Home Blog Page 319

Update Apps AeroTicket ver 1.0.4

What’s New

Update for ver 1.0.4
– Added new menu PPOB for multiple payment
– Added new Free Trial Register
– Added new Package Member

AeroTicket Android App is a mobile companion for thousands of registered AeroTicket Agents.

AeroTicket is a travel sub-agency system enable individuals to do online booking/reservation as a sub-agent for:
– Domestic airline tickets (currently supporting: Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Air, Merpati, Citilink, KalStar, Sky Aviation, Mandala, AirAsia, Trigana Air)
– International airline tickets (Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, AirAsia, Lion Air)
– Domestic railway tickets (PT. Kereta Api Indonesia)

Android App Features includes:
– Search & compare fares (ticket price)
– Reserve/Booking
– Commission & Margin calculation
– Compose a quotation for customers (email)
– Payment with deposit, bank transfer or internet banking (BCA & Mandiri)
– Booking/Reservation Management
– Ticket Management
– Customer/Passenger Management
– Transaction & Deposit History
– Deposit Management & Topup
– Alert for reservation expiry time
– PPOB for multi payment
– Free Trial Registration

For more details and registration please visit www.aeroticket.com

Aplikasi Android Kualanamu Airport

The official android application of Kualanamu International Airport.

unnamed

klik gambar untuk download

Features:
– Flights: flight information (departures and arrivals) that can be chosen and saved to “My Flights”
– Shop and Dine: information about food, beverages, and souvenir stores in the airport
– Guide: information about airport maps, transportation from and to the airport, hotels, and services
– More: miscellaneous information

Kualanamu airport (KNO) is an international airport located in Deli Serdang, North Sumatera, Indonesia. It is the second largest airport in Indonesia. Kualanamu airport is one of thirteen airports that is operated by PT Angkasa Pura II (Persero), a state-owned airport services company operating in western part of Indonesia.

Kualanamu airport application is designed and developed by PT Angkasa Pura II (Persero).

Nih… “Masterplan” Bandara Internasional Abu Dhabi yang Cantik!

Hadir untuk menjadi pintu gerbang menuju ibu kota Uni Emirat Arab, Kohn Pedersen telah mengembangkan lini tengah kompleks Bandara Internasional Abu Dhabi. Kohn merancang skema integral Kota 2030.

Kohn berencana mengubah padang pasir menjadi rancangan yang ia sebut dengan “Taman dari Teluk”. Dengan begitu, upaya Kohn bisa menyediakan infrastruktur bagi masyarakat, baik secara sosial kohesif maupun berkelanjutan secara ekonomi.

Awalnya, Kohn merancang proyek untuk memenuhi 30 juta penumpang per tahun atau sekitar 8.500 wisatawan per jam. Untuk itu, ia menaikkan permukaan tanah sehingga bisa terlihat dari jarak 1.500 meter.

Cantik, tentu saja. Sebab, Kohn membuat struktur transparan yang menyala pada malam hari dengan siluet langit.

Sementara itu, ruang keberangkatan utama adalah volume bangunan tinggi mencapai 50 meter. Pada bagian ini, Kohn menggunakan bentang panjang bersandar lengkungan untuk menciptakan kesan ringan dan nyaman pada ruangan.

Tak hanya itu. Kohn juga menciptakan perpaduan cantik dengan memasukkan sebuah galeri seni dan taman dalam ruang seluas 8.400 meter persegi yang dilengkapi dengan 28.000
meter persegi gerai ritel.

Untuk meminimalisasi dampak termal pada bangunan, Kohn memanfaatkan penggunaan aluminium padat dan penempatan kaca miring yang digunakan bersama-sama. Desain yang dirancangnya ini juga sangat menghemat air dan secara efisien bisa mengolah limbah untuk mengairi perkebunan di sekitar bandara.

Waskita Menangi Tender Pembangunan Bandara NTT

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan membangun bandar udara baru di daerah tersebut yang bertaraf internasional. Pasalnya, Bandara El Tari yang akan menjadi Pangkalan Angkatan Udara tidak bisa dikembangkan menjadi bandara internasional.

Adapun perusahaan konstruksi milik negara yang berhasil memenangkan tender pembangunan proyek bandara baru di NTT tersebut adalah PT Waskita Karya Tbk (WSKT).  Direktur Utama Wakita M Choliq mengatakan, proyek pembangunan bandara tersebut diperkirakan mencapai USD67 juta.

