Home Blog Page 292

Google Bangun “Bandara Eksklusif” Khusus Pesawat Pribadi!

Pada awal Januari nanti bandara internasional Mineta San Jose, AS, akan sedikit mengalami perluasan. Beberapa bagian bandara ini sudah disepakati untuk dibangun area khusus untuk penerbangan swasta eksklusif milik Google.

Kesepakatan itu sudah ditandatangani oleh Google untuk membangun dan mengoperasikan pengembangan wilayah eksklusif seharga 82.000.000 Dolar AS. Luas area pengembangan itu mencapai 29 hektar di sisi barat bandara.

Google memang akan memberikan layanan tersendiri untuk pesawat-pesawat pribadi milik para pejabat Google, serta klien-kliennya di Silicon Valley seperti Hewlett Packard. Area “bandara eksklusif” ini dirancang akan oleh arsitek Gensler dengan fasilitas premium LEED menampilkan terminal eksekutif, hanggar, sumber daya servis pesawat dan ruang jalan untuk menampung pesawat jet besar kelas bisnis seperti itu Boeing 737 dan Boeing B767.

Tak hanya itu. Perluasan bandara ini juga akan meningkatkan daya tarik ekonomi baru ke wilayah tersebut karena akan membuka 150 sampai 200 pekerjaan konstruksi dan menawarkan keuntungan sewa tahunan kepada pengelola bandara internasional Mineta San Jose senilai 2.600.000 Dolar AS.

Bandara Jepang Bakal Dilengkapi Ruang Shalat

TOKYO — Meningkatnya jumlah wisatawan dan investor Muslim di Jepang, telah mendorong pemerintah di negeri sakura itu berencana membangun berbagai fasilitas untuk keperluan Umat Islam.

Di antaranya adalah dengan menyediakan lebih banyak lagi makanan halal dan ruang shalat yang nyaman di bandara-bandara.

“Kami tengah berusaha membuat bandara yang bersahabat bagi umat Islam dan masyarakat lainnya yang mengunjungi Jepang, terutama saat digelarnya Olimpiade 2020 nanti,” kata seorang pejabat humas di Bandara Narita kepada Nikkei Asian Review, seperti dilansir World Bulletin, Jumat (27/12).

Ia berharap, langkah tersebut dapat menarik jutaan pengunjung dari seluruh dunia saat berlangsungnya pesta olahraga tersebut di Tokyo. Khususnya pengunjung dari negara-negara Muslim di Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia.

Oleh karena itu, Pemerintah Jepang kini sedang mempersiapkan diri dengan menjalankan berbagai program pelatihan untuk membuat layanan senyaman mungkin bagi Umat Muslim.

Di antaranya adalah menyediakan informasi memadai yang berhubungan dengan Islam pada bandara dan bisnis-bisnis lainnya.Kebijakan tersebut mencakup pula pembangunan ruang shalat dan tempat berwudhu di bandara-bandara yang menurut jadwal sudah akan rampung pada Januari nanti.

Menurut beberapa catatan, Islam mulai diperkenalkan ke Jepang pada 1920. Saat itu, banyak umat Muslim dari Uni Soviet yang mencari perlindungan ke negara ini dari kekejaman rezim  komunis. Hari ini, populasi Umat Islam yang tinggal di Jepang di perkirakan mencapai 120 ribu jiwa.

Rute Baru Menuju Bandara Soekarno-Hatta Rawan Penyamun

Tangerang: Pengalihan pintu M1 bandara Soekarno Hatta dan pengenalan rute baru parimeter Selatan-Utara patut diwaspadai. Sebab kedua rute tersebut rawan tindak kejahatan.

“Parimeter utara selatan, di sana biasa ada pembegalan (penyamun), rawan,” terang tokoh masyarakat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) H Sarmili Ari R kepada Metrotvnews.com, Jumat (27/12).

Sarmili pernah menyampaikan usulan agar Angkasa Pura memerhatikan kebutuhan masyarakat dan pengguna jasa rute. Terutama, karyawan yang bekerja di area bandara. Menurutnya, infrastuktur jalan serta keamanan di rute Utara-Selatan dirasa belum layak.

