian menantang dimulai dari sini. Lagi-lagi diperlukan tenaga tambahan dan kesabaran untuk menempuh trek dari Plawangan Sembalun menuju Gunung Rinjani. Dan semua jerih payah pendakian Anda akan terbayar lunas kala sampai puncak dan melihat betapa indahnya pemandangan.

Jika cuaca sedang bagus, Anda bisa melihat Gunung Agung di Bali, Gunung Tambora di Sumbawa, dan Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi. Jika Anda penyuka fotografi sekaligus pendaki yang tangguh, tampaknya Gunung Rinjani bakal memuaskan Anda. Tengoklah ke bagian barat lembah Gunung Rinjani pada ketinggian 2000 dpl. Akan terlihat hamparan Danau Segara Anak. Pesonanya akan menggoda kamera Anda untuk terus mendapatkan view yang paling sempurna.

Seluruh perjalanan menyusuri Gunung Rinjani hingga puncak memakan waktu 3 hari 2 malam. Durasi pendakian bisa kian lama jika kita ingin melihat beberapa objek lain seperti Gua Susu dan Gunung Baru Jari. Oya, jangan lupa untuk selalu memakai baju hangat karena suhu di kawasan Gunung Rinjani rata-rata berkisar 200C dan yang terendah mencapai 120C.

Untuk mencapai Gunung Rinjani, Anda bisa langsung menuju Desa Sembalun ataupun Desa Senaru dari Mataram. Jika menggunakan angkutan umum, Anda bisa memulainya dari terminal Mandalika Mataram menggunakan bus menuju Anyar dengan tarif Rp 15 ribu dengan jarak tempuh 2,5 jam. Dari Anyar Anda harus menggunakan bemo menuju Senaru. Atau jika Anda memilih untuk mengawali pendakian melalui Sembalun, maka dari terminal langsung menuju Aikmel, dari Aikmel menumpang bus lagi ke Sembalun.

Bagi mereka yang tergolong awam dalam pendakian gunung tetap bisa menikmati Rinjani, yaitu dengan menggunakan jasa trekking organizer (TO) atau travel agent yang memiliki spesialisasi dalam mengelola pendakian yang banyak terdapat di Mataram atau di Desa Sembalun atau Senaru. Tarif yang dipatok bisa mencapai Rp 1,5 juta per orang, tergantung paket perjalan-an yang dipilih. Biaya tersebut biasanya sudah termasuk jasa pemandu dan portir, perlengkapan, dan perbekalan selama pendakian.
Pendakian ke puncak Rinjani membutuhkan semangat serta fisik yang mumpuni. Selain masih harus melawan rasa kantuk dan udara yang dingin, medannya yang berpasir cukup menyulitkan dalam melangkah. Kendati begitu, banyak sudah pendaki yang akhirnya bisa menggapai puncak. Ketika berhasil menjejakkan kaki di puncak, seluruh “pengorbanan” dijamin akan terbayar lunas.

Frans Kaisiepo Airport – BIK

[tabs type=”horizontal”][tabs_head][tab_title]Airport Info[/tab_title][tab_title]Transportation[/tab_title][tab_title]Travelers per Year[/tab_title][tab_title]Flight Schedules[/tab_title][/tabs_head][tab]Bandar Udara Internasional Frans Kaisiepo adalah bandar udara internasional yang terletak di Biak, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Bandara ini menjadi pusat penerbangan pada masa penjajahan Belanda di Indonesia dan pada masa pembebasan Irian Barat.[/tab][tab]Data belum tersedia[/tab][tab]
2012: 410.495[/tab][tab][/tab][/tabs]

Investor Inggris tertarik kelola bandara di Indonesia

Merdeka.com – Investor Inggris menjadi salah satu pihak asing yang menyatakan minatnya untuk mengelola bandara di Indonesia. Peluang itu terbuka lebar setelah pemerintah memutuskan untuk membuka bisnis pengelolaan bandara sepenuhnya kepada investor asing.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Leon Muhamad mengatakan saat ini banyak perusahaan asing yang tertarik untuk menjadi operator bandara dan pelabuhan Indonesia.

“Banyak investor yang tertarik, cuma kan sekarang kendala keterbatasan undang-undang itu. Tadi Inggris saja mengatakan berminat mengoperasikan salah satu bandara di Indonesia,” ucap Leon ketika ditemui disela-sela Indonesia Internasional Infrastructure Conference and Exhibition, di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Kamis (14/11).