“Kita baru dapat tender baru dan Sudah diumumkan. Kita akan ada pembuatan lapangan terbang senilai USD67 juta,” ungkap M Choliq di Kantor Pusat RNI Jakarta, Kamis (21/11/2013).

Choliq mengatakan, Waskita juga akan membangun runway hingga terminal baru di Timur Leste, dan nantinya proyek tersebut akan dibiayai oleh Pemerintah Timor Leste. “Timor leste akhir bulan signing kontrak. Kita bangun landasan plus terminal. Itu terminal kecil. Nggak kayak Bali,” kata dia.

Sekadar informasi, NTT merupakan provinsi yang bertetangga dengan dua negara, yakni Timor Leste dan Australia. Dengan demikian, aktivitas di Bandara El Tari akan semakin meningkat dengan pesawat-pesawat milik Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), sehingga penerbangan komersial tidak mengalami hambatan.

Dengan adanya bandara komersial ini, penerbangan antarnegara langsung Kupang-Dili dan Kupang-Darwin bisa dibuka. Untuk pembangunan ini, lanjutnya, NTT membutuhkan lahan seluas kurang-lebih 30 hektare untuk membangun bandara.

Pesawat Dreamlifter Mendarat di Bandara yang Salah

Wichita – Sebuah pesawat kargo Boeing 747 Dreamlifter mendarat di bandara yang salah pada Rabu malam. Pesawat itu semestinya menuju Pangkalan Angkatan Udara McConnell dari Bandara JFK di New York. Namun pesawat berbadan besar itu justru mendarat di bandara kecil di Jabara, dekat Wichita, Kansas.

“Pesawat dalam kondisi aman dan kami tengah bekerja untuk menentukan langkah selanjutnya untuk memindahkannya,” kata juru bicara Boeing.

Tidak ada informasi lebih lanjut tentang apa yang menyebabkan pendaratan itu, apakah karena salah mendarat atau ada kerusakan teknis yang membuatnya harus mendarat darurat.

Otoritas bandara mengatakan tidak ada yang terluka dan tidak ada laporan kerusakan saat pesawat mendarat.

Asal tahu saja, Dreamlifter membutuhkan landasan pacu lebih panjang untuk lepas landas dan mendarat. Rata-rata untuk pendaratan, panjang landasan 7.000 meter dan untuk lepas landas minimum 9.199 meter. Sedangkan panjang landasan pacu di Jabara hanya 6.101 meter.

CNN 

Bandara Halim Perdanakusuma Bersolek

KOMPAS.com –Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, yang diresmikan Presiden Soeharto pada 10 Januari 1974 itu, tengah bersolek.

Meskipun azan Maghrib telah berkumandang, sejumlah pekerja masih memasang keramik di bagian timur terminal penumpang. ”Pada 5 Desember, pembuatan 10 loket tiket ini harus selesai,” kata Komir (55), penanggung jawab pekerjaan atau mandor dari PT Nugraha Adi Taruna, Kamis (21/11/2013) petang.

Di ruangan berukuran 30 meter x 8 meter itu akan didirikan 10 loket dengan ukuran bervariasi, 2 meter x 1,6 meter dan 3 meter x 1,6 meter. Loket tersebut akan disekat dengan papan partisi berkerangka baja ringan setinggi 2,7 meter. ”Setelah ini selesai, di bagian barat terminal juga akan didirikan loket tiket,” kata Komir yang memandu 15 pekerja.

Pembuatan loket pembelian tiket itu menjadi salah satu bagian dari proses revitalisasi terminal penumpang untuk mempersiapkan pengalihan sejumlah penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada awal Januari mendatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, dengan dioperasikannya Bandara Halim Perdanakusuma, kepadatan di Bandara Soekarno-Hatta akan berkurang 5 persen. Jika jumlah lalu lintas penumpang di Bandara Soekarno-Hatta 146.000 orang per hari, sekitar 5 persen atau 7.300 penumpang per hari dapat dialihkan ke Halim.

Sampai saat ini, Bandara Halim Perdanakusuma belum melayani penerbangan komersial. Bandara ini melayani penerbangan carter, jemaah haji, penerbangan pribadi dan VIP, serta layanan kargo. Sebagai persiapan, sejumlah maskapai penerbangan sedang mengajukan permohonan untuk melakukan penerbangan dari dan ke Bandara Halim Perdanakusuma.

