Ibu Kota China, Beijing, berencana membangun bandara baru. Nantinya, bila bandara ini selesai dibangun, bandara ini akan menjadi bandara terbesar di dunia. Bandara ini adalah Bandara International Daxing Beijing, yang pembangunannya akan rampung pada 2019. Bandara ini nantinya dapat menampung 130 juta penumpang per tahunnya.

Bandar udara baru ini bernilai 80 miliar yuan (lebih dari Rp 121 triliun) dibuka pada Oktober 2019 di tengah pembangunan gencar prasarana oleh Presiden Cina Xi Jinping.

Perwakilan pembangunan itu memamerkan kerangka luas “Bandar Udara Baru Beijing”, yang terbuat dari 1,6 juta meter kubik beton,  52 ribu ton baja dan membentang 47 kilometer persegi, termasuk landasan pacu.

“Jika dijajarkan bersama, terdapat gerbang sepanjang kurang lebih lima kilometer. Ini adalah contoh bagus dari kapasitas produksi nasional Cina,” kata juru bicara proyek Zhu Wenxin.

Bandara tersebut dirancang oleh arsitek kenamaan Zaha Hadid. Arsitek berdarah Inggris-Irak tersebut bekerjasama dengan pengembang Bandara ADPI untuk membuat konsep enam tingkat yang bertujuan untuk mempersempit waktu berjalan penumpang dari loket check-in  menuju terminal.

Di situs resminya, Zaha Hadid menyatakan bahwa struktur Terminal 1 akan memandu pengguna dengan baik dan harmonis melalui bangunan dengan ruang publik yang mengalir dari satu ruangan ke ruang lain, mencerminkan keselarasan dan keseimbangan antara lanskap dan budaya timur khas Tiongkok dan desainnya akan menggabungkan nafas oriental dengan tema futuristik.

Terletak 67 kilometer dari selatan Beijing, bandara tersebut secara teknis jatuh di provinsi yang merupakan tetangga Beijing, Hebei, meski pada akhirnya bandara itu akan mendirikan zona pengembangannya sendiri. Bandara baru tersebut akan mengurangi tekanan pada bandara internasional Beijing yang ada, ke arah timur laut Beijing.