“Lampu penerangan dilengkapi, keamanan, atau ada patroli satu jam sekali di parimeter selatan dan utara. Sebelum nanti dibuat pos keamanan, bila perlu warga dilibatkan sebagai keamanan,” katanya.

Dia mendukung program Angkasa Pura untuk memeberlakukan rute baru ke Bandara Soekarno-Hatta. Namun, ia meminta jaminan keamanan untuk masyarakat dan pekerja bandara.

“Jalan Suryadarma (jalan yang berada di depan gerbang pintu M1) yang ramai aja masih banyak perampokan, apalagi kalau jalan parimeter Utara-Selatan. Apalagi sisi utara daerah rawan begal,” ungkapnya.

Sudah satu hari berlalu uji coba pengalihan pintu M1 dan pengenalan rute baru bagi pengguna jalan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Menurut pantauan Metrotvnews.com, pengalihan rute mengakibatkan kemacetan panjang di Jalan Suryadharma khususnya pada sore hari.

Pengguna jalan memilih menunggu dan mengantri agar dapat memasuki area jalan Bandara dari pintu M1, untuk mendapatkan akses jalan yang lebih mudah serta cepat.

Pengalihan pintu M1 Bandara Soekarno Hatta dan pengenalan rute, berlangsung pada pagi hari jam 09.00 hingga 11.00 WIB dan sore hari yakni 14.00-16.00 WIB.

Sumber: http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/12/27/6/203963/Rute-Baru-Menuju-Bandara-Soekarno-Hatta-Rawan-Penyamun

Bandara Ditawarkan ke Investor Asing

JAKARTA – Setelah aturan Daftar Negatif Investasi (DNI) diteken oleh Presiden Susilo bambang Yudhoyono (SBY) nanti, Kementerian Perhubungan akan menawarkan proyek pembangunan bandar udara (Bandara) ke calon investor asing.

Aturan DNI sendiri yang merupakan revisi atas Peraturan Presiden (Perpres) No.36 tahun 2010, saat ini baru rampung dibahas pada tingkat menteri.

Menurut Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, ada beberapa proyek bandara yang akan ditawarkan. Di antaranya bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, dan bandara baru di Jogjakarta. Untuk bandara Kertajati dikabarkan membutuhkan dana hingga senilai 130 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,560 triliun.

Bambang menjelaskan, bandara tersebut cocok untuk dibangun menggunakan mekanisme Kerjasama Pemerintah-Swasta (KPS), dimana selama masa konsesi sesuai aturan DNI akan diberikan kesempatan kepada asing maksimal 49%.

Namun, ia belum bisa memastikan berapa lama masa konsesi untuk proyek tersebut. Sebab, semuanya tergantung kesepakatan yang nantinya dilakukan antara investor dan pemerintah.

Bambang hanya menjelaskan, meskipun pengelolaannya diberikan kepada investor asing kepemilikannya tetap dikuasi pemerintah. “Jadi bukan ini swastanisasi,” ujar Bambang, Rabu (25/12) dilansir  kontan.

Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar menjelaskan sejumlah calon investor memang sudah melirik proyek di bidang usaha yang diperluas.

Namun, ia enggan menyebutkan siapa saja investor yang sudah menunjukan minatnya itu, dengan alasan belum saatnya dipublikasikan.

Mahendra juga bilang, di tahun 2014, dimana merupakan tahun Pemilihan Umum (Pemilu) memang tidak mudah untuk meyakinkan investor datang ke Indonesia.

Menurutnya, yang bisa dilakukan adalah pemerintah harus berkomitmen dengan segala janjinya untuk memperbaiki berbagai masalah, bukan hanya soal DNI saja tetapi kepastian berusaha.

Khusus untuk bidang usaha kebandarudaraan, pemerintah memang sebelumnya berniat membuka seluruhnya atau 100% untuk kepemilikan asing.

Namun, hal itu tidak bisa dilakukan karena bertentangan dengan Undang-undang yang terkait dengan perhubungan. “Ini contoh kalau kita coba menunjukan soal kepastian hukum,” ujar Mahendra.

Mahendra mengingatkan Indonesia harus realistis melihat masing-masing sektor perdagangan yang dibuka untuk Daftar Negatif Investasi (DNI).

