Home Blog Page 319

Garuda Tertarik Kelola Salah Satu Bandara UPT

JAKARTA – Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar menyatakan tertarik untuk mengelola salah satu bandara Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari 10 bandara yang akan ditender pemerintah kepada perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Ya kita tertarik untuk itu,” ujar Emir di Jakarta, Senin (25/11).

Namun Emir masih merahasiakan bandara mana yang bakal dikelola oleh Garuda Indonesia. Yang jelas kata Emir, perseroan akan mengelola bandara yang memiliki potensi bisnisnya besar. Hal ini dimaksudkan agar bisa ikut menyumbang perekonomian daerah.

“Ada 10 yang ditawarkan pemerintah, itu rahasia kita. Kita ini untuk bisnis ok, pariwisata ok. Sengaja dipilih yang menguntungkan, agar daerah bersangkutan juga berkembang,” papar dia.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan berencana membuka tender untuk mengelola 10 UPT Bandara Kementerian Perhubungan.

“Nanti akan ada tim Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan yang akan menawarkan kepada swasta dan BUMN,” ujar Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Jakarta, Selasa (1/10).

Bambang menuturkan alasan pemerintah membuka tender karena ingin menciptakan kompetisi kepada seluruh pemangku kepentingan. Sehingga dengan adanya kompetisi diharapkan lebih menguntungkan bagi negara.

Bambang menyebut Kementerian Perhubungan sudah mempunyai 24 perusahaan operator lokal dan operator asing yang bersedia mengikuti proses tender. Nantinya pengelolaan bisa dikerjasamakan dengan konsesi tertentu.

“Misalnya 40 tahun hingga 60 tahun karena akan mendapatkan keuntungan yang banyak mengingat 10 UPT Bandara tersebut sudah tidak bisa lagi mendapatkan dana APBN,” terang dia.

10 UPT yang akan dibuka tender kepada pihak asing dan lokal diantaranya adalah Bandara Labuan Bajo, Bandara Kendiri, Bandara Palu, Bandara Mutiara, Bandara Sentani. “Bandara-bandara tersebut memiliki potensi untuk dikelola secara komersial,” pungkasnya. (chi/jpnn)

Pengelolaan 10 Bandara Diserahkan ke Asing

Liputan6.com, Jakarta : Pemerintah ternyata benar-benar ingin menyerahkan pengelolaan bandara kepada pihak swasta melalui revisi Daftar Negatif Investasi (DNI).

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono mengungkapkan saat ini pihaknya dan Kementrian Keuangan (Kemenkeu) segera melakukan uji coba pengelolaan bandara hasil kerjasama dengan pihak swasta asing terhitung dua minggu ke depan.

Insya Allah minggu depan atau dua minggu lagi itu ada tim, ini contoh ya. Kementerian Keuangan dan Perhubungan melakukan market sampling, ada 10 bandara yang dikerjasamakan dengan swasta,” ujar dia saat ditemui di Cengkareng, Tangerang, Senin (25/11/2013).

Namun Bambang belum memastikan bandara mana saja yang akan menjadi model percontohan pengelolaan oleh asing tersebut karena masih dalam kajian.

Namun, dia mengaku, bandara yang akan diujicobakan berkelas menengah yang memiliki frekuensi penerbangan yang tidak terlalu banyak. “Ya seperti sekelas Palu, Tanjung Karang, Labuhan Bajo, ada beberapa lah, saya tidak hafal,” tutur dia.

Menanggapi revisi DNI yang akan dilakukan pemerintah, Bambang mengatakan meski asing mampu berperan namun nantinya mayoritas akan tetap dikelola perusahaan domestik.

“Pengusahaan bandara itu masih harus mayoritas pemegang saham domestik. Saya kira kalau level kedua, di level pengelolaan, itu masih memungkinkan, tapi kalau di level di mana ada badan usaha bandara, itu harus mengacu ke Undang-Undang. Jadi mohon dibedakan pengelolaan dan pengusahaannya sendiri,” tegas dia. (Yas)

Kepulauan Mentawai : Surganya Peselancar dan Budaya Masyarakat Neolitikum

Kepulauan Mentawai adalah bagian dari Provinsi Sumatera Barat dimana sejak tahun 1999 ditetapkan menjadi sebuah kabupaten. Posisi Kepulauan Mentawai yang ada di tengah Samudera Hindia membuatnya dikelilingi alam laut yang mengagumkan dan sempurna untuk wisata bahari. Mentawai telah tersohor menjadi salah satu tujuan wisata berpetualang, wisata budaya, dan wisata bahari terutama surfing yang diminati peselancar dalam dan luar negeri.