Berdasarkan rencana kerja revitalisasi terminal penumpang yang dirilis PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Halim Perdanakusuma, selain pembuatan loket tiket, disiapkan pula penataan areal parkir kendaraan serta penataan dan perluasan ruang tunggu yang dapat menampung tiga penerbangan atau 600 penumpang per jam, perbaikan pintu masuk areal pelaporan, pengembangan kamera pemantau (CCTV), pengerjaan tata suara, pengerjaan alarm kebakaran, dan pengadaan papan informasi penerbangan. Revitalisasi dimulai sejak awal Oktober.

General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Halim Perdanakusuma Iwan Khrishadianto menyampaikan, seluruh pekerjaan revitalisasi akan selesai pada minggu ketiga Desember 2013.

Demi menyelesaikan revitalisasi itu, Komir beserta 15 pekerjanya melakukan lembur hingga pukul 23.00. ”Sudah beberapa hari ini kami lembur. Biasanya kerja dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00,” ujar Komir.

Ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Asiah (39) yang sedang menunggu kedatangan suaminya dari Pulau Natuna, Riau, mengapresiasi rencana pemindahan sejumlah penerbangan komersial itu. ”Saya senang sekali penerbangan pindah ke sini agar Halim makin maju dan ramai,” kata Asiah, yang tinggal di Tapos, Depok.

Meski demikian, Asiah mengharapkan ada renovasi dan penataan, terutama pada lahan parkir. ”Parkirannya harus lebih luas dan kios makanannya diperbanyak,” ujar Asiah yang suaminya pulang dua minggu sekali dengan menggunakan pesawat carteran perusahaannya.

Hal serupa disampaikan Ana Andriani (34), penumpang Pelita Air dari Riau, dan pilot PT Air Maleo, Muhamad Daud. ”Kami setuju penerbangan komersial dipindah ke Halim, tetapi pihak bandara harus siap, terutama ketersediaan lahan parkir. Jumlah penjemput penumpang akan bertambah, jadi parkir harus siap,” kata Daud.

Terkait lahan parkir, dalam rencana kerja revitalisasi terminal, PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Halim Perdanakusuma menyebutkan, ada 26.626 meter persegi lahan parkir untuk menampung 500 mobil. Adapun untuk parkir sepeda motor akan disediakan lahan di sebelah utara parkir mobil yang dapat menampung 1.000 sepeda motor.

Ditanya rencana pemindahan penerbangan komersial dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Halim Perdanakusuma itu, sejumlah penumpang pesawat yang ditemui Kompas di Bandara Soekarno-Hatta mengaku belum tahu rencana itu. Mereka justru khawatir akses jalan menuju Halim akan semakin macet.

Suedi (50), penumpang pesawat yang baru tiba dari Semarang, Jawa Tengah, dan tinggal di Puri Kosambi, Karawang, mengatakan, Bandara Halim Perdanakusuma berada di kota dan akses menuju tempat itu selalu macet. ”Daerah Cawang itu langganan macet. Kalau bandara pindah ke sana, pasti akan lebih macet,” kata Edi. (Megandika Wicaksono)

Sumber : KOMPAS CETAK
Editor : Erlangga Djumena

Tiap 40 Detik, Satu Pesawat Mendarat di Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengakui sesaknya Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini. Bahkan setiap 40 detik, sudah ada pesawat yang harus mendarat di bandara tersebut.

“Jadi setiap 40 detik sudah ada pesawat yang datang sehingga terlalu padat,” ujar EE Mangindaan, Selasa (19/11/2013).

Mangindaan menjelaskan, saat ini sudah 74 penerbangan dalam satu jam tiba di Soekarno-Hatta. Padahal, normalnya, menurut Mangindaan, adalah 35 sampai 40 penerbangan dalam satu jam.

“Sebagian akan dialihkan dulu ke Bandara Halim Perdanakusuma, yaitu Batik Air, Lion Air, dan Garuda. Itu untuk rute-rute tertentu. Saya lupa rutenya,” ungkap EE Mangindaan.

Di samping itu, pemerintah sedang mengembangkan Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini, bandara internasional yang berada di kawasan Cengkareng tersebut sedang dikembangkan di apron dan landasan pacu.

“Diharapkan Terminal III pada 2014 akan selesai sehingga bisa longgar. Saya kira itu yang paling penting,” papar EE Mangindaan. (Adiatmaputra Fajar Pratama )

Sumber : Tribunnews.com
Editor : Bambang Priyo Jatmiko

Terminal Baru Bandara Raja Haji Fisabilillah Dioperasikan

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG PINANG – PT Angkasa Pura II mengoperasikan terminal baru Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, hari ini, Rabu (20/11).

Terminal modern bercorak melayu seluas 8.300 meter per segi ini dapat menampung sekitar 1 juta penumpang per tahun atau jauh lebih besar dibandingkan terminal lama yang hanya 100 ribu penumpang per tahun.

