Home Blog Page 187

Pesawat Penjelajah Dunia Akan Sambangi Pasifik

Tim pilot pesawat Solar Impulse 2 siap melanjutkan penerbangan keliling dunia. Rute penerbangan kali ini adalah melintasi Samudra Pasifik dari Nanjing, China menuju Kepulauan Hawaii.

Salah satu pilot, Andre Borschberg, mengaku cemas sekaligus gembira menerbangkan pesawat bertenaga surya sendirian dari China ke Hawaii pada jalur tempuh terpanjang dalam upaya pertama terbang di seluruh dunia tanpa menggunakan bahan bakar fosil.

“Penerbangan dari Nanjing di China timur ke Hawaii adalah jalur paling menantang,” ucap Borschberg di Nanjing, China, seperti dilansir VOA News, Minggu (3/5/2015).

Andre Borschberg akan melintasi Samudera Pasifik selama lima hari dan lima malam dengan pesawat yang memiliki sel-sel surya di sayapnya sebagai sumber energi penggerak. Ia pun harus mengisi ulang baterai untuk penerbangan pada malam hari.

Sebelumnya, pesawat bertenaga surya itu terbang dari Myanmar menuju Chongqing, China. Penerbangan menelan waktu sekitar 20 jam.

Dari Abu Dhabi

Pesawat Solar Impulse 2 mengawali penerbangan keliling dunia dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada Maret 2015 lalu. Pesawat bertenaga surya ini kemudian singgah di Oman, India, dan Myanmar. Andre Borschberg dan pilot lain dari Swiss, bergantian menerbangkan pesawat itu dalam perjalanan lima bulan mempromosikan penggunaan energi terbarukan.

Pesawat bertenaga surya buatan Swiss itu berangkat meninggalkan Abu Dhabi pada Senin pagi 9 Maret 2015 untuk menempuh tahapan pertama penerbangan yang diharapkan menjadi penerbangan keliling dunia pertama tanpa menggunakan bahan bakar.

 

 

Sumber

Penyebab Pintu Darurat Pesawat Terbuka

Pintu darurat didalam pesawat terbang hanya boleh dibuka dalam keadaan darurat. Namun, beberapa kasus ada yang hampir terbuka di tengah penerbangan.

Meski terbukanya pintu darurat hampir bisa dibilang mustahil, berikut penjelasan pilot tentang terbukanya pintu darurat di tengah penerbangan :

Tekanan udara mengunci pintu

Pintu keluar darurat di pesawat dirancang khusus untuk menutup ketika terjadi perbedaan tekanan udara di dalam dan luar. Pintu itu aktif segera setelah mesin dihidupkan dan udara di kabin memiliki tekanan. Sedikit tekanan kabin bisa membuat pintu darurat terkunci.

Membuka pintu darurat butuh tenaga besar

Pintu darurat dirancang menutup ke arah keluar, yang artinya tekanan udara di dalam pesawat lebih besar dari di luar. Sehingga hampir tidak mungkin pintu darurat terbuka begitu saja karena membutuhkan tenaga yang sangat besar. Mungkin Anda membutuhkan tenaga dari sekumpulan orang yang jika dijumlahkan, bobotnya setara dengan 500 kilogram.

Tekanan udara kabin menurun

Jika pintu darurat memang terbuka di tengah penerbangan, tekanan udara di kabin akan berkurang. Itu berarti masker udara akan turun di hadapan Anda dan Anda harus segera menggunakannya.

Anda punya waktu 15 detik

Jika tekanan udara di kabin berkurang, Anda hanya memiliki waktu 15 detik untuk memasang masker udara pada wajah. Jika lewat dari 15 detik, Anda akan pusing, berkunang-kunang dan kemudian pingsan. Dan Anda harus mengencangkan sabuk keselamatan dengan segera. Dalam beberapa saat, pilot akan menurunkan ketinggian hingga mencapai tekanan udara yang tepat.

