Pengunjung di Bandara Internasional Orlando, Amerika Serikat, sempat dibuat geger oleh suara ledakan yang terjadi pada Jumat 11/2017, waktu setempat. Suara itu awalnya diduga sebagai letusan senjata api.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pihak berwenang kemudian merilis pernyataan resmi. Suara ledakan itu bukan berasal dari tembakan senjata api, melainkan ledakan baterai kamera.

Peristiwa itu terjadi di pekan lalu seperti diberitakan media NBC News, kronologisnya, sekitar pukul 17.00 waktu setempat sempat terdengar bunyi keras dari bagian keamanan yang terletak di depan bandara. Bunyi keras itu lantas membuat pihak bandara melakukan pengamanan darurat.

“Untuk jaga-jaga, penumpang di dalam bandara diinstruksikan untuk keluar dari gedung saat pihak Kepolisian Orlando dan staf Bandara Internasional Orlando menyelidiki kejadian,” ujar pihak pengelola bandara yang tidak disebutkan namanya.

Kepolisian setempat juga mengumumkan kejadian itu melalui akun Twitter resminya. Pertama mereka mengumumkan bahwa tak ada korban jiwa yang diakibatkan oleh ledakan tersebut. Kemudian mereka mengonfirmasi bahwa itu bukanlah ledakan senjata api.

“Peringatan: Tak ada aksi penembakan di Bandara Internasional Orlando. Telah ada suara ledakan yang mengagetkan orang-orang tapi tak ada tembakan, tak berbahaya untuk publik,” kicau akun @OrlandoPolice dikutipĀ Petapixel, Senin, 13/11/2017.

Akibat suara yang begitu keras tersebut, tak sedikit yang berasumsi akan adanya kejadian penembakan. Akibat kejadian itu sejumlah antrean hingga delay dan pembatalan penerbangan juga sempat terjadi.

Faktanya, pihak Administrasi Penerbangan Federal AS memang membolehkan penumpang membawa baterai lithium yang berkapasitas di bawah 100 watt dalam tas pegangan. Kini pemerintah AS mendesak maskapai penerbangan untuk melarang penumpang membawa kamera di tasnya.