Masyarakat yang pertama kali berkesempatan merasakan kenyamanan dan berbagai fasilitas baru di terminal itu adalah penumpang Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 039 tujuan Jakarta dengan keberangkatan pukul 07.00 WIB dan Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 287 tujuan Jakarta berangkat pukul 07.45 WIB.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S. Sunoko berharap Bandara Raja Haji Fisabilillah ke depannya menjadi salah satu ikon Tanjung Pinang.

“Pembangunan terminal baru ini juga bertujuan untuk mengantisipasi pertumbuhan penumpang pesawat rata-rata sebesar 20 persen per tahun di Tanjung Pinang,” ujarnya, dalam keterangan pers.

Melihat angka pertumbuhan penumpang tersebut, Direktur Utama AP II meyakini akan ada maskapai lagi yang membuka operasional di Bandara Raja Haji Fisabilillah.

“Kami yakin akan lebih banyak lagi maskapai yang membuka penerbangan dari dan ke Tanjung Pinang. Manajemen Bandara Raja Haji Fisabilillah harus siap dan bekerja keras untuk mewujudkan itu,” katanya menjelaskan.

Saat ini maskapai yang telah membuka penerbangan dari dan ke Bandara Raja Haji Fisabilillah selain Garuda dan Sriwijaya adalah Lion Air dan Sky Aviation. Jumlah pergerakan penumpang di Bandara Raja Haji Fisabilillah pada Januari-September 2013 tercatat 183.892 penumpang.

Target tahun ini, jumlah penumpang bisa mencapai 400 ribu penumpang atau meningkat 37,27 persen dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 291.384 penumpang.

GM Bandara Raja Haji Fisabilillah M. Suriawan Wakan optimis target akan tercapai menyusul rencana beroperasinya Express Air pada Desember tahun ini.

“Sebelum terminal baru beroperasi, Garuda Indonesia juga sudah membuka penerbangan Jakarta – Tanjung Pinang pada Agustus 2013. Saat ini, permintaan juga sudah datang dari Express Air yang berminat membuka rute Jakarta – Tanjung Pinang – Kualanamu serta Tanjung Pinang – Padang. Citilink juga sudah mengutarakan ingin membuka rute penerbangan di Tanjung Pinang. Permintaan dari maskapai terus ada, karena positifnya pertumbuhan ekonomi di Tanjung Pinang,” katanya menjelaskan.

Total, investasi PT Angkasa Pura II untuk pengembangan Bandara Raja Haji Fisabililah untuk pembangunan 2014 hingga 2015 adalah Rp202,6 miliar terdiri dari fasilitas sisi udara Rp169,3 miliar serta gedung operasi dan fasilitas penunjang sebesar Rp33,3 miliar. Seluruh dana investasi berasal dari internal perusahaan.

[advertorial] Jelajahi Indonesia di tahun 2014 dengan penawaran eksklusif

Selalu ada hal baru yang dapat Anda jelajahi di Indonesia. Berliburlah di Indonesia di awal tahun 2014 dan temukan keragaman nusantara dengan Super Deal Promo kami. Nikmati diskon spesial kami hingga 12% untuk Executive dan Economy Class pada semua rute domestik. Reservasi online atau kunjungi kantor penjualan Garuda Indonesia dan agen perjalanan terdekat Anda sekarang juga!

Periode pemesanan: Sampai 7 December 2013
Periode keberangkatan: 1 Januari – 31 Maret 2014