Selama ini, menurut Leon, pihaknya juga sudah membuka bisnis operasionalisasi bandara kepada investor asing. Namun, aturannya hanya membolehkan investor asing menanamkan modalnya di bisnis itu maksimal 49 persen.

Kemudian, pemerintah merevisi Perpres terkait Daftar Negatif Investasi (DNI). Salah satunya mengubah besaran investasi asing di bisnis pengelolaan bandara hingga menjadi 100 persen.

“Investasi operator 100 persen itu internal kita juga masih mengkaji. Revisi DNI kan untuk pertumbuhan ekonomi dan biar sehat. Kita ikut pimpinan saja,” katanya.

Maskapai penerbangan berebut ingin terbang dari Halim

Merdeka.com – Bandara internasional Soekarno-Hatta tengah menjadi sorotan lantaran terlalu padat dan sibuk. Kepadatan tidak hanya dari sisi jumlah penumpang, namun juga dari frekuensi penerbangan. Pesawat harus antre untuk terbang maupun mendarat.

Direktur Utama Angkasa Pura II Tri Sunoko mengakui padat dan sibuknya Bandara Soekarno-Hatta. Untuk mengurangi kepadatan bandara ini, Tri berencana membuka Bandara Halim Perdanakusuma untuk penerbangan komersil.

Langkah ini diyakini bisa mengurangi beban Bandara Soekarno-Hatta. “Halim itu nanti bisa per jam 3 penerbangan. Awal Januari mungkin (buka untuk maskapai baru),” kata Tri di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (14/11).

Diakuinya, sudah banyak maskapai yang menawarkan diri untuk terbang dari Halim. Namun Tri enggan menyebut maskapai yang nantinya akan pindah ke Halim.

“Bersedia banyak sekali. Kita sedang kaji karena semuanya mengajukan. Saya tidak mau bicara dulu (nama maskapai),” tutupnya.

DUBAI AIRSHOW SETS GLOBAL ORDER RECORD

Next generation aerospace hub delivers multi-billion dollar

next generation airshow

Dubai, UAE. 17 November 2013 –Dubai Airshow – the world’s fastest growing aerospace exhibition – opened today for the first time at Dubai World Central, the vast aerotropolis in Jebel Ali – and immediately wrote itself into Airshow history with a record breaking order book.

Within three hours of opening, the show’s order tally reached US $162.6 billion – surpassing its previous record of US $155 billion record set in 2007 – with deals coming from Etihad Airways, Emirates Airline, flydubai and Qatar Airways.

The opening order salvo came from Abu Dhabi-based Etihad Airways which announced a deal for 56 new Boeing 777s valued at US$25.2 billion at list prices, including related GE engines. The deal also sees Etihad become the launch customer for the 777-8X which is expected to enter service around the end of this decade.

The airline also ordered 30 Boeing 787-10 Dreamliners, making Etihad the largest customer for the pioneering composite aircraft.

“We rarely make announcements at air shows, but when we do the world listens,” said James Hogan, President and CEO, Etihad Airways.

Meanwhile, Dubai-headquartered Emirates Airline rapidly re-wrote the Dubai Airshow record with news of a US$99 billion purchase of Boeing and Airbus planes – which industry experts dubbed the largest-ever aircraft order in civil aviation.

The Emirates headline deal was for 150 Boeing 777X- officially launched the show today; plus 50 purchase rights, and an additional 50 Airbus A380 superjumbos – of which Emirates is currently the largest fleet operator.

The Emirates deal, which was signed by HH Sheikh Ahmed Bin Saeed Al Maktoum, Chairman and Chief Executive of Emirates Airline and Group and the Presidents of both Boeing and Airbus, was witnessed by HH Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum, Vice President of the United Arab Emirates, and Ruler of Dubai.

Low-cost airline FlyDubai weighed in with a US$11.4 billion order for 111 Boeing 737s and 738s, and then Qatar Airways topped off the morning’s historic agreements with the signing of a US$19 billion letter of intent for 54 Boeing 777s.

The official opening of the show, which runs at Dubai World Central until Thursday (November 21), which was carried out by Sheikh Mohammed Bin Rashid accompanied by HH Sheikh Mansour Bin Zayed Al Nahyan, UAE Minister of Presidential Affairs.

The VIP delegation toured the massive 645,000 square metres airshow site, which includes a single 42,870 square metres exhibition hall – about the size of seven American football fields – and a third bigger than the three halls in the show’s previous Dubai Airport Expo home. Some 1,055 exhibitors from 60 countries are taking part in the show which is expected to draw a trade visitor intake of 60,000.