 

Sumber

Tragedi Ledakan Pesawat Sri Lanka 1986

Booom…!!! Sebuah bom meledak di pesawat yang terparkir di Bandara Internasional Kolombo, Sri Lanka pada 3 Mei 1986. Air Lanka Tristar UL512 yang datang dari Bandara Gatwick London — setelah transit di Zurich, Swiss dan Dubai, Uni Emirat Arab itu, terbelah menjadi dua bagian.

“Tiba-tiba terjadi ledakan besar, sangat keras disertai semburan api,” kata salah satu korban selamat asal Inggris, Simon Ellis seperti dikutip dari BBC kala itu.

“Atap pesawat sobek dan berterbangan, kursi kami terhempas. Ketika aku melongok, memanjat kursi, aku melihat ke arah luar burung besi dan tak ada apa-apa. Pesawat terbelah menjadi dua tepat di belakang kami duduk..”

Nyatanya, bagian hampir ekor itu terputus dari badan pesawat. Bahkan, jendela di gedung terminal Bandara Kolombo juga terlihat hancur akibat kerasnya ledakan.

Penerbangan UL512 membawa 20 kru dan 128 penumpang, terutama turis Prancis, Inggris dan Jepang yang hendak terbang ke Kepulauan Maladewa di Samudera Hindia.

Korban tewas dalam musibah tersebut berjumlah 21 orang, 41 lainnya — termasuk 25 orang dari Inggris — terluka akibat ledakan bom tersebut.

Bom yang meledak di pesawat itu diduga kuat disembunyikan oleh pemberontak Tamil, yang berupaya mendirikan wilayah kekuasaan sendiri di Sri Lanka. Sebab sebelumnya pasukan keamanan di negeri itu mengaku sudah menerima ancaman dari gerilyawan tersebut, yang merencanakan serangan besar-besaran di ibukota.

Serangan itu kemungkinan sengaja dirancang untuk merusak pembicaraan damai yang diperantarai India, antara pemberontak Tamil dan pemerintah Sri Lanka.

Para pejabat Sri Lanka menduga kuat bom disembunyikan di peti berisi daging dan sayuran, yang akan dikirim ke Republik Maladewa.

Selain peristiwa tragis itu, tanggal yang sama tahun 1481 terjadi gempa bumi dahysat di Rhodes, Yunani. Lindu berkekuatan 7,1 skala Richter yang menyebabkan tsunami itu menyebabkan 30 ribu orang meregang nyawa.

Sementara pada 3 Mei 1952, pesawat pertama mendarat di Kutub Utara. Letnan Kolonel Joseph O. Fletcher dari Oklahoma dan Letnan Kolonel William P. Benediktus dari California, yang menerbangakan burung besi itu ke sana.

Fletcher bahkan sempat turun dari pesawat dan berjalan di Kutub Utara, mungkin saja ia orang pertama dalam sejarah yang melakukannya.

 

 

 

Sumber

Pengguna Jalanan Kebingungan Karena Traffic Light Bandara Hasanuddin Mati

Traffic light di perlimaan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar tidak berfungsi, Minggu (3/5/2015). Pantauan tribun-timur.com, traffic light untuk akses masuk bandara itu tidak berfungsi maksimal.

Sehingga membuat pengguna jalan kebingungan, mau tetap melanjutkan perjalanannya atau berhenti menunggu sampai mobil dari arah Maros, Makassar dan Jl Tol Seksi IV berhenti.

Jika menunggu, pengguna jalan tidak akan keluar dari bandara, namun jika tetap berjalan kendaraan yang melintas padat.

“Saya tidak tahu ini lampu merah, tidak jelas. Kenapa biasa ada yang bersamaan jalan. Tadi saya dari bandara, saya mau keluar, susahnya minta ampun, lampu merah mati dari dalam bandara,” kata seorang pengemudi, Rifai.

Bahkan polisi yang bertugas di area ini memilih untuk berada di bawah pohon yang ada di sekitar lampu merah tersebut.