Syarat dan ketentuan berlaku

TRAYEK DAN TARIF BUS DAMRI BANDARA SOEKARNO HATTA

TARIF BUS DAMRI BANDARA
Titik Keberangkatan Rute Berangkat Rute Pulang Waktu Berangkat Waktu Pulang Interval
Stasiun DAMRI Ciputat Pool Ciputat – Jl. RE Martadinata – Tol Serpong Cinere – Tol Kunciran Serpong – Tol Batuceper – Tol Cengkareng Bandara Soetta – Tol Cengkareng – Tol Batuceper – Tol Kunciran Serpong – Tol Serpong Cinere – Jl. RE Martadinata – Pool Ciputat 05.00 – 19.00 07.00 – 21.00 60 menit
Stasiun KCIC Halim St. KCIC Halim – Tol Kebon Nanas – Tol Sedyatmo – Tol Cengkareng – Bandara Soetta Bandara Soetta – Tol Cengkareng – Tol Sedyatmo – Tol Kebon Nanas – St. KCIC Halim 07.30 – 21.30 06.00 – 19.30 30 menit
Stasiun Gambir St. Gambir – PRJ – Tol Kemayoran – Tol Sedyatmo – Tol Cengkareng – Bandara Soetta Bandara Soetta – Tol Sedyatmo – Tol Dalam Kota – Slipi Jaya – Jatibaru – St. Gambir 03.00 – 21.00 06.00 – 23.00 30 menit
Stasiun DAMRI Kemayoran Pool Kemayoran – PRJ – Tol Ancol – Tol Sedyatmo – Tol Cengkareng – Bandara Soetta Bandara Soetta – Tol Sedyatmo – Kemayoran – PRJ – Jl. Angkasa – Pool Kemayoran 03.15 – 21.15 30 menit
Terminal Blok M Blok M – Jl. Sudirman – Semanggi – Tol Dalam Kota – Tol Sedyatmo – Tol Cengkareng – Bandara Soetta Bandara Soetta – Tol Sedyatmo – Tol Dalam Kota – Slipi – Semanggi – Blok M 03.00 – 19.00 06.00 – 23.00 60 menit
Terminal Lebak Bulus Lebak Bulus – Pd. Pinang – Tol JORR – Tol Sedyatmo – Tol Cengkareng – Bandara Soetta Bandara Soetta – Tol Sedyatmo – Tol Kamal 3 – Tol JORR – Pd. Pinang – Lebak Bulus 03.00 – 19.00 06.00 – 23.00 60 menit
Terminal Pasar Minggu Ps. Minggu – Kalibata – Pancoran – Tol Dalam Kota – Tol Sedyatmo – Tol Cengkareng – Bandara Soetta Bandara Soetta – Tol Sedyatmo – Tol Dalam Kota – Pancoran – Kalibata – Ps. Minggu 03.00 – 19.00 06.00 – 23.00 60 menit
Terminal Rawamangun Rawamangun – Arion – Jl. Pemuda – Tol Wiyoto Wiyono – Tol Sedyatmo – Tol Cengkareng – Bandara Soetta Bandara Soetta – Tol Sedyatmo – Tol Tj. Priok – Rawasari – Jl. Pemuda – Rawamangun 03.00 – 19.00 06.00 – 23.00 30 menit
Terminal Kampung Rambutan Kampung Rambutan – Tol JORR – Tol Sedyatmo – Tol Cengkareng – Bandara Soetta Bandara Soetta – Tol Sedyatmo – Tol Dalam Kota – Tol Jagorawi – TMII – Ps. Rebo – Kampung Rambutan 03.00 – 20.00 06.00 – 23.00 30 menit
Terminal Tanjung Priok Tj. Priok – Tol Kemayoran – Tol Sedyatmo – Tol Cengkareng – Bandara Soetta Bandara Soetta – Tol Sedyatmo – Tol Tj. Priok – Plumpang – Semper – Tj. Priok 05.00 – 19.00 06.00 – 23.00 60 menit
Botani Square Bogor Botani Square – Tol Jagorawi – Tol Dalam Kota/JORR – Tol Sedyatmo – Tol Cengkareng – Bandara Soetta Bandara Soetta – Tol Sedyatmo – Tol Dalam Kota – Tol Jagorawi – Botani Square 02.00 – 20.00 06.00 – 23.00 30 menit
Cibinong City Mall (CCM) CCM – Pasar Cibinong – Tol Citeureup – Tol Jagorawi – Tol Dalam Kota/JORR – Tol Sedyatmo – Tol Cengkareng Bandara Soetta – Tol Sedyatmo – Tol Dalam Kota/JORR – Tol Jagorawi – Citeureup – Cibinong 03.00 – 17.00 07.00 – 22.00 60 menit
Mall Kelapa Gading MKG – Jl. Yos Sudarso – Tol Pelabuhan – Tol Sedyatmo – Bandara Soetta Bandara Soetta – Tol Sedyatmo – Tol Pelabuhan – Jl. Boulevard – MKG 05.00 – 18.00 06.00 – 21.00 60 menit
Intermark BSD Intermark BSD – Tol Serpong Cinere – Tol Kunciran – Tol Airport – Bandara Soetta Bandara Soetta – Tol Airport – Tol Kunciran – Tol Serpong Cinere – Intermark BSD 05.00 – 19.00 06.00 – 21.00 60 menit
Terminal Purabaya (Surabaya) Purabaya – Waru – Aloha – Jl. Raya Juanda – T1 Juanda T1 Juanda – Aloha – Waru – Purabaya 02.00 – 19.00 05.00 – 21.30 20 menit
Thamrin City 05.00 – 18.00 07.00 – 22.00 60 menit
Transpark Mall Bintaro 04.00 – 19.00 07.00 – 22.00 60 menit
WP Table Builder

Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia, melayani jutaan penumpang domestik dan internasional setiap tahunnya. Dengan volume pergerakan yang sangat tinggi, kebutuhan akan transportasi darat yang andal, resmi, dan terjangkau menjadi faktor krusial bagi kelancaran perjalanan penumpang.