“Jangan melihat daftar itu kaku atau statis tapi lihat dinamikanya, dalam konteks menetapkan ada pembatasan kepemilikian asing yang tidak boleh lebih besar di PMDN  (Penanaman Modal Dalam Negeri),” ujar Mahendra.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian pada Selasa kemarin, ada lima kelompok yang direvisi. Pertama adalah revisi yang dilakukan untuk menjadikan bidang usaha lebih terbuka untuk penanaman modal asing (PMA).

Kemudian, revisi bidang usaha yang lebih terbatas kepemilikan sahamnya untuk PMA, harmonisasi penyederhanaan pengaturan kepemilikan saham asing. Juga ketentuan syarat bagi proyek kerja sama pemerintah-swasta (KPS) dan bidang usaha yang disesuaikan dengan UU atau peraturan lainnya.

Untuk proyek KPS bidang perhubungan, pemerintah menetapkan kepemilikan modal asing dalam sektor jasa kebandarudaraan bisa mencapai 49 persen. Kepemilikan saham tersebut berlaku baik proyek yang dalam rangka KPS maupun non-KPS.

Kepala BKPM Mahendra Siregar mengatakan, aturan mengenai kepemilikan asing bandara sebenarnya mempertegas  Undang-Undang Penerbangan. “Ini untuk memberikan kepastian hukum. Jadi, kita memang harus realistis melihat kondisi masing-masing di sektor dan kebutuhan nasional,” katanya. ktn, tmp

Sumber: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=3593245625f7caa6177011901f3bf500&jenis=e4da3b7fbbce2345d7772b0674a318d5

Top 10 Must Have Travel Apps

If you haven’t used Travel Apps on your smart phone you are missing out. Travel apps have revolutionized travel, gone are the days of printing an itinerary, or calling the airline to find out what gate your flight is departing from. You can even use travel apps to find the nearest public restroom, and see how clean it is on your phone ahead of time! Below is a list of the top ten must have travel apps. Once you try these you will be hooked.

Top 10 Must Have Travel Apps Infographic

Sumber: http://new-york.hotelscheap.org/top-ten-travel-apps

AirAsia Resmi Miliki Kantor Pusat Baru di Bandara Soetta

Tangerang : Maskapai penerbangan AirAsia Indonesia meresmikan kantor barunya yang berada di Jl Marsekal Surya Darma, Tangerang atau lebih tepatnya di sebelah barat Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat (27/12/2013) ini.

kantor pusat AirAsia Indonesia yang juga akan menjadi kantor Direksi dan juga melayani penjualan tiket.

“Ini gedung dibangun selama 24 jam dan selesai dalam 8 bulan. Ini kami ingin memberikan semangat para staf, kalau kita mempunyai semangat tinggi, kita bisa,” ungkap CEO AirAsia Indonesia, Dharmadi di Tangerang.

Pembangunan gedung ini, menurut Dharmadi sesuai dengan visi dan misi AirAsia yang selalu menciptakan efisiensi dalam pelayanan, baik mulai pelayanan penjulan maupun pelayanan penerbangan.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, desain kantor AirAsia ini menggunakan desain modern. Ini sudah terlihat dari lobi kantor. Layaknya sebuah tempat hiburan, kantor pusat ini juga dilengkapi dengan arena gym, ruang istirahat dan ruang studio musik.

Dharmadi menambahkan kantor yang dibangun dengan konsep ramah lingkungan ini setidaknya mampu menampung 2.000 karyawan AirAsia yang selama ini tersebar di beberapa kompleks perkantoran di Jakarta seperti di Terminal 1 A Bandara Soekarno Hatta, Menara Batavia dan Soewarna.

“Saat ini PT Indonesia AirAsia mempekerjakan sekitar 2.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia, atau meningkat 395% dibanding dengan jumlah karyawan pada 2005 ketika maskapai ini baru beroperasi,” paparnya.

Namun sayangnya, Dharmadi enggan mengungkapkan berapa dana yang perusahaan butuhkan untuk membangun kantor tersebut.