Kepulauan Mentawai sendiri merupakan rangkaian pulau non-vulkanik dimana gugusan kepulauannya merupakan puncak dari suatu punggung pegunungan bawah laut. Ada empat pulau yang membentuk Kepulauan Mentawai yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan. Lokasi pulau-pulau tersebut berada di lepas pantai Provinsi Sumatera Barat yang memanjang dan dikelilingi Samudera Hindia.

Pulau Siberut adalah pulau terbesar di kepulauan ini dan satu-satunya yang memiliki pelayaran regular dengan Kota Padang di Sumatera Barat. Pusat pemerintahan kabupatennya sendiri berada di Tuapejat, yaitu sebelah utara Pulau Sipora.

Surfing atau selancar telah menjadi ikon wisata Kepulauan Mentawai, bahkan tidak jarang digelar kompetisi surfing bertaraf internasional di sini.  Sedikitnya tersebar 400 titik surfing di Kepulauan Mentawai. Ombaknya beraggam dan menantang, bahkan beberapa gulungan ombaknya termasuk dalam kategori extreme yang dicari peselancar dari berbagai penjuru dunia.

Kepulauan Mentawai juga menawarkan atraksi trekking menempuh pedalaman hutan tropis yang masih asli, menikmati gaya hidup masyarakat adat yang tinggal damai di dalamnya. Mentawai adalah sebuah daerah yang belum terjamah banyak oleh tangan manusia dan infrastruktur modern.

Saat Anda mengunjungi Mentawai maka akan disuguhi nuansa peradaban kuno zaman neolitikum dimana suku-suku di kepulauan ini tidak mengenal pengerjaan logam dan bercocok tanam, bahkan tidak juga teknik menenun kain. Jadi, Anda akan melihat perbedaan kebudayaan dengan masyarakat Minangkabau di bagian darat Sumatera Barat.

Mayoritas penghuni kepulauan ini adalah suku Mentawai yang berasal dari Pulau Siberut dengan jumlah sekira 30.000 jiwa. Setiap keluarga di Kepulauan Mentawai terdiri dari 5-15 orang yang tinggal di dalam desa maupun di ladang dekat hutan yang mereka garap. Rumah tradisional khas Mentawai sendiri dikenal dengan sebutan uma.

Kepulauan Mentawai sudah ada sejak lima ratus ribu tahun yang lalu namun tidak terdapat petunjuk atau bukti kapan orang pertama tiba di kepulauan ini. Sebagian besar penduduknya kini masih menganut kepercayaan animisme dan sisanya penganut Kristen dan Islam. Awalnya penduduk setempat meyakini pahamSabulungan yaitu paham yang mempercayai segala sesuatu mulai dari manusia sampai kera, batu dan cuaca yang mempunyai roh yang terpisah dan berkeliaran semaunya. Upacara tradisional oleh Sikerei atau Shaman biasanya dipentaskan selama pesta pernikahan dan saat memasuki rumah baru dengan tujuan untuk mengusir roh-roh jahat.

Suku Mentawai yang menjadi penghuni asli kepulauan yang indah ini. Apabila diamati ada kemiripan dengan suku Nias atau suku Enggano dengan budaya Proto-Melayu. Suku tersebut dikenal sebagai peramu dan ketika pertama kali dipelajari antropolog mereka belum mengenal cara bercocok tanam.

Suku Mentawai memiliki tradisi khas bertato di sekujur tubuh dimana terkait peran dan status sosial penggunanya. Tato tersebut terbuat dari tebu dan pewarna arang kelapa yang dilukiskan dengan menggunakan paku dan jarum serta dua buah kayu sebagai bantalan dan palu. Proses tato tradisional Mentawai dikenal sangat menyakitkan.

China Bakal Bangun Terminal Bandara Terbesar

BEIJING – Bandar Udara Internasional Shanghai Pudong akan menjadi bandara dengan terminal satelit dunia terbesar. Rencananya, bandara tersebut akan mulai dibangun pada 2014.

