Unik, Tur di London Ini Dipandu Gelandangan

80

London – Sebuah operator tur di London mengajak pesertanya keliling kota dengan pemandu wisata seorang gelandangan. Wisatawan bisa tahu hal yang tak bisa didapat dari operator tur lain, sekaligus membantu orang yang kekurangan.

Menjadi seorang yang tidak memiliki rumah, atau gelandangan, membuat mereka kerap berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Dengan kata lain, mereka mengetahui dengan jelas setiap sudut kota yang mereka tinggali.

Berawal dari keinginan membantu sesama, sekelompok relawan yang terbentuk dalam Sock Mob membentuk Unseen Tours. Tur ini akan membawa para traveler untuk melihat London dengan cara pandang yang berbeda, demikian ditengok dari situs resmi Sock Mob, Selasa (29/4/2014).

Ada 4 orang gelandangan yang telah dilatih dengan baik untuk bisa menjadi pemandu wisata. Para peserta tur bisa mengikuti tur sepanjang 90 menit ini berkeliling kota dengan berjalan kaki.

Serta, dengan ragam cerita berbeda yang disampaikan oleh para pemandu tersebut. Mereka bisa menjelaskan area yang sedang dilewati, kadang dengan menambahkan pengalaman mereka saat tinggal di sana, atau sejenisnya.

Beberapa titik objek wisata yang didatangi operator tur ini antara lain London Bridge, Camden, Shoreditch, dan Convent Garden. Di sinilah perpaduan antara informasi sejarah dan pengalaman sang pemandu bersatu menjadi sesuatu yang sangat berbeda dan menyentuh hati.

Tur yang seharga mulai dari USD 9-14 (Rp 100-160 ribu) per jam ini telah mendapatkan penghargaan World Responsible Tourism Award 2011. Operator tur yang dipromosikan oleh TripAdvisor ini juga memberikan 2 atau 3 tempat bagi peserta yang tidak mampu membayar tur. Akhir tur biasanya berakhir di salah satu kafe, di mana mereka akan mengobrol tentang apa saja.

Baca juga:  Bandara Gisborne: Landasan Pacu Bandara Dengan Jalur Rel Kereta Api Yang Melintas

Sumber: http://travel.detik.com/read/2014/04/29/090146/2568283/1520/unik-tur-di-london-ini-dipandu-gelandangan

Previous articleMau Jalan-jalan ke India? Baca Ini Dulu
Next articleBandara Soekarno-Hatta Masuk 50 Terbaik Dunia di 2015