 

 

 

Sumber

Bandara Internasional Nepal Tutup

Nepal menutup Banda Udara Internasional Thribuwan bagi pesawat jet berkapasitas besar. Landasan pacu di satu-satunya bandar udara internasional di Ibu Kota Kathmandu tersebut rusak berat akibat gempa dahsyat yang terjadi pekan lalu.

“Landasan ini hanya dirancang untuk pesawat ukuran medium,” kata Birendra Shrestha, Manajer Bandara Thribuwan, Ahad, 2 Mei 2015.

Bandara sempat ditutup lalu dibuka kembali pascagempa. Tapi kerusakan di landasan pacu semakin parah. Sebab, banyak pesawat jet dan kargo pembawa bantuan, makanan, dan relawan kemanusiaan yang mendarat di sana.

Pejabat bandara itu kemudian memutuskan menutup sepenuhnya bandara bagi jet besar karena banyaknya laporan tentang retakan di landasan. Walau begitu, pesawat kecil masih diperbolehkan mendarat.

Bandara yang terletak di pinggiran Kathmandu itu hanya memiliki satu landasan pacu. Fasilitas bandara juga semakin minim akibat gempa. “Kami memprioritaskan pesawat pembawa bantuan dan tim penyelamat dan pencari,” ujar Jamie McGoldrick, koordinator bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Nepal. “Segera setelah sistemnya diperbaiki, bandara akan beroperasi normal.”

Gempa berkekuatan 7,8 skala Richter melanda Nepal dan sekitarnya pada 25 April 2015. Korban tewas akibat peristiwa itu mencapai 7.276 orang. Korban terbaru yang ditemukan adalah enam wisatawan mancanegara dan 45 penduduk Nepal.

Mereka ditemukan akhir pekan lalu di rute trekking populer. Kementerian Pariwisata Nepal menyebutkan ada 57 orang asing yang tewas dalam bencana itu, sementara 109 orang lain belum diketahui keberadaannya.

 

 

Sumber

Pesawat NASA Menabrak Merkurius

isi eksplorasi planet Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berakhir sesuai rencana. Namun ada kejadian dramatis: pesawat antariksa ini menubruk permukaan Merkurius. Menurut pernyataan NASA, pesawat antariksaMercury Surface, Space ENvironment, GEochemistry, and Ranging (MESSENGER) menubruk Merkurius dengan kecepatan sekitar 8.750 mil per jam atau 3,91 kilometer per detik dan membentuk kawah baru di permukaan planet itu.

Pengendali misi di Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory (APL) di Laurel, Maryland, mengonfirmasi pesawat antariksa itu menghantam permukaan Merkurius pukul 03:26 EDT. Pengendali misi mengonfirmasi akhir operasi pesawat itu beberapa menit kemudian, pukul 03:40, ketika stasiun Deep Space Network (DSN) NASA di Goldstone, California, tidak mendeteksi sinyal pesawat antariksa itu.

“Keluar dengan sebuah pukulan saat menumbuk permukaan Merkurius, kami menyambut Messenger sebagai misi yang lebih dari sukses,” kata John Grunsfeld, pejabat Science Mission Directorate NASA di Washington.

“Misi Messenger akan memberi para ilmuwan ladang hasil baru saat kita mulai fase selanjutnya dari misi ini–menganalisis data-data yang sudah ada di arsip, dan mengungkap misteri Merkurius,” katanya di laman resmi NASA, Jumat, 1 Mei 2015.

Sebelum tumbukan, tim perancang misi Messenger memperkirakan pesawat antariksa itu melewati beberapa mil cekungan berisi lava di Merkurius sebelum menabrak permukaan dan membuat kawah permukaan yang lebarnya diperkirakan 50 kaki (15,24 meter).

Kepergian Messenger di planet kering kecil yang paling dekat dengan matahari itu tidak teramati karena pesawat menabrak bagian planet yang menghadap jauh dari Bumi sehingga teleskop-teleskop di Bumi tidak bisa menangkap momen tabrakan itu.