Dubai Airshow organisers, F&E Aerospace, is jubilant about its history-making event. Sharief Fahmy, the company’s Chief Executive said: “Well it may have been yet another opening, but it certainly is not just another show. This has been an extraordinary opening morning for an event that has gone beyond expectations.

“If there was anyone left in the aerospace industry who had not recognised the undeniable importance of this region, this morning removed all doubt. We are in the centre of a region with the world’s fastest-growing aviation infrastructure, fastest-growing airlines and a region where security commitments are in focus.”

Meanwhile, other key announcements are expected to emanate from the show with HH Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan, Crown Prince of Abu Dhabi and Deputy Supreme Commander of the UAE Armed Forces also visiting on the show’s opening day. The Pakistan delegation confirmed its Air Chief Marshall and Chief of Staff of the Pakistan Air Force are due to arrive for first day talks with leaders of China’s leading aviation investment company, AVIC.

“We do expect to conclude sales here,” said Air Cadre Tariq Mahmood, “particularly as we have been promoting our JF-17 Thunder both at the 2011 event and now.”

The JF-17 Thunder fighter jet is scheduled for the Dubai Airshow’s daily flying display.

The Dubai Airshow is open to trade and professional visitors only. Visitors can register online now www.dubaiairshow.aero/register and Press can also register online athttp://www.dubaiairshow.aero/media/media-registration it is strongly recommended for all attendees to register online before coming to the show.

Dubai Airshow is organised under the patronage of HH Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Vice President and Prime Minister of the UAE and Ruler of Dubai, and in co-operation with Dubai Civil Aviation Authority, Dubai Airports, Dubai World Central and the UAE Armed Forces.

5 Bandara Indonesia yang mampu daratkan pesawat raksasa

Merdeka.com – Bandara Internasional Ngurah Rai saat ini tengah melakukan pengembangan. Ini untuk memfasilitasi terus meningkatnya aktivitas bandara ini sebagai pintu masuk pulau Bali, salah satu lokasi tujuan wisata terkenal di Indonesia.

Bandara dengan fasilitas mumpuni mampu melayani penerbangan jenis apapun. Itu yang menjadi tujuan pengembangan Bandara Ngurah Rai ini agar semakin menggenjot sektor pariwisata Tanah Air.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bahkan merasa kagum dengan pengembangan Bandara Ngurah Rai karena akan mempunyai fasilitas untuk pesawat raksasa double deck atau kabin tingkat tipe A380.

“Ini bandara pertama di Indonesia yang mempunyai fasilitas lengkap untuk A380 double deck,” kata Dahlan.

Bandara Kualanamu di Medan saat ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendaratan pesawat tipe tersebut. Namun menurut Dahlan, fasilitas di Bali lebih memungkinkan karena dilengkapi garbarata (tempat turun penumpang langsung ke terminal) ganda.

Nantinya setelah Bandara Ngurah Rai, terminal III Bandara Soekarno Hatta juga akan dilengkapi dengan fasilitas yang sama.

Sebagai informasi, salah satu syarat pelayanan pesawat raksasa ialah panjang landasan pacu yang mencukupi sebagai media tinggal landas dan pendaratan sebuah pesawat. Pesawat raksasa seperti Boeing 747 atau Airbus A380 membutuhkan landasan pacu panjang ini.

Data dari perusahaan Boeing mengatakan panjang runway minimal yang bisa dilalui pesawat besar tersebut adalah sekitar 3090 meter. Sebetulnya ukuran B-747 dan A-380 tidak berbeda jauh, jadi landasan yang bisa dipakai oleh B-747 bisa juga dipakai oleh A-380.

Di Indonesia sendiri sudah terdapat bandara dengan panjang landasan pacu yang mampu menampung pesawat raksasa ini. Hanya dibutuhkan penambahan fasilitas maka bandara di Indonesia sudah bisa bersaing dengan bandara lain di dunia.

Berikut merdeka.com mencoba merangkum 5 bandara dengan landasan yang mampu memfasilitasi pesawat raksasa ini.

1. Bandara Hang Nadim, Batam

Bandara internasional Indonesia yang terletak di Batam ini mempunyai panjang landasan 4.025 meter. Panjang landasan ini bahkan mengalahkan bandara internasional negara lainnya seperti Changi di Singapura atau Narita di Jepang yang memiliki panjang landasan sepanjang 4.000 m.