Salah satu moda transportasi darat yang paling banyak digunakan di bandara ini adalah Bus DAMRI. Layanan DAMRI dikenal luas sebagai angkutan resmi bandara yang memiliki trayek jelas, tarif relatif stabil, serta jangkauan luas ke berbagai kota dan wilayah di sekitar Jabodetabek hingga luar provinsi. Oleh karena itu, informasi mengenai trayek dan tarif Bus DAMRI Bandara Soekarno Hatta menjadi referensi penting bagi penumpang yang ingin merencanakan perjalanan dengan lebih efisien.


Mengenal DAMRI sebagai Transportasi Bandara

DAMRI adalah perusahaan transportasi milik negara yang telah beroperasi selama puluhan tahun di Indonesia. DAMRI memiliki pengalaman panjang dalam melayani angkutan penumpang, termasuk layanan khusus bandara di berbagai kota besar.

Di Bandara Soekarno Hatta, DAMRI berperan sebagai:

  • Penghubung bandara dengan pusat kota
  • Transportasi lanjutan ke wilayah penyangga Jabodetabek
  • Alternatif transportasi ekonomis selain taksi dan transportasi online

Sebagai transportasi resmi, DAMRI beroperasi dengan standar keselamatan tertentu, pengemudi terlatih, serta armada yang dirawat secara berkala.


Konsep Trayek Bus DAMRI Bandara Soekarno Hatta

Trayek Bus DAMRI Bandara Soekarno Hatta dirancang untuk menjangkau berbagai titik strategis dengan permintaan penumpang tinggi. Konsep trayek ini bersifat tetap dan terjadwal, sehingga memudahkan penumpang dalam merencanakan perjalanan.

Secara umum, trayek DAMRI dari Bandara Soekarno Hatta meliputi:

  • Arah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat
  • Wilayah Tangerang, Bekasi, Depok, dan Bogor
  • Beberapa kota penyangga dan tujuan tertentu di luar Jabodetabek

Dengan cakupan trayek yang luas, DAMRI menjadi solusi transportasi bagi penumpang yang tidak ingin berganti moda transportasi berkali-kali.


Tarif Bus DAMRI Bandara Soekarno Hatta

Tarif Bus DAMRI Bandara Soekarno Hatta ditentukan berdasarkan trayek dan jarak tempuh, serta kebijakan operasional yang berlaku. Berbeda dengan taksi yang tarifnya dapat berubah mengikuti jarak dan waktu tempuh, tarif DAMRI umumnya bersifat flat per rute.

Beberapa karakteristik tarif DAMRI:

  • Lebih terjangkau dibandingkan taksi bandara
  • Tarif relatif stabil dan transparan
  • Tidak terpengaruh lonjakan harga saat jam sibuk
  • Cocok untuk perjalanan individu maupun rombongan kecil

Karena itulah DAMRI sering menjadi pilihan utama bagi penumpang yang ingin mengontrol biaya transportasi dari dan ke bandara.

Catatan:
Tarif DAMRI dapat mengalami penyesuaian sewaktu-waktu sesuai kebijakan operator atau kondisi operasional. Penumpang disarankan selalu mengecek tarif terbaru sebelum berangkat.


Keunggulan Bus DAMRI Dibanding Moda Lain

Menggunakan Bus DAMRI dari Bandara Soekarno Hatta memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:

1. Transportasi Resmi dan Terpercaya

DAMRI merupakan operator resmi milik negara, sehingga aspek keamanan dan legalitas lebih terjamin.

2. Tarif Lebih Ekonomis

Dibandingkan taksi bandara atau transportasi sewa, DAMRI menawarkan biaya yang lebih ramah di kantong.

3. Trayek Jelas dan Konsisten

Rute DAMRI sudah ditentukan dengan jelas, sehingga memudahkan penumpang memperkirakan tujuan akhir.

4. Cocok untuk Penumpang Transit

DAMRI sangat ideal bagi penumpang transit yang perlu berpindah terminal, hotel, atau titik transportasi lain.