Teleskop-teleskop yang berbasis di Bumi juga tidak bisa melihat dampaknya karena kedekatan Merkurius dengan matahari akan merusak optik. Operasi hari terakhir Messenger bermula pukul 11.15 dengan inisiasi pengiriman terakhir data dan citra-citra dari Merkurius via antena 70 meter DSN di Madrid, Spanyol.

Setelah transisi terencana ke antena 34 meter DSN di California pukul 02.40, operator misi kemudian mengonfirmasi pengalihan ke komunikasi sinyal suar saja pukul 03.04. “Kami memantau sinyal suar Messenger selama sekitar 20 menit lagi,” kata manager operasi misi Andy Calloway dari APL.

“Selama waktu itu aneh memikirkan Messenger menabrak, kami tidak bisa segera mengonfirmasinya karena jarak yang sangat jauh antara Merkurius dan Bumi.”

Messenger diluncurkan pada 3 Agustus 2004dan mulai mengorbit di sekitar Merkurius pada 17 Maret 2011. Pada akhir misinya pesawat itu sudah menjelajah selama lebih dari empat tahun dan 4.105 mengorbit di sekitar Mercurius.

Meski sudah menyelesaikan tujuan ilmiah utamanya pada Maret 2012, misi pesawat itu diperpanjang dua kali, memungkinkannya menangkap citra-citra dan informasi tentang planet itu.

Pada Selasa tim berhasil mengeksekusi manuver orbit yang menjaga Messenger pada jarak yang memungkinkannya mengumpulkan informasi-informasi kritis tentang anomali magnetik kerak Merkurius dan kawah-kawah kutub berisi es pada permukaannya.

Setelah kehabisan bahan bakar dan tidak bisa lagi meningkatkan ketinggian, Messenger akhirnya tidak bisa menahan tarikan gravitasi matahari di orbitnya.

“Hari ini kita menyampaikan perpisahan pada pesawat yang paling tangguh yang berhasil menjelajahi planet tetangga,” kata Sean Solomon, peneliti utama Messenger dan direktur Lamont-Doherty Earth Observatory Columbia University di Palisades, New York.

Di antara banyak pencapaiannya, misi Messenger antara lain berhasil menentukan komposisi permukaan Merkurius, mengungkap sejarah geologisnya, menemukan medan magnet internalnya, dan memverifikasi deposit kutubnya yang didominasi air es.

 

 

 

Sumber

 

Bandara Indonesia Masuk 10 Besar Dunia

Airport Council International (ACI) menempatkan bandara internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Juanda Surabaya dalam jajaran sepuluh besar bandara dengan tingkat layanan terbaik di dunia. Organisasi kebandarudaraan dunia yang berbasis di Montreal, Kanada ini menilai berdasarkan survei kualitas pelayanan atau Airport Service Quality (ASQ) selama periode Oktober-Desember 2014.

Tommy Soetomo, Direktur Utama PT Angkasa Pura Airports (AP I), menjelaskan untuk kategori bandara berkapasitas 15 hingga 25 juta penumpang per tahun, terdapat 31 bandara yang disurvei.  Bandara Ngurah Rai dan Bandara Juanda masuk dalam kategori bandara dengan pelayanan cukup baik, mengungguli Bandara Kansai Osaka di Jepang, Bandara San Diego California di AS, Bandara Zurich di Swiss, Bandara Brisbane Queensland di Australia, dan Bandara Manchester di Inggris.

“Adapun bandara yang berada di peringkat pertama dalam survei ASQ ini adalah Bandara Wuhan Tianhe, Tiongkok,” jelas Tommy seperti dikutip dari situs resmi Perseroan, Senin (27/4).

Sementara untuk kategori bandara berkapasitas 5 hinggga 15 juta penumpang per tahun, dari 79 bandara yang di survei, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan berada di peringkat ke-16. Posisi ini berada di atas ranking Bandara San Antonio Texas di AS, Bandara Penang di Malaysia, dan Bandara Bengaluru di India.