“Kalau investasinya mudah dibaca, karena luas lantainya 11.500 meter persegi tanahnya 6500 meter persegi, jadi bisa diestimasi lah,” tutupnya. (Yas/Nrm)

Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/785711/airasia-resmi-miliki-kantor-pusat-baru-di-bandara-soetta?wp.bsns

Singapura dan Malaysia Juga Sibuk Perluas Bandara

Singapura -BUMN PT Angkasa Pura I dan II (AP I dan AP II) di Indonesia tengah sibuk memperluas bandara yang mereka kelola, seperti perluasan terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten oleh AP II.

Selain di Indonesia, negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura pun sedang sibuk mempercantik dan memperluas bandara internasional mereka.

Misalnya di Singapura, Changi Airport Group (CAG), pengelola bandara Changi menggelontorkan S$ (SGD) 985 juta untuk memperluas terminal 4 Bandara Changi. CAG telah memberikan kontrak kepada kontraktor asal Jepang Takenaka Corp untuk melakukan proyek perluasan bandara tersebut.

Takenaka memenangkan tender setelah bersaing dengan 5 proposal perusahaan lainnya.

“Takenaka memiliki pengalaman yang bagus dalam konstruksi beberapa bandara besar di Jepang, Timur Tengah, Afrika dan Asia, juga termasuk Terminal 1 dan 2 Bandara Changi,” kata CAG dikutip dari thestar, Kamis (26/12/2013).

Konstruksi tersebut akan mencakup pengembangan gedung terminal penumpang seluas 195.000 meter persegi dan direncanakan mampu menampung 16 juta penumpang per tahun. Juga termasuk area parkir terletak di depan gedung terminal yang mengakomodir sampai 1.500 kendaraan.

General Manager Takenaka Shoichiro Shibuta mengatakan perusahaannya akan mulai melakukan proses konstruksi pada triwulan I-2014 dan dijadwalkan rampung pada tahun 2017.

Selain itu, negara tetangga lainnya seperti Malaysia juga tengah mengembangkan bandara baru yakni Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2) khusus untuk terminal penerbangan berbiaya murah atau Low Cost Carrier (LCC).

UEM Construction Sdn Bhd dan Bina Puri Sdn Bhd, kontraktor utama dalam proyek tersebut akan menyelesaikan proyek tersebut pada 31 Januari 2014. Jarak antara bandara baru (KLIA2) tak jauh dengan bandara utama Kuala Lumpur International Airport (KLIA).

(zul/hen)

Sumber: http://finance.detik.com/read/2013/12/26/171356/2451817/4/singapura-dan-malaysia-juga-sibuk-perluas-bandara

Pintu M1 bandara ditutup, pengendara bingung jalur alternatif

Penutupan pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta membuat para pengendara kebingungan. Mereka belum mengetahui sepenuhnya akan rencana penutupan pintu M1 dan tak mengetahui ada jalan alternatif baru menuju dan keluar bandara tersebut.

Seperti yang dikatakan Nana (30), warga Batu Jaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang. Dia mengeluhkan jalan yang rumit dan terlalu jauh.

“Wah bingung banget saya. Tadi habis nganter keluarga ke terminal 1. Saya baru baru tahu pintu M1 ditutup. Katanya harus memutar ke Jalan Perimeter Selatan, ternyata jauh banget. Harusnya sosialisasinya yang lengkap dulu biar kita tahu,” tukasnya, Kamis (26/12).

Pengendara lainnya, Toni (28), juga mengeluhkan penutupan Pintu M1. Menurutnya sistem buka tutup membuatnya kesulitan untuk menuju ke Pergudangan Bandara Mas yang terletak di persimpangan depan Pintu M1.

“Saya sebenarnya sudah tahu akan penutupan ini dari TV. Saya tadi lewat Tol Sedyatmo mau ke bandara. Saya mau muter lewat Perimeter Utara, tapi pemberitahuannya kalau jam 11.00 pintu dibuka.

Akhirnya saya lurus terus menuju Pintu M1, ternyata belum dibuka. Harusnya kalau mau tutup ya sekalian permanen, kalau ternyata belum dibuka kan saya jadi harus muter balik,” tukasnya di tengah kemacetan.