Proyek ini, diperkirakan akan berjalan selama empat tahun, dan mampu menampung 105 pesawat. Melansir Forbes, Sabtu (23/11/2013), Shanghai Airport Authority mengatakan, belum dapat memaparkan biaya konstruksi belum. Pasalnya, penawaran tender belum berlangsung, dan pemerintah belum menerbitkan perkiraan biaya.

Presiden bandara Shanghai Pudong Li Derun mengatakan, terminal akan dibagi menjadi terminal S1 dan S2 dan terhubung ke selatan terminal T1 dan T2.

Nantinya, terminal ini akan mampu menangani 30 juta penumpang . Saat ini, terminal tersebut memiliki 70 gerbang, dengan 28 gerbang di T1 dan 42 gerbang di T2 . Sayangnya, terminal ini tidak lagi cukup untuk melayani permintaan perjalanan udara di Shanghai.

Bandara Pudong diharapkan untuk menangani 80 juta penumpang per tahun pada 2018. Pudong melayani total 40,5 juta penumpang pada 2010, menjadikannya tersibuk ketiga di China daratan dan ke-20 bandara tersibuk di dunia .

Bandara pertama yang menggunakan terminal satelit adalah Gatwick London. Bandara lain dengan terminal satelit termasuk Logan International di Boston

Renovasi Bandara Halim Selesai Desember

TEMPO.COJakarta – Angkasa Pura II telah menyiapkan sejumlah dana untuk biaya renovasi terminal Bandar Udara Halim Perdanakusuma tahun ini, Senin, 25 November 2013. Renovasi itu untuk persiapan pembukaan Bandara Halim bagi penerbangan sipil pada awal Januari 2014. Direktur Angkasa Pura II Tri Sunoko mengatakan proses renovasi terminal sedang berlangsung, diharapkan awal Januari 2014 bisa digunakan. “Renovasi ini dimulai sejak awal Oktober dan diharapkan minggu ketiga Desember sudah selesai pengerjaannya,” ujarnya.

Berdasarkan rencana kerja revitalisasi terminal penumpang yang dirilis PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Halim Perdanakusuma, selain pembuatan loket tiket, disiapkan pula penataan areal parkir kendaraan serta perluasan ruang tunggu. Ruang tunggu mampu menampung tiga penerbangan atau 600 penumpang per jam. Fasilitas lain seperti pintu masuk areal pelaporan, kamera pemantau (CCTV), alarm kebakaran, dan papan informasi penerbangan juga dimaksimalkan.

Bandara Halim sebelumnya merupakan bandara yang digunakan untuk kepentingan militer. Bandara ini hanya memiliki satu landasan pacu tanpa jalur pemberangkatan yang paralel. Selain itu, bandara yang diresmikan Presiden Soeharto pada 10 Januari 1974 itu mempunyai banyak penerbangan pribadi dan VIP. Bandara ini baru beroperasi 16 jam sehari. Halim juga hanya dapat menampung 14 pesawat Boeing 737-400 di apron.

Sampai saat ini, Bandara Halim Perdanakusuma belum melayani penerbangan komersial. Bandara ini melayani penerbangan carter, sekolah penerbangan, jemaah haji, penerbangan pribadi dan VIP, layanan kargo. Rencananya pada Januari 2014, Bandar Udara Halim Perdanakusuma akan dioptimalkan untuk menampung sejumlah penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pengalihan ini dilakukan menyusul kepadatan di bandara itu yang dikeluhkan sejumlah maskapai.

GALVAN YUDISTIRA

Update Apps AeroTicket ver 1.0.4

What’s New

Update for ver 1.0.4
– Added new menu PPOB for multiple payment
– Added new Free Trial Register
– Added new Package Member

AeroTicket Android App is a mobile companion for thousands of registered AeroTicket Agents.