Jadwal Operasional Bus DAMRI di Bandara Soekarno Hatta

Bus DAMRI di Bandara Soekarno Hatta umumnya beroperasi mengikuti pola penerbangan, dengan jam layanan sejak pagi hingga malam hari. Pada jam-jam sibuk kedatangan dan keberangkatan pesawat, frekuensi bus biasanya ditingkatkan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait jadwal:

  • Jadwal dapat berbeda antara hari kerja dan akhir pekan
  • Pada musim liburan, permintaan penumpang meningkat
  • Waktu tempuh dipengaruhi kondisi lalu lintas

Oleh karena itu, penumpang disarankan untuk datang lebih awal ke area keberangkatan DAMRI.


Proses Menggunakan Bus DAMRI di Bandara

Menggunakan Bus DAMRI di Bandara Soekarno Hatta relatif mudah dan praktis. Secara umum, alurnya sebagai berikut:

  1. Penumpang tiba di terminal kedatangan
  2. Menuju area atau loket DAMRI
  3. Memilih trayek sesuai tujuan
  4. Melakukan pembayaran tiket
  5. Menunggu keberangkatan bus sesuai jadwal

Proses yang sederhana ini membuat DAMRI cocok digunakan oleh penumpang dari berbagai latar belakang, termasuk wisatawan dan penumpang pertama kali.


Tips Menggunakan Bus DAMRI agar Lebih Nyaman

Agar perjalanan menggunakan Bus DAMRI Bandara Soekarno Hatta berjalan lancar, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  1. Cek Trayek yang Paling Dekat dengan Tujuan Akhir
    Tanyakan kepada petugas DAMRI jika ragu memilih rute.
  2. Datang Lebih Awal pada Jam Sibuk
    Terutama pada pagi dan malam hari.
  3. Siapkan Uang atau Metode Pembayaran yang Diperlukan
    Untuk mempercepat proses pembelian tiket.
  4. Perhatikan Barang Bawaan
    Pastikan koper dan tas tersimpan dengan aman.
  5. Pantau Informasi Jadwal Terbaru
    Untuk mengantisipasi perubahan operasional.

Peran DAMRI dalam Sistem Transportasi Bandara

Keberadaan DAMRI di Bandara Soekarno Hatta memiliki peran strategis dalam sistem transportasi perkotaan, antara lain:

  • Mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi
  • Menekan kepadatan lalu lintas bandara
  • Menyediakan transportasi inklusif bagi masyarakat
  • Mendukung konsep transportasi massal berkelanjutan

Sebagai bandara dengan lalu lintas tertinggi di Indonesia, keberadaan transportasi massal seperti DAMRI sangat penting untuk menjaga kelancaran mobilitas.


DAMRI sebagai Solusi Transportasi bagi Wisatawan dan Pekerja

Bagi wisatawan, DAMRI menawarkan kemudahan dan kepastian biaya. Sementara bagi pekerja dan pelaku bisnis, DAMRI menjadi solusi praktis untuk perjalanan rutin dari dan ke bandara tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.

Dengan trayek yang menjangkau berbagai wilayah, DAMRI juga membantu mobilitas pekerja bandara, kru penerbangan, serta masyarakat yang memiliki aktivitas rutin di sekitar Bandara Soekarno Hatta.


Pentingnya Informasi Trayek dan Tarif yang Akurat

Informasi mengenai trayek dan tarif Bus DAMRI Bandara Soekarno Hatta sangat penting untuk:

  • Perencanaan waktu dan anggaran perjalanan
  • Menghindari kesalahan memilih transportasi
  • Mengoptimalkan perjalanan dari dan ke bandara

Halaman ini hadir sebagai referensi agar penumpang dapat memahami peran DAMRI serta memanfaatkan layanan ini secara optimal.


Trayek dan Tarif Bus DAMRI Bandara Soekarno Hatta merupakan informasi penting bagi penumpang yang menginginkan transportasi darat yang resmi, terjangkau, dan mudah diakses. Dengan trayek yang luas, tarif yang relatif stabil, serta status sebagai transportasi milik negara, DAMRI menjadi salah satu moda transportasi andalan dari dan ke Bandara Soekarno Hatta.

Melalui artikel ini, diharapkan penumpang dapat memahami konsep trayek, keunggulan, serta tips penggunaan Bus DAMRI dengan lebih baik. Dengan perencanaan yang tepat, perjalanan dari dan ke Bandara Soekarno Hatta dapat berlangsung lebih nyaman, efisien, dan bebas kendala.