Sebelumnya, sekitar pukul 11.00 WIB, Pintu M1 yang seharusnya dibuka ternyata masih ditutup. Hal itu terjadi karena petugas keamanan tidak siap. Mereka panik dan kesulitan untuk membuka kunci pagar Pintu M1.

Hal itu pun membuat kemacetan panjang kendaraan di dalam dan luar Pintu M1. Petugas baru berhasil membuka pintu 10 menit kemudian.

Sementara itu, pantauan di depan Pintu M1, jalan di depan pos keamanan ditutup dengan pembatas jalan. Sehingga kendaraan dari Tangerang yang hendak menuju bandara dialihkan ke Jalan Perimeter Selatan. Para pengemudi nampak memperlambat kendaraannya untuk melihat petunjuk jalan.

Kepala Otoritas Bandara Wilayah I Adi Kanrio Dayanun mengatakan, penutupan sementara Pintu M1 dengan sistem buka tutup bertujuan agar masyarakat mengenal rute yang telah disiapkan. Sehingga nantinya tidak bingung saat hendak menuju bandara.

“Ini sambil sosialisasi, supaya saat mereka berangkat dari rumah sudah tahu jalur yang ditempuh. Jadi sambil melakukan pengenalan sambil kita melakukan persiapan untuk penutupan permanen,” katanya.

Menurutnya, penutupan dilakukan pada pukul 09.00-11.00 WIB dan pukul 14.00-16.00 WIB. Selain waktu tersebut, pintu akan dibuka karena lalu lintas mulai padat. “Pintu ditutup tiap dua jam, karena pagi dan sore merupakan jam kerja. Supaya tidak terjadi penumpukan kendaraan yang terlalu panjang,” kata Adi.

Sementara terkait fasilitas di jalan perimeter utara dan selatan, Adi mengatakan masih melengkapinya. Dia menargetkan kekurangan fasilitas seperti lampu dan rambu lalu lintas, akan selesai dalam waktu tiga minggu. “Setelah fasilitas lengkap pintu akan segera ditutup permanen,” ujarnya.

Senior General Manager Angkasa Pura II Bram Bharoto mengatakan, pihaknya tengah memasang 350 lampu jalan dan 26 CCTV di jalan perimeter. Untuk keamanan ditempatkan sekitar 20-30 orang, di mana setiap pos berisi dua orang.

“Mita masih lengkapi berbagai fasilitas. Memang ada banyak kendala dalam penutupan Pintu M1 ini. Tapi kita terus evaluasi dan koordinasi terus bersama Adban dan Polres supaya lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah yang sempat meninjau langsung sistem tutup buka jalan M1 berharap kepada pihak pengelola Bandara Soekarno-Hatta menyatakan, agar seharusnya dipersiapkan dahulu infrastruktur jalan perimeter sebelum M1 ditutup.

“Karena memang masalahnya ada beberapa titik yang harus dilalui, salah satunya Jalan Marksekal Suryadharma kembali lagi ke M1. Sementara yang harus di antisipasi adalah jembatan Rawa Bokor atau Benda sana, itu macetnya luar biasa,” ujarnya.

Arief meminta agar PT Angkasa Pura II tidak hanya menggeser kemacetan dari titik sebelumnya. “Jangan geser kemacetan,” katanya.

Arief mengaku, Dinas Perhubungan Kota Tangerang akan mengevaluasi sistem buka tutup tersebut. “Hari ini kebetulan tidak macet karena libur, tetapi tidak tahu besok pada saat hari kerja. Saya meminta kepada masyarakat Kota Tangerang untuk bersabar, artinya Pemerintah Kota Tangerang akan mencoba berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura untuk mengatasi hal ini,” katanya.

[bal]

Mal Megah di Bandara Changi Segera Jadi Kenyataan

SINGAPURA – Bila Singapura punya rencana, maka hal itu akan menjadi kenyataan yang sempurna. Tak percaya? Mereka menambah fasilitas Bandara Internasional Changi dengan membangun properti komersial multifungsi berkode Project Jewel.

Adalah Changi Airport Group (CAG) berkolaborasi dengan pengembang raksasa spesialis pusat belanja, CapitaMalls Asia (CMA), yang akan merealisasikan pekerjaan besar tersebut. Keduanya telah menandatangani kerjasama dengan skema joint venture (patungan modal).