AeroTicket is a travel sub-agency system enable individuals to do online booking/reservation as a sub-agent for:
– Domestic airline tickets (currently supporting: Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Air, Merpati, Citilink, KalStar, Sky Aviation, Mandala, AirAsia, Trigana Air)
– International airline tickets (Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, AirAsia, Lion Air)
– Domestic railway tickets (PT. Kereta Api Indonesia)

Android App Features includes:
– Search & compare fares (ticket price)
– Reserve/Booking
– Commission & Margin calculation
– Compose a quotation for customers (email)
– Payment with deposit, bank transfer or internet banking (BCA & Mandiri)
– Booking/Reservation Management
– Ticket Management
– Customer/Passenger Management
– Transaction & Deposit History
– Deposit Management & Topup
– Alert for reservation expiry time
– PPOB for multi payment
– Free Trial Registration

For more details and registration please visit www.aeroticket.com

Aplikasi Android Kualanamu Airport

The official android application of Kualanamu International Airport.

unnamed

klik gambar untuk download

Features:
– Flights: flight information (departures and arrivals) that can be chosen and saved to “My Flights”
– Shop and Dine: information about food, beverages, and souvenir stores in the airport
– Guide: information about airport maps, transportation from and to the airport, hotels, and services
– More: miscellaneous information

Kualanamu airport (KNO) is an international airport located in Deli Serdang, North Sumatera, Indonesia. It is the second largest airport in Indonesia. Kualanamu airport is one of thirteen airports that is operated by PT Angkasa Pura II (Persero), a state-owned airport services company operating in western part of Indonesia.

Kualanamu airport application is designed and developed by PT Angkasa Pura II (Persero).

Nih… “Masterplan” Bandara Internasional Abu Dhabi yang Cantik!

Hadir untuk menjadi pintu gerbang menuju ibu kota Uni Emirat Arab, Kohn Pedersen telah mengembangkan lini tengah kompleks Bandara Internasional Abu Dhabi. Kohn merancang skema integral Kota 2030.

Kohn berencana mengubah padang pasir menjadi rancangan yang ia sebut dengan “Taman dari Teluk”. Dengan begitu, upaya Kohn bisa menyediakan infrastruktur bagi masyarakat, baik secara sosial kohesif maupun berkelanjutan secara ekonomi.

Awalnya, Kohn merancang proyek untuk memenuhi 30 juta penumpang per tahun atau sekitar 8.500 wisatawan per jam. Untuk itu, ia menaikkan permukaan tanah sehingga bisa terlihat dari jarak 1.500 meter.

Cantik, tentu saja. Sebab, Kohn membuat struktur transparan yang menyala pada malam hari dengan siluet langit.

Sementara itu, ruang keberangkatan utama adalah volume bangunan tinggi mencapai 50 meter. Pada bagian ini, Kohn menggunakan bentang panjang bersandar lengkungan untuk menciptakan kesan ringan dan nyaman pada ruangan.

Tak hanya itu. Kohn juga menciptakan perpaduan cantik dengan memasukkan sebuah galeri seni dan taman dalam ruang seluas 8.400 meter persegi yang dilengkapi dengan 28.000
meter persegi gerai ritel.

Untuk meminimalisasi dampak termal pada bangunan, Kohn memanfaatkan penggunaan aluminium padat dan penempatan kaca miring yang digunakan bersama-sama. Desain yang dirancangnya ini juga sangat menghemat air dan secara efisien bisa mengolah limbah untuk mengairi perkebunan di sekitar bandara.

Waskita Menangi Tender Pembangunan Bandara NTT

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan membangun bandar udara baru di daerah tersebut yang bertaraf internasional. Pasalnya, Bandara El Tari yang akan menjadi Pangkalan Angkatan Udara tidak bisa dikembangkan menjadi bandara internasional.

Adapun perusahaan konstruksi milik negara yang berhasil memenangkan tender pembangunan proyek bandara baru di NTT tersebut adalah PT Waskita Karya Tbk (WSKT).  Direktur Utama Wakita M Choliq mengatakan, proyek pembangunan bandara tersebut diperkirakan mencapai USD67 juta.

“Kita baru dapat tender baru dan Sudah diumumkan. Kita akan ada pembuatan lapangan terbang senilai USD67 juta,” ungkap M Choliq di Kantor Pusat RNI Jakarta, Kamis (21/11/2013).

Choliq mengatakan, Waskita juga akan membangun runway hingga terminal baru di Timur Leste, dan nantinya proyek tersebut akan dibiayai oleh Pemerintah Timor Leste. “Timor leste akhir bulan signing kontrak. Kita bangun landasan plus terminal. Itu terminal kecil. Nggak kayak Bali,” kata dia.

