Tips Belanja Bagi Jemaah Indonesia Ketika Di Tanah Suci

162

Pergi menunaikan ibadah haji dan umrah selalu menjadi dambaan bagi seluruh umat Islam di dunia. Setelah melaksanakan ibadah, para jamaah biasanya menyempatkan diri mereka untuk membelli oleh-oleh khas Tanah Suci, baik untuk keluarga, kerabat, maupun tetangga.

Jemaah haji Indonesia terkenal hobi belanja dan saat musim haji banyak jemaah yang memborong oleh-oleh meski baru datang di Tanah Suci. Saat ini sudah banyak toko yang namanya berbahasa Indonesia di sekitar pemondokan. Sebelum berbelanja oleh-oleh di Tanah Suci, terdapat beberapa hal yang bisa diperhatikan, berikut ulasannya :

1.Buat perencanaan atau daftar barang yang diperlukan dan dibutuhkan. Agar tidak boros dan sesuaikan dengan kondisi keuangan.

2. Jangan memaksa membeli, karena ada barang-barang yang bisa dibeli di Tanah Air dan harganya justru lebih murah.

3. Pilih pusat perbelanjaan agar dapat harga yang murah, berbelanja di pasar oleh-oleh. Seperti Pasar Zakfariah di Mekah, Pasar Balad dan Bab Mekah di Jeddah, serta Pasar Kurma dan pusat pertokoan di basement  Taiba Arac Hotel di Madinah.

4. tidak ingin pergi jauh, berbelanja di penjual oleh-oleh dadakan di dekat hotel yang harganya juga relatif sama. Tapi Anda harus pandai menawar.

5. Siapkan uang riyal sejak di Tanah Air agar tidak kena biaya tambahan bila di menukar di Tanah Suci. Tapi jemaah bisa mengambil di ATM bank setempat dengan menggunakan kartu debit bank Indonesia.

6. Survei di beberapa toko untuk membandingkan harga. Setelah memutuskan barang yang diinginkan, tidak ada salahnya untuk menawar lebih dulu. Apalagi bila membeli dalam jumlah banyak. Cari penjaga yang warga Indonesia.

7. Jemaah harus teliti memilih barang, harus bisa membedakan barang asli dan barang palsu. Contoh tasbih kayu koka. Jangan tergiur dengan harga yang tidak wajar.

Baca juga:  Ancol Perbaharui Sistem Parkir Kurangi Kemacetan Jelang Libur Lebaran

8. Penting untuk mengingat batas maksimum barang bawaan. Ini agar barang bawaan tidak melebihi batas maksimum dalam penerbangan pulang. Seorang jemaah hanya dibatasi 32 kg. Jangan sampai ada barang yang terpaksa ditinggalkan karena kelebihan kuota. Jika terpaksa banyak belanja, kirim lebih dulu melalui jasa pengiriman.

Previous articlePPIH Batam Khawatir Kabut Asap Menganggu Penerbangan Haji
Next articleJemaah Haji Khusus Gelombang Pertama Sudah Tiba Di Madinah