ASQ merupakan satu-satunya program benchmarking global yang mengukur tingkat kepuasan penumpang di bandara, yang dilakukan oleh ACI. Aspek yang dinilai dalam survei ASQ ini antara lain suasana bandara, fasilitas belanja, fasilitas restoran dan tempat makan, ketersediaan bank/ATM/money changer, sarana hiburan dan rekreasi di bandara, serta keramahan dan kesigapan staf bandara.

Sejak 2006, survei ASQ telah melakukan penilaian terhadap kepuasan penumpang di lebih dari 250 bandara di dunia. Metodologi ilmiah, prosedur quality control yang ketat, serta komitmen untuk tidak berpihak dalam setiap penilaian survei ASQ ini menjadikannya sebagai standar global untuk mengukur kepuasan penumpang di bandara. Setiap tahun, ACI mewawancarai sekitar 550 ribu penumpang di bandara, dan meminta mereka untuk menilai tingkat kepuasan atas layanan bandara.

“Pengelola bandara di dunia sangat selektif dan hanya mengajukan bandara terbaiknya untuk ikut survei ASQ ini,” tutur Tommy.

Dari Indonesia, lanjut Tommy, pihaknya mengikutkan empat bandara, sedangkan PT Angkasa Pura II mendaftarkan lima bandara.

“Berdasarkan survei tersebut, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali berada di ranking ketujuh dunia di kategori 5-15 juta penumpang per tahun, sekaligus merupakan bandara Indonesia dengan ranking dunia terbaik di kelasnya,” jelasnya.

 

 

Sumber

Bandara Sultan Hasanuddin Dijaga 300 Personil Polisi

Peringatan May Day di Makassar mendapatkan pengawalan 1.163 personel kepolisian baik dari Polda Sulsel, Polrestabes maupun dari Polsek-polsek. Khusus untuk pengamanan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang masuk wilayah hukum Polres Maros diturunkan 300 personel kepolisian.

Saat ini ratusan anggota sudah siaga khususnya di perlimaan Bandara-Gerbang Tol. Meski hingga pagi ini belum ada informasi rencana pergerakan aksi menuju bandara untuk memperingati May Day, ratusan personil dari Polres Maros dan Polsek Bandara ini tetap disiagakan sebagai langkah antisipatif.

“Untuk personil kepolisian yang diserpas (Pergeseran Pasukan, red.) ke Bandara sekitar 300 personil gabungan dari Polres Maros dan Polsek Bandara,” kata Kapolsek Bandara, Iptu Andi Alamsyah, Jumat (1/5/2015).

Adapun untuk pengamanan internal, kata Andi Alamsyah, Aviation Security (Avsec) Bandara terlibat langsung dengan plooting toll gate Bandara.

Sementara itu, di dalam Kota Makassar, di fly over yang menjadi salah satu titik aksi peringatan May Day sudah terlihat ada persiapan. Meskipun pengunjuk rasanya belum terlihat tetapi perlengkapan soundsystemnya sudah terpasang berikut pamflet-pamflet dan spanduk.

Di spanduk besar warna hitam yang terpasang di belakang alat-alat musik di atas panggung tertulis nama lembaga penghelat May Day Parade di fly over antara lain LBH Makassar, Solidaritas Perempuang Anging Mammiri, Kontras Sulawesi.

Di sekitar fly over, juga sudah tampak personel kepolisian yang berjaga. Tampak dua mobil water canon dan satu unit kendaraan taktis.

 

 

 

Sumber

 

Cara Untuk Mengatasi Jet Lag Usai Terbang

JET LAG merupakan hal yang membuat kita kurang nyaman dan cukup banyak di rasakan oleh sebagian orang setelah melewati perjalanan terbang yang cukup panjang. Namun jangan khawatir, hal ini bisa di selesaikan dengan mudah. Berikut cara-cara untuk mengatasi Jet Lag :

Keluar di hari pertama

Perjalanan yang panjang tentu membuat tubuh Anda ingin beristirahat di kasur yang empuk. Namun hal ini tidak bagus ketika Anda ingin menghilangkan jet lag. Justru sebaiknya pada hari pertama Anda bisa keluar untuk mencari sinar matahari. Anda bisa berjalan mengunjungi museum dan memungkinkan tubuh Anda menyerap sinar matahari yang sangat berguna.