Sekadar informasi, NTT merupakan provinsi yang bertetangga dengan dua negara, yakni Timor Leste dan Australia. Dengan demikian, aktivitas di Bandara El Tari akan semakin meningkat dengan pesawat-pesawat milik Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), sehingga penerbangan komersial tidak mengalami hambatan.

Dengan adanya bandara komersial ini, penerbangan antarnegara langsung Kupang-Dili dan Kupang-Darwin bisa dibuka. Untuk pembangunan ini, lanjutnya, NTT membutuhkan lahan seluas kurang-lebih 30 hektare untuk membangun bandara.

Pesawat Dreamlifter Mendarat di Bandara yang Salah

Wichita – Sebuah pesawat kargo Boeing 747 Dreamlifter mendarat di bandara yang salah pada Rabu malam. Pesawat itu semestinya menuju Pangkalan Angkatan Udara McConnell dari Bandara JFK di New York. Namun pesawat berbadan besar itu justru mendarat di bandara kecil di Jabara, dekat Wichita, Kansas.

“Pesawat dalam kondisi aman dan kami tengah bekerja untuk menentukan langkah selanjutnya untuk memindahkannya,” kata juru bicara Boeing.

Tidak ada informasi lebih lanjut tentang apa yang menyebabkan pendaratan itu, apakah karena salah mendarat atau ada kerusakan teknis yang membuatnya harus mendarat darurat.

Otoritas bandara mengatakan tidak ada yang terluka dan tidak ada laporan kerusakan saat pesawat mendarat.

Asal tahu saja, Dreamlifter membutuhkan landasan pacu lebih panjang untuk lepas landas dan mendarat. Rata-rata untuk pendaratan, panjang landasan 7.000 meter dan untuk lepas landas minimum 9.199 meter. Sedangkan panjang landasan pacu di Jabara hanya 6.101 meter.

CNN 

Bandara Halim Perdanakusuma Bersolek

KOMPAS.com –Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, yang diresmikan Presiden Soeharto pada 10 Januari 1974 itu, tengah bersolek.

Meskipun azan Maghrib telah berkumandang, sejumlah pekerja masih memasang keramik di bagian timur terminal penumpang. ”Pada 5 Desember, pembuatan 10 loket tiket ini harus selesai,” kata Komir (55), penanggung jawab pekerjaan atau mandor dari PT Nugraha Adi Taruna, Kamis (21/11/2013) petang.

Di ruangan berukuran 30 meter x 8 meter itu akan didirikan 10 loket dengan ukuran bervariasi, 2 meter x 1,6 meter dan 3 meter x 1,6 meter. Loket tersebut akan disekat dengan papan partisi berkerangka baja ringan setinggi 2,7 meter. ”Setelah ini selesai, di bagian barat terminal juga akan didirikan loket tiket,” kata Komir yang memandu 15 pekerja.

Pembuatan loket pembelian tiket itu menjadi salah satu bagian dari proses revitalisasi terminal penumpang untuk mempersiapkan pengalihan sejumlah penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada awal Januari mendatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, dengan dioperasikannya Bandara Halim Perdanakusuma, kepadatan di Bandara Soekarno-Hatta akan berkurang 5 persen. Jika jumlah lalu lintas penumpang di Bandara Soekarno-Hatta 146.000 orang per hari, sekitar 5 persen atau 7.300 penumpang per hari dapat dialihkan ke Halim.

Sampai saat ini, Bandara Halim Perdanakusuma belum melayani penerbangan komersial. Bandara ini melayani penerbangan carter, jemaah haji, penerbangan pribadi dan VIP, serta layanan kargo. Sebagai persiapan, sejumlah maskapai penerbangan sedang mengajukan permohonan untuk melakukan penerbangan dari dan ke Bandara Halim Perdanakusuma.

Berdasarkan rencana kerja revitalisasi terminal penumpang yang dirilis PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Halim Perdanakusuma, selain pembuatan loket tiket, disiapkan pula penataan areal parkir kendaraan serta penataan dan perluasan ruang tunggu yang dapat menampung tiga penerbangan atau 600 penumpang per jam, perbaikan pintu masuk areal pelaporan, pengembangan kamera pemantau (CCTV), pengerjaan tata suara, pengerjaan alarm kebakaran, dan pengadaan papan informasi penerbangan. Revitalisasi dimulai sejak awal Oktober.

