Traveller Muslim Diusir dari Pesawat Amerika

106
Traveler Muslim mendapatkan perlakuan yang tidak enak saat naik pesawat di Amerika.

Traveller muslim mendapatkan perlakuan yang tidak enak saat naik pesawat di Amerika. Traveller pria tersebut diusir dari pesawat karena mungucap “Insya Allah“.

Seperti yang dilansir oleh CNN Travel, Selasa (19/4), seorang muslim yang berdarah Irak bernama Khairuldeen Makhzoomi diusir dalam maskapai Southwest Airlines dalam perjalanan dari Los Angeles ke Oakland pada 6 April lalu. Dia adalah seorang mahasiswa Universitas California, Berkeley, yang masuk Amerika Serikat sebagai pengungsi dari Irak pada 2010.

Pengusiran itu terjadi saat Makhzoomi tengah menelepon pamannya di Baghdad. Saat itu ia menceritakan sebuah acara yang akan dihadiri pada malam sebelumnya bersama Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon.

“Saya senang sekali hadir di acara tersebut. Jadi saya menelpon paman saya untuk menceritakan hal itu, saat saya akan menutup teleponnya saya mengatakan Insya Allah,” ujarnya.

Setelah mengucapkan kata “Insya Allah”, seorang penumpang wanita yang duduk di depannya langsung menatap dengan sinis. Perempuan itu langsung ke depan seperti melapor ke awak kabin. Makhzoomi pun sudah merasakan tidak enak hati. Tidak lama kemudian dirinya diminta turun dari pesawat dan beberapa anggota FBI (Federal Bureau of Investigation) langsung mengintograsinya. Makhzoomi kaget karena dia merasa tidak melakukan kesalahan apa-apa.

“Mereka mengatakan kenapa berbicara bahasa Arab? Disini sangat berbahaya, mereka terus bertanya tapi saya tetap jawab jujur. Bahkan saya tunjukkan video saat acara dengan Ban Ki Moon dan saya hanya mengucap Insya Allah kepada paman saya,” jelas Makhzoomi.

Akhirnya Makhzoomi harus naik pesawat lain. Dia merasa didiskriminasikan. Dia berharap, semoga traveller Muslim lainnya tidak mendapat perlakuan seperti yang dia alami. Setelah terbukti Makhzoomi tidak bersalah, Southwest Airlines pun meminta maaf.

Baca juga:  Jokowi: Penerbangan Jarak Pendek Lebih Baik Pindah ke Halim

Dalam pernyataan resminya, Southwest Airlines menyatakan penyesalannya dan tidak membenarkan atau mentolerir diskriminasi apapun.

Terkait permintaan maaf tersebut, Makhzoomi menanggapinya dengan lapang dada. Ia tidak ingin masalah tersebut diperpanjang dengan pihak maskapai.

 

Previous articleGunung Popocatepetl Meletus, Bandara Puebla Ditutup Kabut dan Abu Tebal
Next articleGaruda Indonesia Tandatangani Kesepakatan Pemesanan A330-900neo