Rencanakan tidur cepat jika tiba malam hari

Waktu tiba di tempat tujuan menentukan bagaimana Anda harus mengatasi jet lag. Berbeda dengan jika tiba di siang hari yang mengharuskan Anda menyerap sinar matahari, jika tiba di malam hari Anda justru harus lebih cepat tidur. Anda bisa melakukan hal yang membuat terjaga selama di pesawat. Sehingga begitu sampai di hotel, Anda bisa tidur lebih mudah.

Bangun secara alami

Biarkan diri Anda terbangun secara alami pada pagi pertama di tempat tujuan. Buka sedikit tirai jendela pada malam sebelumnya sehingga Anda bisa terbangun karena sinar matahari yang menerpa tubuh Anda. Bangun dengan alami akan lebih baik dan menyegarkan pikiran dibanding dengan bangun karena adanya wake up call atau alarm di ponsel.

Lakukan olahraga ringan di hari pertama

Salah satu cara menyiasati jet lag adalah dengan melakukan olahraga ringan di hari pertama. Hal tersebut sangat berguna untuk kebugaran tubuh dan membuat tubuh menjadi lebih ringan serta bersemangat. Hindari olahraga berat dua jam sebelum tidur untuk memudahkan waktu transisi tubuh.

Makanan untuk menyegarkan pikiran

Makanan juga berperan penting untuk memulihkan tubuh serta pikiran. Terlebih ketika mengkonsumsi makanan lokal di hari pertama. Hal ini akan mempercepat tubuh Anda beradaptasi. Anda bisa memakan roti selama dalam pesawat, sehingga ketika sampai di tempat tujuan, Anda ingin segera makan dan menemukan makanan lokal yang membuat tubuh Anda bertenaga.

 

Sumber

AP II Gandeng Asing Untuk Bangun Bandara Kertajati

PT Angkasa Pura II (Persero) mendapat pinjaman Rp 2,1 triliun dari tiga bank BUMN

PT Angkasa Pura II memastikan pihaknya akan menggandeng investor asing untuk menyelesaikan pembangunan Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat yang bakal dimulai pada 2016.

Berkaitan dengan hal itu, pengelola bandara berstatus BUMN ini membuka diri bagi investor asing dari berbagai negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, atau India.

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya telah mendapatkan restu dari Kementerian BUMN dan Perhubungan untuk meneruskan rencana pembangunan bandara itu.

“Saat pertemuan dengan para menteri saya bilang pilihannya ada dua. Kami memegang saham mayoritas dalam perusahaan patungan dengan BUMD atau kami hanya mengelola saja. Pilihannya jatuh ke memegang saham mayoritas,” ujarnya.

Budi melanjutkan, pihaknya juga telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan orang nomor satu di Jawa Barat itu pun menyetujui bahwa AP II akan bertindak selaku pemegang saham mayoritas dalam perusahaan patungan untuk mengelola bandara itu.

“Dalam kesempatan itu gubernur juga sudah menjamin akan ada pembangunan jalan tol yang menjadi akses dari dan menuju bandara,” tambahnya.

Menurut Budi Karya Sumadi, setelah pembentukan perusahaan patungan antara AP II dan BUMD PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), selaku pemegang saham mayoritas, AP II akan menggandeng juga investor asing untuk berpartisipasi dalam pembangunan bandara itu.

Dia beralasan, keinginan untuk melibatkan pihak asing penting dilakukan mengingat anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan pembanugnan sisi darat dari bandara itu cukup besar, mencapai sekitar Rp20 triliun.

“Tidak hanya itu, kami juga yakin pihak asing yang masuk bisa membawa sistem baru yang bisa kita ambil,” terangnya.

AP II, lanjutnya, membuka diri kepada berbagai investor dari luar negeri untuk berpartisipasi dalam pembangunan bandara itu. Menurutnya, sejauh ini ada sejumlah investor potensial yang bisa diajak kerja sama yakni yang berasal dari China, Jepang, India dan Korea Selatan.

