Maskapai Uni Emirat Arab, Emirates membeli 40 Boeing 787-100 Dreamliner buatan Amerika melalui perjanjian bernilai 15,1 miliar dolar. Pembelian dilakukan saat pembukaan pameran dua tahunan “Dubai Air Show”.

Perjanjian itu tampaknya mengejutkan pesaing utama Boeing Airbus yang sejumlah stafnya ikut menghadiri konferensi pers yang telah tertunda lama dan meninggalkan ruangan beberapa saat sebelum pengumuman itu.

Airbus berharap bisa melanjutkan produksi pesawat jumbo jet dua tingkat A380 bagi Emirates, pengguna terbesar pesawat itu di dunia. Emirat menerima pengiriman A380 ke seratus pada awal bulan ini. Laporan yang dirilis sebelum pameran udara menunjukkan penjualan A380 akan dilakuan kemudian.

Tetapi sebaliknya CEO dan Direktur Emirates Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum menjelaskan betapa maskapai penerbangan itu mempertimbangkan Airbus A350, tetapi memutuskan untuk membeli Boeing 787-10.

“Kami membandingkan dua produk, tetapi mendapati bahwa Boeing 787 merupakan pilihan terbaik bagi Emirates karena faktor pemeliharaan dan lain sebagainya”, ujarnya.

Perjanjian itu tampaknya mengejutkan, Airbus yang notabene adalah pesaing utama Boeing. Ini menjadi kali kedua bagi Airbus gagal menjual pesawat jenis A350-nya pada Emirates. Sebelumnya pada Juni 2014, Emirates yang merupakan perusahaan BUMN itu membatalkan pemesanan 70 pesawat A350 setelah meninjau kebutuhan armadanya.

Boeing 787-10 biasanya dijual seharga 312,8 juta dolar dan penyerahan akan dimulai pada tahun 2022. Boeing Co. yang berkantor di Chicago telah memperoleh 171 pesanan pesawat jenis 787-10. Di antara mereka yang menunggu pesanan pesawat itu adalah Etihad yang berkantor di Abu Dhabi.