Project Jewel ini menawarkan berbagai fasilitas untuk operasional bandara, pusat belanja dan ruang atraksi sekaligus rekreasi. Fasilitas baru ini juga diharapkan dapat menarik kunjungan wisatawan lebih banyak dan memperkuat daya tarik Bandara Changi sebagai hub internasional.

Biaya pembangunan proyek ini diperkirakan mencapai 1,47 miliar dollar Singapura atau setara Rp 14,1 triliun. Termasuk investasi akuisisi lahan yang berada tepat di situs parkir kendaraan Terminal 1 seluas 3,5 hektar.

Uniknya, Project Jewel memiliki desain fasad berbentuk kubah yang terbuat dari kaca dan baja serta diproyeksikan menjadi tengara ikonik dalam lanskap Bandara Changi. Kompleks ini terdiri atas lima lantai bangunan utama plus lima lantai ruang bawah tanah (basement) dengan total luas bangunan mencapai 134.000 meter persegi.

Project Jewel terbagi atas peruntukan operasional bandara seluas 17.000 meter persegi, ruang atraksi seluas 22.000 meter persegi, hotel mencapai 5.000 meter persegi, dan pusat belanja seluas 90.000 meter persegi.

Khusus untuk pusat belanja, ruang sewa yang terletak di basement 2 sampai lantai 5 dialokasikan seluas 53.500 meter persegi.

Project Jewel dirancang ramah lingkungan. Tak main-main, porsi taman dan ruang terbukanya termasuk skala besar lengkap dengan air terjun setinggi 40 meter.

Konstruksi proyek ini dijadwalkan mulai semester kedua 2014 mendatang dan dibuka pada akhir 2018.

Sumber: http://jogja.tribunnews.com/2013/12/26/mal-megah-di-bandara-changi-segera-jadi-kenyataan/

Terbang Malam Jadi Solusi Saat Ini

Terbang malam di atas pukul 24.00 menjadi alternatif penyelesaian jangka pendek kepadatan penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Cara ini bisa ditempuh asal bandara tujuan mempersiapkan diri dan mau mengkreasi pasar.

Para pelaku bisnis penerbangan yang dimintai pendapat soal ini, di Jakarta, pekan lalu sepakat, terbang malam bisa dilakukan. Namun, hal itu bergantung pada kesiapan bandara tujuan.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan, Lion Air dan Batik Air mempunyai pengalaman terbang tengah malam, yaitu untuk rute Jakarta dengan tujuan Indonesia timur. Misalnya Batik Air yang terbang ke Ambon, berangkat dari Jakarta pukul 00.30 sampai di Ambon pukul 06.00. Dengan menggunakan jadwal tengah malam tersebut, Batik Air memanfaatkan ruang waktu yang kosong di Bandara Soekarno-Hatta.

”Tidak mudah membuka jadwal tengah malam. Namun, setelah dijalani, ternyata sambutan pasar sangat baik,” ujar Edward.

Menurut Edward, sebenarnya maskapai siap menggunakan rentang waktu yang lowong di Bandara Soekarno-Hatta, tetapi hal itu bergantung pada bandara tujuan. Jika bandara tujuan ternyata tidak siap menerima kedatangan pesawat karena sudah tutup, maskapai tidak bisa membuka jadwal itu.

Direktur Operasi Indonesia AirAsia Capt Imron Siregar juga mengatakan hal yang sama. Operasional terbang malam hanya dapat dilakukan ketika bandara lain juga melakukan hal serupa.

Menurut Imron, bandara di Indonesia yang sudah 100 persen mampu melayani penerbangan malam baru Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai di Denpasar, Bali.

”Pilot AirAsia ada yang pernah mau mendarat di sebuah bandara menjelang pukul 06.00, ternyata petugas menara tidak menjawab permintaan pilot. Jadi, jelas banyak hal harus dipersiapkan dahulu sebelum 100 persen dapat terbang malam,” ujar dia.

Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Agus Soedjono juga mengakui ada kendala bagi maskapai untuk terbang malam.