“Kalau soal investor sudah beres, 2016 kita bisa melakukan pembangunan sisi darat,” ucapnya.

Dia mengatakan, pola kerja sama yang melibatkan pihak asing ini tidak hanya diterpakan dalam pembangunan Bandara Kertajati tapi juga di berbagai bandara lainnya yang dikelola oleh AP II seperti di Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang serta Pontianak.

Beberapa bandara itu rencananya masuk dalam rencana pengembangan jangka menengah yakni meningkatkan jumlah penumpang menjadi 25 juta hingga 30 juta, sekaligus menjadi sub hub sehingga bisa mengurangi beban Soekarno-Hatta selaku hub utama dari 13 bandara yang dikelola AP II.

Sumber

Tamu Asing Tak Kena Macet Dengan Kereta Api Bandara

Dengan adanya pembangunan kereta api di Bandara Soekarno-Hatta dapat membuat masyarakat menghemat waktu perjalanannya. Pasalnya, penghematan waktu tersebut dapat lebih dari satu jam.

Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro menyatakan, nantinya para penumpang pesawat yang turun di Bandara Soekarno-Hatta tidak perlu lagi terjebak kemacetan jika ingin melakukan perjalanan ke Jakarta. Sebab, dengan adanya kereta MRT maka masyarakat akan terbebas dari kemacetan.

“Tamu asing, besok-besok kalian tidak perlu lagi terjebak macet. Di masa depan bisa pakai kereta api untuk keluar dari bandara bisa hemat satu jam,” ucap Bambang di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (28/4/2015).

Sebagaimana diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hingga 2019 menargetkan pembangunan kereta api di 13 bandara di Indonesia. Hingga 2014, baru terealisasi dua kereta bandara, yakni di Bandara Kualanamu Medan dan Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta.

Sementara itu, pembangunan jalur dan sarana transportasi Kereta Api ke Bandara Soekarno-Hatta diprediksi akan selesai pada April 2016.

Sumber

Bandara Blimbingsari Perpanjang Runway 350 Meter

Landasan pacu (runway) Bandar Udara (Bandara) Blimbingsari di Banyuwangi akan diperpanjang dan dilakukan sejumlah perbaikan sebagai bentuk peningkatan kapasitas sekaligus menambah daya tarik pengunjung.

”Landasan pacunya akan diperpanjang sehingga diharapkan mampu menampung pesawat boeing,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi (Bappeprov) Jawa Timur Fattah Jasin di Surabaya, Rabu (29/4). Ia menjelaskan, saat ini landasan pacu Bandara Banyuwangi sepanjang 1.900 meter dan direncanakan diperpanjang hingga 2.250 meter.

”Dana sebesar Rp150 miliar juga telah disiapkan untuk memperpanjang landasan pacu di Bandara Blimbingsari ini, kata mantan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jatim itu. Selain bisa menampung pesawat yang lebih besar kapasitasnya, pihaknya berharap dengan penambahan lintasan landasan pacu itu maka penerbangan rute Banyuwangi-Surabaya dan Banyuwangi-Denpasar bisa ditambah.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jarianto yang mengaku, akan ada perpanjangan landasan pacu sehingga diharapkan menambah intensitas jumlah kunjungan wisatawan, baik dalam maupun luar negeri.

”Bahkan ada tim dari sejumlah negara yang sengaja datang ke Banyuwangi memantau destinasi wisata di sana. Nah, rencananya mereka menggunakan pesawat carter, tapi sekarang belum bisa karena landasan pacunya belum mencukupi,” ujarnya.

Sumber

Cuaca

Bali
broken clouds
28.7 ° C
28.7 °
28.7 °
75 %
1.6kmh
72 %
Wed
29 °
Thu
30 °
Fri
30 °
Sat
30 °
Sun
30 °

Kurs Rupiah

IDR - Indonesian Rupiah
USD
17,089.3
AUD
11,977.9
EUR
19,956.1
CNY
2,502.8
JPY
107.1
SGD
13,382.0