Bolehkah Membawa Bongkahan Bahan Batu Akik ke Dalam Pesawat?

338

Batu akik kini tengah menjadi trend hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tak heran di mana-mana orang ramai berburu batu akik. Perdagangan akik juga marak mulai dari bahan jadi sampai bahan bongkahan batu.

Biasanya bongkahan akik dibawa para penggemar akik dari sejumlah daerah, misalnya Aceh, Maluku, Kalimantan, dan juga Papua. Penggemar akik membeli bongkahan karen harganya yang murah dan nantinya bisa dibentuk apa saja.

Nah, soal bongkahan ini memang cukup menarik. Apalagi dikaitkan dengan membawanya ke dalam pesawat. Ada beberapa bandara yang membolehkan membawa bongkahan akik, namun ada juga yang tidak.

Misalnya saja cerita Taufan, yang bisa membawa bongkahan akik ukuran sekepalan tangan beberapa buah dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Di bandara, bongkahan akik itu lolos dan dibolehkan dibawa. Mungkin karena sejak dahulu Kalimantan terkenal dengan perdagangan batu akiknya. Jadi dianggap hal yang biasa.

Tapi lain kali dengan di Timika, Papua. Di Bandara Mozes Kilangin, mereka yang membawa batu akik tak diperbolehkan membawanya. Batu itu harus disimpan tak boleh dibawa, tak bisa juga dibagasikan. Tak ada alasan jelas soal pelarangan itu.

“Padahal di bandara di Ilaga, Puncak Papua boleh bawa batu. Tapi di Timika, batu nggak boleh dibawa, walau harus dibagasikan,” jelas Heri seorang penggemar akik, Selasa (17/2/2015).

Bagi orang biasa, soal membawa bongkahan akik ini mungkin bukan urusan penting. Tapi lain soal bagi penggemar akik, tak membawa bongkahan itu urusan penting. Apalagi bila batu yang dibawa batu berkualitas bagus yang harganya bisa selangit bila diolah.

 

Sumber

Baca juga:  Semua Aspek Keselamatan Penerbangan Harus Ditingkatkan
Previous articleHobi Diving? Yuk ke Kepulauan Anambas
Next articleMau Liburan Sambil Selfie Bareng Gajah? Ini Tempatnya