”Masalahnya, ada bandara domestik yang belum dilengkapi dengan fasilitas operasi malam hari, salah satunya instrumen pendaratan,” katanya. Instrumen itu merupakan perangkat navigasi pendaratan yang memudahkan pilot saat malam atau cuara buruk.

Sriwijaya Air, kata Agus, juga sudah menjalani penerbangan malam bagi rute-rute menuju Indonesia timur. Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 9572, misalnya, lepas landas dari Cengkareng pukul 00.20 dan tiba di Jayapura, Papua, pukul 08.50. Sriwijaya Air 580 juga terbang dari Cengkareng pukul 22.30 dan tiba di Jayapura pukul 07.15.

Apabila sebuah bandara mampu dioperasikan selama 24 jam, utilitas bandara dan landasan pacu dapat meningkat 30 persen karena rata-rata bandara beroperasi 18 jam. Sementara itu, kepadatan penumpang pada pagi-siang-sore juga turun 30 persen. Akses ke bandara juga lebih lengang sehingga transportasi kota lebih lancar dan menurunkan potensi gangguan yang menyebabkan keterlambatan penerbangan.

Sementara itu, untuk jangka panjang Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, saat ini sedang dibicarakan pengadaan lahan untuk pembangunan landasan ketiga di Bandara Soekarno-Hatta.

”Ada tiga opsi. Yang pertama adalah membangun landasan yang jaraknya agak jauh, sekitar 1,5 kilometer dari landasan sekarang. Namun, ternyata biaya pengadaan lahan bisa mencapai Rp 4 triliun,” kata Bambang.

Opsi kedua adalah membangun landasan yang jaraknya dekat dengan kedua landasan yang ada saat ini (existing). Biaya pembebasan lahan akan lebih murah, yakni sekitar Rp 1 triliun. Namun, kapasitas tambahan yang didapat tidak banyak, hanya 30-35 persen.

”Ada opsi yang ketiga, yakni landasan dibangun agak jauh sehingga lebih mendekati pantai. Landasan ini akan dibuat seperti area kantong, tertutup, sehingga tetap aman. Nanti penumpang akan diangkut dengan kendaraan khusus seperti monorel untuk ke bandara utama. Namun, biaya pembangunan opsi ketiga ini masih harus dihitung,” tutur Bambang.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bersama Angkasa Pura II dan juga Perum Navigasi akan berangkat ke Bandara Heathrow, London, Inggris, untuk belajar bagaimana bandara itu bisa menampung 100 penerbangan per jam hanya dengan dua landasan. Soekarno-Hatta juga mempunyai dua landasan, tetapi hanya mampu menampung 64 penerbangan setiap jam. (ARN/RYO/SEM)

Pemerintah Akan Undang Asing Kelola Bandara

Setelah aturan daftar negatif investasi (DNI) diteken oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) nanti, Kementerian Perhubungan akan segera menawarkan proyek pembangunan bandar udara (bandara) ke calon investor asing.

Aturan DNI sendiri, yang merupakan revisi atas Peraturan Presiden (Perpres) No 36 Tahun 2010, saat ini baru rampung dibahas pada tingkat menteri.

Menurut Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, ada beberapa proyek bandara yang akan ditawarkan, di antaranya Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, dan bandara baru di Yogyakarta. Untuk Bandara Kertajati, dikabarkan dibutuhkan dana hingga senilai 130 juta dollar AS atau sekitar Rp 12,2 triliun.

Bambang menjelaskan, bandara tersebut cocok untuk dibangun menggunakan mekanisme kerja sama pemerintah-swasta (KPS), di mana selama masa konsesi sesuai aturan DNI akan diberikan kesempatan kepada asing maksimal 49 persen.

Namun, ia belum bisa memastikan berapa lama masa konsesi untuk proyek tersebut. Sebab, semuanya tergantung kesepakatan yang nantinya dilakukan antara investor dan pemerintah. Bambang hanya menjelaskan, meskipun pengelolaannya diberikan kepada investor asing, kepemilikannya tetap dikuasai pemerintah.

“Jadi, ini bukan swastanisasi,” ujar Bambang, Rabu (25/12/2013). Sayang, Bambang tidak menyebutkan siapa calon investor yang tengah dibidik pemerintah.

Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar menjelaskan, sejumlah calon investor memang sudah melirik proyek di bidang usaha yang diperluas.

Namun, ia enggan menyebutkan siapa saja investor yang sudah menunjukkan minatnya itu dengan alasan belum saatnya dipublikasikan.

Mahendra juga mengatakan, pada 2014, yang merupakan tahun pemilihan umum (pemilu), memang tidak mudah untuk meyakinkan investor datang ke Indonesia.

Menurutnya, yang bisa dilakukan adalah pemerintah harus berkomitmen dengan segala janjinya untuk memperbaiki berbagai masalah, bukan soal DNI saja, melainkan juga kepastian berusaha.

Khusus untuk bidang usaha kebandarudaraan, pemerintah memang sebelumnya berniat membuka seluruhnya atau 100 persen untuk kepemilikan asing.

Namun, hal itu tidak bisa dilakukan karena bertentangan dengan undang-undang yang terkait dengan perhubungan. “Ini contoh kalau kita coba menunjukkan soal kepastian hukum,” ujar Mahendra. (Asep Munazat Zatnika)

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/12/26/1707261/Pemerintah.Akan.Undang.Asing.Kelola.Bandara.

Jalan Masuk M1 Bandara Diberlakukan Buka Tutup

Pintu masuk M1 Bandara Soekarno – Hatta (Soetta) yang biasa digunakan untuk jalur masuk kendaraan roda dua dan empat dari arah Tangerang, mulai diberlakukan sistem buka tutup. Pemberlakuan tersebut dilaksanakan pada pukul 09.00 – 11.00 WIB dan 14.00 – 16.00 WIB. Berkaitan dengan hal itu, sejumlah kendaraan terlihat sudah melewati jalur Perimeter Selatan dan Perimeter Utara, Kamis (26/12).

Pihak pengelola bandara memasang pagar pembatas agar kendaraan tidak bisa melintas. Agar pengendara tidak bingung, dipasang papa pengumuman ukuran besar yang terletak menuju pintu M1. Papan pengumuman serupa juga terlihat di beberapa  ruas jalan Kota Tangerang.

Pengendara yang hendak menuju kawasan bandara mulai mencoba jalur Perimeter Selatan. Sedang kendaraan yang sudah datang dari arah Jalan Suryadharma dan mengarah ke pintu masuk M1 harus memutar di depan kantor Community Chek Bandara, kemudian menuju jalan lama bandara dan mengarah ke Perimeter Selatan. Setelah itu melewati Jalan Husein Sastranegara dan menembus ke Jalan P1 bandara. Sedang dari jalur bandara menuju Tangerang melewati Jalan P2 bandara, Jalan Perimeter Utara dan Jalan Suryadharma.

Kepala Cabang PT Angkasa Pura Bram Bharoto Tjiptadi mengatakan, Selasa (24/12) pihaknya akan melengkapi infrastruktur jalan terkait rencana penutupan jalur M1 tersebut diberlakukan. Bila infranstruktur itu sudah dilengkapi, pengalihan jalan pintu M1 bisa dilaksanakan.

Sebelumnya, PT AP II, Badan Otoritas dan Polres Bandara pada Kamis (26/12) ini, berencana menutup pintu M1 karena akan dilakukan pembangunan kereta rel listrik (KRL) dan stasiun kereta di dalam bandara. Akibatnya, kendaraan yang akan melintas di daerah tersebut dialihkan melalui Jalan Perimeter Selatan Bandara dengan rute Jalan Suryadarma-Jalan Perimeter Selatan-Jalan Husein Sastranegara-Jalan P1. (maryoto/yo)

Sumber: http://www.poskotanews.com/2013/12/26/jalan-masuk-m1-bandara-diberlakukan-buka-tutup/

Cuaca

Bali
overcast clouds
28.5 ° C
28.5 °
28.5 °
79 %
3.6kmh
100 %
Fri
28 °
Sat
29 °
Sun
29 °
Mon
30 °
Tue
29 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,342.8
AUD
12,483.3
EUR
20,358.5
CNY
2,539.9
JPY
110.8
SGD
13,625.1