Gunung Agung meletus, Bandara Internasional Lombok tutup, penutupan ini dilakukan karena ada debu vulkanik erupsi Gunung Agung, Bali, di rute penerbangan ke lombok.

“Kami sebagai regulator, Dirjen Udara Kemenhub, memerintahkan kepada Air Navigation dan Bandara Udara di Lombok untuk per saat ini pukul 16.15 WIB, untuk menutup bandara tersebut. Sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Agus Santoso.

Penutupan Bandara Internasional Lombok dilakukan setelah dilaksanakannya rapat kordinasi dengan Otoritas Bandara Wilayah IV, Airlines, Ground Handling, Airnav Indonesia serta BMKG dengan melalui pengamatan di lapangan dalam bentuk Paper Test untuk mengetahui kondisi Volcanic Ash di area bandara, serta update VA Advisory dan SIGMET serta monitor informasi dari kru.

Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (AP I), Israwadi, mengatakan penutupan Bandara Internasional Lombok ini berdampak terhadap 16 operasional penerbangan dari dan menuju Lombok yang terdiri dari 13 penerbangan domestik dan tiga penerbangan internasional.

Penerbangan domestik itu terdiri dari 7 Penerbangan Garuda Indonesia, 3 Penerbangan Lion Air, 2 Penerbangan Air Asia, 1 penerbangan Citilink, 1 penerbangan Wings Air dan 1 penerbangan Batik Air.

“Sedangkan penerbangan internasional itu adalah 2 penerbangan Air Asia ke Kuala Lumpur serta 1 penerbangan Silk Air ke Singapore. Untuk 1 penerbangan domestik Batik Air dari Jakarta telah dialihkan ke Bali,” ujar Israwadi.

Sebagai informasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengeluarkan NOTAM B8868/17 untuk seluruh maskapai di Indonesia terkait penutupan Bandara Internasional Lombok hari minggu, 26 November 2017 pada pukul 17.55 WITA sampai dengan senin, 27 November 2017 pukul 06.00 WITA terkait dengan dampak langsung Volcanic Ash Gunung Agung di Bali.

“Saat ini Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah menampung 1 pesawat Batik Air ID 6658 dari Jakarta menuju Lombok,” tambah Israwadi.