General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Halim Perdanakusuma Iwan Khrishadianto menyampaikan, seluruh pekerjaan revitalisasi akan selesai pada minggu ketiga Desember 2013.

Demi menyelesaikan revitalisasi itu, Komir beserta 15 pekerjanya melakukan lembur hingga pukul 23.00. ”Sudah beberapa hari ini kami lembur. Biasanya kerja dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00,” ujar Komir.

Ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Asiah (39) yang sedang menunggu kedatangan suaminya dari Pulau Natuna, Riau, mengapresiasi rencana pemindahan sejumlah penerbangan komersial itu. ”Saya senang sekali penerbangan pindah ke sini agar Halim makin maju dan ramai,” kata Asiah, yang tinggal di Tapos, Depok.

Meski demikian, Asiah mengharapkan ada renovasi dan penataan, terutama pada lahan parkir. ”Parkirannya harus lebih luas dan kios makanannya diperbanyak,” ujar Asiah yang suaminya pulang dua minggu sekali dengan menggunakan pesawat carteran perusahaannya.

Hal serupa disampaikan Ana Andriani (34), penumpang Pelita Air dari Riau, dan pilot PT Air Maleo, Muhamad Daud. ”Kami setuju penerbangan komersial dipindah ke Halim, tetapi pihak bandara harus siap, terutama ketersediaan lahan parkir. Jumlah penjemput penumpang akan bertambah, jadi parkir harus siap,” kata Daud.

Terkait lahan parkir, dalam rencana kerja revitalisasi terminal, PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Halim Perdanakusuma menyebutkan, ada 26.626 meter persegi lahan parkir untuk menampung 500 mobil. Adapun untuk parkir sepeda motor akan disediakan lahan di sebelah utara parkir mobil yang dapat menampung 1.000 sepeda motor.

Ditanya rencana pemindahan penerbangan komersial dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Halim Perdanakusuma itu, sejumlah penumpang pesawat yang ditemui Kompas di Bandara Soekarno-Hatta mengaku belum tahu rencana itu. Mereka justru khawatir akses jalan menuju Halim akan semakin macet.

Suedi (50), penumpang pesawat yang baru tiba dari Semarang, Jawa Tengah, dan tinggal di Puri Kosambi, Karawang, mengatakan, Bandara Halim Perdanakusuma berada di kota dan akses menuju tempat itu selalu macet. ”Daerah Cawang itu langganan macet. Kalau bandara pindah ke sana, pasti akan lebih macet,” kata Edi. (Megandika Wicaksono)

Sumber : KOMPAS CETAK
Editor : Erlangga Djumena

Tiap 40 Detik, Satu Pesawat Mendarat di Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengakui sesaknya Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini. Bahkan setiap 40 detik, sudah ada pesawat yang harus mendarat di bandara tersebut.

“Jadi setiap 40 detik sudah ada pesawat yang datang sehingga terlalu padat,” ujar EE Mangindaan, Selasa (19/11/2013).

Mangindaan menjelaskan, saat ini sudah 74 penerbangan dalam satu jam tiba di Soekarno-Hatta. Padahal, normalnya, menurut Mangindaan, adalah 35 sampai 40 penerbangan dalam satu jam.

“Sebagian akan dialihkan dulu ke Bandara Halim Perdanakusuma, yaitu Batik Air, Lion Air, dan Garuda. Itu untuk rute-rute tertentu. Saya lupa rutenya,” ungkap EE Mangindaan.

Di samping itu, pemerintah sedang mengembangkan Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini, bandara internasional yang berada di kawasan Cengkareng tersebut sedang dikembangkan di apron dan landasan pacu.

“Diharapkan Terminal III pada 2014 akan selesai sehingga bisa longgar. Saya kira itu yang paling penting,” papar EE Mangindaan. (Adiatmaputra Fajar Pratama )

Sumber : Tribunnews.com
Editor : Bambang Priyo Jatmiko

Cuaca

Bali
broken clouds
26.9 ° C
26.9 °
26.9 °
81%
2.7m/s
80%
Sun
27 °
Mon
28 °
Tue
28 °
Wed
28 °
Thu
28 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,473.4
AUD
12,642.6
EUR
20,465.3
CNY
2,572.6
JPY
110.7
SGD
13,733.6