Luas area parkir (apron) saat ini 110.541 meter persegi, dan rencananya akan ditambah menjadi 170.000 meter persegi. Kapasitas apron saat ini dapat menampung 7 buah Boeing B-747, 3 buah DC dan 3 buah Fokker 27.

Bandara ini terbukti cukup efektif dan awalnya dikembangkan sebagai alternatif untuk pendaratan darurat apabila terjadi penutupan bandara Changi, karena suatu bencana darurat atau peristiwa teror.

2. Bandara Soekarno Hatta, Tangerang

Bandara internasional Soekarno Hatta sebagai pintu masuk ibukota negara Indonesia ini mempunyai panjang landasan pacu yakni 3.660 meter. Bandara ini mulai beroprasi pada 1985 menggantikan Bandara Kemayoran dan Halim Perdanakusuma.

Bandara yang dirancang oleh arsitek Perancis Paul Andreu memiliki luas 18 km persegi. Bandara Soekarno Hatta memiliki dua landasan paralel yang dipisahkan oleh dua taxiway sepanjang 2.400 meter.

Bandara yang terletak di Kabupaten Tangerang, Banten ini sampai saat ini masih merupakan bandara terbesar di Indonesia. Dari sisi panjang landasan sebetulnya Bandara Soekarno Hatta telah mampu menampung pesawat raksasa namun faktor taxy way yang belum memfasilitasi.

Sebuah pesawat A380 sempat bisa melakukan pendaratan darurat di bandara ini.

3. Bandar Udara Frans Kaisiepo, Papua

Bandar udara yang terletak di Kecamatan Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor ini memiliki panjang landasan yakni 3.571 meter. Landasan pacu ini merupakan peninggalan penjajah Belanda.

Bandara yang dibangun pada masa perang dunia ke dua ini, pernah menjadi pusat penerbangan pada masa penjajahan dan pembebasan Irian Barat.

Bandara dengan kode BIK ini berada di 46 kaki di atas permukaan laut. Angkasa Pura I saat ini menjadi pihak pengelola bandara tersebut.

4. Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar

Bandara internasional di provinsi Sulawesi Selatan ini memiliki panjang landasan pacu yakni 3.100 meter. Bandara ini mengalami proses perluasan dan pengembangan yang dimulai tahun 2004.

Saat ini, Bandara Sultan Hasanuddin melayani 225 rute penerbangan. Ada 18 maskapai yang melayani penerbangan domestik, dan 2 maskapai yang melayani rute internasional.

Bandara yang sempat dinobatkan menjadi salah satu bandara dari tiga bandara terbaik di Indonesia ini, dari data Dewan Bandara Internasional menempati urutan keempat sebagai bandara tersibuk. Pada 2011 tercatat Bandara Sultan Hasanuddin telah melayani penumpang sebanyak 7,4 juta orang.

Tingginya frekuensi penumpang di bandara ini membuat otoritas bandara memperluas bandara dari 51.000 m? menjadi sekitar 7 hektar.

5. Bandara Ngurah Rai, Bali

Bandara internasional yang terletak di sebelah selatan Bali ini memiliki panjang landasan pacu yakni 3.000 meter. Setelah pengembangan maka landasan pacu akan semakin bertambah panjang.

Sebagai tujuan wisata yang telah mendunia, tentu Bali sangat padat dan ramai oleh wisatawan hampir setiap harinya, sehingga bandara Ngurah Rai menjadi salah satu bandara tersibuk.

Bandara ini setidaknya telah melayani sekitar 27 maskapai penerbangan yang terdiri dari 10 maskapai penerbangan dengan jalur domestik dan 17 lainnya maskapai penerbangan dengan jalur internasional.

Berdasarkan data Dewan Bandara Internasional, Bandara Ngurah Rai pada 2011 tercatat telah melayani 12,7 juta penumpang. Angka ini meningkat terus di mana pada 2009 jumlah penumpang sekitar 9,6 juta orang dan 2010 sebanyak 11,1 juta orang.

Cuaca

Bali
overcast clouds
23.7 ° C
23.7 °
23.7 °
83 %
2.4kmh
86 %
Sun
24 °
Mon
28 °
Tue
29 °
Wed
30 °
Thu
31 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,089.3
AUD
11,977.9
EUR
19,956.1
CNY
2,502.8
JPY
107.1
SGD
13,382.0