Awal 2014, Bandara Halim Dibuka untuk Penerbangan Komersial

BANDARA SOEKARNO-HATTA OVERLOAD

JAKARTA, KOMPAS.com — Wacana menjadikan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sebagai penyangga Bandara Soekarno-Hatta yang sudah sangat padat, segera direalisasikan.

Bila tidak ada aral melintang, pada bulan Januari 2014 mendatang, Bandara Halim akan resmi dibuka untuk penerbangan komersial.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, dibukanya Bandara Halim untuk penerbangan komersial merupakan solusi mengatasi padatnya penerbangan Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang. Meski saat ini pemerintah terus mengembangkan Teriminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang juga ditargetkan selesai pada tahun depan, Bandara Halim tetap dibutuhkan sebagai penyangga.

“Nantinya, pemerintah akan memindahkan penerbangan tujuan tertentu ke Bandara Halim Perdanakusuma. Jadi, kemungkinan Bandara Halim akan dibuka untuk pesawat komersial pada awal Januari 2014 mendatang,” tutur Mangindaan, Senin (18/11/2013).

Dengan dibukanya penerbangan komersial di Bandara Halim, kesibukan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta diharapkan bisa berkurang.

Bila Halim dibuka untuk keperluan komersial, maka jumlah penerbangan komersial pada tahap awal akan mencakup tiga penerbangan per jam. Namun diharapkan, jumlah penerbangan itu dapat terus bertambah hingga mencapai lima atau enam penerbangan pesawat reguler setiap jamnya.

Saat ini sudah ada sejumlah maspakai penerbangan yang tertarik terkait pembukaan rute penerbangan dari Halim. Maskapai tersebut antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Mandala, Batik Air, Lion Air, dan Air Asia.

Kendati demikian, Kementerian Perhubungan terlebih dahulu akan membicarakan rencana tersebut dengan sejumlah pihak. Secara khusus, hal itu dilakukan untuk melakukan kajian atas berbagai tawaran ketertarikan sejumlah maskapai tersebut sebelum memutuskan langkah selanjutnya. (Noverius Laoli)

Sumber : Kontan
Editor : Bambang Priyo Jatmiko

Masjid Agung Baiturrahman: Fenomena Arsitektur Islami

Dengan dinding putih cerahnya dan kubah megah berwarna hitam, masjid agung berusia 130 tahun ini adalah bangunan yang indah. Di sinilah ratusan orang mengungsi dari bencana tsunami tahun 2004 lalu yang hampir meratakan seluruh kota. Pada saat itu tsunami sangat menghancurkan, meluluhlantahkan setiap bangunan, baik yang lama maupun yang baru. Ini merupakan fakta yang memberikan arti besar kepada Masjid Agung Baiturrahman di kota Banda Aceh. Masjid ini lebih dari sekedar karya besar dari arsitektur Islam di Indonesia, karena dapat bertahan dari bencana tsunami yang dipandang oleh banyak orang sebagai campur tangan langsung dari Sang Pencipta.

Kitab kerajaan mengatakan bahwa masjid pertama kali dibangun dari kayu pada tahun 1621 di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda. Beberapa orang mengatakan masjid ini bahkan dibangun lebih awal pada tahun 1292 oleh Sultan Alaidin Mahmudsyah. Selama perang Aceh tahun 1873, masjid dihancurkan. Menyadari nilai dan kepentingannya pada masyarakat aceh, tahun 1879, Mayor Jenderal Vander yang bertugas sebagai Jenderal Militer pada saat itu, membangun kembali masjid seperti yang di janjikan oleh Gubernur Jenderal Van Lansberge tahun 1877. Dua kubah ditambahkan lagi oleh Belanda tahun 1936 dan dua kubah lainnya ditambahkan oleh pemerintah Indonesia tahun 1957.

Masjid Agung Baiturrahman terletak di pusat kota Banda Aceh. Ditandai oleh menara setinggi 35 m, 7 kubah besar dan 7 menara masjid, Baiturrahman kemungkinan menjadi contoh bagi masjid-masjid lain di Indonesia dan semenanjung Malaysia; menggantikan masjid dengan  gaya atap berlapis-lapis.

Cuaca

Bali
broken clouds
24 ° C
24 °
24 °
87 %
1.9kmh
79 %
Sun
24 °
Mon
29 °
Tue
29 °
Wed
30 °
Thu
31 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,089.3
AUD
11,977.9
EUR
19,956.1
CNY
2,502.8
JPY
107.1
SGD
13,382.0